Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38016 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novia Nuraini; Pembimbing: Hadi Pratomo, Ella Nurlela Hadi; Penguji: Djuwita, Ratna; Noviati, Tri
Abstrak: ABSTRAK Keuntungan Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah menurunkan kejadian hipotermia dan mempersingkat masa rawat di Rumah Sakit. Pelatihan menurut Kirkpatrick adalah upaya meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku dan mengembangkan keterampilan. Tujuan: Menilai evaluasi 1 tahun pasca pelatihan PMK pada peserta petugas kesehatan terlatih RSUD Pasar Rebo di wilayah Jakarta Timur pada tahun 2018. Metode: Mixed Method,Penelitian Kualitatif di dukung oleh penelitian kuantitatif pada 12 informan petugas kesehatan di Ruang Nicu, Perina, Delima yang sudah pernah mengikuti pelatihan PMK pada satu tahun yang lalu. Wawancara Mendalam, diskusi kelompok untuk mengetahui keterampilan petugas dan pengetahuan PMK setelah dilakukan pelatihan didukung oleh observasi keterampilan secara cek list dan pengisian kuesioner yang sama pada saat satu yang lalu. Hasil penelitian: dari hasil wawancara dan diskusi kelompok petugas melakukan keterampilan PMK langsung menggunakan bayi ke ibunya, tidak didukung oleh sarana dan prasana PMK ini didukung oleh data kuantitatif tidak ada perbedaan yang bermakna keterampilan PMK p =0,504 petugas kesehatan setelah satu tahun pasca mendapat pelatihan PMK. Pada saat observasi sebelum dilakukan test ada 4 petugas yang buku dan pernyataannya tidak pernah membaca lagi setelah pelatihan, hasil pengetahuan petugas mengalami penurunan hanya satu petugas yang tetap dari nilai post test satu tahun yang lalu dan dilakukan kembali dengan soal yang sama. Kesimpulan: penelitian ini menilai evaluasi pelatihan PMK yang diselenggarakan satu tahun yang lalu dan yang menjadi keterbatasan dengan responden yang sedikit kemungkinan hasilnya tidak relevan. Kata kunci: PMK, Pelatihan,Nuraini, RSUD, Evaluasi Advantages of kangaroo mother care (KMC) is to reduce the incidence of hipotermia and shorten hospital stay. Training according to Kirkpatrick is an effort to improve knowledge, change behavior and develop skills. Aim : Assess the evaluation of 1 year post-KMC training on trained health care personnel in Pasar Rebo General Hospital in East Jakarta in 2018. Method: Mixed Method Qualitative research was supported by quantitative research on 12 health worker informants in Nicu, Perinatologi, Delima Room who had attended KMC training one year ago. In-depth interviews, group discussions to find out the skill of FMU officers and knowledge after training were supported by skill observation on check list and filling out the same questionnaire on the previous one. Results: the results of interviews and discussions of groups of officers performing KMC skills directly using infants to their mothers, not supported by facilities and infrastructure KMC is supported by quantitative data there is no significant difference in KMC skills p = 0,504 health workers after one year after receiving KMC training . At the time of observation prior to the test there were 4 officers whose books and statements never read again after the training, the officer's knowledge result decreased only one officer who remained from the post test score one year ago and re-done with the same problem. Conclusions: This study evaluates the evaluation of KMC training held a year ago and which is limited to the few respondents likely to be irrelevant. Key words: KMC, Training,Nuraini,Hospital, Evaluation
Read More
T-5347
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Dewi Kusumawardani; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Asri C. Adisasmita, Syafranu Ibrahim
S-9397
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Fauziyah; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hasan, Dyah F Wulandari
Abstrak: Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengetahuiderajat kesehatan di suatu negara. Salah satu komplikasi penyebab kematian bayidi Indonesia adalah bayi berat lahir rendah (BBLR). Perawatan metode kanguruatau PMK merupakan salah satu perawatan yang efektif bagi BBLR.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karakteristikpengetahuan sikap dan praktik petugas kesehatan tentang perawatan metodekanguru pada BBLR. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total samplingsebanyak 37 orang dari ruang perinatologi, rawat gabung, VK dan poli kebidanan.Instrumen penelitian disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustakayang telah dibuat uji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini dilakukan padabulan Desember 2015 di RSUD Kota Depok.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu 28 (75,7%)responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, setengah dari responden 19(51,4%) memiliki sikap yang positif dan dua dari tiga responden 24 (64,9%)memiliki praktik yang kurang terhadap PMK pada BBLR.Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak manajemen rumah sakit untukmemberikan pelatihan guna meningkatkan pemahaman yang seragam tentangPMK. Bagi peneliti lain disarankan agar dapat memperbaiki standar instrumenuntuk menilai PSP pada PMK dengan menguji kuesioner baik uji validitasmaupun uji reliabilitas.Kata Kunci : Perawatan Metode Kanguru, Pengetahuan, Sikap, Praktik PMK,RSUD Kota Depok.
Read More
S-8925
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anastasia Dian Novita Wira Restiana; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tris Krianto, Irma Sapriani
S-8884
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elia Nur A`yunin; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Besral, Anwar Hasan, Sri Durjati Boedihardjo, Indra Supradewi
T-4423
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ananda Tria Monica; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tiara Amelia, Fransiska E Mardiananingsih
S-8924
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisnawati Hutagalung; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Evi Martha, Mieke Savitri, Luzi Adriyanti, Indra Supradewi
Abstrak:

Nama : Lisnawati Hutagalung Program studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul                           : Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru Oleh Ibu Pasca Perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Umum Koja Jakarta Utara Tahun 2017 ABSTRAK Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan yang diberikan kepada berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan cara melakukan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi. RSUD Koja merupakan rumah sakit pemerintah yang sudah melaksanakan PMK sejak tahun 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan perawatan metode kanguru oleh ibu pasca perawatan di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain Rapid Asessment Procedure pada bulan Mei sampai Juni. Informan adalah ibu melahirkan bayi  dengan berat lahir <2200 gram, memperoleh edukasi PMK dan sudah melaksanakan PMK di rumah sakit. Hasil penelitian pengetahuan baik tentang definisi, manfaat dan posisi PMK. Ibu mendukung mudah menggunakan PMK. Faktor yang mempengaruhi ibu menerima melaksanakan PMK adalah peran petugas kesehatan. Sebagian besar ibu tidak rutin melaksanakan PMK di rumah karena pekerjaan rumah. Sebagian ibu tidak kontrol ulang kedua sesuai jadwal yang ditentukan. Memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga tentang peranan keluarga menggantikan ibu melaksanakan PMK. Kata Kunci: kontrol, perawatan metode kanguru, pulang


Name : Lisnawati Hutagalung Study Program : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Title                            : Implementation of Kangaroo Mother Care By Mother Post Care in RSUD Koja North Jakarta 2017 ABSTACT Kangaroo Mother Care (KMC) is a treatment which is given to low birth weight (LBW) by direct contact from mother skin to baby. RSUD Koja is one of government hospital who had implemented KMC since 2013. This aim of this study was to analyze the implementation of treatment of KMC by post-hospital treatment mother in hospital. This study used qualitative design, with Rapid Assessment Procedure approach from May to June. The informant of this study was mother who gave a birth <2200 gram, received education and practiced about KMC. The result of this study was mother’s knowledge good about definition, benefits and position of KMC. Mother favorable easy use of KMC. Most decision maker was mother. Factor affect mothers received KMC are the role of health workers. Most mothers did’t routine implemented KMC in their home because of homework. Some mothers didn’t come back for the second time medical check-up according to the schedule. Given education to mothers and families about the role of families to replace implementation KMC. Keyword: control; cangaroo mother care; discharge

Read More
T-5041
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Istianah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Martya Rahmaniati Makful, Yulinda Fetri Tura dan Nur Fatayani
Abstrak:
Faktor terpenting pengendalian diabetes adalah perilaku perawatan diri. Dalam melakukan perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam mengakses, memahami, dan menilai informasi kesehatan untuk membuat keputusan tentang perawatan kesehatannya sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari atau dikenal dengan literasi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran literasi kesehatan terhadap perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruangan/klinik rawat jalan Penyakit Dalam RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Sampel penelitian yaitu pasien yang didiagnosa dengan penyakit diabetes melitus. Responden terpilih yang berada di lokasi penelitian sesuai kriteria responden dalam waktu tertentu sampai jumlah sampel terpenuhi (convenience sampling). Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Hasil penelitian diperoleh bahwa responden dengan literasi kesehatan yang rendah berisiko 6,13 kali untuk memiliki perilaku perawatan diri diabetes yang kurang baik dibandingkan pasien dengan literasi kesehatan yang tinggi setelah dikontrol oleh variabel efikasi diri. Diharapkan adanya inovasi layanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit dengan memaksimalkan media yang ada agar pasien diabetes dapat mengakses informasi kesehatan dengan mudah setiap saat.

The essential factor in managing the diabetes is the Self-Care Behavior. In this case, the diabetes mellitus patients can't be separated from their ability to access, understand, and assess the health information to make decisions about their health care so they could adjust in their daily life called the Health Literacy. The study aims to analyze the role of health literacy in the self-care behavior of diabetes mellitus patients at the Regional Public Hospital H. Abdul Manap, Jambi City in 2024. The study's method is quantitative with a cross-sectional study design, and it is conducted in the Internal Medicine outpatient clinic of the hospital using convenience sampling. The research was conducted in June 2024. The study found that respondents with low health literacy are 6.13 times more likely to have poor self-care behavior than those with high health literacy after being controlled by the self-efficacy variable. It is expected that there will be innovation in Hospital Health Promotion services by maximizing existing media so that diabetes patients can access health information easily at any time.
Read More
T-7050
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tanri Lindawati; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Siti Ainun Dwiyanti
Abstrak: HAIs (Health-care Associated Infection) adalah infeksi yang terjadi atau yang didapat di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setelah 48 jam atau lebih, dan bukan merupakan dampak dari tanda dan gejala infeksi sebelumnya. Meskipun dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan, HAIs masih banyak terjadi di di negara miskin dan negara berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran praktik menjaga kebersihan tangan pada tenaga kesehatan di RSUD Jati Padang dengan menggunakan data sekunder dari penelitian Tim PPI RSUD Jati Padang Pada Tahun 2020. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode analisis univariat dengan jumlah sampel 71 tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (92%) sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang menjaga kebersihan tangan. Namun, dari sisi praktik menjaga kebersihan tangan, masih ada sekitar 31% responden yang masih kurang baik dalam praktik menjaga kebersihan tangan. Kata kunci : RSUD, cuci tangan, tenaga kesehatan HAIs (health care-associated infections) are infections that people get from hospitals or health care facilities that occur after 48-hours of treatment. Hand hygiene practice is a simple and effective way to prevent HAIs, however, their prevalences remain high in poor and developing countries. This study aimed to describe hand hygiene practices among health workers in RSUD Jati Padang, a public hospital in South Jakarta, Indonesia. This descriptive study used secondary data from the hospital research team in 2020. A univariate analysis method was conducted with a sample of 71 health workers. The results of this study indicated that the majority of respondents (92%) already have good knowledge about hand hygiene practices. However, in terms of maintaining hand hygiene practices, there were still around 31% of respondents who were not maintaining hand hygiene practices regularly. Key words : Public hospital, hand hygiene, health workers
Read More
S-10324
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusni Apon; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Gladys Thenny Selintung, Tasripin
T-5318
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive