Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42162 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syifa Pramudita Faddila; Pembimbing: Iwan Ariawan, Ahmad Syafiq; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Giri Wurjandaru, Laurentia
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Syifa Pramudita Faddila Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia 10-12 Tahun Di Indonesia Tahun 2013 (Analisis Multilevel Data Riskesdas Tahun 2013) Pembimbing : dr.Iwan Ariawan, MSPH Kegiatan aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang seimbang adalah upaya untuk menekan angka overweight pada masa anak-anak agar tidak berlanjut menjadi obesitas maupun penyakit degenaratif lainnya. Secara global, sebanyak 42 juta anak mengalami overweight pada tahun 2015 dan angka kegemukan di Indonesia sekitar 10,8% pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi dengan kejadian overweight pada anak usia 10-12 tahun di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional dimana sampel penelitian sebanyak 49.620 anak. Hasil penelitian menunjukkan 14,5% anak mengalami overweight. Hanya aktivitas fisik yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian overweight (p=0,014), sedangkan konsumsi makanan berisiko (p=0,518) serta buah dan sayur (p=0,693) tidak signifikan terhadap kejadian overweight. Anak yang kurang aktif berisiko 1,11 kali (95% CI= 1,02–1,21) untuk menjadi overweight dibandingkan dengan anak yang aktif. Hasil analisis multilevel menunjukkan variasi kejadian overweight antar provinsi lebih besar jika dibandingkan dengan faktor risiko pada level individu (MOR=1,37). Kejadian overweight berhubungan dengan aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak, sedangkan konsumsi tidak memiliki hubungan yang bermakna. Dibutuhkan strategi dan sosialisasi aktivitas fisik pada anak dengan melibatkan berbagai sektor dan built environment agar anak lebih aktif untuk mengurangi kejadian overweight. Kata kunci:  Overweight, Aktivitas Fisik, Konsumsi


ABSTRACT Name : Syifa Pramudita Faddila Study Program : Public Health Title : Association between Physical Activity and Consumption with Overweight among Children Aged 10-12 Years in Indonesia 2013 (Multilevel Analysis of Riskesdas 2013) Counsellor : dr.Iwan Ariawan, MSPH Physical activity and balanced food consumption is an attempt to reduce overweight in childhood so as not to continue to be obese or other degenerative diseases. Globally, 42 million children are overweight by 2015 and overweight in Indonesia is around 10.8% in 2013. The purpose of this study was to examine the association between physical activity and consumption with overweight among children aged 10-12 years in Indonesia 2013. This study uses secondary data Riskesdas 2013 with a cross sectional study design where the sample of research is 49,620 children. The results showed 14.5% of respondents had overweight. Only physical activity had significant association with overweight (p=0,014), whereas risky food consumption (p=0,518) with fruit and vegetable consumption (p=0,693) was not significant. Less active respondents were at risk 1.11 times (95% CI= 1.02-1.21) to become overweight compared with active respondents. Multilevel analysis results show that variation in overweight between provinces is greater when compared to risk factors at the individual level (MOR=1.37). Overweight are related to the physical activity of children, while consumption is unrelated. It needed strategy and promotion of physical activity in children by involving parents and built environment to make children more active to reduce overweight. Keywords: Overweight, Physical Activity, Consumption

Read More
T-5367
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmawati; Pembimbing: R. Sutiawan, Evi Martha; Penguji: Toha Mohaimin, Rahmadewi; Mursita, Andri
Abstrak: Menyusui merupakan salah satu intervensi dari gerakan 1000 hari pertama kehidupandengan target selama 2 tahun, tetapi target ini masih jauh dari kenyataan yang ada. Secaraglobal 74% anak disusui sampai usia 1 tahun, di Afrika 70% anak disusui sampai usia 1tahun, di Amerika 45% anak disusui sampai uisa 2 tahun dan di Indoneisa 56,7% anakdisusui sampai usia 23 bulan, sedangkan targetnya 80% anak disusui sampai uisa 1 tahundan 60% sampai usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpekerjaan ibu dengan lama menyusui di Indonesia tahun 2013. Desain penelitian adalahcross-sectional. Sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 0-23 bulan denganmenggunakan data Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis dengan survival analisis secaraunivariabel, bivariabel dan multivariabel. Ibu tidak bekerja (65,05%), umur ideal(76,95%), berstatus kawin (99,81%), berpendidikan tamat SLTA (30,67%), melahirkannormal (90,38%) dan ekonomi kaya (22,38%). Secara bivariat terdapat hubungan yangbermakna antara pekerjaan ibu (p=0,023) dan proses lahir (p=0,004) dengan lamamenyusui di Indonesia tahun 2013. Secara multivariable diketahui tidak hubunganpekerjaan ibu dengan lama menyusui setelah dikontrol variabel covariat di Indonesiatahun 2013. Direkomendasikan kepada Kemenkes agar memperkuat kegiatan konselorASI serta melakukan pelatihan kepada tenaga yang ada didaerah dan melakukan advokasidengan dinas tenaga kerja. BKKBN agar melakukan advokasi dengan pemerintah daerahuntuk memberikan informasi tentang pentingnya menyusui sebagai salah satu jeniskontrasepsi dan peneliti selanjutnya agar mengeksplorasi variabel yang lebih kompleks.Kata Kunci : menyusui, pekerjaan, proses lahir, pendidikan, ekonomi
Breastfeeding is one of the interventions of the first 1000 day movement of life with atarget of 2 years, but this target is still far from reality. Globally 74% of children arebreastfed to 1 year of age, in Africa 70% of children are breastfed to 1 year of age, inAmerica 45% of children are breastfed to 2 years of age and in Indonesia 56.7% ofchildren are breastfed until the age of 23 months, while the target is 80% childrenbreastfed to 1 year of age and 60% to 2 years of age. This study aims to determine therelationship of mother's work with the duration of breastfeeding in Indonesia in 2013. Theresearch design is cross-sectional. The sample of the research is the mother who haschildren aged 0-23 months using Riskesdas data in 2013. The data were analyzed withunivariable, bivariable and multivariable survival analysis. Mother not working(65.05%), ideal age (76.95%), married status (99.81%), high school graduated (30.67%),normal (90.38%) and rich ( 22.38%). Bivariat, there were significant relationship betweenmother work (p = 0,023) and birth process (p = 0,004) with duration of breastfeeding inIndonesia year 2013. Multivariable is known not relationship of mother's job with longbreastfeeding after controlled by covariat variable in Indonesia 2013. Recommended tothe Ministry of Health to strengthen the activities of ASI counselors and to train theexisting personnel in the area and to advocate with the labor service. BKKBN to advocatewith local governments to provide information on the importance of breastfeeding as onetype of contraception and subsequent researchers to explore more complex variables.Key words: breastfeeding, occupation, birth process, education, economics.
Read More
T-5364
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusnabeti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Tris Eryando, Martya Rahmaniati Makful, Sudikno, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Saat ini stroke adalah pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung iskemik, dantetap menjadi penyebab utama kematian di dunia dalam 15 tahun terakhir. Di Indonesiakejadian stroke meningkat dari tahun 2007 ke tahun 2013 yaitu dari 8 per 1000 pendudukmenjadi 12 per 1000 penduduk dan provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi 12 per 1000penduduk dengan estimasi jumlah penderita stroke sebesar 17 per 1000 penduduk.Aktivitas fisik yang tidak mencukupi adalah faktor risiko utama penyakitkardiovaskular termasuk stroke. Peningkatan perilaku tidak aktif, dikhawatirkan akanmeningkatkan jumlah penderita stroke. Di Indonesia proporsi penduduk dengan aktivitasfisik kurang aktif adalah 26,1%. Provinsi Jawa Barat memiliki proporsi penduduk kurangaktif sebesar 25,4%. Angka ini dapat meningkat diwaktu yang akan datang denganmempertimbangkan bahwa Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 mempunyai angkasedentari di atas angka nasional.Rancangan studi adalah cross sectional melalui penggunaan data dari studi Kohorpenyakit tidak menular Badan Litbangkes Kemenkes RI. Sampel dalam penelitian iniadalah penduduk berusia 25 sampai 65 tahun yang terdapat pada data studi kohor PTMdi Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.Hasil penelitian ini mendapatkan prevalensi stroke di Kecamatan Bogor Tengahsebesar 15 per 1000 penduduk. Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan stroke denganrisiko yang berbeda pada kelompok umur. Pada kelompok umur kurang dari 45 tahun,penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisiko terkena stroke sebesar 5.43kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisik cukup. Pada kelompokumur 45 tahun atau lebih, penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisikoterkena stroke sebesar 1.18 kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisikcukup.Peningkatan upaya pencegahan dan pengendalian stroke serta peningkatanaktivitas fisik perlu dilakukan pemerintah melalui promosi kesehatan dalam skala yanglebih luas dan melalui berbagai media informasi. Pemerintah perlu memfasilitasipenyediaan ruang terbuka publik dan sarana penunjang untuk peningkatan aktivitas fisik.Masyarakat hendaknya menerapkan pola hidup sehat, diantaranya dengan cukup aktivitasfisik dan berperan aktif dalam promosi peningkatan aktivitas fisik melalui lembaga danorganisasi kemasyarakatan seperti PKK, Karang Taruna, perkumpulan kerohanian dansebagainya.Kata kunci:Stroke, aktivitas fisik, prevalensi, risiko
Currently stroke is the number two killer after ischemic heart disease, and remains theleading cause of death in the world in the last 15 years. In Indonesia the incidence ofstroke increased from 2007 to 2013 ie from 8 per 1000 population to 12 per 1000population and West Java province has 12 prevalence per 1000 population with estimatednumber of stroke patient equal to 17 per 1000 population.Inadequate physical activity is a major risk factor for cardiovascular disease includingstroke. Increased inactive behavior, feared will increase the number of stroke patients. InIndonesia the proportion of population with less active physical activity was 26.1%. WestJava Province has a proportion of less active population of 25.4%. This figure mayincrease in the future by considering that West Java Province in 2013 has a sedentaryfigure above the national rate.The design of the study was cross sectional through the use of data from the Cohortof non-communicable diseases of the Indonesian Ministry of Health Research andDevelopment. The sample in this study is population aged 25 to 65 years found in datacohort study of PTM in subdistrict Bogor Central, Bogor City.The results of this study obtained the prevalence of stroke in subdistrict Bogor Centralby 15 per 1000 population. There is a relationship of physical activity with stroke withdifferent risk in the age group. In the age group less than 45 years, the population withless physical activity will be at risk of stroke by 5.43 times higher than those who haveenough physical activity. In the age group of 45 years or older, people with less physicalactivity would be at risk of stroke 1.18 times higher than those with sufficient physicalactivity.Increased efforts to prevent and control stroke and increase physical activity needs tobe done by the government through health promotion on a wider scale and through variousmedia information. The government needs to facilitate the provision of public open spacesand supporting facilities for the improvement of physical activity. The community shouldadopt a healthy lifestyle, among others, with sufficient physical activity and an active rolein promoting the increase of physical activity through institutions and communityorganizations such as PKK, Karang Taruna, spiritual associations and so forthKeywords:Stroke, physical activity, prevalence, risk.
Read More
T-5389
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerin Nabila Fitriyah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Trisari Anggondowati
S-10406
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutia Sani Fadillah; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Besral, Nurjannah
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor sosiodemografi, sumber informasi pengetahuan HIV/AIDS, dan perilaku berisiko terhadap kejadian seksual pranikah pada remaja di Indonesia berdasarkan STBP pada tahun 2015. Desain penelitian ini adalah studi cross sectional dengan menggunakan data sekunder STBP tahun 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode multistage cluster random sampling dengan kriteria inklusi murid Sekolah Menengah Atas (SMA) baik yang dikelola pemerintah (SMA Negeri) maupun SMA yang dikelola oleh swasta yang saat ini duduk di kelas 11 (kelas 2), dan berada dalam tujuh kota penelitian.
Read More
S-10539
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Novita Deniati; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Tri Yunis Miko
Abstrak: Global TB Report tahun 2016 menyatakan hanya sekitar 35,3% orang dengan TB yangberhasil ditemukan/terlaporkan di Indonesia dari sekitar 1.020.000 estimasi insiden padatahun 2016. Hal ini tentunya membuat risiko orang dengan TB yang masih belumditemukan untuk menularkan penyakit akan meningkat. Dari seluruh kabupaten diIndonesia tidak semuanya memiliki angka cakupan penemuan kasus TB yang baik.Banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut, sehingga terjadi ketimpangan dalampenemuan dan pelaporan kasus TB. Karakteristik kabupaten dengan rumah tanggaterdiagnosis TB penting untuk diketahui sehingga ketika ada kabupaten lain yangmemiliki karakteristik serupa maka dapat dicurigai kemungkinan adanya rumah tanggaterdiagnosis TB di kabupaten tersebut meskipun belum ada kasus TB yang ditemukan.Tesis ini mempelajari karakteristik kabupaten dengan rumah tangga terdiagnosis TB diIndonesia. Penelitian dengan analisis data sekunder yang menggunakan Data Riskesdas2013 dan Data PODES 2014. Analisis yang dilakukan untuk melihat perbedaan proporsimasing-masing variabel dan menilai pengaruh antara variabel independen terhadapvariabel dependen. Uji regresi fraksional digunakan untuk mengukur nilai risikovariabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkanpengaruh karateristik kabupaten untuk lingkungan rumah tangga terdiri dari kabupatendengan proporsi rumah tangga daerah kumuh (1%), kabupaten dengan proporsi desamemiliki pemukiman kumuh (0,3%), dan kabupaten dengan proporsi desa tidak adafaskes (1%). Pengaruh karakteristik kabupaten untuk kondisi rumah tangga secara fisikterlihat dari kabupaten dengan proporsi rumah tangga padat (1%), kabupaten denganproporsi rumah tangga tidak ada jendela (3%), dan kabupaten dengan proporsi desayang memiliki rumah tangga terdapat indoor pollution (1%), sedangkan pengaruhkabupaten dengan proporsi rumah tangga pencahayaan kurang dan kabupaten denganproporsi desa yang rumah tangga tanpa listrik terhadap karakteristik kabupaten denganrumah tangga TB sulit untuk dijelaskan. Kabupaten dengan proporsi rumah tanggaekonomi rendah (0,6%) berpengaruh terhadap karakteristik kabupaten dengan rumahtangga terdiagnosis TB. Penelitian ini menyarankan untuk penguatan program terkaitdengan upaya pencegahan dan pengendalian TB pada rumah tangga berisiko dansebagai dasar penajaman prioritas intervensi berdasarkan tingkat epidemi TB padakabupaten/kota.Kata kunci: TB, Pengaruh, Kabupaten
Global TB Report 2016 states only about 35,3% of people with TB who successfullyfound/has been reported in Indonesia of about 1.020.000 estimation of incident in theyear 2016. This is certainly making the risk of people with TB who still has not beenfound to transmit the disease will increase. From around the districts in Indonesia noteverything has a coverage of the discovery of TB cases. Many of the factors that lead toit, so the discrepancy in the discovery and reporting TB cases. The characteristics of thedistricts with TB households diagnosed it is important to note that when there are othercounties that have similar characteristics so it can be suspected the possibility ofdiagnosed TB households in the district Although no case of TB was found. This thesisexamines the characteristics of districts with TB households diagnosed in Indonesia.Research with secondary data analysis using Data Riskesdas 2013 and 2014 PODESData. The analysis conducted to see the difference in the proportion of each of thevariables and assess the influences between variables independent of the dependentvariable. Fractional regression test used to measure the value of risk variables areindependent of the dependent variable. The results showed the influence ofcharacteristics of household environment for the district comprising the counties withthe proportion of slum households (1%), with the proportion of the village have slums(0.3%), and district with the proportion the village does not exist health care facility(1%). Influence of the characteristics of district to household conditions physically seenfrom districts with solid household proportion (1%), with the proportion of householdsthere are no window (3%), and district with the proportion of the village that has a homethe staircase there are indoor pollution (1%), while the influence of the districts with theproportion of households with less lighting and a proportion of the village householdswithout electricity against the characteristics of districts with TB households is difficultto explained. Districts with low proportion of household economy (0.6%) influence onthe characteristics of districts with TB households diagnosed. This research suggestedthat the strengthening of programs related to TB prevention and control efforts on at-risk households and as a basis for the intervention priorities based on refinementsepidemic levels of TB at the district/city.Key words:TB, Influence, District.
Read More
T-5381
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Kurniati; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indang Trihandini, Viny Sutriani, Sarikasih Harefa
T-5370
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikhlas Tunggal Mulyandari; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi; Sukarno
Abstrak:
Mempersiapkan kehidupan remaja sebagai fase unik perkembangan manusia merupakan suatu investasi berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan. Salah satu fase masa transisi kehidupan pada periode perkembangan remaja yaitu membentuk sebuah keluarga. Remaja perlu dipersiapkan mengenai hal-hal dalam merencanakan pernikahan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Perencanaan kehidupan berkeluarga diantaranya merencanakan usia menikah, jumlah anak yang diinginkan, jarak kelahiran antara 2 anak, serta keinginan memakai alat/ cara KB di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan keterpaparan informasi dengan perencanaan kehidupan berkeluarga pada remaja di Indonesia. Desain penelitian cross-sectional menggunakan data survei RPJMN tahun 2015 Modul Remaja. Sampel penelitian ini yaitu remaja laki-laki dan perempuan belum kawin usia 15-24 tahun di Indonesia. Keterpaparan informasi yang berperan dalam perencanaan kehidupan berkeluarga yaitu keterpaparan informasi KB, keterpaparan informasi KRR, serta keterpaparan informasi GenRe. Media yang efektif diakses remaja untuk memperoleh informasi diantaranya media elektronik televisi, website/internet , media cetak koran/majalah, poster , dan media luar ruang spanduk, billboard/baliho . Sosialiasi GenRe perlu lebih digencarkan kepada masyararakat luas khususnya remaja. Pemanfaatan berbagai jenis media serta keterlibatan pihak lain dibutuhkan dalam upaya optimalisasi penyebarluasan informasi terkait KB, KRR, dan GenRe.

Preparing adolescent life as a unique phase of human development is an investment has a major impact on many aspects of life. One phase of the transition of life in the period of adolescent development is to form a family. Adolescents need to be prepared on matters in marriage planning with reproductive health cycle. Planning in family life including planning the age of marriage, the number of children, the birth spacing, and the desire to use kind of family planning in the future. This study aims to see the relationship of information exposure and adolescent planning in family life in Indonesia. Cross sectional research design using RPJMN survey data 2015 Adolescent Module. The sample of this research is never married men and women 15 24 years old in Indonesia. Exposure of information that plays a role in adolescent planning in family life is exposed to family planning KB information, exposed to adolescent health reproductive KRR information, and exposed to GenRe information. The effective media used by adolescents to get information is electronic media television, website internet, print media newspapers magazines, posters, and outdoor media banners, billboards. Socialization of GenRe needs to be more intensify to the community, especially adolescent. Utilization of various types of media and involvement of any partners needs to optimize dissemination of information related to KB, KRR, and GenRe
Read More
T-5368
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Boy Efendi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabaw, Endang Lukitosari, Edwan NS
T-5372
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vernonia Yora Saki; Pembimbing: Besral, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Toha Mohaimin, Mario Ekoriano, Rahmadevi
Abstrak: Tesis ini membahas peranan faktor individu dan masyarakat terhadap penggunaanMetode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita pasangan usia subur menurutwilayah di Indonesia tahun 2017. Desain penelitian mengikuti desain analisis lanjutandata survei RPJMN BKKBN yaitu desain sttudi cross-sectional. Sampel penelitian padasurvei RPJMN yaitu wanita pasangan usia subur. Data dianalisis dengan analisisMultilevel Regresi Logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi wanitapasangan usia subur yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang tertinggiadalah di wilayah Indonesia Jawa Bali sebesar 27,2%. Hasil analisis multilevelmenunjukkan bahwa terdapat variasi antar provinsi penggunaan MKJP pada wanitapasangan usia subur di wilayah Indonesia Jawa Bali dan Luar Jawa Bali I sebesar 1,4dan sebesar 1,3 di wilayah Luar Jawa Bali II. Direkomendasikan kepada BKKBN untukmelakukan program penggunaan MKJP yang memperhatikan aspek wilayah dan tidakdapat diseragamkan untuk seluruh provinsi di Indonesia.Kata kunci:Kontrasepsi, Wanita, Individu, Masyarakat
This thesis discussed the role of individual and community factors on the use of LongTerm Contraceptive Method (MKJP) in women of reproductive age couple by region inIndonesia in 2017. The study design follows the advanced analysis design of RPJMNBKKBN survey data that was cross-sectional design. The sample of research onRPJMN survey was women of reproductive age couple. Data were analyzed byMultilevel Logistic Regression analysis. The results showed that the proportion ofwomen of reproductive age couple using the longest method of contraception washighest in the area of Indonesia Java Bali was 27.2%. Multilevel analysis results showedthat there are variations between provinces of MKJP used in women of reproductive agecouple in the area of Indonesia Java Bali and Outside Java Bali I of 1.4 and 1.3 in thearea of Outside Java Bali II. It was recommended to BKKBN to implement MKJPusage program that takes into account the area aspect and can not be uniformed for allprovinces in Indonesia.Key words:Contraception, Women, Individuals, Community.
Read More
T-5380
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive