Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30913 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ema Maratus Sholihah A.; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Hadi Pratomo, Rita Damayanti, Syafriyal
Abstrak: ABSTRAK Latarbelakang:Tidak tercapainya target imunisasi Hepatitis B di Desa Cerukcuk Kecamatan Tanara dan adanya orangtua yang menolak imunisasi maka penting untuk mengetahui penyebab orangtua menolak imunisasi Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab orangtua menolak imunisasi hepatitis B dengan memodivikasi determinan Vaccine Hesitancy dan Health Belief Model . Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancara ibu dengan bayi usia 0-3 bulan yang menolak imunisasi Hepatitis B dan melakukan observasi pada pelayanan imunisasi. Hasil: perilaku orangtua yang menolak imunisasi hepatitis B disebabkan karena pengetahuan yang rendah tentang penyakit Hepatitis B dan imunisasinya, persepsi orangtua tentang hambatan melakukan imunisasi yang lebih besar dibanding manfaatnya, besarnya peran dukun, pengaruh pengambilan keputusan oleh keluarga, masih adanya kepercayaan pada pengobatan tradisional, adanya pengalaman tidak menyenangkan terkait imunisasi, sosial ekonomi yang rendah, peran tenaga kesehatan yang belum maksimal dalam pemberian informasi imunisasi, serta peran masyarakat yang kurang dalam mendukung iunisasi. Kesimpulan: peningkatan pengetahuan orangtua tentang penyakit hepatitis B dan imunisasinya perlu ditingkatkan didahului dengan pendekatan oleh tenaga kesehatan bekerjasama dengan dengan tokoh agama dan dukun melalui kegiatan-kegiatan non kesehatan dan kunjungan rumah untuk komunikasi interpersonal dan edukasi imunisasi.. Kata kunci: Penolakan imunisasi, keraguan terhadap imunisasi, hepatitis B, penggerakan masyarakat existence of parents who refused immunization so it is important to know the cause of the parents refused immunization Hepatitis B. This study aims to identify the cause of parents reject hepatitis B immunization by modifying the determinants of vaccine hesitancy and Health Belief Model . Method: This study used qualitative methods by interviewing mothers with infants aged 0-3 months who rejected hepatitis B immunization and observed immunization services. Results: the behavior of parents who reject hepatitis B immunization is due to poor parental knowledge about Hepatitis B disease and its immunization, parental perception of immunization constraints greater than the benefits, the magnitude of the dukun's role, the influence of family decision-making, the belief in traditional medicine, discomfort related to immunization, low social economy, the role of health workers who have not been maximized in providing immunization information, as well as the role of people who lack support in iunisasi. Conclusions: Increased parental knowledge about hepatitis B disease and its immunization needs to be increased preceded by approaches by health workers in collaboration with religious leaders and traditional healers through non-health activities and home visits for interpersonal communication and immunization education Keywords: Refused immunization, vaccine hesitancy,communication, hepatitis B, social mobilitation
Read More
T-5402
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marfu`ah; Endah Wuryaningsih; Penguji: Luknis Sabri, Rina Anggorodi, Noer Qoryati Hanun, Kunandar
Abstrak:

Menstruasi adalah terjadinya perdarahan melalui vagina yang bersifat fisiologis karena terkelupasnya lapisan endometrium dari dinding rahim. Pada siklus menstruasi endometrium dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang telah dibuahi setelah terjadi ovulasi, dibawah pengaruh secara ritmik hormon-hormon ovarium yaitu estrogen dan progesteron. Menstruasi bagi sebagian anak merupakan pengalaman psikis yang traumatis. Perasaan yang negatif dapat menyebabkan perasaan sangat lemah karena merasa kehilangan banyak darah sehingga timbul perasaan rendah diri atau merasa sakitsakitan, malu karena masih kecil sudah mendapat menstruasi dan adanya kecemasan dan takut darah menstruasi tembus ke pakaiannya sehingga anak tidak berani keluar rumah. Penelitian ini dilakukan untuk mendapat gambaran pengetahuan dan perilaku mengenai menstruasi pada siswi kelas 1 di SMPN 1 dan MTs Al-Furqon Kecamatan Kragilan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam. Sumber informasi adalah siswi kelas 1 yang sudah menstruasi, ibu, guru IPA/biologi, guru agama serta guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi tentang menstruasi dan menjaga kebersihan diri cukup baik, namun demikian pengetahuan mengenai organ reproduksi dan fungsinya belum diketahui oleh siswi secara lengkap. Perilaku siswi dalam pencarian informasi yang berkaitan dengan menstruasi cukup bagus namun hanya seputar informasi keagamaan saja. Perilaku pencarian informasi mengenai menstruasi dari segi kesehatan masih sangat kurang. Peranan orang tua dan guru di kedua sekolah sudah menunjukkan fungsinya sebagai pendidik, pembimbing dan pengawas bagi anak. Meski demikian peranan sebagai pemberi informasi seputar kesehatan menstruasi dirasa masih sangat kurang, baik informasi dari ibu maupun dari guru di sekolah. Peranan teman sebaya masih sangat kurang dalam hal pemberian informasi tentang menstruasi. Sumber informasi khususnya media cetak yaitu majalah atau bukubuku dan media elektronik yaitu televisi belum dapat sepenuhnya menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk anak yang berkaitan dengan menstruasi. Khusus majalah dan buku-buku tentang kesehatan dan menstruasi khususnya bagi masyarakat awam belum dapat terjangkau sehingga anak tidak mendapatkan informasi yang cukup dari sumber ini. Pada akhirnya peranan ibu, guru dan sekolah perlu ditingkatkan dalam memberikan pengetahuan tentang menstruasi bukan hanya pengetahuan seputar agama tetapi juga pengetahuan seputar kesehatan organ reproduksi khususnya menstruasi. Komunikasi perlu dijalin lebih intensif agar adanya keterbukaan pada anak sehingga anak dapat mempersiapkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi masalah yang timbul berkaitan dengan menstruasi.


Menstruating the happening of blood passing vagina having the character of physiological because abrading of coat endometrium from gracious wall. cycle menstruate the endometrium drawn up regularly to accept the ovum which fruit have after happened the ovulasi, below influence by ritmik ovary hormone that is estrogen and progesteron. Menstruate for some of child represent the traumatic psychical experience. Negative feeling can cause the feeling very weak because feeling loss a lot of blood so that arise the low feeling themself or feel sickly, lose face because minimize have got to menstruate and existence of dread and fear the blood menstruate to penetrate its clothes so that child not dare to go out house. This research is conducted to get the knowledge picture and behavioral hit to menstruate at class 1 schoolgirl in SMPN 1 and MTS Al-Furqon of Subdistrict Kragilan. Data collecting conducted with the directional group discussion method and circumstantial interview. Information source is class schoolgirl 1 menstruate the, mother, learn the IPA / biological, religion teacher and learn the tuition and konseling. The Result of research indicate that the schoolgirl knowledge of about menstruating and keep cleaning good enough x'self, but that way knowledge of concerning organ reproduce and its function for themself not yet been known by schoolgirl completely. Schoolgirl behavior in information seeking of related to menstruating enough nicely but only in around just religious information. behavior of information Seeking hit to menstruate from health facet still very less. Learn in second school have shown its function as educator, counsellor and supervisor for child. Still role as information giver around health menstruate felt still very less, information goodness from mother and also from teacher at school. Friend role coeval still very less in the case of information gift about menstruating. Information source specially media print that is magazine or book and electronic media that is television not yet earned full submit the worthwhile information for the child of related to menstruating. magazine and book about health and menstruate specially for civil society not yet earned reached so that child not get the information which enough from this source. In the end mother role, teacher and school require to be improved in giving knowledge of about menstruating not merely knowledge in around religion but also knowledge in around organ health reproduce specially menstruate the. Communications require to be braided more intensive to be existence of openness child so that child can draw up the physical and bounce it in face of problem arising out go together to menstruate.

Read More
T-2905
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Anisah; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati, Marina Damajanti
S-5967
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Meyanti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Agustin Kusumayati, Rina Artining Anggorodi, Maria J. Adrijanti, Nelly Tina Widjaja
T-3357
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Kurnia; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Sabarinah, Dakhlan Choeron, Emi Nurjasmi
Abstrak:

Tesis ini membahas keterkaitan persiapan orang tua pada keluarga childbearing terhadap kejadian stunting di Kabupaten Solok yang ada di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024 untuk mencari hubungan dan penjelasan mengenai kemungkinan faktor risiko terjadinya kasus stunting. Metode penelitian kuantitatif dengan desain kasus kontrol (case control). Pengumpulan data primer dilakukan di komunitas melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah 184 orang ibu anak balita usia 24-59 bulan yang terdiri dari 92 orang ibu anak stunting dan 92 orang ibu anak tidak stunting di Kabupaten Solok, menggunakan teknik sampling acak bertingkat (multi-stage sampling) tahap dua. Pengolahan data melalui tahap editing, coding, processing, dan cleaning. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa persiapan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p=0.05) di Kabupaten Solok. Orang tua dengan persiapan yang kurang baik memiliki peluang 2,92 kali lebih tinggi untuk memiliki anak stunting (OR=2.92 95% 1.38-6.19) dibandingkan orang tua dengan persiapan yang baik. Variabel karakteristik sosial demografi ibu yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah faktor tingkat pendidikan ibu (p=0.008) serta Tingkat kesejahteraan keluarga KS III dan III plus (p=0.049). Ibu yang hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SMP atau kurang berpeluang 2,26 kali lebih tinggi untuk memiliki anak stunting (OR=2.26 95% 1.24-4.10). Ibu yang berada di Keluarga Sejahtera III dan III plus berpeluang 0,45 kali lebih tinggi untuk memiliki anak tidak stunting (OR=0.45 95% 0.20-1.00). Sedangkan faktor umur ibu saat melahirkan, riwayat kehamilan, interval persalinan, tingkat kesejahteraan keluarga, status tempat tinggal, dan status sanitasi tempat tinggal tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Tingkat pendidikan ibu dan status sanitasi tempat tinggal merupakan variabel confounding hubungan persiapan orang tua dengan kejadian stunting. Dengan tingkat pendidikan ibu dan status sanitasi tempat tinggal yang serupa, orang tua dengan persiapan kurang baik berpeluang 2,82 kali lebih tinggi memiliki anak stunting (OR=2.82 95% 1.282-6.218).


This thesis discusses the relationship between parental preparation in childbearing families and the incidence of stunting in Solok Regency, West Sumatra Province in 2024 to find relationships and explanations regarding possible risk factors for stunting cases. Quantitative research method with case-control design. Primary data collection was conducted in the community through interviews using questionnaires. The sample of this study was 184 mothers of toddlers aged 24-59 months consisting of 92 mothers of stunted children and 92 mothers of non-stunted children in Solok Regency, using a second-stage multi-stage sampling technique. Data processing through editing, coding, processing, and cleaning stages. Data analysis was carried out univariately, bivariately and multivariately.  This study found that parental preparation had a significant relationship with the incidence of stunting (p = 0.05) in Solok Regency. Parents with poor preparation have a 2.92 times higher chance of having stunted children (OR=2.92 95% 1.38-6.19) compared to parents with good preparation. The socio-demographic characteristics of mothers that are related to the incidence of stunting are the mother's education level (p=0.008) and the family welfare level of KS III and III plus (p=0.049). Mothers who only have education up to junior high school level or less have a 2.26 times higher chance of having stunted children (OR=2.26 95% 1.24-4.10). Mothers who are in Family Welfare III and III plus have a 0.45 times higher chance of having non-stunted children (OR=0.45 95% 0.20-1.00). Meanwhile, the factors of mother's age at delivery, pregnancy history, delivery interval, family welfare level, residential status, and residential sanitation status are not related to the incidence of stunting. The level of maternal education and the sanitation status of the residence are confounding variables in the relationship between parental preparation and the incidence of stunting. With similar levels of maternal education and sanitation status of the residence, parents with poor preparation are 2.82 times more likely to have stunted children (OR=2.82 95% 1,282-6,218).

Read More
T-7366
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlyssa; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Asri C. Adisasmita, Agustin Kusumayati, Noer Qoryati Hanun, Rus Martini
Abstrak:

Tesis ini membahas pengetahuan ibu tentang  tanda bahaya pada bayi baru lahir menurut kunjungan neonatal 1 dan karakteristik ibu lainnya di Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cros-sectional berupa rapid survey pada 210 ibu yang memiliki bayi berumur 7 hr s/d ≤ 12 bulan. Pengambilan sampel dengan rancangan klaster dua tahap secara probability proportionate to size (pps).  Hasil penelitian, 55,7% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 44,3% memiliki pengetahuan baik. Responden yang mampu menyebutkan minimal dua tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 41,4%, dan yang mampu menyebutkan tiga tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 14,8%. Penelitian  menunjukkan adanya perbedaan distribusi antara Kunjungan neonatal 1, umur, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, penolong persalinan, keterpaparan informasi melalui tenaga kesehatan, kegiatan sosial dan media komunikasi dengan pengetahuan tentang tanda bahaya BBL.  Hasil penelitian menyarankan bahwa bidan di  Kecamatan Kramat yang melakukan kunjungan neonatal 1 pada semua ibu yang melahirkan di rumah,  baik yang bersalin oleh bidan atau dukun, memberikan nasehat tanda bahaya pada BBL terutama pada ibu yang berpendidikan rendah, menggunakan posyandu dan buku KIA sebagai media informasi dan pihak kecamatan Kramat Watu dan Dinas Kabupaten Serang perlu bekerja sama dengan media televisi dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tanda bahaya pada bayi baru  lahir khususnya melalui acara sinetron, film dan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, kunjungan neonatal 1, karakteristik ibu, riwayat kesehatan neonatal  dan keterpaparan informasi.


 This thesis discusses the knowledge mother about danger signs in newborn according to neonatal visit 1 and the characteristics of maternal in the District Kramat Watu Serang Banten Province. This study is a cross sectional descriptive study of rapid survey of 210 mothers with babies aged 7 hr to ≤12 months. The samples with two-stage cluster design by probability proportionate to size (pps). The results, 55.7% of respondents had low knowledge and 44.3% had high knowledge. Respondent  who know  at least two newborn danger sign only 41,4% and who know  at least three  newborn danger sign only 14,8%. Research shows the differences in distribution between neonatal visit 1, age, education,  job, place of delivery, birth attendants, previous neonatal health record and exposure information through health workers, social actvity and media communication with knowledge mother about danger signs in newborn. The study suggest that midwives in the District Kramat neonatal visit 1 in all mothers who birth at home, whether by birth or tradisional birth attendants (TBA), give counseling about newborn danger sign to risk mother, age mother of

Read More
T-3400
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Fatmawati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Rita Damayanti, Malik Afif, Lulu Ariyantheny Dewi
Abstrak:
Kementerian Kesehatan menetapkan program introduksi vaksinasi HPV yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan BIAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program vaksinasi HPV dan persepsi penerimaan orang tua terhadap vaksinasi HPV pada anak perempuan di SD X Kabupaten Sampang dan SD Y Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada orang tua siswi kelas 5, guru wali kelas 5, tenaga kesehatan di Puskesmas, serta Bagian Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten. Hasil penelitian yaitu kolaborasi lintas sektor dalam sosialisasi pelaksanaan vaksinasi HPV perlu ditingkatkan. Orang tua siswi SD X yang menolak vaksin HPV karena khawatir terhadap efek samping samping dan ketakutan anak terhadap jarum. Pengetahuan orang tua siswi SD X terkait vaksinasi HPV rendah karena tidak mendapatkan informasi dari guru maupun tenaga kesehatan. Orang tua siswi SD Y menerima vaksin HPV karena vaksin bermanfaat untuk anak mereka. Pengetahuan orang tua siswi SDY terkait vaksinasi HPV cukup tinggi. Pemberian informasi di Bangkalan dilakukan dengan 2 metode yaitu tatap muka yang dilakukan tenaga kesehatan kepada guru, dan melalui media sosial Whatsapp group yang dilakukan guru kepada orang tua. Perlu dilakukan sosialisasi kepada guru dan orang tua untuk meningkatkan pengetahuan tentang vaksin HPV, menghilangkan kesalahpahaman tentang vaksin, dan memberikan kejelasan atas pertanyaan dan kekhawatiran, termasuk mengenai KIPI.

The Ministry of Health established an HPV vaccination introduction program that was implemented in an integrated manner with BIAS activities. The purpose of this study was to determine the implementation of the HPV vaccination program and parents' perceptions of acceptance of HPV vaccination for girls at SD X Sampang District and SD Y Bangkalan District, East Java Province. This research is a qualitative research using a case study approach. Data collection was done through in-depth interviews with parents of grade 5 students, homeroom teachers for grade 5, health workers at the Puskesmas, as well as the Surveillance and Immunization Section of the District Health Office. The results of the study are cross-sectoral collaboration in the socialization of the implementation of the HPV vaccination that needs to be improved. Parents of SD X students who refused the HPV vaccine because they were worried about the side effects and their child's fear of needles. The knowledge of parents of SD X students regarding HPV vaccination is low because they did not receive information from teachers or health workers. The parents of SD Y students received the HPV vaccine because the vaccine was beneficial for their child. The knowledge of parents of SDY students regarding HPV vaccination is quite high. The provision of information in Bangkalan was carried out using 2 methods, namely face to face by health workers to teachers, and through social media Whatsapp groups which were carried out by teachers to parents. Socialization needs to be carried out to teachers and parents to increase knowledge about the HPV vaccine, eliminate misunderstandings about vaccines, and provide clarity on questions and concerns, including regarding AEFI.
Read More
T-6822
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masyitoh; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Diyah Waryanti
Abstrak: Pendidikan seks adalah suatu pengetahuan yang kita ajarkan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin dan bermanfaat untuk menghilangkan pendapat-pendapat yang salah seputar seks serta membantu anak mempersiapkan perubahan-perubahan yang terjadi akibat pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak oleh orang tua di Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Tahun 2015 dengan metode cross sectional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dan peran orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak. Peran orang tua merupakan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak (OR = 6,3).

Kata Kunci: Pendidikan, pendidikan seks, pendidikan seks anak
Read More
S-8757
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Amaliah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Kusnadi
Abstrak: Stunting terjadi dimulai didalam Rahim dan berlanjut setidaknya selama 2 tahun pertama kehidupannya, menentukan potensi individu untuk kehidupan kedepan dalam hal risiko morbiditas dan mortalitas, prestasi sekolah, produktivitas kerja, kekuatan fisik, dan risiko penyakit kronis. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Potret Anak Stunting di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang Tahun 2017. Penelitian Kualitatif dengan Rapid Assessment Procedures (RAP), dilakukan kepada informan yang memiliki anak stunting usia < 23 bulan dan 24-59 bulan pada bulan Juni 2017. Penggalian informasi melalui Diskusi Kelompok Tearah, Wawancara mendalam serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar informan memiliki tinggi badan < 150 cm, usia antara 20-25 tahun dan jarak antar kehamilan > 3th, tinggal di wilayah yang sanitasinya kurang baik karena sebagian besar masih BAB di kali dan sampah keluarga yang dibakar disekitar rumah. Anggota keluarga lain selain ibu ikut terlibat dalam pengasuhan anak. Sebagian besar informan tidak melakukan IMD dan ASI Eksklusif. Pola asuh makan informan terhadap anaknya tergolong kurang baik karena anak sering diberikan makanan jajanan, saat anak sakit, makanan yang diberikan lebih sedikit, dan anak makan sambil jalan-jalan, untuk keanekaragaman makanan juga masih kurang dimana sayuran sebagian besar hanya diberikan kuahnya saja sementara buah jarang diberikan. Kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan tidak dimanfaatkan dengan baik terlihat sebagian besar informan hanya mengimunisasi anaknya 2-3 kali dan pengetahuan tentang gizi seimbang masih kurang, dan masih mengikuti budaya untuk memantang beberapa makanan selama hamil.
Kata kunci: Stunting, sanitasi, ASI Eksklusif, pola asuh makan, makanan pantangan

Stunting takes place inside the uterus and continues for at least the first 2 years of life, determining the individual's potential for future life in terms of risk of morbidity and mortality, school performance, work productivity, physical strength, and chronic disease risk. The purpose of this research is to know the Portrait of Stunting Children in Pangkalan Village, Teluk Naga Subdistrict, Tangerang Regency Year 2017. Qualitative Research with Rapid Assessment Procedures (RAP), conducted to informants who have child stunting age 3th, living in a poorly sanitary area because most are still defecate in the river and family trash burned around the house Family members other than mothers get involved in parenting. Most informants do not do IMD and Exclusive Breast Milk. Feeding patterns of informants to their children are not good enough because children are often given food snacks, when children are sick, the food is given less, and children eat while walking, for the diversity of food is also still lacking where most vegetables are only given sauce only while the fruit Rarely given. Ease of access to health services is not well utilized seen most informants only immunize their children 2-3 times and knowledge about balanced nutrition is still lacking, and still follow the culture to challenge some food during pregnancy.
Keywords: Stunting, sanitation, Exclusive breastfeeding, feeding patterns, dietary restrictions
Read More
S-9557
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ela; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Mieke Savitri, Farida Ekasari
Abstrak: Nationally, the rate of child marriage in Indonesia a decline, the trend for marriages decreased from 33.49% children who had been married before the age of 18 in 2000, fell to 27.36% in 2008, yet it still happens disparity, where child marriage is more common in rural than in urban areas (UNICEF, 2011). Pringkasap village is one of the highest Village that the number of marriages in the District Pabuaran in 2011, the number of marriage age <20 years is 28%, with 42% of them are mating with the level of primary and secondary school education.
 
This study was conducted to understand the dynamics of early marriage on dropout in the Village Pringkasap 2014. Study was a qualitative study with indepth interviews, the results of this study indicate an intention to perform an early marriage is influenced by, the attitude of the parents, influence of peers, teen jobs, teen attitudes, patterns of dating and unwanted pregnancy. The impact of early marriage is the limited teenage promiscuity, lack of family economy, the obligation to take care of the household, and LBW (Low Birth Weight). The barriers program maturation Age of Marriag is not yet done BKR and PIK program in the village, it is necessary for the formation of a society PIK existing organizations such as youth clubs.
Read More
S-8482
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive