Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33963 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Nyoman Rudi Susantha; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, I Nyoman Gede Anom, A. A. Ngurah Budiarta
Abstrak: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter di Rumah SakitSanjiwani Gianyar.Methode: Penelitian observasional ini menggunakan methode potong lintangmelalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden kuantitatif adalah 75orang dokter umum dan dokter spesialis yang memenuhi kriteria inklusi sudahmenerima jasa medis minimal tiga kali. Informan penelitian terdiri dari DirekturRSUD Sanjiwani, Wadir Pelayanan, Wadir Umum, Wadir Keuangan Kepala KMF,Ketua Tim Jasa Pelayanan, Kepala KSM Bedah, Kepala KSM Neurologi, KepalaKSM Interna, Kepala KSM Pediatri total berjumlah 11 orang.Hasil: Lima elemen imbal jasa medis yang diteliti diantaranya: besar jasa medis,cara pembagian jasa medis, waktu pembagian jasa medis, kesesuaian jasa medis,serta perbandingan jasa medis yang diterima dengan rumah sakit lainnya. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan antara sistem pembagian jasa medis,komunikasi dan kepemimpinan, dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter(p<0.05).Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu perbaikan dalam hal besarjasa medis, cara pembagian jasa medis, pola kepemimpinan yang mengayomidokter, mampu mengadvokasi pihak Owner, transparansi dalam segala bidang,mampu membangun komunikasi ke owner dan ke pihak dokter, dalam upayameningkatkan kepuasan dokter terkait imbal jasa medis dokter di rumah sakit.Kata kunci: Jasa Medis, Komunikasi, Kepemimpinan, Kepuasan.
Read More
B-2026
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Ketut Mudanayasa; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Mardiati Nadjib, Amila Megraini
Abstrak: Latar Belakang: Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, termasuk di Bali dan Gianyar, namun pemanfaatan VCT masih rendah, di Gianyar hanya 28,4%. Rendahnya pemanfaatan VCT berhubungan dengan faktor-faktor seperti umur, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan HIV-AIDS dan VCT, persepsi pelayanan kesehatan, stigma, diskriminatif, dukungan pasangan, keluarga dan teman, dukungan petugas kesehatan, dukungan LSM, keterampilan petugas dan akses ke pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan klinik VCT HIV-AIDS di RSUD Sanjiwani, Gianyar tahun 2017. Metode: Penelitian ini adalah studi potong lintang, metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh responden yang berkunjung ke klinik VCT RSUD Sanjiwani. Sampel adalah seluruh responden yang berkunjung ke klinik VCT bulan Oktober sampai November 2017 yang memenuhi kriteria inklusi, bersedia ikut dalam penelitian dan menandatangani inform consent dan sampel diambil secara konsekutif. Pengumpulan data primer dengan wawancara menggunakan kuesioner, data sekunder diambil dari register kunjungan klinik VCT. Analisis data menggunakan spss dan penyajian hasil dalam bentuk tabel. Hasil: Terdapat 70 responden yang ikut dalam penelitian ini, didapatkan hubungan bermakna antara umur, pengetahuan VCT, sikap keluarga, sikap pasangan, dukungan LSM, akses pelayanan kesehatan dengan persepsi individu. Adanya hubungan bermakna antara umur, pendidikan, pengetahuan HIV-AIDS, pengetahuan VCT, persepsi pelayanan kesehatan, stigma dan diskriminasi, sikap keluarga, sikap pasangan, sikap petugas kesehatan, dukungan LSM, keterampilan petugas kesehatan dan persepsi individu terhadap pemanfaatan VCT. Persepsi individu, stigma dan diskriminasi merupakan tiga faktor dominan berhubungan dengan pemanfaatan VCT. Kesimpulan: terdapat berbagai faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan VCT, pada penelitian ini persepsi individu, stigma, umur dan diskriminasi behubungan dominan terhadap pemanfaatan VCT. Adanya stigma dan diskriminatif yang tinggi, serta rendahnya persepsi undividu, perlu dilakukan intervensi untuk mengeliminasi hal tersebut. Kata kunci: VCT, HIV-AIDS dan Pemanfaatan VCT. ABSTRACT Background: Prevalence of HIV / AIDS in Indonesia has increased significantly every year, including in Bali and Gianyar, but VCT utilization is verry low, in Gianyar just only 28.4%. The low utilization of VCT relates to factors such as age, marital status, education, employment, HIV-AIDS knowledge and VCT, health service perceptions, stigma, discrimination, partner support, family and friends, health care support, NGO support, access to health services. Aims: To know the factors related to the utilization of VCT HIV-AIDS clinic in RSUD Sanjiwani, Gianyar 2017. Methods: This research is cross sectional study, quantitative method. The study population was all respondents who visited the VCT clinic RSUD Sanjiwani. Samples were all respondents who visited VCT clinics from October to November 2017 who met the inclusion criteria, were willing to take part in the research and sign the informed consent and the sample was taken consecutively. Primary data collection by interview using questionnaires, secondary data is taken from the VCT clinic visit register. Data analysis using spss and presentation of results in tabular form. Results: There were 70 respondents who participated in this study, found significant relationship between age, knowledge of VCT, family attitudes, couples attitude, NGO support, access to health services with individual perceptions. There is a significant relationship between age, education, HIV-AIDS knowledge, VCT knowledge, health service perceptions, stigma and discrimination, family attitudes, partner attitudes, health officer attitudes, NGO support, health officer skills and individual perceptions of VCT utilization. Individual perceptions, stigma and discrimination are the three dominant factors associated with VCT utilization. Conclusions: there are various factors related to the utilization of VCT, in this study individual perceptions, stigma, age and discrimination are dominant relation to the utilization of VCT. High stigma and discrimination and low individual perceptions, need to be intervened to eliminate it. Keywords: VCT, HIV-AIDS, and VCT utilization.
Read More
B-1943
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gerald Parulian Sitompul; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Amila Megraini, Purnawan Junadi, Sontang Simamora
B-1080
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Prita Vaudika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Lila Miryam
S-6141
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Hidayah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Tri Erri Astoeti
Abstrak:

Depkes Rl menyatakan bahwa penyakit pulpa dan kerusakan tulang periapikal masih menjadi masalah, karena dari pantauan penyakit gigi dan mulut psnderita yang berkunjung ke rumah sakit menunjukkan bahwa kaxics gigi sebanyak l7,22% dan penyakit pulpa serta periapikal sebanyak 38,83%. Hal ini tidakjauh berbeda dengan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang tahun 2006 bahwa dari kasus penyakit gigi dan mulut di Kota Tangerang penyakit pulpa dan nekrosis periapikal scbanyak 39,4%. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mcmatuhi standar profesi dan menghomnati hak pasien. Dalam situasi apapun tenaga dolcter, selaku tenaga kesehatan pofesional, merupakan tenaga inti yang bertanggung jawab atas pelayanan medis yang dilakukannya. Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas, dokter gigi diharapkan dapat bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan gigi dan mulut kepada masyarakat untuk memelihara kesehatan maupun pengobatan gigi. Bcrdasarkan hal tersebut, maka penulis berminat untuk meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pcngobatan nekrosis pulpa di Puskesmas Kota Tangerang. Penelitian ini menganalisis hubungan sejumlah faktor-faktor intemal yang terdiri dari umur, jenis kelamin, Iama kcuja, pengetahuan, pelatihan, pcrsepsi, motivasi dan sikap, serta sejumlah thktor-faktor ekstemal yang terdiri dari sax-ana, komitmen pimpinan dan beban kerja yang dinilai mempengamhi kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pengobatan nekrosis pulpa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang dirancang dengan metode cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari observasi dan penyebaran kuisioner kepada responden yaitu sebanyak 35 doktcr gigi di Puskesmas yang ada di Kota Tangerang. Penelitian ini mcnggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis membuktikan bahwa pada faktor intemal hanya variabel masa kexja dan motivasi, sedangkan pada faktor ekstemal hanya variabel beban kerja yang mempunyai hubungan signifikan dengan kepatuhan dokter gigi terhadap standar pelayanan medis pengobatan nekrosis pulpa. Pada analisis multivariat variabel independen yang mcmiiiki hubungun paiing dominan dengan kepatuhan adalah motivasi. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk memotivasi dokter gigi agar mematuhi standar yang sudah ada dengan cara memberikan perhatian dan penghargaan kepada dokter gigi yang sudah melaksanakan standar pelayanan medis dengan baik. Seiain itu, perlu menambah personil dokter gigi untuk beberapa Puskesmas yang beban ke|janya relatif oukup tinggi sehingga beban kerja dokter gigi tidak terlalu tinggi dan dapat mematuhi standar pelayanan medis. Disamping itu, Dinas Kesehatan perlu memerhatiknn faktor sarana yang ada di tiap-tiap Puskesmas sebagai upaya memberikan rangsangan bagi dokter gigi umuk dapat belcexja dengan baik dan dapat mematuhi standar yang ada.


Depkes RI state that pulp disease and periapical bone damage still become problems, because 'fiom monitoring of tooth and mouth disease, patient that visited hospital shows tooth caries is 17.22% and pulp disease and periapical is 38.83%. It was not significantly different with Health Depanment Tangcrang City at 2006 that pulp and periapical nccroscs fiom tooth and mouth cases in Tangerang City are 39.4%. Health staff in conducting their task obliged to obey profession standard and respecting patients’ right. ln any situation, doctor as professional health staf£ is the core that responsible for medical service he gave. in conducting health service in Puskesmas, dentist hoped to work professionally in giving tooth and mouth services to public for maintaining health and tooth medication. Based on it, writer interested to research factors that affecting dentist compliance toward medical service standard of necroses pulp medication in Puskesmas Tangerang City. This research is analyzing relation of some intemal factors that consist of age, gender, work length, knowiedge, training, perception, motivation and attitude; also some extemal factors that consist of medium, leadership commitment and work responsibility that assessed affecting dentist obedient toward medical service standard of pulp necroses medication. This research is quantitative research designed by cross sectional method. Data used is secondary data and primary data that obtained from distributing questioner to 35 dentists in Puskwmas Tangerang City. This research is using analysis of univariate, bivariate and multivariate. Analysis result shows that intemal factors were only work length and motivation, while extemal factors was only work responsibility has significant relation with dentist compliance toward medical service standard of pulp necroses medication. On multivariate analysis of independent variable that has the most dominant relation with compliance is motivation. From this research suggested to Health Department Tangerang City to motivate dentist so that comply with available standard by giving attention and appreciation to dentist that already implementing good medical service standard. Besides, Health Department requires paying attention toward available medium factor in each Puskesmas as effort to encourage dentist work better and comply with available standard.

Read More
B-1009
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Theresia Yulita; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Yuli Prapancha Satar, Mangantar Marpaung
Abstrak: Abstrak 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor manajemen yang berhubungan terhadap kepuasan kerja dokter spesialis di RS OMNI Alam Sutra. Penelitian ini dengan metode penelitian penyebaran kuesioner, dimana penelitian ini bersifat deskriptif analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena ketidak puasan kerja dokter rumah sakit OMNI. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara variabel bebas dan terikat dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Pada penelitian ini dilakukan analisis secara bertingkat, yaitu (1). Analisis univariat, (2). Analisis Bivariat, (3). Analisis Multivariat.

Dari hasil penelitian di dapatkan Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel independen yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja responden yaitu kebijakan dan aturan rumah sakit (p-value=0,001) dengan OR = 7 yang artinya kebijakan dan aturan rumah sakit yang baik akan berpeluang 7 kali lebih besar memberikan kepuasan kerja yang baik terhadap responden dibanding dengan kebijakan dan aturan RS yang kurang baik serta variable kelengkapan alat (p-value=0,003) dengan OR = 5,9 yang artinya kelengkapan alat yang baik akan berpeluang 5,9 kali lebih besar memberi kepuasan kerja yang baik terhadap responden dibanding dengan kelengkapan alat yang kurang baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya faktor-faktor manajemen yang berhubungan terhadap kepuasan kerja dokter spesialis di rumah sakit OMNI Alam Sutra.


The purpose of this study was to find factors related to satisfaction management specialists working in hospitals OMNI Alam Sutra. This research studies the spread of the questionnaire method, which is a descriptive analytic study is a study that tries to explore how and why the phenomenon of workplace dissatisfaction OMNI hospital doctors. This research approach is a cross-sectional study to study the dynamics of the correlation between the dependent variable and tied to the data collected at the same time at some point. In this research, the analysis in stages, namely (1). Univariate analysis, (2). Bivariate analysis, (3). Multivariate Analysis.

From the results of research in getting Based on multivariate analysis, the independent variables that affect the job satisfaction of respondents that the policies and rules of the hospital (p-value = 0.001) with OR = 7, which means the policy and rules of good hospitals will likely 7 times more likely good job satisfaction among respondents compared with the policies and rules as well as hospitals that are less variable completeness of the tool (p-value = 0.003) with OR = 5.9, which means completeness good tools will likely provide 5.9 times greater job satisfaction well to the respondents compared with unfavorable completeness tools. From the results of this study concluded that the factors relating to satisfaction management specialists working in OMNI Alam Sutra Sutra hospital.

Read More
B-1471
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Sudarsana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Chairulsjah Sjahruddin, I Gede Made Arnata
Abstrak: Abstrak Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam kesehatan lanjutan dan kesejahteraan pasien, kepatuhan dan ketaatan juga prasyarat untuk keefektifan pengobatan berdasarkan formularium yang telah ditentukan. Pengetahuan dokter pada formularium Rumah Sakit diperoleh dari buku maupun dari orang lain. Tindakan ini akan berpengaruh terhadap keputusan seorang dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan keyakinan terhadap kepatuhan dalam menulis resep sesuai formularium dengan jumlah sampel 62 responden dan teknik pengambilan sampel total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan keyakinan dengan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai dengan formularium dengan p-value < 0,05. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan keyakinan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value 0,004 < 0,05 dengan OR 7, 227 lebih tinggi dibandingkan variabel pengetahuan (OR:4,446) dan sikap (OR: 4,244). Hal ini berarti keyakinan sebanyak 7,227 meningkatkan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai formularium. Pendidikan seorang dokter yang diperoleh pada tingkat tertentu akan mempengaruhi tindakan yang berdasar pada kemampuan intelektual. Sikap seorang dokter yang menggambarkan suka atau tidak suka terhadap formularium rumah sakit. Sikap ini diperoleh dari pengalaman sendiri maupun pengalaman dokter lain. Keyakinan merupakan suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Keyakinan seorang dokter terhadap obat yang diperoleh dari orang yangdapat dipercaya, hal ini merupakan bagian yang sulit dirubah. Key word: Pengetahuan, sikap, keyakinan dan kepatuhan dalam menulis resep sesuai Formularium Abstract Adherence to treatment is an important factor in continued health and patient wellbeing, adherence are also prerequisites for the effectiveness of treatment based on established formularies. The doctor's knowledge on hospital formulary is obtained from books as well as from others. This action will affect the decision of a doctor in prescribing. This research is a correlative research that aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and beliefs to compliance in prescribing recipes according to formulary with a total sample of 62 respondents and total sampling technique. Questionnaires used to obtain the data have been tested reliability and validity The results showed that there was a significant correlation between knowledge, attitude and belief with compliance in prescribing writing in accordance with formulary with p-value <0,05. The result of multivariate test with logistic regression showed that belief was the most dominant variable with pvalue 0.004 <0.05 with OR 7,227 higher than the knowledge variable (OR: 4,446) and attitude (OR: 4,244). This means belief as much as 7,227 improves compliance in prescribing writing according to formulary. The education of a physician acquired at some level will influence actions based on intellectual ability. The attitude of a doctor who describes likes or dislikes hospital formulary. This attitude is derived from the experience itself and the experience of other doctors. Belief is an attitude that is shown by man when he feels quite know and conclude that he has reached the truth. Because beliefs are an attitude, one's beliefs are not always true or, beliefs alone are not a guarantee of truth. A physician's belief in drugs obtained from a trusted person, this is a difficult part to change. Key words: Knowledge, attitudes, beliefs and compliance in writing appropriate recipes formulary
Read More
B-2027
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Alwini; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-759
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Sakti; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
B-533
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-477
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive