Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32384 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Leni Jayanti; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Yovsyah; Penguji: Tannov Romalo Siregar, Punto Dewo
Abstrak: Stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Rumah Sakit di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasanhidup pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot SoebrotoJakarta tahun 2014-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakandata rekam medis pasien stroke. Sampel penelitian adalah pasien yang mengalamiserangan stroke dan dirawat pertama kalinya di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2014-2017, yaitu sebanyak 410 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien stroke selama 4 tahun pengamatan sebesar 53,5%. Hasil analisis denganregresi cox menunjukkan bahwa pasien yang berusia ≥ 59 tahun lebih cepat 1,56 kaliuntuk meninggal dibandingkan pasien yang berusia Stroke is the first cause of death in the hospitals in Indonesia. The objective of this studywas to determined the factors influencing survival rate of stroke among patients admittedto Gatot Soebroto Army Central Hospital year 2014 to 2017. The study design isretrospective cohort using the medical record data of stroke patients. The subjects of thestudy were patients suffered acute stroke and first admitted to Gatot Soebroto ArmyCentral Hospital year 2014-2017, i.e. 410 patients. The results of this study showed thatthe survival probability of stroke for four years observation was 53,5%. The coxregression analysis showed that patients aged ≥ 59 years old risk to die 1,56 times highercompared with patients aged < 59 years, patients with low socioeconomic status risk todie 2,73 times higher compare with high socioeconomic status, the second-ever strokepatients risk to die 2,34 times higher compare with the first-ever stroke patients, the strokepatients more than the second risk to die 6,52 times higher compared with the first-everstroke patients, patients with total dependency risk to die 4,6 times higher compared withpatients with mild dependency, patients with diabetes mellitus risk to die 2,48 timescompare with patients were not diabetes, patients with heart disease risk to die 2,28 timescompare with patients were not heart disease, patients smoked risk to die 2,09 timescompare with patients no smoked.Key words:Stroke, survival rate.
Read More
T-5433
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Mardiana Ritonga; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Yovsyah, Sardiana Salam, Iswandi Erwin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Anna Mardiana Ritonga Program Studi : Epidemiologi Judul               : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas Pasien Stroke Associated Pneumonia di Stroke Care Unit Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2016-2018 Pembimbing   : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) adalah komplikasi stroke yang paling sering terjadi dan memiliki angka mortalitas yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP belum sepenuhnya diselidiki. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas dapat membantu pengambilan keputusan klinis untuk tatalaksana pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP yang dirawat di Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) tahun 2016-2018. Desain penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif, pada 268 pasien di SCU RSPON yang didiagnosis SAP selama tahun 2016-2018. Variabel yang berhubungan bermakna dengan mortalitas pada pasien SAP adalah kesesuaian LOS dengan CP RSPON, didapatkan risiko 0,262 (95% CI : 0,138 – 0,501) yang berarti pasien dengan Length of Stay (LOS) tidak sesuai dengan Clinical Pathway (CP) RSPON memiliki hubungan protektif terhadap mortalitas pasien SAP yaitu sebesar 0,26 kali. Dengan menggunakan model prediktor, dapat dihitung probabilitas terjadinya mortalitas pada pasien SAP. Kata kunci: kohort retrospektif; mortalitas; Stroke Associated Pneumonia


 

 ABSTRACT Name : Anna Mardiana Ritonga Study Program : Epidemiology Title                            : Determining Factors for Stroke Associated Pneumonia Mortality in the Stroke Care Unit National Brain Centre Hospital 2016-2018 Counsellor : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) is the most common complication after stroke and has a high mortality rate. Determining factors for SAP mortality have not been fully investigated. Knowledge of its determining factors can help clinical decision making for patient management. The aim of this study was to determine the mortality factors of SAP who were treated in the Stroke Care Unit (SCU) National Brain Centre (NBC) Hospital. This study used retrospective cohort design, involving 268 subjects SAP obtained at SCU NBC who were diagnosed with SAP during 2016-2018. Variable that significantly related is suitability of Length of Stay (LOS) with Clinical Pathway (CP) NBC obtained the risk of 0.262 (95%CI : 0,138-0,501) which means has protective association with mortality. By using a predictor model, it can be calculated the probability of mortality in SAP patients. Keywords: mortality; retrospective cohort; Stroke Associated Pneumonia

Read More
T-5560
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziyah Hasani; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Soroy Lardo, Mulia Sugiarti
Abstrak: Terapi Antiretroviral (ARV) merupakan revolusi dalam pengobatan pasien HIV/AIDS. Beberapa faktor prognosis yang diketahui mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, stadium klinis, status fungsional, kadar CD4 awal, cara penularan HIV, infeksi oportunistik, jenis ARV yang digunakan, dan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor prognosis yang mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta tahun 2007-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien terapi ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel penelitian adalah pasien terapi ARV berusia dewasa yang naïve ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tahun 2007-2017 sebanyak 812 pasien. Penelitian ini menemukan probabilitas kesintasan pasien terapi ARV selama 11 tahun pengamatan adalah sebesar 66,5%. Hasil analisis dengan Extended Cox menunjukkan bahwa faktor prognosis yang paling signifikan mempengaruhi kesintasan pasien terapi ARV adalah infeksi oportunistik, dimana pasien yang mempunyai infeksi oportunistik memiliki risiko kematian 9,5 kali dibandingkan yang tidak memiliki infeksi oportunistik.
Read More
T-5615
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Desvina; Pembimbing: Helda, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ridho Ichsan Syaini, Felly Philipus Senewe
Abstrak: Analisis Kaplan Meier menunjukkan probabilitas 30 hari kesintasan pasien stroke iskemik (91,8%) lebih tinggi dibandingkan dengan pasien stroke hemoragik (78,3%) Probabilitas kesintasan pasien stroke iskemik lebih tinggi dibandingkan pasien stroke hemoragik di RSPON Jakarta tahun 2018 (p<0,05). Rata-rata kesintasan pasien stroke iskemik, yaitu selama 27 hari, sedangkan pasien stroke hemoragik selama 23 hari. Hasil analisis cox regression didapatkan, risiko kematian pasien stroke hemoragik 4,05 kali lebih besar dibandingkan pasien stroke iskemik setelah dikontrol oleh umur dan diabetes melitus di RSPON Jakarta (p<0,05) dalam kurun waktu 30 hari
Read More
T-5676
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arum Ambarsari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Zayanah, Linda Lidya
Abstrak: Penggunaan ARV yang semakin meluas sebagai pengobatan pada pasien HIV memberikan harapanhidup yang lebih baik bagi ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi kesintasan hidup pasien HIV/AIDS yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Barattahun 2015-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakan data rekam medispasien HIV. Sampel penelitian adalah pasien HIV yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Baratpada tahun 2015-2017, yaitu sebanyak 480 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien HIV selama 1, 2 dan 3 tahun pengamatan sebesar 95,2%, 91,7% dan 78,3% denganinsidens rate sebesar 4 per 1000 orang-bulan. Hasil analisis dengan regresi cox menunjukkan bahwapasien dengan koinfeksi TB lebih cepat 2,62 kali untuk meninggal dibandingkan pasien tanpakoinfeksi TB (HR = 2,621; 95%CI: 1,027-6,407, nilai P = 0,035). Untuk pasien HIV dengan tingkatadherensi minum ARV < 95% lebih cepat 9,29 kali untuk meninggal dibandingkan pasien dengantingkat adherensi ≥ 95% (HR= 9,298; 95%CI: 4,653-18,660, nilai P = 0,000).Kata kunci:HIV, ARV, Kesintasan
Widely use of ARV as treatment in people living with HIV has giving better life expectancy. Weconducted a retrospective cohort study to analyze 3 years survival time and associated factors among480 patients with HIV/AIDS who received ARV in 8 Public Health Center at West Jakarta. KaplanMeier and Cox Proportion hazard regression were used to calculate the survival time and itsassociated factors, respectively. The cumulative survival rates of those receiving ARV in 1,2 and 3years were 95,2%, 91,7% and 78,3%. Multivariate Cox Regression analysis showed that patients withTB-coinfection were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 2,621; 95%CI:1,027-6,407, nilai P = 0,035) than patients without TB-coinfection. Patients with ARV adherence<95% were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 9,298; 95%CI: 4,633-18,660,nilai P = 0,000) than patients with adherence ≥95%.Key words:HIV, ARV, survival.
Read More
T-5171
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mailisafitri; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Fatum Basalamah
S-6787
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Amalia; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Syahrizal Syarif; Penguji: Syahruddin, Elisna; Punto Dewo
Abstrak: ABSTRAK Kanker paru merupakan kanker yang paling sering didiagnosis dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Prognosisnya masih buruk karena di tahap awal tidak ada gejala yang merujuk pada kanker paru sehingga sebagian besar didiagnosis pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan pasien kanker paru. Penelitian kohort retrospektifdilakukan di RSUP Persahabatan menggunakan data rekam medis pasien kanker paru yang didiagnosis pada periode 2014-2016 dengan 228 pasien eligibel. Terdapat sepuluh faktor yang dianalisisyaitu usia, jenis kelamin, status merokok, status gizi, komorbiditas, performance status, sumber pembiayaan, stadium klinis, jenis histologi dan jenis terapi. Pada analisis Kaplan Meier diperoleh survival ratesatu, dua dan tiga tahun adalah 50%, 425dan 38% dengan median 12 bulan (95% CI 6,31-17,69). Hasil analisis cox proportional hazards menunjukkan bahwa pada kesintasan 1 tahun stadium IV memiliki risiko 2,46 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,25-4,87; P=0,010). Pada kesintasan 2 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,58 kali (95%CI: 1,35-4,93; P=0,004)dan performance status (PS) >2 memiliki risiko 1,85 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,21-2,83; P=0,005). Pada kesintasan 3 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,26 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,24-4,11; P=0,008) dan pada interaksi stadium IV dengan PS >2 memiliki risiko 4,07 kali untuk terjadi kematian. Disimpulkan stadium klinis dan performance statusmerupakan faktor prediktor kesintasan pasien kanker paru. Kata Kunci : kesintasan, kanker paru, faktor prediktor Lung cancer is the most commonly diagnosed cancer and the leading cause of cancer deaths. The prognosis is still poor because in the early stages there are no symptoms that refer to lung cancer so that most are diagnosed at an advanced stage. The objective of this studywas to determine the factors affecting survival of lung cancer. The retrospective cohort study was conducted in Persahabatan Hospital using medical record data of lung cancer patients diagnosed in the period 2014-2016 with 228 eligible patients. There were ten factors analyzed: age, sex, smoking status, nutritional status, comorbidity, performance status, funding source, stage, histology type and therapy. In Kaplan Meier analysis showed that one-, two- and three years survival rate were 50%, 42 and 38% with median 12 months (95% CI 6.31-17,69). The results of cox proportional hazards analysis showed that in the 1st year of survival, stage IV had 2.46 times higher risk for death (95% CI: 1.25-4,87; P = 0.010). At 2 years survival, stage IV and performance status (PS) >2 had a risk of 2.58 (95% CI: 1.35-4.93; P = 0.004) and 1.85 times greater risk for death ( 95% CI: 1.21-2,83; P = 0.005). At 3-year survival, stage IV had a 2.26 times greater risk of death (95% CI: 1.24-4.11, P = 0.008) and in interaction betweenstage IV with PS> 2 had a risk of 4.07 times for death. Stage and performance status are a predictor factors of lung cancer survival. Key words:survival rate, lung cancer, predictor factors
Read More
T-5135
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Suginarti, Edy Rizal
Abstrak:

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia maka populasi usia Ianjut pun semakin bertambah. Menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Keadaan ini hanya dapat dicapai bila merasa sehat secara fisik, mental (jiwa) dan sosial. Berkaitan dengan kesehatan jiwa ini salah satunya adalah penyakit dcpresi. Depresi mcrupakan pcnyakit gangguanjiwa dengan prevalensi terbesar pada usia lanjut dan dan diperkirakan sampai 40% tidak terdiagnosa padahal dengan diagnosa awal dan terapi segera dapat menaikkan kualilas hidup, status fungsional dan mencegah kematian dini pada usia lanjut. Untuk mengctahui apa pcnycbabnya maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mcngctahui faktor-faktor risiko yang bcrhubungan dcngan dcprcsi pada usia lanjut di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Metodologi pada penelitian ini merupakan disain kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder melalui penelusuran rekam medik pasien gcriatri di poli geriatri rumah sakil Cipro Mangunkusumo pada tahun 2006 - tahun 2008. Populasi penelilian adalah seluruh pasien usia lanjut di poli geriatri rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sampel adalah pasien usia Ianjur di poli geriatri RSUPN-CM yang menderila diagnosa depresinya dan telah ditegakkan diagnosanya oleh departemen psikiatri RSUPN-CM scbagai kasus dan kontrol adalah pasien usia Ianjut di poli geriatri RSUPN-CM yang tidak depresi. Jumlah sampel dalam penelitian ini 105 kasus dan 2I0 kontrol. Entri data, pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian depresi pada usia lanjum adalah kcmandirian (OR = 2,008. 95% Cl I,239 - 3253) dan dukungan sosial (OR = l_724_ 95% C`| 1.065 - 2.79l). Variabel kemandirian merupakan variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap kejadian depresi dibandingkan variabel dukungan sosial. Variabel yang tidak berhubungan dengan kqiadian depresi pada usia lanjut adalah usia, jcnis kclamin. status perkawinan, tingkat pendidikan, obat resep dokter yang diminum rutin, kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi dan riwayar pekerjaan. Dari temuan pada penelitian ini disarankan untuk mcningkatkan pembinaan dan pcrhatian lerhadap kcbutuhan usia Ianjul agar usia Ianjut hidup mandiri, produktif dan tetap berperan aktif dalam kehidupan serta diperlukan penelitian kasus kontrol lanjutan dengan menggunakan sampel yang lebih besar.


 

With growing of a spark of life age in indonesia hence old age population even also progressively increase. Experiencing a period to old happyly and securc and prosperous is everybody hungering. This situations only can reach by if feeling lit by lisik. bouncing (social and mental). Relating to health of this head one of them is disease of depresi. Depresi is disease of head trouble with biggest prevalensi at old age and estimated until 40% do not diagnosa though with diagnosa early and therapy immediately can boost up the quality of lil' e, functional status and prevent death early at old age. To know what the cause of hence conducted by this research with aim to to know risk factors related to depresi at old age in region of Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and ol' Bekasi). Methodologies this research is to bc designed by case control by using data of sekunder through of patient sis record of geriatri in hospital geriatri poli of Cipto Mangunkusumo in the year 2006 - year 2008. Research population is entire old age patient in hospital geriatri poli of`Cipto Mangunkusumo. Sampel is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which suffering the diagnosa of him and have been upheld the by him of by psychiatry department of RSUPN-CM as control and case is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which do not depresi. Amount oi" sampel in this researchs t05 ease and 2I0 control. Data Entri, data analysis and processing use SPSS version I3.0. Research result indicatc that variable rclatcd to occurcncc of depresi at old age is independence ( OR = $2,008. 95% CI l,239 - 3,253) and social support ( OR = l.724. 95% Cl l.065 - 2,79l). independence variable is stronger variable ofinfluence of to occurcncc ofdepresi compared to social support variable. Variable which do not relate to occurence of depresi at old age is age, gender, marriage status. education level. drinkcd by doctor recipe drug is routine, religious activity. situation ofwork history and economics. Of finding at this research is suggested to improve attcntion and construction to requirement of old agc so that self-supponing life old age. ad for and remain to share active in life is and also needed by research of case control continuation by using larger ones sampel.

Read More
T-2970
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jauhari Oka Reuwpassa; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, K. Rachmadi
S-7076
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arief Wicaksono; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Andika Chandra Putra, Devi Felicia
Abstrak:
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa kanker paru telah menjadi satu diantara penyebab kematian utama di seluruh dunia. Prognosis kanker paru merupakan yang paling buruk diantara jenis kanker lainnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kesintasan dan risiko kematian pada pasien Kanker Paru Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) dan Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sejak Januari 2021 hingga Desember 2023 dan di foloow-up hingga September 2024 menggunakan desain kohort retrospektif. Variable yang di analisis pada penelitian ini meliputi jenis histologi, usia, jenis kelamin, ras/suku, status pekerjaan, status perkawinan, Tingkat Pendidikan, derajat merokok, jenis pasien, performance status, lateralitas tumor, clinical stage dan penatalaksanaan. Dari 938 pasien kanker paru yang dianalisis, 6.29% adalah KPKSK dan sisanya 93.71% adalah KPKBSK. Dengan median overall survival (OS) pada KPKSK adalah 142 hari dan pada KPKBSK adalh 298 hari setelah terdiagnosa selama tiga tahun pengamatan. Pada final model dikatuhi bahwa usia, derajat merokok, performance status serta tatalaksana bermakna secara statistic terhadap risiko kematian pada pasien kanker paru setelah dikontrol variable confounding (p<0.05). Terdapat interaksi antara usia ≥60 dan jenis histologi KPKBSK yang bermakna secara statistic terhadap penurunan risiko kematian sebesar 59% setelah dikontrol oleh variable confounding (aHR 0.41 95% CI 0.26 – 0.66 p=0.000) dibandingkan dengan pasien KPKSK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk klinisi dan menjadi referensi penelitian selanjutnya.

According to the World Health Organization (WHO), lung cancer is one of the leading causes of death worldwide. The prognosis of lung cancer is the worst among other cancers. This study aims to compare survival and risk of death in patients with small cell lung cancer (SCLC) and non-small cell lung cancer (NSCLC) at Persahabatan General Hospital from January 2021 to December 2023 and follow-up until September 2024 using a retrospective cohort design. The variables analysed in this study included histology type, age, gender, race/ethnicity, employment status, marital status, education level, smoking status, patient type, performance status, tumour laterality, clinical stage and treatment. Of the 938 lung cancer patients analysed, 6.29% had SCLC and the remaining 93.71% had NSCLC. The median overall survival (OS) in SCLC is 142 days and in NSCLC is 298 days after diagnosed during three years of observation. In the final model, it was found that age, smoking level, performance status and treatment were statistically significant on the risk of death in lung cancer patients after controlling for confounding variables (p <0.05). There was an interaction between age ≥60 and histology type of NSCLC which was statistically significant on decrease the risk of death by 59% after controlling for confounding variables (aHR 0.41 95% CI 0.26 - 0.66 p = 0.000) compared to SCLC patients. The results of this study are expected to inform clinicians and provide a reference for further research.
Read More
T-7187
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive