Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39881 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Santi Septiani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Maria Yuliana
Abstrak: Hipertensi bertanggung jawab atas setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian akibat stroke. Di Indonesia, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh usia lanjut. Prevalensi hipertensi pada usia lanjut di Indonesia menempati posisi pertama penyakit tidak menular tertinggi yaitu sebanyak 57,6%. Di Kota Bogor penyakit hipertensi menduduki urutan kedua kunjungan pasien rawat jalan, setelah penyakit Nasopharyngitis akut (common cold). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, pola konsumsi dan indeks masa tubuh dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 66,3% responden menderita hipertensi. Didapatkan hubungan yang bermakna antara usia, riwayat hipertensi, aktivitas fisik, konsumsi natrium dan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi. Perlu dilakukan upaya promosi kesehatan pada masyarakat melalui penyuluhan atau kegiatan-kegiatan aktif seperti pengadaan senam dan pendidikan kesehatan secara rutin dengan melibatkan kader posbindu. Kata kunci: Hipertensi, lansia, aktivitas fisik, pola konsumsi, IMT Hypertension is responsible for at least 45% of deaths due to heart disease and 51% of deaths due to stroke. In Indonesia, hypertension is the most common disease suffered by the elderly. The prevalence of hypertension in elderly in Indonesia occupies the first position of the highest non-communicable diseases as much as 57.6%. In Bogor hypertension ranks second in outpatient visits, following acute Nasopharyngitis. This study aims to determine the relationship of physical activity, consumption patterns and body mass index with the incidence of hypertension. This study is quantitative by using cross sectional design and the number of samples is 98 people. Data collection was conducted in May and June 2018. The results showed that 66.3% of respondents suffer from hypertension. There was a significant correlation between age, history of hypertension in family, physical activity, sodium consumption and body mass index with hypertension occurrence. Health promotion efforts should be made to the community through counseling or active activities with the help of posbindu cadres. Key words: Hypertension, elderly, physical actvity, consumption pattern, BMI
Read More
S-9870
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenni Febriana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tiara Amelia, Winarni Naweng Triwulandari
S-9128
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elza Estirina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dian Ayubi, Rita Nirmaya Dewi
S-6693
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stany Indira Meir; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguj: Ahmad Syafiq, P.C. Sanger
S-6119
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mardiana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Martini
S-6905
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atfiana Nur Afifah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Sudijanto Kamso, Milla Herdayati, Wahyuni Khaulah, Eti Rohati
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penuaan berhasil dan pengembangan model pelayanan kesehatan reproduksi komprehensif bagi pra lansia di Indonesia. Penelitian ini mempunyai manfaat untuk mendukung penuaan yang berhasil dan mempromosikan perlunya kesehatan reproduksi yang komprehensif untuk pra lansia. Penuaan berhasil diukur dengan tiga kriteria yaitu fungsi fisik, kapasitas kognitif, dan kesehatan mental. Pra lansia dikategorikan sebagai penuaan berhasil jika memenuhi tiga kriteria tersebut. Studi Mix-Method dengan pendekatan explanatory sequential. Data kuantitatif menggunakan cross sectional yang bersumber dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) ke-4 pada tahun 2007 dan IFLS ke-5 tahun 2014 untuk melihat perubahan selama 7 tahun. Sampel yang diambil pada IFLS 4 sebanyak 4011 pra lansia dan IFLS 5 sebanyak 1865 lansia. Sedangkan, data kualitatif berasal dari wawancara mendalam pada dua informan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi fisik dengan penuaan berhasil nilai p 0,046 dan OR 0,116 (CI95%0,0014-0,967), kapasitas kognitif berpengaruh terhadap penuaan berhasil dengan nilai p 0,0005 dan nilai OR 1,540 (CI 95%1,351-1,756), dan kesehatan mental juga berpengaruh pada penuaan berhasil dengan nilai p 0,015 serta OR 0,070 (CI95%0,004-1,125). Proporsi penuaan berhasil pada IFLS 5 tahun 2014 yaitu 95,1% lebih besar dibanding IFLS 4 tahun 2007 yaitu 85,8%. Sehingga, penuaan yang berhasil paling banyak ditemukan pada lansia. Data kualitatif merekomendasikan dalam pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif bagi pra lansia diperlukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Oleh karena itu penting bagi pra lansia untuk difasilitasi akses ke pelayanan kesehatan reproduksi komprehensif dengan memaksimalkan pelayanan home care, pemanfaatan posyandu lansia, dan mempersiapkan pra lansia secara holistik
The aim of this research is to study the factors that influence aging successfully and develop a model of supported health care for pre-elderly in Indonesia. This research has the benefit of supporting successful aging and supporting the need for well-supported health for pre-elderly. Aging is successfully measured by three criteria, namely physical function, cognitive capacity and mental health. Pre-elderly is categorized as successful aging if it meets these three criteria. Mixed Method Study by asking for sequential explanations. Data using cross sectional, sourced from the 4th Indonesian Family Life Survey (IFLS) in 2007 and the 5th IFLS in 2014 to see changes over the past 7 years. Samples taken in IFLS 4 were 4011 pre-elderly and IFLS 5 were 1865 elderly. Meanwhile, qualitative data from in-depth interviews with two informants. The results showed the relationship between physical function and aging was successful with a p value of 0.046 and OR 0.116 (CI95% 0.0014-0.967), cognitive capacity increased to success with a p value of 0.0005, OR value of 1.540 (95% CI 1.351-1.756) , and mental health also has an effect on successful aging with p values of 0.015, OR 0.070 (CI95% 0.004-1.125). The proportion of successful aging in IFLS 5 in 2014 was 95.1% greater than IFLS 4 in 2007 which was 85.8%. Evidently, successful aging is mostly found in the elderly. Qualitative data is needed in the development of health services aimed at pre-elderly people, promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts are needed. Therefore it is important for elderly to be facilitated access to health services that are supported by maximizing services in nursing homes, the use of elderly posyandu, and holistic preelderly preparation
Read More
T-6000
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Apriani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Kepatuhan merupakan salah satu kunci utama keberhasilan suplementasi TTD padaremaja putri. Kegiatan pemberian distribusi TTD kepada remaja putri SMP/SMA diIndonesia khususnya di Kabupaten Bogor sudah berjalan, namun baru sebatas kuantitassaja (distribusi TTD), belum sampai pada kualitas termasuk kepatuhan konsumsinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTDpada dua SMA di Kabupaten Bogor berdasarkan kelompok yang mendapatkan SMSreminder, WA group reminder dan kelompok kontrol dengan jumlah sampel 132 orang.Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan konsumsi TTD pada kelompok perlakuanterbukti lebih tinggi daripada kelompok kontrol dan perlakuan SMS reminder terbuktilebih berdampak dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dibandingkan WAgroup reminder. Pemberian reminder kepada kedua kelompok perlakuan terbukti efektifdengan peluang 2,8 kali lebih patuh saat diberi perlakuan dibandingkan saat perlakuandihentikan. Hasil analisis menunjukkan perlakuan berinteraksi dengan motivasisehingga hubungan perlakuan berbeda menurut motivasi remaja, pada kelompokperlakuan WA group reminder yang memiliki motivasi tinggi berpeluang 1,85 kali lebihpatuh dibandingkan kelompok kontrol. Setelah dikontrol dukungan keluarga danmotivasi, kelompok perlakuan SMS reminder berpeluang 5,6 kali lebih patuhdibandingkan kelompok kontrol. Variabel dukungan teman, pengetahuan dan selfefficacy terbukti berhubungan signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p value0,012; 0,004 dan 0,003) dan variabel selain perlakuan yang paling dominan adalahmotivasi (OR 18,26). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagaimasukan dan pertimbangan dalam program penanggulangan dan pencegahan anemiabagi remaja putri untuk memutus mata rantai kasus kematian ibu.Kata kunci:Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Tambah Darah, SMS reminder, WA Group reminder
Compliance is one of the main keys to the success of iron tablet supplementation inadolescent girls. The distribution of iron tablet activities to high school girls inIndonesia, especially in Bogor District has been running, but only limited quantity, notto quality including compliance. This study aims to determine adolescent girlscompliance in the consumption of iron tablet at two Senior High Schools in BogorDistrict based on groups receiving SMS reminder, WA group reminder and controlgroup with total sample of 132 respondent.The results showed that compliance to iron tablet consumption in the intervention groupis higher than the control group and the SMS reminder intervention is proved give moreimpact in improving compliance than WA group reminder. Reminder to bothintervention groups proved to be effective with an opportunity of 2.8 times morecompliance when treated than when intervention was discontinued. The results of theanalysis showed that intervention interacted with motivation so that the interventionrelationships were different according to the motivation of the adolescents, in the highmotivated group group WA reminders were 1.85 times more compliant than the controlgroup. After controlled family support and motivation, SMS reminder group was 5.6times more compliant than the control group. The variables of friend support,knowledge and self efficacy proved to be significantly related to compliance (p value0,012, 0,004 and 0,003) and the most dominant variable beside intervention wasmotivation (OR 18,26). The results of this study are expected to be used as input andconsideration in anemia prevention programs for young women to cut women deathcases.Keywords:Compliance, Adolescent girls, Iron tablet, SMS Reminder, WA group reminder.
Read More
T-5121
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Irmayanti; Pembimbing: Agustin Kusumayanti, Evi Martha; Penguji: Anwar Hasan, Tati Dedah, Marina Damajanti
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang analisis sikap dan perilaku mahasiswa semester IV program studi  D.III  Keperawatan STIKes. X  Tasikmalaya terhadap hubungan seksual pra nikah. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan  kualitatif dengan Rapid Assessment Procedures (RAP). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam  terhadap sepuluh orang mahasiswa yang memiliki kriteria empat orang pernah dan enam orang belum pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Hasil penelitian, kepercayaan mahasiswa tehadap beberapa mitos tentang pencegahan kehamilan, keseluruhan informan tidak percaya, dan bagi yang melakukan hubungan seksual pra nikah, pencegahan kehamilan dililakukan dengan menggunakan pengaman seperti kondom dan pil KB. Harapan penulis terhadap penelitian ini adalah terciptanya intervensi yang memadai bagi institusi, keluarga dan masyarakat sekitarnya  agar mahasiswa sebagai generasi penerus terhindar dari perilaku seksual yang tidak sehat. Kata kunci : Sikap, perilaku, seksual pra nikah


 

This thesis discusses the analysis of student attitudes and behavior of fourth semester of Nursing courses STIKes D. III. X Tasikmalaya toward premarital sexual relations. Analyses were performed using a qualitative approach with a Rapid Assessment Procedures (RAP). Data was collected through in-depth interviews of ten students who have the criteria four and six people have ever had sexual intercourse before marriage. The results, student confidence Cosmos, some myths about preventing pregnancy, the overall informants do not believe, and for the conduct of premarital sexual relationships, preventing pregnancy by using a safety  such as condoms and birth control pills Hope the author of this research is the creation of an adequate intervention for institutions, families and surrounding communities in order to avoid students as the next generation of unhealthy sexual behavior. Key words: attitudes, behavior, premarital sexual

Read More
T-3373
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernawati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah B. Praetyo, Rukmini, Upik
Abstrak: Di Indonesia tahun 2020 diperkirakan jumlah penduduk lansia mencapai 28,8 juta jiwa. Pada tahap lansia terjadi penurunan berbagai fungsi dan kemampuan, termasuk fungsi dan kemampuan seksualitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas seksual lansia. Jenis penelitian adalah kuantitaf dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 78 orang yang menjadi anggota kelompok senam lansia Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, berusia 60-70 tahun, masih memiliki pasangan hidup. Hasil dari penelitian ini yaitu (56,4%) yang masih aktif aktivitas seksualnya, dengan proporsi 71,4% pada responden laki-laki dan 48% pada responden wanita. Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap aktivitas seksual lansia adalah variabel pekerjaan dan sikap. Perlu ditingkatkannya penyuluhan dan konseling tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi pada lansia. Kata Kunci : Lansia, Aktivitas seksual.
Read More
S-8622
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive