Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37167 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Leviani Kristiana; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
Abstrak: Latar Belakang: Salah satu polutan indoor yang menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah formaldehid. Pemajanan formaldehid dalam ruang dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Anak-anak dan remaja menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan indoor terutama di sekolah.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsentrasi formaldehid dalam ruang dengan gangguan fungsi paru obstruktif pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Depok tahun 2018.
Metode: Studi cross-sectional (potong lintang) dilakukan di tiga SMP Depok. Sampel penelitian adalah 150 siswa yang diambil dengan multistage sampling. Pengukuran konsentrasi formaldehid menggunakan alat direct reading yaitu FormaldemeterTM htv dan kondisi fungsi paru diperoleh melalui pemeriksaan dengan alat spirometer. Analisis secara bivariat dengan metode chi square.
Hasil: Nilai rata-rata konsentrasi formaldehid adalah 0,038 ppm dan fungsi paru (FEV1/FVC) siswa SMP di Depok yaitu 94,31%. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsentrasi formaldehid dalam ruang dengan gangguan fungsi paru obstruktif. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor risiko lain (status gizi, aktivitas fisik, perilaku merokok, perokok dalam rumah, dan penggunaan obat nyamuk) dengan gangguan fungsi paru obstruktif. Siswa dengan aktivitas fisik yang rendah berisiko 1,253 kali mengalami gangguan fungsi paru obstruktif dibandingkan siswa yang aktivitas fisiknya cukup (CI: 0,203-7,725). Siswa yang menggunakan obat nyamuk berisiko 1,898 kali mengalami gangguan fungsi paru obstruktif dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan obat nyamuk (CI: 0,308-11,705).
Kesimpulan: Konsentrasi formaldehid pada SMP di Depok masih berada di bawah Nilai Ambang Batas dan tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan gangguan fungsi paru obstruktif. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan gejala kesehatan lain yang disebabkan oleh pajanan formaldehid dan uji fungsi paru jenis lainnya.
Kata Kunci: gangguan fungsi paru obstruktif, formaldehid, kualitas udara sekolah
Read More
S-9878
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Mairani; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Satria Pratama, Diah Wati Soetojo
Abstrak: ABSTRAK Polusi udara dikaitkan dengan jutaan kematian prematur di seluruh dunia dan 20% di antaranya bersifat pernafasan berasal dari polusi udara outdoor dan indoor dalam bentuk partikel serta gas. Pajanan PM2,5 dan formaldehid yang berasal dari dalam ruang memiliki efek kesehatan sejak dini pada anak-anak, karena anak-anak merupakan kelompok rentan dan selama anak dalam proses pengembangan paru-paru dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada fungsi paru. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan pajanan Particulate Matter 2,5 (PM2,5) dan formaldehid terhadap gangguan fungsi paru pada siswa Sekolah Menegah Pertama Kota Depok. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 160 siswa dengan metode simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berumur 13-15 tahun berisiko mengalami gangguan fungsi paru 2,9 kali dengan IMT tidak normal dan mayoritas perokok pasif serta dengan aktifitas fisik yang kurang atau jarang dilakukan siswa. Pajanan PM2,5 >NAB 35μg/m3 berisiko 7.2 kali mengalami gangguan fungsi paru pada siswa di sekolah yang berada dekat jalan raya dan konsentrasi formaldehid tinggi berisiko 1,6 kali mengalami gangguan fungsi paru pada siswa di sekolah dekat jalan raya dengan kondisi ventilasi yang tidak memenuhi syarat, suhu dan kelembaban tidak normal di sekolah. Perlu dilakukan pengendalian risiko pencemaran udara dilingkungan sekolah dengan menjauhi atau membatasi diri dari sumber polusi udara. Kata kunci: PM2,5, Formaldehid, Gangguan fungsi paru Air pollution is associated with millions of premature deaths worldwide and 20% of them are respiratory from outdoor and indoor air pollution in the form of particles and gases. Exposure to PM2.5 and formaldehyde derived from space has an early health effect on children, as children are a vulnerable group and during childhood in the lung development process can cause long-term effects on lung function. This study aims to identify the exposure relationship of Particulate Matter 2.5 (PM2,5) and formaldehyde to lung function impairment in Depok State Junior High School students. This study uses a cross-sectional study conducted in March-May 2018. The number of samples as many as 160 students with a simple random sampling method. The results showed that students aged 13-15 years are at risk of impaired lung function 2.9 times with abnormal BMI and the majority of passive smokers and with less physical activity or rarely do students. Exposure of PM2.5> NAB 35μg / m3 at risk 7.2 times impaired lung function in students at schools located near the highway and high formaldehyde concentrations at risk of 1.6 times impaired lung function in students at schools near highway with no ventilation conditions Eligible, temperature and humidity are not normal at school. It is necessary to control the risks of air pollution within the school environment by avoiding or restricting themselves from sources of air pollution. Key words: Particulate Matter2,5, Formaldehyde, Lung Function
Read More
T-5243
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elia Yulaeva; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Budi Hartono; Penguji: Laila, Fitria, Satria Pratama, Diah Wati Soetojo
Abstrak: ABSTRAK Kualitas udara dalam ruangan yang baik di lingkungan sekolah merupakan hal penting untuk kesehatan dan produktivitas siswa. Pencemaran udara dalam ruangan menjadi perhatian karena seseorang dapat menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan. Pencemaran udara dalam ruangan merupakan masalah utama bagi kesehatan masyarakat secara global. Karbon Dioksida (CO2) dan Total Volatile Organic Compound (VOC) merupakan polutan dalam ruangan yang berdampak pada gangguan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pajanan konsentrasi CO2, total VOC dalam ruangan dan gangguan fungsi paru pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2018. Sampel yang diambil berjumlah sebanyak 139 siswa dengan menggunakan metoda simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi CO2 dalam kelas di Sekolah Menengah Pertama di Depok sebesar 478,70 ppm, rata-rata konsentrasi total VOC sekitar 6,4 x 10-3 ppm, rata- rata %KVP = 72,66, %VEP1 = 74,52 dan VEP1/KVP = 93,97, proporsi siswa yang mengalami gangguan fungsi paru sebesar 3,6%. Tidak ditemukan hubungan antara pajanan konsentrasi CO2 dan total VOC dalam ruangan dengan gangguan fungsi paru VEP1/KVP (CO2, p =1,000 dan total VOC p =0,374) karena jumlah yang mengalami gangguan fungsi paru kecil dan konsentrasi CO2, total VOC masih di bawah ambang batas yang diijinkan. Perlu peningkatan perilaku hidup sehat dan bersih di sekolah serta dilakukan penelitian lebih lanjut dengan parameter pencemar udara lain di dalam ruangan dan gangguan pernafasan atau penyakit degeratif dengan metoda yang berbeda. Kata kunci : Karbon dioksida, total volatile organic compound, fungsi paru, sekolah Good indoor air quality in school environments is important for student health and productivity. Indoor air pollution is a concern because people can spend 90% of their time indoors. Indoor air pollution is a major problems to public health globally. Carbon Dioxide (CO2) and Total Volatile Organic Compound (VOC) are indoor pollutants that affect pulmonary function disorders. The purpose of this research was to know the relationship between exposure of CO2 concentration, total VOC indoor and pulmonary function disorder of students in Junior High School. This research used cross-sectional design which conducted in March-May 2018. The sample was 139 students using simple random sampling method. The results showed that the average concentration of CO2 in the class room at Junior High School in Depok was 478,70 ppm, mean total VOC concentration was about 5.4 x 10-3 ppm, mean %FVC = 72.66, %, FEV1 = 74.52 and %FEV1/FVC = 93.97, the proportion of student with lung function disorder 3.6%. No association was found between exposure to CO2 concentrations and total indoor VOCs with pulmonary function impairment of VEP1/KVP (CO2, p = 1,000 and total VOC p = 0.374) due to the number of impaired small pulmonary function and CO2 concentrations, total VOC was still below the threshold of the allowable limit. It needs to improve healthy and clean life behavior in school and do further research with another parameter of air pollution indoors and respiratory disorder or degenerative disease with a different method. Keywords: Carbon dioxide, total volatile organic compound, lung function, school
Read More
T-5457
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Dwi Lestari; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Laila Fitria, Supriyanto
S-12242
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amiati Silitonga; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Mifta Rohim
S-9737
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Permata Aryati; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ema Hermawati, Satria Pratama
Abstrak: [;, ]
Read More
S-9887
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dea Assifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: BudiHartono, Abdullah
S-9776
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Utami Basra; Pembimbing: R. Budi Haryanto, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak: Pencemaran udara yang berasal dari sektor transportasi, industri, dan aktivitas domestikmenjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengolahan semen banyakmelepaskan partikulat di udara, ditambah dengan kegiatan transportasi untukdistribusinya. Menurut data yang diperoleh dari laporan tahunan PuskesmasKlapanunggal dari tahun 2016-2018, penyakit gangguan pernapasan terbanyak berada didesa sekitar industri semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungankonsentrasi PM2,5 di dalam rumah dengan gangguan fungsi paru pada ibu rumah tanggadi sekitar industri semen, Kecamatan Klapanunggal. Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2018. Jumlah sampelsebanyak 97 orang ibu rumah tangga usia 20-55 tahun. Pengukuran konsentrasi PM2,5dilakukan dengan menggunakan alat Haz-Dust EPAM 5000 dan pengukuran fungsi parudilakukan dengan uji spirometri menggunakan alat spirometer. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata konsentrasi PM2,5 di udara rumah adalah 70,51 μg/m3. Semuasampel mengalami gangguan fungsi paru restriktif dan 8,2% diantaranya mengalamigangguan fungsi paru obstruktif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak adahubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gangguan fungsi paru restriktifpada ibu rumah tangga di Kecamatan Klapanunggal dengan nilai p=0,199. Perludilakukan monitoring dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara menjagakualitas udara rumah sekaligus bekerja sama dengan perguruan tinggi atau lembagakesehatan lingkungan daerah setempat serta mengupayakan pemeriksaan fungsi parusecara berkala bagi masyarakat.
Kata kunci: PM2,5; gangguan fungsi paru, ibu rumah tangga
Air pollution from the transportation, industrial and domestic activities are problems forpublic health in Indonesia. Cement processing releases many particulates in the air, evenwith transport activities for its distribution. According to data obtained from the annualreport of Klapanunggal Puskesmas from 2016-2018, most respiratory diseases are in thevillages around the cement industry. This study aims to analyze the correlation of PM2.5concentration in household with impaired lung function among housewife aroundcement industry area, Klapanunggal sub-district. This study used a cross-sectional studyconducted in April-May 2018. The sample size is 97 housewives aged 20-55 years.Measurement of PM2.5 concentration was done by using Haz-Dust EPAM 5000 andpulmonary function measurement was done by spirometry test using spirometer tool.The results showed that the average concentration of PM2.5 in the house air was 70.51μg/m3. All samples had impaired restrictive lung function and 8.2% of them hadimpaired obstructive lung function. The result of bivariate analysis showed that therewas no significant correlation between PM2.5 concentration with restrictive lungfunction disorder in housewife in Kecamatan Klapanunggal with p value = 0,199.Monitoring and counseling needs to be done to the public about how to maintain thequality of house air as well as working with local universities or environmental healthagencies and seek fo regular lung function checks for the community.
Key words: PM2.5, impaired lung function, housewive.
Read More
T-5242
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Puspitaning Pramayu; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Sukanda
T-3561
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilia Pandin Madao; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Agustin Kusumayati, Laila Fitria, Mirza Apriani, Didik Supriyono
Abstrak:
Siswa-siswi SMP di Kecamatan Citeureup dapat berisiko mengalami gangguan hemoglobin atau anemia karena PM2.5 yang dihasilkan dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor. Remaja yang terpapar PM2.5 dapat mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam darah dimana berdampak pada penurunan oksigen yang diedarkan ke seluruh organ-organ tubuh, terutama otak dan jantung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pajanan PM2.5 dengan anemia pada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case-control. Sampel penelitian ini adalah sebagian siswa-siswi kelas VIII dan IX yang berada pada 4 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Citeureup. Analisis data dilakukan dengan cara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 22. Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan anemia pada siswa-siswi SMP adalah konsentrasi PM2.5 (p-value = 0,026), jenis kelamin (p-value = 0,007), dan IMT (p-value = 0,016). Berdasarkan analisis multivariat, konsumsi zat besi heme (telur ayam) dan non-heme (buncis, singkong, oncom, tahu), konsumsi peningkat absorpsi zat besi (melon dan jambu biji), serta aktivitas fisik merupakan variabel konfounding hubungan PM2.5 dengan anemia.

Junior high school students in Citeureup District can be at risk of hemoglobin disorders or anemia due to PM2.5 produced by industrial activities and motor vehicles. Adolescents exposed to PM2.5 can experience a decrease in hemoglobin levels in the blood, which impacts a decrease in oxygen circulated to all body organs, especially the brain and heart. This study aims to determine the association between PM2.5 exposure and anemia in junior high school students in Citeureup District, Bogor Regency. The type of research is quantitative research with a case-control research design. The sample of this study is some students in grades VIII and IX who are in 4 Junior High Schools in Citeureup District. Data analysis was carried out in univariate, bivariate, and multivariate methods using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 22. The variables that were significantly related to anemia in junior high school students were PM2.5 concentration (p-value = 0.026), gender (p-value = 0.007), and BMI (p-value = 0.016). Based on multivariate analysis, the consumption of heme iron (chicken eggs) and non-heme iron (chickpeas, cassava, oncom, tofu), consumption of iron absorption enhancers (melon and guava), and physical activity were the confounding variables of the association between PM2.5 and anemia.
Read More
T-7094
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive