Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29219 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herlina J. El-Matury;/Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Besral, Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Meily L. Kurniawidjaja, Astrid Widayati Hardjono, Dewi Rahayu, Agus Triyono, Mila Tejamaya, Baiduri Widanarko
Abstrak: ABSTRAK Disertasi ini membahas model faktor-faktor yang mempengaruhi depresi, kecemasan
 
dan stres pada mahasiswa S1. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan disain cross
 
sectional. Hasil factor analysis pada sumber masalah, didapat sumber masalah ada 3
 
faktor yaitu komunikasi dan adaptasi, personal dan emosional. Hasil structure equation
 
modeling, bahwa faktor sumber masalah dan faktor harga diri berhubungan signifikan
 
terhadap terjadinya depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa S1. Sumber masalah
 
merupakan faktor yang paling mempengaruhi depresi, kecemasan, dan stress pada
 
mahasiswa S1. Hasil penelitian menyarankan perlu ditambahkan program/kegiatan
 
seperti pelatihan, seminar, talk show, dan diskusi tentang peningkatan harga diri
 
mahasiswa.
ABSTRACT This dissertation discusses the model of factors that influence depression, anxiety and
 
stress in undergraduate students. This research is quantitative with cross sectional
 
design. The results of factor analysis on the source of the problem, the source of the
 
problem is that there are three factors, namely communication and adaptation, personal
 
and emotional. The results of structure equation modelling, that the problem and selfesteem
 
factors are significantly relate to depression, anxiety and stress in undergrasuate
 
students. The problem is the most affects depression, anxiety, and stress in
 
undergrasuate students. The results of the study suggest that programs / activities need
 
to add such as training, seminars, talk shows, discussions, about increasing student selfesteem.
Read More
D-392
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Putri Hasana; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Rita Damayanti, Ika Malika
Abstrak:
Latar Belakang: Mahasiswa S1 rentan terhadap depresi, kecemasan, dan stres, oleh karena itu penilaian berkala diperlukan, terutama pada masa transisi dari pembelajaran online kembali ke pengaturan offline. Tujuan: Kami bertujuan untuk menilai tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Metode: Menggunakan desain cross-sectional, kami mengumpulkan data dari 744 mahasiswa sarjana dari tiga bidang disiplin ilmu (yaitu, ilmu kesehatan, sosial-humaniora, dan sains-teknologi). Alat ukur untuk mengukur depresi, kecemasan, dan stres menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (21 item) dengan opsi respons mulai dari 0 (tidak berlaku untuk saya sama sekali) hingga 3 (berlaku untuk saya sangat banyak atau sebagian besar waktu). Alat survei yang digunakan yaitu survei online Google Formulir untuk mengumpulkan data dari November hingga awal Desember 2022. Kami menggunakan tab silang untuk membandingkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres berdasarkan jenis kelamin, bidang disiplin ilmu, dan tahun studi. Hasil: Tingkat depresi normal (89,2%), ringan (6%), sedang (4,2%), dan berat (<1%). Tingkat kecemasan normal (68,5%), ringan (8,7%), sedang (16,3%), dan berat (5,6%). Tingkat stres responden kami adalah normal (89,7%), ringan (7,7%), dan sedang (2,7%). Di antara jenis kelamin, mahasiswi lebih rentan mengalami tingkat depresi, kecemasan, dan stres sedang atau berat. Di seluruh bidang disiplin, siswa dari sosial-humaniora dan sains-tek lebih rentan berada pada tingkat depresi, kecemasan, dan stres sedang atau berat. Kesimpulan: Mayoritas responden kami berada pada tingkat depresi, kecemasan dan stres yang normal dan ringan. Namun, intervensi perlu diprioritaskan untuk mahasiswi dan mereka yang berasal dari bidang non disiplin ilmu kesehatan.

Background: Undergraduate students are prone to depression, anxiety, and stress, therefore regular assessment is needed, especially during the transition from online learning back to offline setting. Objective: We aimed to assess the level of depression, anxiety, and stress among undergraduate students of Universitas Indonesia. Methods: Using a cross-sectional design, we collected data from 744 undergraduate students from three disciplinary fields (i.e., health sciences, social-humanities, and science-tech). We measured depression, anxiety and stress using the Depression Anxiety Stress Scale (21 items) with response options ranging from 0 (did not apply to me at all) to 3 (apply to me very much or most of the time). We used Google Form online survey to collect the data from November to early December 2022. We used a cross-tab to compare the levels of depression, anxiety, and stress by sex, disciplinary fields, and years of study. Results: The levels of depression were normal (89,2%), mild (6%), moderate (4,2%), and severe (<1%). The levels of anxiety were normal (68,5%), mild (8,7%), moderate (16,3%), and severe (5,6%). The levels of stress among our respondents were normal (89,7%), mild (7,7%), and moderate (2,7%). Across sex, female students were more prone to be in moderate or severe levels of depression, anxiety, and stress. Across disciplinary fields, students from social-humanities and science-tech were more prone to be in moderate or severe levels of depression, anxiety, and stress. Conclusions: The majority of our respondents were in normal and mild levels of depression, anxiety and stress. However, interventions are needed to be prioritized for female students and those from non health sciences disciplinary fields.
Read More
S-11180
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gibza Adam Farhandika; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Yusuf Ryadi, M. Fiarry Fikaris
Abstrak:

Pelaut, khususnya mereka yang berada dalam peran menuntut seperti awak kapal tugboat, menghadapi tekanan yang dapat memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Meskipun peran krusial mereka dalam perdagangan global, kesejahteraan psikologis para profesional ini seringkali kurang tergarap. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor risiko depresi, kecemasan, serta stres kerja pada 36 awak kapal tugboat di PT. X pada tahun 2024. Seluruh partisipan menunjukkan indikasi gejala moderat hingga parah pada ketiga indikator psikologis tersebut. Mayoritas awak kapal (berusia 30 tahun dan sudah menikah) melaporkan bahwa pengaruh keluarga berkontribusi positif terhadap rasa aman dan kepuasan. Namun, proporsi yang signifikan juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai rendahnya umpan balik dan komitmen di lingkungan kerja mereka. Meskipun keamanan kapal secara umum dianggap memadai dan tekanan kerja dinilai seimbang, sebagian besar responden telah bekerja lebih dari lima tahun. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengaruh keluarga dan tekanan kerja dengan depresi. Lebih lanjut, pengaruh keluarga, tekanan kerja, dan keamanan kapal secara kolektif berkontribusi terhadap stres dan kecemasan. Temuan ini menggarisbawahi peran krusial dukungan keluarga, dampak tuntutan tempat kerja, dan persepsi keamanan dalam membentuk kesejahteraan mental para pelaut. Studi ini menyoroti tantangan kesehatan mental dalam kelompok pekerjaan yang rentan ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan keselamatan operasional mereka secara keseluruhan.
Kata Kunci: Kesehatan Mental Pelaut, Stres Kerja, Awak Kapal Tugboat, Faktor Risiko


Seafarers, particularly those in demanding roles like tugboat crews, face unique stressors that can significantly impact their mental health. Despite their critical role in global trade, the psychological well-being of these professionals often remains understudied. This study investigated the risk factors of depression, anxiety, and work-related stress among 36 tugboat crew members at PT. X in 2024. All participants exhibited moderate to severe symptoms across all three psychological indicators. The majority of the crew (aged 30, married) reported that family influence positively contributed to feelings of security and satisfaction. However, a notable proportion also expressed concerns regarding low feedback and commitment within their work environment. While ship safety was generally perceived as adequate, and work pressure was considered balanced, a substantial number of respondents had worked for over five years. Statistical analysis revealed a significant association between family influence and work pressure with depression. Furthermore, family influence, work pressure, and ship safety collectively contributed to both stress and anxiety. These findings underscore the critical role of familial support, the impact of workplace demands, and perceived safety in shaping the mental well-being of seafarers. The study highlights mitigating mental health challenges in this vulnerable occupational group, thus improving their overall quality of life and operational safety. Keywords: Seafarer Mental Health, Occupational Stress, Tugboat Crew, Risk Factors

Read More
T-7408
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mario Raka Pratama; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mufti Wirawan, Fransiscus Fendy Novento ; Muhyi Nur Fitrahanefi
Abstrak:
PT X merupakan sebuah perusahaan tambang di Papua Tengah, melaporkan bahwa selama pandemi Covid-19, 57.8% pekerja mengalami burnout, 47.7% stres, dan 51.4% depresi. Divisi geoteknikal PT X, yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi dan mobilitas tinggi, menghadapi faktor risiko gangguan psikososial yang signifikan. Penelitian tahun 2024 bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko ini dan memberikan rekomendasi untuk pengelolaan gangguan psikososial, mendukung komitmen perusahaan dalam pencegahan, perlindungan, promosi, dan dukungan kesehatan mental karyawan. Studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang deskriptif analitik di divisi geoteknikal PT X di Tembagapura dan Timika, Papua, dari April hingga Mei 2024. Populasi penelitian terdiri dari 644 karyawan, dengan 323 responden yang dipilih secara acak sederhana. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner COPSOQ III dan DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gejala depresi 12.38%, ansietas 17.96%, dan stres kerja 21.67% di antara karyawan divisi geoteknikal PT X tahun 2024, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Faktor individu, pekerjaan, organisasional, interpersonal, dan sosial berkontribusi signifikan terhadap gejala-gejala tersebut. Perusahaan disarankan mengadopsi strategi intervensi komprehensif untuk mengelola dan mencegah gangguan psikososial di kalangan karyawan.

PT X is a mining company in Central Papua, reported that during the Covid-19 pandemic, 57.8% of its employees’ experienced burnout, 47.7% experienced stress, and 51.4% experienced depression. PT X's geotechnical division, characterized by high-risk and high-mobility roles, faces significant psychosocial risk factors. The 2024 study aimed to identify these risk factors and provide recommendations for managing psychosocial disorders, supporting the company's commitment to prevention, protection, promotion, and support for employees' mental health. This quantitative study employed a cross-sectional descriptive analytic design in PT X's geotechnical division in Tembagapura and Timika, Papua, from April to May 2024. The study population comprised 644 employees, with 323 randomly selected respondents. Data were collected using COPSOQ III and DASS-21 questionnaires. The research findings revealed a prevalence of 12.38% for depression, 17.96% for anxiety, and 21.67% for work stress among PT X's geotechnical division employees in 2024, with varying severity levels. Individual, occupational, organizational, interpersonal, and social factors significantly contributed to these symptoms. The company is advised to adopt a comprehensive intervention strategy to manage and prevent psychosocial disorders among its employees.
Read More
T-7092
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lugina Prativi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Farida Tusafariah
S-7625
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rianita Sulasih Mutifasari; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Baiduri Widanarko, Mila Tejamaya, Muhammad Novie Anshari, Priyo Djatmiko
Abstrak: Stres kerja adalah suatu kondisi dimana satu atau beberapa faktor di tempat kerjaberinteraksi dengan pekerja sehingga mengganggu keseimbangan fisiologi dan psikologi.Bagi seorang pengemudi, stres kerja akan berdampak terhadap menurunnya kinerjasehingga dapat mengancam keselamatan saat berkendara. Oleh karena itu, stres kerjamenjadi salah satu proses yang paling sering dikaitkan dengan perilaku berbahayapengemudi yang dapat mempengaruhi risiko kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerjapada pengemudi truk muatan barang PT. X.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif observasional denganmenggunakan metode pendekatan potong lintang (cross-sectional). Alat pengumpulandata yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dan alat ukur lain, seperticocoro meter, fitbit, tensi meter, dan oksimeter sebagai data pendukung untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja pada pengemudi truk muatan barang PT. X.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27 responden (60%) mengalami kondisistres ringan dan 18 responden (40%) mengalami stres sedang. Dari faktor individu padapenelitian ini, terdapat hubungan antara kuantitas dan kualitas tidur dengan stres kerjapada pengemudi truk muatan barang PT. X (p<0,05). Dari faktor fisik pada penelitian ini,terdapat hubungan antara waktu istirahat, pekerjaan monoton, jarak tempuh, dankelelahan kerja dengan stres kerja pada pengemudi truk muatan barang PT. X (p<0,05).Sedangkan dari faktor psikososial, yaitu dukungan keluarga dan dukungan rekan kerja,tidak dilakukan analisis bivariat karena data bersifat homogen.Kata kunci:Stres, Stres Kerja, Pengemudi
Occupational stress is a condition in which one or several factors in the workplace interactwith workers, therefore it causes disturbance of the equilibrium both of physiological andpsychological matter. For a driver, occupational stress will impact on the decliningperformance that may threaten the safety while driving. Consequently, occupational stressbecomes one of the most processes which is being related to harmful behavior to driversthat may affect the risk of accidents.The aim of this study is to analyze factors affecting occupational stress on truckload driverof PT. X.This is a quantitative observational study with a cross-sectional method. Data instrumentsare utilizing questionnaire and few additional instruments (e.g. cocoro meter, fitbit,sphygmomanometer, and oximetry) to measure the factors of occupational stress as itssupporting data.The results show 27 respondents (60%) experiencing occupational stress in mild leveland 18 respondents (40%) experiencing occupational stress in moderate level. Accordingto individual factors in this study, there is a relation between the quantity and quality ofsleep with occupational stress on truckload drivers of PT. X (p <0.05). From the physicalfactors in this study, there is a relation between rest hours, monotonous work, mileage,and work fatigue with occupational stress on truckload drivers of PT. X (p <0.05).Otherwise, from psychosocial factors, those are family support and peer support, bivariateanalysis was not performed because the data is homogeneous.Keywords:Stress, Occupational Stress, Driver.
Read More
T-5203
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Susanto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Abdul Kadir, Hendra, Asep Amin Koswara, Lista Wimarlie
Abstrak:
Pertambangan merupakan salah satu sektor yang mempunyai tingkat distres yang tinggi terutama pada pekerja kontraktor di area tambang bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor organisasi sebagai variabel bebas terhadap stres kerja (distres) sebagai variabel terikat pada pekerja kontraktor tambang bawah tanah PTFI. Desain penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional dengan menggunakan instrumen kuesioner demografi dan work stressor questionaire dari American Institute Preventive Medicine (AIPM). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 400 pekerja. Analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi logistik untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30.5% responden mengalami distres dan faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah faktor pekerjaan meliputi overload (POR=9,96), underload (POR=14,29), kejenuhan (POR=14,44), dan faktor organisasi meliputi permasalahan dengan atasan (POR=5.36), konflik deskripsi pekerjaan (POR=32,04), tekanan pekerjaan (POR=17,67) dan masalah job security (POR:13,83) mempunyai pengaruh signifikan dalam menyebabkan distres pada pekerja kontraktor tambang bawah tanah. Tidak ditemukan adanya pengaruh faktor individu yang signifikan terhadap distres. Untuk itu kami merekomendasi membuat seluruh deskripsi kerja, pembuatan analisis beban kerja, pelaksanaan rotasi kerja, coaching oleh supervisor dan pekerja senior serta aplikasi KPI untuk perpanjangan kontrak pekerja untuk mengurangi tingkat distres pada pekerja.

The mining industry is a sector that has a high level of distress, especially for contractor workers in underground mining areas. This research aims to analyze individual, job, and organizational factors that influence work stress (distress) among PTFI underground mining contractors. This quantitative research design is cross-sectional, using demographic questionnaire instruments and work stressor questionnaires from the American Institute of Preventive Medicine (AIPM). The number of respondents who participated in this research was 400. Research data analysis uses the logistic regression statistical method to determine the effect of the independent variable on the dependent variable. The results showed that 30.5% of respondents experienced distress, and the variables overload (POR: 9.96), underload (POR: 14.29), boredom (POR: 14.44), problems with superiors (POR: 5.36), job description conflict (POR:32.04), pressure employment (POR:17.67), and job security issues (POR:13.83) influence worker distress. The research concluded that there was no influence of individual factors on distress. For this reason, we recommend provide job descriptions to all job profile, create workload analyses, implementing work rotation, coaching by supervisors and senior employees, and using KPI as the basis for extending worker contracts to reduce the level of work stress and distress for underground mining contractors.
Read More
T-7136
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Dwiantoro; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Ahmad Yani
S-5442
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Rahutami; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Tata Soemitra, Slamet Ichsan, Ismail Malik
Abstrak:

Penggunaan bahan baku yang mengandung silika bebas dan terikat pada berbagai industri dapat menimbulkan dcbu silika di udara lingkungan kerja yang dapat terhirup masuk ke dalam saluran respirasi. NIOSH menyatakan bahwa. pekexja yang terpajan debu silika dalam waktu 5 tahun mempunyai risiko tinggi menderita silikosis sebesar 0,2 %, 6 - 9 tahun sebesar 1,5 %, lebih dari 10 mhun sebesar 16,6 %, 11 - 16 tahun sebesar 20 % dan lebih dari 16 tahun sebesar 42 % dan dapat mengakibatkan gangguan fungsi paru pekerjanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan menggunakan pendekatan nilai Odds Ratio yang mempelajari hubmmgan amara faktor risiko dengan gangguan kesehatan pckcrja yang dilaksanakan di bagian produksi sebuah pabrik saniter di Jawa Barat tahun 2001 dengan ng uan diketahuinya gambaran umum iimgsi pam pekcrja pabrik saniter dan mencari faktor-faktor yang mempengaruhinya.Hasil penelitian ini mcnunjukkan bahwa konsentrasi debu silika bebas dan terikat di indusui saniter melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan, sedangkan umur tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan gambaran fungsi paru pekenja dan faktor-faktor yang paling mempengaruhi gambaran fmmgsi paru pekelja pabdk saniter X adalah konsentrasi debu silika bebas dan tedkat rata-rata, masa kexja, kebiasaan merokok dan kebiasaan memakai alat pelindung dir Untuk mendukung program kesehatan dan kcselamatan kelja bagi pekerja di lingkungan industd yang memakai bahan dasar silika bebas dan terikat disarankan untuk dilakukan pengawasan yang ketat terhadap alat pengendali dcbu dan memonitor Nilai Ambang Batas ( NAB ) yang tclah ditentukan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Read More
T-1434
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Nurul Haq; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Wuryanto
S-10287
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive