Ditemukan 33878 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Woro Rachtiyah Amadewi; Pembimbing: Sandra Fikawati
S-3912
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
G. Mursamsini / Pembimbing: Amal C. Sjaaf
S-750
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Taat Uji Hariyanti; Pembimbing: Diah M. Utari
S-2238
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dynar Vera Anita Br. Sirait; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-1339
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ruth Tabitha; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Syahrizal Syarif, Maunah
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DM di Puskesmas Kebon Baru, Jakarta Selatan pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain studi cross sectional dengan menganalisis data sekunder data laporan bulanan Penyakit Tidak Menular Puskesmas Kebon Baru tahun 2020. Data dikumpulkan pada tahun 2020 dan analisis dilakukan pada tahun 2021. Prevalensi DM di Puskesmas Kebon Baru pada tahun 2020 adalah sebesar 16,5% dengan rata-rata kadar gula darah sebesar 153 mg/dL.
Read More
S-10563
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Swasti Setyorini; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Hera Ganefi
S-5799
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wulan Febriani; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Kurnia Sari, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Indonesia menjadi satu – satunya negara di Asia Tenggara yang masuk pada 10 negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus tertinggi yang berada pada peringkat ke – 7 yaitu sebesar 10,7 juta penderita diabetes mellitus. Tujuan: Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan keterkendalian gula darah puasa penderita diabetes mellitus pada peserta JKN di Klinik Pratama X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh peserta prolanis dengan diagnosa diabetes mellitus di Klinik Pratama X pada bulan Januari s.d Juli 2023. Hasil: Dari 103 penderita diabetes yang memiliki Gula Darah Puasa terkendali sebesar 27 orang (26,2%). Sedangkan yang tidak terkendali sebesar 76 orang (73,8%). Tidak ada hubungan keterkendalian gula darah puasa antara umur penderita diabetes melitus, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), berat badan, tinggi badan, tekanan darah, waktu, dan pemanfaatan kegiatan prolanis peserta JKN di Klinik Pratama X Kesimpulan: Diabates mellitus dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, sehingga harus memperhatikan faktor-faktor pengendalian gula darah seperti mengatur pola makan yang baik dan tepat, meningkatkan aktivitas fisik, medical check up, serta memperhatikan faktor genetik.
Background: Indonesia is the only country in Southeast Asia that is included in the 10 countries with the highest number of diabetes mellitus sufferers, which is ranked 7th, namely 10.7 million diabetes mellitus sufferers. Objective: To find out the factors related to the control of fasting blood sugar in diabetes mellitus sufferers in JKN participants at the Pratama X Clinic. Methods: This research uses a quantitative approach that is descriptive analytical in nature using a cross sectional study design. The population and sample used were all Prolanis participants diagnosed with diabetes mellitus at the Pratama X Clinic from January to July 2023. Results: Of the 103 diabetes sufferers who had fasting blood sugar under control, 27 people (26.2%). Meanwhile, those who were uncontrolled were 76 people (73.8%). There is no relationship between the controllability of fasting blood sugar between the age of diabetes mellitus sufferers, gender, body mass index (BMI), body weight, height, blood pressure, time, and utilization of prolanis activities of JKN participants at the Pratama X Clinic. Conclusion: Diabetes mellitus can attack anyone at any time, so you must pay attention to blood sugar control factors such as managing a good and appropriate diet, increasing physical activity, medical check-ups, and paying attention to genetic factors.
S-11506
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mira Musaira; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3497
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak:
Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial
The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial
The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yenny Rotua Lucyana Sihotang; Hadi Pratomo; Penguji: Sudijanto Kamso, Pradana Soewondo, Adhi Dharmawan Tato, Sylviana Andinisari
Abstrak:
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan yang besar di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi DM tipe 2 mengalami peningkatan di Kota Pematangsiantar akibat dari perubahan gaya hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan gaya hidup sehat penderita DM tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, jumlah sampel 124 responden diambil dengan menggunakan Cluster Sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persepsi hambatan, efikasi diri, pengetahuan, dukungan keluarga, dan jenis kelamin dengan penerapan gaya hidup sehat DM Faktor-faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerapan gaya hidup sehat adalah efikasi diri (OR=8,378) dan dukungan keluarga (OR=2,626). Responden yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan berpeluang 8 kali lebih besar melakukan penerapan gaya hidup sehat, dan responden yang mendapat dukungan keluarga yang tinggi berpeluang 3 kali lebih besar melakukan penerapan gaya hidup sehat. Rekomendasi dari penelitian ini agar dilakukan upaya peningkatan efikasi diri dengan pemberian edukasi pada penderita DM dengan melibatkan peran serta keluarga penderita. Kata kunci : Diabetes melitus, Penerapan gaya hidup sehat, Persepsi Individu, Efikasi Diri, Pengetahuan, Dukungan Keluarga.
Read More
T-4957
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
