Ditemukan 38992 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wildana Zakiia; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Dien Anshari, Witrianti
Abstrak:
Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja dan memiliki anak di bawah 1 tahun. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2019 dengan metode kualitatif. Data utama penelitian adalah hasil wawancara dengan 10 informan. Data sekunder dari Profil Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Profil Puskesmas Mustika Jaya. Data primer dari hasil Indepth Interview (wawancara mendalam) pada 2 kelompok ibu bekerja yang memberikan ASI Eksklusif dan ASI Parsial. Penelitian menunjukan pengetahuan tentang ASI Eksklusif sudah baik pada 2 kelompok namun pengetahuan tentang persiapan pemberian ASI menjelang kembali bekerja dan saat bekerja pada ibu yang memberikan ASI Parsial kurang baik jika dibandingkan dengan ibu yang memberikan ASI Eksklusif, kepercayaan pribadi dalam memberikan makanan selain ASI kepada bayi berumur di bawah 6 bulan terdapat pada keluarga ibu dengan ASI Parsial, tempat bekerja sudah adanya ruang laktasi namun peraturan cuti melahirkan selama masih dianggap kurang, dukungan suami pada kelompok ibu dengan ASI Eksklusif sangat baik dan pada ibu dengan ASI Parsial kurang mendapat dukungan terutama dari ibu mertua. Diharapkan untuk lebih meningkatkan penyuluhan tentang persiapan menyusui menjelang kembali bekerja dan saat bekerja sejak masa kehamilan, selain itu libatkan keluarga dalam penyuluhan ASI Eksklusif terutama keluarga yang membantu merawat bayi saat ibu bekerja.
Read More
S-10147
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arind Vicha Pradina; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Hikmah Kurmiawati, Wayan Sri Agustina
Abstrak:
Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyebutkan bahwa cakupan ASI eksklusif baru mencapai 38%. Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes tahun 2014 diketahui cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 54,3%. Cakupan ASI eksklusif di Jawa Barat hanya sebesar 33,7% dan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bandung pada tahun 2016 sebesar 17,2%. Cukup rendahnya cakupan ASI eksklusif disebabkan berbagai faktor. Salah satunya faktor ibu bekerja, terlebih Jawa Barat adalah jantung industri nasional. Angkatan kerja wanita pun cukup besar di propinsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif pada ibu bekerja sektor industri di salah satu pusat industri di wilayah Kabupaten Bandung di Bawah pantauan wilayah Kerja Puskesmas Katapang berdasarkan teori Integrated Behavioral Model (IBM). Rancangan penelitian ini memakai desain cross sectional pada data primer yang terdiri dari 114 responden. Penelitian dilakukan pada akhir bulan Mei 2017. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kegagalan ASI eksklusif pada pekerja sektor industri sebesar 74,6% dengan 48,28% memberi alasan bahwa ibu sibuk bekerja/habis masa cuti. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah niat menyusui eksklusif (p-value 0,021; OR 3,0; 95%CI 1,254-7,176) dan ketrampilan manajemen laktasi (p-value 0,012; OR 4,22; 95%CI 1,46-12,18). Berdasarkan analisis multivariat diketahui bahwa faktor paling dominan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah niat memberikan ASI eksklusif (p-value 0,018; OR 3,9; 95%CI 1,269-12,055). Niat menyusui eksklusif juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan ibu (p-value 0,002; OR 6,23; 95%CI 2,011-19,300), dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,000; OR 8,18; 95%CI 2,612-25,638), dukungan atasan (p-value 0,008; OR 6,59; 95%CI 1,635- 26,590) dan dukungan suami (p-value 0,006; OR 5,519; 95%CI 1,639-18,578).
Basic Health Research Results of 2013 stated that exclusive coverage of breastfeeding reached 38% only. According to Center of Data and Information Ministry of Health in 2014 known exclusive breastfeeding coverage in Indonesia by 54.3%. Exclusive breastfeeding coverage in West Java was only 33.7% and the coverage of exclusive breastfeeding in Bandung Regency in 2016 was 17.2%. The low coverage of exclusive breastfeeding is due to various factors. One of them work mother factor, especially West Java is the central of national industry. Women's labor force is quite large in the province. This study aims to determine the causing factors exclusive breastfeeding failure in industrial working mothers in one industrial center in Bandung Regency under the monitoring of Katapang health center working area based on Integrated Behavioral Model (IBM) theory. The design of this study used cross sectional design on primary data consisting of 114 respondents. The study was conducted at the end of May 2017. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression prediction model. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding failure in industrial sector workers of 74.6% with 48.28% giving the reason that the mother is busy working / out of leave period. Factors that have significant effect on exclusive breastfeeding are exclusive breastfeeding (p-value 0.021, OR 3.0, 95% CI 1,254-7,176) and lactation management skills (p-value 0.012, OR 4.22, 95% CI 1, 46-12.18). Based on multivariate analysis, it is known that the most dominant factor influencing exclusive breastfeeding is the intention of exclusive breastfeeding (p-value 0.018; OR 3,9; 95% CI 1,269-12,055). Exclusive breastfeeding intentions are also influenced by maternal education factors (p-value 0.002, OR 6.23, 95% CI 2.011- 19,300), healthcare support (p-value 0,000, OR 8.18, 95% CI 2,612-25,638), leader Support (p-value 0,008; OR 6,59; 95% CI 1,635-26,590) and husband support (p-value 0,006; OR 5,519; 95% CI 1,639-18,578).
Read More
Basic Health Research Results of 2013 stated that exclusive coverage of breastfeeding reached 38% only. According to Center of Data and Information Ministry of Health in 2014 known exclusive breastfeeding coverage in Indonesia by 54.3%. Exclusive breastfeeding coverage in West Java was only 33.7% and the coverage of exclusive breastfeeding in Bandung Regency in 2016 was 17.2%. The low coverage of exclusive breastfeeding is due to various factors. One of them work mother factor, especially West Java is the central of national industry. Women's labor force is quite large in the province. This study aims to determine the causing factors exclusive breastfeeding failure in industrial working mothers in one industrial center in Bandung Regency under the monitoring of Katapang health center working area based on Integrated Behavioral Model (IBM) theory. The design of this study used cross sectional design on primary data consisting of 114 respondents. The study was conducted at the end of May 2017. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression prediction model. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding failure in industrial sector workers of 74.6% with 48.28% giving the reason that the mother is busy working / out of leave period. Factors that have significant effect on exclusive breastfeeding are exclusive breastfeeding (p-value 0.021, OR 3.0, 95% CI 1,254-7,176) and lactation management skills (p-value 0.012, OR 4.22, 95% CI 1, 46-12.18). Based on multivariate analysis, it is known that the most dominant factor influencing exclusive breastfeeding is the intention of exclusive breastfeeding (p-value 0.018; OR 3,9; 95% CI 1,269-12,055). Exclusive breastfeeding intentions are also influenced by maternal education factors (p-value 0.002, OR 6.23, 95% CI 2.011- 19,300), healthcare support (p-value 0,000, OR 8.18, 95% CI 2,612-25,638), leader Support (p-value 0,008; OR 6,59; 95% CI 1,635-26,590) and husband support (p-value 0,006; OR 5,519; 95% CI 1,639-18,578).
T-5012
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurmala Hayati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Henny Hermayani
Abstrak:
Pembahasan skripsi ini mengenai hubungan karakteristik ibu (pendidikan,pengetahuan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, kenaikan berat badan selamakehamilan), karakteristik bayi (berat badan lahir, jenis kelamin), praktek pemberian makan (praktek pemberian ASI dan MP ASI) dengan status gizi bayi6-11 bulan di Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung tahun 2012. Penelitian inimenggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 77 bayi usia 6-11 bulan. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, pendapatan keluarga dan praktek pemberian ASI. Penulis menyarankan agar meningkatkan kegiatan pendidikangizi bagi ibu, melalui penyuluhan di posyandu terutama yang berkaitan denganpemberian ASI Eksklusif, PUGS (Panduan Umum Gizi Seimbang), sertameningkatkan pengawasan menganai sosialisasi terkait ASI Eksklusif.Kata kunci: Status gizi bayi, praktek pemberian makan, ASI, MP ASI
This research is about the correlation maternal characteristics (educational level,level of knowledge, employment status, family income, the weight gain duringpregnancy), infant characteristics (gender and birth weight), feeding practices(breastfeeding practices and complementary feeding) with nutritional status ofinfants aged 6 until 11 months in Jatinegara, Cakung Subdistrict, in 2012. Thedesign of this research is cross sectional. The sampel of this research is 77 infantsaged 6 until 11 months. The independent variabels are maternity education,maternity knowledge of nutrition, the family income, and the practice ofbreastfeeding. Based on the result of this research improving the activities aboutmaternity knowledge of nutrition by attending illuminations at Posyanduespecially related to exclusive breastfeeding and improving the control ofsocialization related to exclusive breastfeeding.Keywords: Infant nutritional status, feeding practices, breastfeeding,complementary feeding
Read More
This research is about the correlation maternal characteristics (educational level,level of knowledge, employment status, family income, the weight gain duringpregnancy), infant characteristics (gender and birth weight), feeding practices(breastfeeding practices and complementary feeding) with nutritional status ofinfants aged 6 until 11 months in Jatinegara, Cakung Subdistrict, in 2012. Thedesign of this research is cross sectional. The sampel of this research is 77 infantsaged 6 until 11 months. The independent variabels are maternity education,maternity knowledge of nutrition, the family income, and the practice ofbreastfeeding. Based on the result of this research improving the activities aboutmaternity knowledge of nutrition by attending illuminations at Posyanduespecially related to exclusive breastfeeding and improving the control ofsocialization related to exclusive breastfeeding.Keywords: Infant nutritional status, feeding practices, breastfeeding,complementary feeding
S-7637
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Paramitha Heninglarasati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sarjono
S-6334
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Analisis praktek pemberian ASI Eksklusif oleh ibu bekerja di instansi pemerintah DKI Jakarta th.2004
Nia Afriana; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Asih Setiarini, Agustin Kusumayati, Meida Octarina, Ramchan Rauf
Abstrak:
Read More
Prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Data SDKI tahun 1986 terdapat 86%, tahun 1991 menjadi 53,8% tahun 1997 tinggal 52% dan tahun 2002 hanya 39,5%. Keadaan ini sangat memprihatinkan dan semakin kompleks karena angkatan kerja wanita yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini tidak dapat dihindari karena kesempatan dibidang pendidikan yang diperoleh kaum wanita semakin terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola menyusui di kalangan ibu-ibu yang bekerja di Instansi Pemerintah di DKI Jakarta tahun 2004 yang mempunyai anak umur 4 bulan s/d 2 tahun dan faktor-faktor apa yang berhubungan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dari data primer di 7 departemen terpilih melalui random sampling. Yaitu Departemen Agama, Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan, Departemen Kehakiman dan HAM, Departemen Pertanian, Departemen Sosial dan Departemen Kehutanan. Dengan jumlah sampel 218 responden, dilaksanakan pada bulan Juni 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur meliputi variabel umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan atasan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, sarana di tempat kerja, keterpaparan informasi, keterpaparan terhadap susu formula dan peraturan di tempat kerja. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menyimpulkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja hanya 28 %. Presentase ini sangat jauh dari angka target nasional yaitu 80%. Hasil uji bivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah pendidikan, pengetahuan, sikap. dukungan keluarga, dan keterpaparan terhadap informasi tentang ASI. Dari hasil uji analisis multivariat terdapat tiga variabel yang berhubungan bermakna dengan pola menyusui pada ibu bekerja yaitu pengetahuan (OR = 2,478), keterpaparan terhadap informasi tentang ASI (OR = 3,737) dan dukungan keluarga (OR= 2,986). Dari ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan pola menyusui pada ibu bekerja adalah faktor keterpaparan terhadap informasi mengenai ASI. Mengingat sangat rendahnya proporsi menyusui eksklusif di kalangan ibu bekerja disarankan agar perlu adanya dukungan dari tempat kerja agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana di kalangan ibu bekerja misalnya peraturan TPA harus dirubah, yang tadinya hanya menerima bayi usia 8 bulan ke atas sekarang dipertimbangkan untuk dapat menerima bayi usia 3 bulan ke atas. Selain hal tersebut perlu dikaji ulang sistem cuti yang berlaku saat ini, peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai ASI eksklusif agar ditingkatkan, perlu dukungan dan tindakan yang nyata dari pemerintah khusus Departemen Kesehatan mengenai kebijakan tentang promosi susu formula dan susu lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.
T-1980
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mashaurani Yamin; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Luknis Sabri, Engkus Kusdinar Achmad, Dwi Susilowati, Minarto
T-2718
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Chowiyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sandra Fikawati, Tinexcelly Marisiuli Simamora
S-6399
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadia Terry Tiara; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Rizka Ayu Intany
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai analisis kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif diWilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Penelitiandilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan 10 informan yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang dibagiberdasarkan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusifnya. Data dikumpulkan melaluiwawancara mendalam (Indepth Interview) dan dilakukan triangulasi sumber data yangmencakup bidan puskesmas dan keluarga informan. Hasil penelitian menunjukkanadanya kecenderungan hubungan antara faktor pendorong, faktor pemungkin dan faktorpenguat dengan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif. Adapun faktor pendorongadalah pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor pemungkinadalah akses media massa (sumber informasi). Dari segi faktor penguat, dukungankeluarga dan dukungan tenaga kesehatan paling kuat pengaruhnya terhadap kegagalanpraktik pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian menyarankan agar dinas kesehatanmelakukan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASIEksklusif melalui media massa, petugas kesehatan melakukan penyuluhan dan konselingtentang ASI Eksklusif dengan media edukasi yang lebih menarik serta melakukankoordinasi dengan lintas sector seperti bidan praktik swasta dan rumah sakit terkaitpemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci : Kegagalan ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga.
Read More
S-9700
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur`Arifah Hakim; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Syafiq, Donatus Klaudius Marut, Nida Rohmawati
Abstrak:
Read More
Angka kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas kecamatan Kemayoran masih tinggi walaupun cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah minimal 90 butir selama hamil sudah mencapai 100%. Besarnya suplementasi zat besi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ibu. Tidak efektifnya program pemberian TTD untuk menurunkan kejadian anemia kehamilan karena belum adanya media yang efektif untuk memberikan informasi dan edukasi tentang anemia dan TTD. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran dari rentang waktu Maret - November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan kemayoran dan teknik pemilihan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 pada analisis bivariat menggunakan uji Anova didapatkan nilai p = 0.0005, hubungan pengetahuan dan kepatuhan mengkosumsi TTD dengan Kadar Hemoglobin didapatkan r=0.288, p value=0.035; r=0.422, p value=0.001. Kesimpulan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 (nilai p < 0.05). Semakin tinggi pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi TTD maka semakin besar kadar hemoglobin.
he incidence of anemia in pregnant women in the Kemayoran Health Centre is still high considering that pregnant women who get iron tablets of at least 90 during pregnant are reaching 100%. The amount of iron supplementation must also be adjusted to the needs and conditions of each mother. Ineffective iron supplementation delivery program for pregnant women to reduce the incidence of anaemia because there is no effective media to provide information and education about anaemia and iron supplementation. This study aims to know the effectivity of health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center area in 2019. This study uses a quasi experimental research type using the nonequivalent control group design. The study was conducted in the area of Kemayoran health center from the period March-November 2019. The population in this study were all pregnant women in the area of Kemayoran health center and sample selection techniques by purposive sampling. The results of research on health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 on bivariate analysis using Anova test obtained p value = 0.0005, the relationship of knowledge and compliance consuming iron suplement with haemoglobin levels obtained r = 0.288, p value = 0.035; r = 0.422, p value = 0.001. Conclusion: there is influence of health educational through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 (p value <0.05). The higher of knowledge and compliance of consuming iron suplement, the greater the hemoglobin level.
T-5803
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heni Handayani; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sandra Fikawati, Lieska Prasetya
S-6876
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
