Ditemukan 33196 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Septi Rizqi Ramadhanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Risky Kusuma Hartono
S-10179
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Fauziyah Khairunnisa; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Rahma Dewi
Abstrak:
Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia masih tergolong tinggidibandingkan dengan negara-negara penduduk terbanyak di dunia. Pertumbuhanpenduduk Indonesia saat ini adalah 1,1 persen per tahun dengan angka kelahirantotal 2,4 anak per perempuan. Preferensi fertilitas wanita untuk memiliki anaklagi merupakan variabel prediksi perilaku fertilitas yang berperan penting untukmengetahui rencana kehamilan wanita di masa mendatang. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan faktor-faktor yang dapatmempengaruhi preferensi fertilitas wanita memiliki anak lagi. Data yangdigunakan dalam penelitian merupakan data Survei Demografi KesehatanIndonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel yang digunakan adalah wanita berstatusmenikah, telah memiliki anak dari pernikahannya, telah memutuskankeinginannya untuk anak lagi di masa mendatang, dan masih dalam masasuburnya, dari kriteria tersebut didapatkan sebanyak 7.610 sampel wanita.Analisis yang dilakukan meliputi univariat, bivariat, dan multivariat. Hasilnyamenunjukan bahwa 39,6 persen wanita di Indonesia masih menginginkan anaklagi. Peresentase wanita yang menginginkan anak lagi paling tinggi terdapat padakategori umur 15-24 tahun sebanyak 88,3 persen, wanita dengan status tidakbekerja 43,1 persen, wanita dengan suami berpendidikan SMP/SMA sebanyak42,0 persen, wanita yang memiliki satu anak sebanyak 84,1 persen, wanita yangmemiliki anak laki-laki saja sebanyak 60,1 persen, dan wanita dengan indekskesejahteraan sangat miskin sebanyak 44,0 persen. Berdasarkan hasil regresilogistik ditemukan bahwa variabel yang berhubungan dengan keinginan wanitamenambah anak lagi diantaranya adalah umur wanita, pendidikan suami, jumlahanak hidup, komposisi jenis kelamin anak dan indeks kesejahteraan. Sedangkanstatus pekerjaan tidak berhubungan secara statistik dengan wanita yangmenginginkan anak lagi di Indonesia. Berdasarkan analisis multivariat diketahuibahwa umur merupakan faktor paling dominan, dengan peluang 23,6 kali lebihbesar pada wanita umur 15-24 tahun. Peluang menginginkan anak lagi akansemakin kecil seiring bertambahnya umur wanita.
Kata kunci: Indeks kesejahteraan; jumlah anak ideal; keinginan memiliki anaklagi; komposisi jenis kelamin anak; preferensi fertilitas; pendidikan suami; statuspekerjaan; dan umur wanita.
Indonesia's population growth is still relatively high compared to mostpopulation countries in the world. Current population growth in Indonesia is 1.1percent per year with a total fertility rate (TFR) of 2.4 children per woman.Women's fertility preferences for having another children are predictive variableof fertility behavior that plays important role in knowing future female pregnancyplans. This study aims to determine the description and relationship of factors thatcan affect fertility preferences of women for having another children. The dataused in the study is the data of the Indonesian Demographic Health Survey (DHS)in 2017. The samples used are married women, have children from theirmarriages, have decided their wishes for more children in the future, and still intheir fertile period, from these criteria there were 7,610 female samples. Theanalysis carried out included univariate, bivariate, and multivariate. The resultshows that 39.6 percent of women in Indonesia still want more children. Thehighest percentage of women who want more children is in the category of 15-24years old 88.3 percent, women with unemployed status 43.1 percent, women whohad husbands with junior high / high school education 42.0 percent, women whohave one child 84.1 percent, women who have only boys 60.1 percent, and womenin a very poor wealth index 44.0 percent. Based on the results of logisticregression, it was found that variables related to women's fertility preferences forhaving another children are included the age of the woman, husband's education,the number of children living, children gender composition and wealth index.While the employment status is not statistically related to women who want morechildren in Indonesia. Based on multivariate analysis, it is known that age is themost dominant factor, with an opportunity of 23.6 times greater in women aged15-24 years. Opportunities for more children will be smaller as increasing ofwomen age.
Keywords: Children gender composition; desire to having another children;employment status; female age; fertility preference; husband's education; idealnumber of children; and wealth index.
Read More
Kata kunci: Indeks kesejahteraan; jumlah anak ideal; keinginan memiliki anaklagi; komposisi jenis kelamin anak; preferensi fertilitas; pendidikan suami; statuspekerjaan; dan umur wanita.
Indonesia's population growth is still relatively high compared to mostpopulation countries in the world. Current population growth in Indonesia is 1.1percent per year with a total fertility rate (TFR) of 2.4 children per woman.Women's fertility preferences for having another children are predictive variableof fertility behavior that plays important role in knowing future female pregnancyplans. This study aims to determine the description and relationship of factors thatcan affect fertility preferences of women for having another children. The dataused in the study is the data of the Indonesian Demographic Health Survey (DHS)in 2017. The samples used are married women, have children from theirmarriages, have decided their wishes for more children in the future, and still intheir fertile period, from these criteria there were 7,610 female samples. Theanalysis carried out included univariate, bivariate, and multivariate. The resultshows that 39.6 percent of women in Indonesia still want more children. Thehighest percentage of women who want more children is in the category of 15-24years old 88.3 percent, women with unemployed status 43.1 percent, women whohad husbands with junior high / high school education 42.0 percent, women whohave one child 84.1 percent, women who have only boys 60.1 percent, and womenin a very poor wealth index 44.0 percent. Based on the results of logisticregression, it was found that variables related to women's fertility preferences forhaving another children are included the age of the woman, husband's education,the number of children living, children gender composition and wealth index.While the employment status is not statistically related to women who want morechildren in Indonesia. Based on multivariate analysis, it is known that age is themost dominant factor, with an opportunity of 23.6 times greater in women aged15-24 years. Opportunities for more children will be smaller as increasing ofwomen age.
Keywords: Children gender composition; desire to having another children;employment status; female age; fertility preference; husband's education; idealnumber of children; and wealth index.
S-10134
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yusinta Muawanah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Muhammad Yusuf
S-10246
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irasdinar Yugitama Irawan; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Iyin Listiyowati
S-10196
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Aprilliana Wulandari; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Besral, Rahmadewi
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need keluarga berencana di Indonesia yang menggunakan data SDKI tahun 2002-2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan unmet need KB di Indonesia adalah umur wanita, status pekerjaan, tempat tinggal, jumlah anak masih hidup, pengetahuan KB dan diskusi dengan suami. Faktor yang paling signifikan berhubungan dengan unmet need KB di Indonesia pada tahun 2002 yaitu umur wanita, pada tahun 2007 yaitu jumlah anak masih hidup, pada tahun 2012 yaitu diskusi dengan suami, sedangkan pada tahun 2017 yaitu jumlah anak masih hidup. Penelitian ini menyarankan bahwa dalam melaksanakan program KIE dapat mengandalkan kader-kader, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan KB dan penyebaran informasi mengenai KB dan pentingnya berdiskusi dengan pasangan di media massa yang dibuat secara persuasif
Read More
S-9974
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cyntia Yuliana Anggraeni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Untung Patri Wicaksono Pribadi
S-9959
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Selvi Ramadhenisa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Mohammad Baharuddin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan telekonsultasi dokter di masa pandemik COVID-19 pada penduduk DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data melalui survei. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2021 dengan unit analisis penelitian adalah individu berusia 20-29 tahun yang berkedudukan di wilayah DKI Jakarta. Diperoleh bahwa 74,9% penduduk DKI Jakarta tergolong memanfaatkan layanan telekonsultasi dokter di masa pandemic COVID-19, dengan 63,4% pengguna memanfaatkan lebih dari satu kali. Sebagian besar pengguna menggunakan layanan telekonsultasi dokter yang disediakan oleh platform teknologi kesehatan (Halodoc merupakan platform yang telekonsultasi dokternya paling sering digunakan) dan sisanya klinik, rumah sakit, dan dokter langganan.
Read More
S-10699
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vitara Caprinita Dewil Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dyah Eka Prasadjati
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu dari jenis penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian utama di dunia. Diketahui bahwa dislipidemia berperan penting terhadap terjadinya serangan jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dislipidemia pada pekerja tambang emas PT. X Tahun 2017. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan target penelitian sejumlah 306 responden yang berasal dari semua departemen di PT. X. Ditemukan dislipidemia pada pekerja PT. X dialami oleh 157 pekerja (51,3%) dan sebanyak 149 pekerja tidak mengalami dislipidemia (48,7%). Dari hasil uji statistik ditemukan lima variabel yang signifikan antara lain: variabel usia (p-value=0,000), variabel wilayah tempat kerja (p-value=0,000), variabel Indeks Massa Tubuh (p-value=0,001), variabel kebiasaan konsumsi minuman beralkohol (p-value=0,013) dan variabel aktivitas fisik (p-value=0,013). Kesimpulannya, kejadian dislipidemia dipengaruhi beberapa faktor yang dapat dicegah dengan intervensi terkait pola makan dan olahraga.
Read More
S-10109
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Liana Indraini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktaminanti, Ni Luh Putu Agustin Ayuningsih
Abstrak:
Hingga kini kanker serviks mejadi salah satu masalah kesehatan yang tertinggi pada wanita di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Meskipun deteksi dini dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) adalah metode pencegahan yang efektif, namun penggunaannya masih rendah di antara wanita. Penelitian ini mengidentifikasi faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain crosssectional. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada 110 wanita usia subur yang telah menikah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 26,4% wanita usia subur pernah melakukan pemeriksaan IVA dan terdapat hubungan pengetahuan, sikap, hambatan, kepemilikan JKN, dukungan petugas kesehatan dan dukungan sosial dengan perilaku wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA (p-value < 0,05). Diperlukan informasi yang lebih spesifik dalam memberi edukasi tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks, serta mengembangkan metode edukasi dengan memanfaatkan tekonologi komunikasi dan informasi untuk penyebaran informasi dan merencanakan pemeriksaan IVA.
Read More
S-10171
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arum Pratiwi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Efi Martha, Hendrayati Ipango
Abstrak:
Perilaku pemenuhan gizi pada balita dengan pemberian makan yang optimal dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor predisposisi (usia ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan, dan sikap), faktor penguat (peran kader posyandu dan dukungan keluarga), dan faktor pemungkin (ketersediaan pangan) dengan perilaku pemenuhan gizi balita di Desa Tenjo Kabupaten Bogor.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dimana data yang diambil menggunakan kuisioner pada 90 ibu balita.
Hasil dari penelian menunjukkan bahwa 57,8% ibu balita masih memiliki perilaku yang kurang dalam pemenuhan gizi balita. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemenuhan gizi balita adalah sikap (nilai P=0,04) dan peran kader posyandu (nilai P=0,004).
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor predisposisi (usia ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan, dan sikap), faktor penguat (peran kader posyandu dan dukungan keluarga), dan faktor pemungkin (ketersediaan pangan) dengan perilaku pemenuhan gizi balita di Desa Tenjo Kabupaten Bogor.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dimana data yang diambil menggunakan kuisioner pada 90 ibu balita.
Hasil dari penelian menunjukkan bahwa 57,8% ibu balita masih memiliki perilaku yang kurang dalam pemenuhan gizi balita. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemenuhan gizi balita adalah sikap (nilai P=0,04) dan peran kader posyandu (nilai P=0,004).
S-10074
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
