Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42338 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Afrina Ferawati Sitohang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Lindawati. Sri Puji Wahyuni
Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Salah satu intervensi kunci dan cara yang paling efektif untuk menurunkan PTM adalah pengendalian faktor risiko PTM, diantaranya pemanfaatan Posbindu PTM sebagai wadah deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di wilayah kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan sequential explanatory design (urutan pembuktian) diawali dengan penelitian kuantitatif terhadap 246 orang responden sesuai dengan kriteria inklusi dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, focus group discussion dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Data dianalisis secara univariat, bivariat, multivariat dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan Posbindu PTM dalam satu tahun hanya 3.2 kali. Faktor dominan yang berhubungan secara signifikan pada CI 95% secara berturut turut adalah sikap (P value 0.001), umur (P value 0.001), ketersediaan sarana (p value 0.005), dukungan tokoh masyarakat (p value 0.007), pengetahuan (p value 0.008), dukungan keluarga (p value 0.021). Disarankan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas Mogang untuk melaksanakan resosialisasi program Posbindu PTM, meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat, pembenahan terhadap sarana dan prasarana, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektor serta mengembangkan pemberdayaan masyarakat terintegrasi melalui kelompok-kelompok potensial.
Read More
T-5532
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Teni Safira; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Sandra Fikawati, Eti Rohati
S-10048
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Latifah Hasna Umama; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Eti Rohati
Abstrak: Telehealth merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan layanan kesehatan jarak jauh. Telehealth dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk salah satunya untuk memberikan pendampingan gizi (teledietetics). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendampingan gizi yang dilakukan dengan memanfaatkan adanya telehealth. Desain studi penelitian ini yaitu kuasi eksperimental satu kelompok dengan membandingkan perubahan pengetahuan dan asupan zat gizi makro sebelum dan setelah diberikan intervensi. Sebanyak 25 orang karyawan Wilayah Telkom Bekasi direkrut dan diintervensi selama 2 minggu. Subyek diberikan 1 buah video, 2 buah poster digital, dan 1 sesi konseling setiap minggunya. Setelah intervensi, subyek mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan p value sebesar 0,001. Terdapat kecenderungan penurunan asupan energi sebesar 68 kkal (p value = 0,188); lemak 4,5 gram (p value = 0,358); dan karbohidrat 8 gram (p value = 0,479); serta peningkatan asupan protein sebesar 3,9 gram (p value = 0,075). Namun, data belum dapat membuktikan perubahan asupan zat gizi makro yang signifikan.
Read More
S-10127
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan
Abstrak: ABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status
Read More
T-5815
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohanta Siregar; Pembimbing: Adi Sasongko; Engkus Kusdinar Achmad
T-1971
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joina Stella Ruhulessin; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Prastuti Soewondo, Purnawan Junadi, Anton Lailossa, Yuni Zahraini
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis deteminan stunting pada balita 0-59 dari konsep intervensi gizi spesifik dan sensitive serta mengetahui besar kontribusi intervensi gizi spesifik dan sensitive dalam upaya penurunan stunting di Maluku. Jenis penelitian adalah kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional atau potong lintang, menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Hasil penelitian menemukan bahwa determinan stunting pada balita dari konsep intervensi spesifik dan sensitive di Provinsi Maluku, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kepemilikan jaminan Kesehatan, Program Keluarga Harapan (PKH), sumber air minum , fasilitas sanitasi dan PMT Balita. Sedangkan kontribusi yang diberikan intervensi spesifik dan sensitif adalah kecil terhadap penurunan stunting di Maluku, yang disebabkan tidak semua jenis intervensi diteliti dalam penelitian ini dan mengindikasikan bahwa setiap upaya intervensi tidak berdiri sendiri harus konvergen dan terintegrasi, harus mencakup semua kelompok sasaran serta mengedepankan kualitas implementasi intervensi di lapangan, sehingga meskipun pengaruhnya kecil namun tetap valid untuk terus ditingkatkan pelaksanaannya bagi penurunan stunting di Maluku.

This study was conducted to analyze the determinants of stunting in toddlers 0-59 from the concept of specific and sensitive nutrition interventions and to determine the contribution of specific and sensitive interventions in efforts to reduce stunting in Maluku. The type of research is quantitative non-experimental with a cross-sectional design, using secondary data from the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). The results found that the determinants of stunting in toddlers from the concept of specific and sensitive interventions in Maluku Province, namely Early Childhood Education (PAUD), ownership of health insurance, the Family Hope Program (PKH), drinking water sources, sanitation facilities and toddler PMT. While the contribution made by specific and sensitive interventions is small to the reduction of stunting in Maluku, which is due to not all types of interventions studied in this study and indicates that each intervention effort does not stand alone, must be convergent and integrated, must cover all target groups and prioritize the quality of intervention implementation in the field, so that even though the effect is small, it is still valid to continue to improve its implementation for reducing stunting in Maluku
Read More
T-7065
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wendy Eszwara; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Novalino, Rahmi Syaflida Dalimunthe
Abstrak:
Kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang merata di Indonesia, memengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Kesehatan gigi yang buruk tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Tingginya prevalensi masalah gigi seperti karies, kehilangan gigi, dan penyakit gusi menunjukkan perlunya strategi promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dengan menilai efektivitas pendekatan ini, penelitian ini bertujuan memberikan wawasan dalam meningkatkan praktik kebersihan gigi dan kesehatan umum pasien.

Oral health is a pervasive public health issue in Indonesia, affecting individuals across all demographics. Poor oral health not only diminishes quality of life but also exacerbates risks for systemic diseases such as cardiovascular conditions and diabetes. The prevalence of dental problems like cavities, tooth loss, and gum disease underscores the urgent need for effective health promotion strategies. This study focuses on evaluating the impact of various educational methods on enhancing patients' knowledge of dental and oral health at the Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia Dental Hospital. By assessing the effectiveness of these approaches, the research aims to contribute insights into improving oral hygiene practices and overall health outcomes among patients.
Read More
T-7114
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Lufti Siregar; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Dina Agoes Soelistijani
Abstrak:

ABSTRAK Peran kader kesehatan sebagai ujung tombak di bidang kesehatan sudah mulai menurun ditandai dengan pemanfaatan posyandu hanya sebesar 13% dan 14% kategori posyandu Purnama dan Mandiri . Sehingga dilakukan penelitian untuk analisis hubungan peran kader pada UKBM di posyandu berdasarkan 2 (dua) kriteria yakni kriteria kontekstual kelurahan dan kriteria Malcolm Baldrige, untuk mendapatkan dari sisi mana dari keduanya yang dapat mempercepat peningkatan peran kader kesehatan. Penelitian dengan 159 kader dari 32 posyandu. Uji yang digunakan dengan Chi Square untuk melihat hubungan yang ada pada 7 (tujuh) kriteria kontekstual kelurahan dan 7 (tujuh) kriteria Malcolm Baldrige. Kemudian Analisis Regresi Linier Ganda digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan beberapa variabel terkait sesuai dengan tujuan dan kerangka konsep. Hasilnya, dari beberapa uji hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat kematangan masyarakat, tingkat kematangan dengan tingkat kendali masyarakat, tingkat kendali masyarakat dengan kader sebagai agent of changes, kader sebagai agent of changes dengan motif keberdayaan, motif keberdayaan dengan kepemilikan masyarakat dalam upaya pembangunan, kesemuanya memiliki hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Sedangkan variabel keterlibatan berbagai stakeholders memiliki hubungan yang signifikan atas tingkat partisipasi, peran kader sebagai agent of changes, kepemilikan masyarakat dalam upaya pembangunan, dan tingkat kematangan keberdayaan. Pada kriteria Malcolm Baldrige ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan rencana strategis dan desain program sesuai kebutuhan. Ada hubungan yang signifikan antara Kepemimpinan, desain program sesuai kebutuhan, manajemen pelayanan dan kapasitas SDM dengan fokus pada hasil. Peningkatan peran kader pada UKBM dalam program gizi dan KIA diperlukan pembenahan Pokja (kelompok Kerja) yang telah dibentuk untuk lebih mempertegas kembali tugas pokok dan fungsi lintas sektor terkait, sehingga dapat terlaksana dengan baik peran kader kesehatan dalam program gizi dan KIA.


ABSTRACT The role of health as a vanguard cadre of health has begun to decline marked by posyandu utilization of only 13% and 14% posyandu Purnama and Mandiri categories. So the research on the analysis of the role of volunteers in UKBM in posyandu by 2 (two) criteria and the criteria of contextual urban Malcolm Baldrige criteria, to get from which side of the two that can accelerate the increase in the role of health cadres. Study with 159 volunteers from 32 posyandu. Test used by Chi Square to see the relationships that exist in the 7 (seven) villages contextual criteria and 7 (seven) Malcolm Baldrige criteria. Multiple Linear Regression Analysis then used to examine the relationship between the variables associated with some variables in accordance with the objectives and conceptual framework. The result, of some of the test the relationship between the level of community participation with the maturity level, the level of maturity to the level of community control, level control society as an agent of changes cadres, cadres as the motive agent of changes to the empowerment, empowerment motif with local ownership in development, all of which have a significant relationship between the two variables. While the involvement of various stakeholders variables have a significant relationship on the level of participation, the role of volunteers as agents of changes, the ownership of development efforts, and the maturity level of empowerment. In the Malcolm Baldrige criteria no significant relationship between leadership and strategic planning and program design as needed. There is a significant relationship between leadership, program design as needed, service management and capacity building with a focus on results. Enhancing the role of volunteers in UKBM nutrition and MCH programs needed revamping Working Group (working group) which has been formed to further reaffirm the basic tasks and functions across relevant sectors, so that they can perform well in the role of health cadres nutrition and MCH programs.

Read More
T-3693
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyarsih Oktaviana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji ANhari Achadi, Purnawan Junadi, Anwar Fachry, M. Nasri Muadz
T-4546
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junaidi; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Ratna Djuwita
T-1577
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive