Ditemukan 36177 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak:
Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibnu Malik Albantani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Kebutuhan manusia terhadap makanan merupakan salah satu isu pokok yang digagas oleh pbb dalam indikator ketercapaian sutainable development goals (SDGS). Makanan menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan dapat juga menjadi sumber pembawa masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengujian laboratorium.
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
Read More
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
S-9871
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Ainun Rahma; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Beben Saiful Bahri
Abstrak:
Makanan jajanan merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Akan tetapi, makanan jajanan sangat rentan terjadi kontaminasi salah satunya bakteri. Makanan yang terkontaminasi bakteri khususnya Escherichia coli dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan di kawasan street food Koja, Jakarta Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel yang digunakan sebesar 35 penjamah makanan yang berjualan di sekitar Jalan Semangka dan Jalan Labu, Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2022. Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count), menunjukkan sebanyak 10 makanan jajanan positif terkontaminasi Escherichia coli. Berdasarkan hasil uji Chisquare didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi peralatan (p=0,027) dan penyajian makanan (p=0,008) dengan kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan di Kawasan Street food Koja, Jakarta Utara. Oleh karena itu, penjamah makanan perlu memperhatikan sanitasi peralatan dan penyajian makanan dengan cara memperhatikan kebersihan air yang digunakan untuk mencuci peralatan dan kebersihan kain lap yang digunakan untuk berjualan supaya dapat mengurangi kemungkinan kontaminasi.
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
Read More
Snack food is one of the foods that are often consumed by the community. However, street food is very susceptible to contamination, one of which is bacteria. Food contaminated with bacteria, especially Escherichia coli, can cause health problems. This study aims to determine the relationship between food sanitation hygiene and Escherichia coli bacterial contamination in street food in the street food area of Koja, North Jakarta. This research was conducted using a cross sectional study design with a sample of 35 food handlers selling around Jalan Semangka and Jalan Labu, Lagoa, Koja, North Jakarta. Data collection was carried out using questionnaires and laboratory tests carried out in May until June 2022. The results of laboratory tests using the TPC (Total Plate Count) method showed that as many as 10 snacks were positively contaminated with Escherichia coli. Based on the results of the Chisquare test, it was found that there was a significant relationship between equipment sanitation (p = 0.027) and food presentation (p = 0.008) with Escherichia coli contamination in street food in the Street food area of Koja, North Jakarta. Therefore, food handlers need to pay attention to the sanitation of equipment and food presentation by paying attention to the cleanliness of the water used for washing equipment and the cleanliness of the cloth used for selling in order to reduce the possibility of contamination.
S-10968
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurina Vidya Ayuningtyas; Pembimbing: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum, Tutut Indra Wahyuni
Abstrak:
Menjaga kesehatan siswa sekolah dasar merupakan hal yang penting dilakukan karena siswa merupakan aset pada masa mendatang. Salah satu cara yang dapat kita lakukan antara lain, menjaga kualitas jajanan yang dijual di kantin sekolah. Bahaya biologi berupa kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada jajanan perlu mendapat perhatian karena terdapat strain E. coli patogen yang dapat memberikan dampak kesehatan. Salah satu strain E. coli patogen adalah Escherichia coli O157:H7 (E. coli O157:H7) yang dapat menyebabkan diare berdarah hingga gangguan ginjal terutama pada anak-anak. Sumber kontaminasi bakteri tersebut dapat berasal dari praktik higiene sanitasi yang tidak memenuhi syarat dan kontaminasi silang dari lingkungan seperti keberadaan hewan pembawa penyakit serta suhu dan waktu penyimpanan makanan matang yang tidak memenuhi syarat. Berlatarbelakang dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi E. coli O157:H7 pada jajanan anak sekolah dasar di Kota Depok. Selain itu, peneliti juga melihat faktor lingkungan dan karakteristik individu pedagang kantin dalam mempengaruhi kejadian kontaminasi E. coli O157:H7 pada jajanan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada November 2018 sampai dengan Maret 2019 dengan melibatkan 424 responden pedagang dan 424 sampel jajanan. Penelitian ini menggunakan pengolahan data chi square pada uji bivariat dan regresi logistik pada uji multivariat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar pedagang kantin SD (91,3%) belum menerapkan praktik higiene sanitasi. Data mengenai kontaminasi jajanan diketahui sebanyak 51,7% terkontaminasi Coliform, 11,8% terkontaminasi E. coli, dan 9% terkontaminasi E. coli O157:H7. Jenis jajanan yang terkontaminasi bakteri Coliform dan E. coli sebagian besar merupakan jajanan yang menggunakan komposisi es, sedangkan jajanan yang terkontaminasi E. coli O157:H7 sebagian besar merupakan jajanan yang menggunakan komposisi telur dalam penyajian kepada konsumen (siswa). Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa higiene sanitasi yang tidak memenuhi syarat meningkatkan risiko kontaminasi E. coli O157:H7 sebesar 3,89 kali pada jajanan setelah dikontrol dengan faktor lingkungan (kepadatan lalat dan waktu penyimpanan makanan matang). Upaya perbaikan kondisi sanitasi di kantin Sekolah Dasar dan kualitas jajanan sekolah dapat dilakukan dengan menyediakan fasilitas penunjang dan melakukan pengawasan rutin terhadap praktik higiene sanitasi pedagang kantin. Selain itu, koordinasi dan kerja sama lintas sektor antara Sekolah dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak lainnya harus dijalankan untuk mengawasi praktik higiene sanitasi dan pemantauan kualitas jajanan sekolah secara rutin agar kualitas jajanan terjaga dengan baik.
Read More
T-5674
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Clara Andyna Hazairin; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
S-9879
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Helda Dinasari S; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sukanda
S-9058
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Dwi Septiani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Sifa Fauzia
Abstrak:
Jajanan minuman dingin merupakan salah satu jenis jajanan ringan yang didinginkanataupun ditambah dengan es, cukup digandrungi oleh anak-anak. Jenis jajanan ini dapatdijumpai dengan mudah di lingkungan sekitar termasuk instusi Pendidikan. Kota Depoksendiri, memiliki penduduk dengan rerata usia berada pada usia pertumbuhan. Namunsalah satu permasalahan yang dihadapi setiap tahun di Kota Depok adalah gangguankesehatan pencernaan, salah satunya penyakit Diare. Diare umumnya disebabkan olehbakteri Escherichia coli dan umumnya menyerang individu anak usia 5-14 tahun. Anakusia pertumbuhan memiliki imun tubuh yang rentan dan masih sensitif. Penelitian inimenggunakan data sekunder dari hasil tesis saudara Nurina Vidya Ayuningtyas.Menggunakan desain studi cross sectional dengan metode observasi lapangan danwawancara di 141 Sekolah Dasar di Kota Depok pada tahun 2019. Hasil dari penelitianini menunjukkan sebanyak 16,2% dari 99 sampel terkontaminasi E. coli. Adapunvariabel higiene sanitasi makanan yang dibandingkan menunjukkan tidak ada hubunganantara kebersihan peralatan makan dengan kontaminasi E. coli (p=0,448), tidak adahubungan antara personal higiene penjamah dengan kontaminasi E. coli (p=0,411),tidak ada hubungan antara distribusi dan penyajian makanan dengan kontaminasi E. coli(p=5,569).Kata kunci: bakteri, Escherichia coli, Jajanan Minuman Dingin, Kontaminasi Pangan.
Read More
S-10495
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nathanaet Putranto; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Iyin Listiyowati
Abstrak:
Bakteri Escherichia coli banyak ditemukan mengkontaminasi makanan jajanan anaksekolah dasar yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit diare. Makananjajanan berisiko tinggi terkontaminasi bakteri E.coli karena diolah dan disajikan dalamkeadaan tidak higiene. Kelurahan Sempur di Kota Bogor adalah daerah tertinggi angkakejadian diarenya pada tahun 2016 dan berdasarkan penelitian yang dilakukan Aqmarina(2014), sebanyak 64,3% sampel makanan jajanan di salah satu Kelurahan Kota Bogorterkontaminasi bakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antarahubungan E.coli pada makanan jajanan dengan diare akut pada anak SD di KelurahanSempur Kota Bogor Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionaldengan metode kuesioner, observasi, serta pengambilan sampel makanan jajanankemudian dilakukan dengan analisis bivariat. Proses pengumpulan data dilakukan padabulan Mei 2019 dengan 132 responden dan 30 sampel makanan jajanan. Berdasarkananalisis statistik, hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikanantara keberadaan bakteri E.coli dalam makanan jajanan dengan kejadian diare akut padaanak SD (p= 0,016 ; OR=2,522). Jenis makanan jajanan juga berhubungan signifikandengan kejadian diare akut (p=0,048 ; OR=2,124). Kebiasaan cuci tangan jugaberhubungan signifikan dengan kejadian diare akut (p=0,031 ; OR=2,304). Sedangkanfrekuensi jajan dan sarana tempat sampah tidak terdapat hubungan yang signifikandengan kejadian diare akut.
Kata kunci : Anak Sekolah Dasar, Diare, Escherichia coli, Makanan jajanan.
Read More
Kata kunci : Anak Sekolah Dasar, Diare, Escherichia coli, Makanan jajanan.
S-10197
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah Syafriyani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Makanan jajanan merupakan sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak di sekolah. Akan tetapi, makanan jajanan khususnya yang dijual di Sekolah Dasar tidak selalu aman, dan juga rentan terkontaminasi Escherichia coli. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan jajanan anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi dengan kontaminasi E.coli pada makanan jajanan. Subjek penelitian yaitu penjamah makanan jajanan di 15 SD Negeri dan Swasta Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,4% (10 sampel) makanan jajanan positif terkontaminasi E.coli. Berdasarkan pengujian chi square terdapat hubungan yang bermakna antara variabel higiene sanitasi bahan makanan (OR=6,150), higiene sanitasi peralatan (OR=10,571), higiene sanitasi makanan jajanan (OR= 19,688) dan kondisi sarana penjaja (OR=19,688) terhadap terjadinya kontaminasi E.coli pada makanan jajanan anak SD di Kec. Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi. Dari hasil uji regresi logistik, didapatkan bahwa variabel paling dominan terhadap kontaminasi E.coli adalah kondisi sarana penjaja bersama dengan higiene sanitasi peralatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi E.coli melalui penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan higiene sanitasi makanan kepada penjamah makanan, penyediaan fasilitas sanitasi, dan program pemantauan kualitas makanan melalui inspeksi higiene sanitasi dan pengujian mikrobiologi makanan.
Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, sekolah dasar
Read More
Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, sekolah dasar
S-10005
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Septiria Irawati; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis. Sukanda
S-6929
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
