Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34960 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mei Sondang; Pembimbing: Ella N, Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Helda, Sylviana Andinisari, Supeni, Wahyu Pito
Abstrak: Salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi kanker serviks adalah dengan pemeriksaaan IVA, namun cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas Bondongan masih rendah dan belum mencapai target nasional, tahun 2016 (9,9%), tahun 2017 (0,8%). Tujuan penelitian adalah untuk menelaah secara mendalam tentang perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Bondongan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain Rapid Assesment Procedure. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion, Wawancara Mendalam serta observasi telaah dokumen, dilaksanakan bulan Maret-Mei 2019 di Puskesmas Bondongan dan Dinkes Kota Bogor. Hasil penelitan menunjukkan pengetahuan informan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA masih kurang. Akses dari rumah menuju ke pelayanan kesehatan masih terjangkau. Sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan pemeriksaan IVA dinilai sudah bagus. Kanker serviks merupakan ancaman bagi kesehatan informan dan dengan melakukan pemeriksaan IVA diketahui ada atau tidak penyakit kanker serviks. Hambatan yang ditemukan dalam melakukan pemeriksaan IVA: 1) rasa takut dan malu pada saat pemeriksaan, dan takut akan hasil pemeriksaan, 2) tidak sempat periksa karena pekerjaan 3) tidak tahu informasi tentang pemeriksaan IVA (jadwal dan biaya) 4) tidak ada keluhan dan pengetahuan WUS yang masih kurang, 5) hambatan dari segi fasilitas: ruangan pemeriksaan IVA di Puskesmas Bondongan yang sempit 6) hambatan dari petugas: banyaknya program yang dipegang setiap petugas kesehatan dan motivasi kerja yang berbeda. Ada dukungan suami, petugas kesehatan, teman, tetangga dalam melakukan pemeriksaan IVA. Penyebarluasan informasi oleh Puskesmas Bondongan kepada WUS masih belum optimal dan belum merata. Sudah ada kebijakan yang mengatur penatalaksanaan program pemeriksaan IVA baik tingkat nasional (Kepmenkes dan PMK) maupun di tingkat daerah/Kota Bogor (Perwal) termasuk SOP
Read More
T-5584
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septi Ayu; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Helda, Ahmad Syafiq, Eti Rohati, Titeu Herawati
Abstrak:
Pada tahun 2023 cakupan pemeriksaan IVA pada Wanita usia subur di Kelurahan Cilodong masih rendah hanya mencapai 2,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cakupan pemeriksaan IVA dan faktor apa saja yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA di Kelurahan Cilodong, Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pada sampel sebanyak 130 WUS di Kelurahan Cilodong, Kota Depok, yang dipilih secara random dari 8 RW yang ada. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan hanya 6,2% WUS yang melakukan pemeriksaan IVA. Penelitian ini membuktikan pendidikan dan tingkat pengetahuan berhubungan dengan pemeriksaan IVA. Faktor yang paling dominan adalah tingkat pengetahuan (POR=38,96, 95% CI= 4,23 – 358,66), WUS dengan tingkat pengetahuan tinggi berpeluang hampir 39 kali untuk melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan dengan WUS tingkat pengetahuan rendah, setelah dikontrol oleh pendidikannya. Atas dasar tersebut maka instansi terkait perlu melakukan peningkatan pengetahuan dengan mengembangkan program edukasi kesehatan mengenai kanker leher rahim dan  pemeriksaan IVA, baik untuk WUS maupun suami/keluarganya, sehingga cakupan pemeriksaan IVA meningkat

In 2023, the coverage of visual inspection of acetic acid (VIA) examinations in women of childbearing age in Cilodong Village is still low, only reaching 2.2%. This study aims to analyze the coverage of VIA examinations and factors related to VIA examinations in Cilodong Village, Depok. This study used a cross-sectional design. Data were collected through interviews using questionnaires on a sample of 130 women of childbearing age in Cilodong Village, Depok City, who were randomly selected from 8 existing neighborhood associations. Data were analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results showed that only 6.2% of women of childbearing age underwent VIA examinations. This study proves that education and level of knowledge are related to VIA examinations. The most dominant factor is the level of knowledge (POR = 38.96, 95% CI = 4.23 - 358.66); women of childbearing age with a high level of knowledge are almost 39 times more likely to undergo VIA examinations compared to women of childbearing age with low levels of knowledge, after being controlled by their education. Based on these reasons, related agencies need to increase knowledge by developing health education programs regarding cervical cancer and IVA examinations, both for WUS and their husbands/families, so that the coverage of IVA examinations increases.
Read More
T-7184
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melisa Yenti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella N. Hadi, Evi Martha, Aries Hamzah, Fiena Fithriah
Abstrak: Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan pervalensi tertinggi kedua padaperempuan di Indonesia. Deteksi dini kanker serviks metode IVA merupakan programpreventif prioritas pemerintah Indonesia dalam pengendalian kanker serviks, namuncakupan pemeriksaannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuideterminan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada WUS usia 30-50 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melaluiwawancara menggunakan kuesioner kepada 180 WUS dan dianalisis menggunakan ujichi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 22,8% WUSmelakukan deteksi dini metode IVA. Penelitian ini membuktikan pengetahuan,keterpaparan informasi dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan perilakudeteksi dini kanker serviks metode IVA, sementara pendidikan, akses kepelayanankesehatan dan dukungan suami sebagai konfonding pada hubungan tersebut.Keterpaparan informasi merupakan faktor dominan, WUS yang terpapar informasimengenai kanker serviks berpeluang 13,8 kali lebih tinggi untuk melakukan deteksi dinikanker serviks metode IVA dibandingkan WUS yang tidak terpapar informasi setelahdikontrol pendidikan, akses kepelayanan skrining dan dukungan suami (p=0,013,OR:13, 869, 95% CI:1,723-111,650). Sedangkan pekerjaa dan asuransi kesehatan tidakberhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks metode IVA. Instansi terkaitperlu melakukan upaya intervensi komunikasi informasi dan edukasi berupa penyuluhandan penyebaran media promosi terkait kanker serviks dan tes IVA untuk meningkatkanjumlah WUS yang terpapar informasi
Kata kunci : kanker serviks, keterpaparan informasi, metode IVA
Cervical cancer is cancer with the highest prevalence in Indonesia women. Earlydetection of cervical cancer VIAmethod is the government's priority preventive programin controlling cervical cancer, but the coverage of the examination is still low. Thisstudy aimed to determine the determinants of the behavior of early detection of cervicalcancer with VIA method in women of childbearing age of 30 - 50 years. This study usedcross-sectional design, data was collected through interviews using questionnaires to180 samples and analyzed using chi-square test and multiple logistic regressiontest. The results showed 22.8% of childbearing age women perform early detection ofcervical cancer VIA method. These finding revealed that knowledge, informationexposure and support of health care related to early detection of cervicalcancer VIA method, while education, access to health care and husband support asconfounding. Information exposure is a dominant factor, childbearing age womenexposed to information about cervical cancer had 13.8 times chance to early detectionof cervical cancer VIA method than unexposed information after being controlled byeducation, screening service access and husbands support (p = 0,013, OR: 13, 869,95% CI: 1,723-111,650). Meanwhile, work and health insurance are not related to thebehavior of early detection of cervical cancer VIA method. Relevant institutions need tomake efforts communication, information and education in the form socialization anddissemination of promotion media related to cervical cancer and VIA test to increasethe number of childbearing age women exposed information.
Keywords: cervical cancer, information exposure, VIA method.
Read More
T-5335
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liana Indraini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktaminanti, Ni Luh Putu Agustin Ayuningsih
Abstrak: Hingga kini kanker serviks mejadi salah satu masalah kesehatan yang tertinggi pada wanita di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Meskipun deteksi dini dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) adalah metode pencegahan yang efektif, namun penggunaannya masih rendah di antara wanita. Penelitian ini mengidentifikasi faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain crosssectional. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada 110 wanita usia subur yang telah menikah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 26,4% wanita usia subur pernah melakukan pemeriksaan IVA dan terdapat hubungan pengetahuan, sikap, hambatan, kepemilikan JKN, dukungan petugas kesehatan dan dukungan sosial dengan perilaku wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA (p-value < 0,05). Diperlukan informasi yang lebih spesifik dalam memberi edukasi tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks, serta mengembangkan metode edukasi dengan memanfaatkan tekonologi komunikasi dan informasi untuk penyebaran informasi dan merencanakan pemeriksaan IVA.
Read More
S-10171
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailatul Badriyah; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Endang Sri Wahyuningsih
Abstrak: Kanker leher rahim di Indonesia tahun 2018 diestimasikan sebesar 32.469 kasus dengan mortalitas sebesar 18.279. IVA adalah salah satu metode deteksi dini untuk mengetahui adanya lesi prakanker leher rahim. Kasus lesi prakanker leher rahim di Provinsi DKI Jakarta meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko lesi prakanker leher rahim dengan metode IVA pada wanita usia subur di Puskesamas Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tahun 2015-2017. Desain penelitian studi cross sectional deskriptif menggunakan data sekunder catatan medis deteksi dini kanker leher rahim dengan total sampel 447 pasien. Prevalensi lesi prakanker leher rahim tahun 2015-2017 sebesar 12,75%. Prevalensi tertinggi pada Kelurahan Senen dan terendah pada kelurahan Kenari. Proporsi lesi prakanker leher rahim lebih tinggi pada usia > 30 tahun (19%) (p<0,05), pada wanita dengan tingkat pendidikan rendah (15,6%) (p =0,31), pada wanita yang berhubungan seksual pertama kali usia < 20 tahun (15,6%) (p=0,31), pada wanita dengan jumlah pasangan seksual >1 (21,4%) (p=0,126), pada wanita yang memiliki paritas > 2 (14,3%) (p=0,561), pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal > 5 tahun (19,6%) (p=0,923) dan pada wanita perokok (14,3%) (p=0,741). Maka, perlu peningkatan intervesi kepada masyarakat mengenai faktor risiko kanker leher rahim sebagai salah satu upaya pencegahan lesi prakanker leher rahim.
Read More
S-9944
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Rohmawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Helda, Fatum Basalama
S-6521
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karimah Azzahra; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral, Dumilah Ayuningtyas, Eti Rohati, Rizky Andriani Alimy
Abstrak:
Pemeriksaan IVA merupakan upaya deteksi dini kanker serviks di layanan primer.Capaian IVA pada wanita usia 30–50 tahun masih belum optimal, sehingga perludikaji faktor pelayanan yang berhubungan dengan capaian pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor struktur dan proses pelayanan IVA di puskesmas dengan capaian pemeriksaan IVA di Kota Depok tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Unit analisis adalah 38 puskesmas. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pelayanan berhubungan signifikan dengan capaian IVA (rho = 0,412; p-value = 0,010) dengan arah positif dan kekuatan sedang. Sumber daya manusia (rho = -0,003; p = 0,985), Dukungan operasional (rho = 0,018; p = 0,912), Dukungan kelembagaan (rho = -0,019; p = 0,909), Sosialisasi (rho = 0,145; p = 0,384), serta pencatatan dan pelaporan (rho = 0,142; p = 0,395) tidak berhubungan signifikan. Alur pelayanan merupakan determinan proses yang berhubungan dengan capaian IVA. Perbaikan alur layanan, akses, penjadwalan, edukasi, konseling, tindak lanjut, serta konsistensi pencatatan dan pelaporan perlu diperkuat untuk meningkatkan capaian IVA di puskesmas.

The IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) examination is an early detection method for cervical cancer within primary healthcare services. IVA coverage among women aged 30–50 remains suboptimal; therefore, it is necessary to examine service-related factors associated with screening uptake. This study aimed to determine the relationship between structural and process factors of IVA services at Community Health Centers (Puskesmas) and IVA screening coverage in Depok City in 2025. A quantitative analytical design with a cross-sectional approach was employed. The unit of analysis consisted of 38 Community Health Centers. Bivariate analysis utilized the Spearman correlation test, as the data were not normally distributed. The results indicated that the service workflow was significantly associated with IVA coverage (rho = 0.412; p-value = 0.010), showing a positive correlation of moderate strength. Human resources (rho = -0.003; p = 0.985), operational support (rho = 0.018; p = 0.912), institutional support (rho = -0.019; p = 0.909), socialization (rho = 0.145; p = 0.384), and recording and reporting (rho = 0.142; p = 0.395) showed no significant association. Service workflow emerged as a process determinant linked to IVA coverage. Improvements in service workflow, access, scheduling, education, counseling, follow-up, and the consistency of recording and reporting need to be strengthened to enhance IVA coverage at Community Health Centers.
Read More
T-7654
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi Agustian; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun
S-7372
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kurniartati; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Musliha
Abstrak:
Di Indonesia, kanker yang paling sering dialami oleh wanita yaitu kanker payudara dan kanker serviks. Terdapat sekitar 570.000 kasus baru dan 311.000 kasus kematian di seluruh dunia pada tahun 2018. Kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi dini. Lesi prakanker pada serviks dapat ditemukan lebih awal dengan menggunakan metode yang disebut inspeksi dengan asam asetat. Terdapat aspek yang mempengaruhi seberapa banyak wanita yang mengikuti ujian IVA, diantaranya adalah pengetahuan dan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan disain cross-sectional, menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 158 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat hubungan antara usia dengan pemeriksaan IVA (p value: 0,433). ; 95% CI: 0,667-2,567; OR = 1,309), selain itu Pendidikan (p value: 0,167; 95% CI: 0,711-6,551; OR = 2,158), pekerjaan (p value: 0,283; 95% CI: 0,748-2,696; OR = 1,42), jumlah perkawinan (p value: 0,362; 95% CI: 0,319-1,520; OR = 0,696), riwayat keguguran (p value: 0,538; 95% CI: 0,355-1,719; OR = 0,781), jumlah melahirkan dan keguguran (p value: 0,463; 95% CI: 0,392-1,533; OR = 0,775) tidak berkolerasi dengan pemeriksaan IVA. Terdapat beberapa karakteristik yang berhubungan dengan pemeriksaan kanker serviks yaitu persalinan (p value: 0,001; 95% CI: 1,797-7,360; OR = 3,636), paparan informasi tentang kanker serviks (p value: 0,001; 95% CI: 2,028-8,747; OR = 4,211), paparan informasi tentang pencegahan kanker serviks (p value: 0,001; 95% CI: 2,466-10,138; OR = 5,000), paparan informasi tentang deteksi dini kanker serviks (p value: 0,001; 95% CI: 3,166-13,355; OR=6,502), sikap terhadap pemeriksaan IVA(p value: 0,001; 95% CI: 2,155-8,406; OR=4,256), pengetahuan tentang kanker serviks (p value: 0,034; 95% CI: 1,052-3,840; OR= 2,010). Variable yang berhubungan signifikan dengan pemeriksaan IVA ialah riwayat melahirkan (p value: 0,004; 95% CI: 1,472-7.250; OR = 3,267), informasi deteksi dini kanker serviks (p value: 0,001; 95% CI: 2,310-11,013; OR = 5,044) dan sikap terhadap pemeriksaan IVA (p value: 0,015; 95% CI: 1,207-5,562; OR = 2,591). Nilai p model 0,000 dan Nagelkerke square 0,336. Penting untuk membuat program promosi kesehatan yang terkait dengan pemberian informasi melalui kegiatan sosialisasi dan KIE.

In Indonesia, the most common cancers experienced by women are breast cancer and cervical cancer. There were around 570.000 new cases and 311.000 deaths worldwide in 2018. Cervical cancer can be cured if detected early. Precancerous lesions of the cervix can be found using inspection with acetic acid method. There are aspects that affect how women participate in IVA exam, including knowledge and attitude. This study used quantitative approach using a cross-sectional design, using primary data, with a total of 158 samples according to inclusion and exclusion criteria. Based on the result of the analysis, there is no relationship between age and examination IVA (p value: 0,433). ; 95% CI: 0,667-2,567; OR = 1,309), education (p value: 0,167; 95% CI: 0,711-6,551; OR = 2,158), occupation (p value: 0,283; 95% CI: 0,748-2,696; OR = 1,42), marriages (p value: 0,362; 95% CI: 0,319-1,520; OR = 0,696), miscariages (p value: 0,538; 95% CI: 0,355-1,719; OR = 0,781), number of deliveries and miscariages (p value: 0,463; 95% CI: 0,392-1,533; OR = 0,775) did not correlate with IVA examination. There are several characteristics associated with cervical cancer screening, birth (p value: 0,001; 95% CI: 1,797-7,360; OR = 3,636), information about cervical cancer (p value: 0,001; 95% CI: 2,028-8,747; OR = 4,211), information about cervical cancer prevention (p value: 0,001; 95% CI: 2,466-10,138; OR = 5,000), information about early detection of cervical cancer (p value: 0,001; 95% CI: 3,166-13,355; OR=6,502), attitude about early detection of cervical cancer (p value: 0,001; 95% CI: 2,155-8,406; OR=4,256), knowledge about cervical cancer (p value: 0,034; 95% CI: 1,052-3,840; OR= 2,010). The variables that significantly related to visual inspection with acetic acid are childbirth (p value: 0,004; 95% CI: 1,472-7.250; OR = 3,267), information about early detection of cervical cancer (p value: 0,001; 95% CI: 2,310-11,013; OR = 5,044) and attitude about early detection of cervical cancer (p value: 0,015; 95% CI: 1,207-5,562; OR = 2,591). P value model 0,000 and Nagelkerke square 0,336. It is important to increase health promotion program related to the provision of information throught outreach and information, education and consultation activities
Read More
S-11398
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pahmi Leni; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Helda, Eril Supriadi, Isni Shofiyani Marwia
Abstrak: Skrining kanker servik dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA) merupakan cara yang efektif mencegah kanker servik karena membutuhkan biaya murah dan mudah dilakukan. Namun tidak semua wanita mau melakukan tindakan pencegahan ini terutama di Puskesmas Wilayah Kecamatan Jati Sampurna dimana tercatat dalam tahun 2017 dan 2018 rata-rata pemeriksaan IVA baru sebesar 0,16% wanita usia 30-50 tahun yang skrining IVA. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan perilaku skrining IVA pada wanita usia 30-50 tahun yang berada di puskesmas wilayah Kecamatan Jati Sampurna, penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Sebanyak 422 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner yang dibagikan langsung pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,6% responden tidak melakukan skrining IVA. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, dan keterpaparan informasi merupakan determinan dari perilaku skrining IVA pada wanita usia 30-50 tahun di puskesmas wilayah Kecamatan Jati Sampurna. Upaya peningkatan pengetahuan dengan memaksimalkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk periksa IVA. Disamping itu perlu adanya pengembangan media informasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi dalam penyampaian informasi. Perhatian khusus juga diperlukan kepada keterlibatan semua pihak dalam memberikan informasi dan ajakan kepada wanita untuk periksa karena keinginan wanita untuk periksa IVA bisa muncul buka karena adanya pengetahuan dan informasi saja tapi dukungan suami dan keyakinan akan kerentanan dirinya terhadap penyakit kanker servik.
Read More
T-5691
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive