Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40250 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wike Pratiastuti; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Evi Martha, Yudhia Fratidina, Rivani Noor
Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil masih terbatas untuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi dan penimbangan di Posyandu. Frekuensi pemeriksaan ANC lebih dari 4 kali selama masa kehamilan namun minat baca dan kepatuhan membawa serta merawat buku KIA masih rendah. Hal ini dikarenakan oleh faktor predisposing pengetahuan ibu yang kurang tentang fungsi buku KIA sebagai komunikasi, informasi dan edukasi dalam kesehatan ibu dan anak, faktor reinforcing kurangnya dukungan suami, kurangnya dukungan bidan dalam memberikan konseling tentang fungsi buku KIA karena beban kerja berat, motivasi kurang serta tidak adanya pelatihan dalam 1 tahun terakhir, selain itu dukungan kader dalam penyuluhan juga kurang dan faktor enabling yaitu karena waktu pelayanan di puskesmas yang terbatas hanya sampai siang hari. Oleh karena itu perlu ditinjau kembali pemanfaatan buku KIA sesuai dengan fungsinya dengan menyediakan media KIE sehingga dapat dipahami oleh ibu hamil/balita serta keluarga, selain itu perlu peninjauan kembali beban kerja bidan dan kompetensinya sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat, dan lebih meningkatkan kembali peran kader dalam penyuluhan kepada ibu hamil/balita di masyarakat
Read More
T-5677
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Rohmatul Aolya; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Imron Fanani
Abstrak:
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media penting dalam edukasi dan pencatatan guna menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Namun, di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abadi Jaya, pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan Buku KIA oleh ibu hamil berdasarkan model PRECEDE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Informan terdiri dari ibu hamil berisiko, bidan, kader, serta penanggung jawab program di puskesmas dan dinas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan analisis dilakukan secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa Buku KIA lebih sering dibawa untuk keperluan pelayanan kesehatan dibandingkan digunakan sebagai sumber informasi. Pengetahuan ibu terhadap isi buku terbatas, hanya fokus pada informasi yang dianggap relevan. Meskipun sikap ibu terhadap buku umumnya positif dan aksesibilitas buku cukup baik, kualitas fisik buku dinilai kurang tahan lama. Pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader masih belum konsisten, serta dukungan keluarga terutama suami masih terbatas. Implementasi kebijakan pemanfaatan buku juga belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi bagi ibu, penguatan peran kader dan tenaga kesehatan, pelibatan aktif keluarga, serta optimalisasi kebijakan agar Buku KIA dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media edukasi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

The Mother and Child Health Book (KIA) is an important medium for education and record-keeping to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). However, in the working area of the Abadi Jaya Community Health Center (UPTD Puskesmas), its utilization has not been optimal. This study aims to describe the utilization of the KIA Book by pregnant women based on the PRECEDE model. The study employs a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure (RAP) design. Informants include high-risk pregnant women, midwives, community health workers, and program coordinators at the health center and health department. Data collection was conducted through in-depth interviews, and analysis was performed thematically. Results indicate that the KIA Book is more frequently brought for healthcare services than used as an information source. Mothers' knowledge of the book's contents is limited, focusing only on information deemed relevant. Although mothers' attitudes toward the book are generally positive and its accessibility is adequate, the physical quality of the book is considered less durable. Support from health workers and community health workers remains inconsistent, and family support, particularly from husbands, is limited. The implementation of policies regarding the use of the book is also not yet optimal. Therefore, there is a need to enhance education for mothers, strengthen the role of community health workers and healthcare providers, actively involve families, and optimize policies to ensure that the KIA Book can be maximally utilized as an educational tool in improving the health of mothers and children.
Read More
S-11983
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Minar Sitanggang; Pembimbing: Caroline E. Wuryaningsih; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Erna
Abstrak: IUD merupakan salah satu jenis KB yang dipasang didalam uterus melalui kanalis servikalis, yang diselubungi oleh kawat halus terbuat dari tembaga mengandung hormon Levonorgestrel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penggunaan IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Koja Jakarta Utara tahun 2015. Data dikumpulkan melalui kuesioner terpadu dan diolah dengan menggunakan software statistic. Dari hasil uji statistic terdapat dua variabel yang menunjukkan hubungan signifikan dengan penggunaan IUD yaitu variabel pendidikan dengan nilai p=0,000 variabel pengetahuan dengan nilai P=0,036. Perlu edukasi dan promosi dari petugas untuk meningkatkan pengetahuan akseptor.
Kata Kunci: Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR); Intra Uterine device (IUD)
Intra uterine Devices (IUD) is one type of birth control that is placed in the uterus through the cervical canal, which is covered by fine wires made of copper and containing the hormone levonorgestrel. This study aims to determine the factors associated with the use of IUDs in Puskesmas Koja in 2015. Data were collected through questionnaires integrated and processed using statistical software. From the results of the statistical test, there are two variables that showed a significant association with the use of IUD that education variables with p = 0.000 knowledge variables with a P value = 0.036. Keep in education and promotion of officers to increase knowledge acceptor.
Keywords: intrauterine device (IUD); Intrauterine devices (IUDs)
Read More
S-8958
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismarliani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Tiara Amelia, Derit
Abstrak: Kanker serviks menempati urutan keempat di dunia. Menurut WHO, kasus baru kankerserviks tahun 2018 sebanyak 570.000 dengan angka kematian sebanyak 311.000. DiIndonesia, berdasarkan data Globocan tahun 2018, kasus baru kanker serviks sebanyak32.469 menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviksdi Indonesia mencapai 18.279 per tahun. Salah satu faktor yang membuat tingginya angkakejadian kanker serviks dikarenakan terlambatnya penemuan kasus kanker serviks. 70%kasus kanker serviks yang ditemui di rumah sakit berada pada stadium lanjut sehinggaangka kematian kanker serviks menjadi tinggi. Skrining kanker serviks bertujuanmengurangi angka kejadian dan angka kematian kanker serviks. Jika kanker serviksterdeteksi sejak awal tahap pra kanker, maka dapat diberikan tindak lanjut pengobatansehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks. Namun, kenyataannya cakupanskrining kanker serviks masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaranpengetahuan, sikap, dan hambatan terkait dengan perilaku pemanfaatan skrining kankerserviks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Informan penelitian terdiri dari 5 orangyang sudah pernah skrining kanker serviks dan 5 orang yang belum pernah skrining kankerserviks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan yang pernah skrining kankerserviks memiliki pengetahuan yang lebih baik, sebagian besar informan memiliki sikappositif terhadap skrining kanker serviks. Ketakutan merupakan faktor yang menjadihambatan melakukan skrining kanker serviks. Alasan informan tidak melakukan skriningkanker serviks karena takut, tidak ada gejala, dan kurangnya informasi. Hampir semuainforman yang pernah melakukan skrining kanker serviks karena motivasi diri sendiri.Pengetahuan yang baik, sikap yang positif, serta tidak adaya hambatan memungkinkaninforman untuk melakukan skrining kanker serviks.Kata kunci:Kanker serviks, kematian, skrining kanker serviks
Cervical cancer ranks fourth in the world. According to WHO, new cases of cervicalcancer in 2018 were 570,000 with a death rate of 311,000. In Indonesia, based onGlobocan data in 2018, 32,469 new cases of cervical cancer rank second after breastcancer. Cervical cancer mortality rate in Indonesia reaches 18,279 per year. One of thefactors that make the high incidence of cervical cancer is due to the late discovery ofcervical cancer cases. 70% of cervical cancer cases found in hospital are at an advancedstage so that the cervical cancer mortality rate is high. Cervical cancer screening aims toreduce the incidence and mortality rate of cervical cancer. If cervical cancer is detectedearly in the pre-cancer stage, follow-up treatment can be given so that it does not developinto cervical cancer. However, the reality is that cervical cancer screening coverage is stilllow. The purpose of this study was to describe the knowledge, attitudes, and barriersassociated with cervical cancer screening behavior. This study uses a qualitative methodwith a case study approach. Data collection through indepth interviews. The researchinformants consisted of 5 people who had been screened for cervical cancer and 5 peoplewho had never been screened for cervical cancer. The results showed that the informantswho had cervical cancer screening had better knowledge, most of the informants had apositive attitude towards cervical cancer screening. Fear is a factor that hinders cervicalcancer screening. The reason the informants did not do cervical cancer screening wasbecause of fear, no symptoms, and lack of information. Almost all informants who hadcervical cancer screening were self-motivated. Good knowledge, a positive attitude, and noobstacles allowed the informants to do cervical cancer screening.Key words:Cervical cancer, mortality, cervical cancer screening.
Read More
S-10377
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Sandra Fikawati, Zarfiel Tafal, Rinni Yudhi Pratiwi, Devi Maryori
Abstrak:

Tesis ini dilakukan dengan menggunakan disain Crossectional untuk mengetahui penggunaan buku KIA pada ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di UPT Puskesmas Cimanggis – Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temu wicara berhubungan dengan penggunaan buku KIA, dimana ibu hamil yang pernah melakukan temu wicara berpeluang 4 kali untuk menggunakan Buku KIA dibandingkan dengan yang tidak pernah setelah dikontrol oleh dorongan petugas kesehatan. Agar penggunaan Buku KIA dapat ditingkatkan, diharapkan kepada pihak terkait (Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan) dapat mensosialisasikan Jampersal berkaitan dengan manfaat penggunaan buku KIA dan penggiatan kelas ibu terkait dilakukannya kegiatan temu wicara. Daftar Bacaan : 33 (1995 – 2012) Kata kunci : buku KIA, temu wicara


 This thesis was  done by using Crossectional design to find out  the use of MCH handbook to pregnant mother at UPT Cimanggis Health Center and the factors related with it. The results showed that the interview retrieval associated with the use of MCH handbook, where pregnant mother who have gone through interview retrieval  have 4 times possibility to use it compare to others who haven’t. This interview retrieval has been controlled by medical staff’s support. In order to improving the use of MCH handbook, it’s expected to the related parties (Department of Health and health workers) can socialize “Jampersal” to relating the benefits of using MCH handbook and activation of the mother class related to maternal interview retrieval. References  : 33 (1995 - 2012) Key word : MCH Handbook, interview retrieval

Read More
T-3513
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Duwi Prihatin; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Tris Eryando, Nida Rohmawati, Eti Rohati
Abstrak: Persalinan yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, terbukti bisa menekan risiko kematian ibu. Persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lamunti tahun 2017 masih rendah yaitu 16,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan dan alasan pemanfaatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Lamunti Tahun 2017. Metode penelitian menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Analisis bivariat menunjukkan tiga faktor yang berhubungan yaitu kepemilikan jaminan kesehatan, pelayanan antenatal dan komplikasi kebidanan. Analisis multivariate menunjukkan dua faktor yang berhubungan yaitu pelayanan antenatal dan komplikasi kebidanan. Faktor komplikasi kebidanan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemanfaatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kualitatif ditemukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mempunyai kartu BPJS, standar pelayanan antenatal di desa kurang dari 10 T, adanya komplikasi kebidanan menjadi alasan ibu melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Diperlukan komitmen/kebijakan yang mendukung persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan; pelatihan ANC terintegrasi; pemberdayaan masyarakat (pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, kelas ibu hamil, desa siaga dan PIS-PK).
Kata kunci: Determinan, Fasilitas pelayanan kesehatan, Metode gabungan, Persalinan

Childbirth performed in health care facilities has been proven to reduce the risk of maternal death. Childbirth in health care facilities at Lamunti Health Center in 2017 is still low at 16.8%. This study aims to know the determinants and reasons for the use of childbirth in health care facilities by maternity in the working area of Lamunti Health Center 2017. The research method uses quantitative and qualitative combined methods. Bivariate analysis showed three related factors namely health insurance ownership, antenatal care and obstetric complications. Multivariate analysis showed two related factors, namely antenatal care and obstetric complications. Obstetric complications are the most dominant factor associated with the use of childbirth in health care facilities. The qualitative results found that there were still many people who did not yet have a BPJS card, the standard of antenatal care in the village was less than 10 T, the existence of obstetric complications was the reason for the mother giving birth in a health care facility. Commitments / policies are needed to support childbirth in health care facility; integrated ANC training; community empowerment (implementation of childbirth planning programs and prevention of complications; classes of pregnant women; alert villages and PIS-PK).
Keywords: Determinants, Health care facilities, Combined methods, Childbirth
Read More
T-5476
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ening Harni Susilawati; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Evi Martha, Ella N. Hadi, Rahmi Winandari, Salmah
T-3090
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferra Kartika Widodo; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Lesti Harni
S-9083
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusuma Dini; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Ella Nurlelawati, Eti Rohati
T-3900
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive