Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36357 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Danu Warsito; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Tri Krianto, Edduard Idul Riyadi, Galianti
Abstrak:
Gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia, mencapai 24,3%, dengan tingkat ketidakpatuhan pengobatan sebesar 51%. Penelitian ini  dilakukan di RS Soeharto Heerdjan sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama untuk penanganan masalah kesehatan mental di wilayah ini. Dengan tujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan pengobatan dengan lima dimensi WHO. Studi kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner. Sebanyak 100 pasien rawat jalan yang berusia di atas 18 tahun dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada periode Februari hingga April 2025. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden memiliki kepatuhan baik terhadap pengobatan, dengan nilai rata-rata kepatuhan sebesar 80,36, yang dapat disimpulkan sebagai hasil yang baik. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kesadaran dan sikap terkait penyakit (p=0,033) serta persepsi terhadap peran apoteker/petugas penyerah obat (p=0,005; adjusted OR = 4,49; 95% CI: 1,57–12,86) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan pengobatan. Variabel yang paling dominan adalah persepsi peran apoteker, di mana pasien dengan persepsi yang kurang baik berisiko 4,49 kali lebih tinggi untuk memiliki kepatuhan buruk dibandingkan mereka yang memiliki persepsi baik (aOR=4,49; 95% CI 1,57-12,86). R-Square penelitian adalah 0,191, yang berarti variabel kesadaran dan sikap terkait penyakit dan persepsi peran apoteker menjelaskan 19,1% variasi kepatuhan pengobatan. Karena itu, perlu peningkatan program komunikasi kepada apoteker untuk memberikan edukasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada pasien, termasuk kolaborasi dengan dokter dalam menerangkan manfaat dan efek samping obat.


Mental health disorders in DKI Jakarta have the highest prevalence in Indonesia, reaching 24.3%, with a medication non-adherence rate of 51%. This study was conducted at Soeharto Heerdjan Hospital, one of the main referral hospitals for mental health services in the region. The aim of the study was to analyze the determinants of medication adherence based on the five dimensions of the WHO adherence framework. This quantitative study employed a cross-sectional approach. Data were collected through interviews using a structured questionnaire. A total of 100 outpatient participants aged over 18 years were selected using purposive sampling. The study was conducted from February to April 2025. Data analysis was performed using multiple logistic regression. Results showed that 52% of respondents demonstrated good adherence to medication, with a mean adherence score of 80.36, indicating a generally good outcome. Logistic regression analysis revealed that awareness and attitude toward the illness (p=0.033) and perception of the role of pharmacists/dispensing officers (p=0.005; adjusted OR = 4.49; 95% CI: 1.57–12.86) were significantly associated with medication adherence. The most dominant variable was the perception of the pharmacist’s role, where patients with poor perception were 4.49 times more likely to have poor adherence compared to those with good perception (aOR = 4.49; 95% CI: 1.57–12.86). The study’s R-squared value was 0.191, indicating that awareness and attitude toward illness and perception of the pharmacist’s role explained 19.1% of the variance in medication adherence. Therefore, it is essential to enhance communication programs for pharmacists to deliver clear and understandable education to patients, including collaboration with physicians in explaining medication benefits and side effects.
Read More
T-7414
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hartaty Sarma Sangkot; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zulazmi Mamdy, Sri Supartini
s-5231
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Darmawan; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Donald Sibarani
Abstrak: Tuberkulosis paru hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prinsif pengendalian TB Paru adalah menemukan kasus sebanyak-banyaknya dan menyembuhkan semua kasus yang ditemukan. Upaya penemuan kasus baru dilakukan melalui pemeriksaan dahak dari kontak penderita TB Paru BTA positif. Cakupan penemuan kasus TB Paru melalui pemeriksaan dahak di Puskesmas Cileungsi masih rendah 44,24%.
 
Penelitian kuantitatif non eksperimental ini menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen (kepatuhan kontak) dan independen sebagai faktor predisposing, enabling dan reinforcing (bivariat) dengan uji statistik menggunakan Chi-square dilanjutkan uji regresi logitik untuk mengetahui faktor yang paling dominan (multivariat). Jumlah sampel 85 responden yang merupakan kontak penderita TB BTA positif yang berobat ke Puskesmas Cileungsi pada trimester pertama 2013.
 
Hasil penelitian ini diketahui tingkat kepatuhan kontak masih rendah 22,4% dengan determinan kepatuhan yang signifikan antara lain tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap yang termasuk predisposing factor. Jarak, waktu tempuh, dan besar biaya yang harus dikeluarkan yang termasuk enabling factor. Dukungan keluarga, masyarakat dan petugas yang termasuk reinforcing factor. Pengetahuan kontak tentang TB merupakan determinan yang paling dominan. Diharapkan dengan diketahuinya determinan kepatuhan kontak menjadi salah satu pertimbangan puskesmas dalam menciptakan terobosan untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus TB baru.
 

 
Pulmonary tuberculosis is still a public health problem in Indonesia. Principle of Pulmonary TB control is to find as many cases and cure of all cases are found. Efforts made the discovery of new cases through sputum examination of contacts of smear positive pulmonary TB patients. Coverage of TB case detection by sputum examination at the health center is still low Cileungsi 44.24%.
 
This non-experimental quantitative study using cross-sectional approach to determine the relationship between the dependent variable (compliance contact) and independent as a factor predisposing, enabling and reinforcing (bivariate) by using a statistical test Chi-square test was continued logistic regression to determine the most dominant factor (multivariate ). Total sample of 85 respondents who are contacts of smear positive TB patients treated at the health center Cileungsi in the first trimester of 2013.
 
Results of this study are known contact is low compliance rate of 22.4% with a significant determinant of adherence such as the level of education, knowledge and attitudes that include predisposing factor. Distance, travel time, and the large costs which include enabling factor. Support families, communities and officials including reinforcing factors. Knowledge about TB contact is the most dominant determinant. It is expected that with the known determinants of compliance contacts into one of the considerations in creating breakthrough health centers to improve the coverage of the discovery of new TB cases.
Read More
S-8307
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memy Syamniati; Pembimbing: Zulasmy Mamdy; Penguji: Zarfiel Tafal, Toha Muhaimin, Gumay, Safaruddin S., Arel ST. Iskandar
T-3365
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memy Syamniati; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Zarfiel Tafal, Toha Muhaimin, Safaruddin Gumay, Arel ST. S Iskandar
Abstrak:

Kontrasepsi kondom merupakan metode KB yang murah dan mudah namun pencapaiannya hanya 7,60%. Menurut SDKI Pria 2007 akses kondom 68% diperoleh di Apotek. Dalam upaya promosi kondom di Apotek, maka BKKBN dan IAI membuat suatu perjanjian kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perjanjian kerjasama tersebut dijalankan oleh Apoteker untuk meningkatkan akses kondom di Apotek, melakukan KIE, mencatat dan melaporkannya. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan pengambilan data secara cross sectional. Subjek penelitian adalah APA di Kota Depok dengan jumlah populasi 216. Jumlah sampel 97 orang, dengan respon rate 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba dan diisi langsung oleh APA. Analisa menggunakan chi square dan multivariate (Regresi Logistik Ganda Model Prediksi). Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara bahan penyuluhan dan dukungan IAI Provinsi Jawa Barat dengan peran Apoteker dalam promosi kondom di Apotek. Dukungan IAI Provinsi Jawa Barat menunjukkan asosiasi yang paling dominan dengan OR=10,500. Bahan penyuluhan kondom yang minim di Apotek dan peningkatan intensitas pertemuan rutin IAI guna menyebarkan informasi serta mendisiplinkan praktik Apoteker di Apotek menjadi prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti. Kata Kunci : Apoteker, Promosi Kondom (KIE), Pencatatan dan Pelaporan


 

Condom is considered as one of the cheapest and the easiest method in contraception. In fact, there is only 7,60%. According to Indonesian Demography Health Survey Men 2007, access condom in drug store is 68%. To promote condom, Demography Commite National Family Planning and Indonesian Pharmacist Association has made an agreement. The aim of this study is to evaluate how far the agreement has been done by pharmacist. To increase condom access in drug store, to educate, give an information and counseling, record and report. This study use non experimental design with cross sectional data recovery. The subjective of this study is the pharmacist who practices at drug store in Depok. The populations are 216. The samples are 97 pharmacists with 50 respon rate. The data is collected by using questioner that has been tested and filled directly by pharmacist. Chi square and multivariate (Multiple Logistic Regression Prediction). The result show that there is an associated between the material support for promoting condom in drug store and Indonesian Pharmacist Association of West Java. The most dominant factor is Indonesian Pharmacist Association support with OR= 10,500. Minimal material support for promoting condom and increasing the intensity of Indonesian Pharmacist Association for sharing information must be the main priority and pharmacist must be disciplined in pharmaceutical practice. y Key words: Pharmacists, Promote Condom, Recording and Reporting

Read More
T-3377
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Fahruddin; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Zarfiel Tafal, Defrizal
S-6985
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
F.R. Habsari Eko Prapti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih, Elizabeth Kristi Poerwandari
T-1835
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dzul Fahmi Afriyanto; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Dien Anshari, Mahanani, Puspitasari Whardani
Abstrak:
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh yang dapat terjadi pada populasi berisiko seperti Lelaki Berhubungan Seks Dengan Lelaki (LSL). Kasus LSL yang terinfeksi HIV/AIDS menempati posisi pertama terbanyak di Kabupaten Gresik dibandingkan dengan populasi berisiko lainnya. Hal ini diperlukan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada LSL. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi LSL dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan disain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022 pada 8 informan meliputi 6 LSL, seorang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dan seorang staf Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencegahan HIV/AIDS yang dilakukan LSL adalah penggunaan kondom saat berhubungan seksual, melakukan pemeriksaan VCT, dan melakukan pengobatan ARV bagi LSL HIV (+). Perilaku tersebut dipengaruhi persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap HIV/AIDS, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki keyakinan dapat melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari teman dekat, keluarga, pasangan, dan petuhgas kesehatan. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan teori perilaku HBM terhadap petugas puskesmas dan menerapkan pendidikan sebaya kepada komunitas LSL tentang perilaku pencegahan HIV/AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that infects white blood cells which causes a decrease in immunity that can occur in at-risk populations such as Men Who Have Sex With Men (MSM). MSM cases infected with HIV/AIDS occupy the first position in Gresik Regency compared to other at-risk populations. The purpose of this study was to analyze the perception of MSM in HIV/AIDS prevention in Gresik Regency. This research uses a qualitative approach, with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews carried out in April-May 2022 with 8 informants including 6 MSM, 1 staff from the Gresik District Health Office, and 1 staff from the Gresik District AIDS Commission. The results showed that HIV/AIDS prevention behaviors carried out by MSM were using condoms during sexual intercourse, conducting VCT examinations, and taking ARV treatment for those who were HIV (+). These behaviors are influenced by perceptions of vulnerability and perceptions of harm/illness to HIV/AIDS, perceptions of the benefits and barriers to performing these behaviors, having the belief that they can perform these behaviors, and the presence of cues to do so from close friends, family, partners, and health workers. Therefore, there is a need for training in the theory of HBM behavior for health workers and applying peer education to the MSM community about HIV/AIDS prevention behavior.
Read More
T-6449
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hery Setiawan; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Rita Damayanti, Ella Nurlaella Hadi, Horas JP Sihite, Hengky Oktarizal
Abstrak: UMKM menjadi salah satu yang terkena dampak kesehatan akibat adanya pandemi COVID-19. Melindungi para pekerja UMKM dari ancaman virus COVID-19 penting dilakukan dengan melakukan vaksinasi booster. Meningkatkan penerimaan vaksin booster COVID-19 pada pekerja perlu dilakukan dengan menggunakan intervensi promosi kesehatan dengan pendekatan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis intervensi promosi kesehatan dengan pendekatan pendidikan kesehatan pada pekerja UMKM dalam penerimaan vaksin booster COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian mixed-method menggabungkan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan bulan Mei-Juni 2022 di UMKM X Bintan dengan 13 responden, 3 informan utama, dan 3 informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap secara kuantitatif setelah diberikan intervensi promosi kesehatan. Peningkatan dapat dilihat dari persentase sebelum intervensi (pengetahuan 76,1% dan sikap 61%) dan setelah intervensi (pengetahuan 85% dan sikap 67%). secara kualitatif, pekerja UMKM X mampu menjelaskan COVID-19, Dampak, Vaksinasi Booster dan efek samping. Persepsi kerentanan, para pekerja belum melakukan vaksin booster karena takut efek samping yang diterimanya. Namun, vaksin booster bukan sebuah ancaman yang berbahaya bagi mereka dan vaksin ini memiliki manfaat yang baik dalam menjaga diri dari ancaman penyebaran virus COVID-19. Persepsi hambatan dalam penerimaan vaksin booster, pekerja mengatakan hambatan yang dihadapi diantaranya ketersediaan vaksin, jadwal pelayanan yang tidak sesuai dan rasa takut akan efek samping. Pada efikasi diri, mereka yakin akan melakukan vaksinasi setelah melihat teman, lingkungan dan adanya aturan yang berlaku. Munculnya keinginan untuk melakukan vaksinasi karena adanya dorongan dari diri sendiri dan ada pengaruh sedikit dari media sosial dan para pekerja UMKM tidak ada yang menolak program vaksinasi booster pemerintah
Read More
T-6380
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosannita Br. Pangkar; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Teng Soegilar, Adhi Dharmawan
S-4409
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive