Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39097 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aulia Rahman Tanjung; Pembimbing: Tri Yunis Miko, Yovsyah; Penguji: Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Rahmadewi
Abstrak: Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga menyebar diantara organ-organ didekat payudara. Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia termasuk di Indonesia. Etiologi dari kanker payudara belum dapat dijelaskan akan tetapi ada beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.474 (total sampling). Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 0,4. Hasil model akhir analisis multivariat didapatkan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kanker payudara yang artinya responden yang berpendidikan rendah berpeluang 0,547 kali terjadi kanker payudara, sedangkan pada kontrasepsi hormonal tidak ada perbedaan antara yang menggunakan kontrasepsi hormonal dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal
Read More
T-5735
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa Fauziyah; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko, Yovsyah, Yoan Hotnida Naomi, Siti Kulsum
Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah tinggi dimana sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg, definisi ini berdasarkan JNC 7. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan status pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.349, sample diambil berdasarkan total samping data yang masuk dalam kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Depresi diukur menggunakan CES-D (Center for Epidemiological Studies Depression) yang memiliki 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa proporsi hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia pada tahun 2014 dengan menggunakan data IFLS-5 sebesar 23,8%. Hasil multivariate hubungan depresi dengan hipertensi memiliki P-value > 0,005 ini berarti tidak ada hubungan antara depresi dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indoneisa, hubungan status pekerjaan dengan hipertensi memiliki P-value 0,023 ini berarti P- value < 0,05 dan nilai PR adjusted 0,920 (CI 95% 0,856-0,989) ini berarti bahwa yang memiliki risiko lebih tinggi terjadinya hipertensi adalah ibu yang tidak bekerja dengan risiko lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang bekerja.
Read More
T-5526
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Setiawati; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Milla Herdayati, Kemal N. Siregar, Ning Sulistiyowati, Aldrin N.P.
Abstrak: Kanker payudara adalah adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia menarche pada perempuan dengan kejadian kanker payudara di daerah perkotaan Indonesia dengan menganalisis data riset PTM tahun 2016. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel 34.635, sample diambil berdasarkan total sampling data yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analis bivariat menggunakan chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi kanker payudara pada perempuan di daerah perkotaan Indonesia berdasarkan data riset PTM tahun 2016 sebesar 7,9%. Hasil analisis multivariate hubungan usia menarche dengan kejadian kanker payudara memiliki P value 0,539 OR 1,051 (0,897-1,232) yang berarti P value >0,05. Kesimpulannya, tidak ada hubungan antara usia menarche dengan kejadian kanker payudara berdasarkan data riset PTM tahun 2016 setelah di kontrol dengan variabel pendidikan, pekerjaan, riwayat kanker pada keluarga dan pola kebiasaan makan.
Breast cancer is a malignant tumor that was formed from breast cells that grow out of control so that it can spread between tissues or organs near the breast or to other parts of the body. This study aims to know the correlation between the age of menarche in women and the incidence of breast cancer in urban areas of Indonesia by analyzing data from the 2016 Non-Communicable Diseases research. Design of this research used cross sectional study, sample which suitable from inclusion and exclusion criteria was 34.635 respondens. Bivariate analysis used chi-square and multivariate analysis used logistic regression. The results showed the proportion of breast cancer in women in urban areas of Indonesia based on research data on Non-Communicable Diseases in 2016 was 7.9%. Multivariate analysis showed that relationship between the age of menarche and the incidence of breast cancer P value 0.539 OR 1.051 (0.897-1.232) which means P value > 0.05. The conclusion, there was not a significant relationship between the age of menarche in women and the incidence of breast cancer in urban areas of Indonesia by analyzing data from the 2016 Non-Communicable Diseases research after being controlled with variables of education, occupation, family history of cancer and dietary habits.
Read More
T-6056
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haryati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Evi Martha, Rahmadewi, Wisnu Trianggono
Abstrak: Pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan sangat penting untuk mengurangi kejadianaborsi dan dampak merugikan lainnya seperti kelahiran prematur, BBLR, anak yang tidakdiharapkan serta kesakitan dan kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan tidak diinginkan diIndonesia. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder Survey DemografiKesehatan Indonesia Tahun 2012 yang mencakup 33 provinsi di Indonesia dengan desainpotong lintang. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang sedang hamil saatsurvey dilakukan, sejumlah 2046 responden. Data dianalisis secara multivariat denganregresi logistik ganda. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan KTD adalahParitas. Ibu yang belum mempunyai anak berisiko mengalami KTD 8,35 kali (p value<0,05, OR 8,35 95% CI: 4,25-16,40 ) dibanding dengan ibu yang mempunyai anak 1-3setelah dikontrol oleh variabel umur, status perkawinan dan kegagalan kontrasepsi.
Kata kunci:Faktor- factor, Kehamilan Tidak Diinginkan, Paritas.
Prevention of unintended pregnancies is essential to reduce the incidence of abortion andother adverse effects such as premature birth, low birth weight, unwanted child, maternalchild morbidity and mortality. The aim of the study was to assess determinants ofunintended pregnancies in Indonesia. The study was a secondary data analysis ofIndonesia Demographic Health Survey 2012 which covered 33 provinces in Indonesiawith cross-sectional design. The sample in this study were women who were pregnantwhen the survey was conducted, accounted as 2046 women. Data were analyzed bymultiple logistic regression. The most dominant factor related to unintended pregnanciesis married status. Mothers with are at risk of experiencing unintended pregnancies 8,35times (p value <0.05, OR 10.59 95% CI: 3, 11-38,14) compared to married mothers aftercontrolled by age, parity, complication and contraceptive failure.
Keywords: determinants, unintended pregnancy, parity.
Read More
T-5100
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfah Mashfufah; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Penfuji: Toha Muhaimin, Flourisa J Sudrajat, Prastowo Nugroho
Abstrak:

Tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan penduduk. Sesuai dengan komitmen pembangunan nasional yang pada hakekatnya bersifat adil, demokrasi, terbuka, partisipatif dan terintegrasi, maka pada saat ini, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan pembangunan yang terjadi antar daerah, terutama pada daerah-daerah yang sulit dijangkau, rawan konflik/bencana, aksesibilitas yang rendah serta infrastruktur yang terbatas yang dikenal dengan Daerah Tertinggal. Salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan adalah besarnya beban yang ditanggung oleh satu keluarga. Semakin banyak jumlah anak, berarti semakin besar tanggungan kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual anggota rumah tangganya. Bagi daerah tertinggal, angka pertambahan jumlah penduduk akan menjadi beban tersendiri, padahal sumber daya daerah tersebut sangat terbatas. Dengan demikian, program yang perlu diprioritaskan oleh Daerah Tertinggal adalah program KB. Dan hasil analisis SDKI 2002-2003, menunjukkan bahwa prevalensi pemakaian kontrasepsi di Indonesia sebesar 60%, sedangkan untuk Daerah Tertinggal, belum ada data tentang prevalensi pemakaian kontrasepsi. Dengan penelitian ini, diharapkan akan didapatkan gambaran tentang pemakaian kontrasepsi, faktor-faktor yang berhubungan, serta faktor dominan yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi pada wanita usia subur di Daerah Tertinggal Indonesia yang terdaftar dalam SDKI 2002-2003. Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari data SDKI 2002-2003 dengan desain cross sectional, dengan populasi berjumlah 1315 wanita usia subur yang tersebar di 9 propinsi. Pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi analisis regresi logistic ganda. Analisis mencakup analisis univariabel, analisis bivariabel dengan Khi Kuadrat dan regresi logistik sederhana serta analisis multivariabel dengan regresi logistik multivariat. Hash analisis menunjukkan prevalensi pemakaian kontrasepsi pada wanita usia subur di Daerah Tertinggal masih rendah (45,9%) dan faktor sosiodemografi yaitu pendidikan responder, pekerjaan responden, jumlah anak yang dilahirkan mempunyai hubungan bermakna dengan pemakaian kontrasepsi, sedangkan faktor akses terhadap media/informasi yang mempunyai hubungan bermakna dengan pemakaian kontrasepsi adalah akses media televisi, akses informasi melalui keluarga, teman/tetangga serta akses informasi melalui tokoh masyarakatlagama. Dui 6 faktor tersebut, faktor jumlah anak yang dilahirkan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi. Berdasarkan hasil di atas, untuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Tertinggal, disarankan agar dibentuk kerjasama lintas sektoral antara Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, BKKBN dan Depkes dalam penguatan kelembagaan dan jaringan KB serta perlunya peningkatan promosi dan informasi KB, balk melalui media televisi, peningkatan peran tokoh masyarakatlagama dan petugas kesehatan/KB. Sedangkan dari hasil penelitian terhadap faktor pendidikan, disarankan bagi Departemen Pendidikan bekerjasama dengan Kementerian PDT untuk lebih memperhatikan tingkat pendidikan masyarakat di Daerah Tertinggal.


 

The parameter of a successful development of the nation is a noted of the increasing on its citizen's well being. As the national development commitment, which has characteristics on fairness, democracy, openness, participated, and integrated, the government is try to reduce the disparity of the development between regions in Indonesia, especially to those area that remote, at risk for natural disaster or conflict, having low accessibility, and Iimited on infrastructures, that we know as underprivileged areas. One of factor that influence the level of citizen's well being is the dependency ratio of the family has. The more they have children, the more they likely to have greater family members dependency and have to responsible in fulfilling the need for their family members, materially and spiritually. In case of underprivileged areas, the increase on population number will be another burden, as they only have limited resources. Therefore, a program that has to be prioritized is a Family Planning Program. Results from the prior analyses of Indonesia DI-IS 2002 - 2003 showed that the contraceptive use prevalence of Indonesia is as high as 60%, but there in no figure for the underprivileged areas. Therefore, a continuation analyses of the data has been conducted in order to describe on factors related on contraceptive uses, as well as the most factors related to the contraceptive uses among women at reproductive age (WRA) at underprivileged areas that Iisted on Indonesia DHS 2002 - 2003. There are 9 (nine) provinces listed as underprivileged areas that comprises in number of population on WRA as 1315 people. The data is analyzed using double logistic regression, which consists of univariable analyses, bivariable analyses with Chi-square and simple logistic regression, and multivariable analyses with multivariate logistic regression. Analyses has showed that contraceptive use prevalence among WRA at underprivileged areas is still low (45.9%) and socio-demographic factors such as education, occupation, and number children ever born (CEB), is related significantly with the contraceptive use. While factors on access to media/information that also have significantly related with contraceptive use are television, family/friends/neighbors, and community/religious leaders. From those 6 (six) factors, CEB is the most or dominant factor that related to contraceptive uses. Regarding to the analyses results, in order to accelerate the people's well being at the underprivileged areas, it is suggested that there should be a strong inter-sectors collaboration between National Ministry on The Development of Underprivileged Areas, National Family Planning Coordination Board and Ministry of Health to enhance the institutional and networking on promoting and dissemination of the information on Family PIanning through television, increase the role of community/religious leaders, as well as its FP providers. Another important findings upon education factors, it is suggested that collaboration between Ministry of National Education and National Ministry on The Development of Underprivileged Areas is also needed in order to increase the level of education among people at the underprivileged areas.

Read More
T-2394
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rositta Febrina; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Luknis Sabri, Ahmad Syafiq, Rahmadewi, Eti Rohati
T-4198
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sufinah; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Putri Bungsu, Agus Triwinarto
S-9442
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emizia; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Ahmad Syafiq, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak: Penurunan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun merupakan sasaran RenstraBKKBN dan pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana padaRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dengan target25 per 1.000 kelahiran pada tahun 2020 dan ditagetkan menjadi 18 per 1.000 kelahiranpada 2024. Angka kelahiran pada perempuan remaja usia 15-19 tahun berdasarkanSDKI 2017 masih tinggi, yaitu 36 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun, dan remajaperempuan 15-19 tahun yang telah menjadi ibu dan atau sedang hamil anak pertamameningkat dari sebesar 8,5% pada 2007 menjadi sebesar 9,5% pada 2012. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja.Desain penelitian cross sectional, menggunakan data sekunder SDKI 2017. Sampelpenelitian ini adalah remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sudah pernahmelakukan hubungan seksual pada data SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukkan adahubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, penggunaan kontrasepsi, aksesfasilitas kesehatan dan status pernikahan dengan kehamilan remaja. Variabel yangsecara bersama-sama berhubungan dengan kehamilan pada remaja usia 15-19 tahunadalah status pernikahan, paparan pesan KB, akses fasilitas kesehatan dan penggunaanalat kontrasepsi. Status menikah (OR = 12.105, 95% CI= 6.449-22.720) merupakanfaktor yang paling berpengaruh terhadap kehamilan remaja.Kata kunci: kehamilan remaja; remaja; SDKI 2017
Decreased birth rates for adolescent aged 15-19 years are the targets of the BKKBNStrategic Plan and the development of population and family planning in the 2020-2024National Medium-Term Development Plan (RPJMN), with a target of 25 per 1,000births by 2020 and targeted at 18 per 1,000 births in 2024. Birth rates for teenage girlsaged 15-19 years according to the 2017 IDHS are still high, namely 36 per 1,000women aged 15-19 years, and adolescent girls 15-19 years who have become mothersand or are pregnant with their first child increased from 8.5% in 2007 to 9.5% in 2012.This study aims to determine the factors associated with adolescent pregnancy. Thecross sectional study design, uses secondary data for the 2017 IDHS. The sample of thisstudy is adolescent girls aged 15-19 years who have had sexual relations in the 2017IDHS data. The results of the study show that there is a significant relationship betweeneducation level, contraceptive use, access to health facilities and marital status withadolescent pregnancy. Variables that are jointly associated with adolescent pregnancyaged 15-19 years are marital status, exposure to family planning messages, access tohealth facilities and use of contraceptives. Marital status (OR = 12,105, 95% CI =6,449-22,720) is the most influential factor with adolescent pregnancy. The highproportion of adolescent pregnancies aged 15-19 years requires serious attention fromthe government and related parties in an effort to minimize the negative effects of teenpregnancy.Key words: adolescent pregnancy ; adolescent; 2017 IDHS.
Read More
S-10375
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisy Dinda Nisrina; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Dadan Erwandi, Uswatun Hasanah
Abstrak:
Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi pada perempuan di Indonesia, namun pemanfaatan pemeriksaan payudara secara nasional masih rendah. Kepemilikan jaminan kesehatan diduga memengaruhi pemanfaatan layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemilikan jaminan kesehatan dengan pemanfaatan pemeriksaan payudara pada perempuan usia >=30 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SKI 2023 yang menggunakan desain cross sectional, penetapan sampel secara multistage cluster sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sebanyak 265.987 perempuan usia ≥30 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dijadikan sampel penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian mendapatkan hanya sebesar 10,1% perempuan usia ≥30 tahun di Indonesia yang memanfaatkan pemeriksaan payudara, walaupun 75% sudah memiliki jaminan kesehatan. Perempuan usia >=30 tahun di Indonesia yang memiliki jaminan kesehatan berpeluang melakukan pemeriksaan payudara 1,58 kali dibanding yang tidak memiliki jaminan kesehatan setelah dikontrol oleh pendidikannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan layanan deteksi dini kanker payudara pada perempuan, serta mengoptimalkan pemanfaatan jaminan kesehatan dalam akses pelayanan kesehatan preventif.

Breast cancer is the most common cancer among women in Indonesia, yet the utilization of breast examinations remains low nationwide. Health insurance coverage is believed to influence the utilization of these services. This study aimed to determine the relationship between health insurance coverage and the utilization of breast examinations among women aged >=30 years in Indonesia. This study used data from the 2023 SKI survey, employing a cross-sectional design with multistage cluster sampling, while data were collected through interviews using a questionnaire. A total of 265,987 women aged ≥30 years who met the inclusion and exclusion criteria were included in this study. Data analysis was performed using univariate, bivariate, and multivariate methods, using multiple logistic regression. The results showed that only 10.1% of women aged >=30 years in Indonesia utilized breast examinations, even though 75% already had health insurance. Women aged >=30 years in Indonesia who have health insurance are 1.58 times more likely to undergo breast examinations than those without health insurance, after controlling for their education level. Therefore, there is a need to improve education and the utilization of breast cancer early detection services among women, as well as to optimize the use of health insurance for access to preventive health services.
Read More
S-12289
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deby Triana Cyntia Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Putri Bungsu, Punto Dewo, Maya Raiyan
Abstrak: Hipertensi saat ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa, akan tetapi juga diderita oleh remaja. Hipertensi pada remaja berkaitan dengan pola hidup tidak sehat yang dilakukan oleh remaja, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dengan hipertensi pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5), dan analisis statistik dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami hipertensi sebesar 14,57% dan remaja yang merokok sebesar 17,99%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa perokok ringan memiliki risiko 0,63 kali lebih rendah untuk menderita hipertensi dibandingkan dengan bukan perokok setelah dikontrol dengan variabel jenis kelamin, sedangkan pada perokok berat tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Screening hipertensi diperlukan untuk mengetahui status hipertensi pada remaja, sehingga penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan tepat
Kata kunci : Hipertensi, Merokok, Remaja, Indonesian Family Life Survey 5

Hypertension is currently not only suffered by adults, but also suffered by adolescents. Hypertension in adolescents related to unhealthy lifestyle by teenagers, one of them is smoking. This study aims to determine the relationship between smoking with hypertension in adolescents aged 15-19 years in Indonesia. This research is a quantitative research with cross sectional design, using Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5) data, and analysed statically with multiple logistic regression. The results showed that adolescents who experienced hypertension are 14.57% and adolescents smoked are 17.99%. Multivariate analysis showed that light smokers had a risk of 0.63 times lower for hypertension than not smokers after controlled for sex variables, whereas in heavy smokers there was no significant association. Screening of hypertension is needed to determine the hypertension status in adolescents, so that the management of hypertension can be done appropriately
Keywords: Hypertension, Smoking, Adolescents, Indonesian Family Life Survey 5
Read More
T-5511
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive