Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35379 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maisa Weli; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Zakianis, Laila Fitria, Sonny PriajayaWarouw, Sari Meliana
Abstrak: Pendahuluan: Benzo(a)pyrene merupakan salah satu golongan PAH yang diklasifikasikan sebagai senyawa yang bersifat karsinogen (probably carcinogenic) pada manusia dan hewan. Setelah terpajanan, benzo(a)pyrene yang masuk kedalam tubuh manusia melalui jalur inhalasi, langsung terabsorpsi didalam tubuh dan terdistribusi dalam paru, kulit dan hati, lalu berikatan dengan DNA, RNA dan protein. Setelah memasuki tubuh manusia dan biotransformasi, Benzo(a)pyrene diekskresikan dalam bentuk metabolit terhidroksilasi dalam urin atau feses. 1-hydroxypyrene (1-OHP) dalam urin merupakan metabolit yang paling umum digunakan sebagai biomarker pajanan dari senyawa benzo(a)pyrene. Pengukuran konsentrasi benzo(a)pyrene dilakukan pada tiga titik di setiap sekolah menggunakan sorben tube dengan filter charcoal, dan dianalisis menggunakan metode fluoresensi. Analisis 1-hydroxypyrene dalam urin dilakukan menggunakan HPLC dengan detektor fluoresensi. Tujuan: untuk melihat hubungan paparan benzo(a)pyrene terhadap konsentrasi 1-hydroxypyrene pada urin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 orang, pembagian sampel di buat secara probability proportional to size (PPS), pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Rata-rata konsentrasi BaP di udara indoor sekolah dasar negeri di sekitar ruas jalan utama Jakarta Barat sebesar 0,0059 mg/m3, dan rata-rata konsentrasi BaP di udara outdoor yaitu 0,0031 mg/m3. Rata-rata konsentrasi BaP di udara indoor pada sekolah terpajan tinggi yaitu 5,6 kali lebih tinggi (0,0102 mg/m3) di bandingkan sekolah yang terpajan terpajan rendah (0,0018 mg/m3). Rata-rata konsentrasi 1-OHP pada urin siswa sekolah dasar negeri di sekitar ruas jalan utama Jakarta Barat adalah 12,146 µmol/mol kreatinin. Rata-rata konsentrasi 1-OHP pada urin siswa sekolah terpajan tinggi 1,2 kali lebih besar (13,363 µmol/mol kreatinin) di bandingkan sekolah terpajan rendah (10,929 µmol/mol kreatinin). Kesimpulan: Hubungan pajanan BaP di udara indooor terhadap konsentrasi 1-OHP pada urin siswa berpola positif dimana terdapat korelasi positif antara pajanan BaP di udara indoor terhadap peningkatan konsentrasi 1-OHP pada urin siswa (r=0,229) artinya semakin tinggi pajanan BaP di udara indoor maka semakin tinggi konsentrasi 1-OHP pada urin siswa. Hasil uji statistik menjelaskan ada hubungan yang signifikan antara pajanan BaP di udara indoor dengan konsentrasi 1-OHP pada urin siswa (p=0,046).
Introduction: Benzo(a)pyrene is a class of PAH which is classified as a carcinogenic compound (probably carcinogenic) in humans and animals. After exposure, benzo(a)pyrene which enters the human body through inhalation pathways, is directly absorbed in the body and distributed in the lungs, skin, and liver, then binds to DNA, RNA, and protein. After entering the human body and biotransformation, benzo(a)pyrene is excreted in the form of hydroxylated metabolites in urine or feces. 1-hydroxypyrene (1-OHP) in urine is the most common metabolite used as exposure biomarkers of benzo(a)pyrene compounds. Benzo(a)pyrene concentration measurements were carried out at three points in each school using tube sorbents with charcoal filters and analyzed using the fluorescence method. Analysis of 1-hydroxypyrene in urine is carried out using HPLC with a fluorescence detector. Objective: To see the relationship of exposure to benzo(a)pyrene to urine 1-hydroxypyrene concentration. Method: This study is a quantitative study with a cross-sectional design, the sample in this study amounted to 76 people, the sample distribution was made by probability proportional to size (PPS), the sampling used purposive sampling. Results: The average BaP concentration in the indoor air of public elementary schools around the West Jakarta's main road segment is 0.0059 mg/m3, and the average BaP concentration in outdoor air is 0.0031 mg/m3. The average BaP concentration in indoor air in high exposed schools is 5.6 times higher (0.0102 mg/m3) compared to schools exposed to a low exposure (0.0018 mg/m3). The average 1-OHP concentration in the urine of public elementary school students around the West Jakarta main road segment is 12.146 µmol/mol creatinine. The average concentration of 1-OHP in the urine of high-exposed school students was 1.2 times greater (13,363 µmol/mol creatinine) compared to low-exposed schools (10,929 µmol/mol creatinine). Conclusion: The relationship of BaP exposure in indoor air to the concentration of 1-OHP in the urine of students was positively patterned where there was a positive correlation between BaP exposure in indoor air to an increase in 1-OHP concentration in the urine of students (r = 0.229) meaning higher exposure to indoor air the higher the concentration of 1-OHP in the urine of students. The results of the statistical test explained that there was a significant relationship between exposure to BaP in indoor air and the concentration of 1-OHP in the urine of students (p = 0.046).
Read More
T-5769
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailatul Qomariyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Abdur Rahman, Sari Meliana
Abstrak: Partikulat (PM2.5), nitrogen dioksida (NO2), dan benzo(a)pyrene diketahui sebagai polutan yang sering ditemukan di udara dari sisa/hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang dapat mempengaruhi kualitas udara terutama pada populasi rentan seperti anak-anak dimana sebagian waktunya dihabsikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk adalah mengestimasi risiko pajanan partikulat (PM2.5), nitrogen dioksida (NO2), dan benzo(a)pyrene pada siswa di tiga sekolah dasar negeri Jakarta Barat. Penelitian ini menghasilkan konsentrasi PM2.5 terkecil dan terbesar di SDN Cengkareng Barat. Sedangkan konsentrasi NO2 terkecil di SDN Cengkareng Barat dan terbesar di SDN Cengkareng Timur. Sementara konsentrasi benzo(a)pyrene terkecil di SDN Cengkareng Barat dan terbesar di SDN Cengkareng Timur. Kesimpulan dari penelitian ini, risiko non karsinogen pajanan PM2.5, NO2, dan benzo(a)pyrene dari ketiga sekolah memiliki nilai RQ ≤ 1 atau dikatakan aman sedangkan risiko kesehatan karsinogenik pajanan benzo(a)pyrene memiliki nilai E > 4 yang berarti siswa di sekolah berisiko
Read More
T-5742
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sasnila Pakpahan; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Novi Silvia, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Pencemaran udara ruang kelas terkait beberapa gangguan pernapasan pada anak usia sekolah. Stres oksidatif telah dilaporkan sebagai salah satu mekanisme penting dalam dampak kesehatan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pajanan pencemar udara PM2.5 dan NO2 di lingkungan sekolah dan hubungannya dengan penanda stres oksidatif GSH dan MDA saliva siswa sekolah dasar. Pengukuran pajanan PM2.5 dan NO2 dilakukan di tiga sekolah dasar negeri Jakarta Barat serta pengambilan sampel saliva dari 76 siswa pada tiga sekolah tersebut untuk pengukuran penanda stres oksidatif GSH dan MDA. Data diolah secara statistik untuk menguji hubungan pajanan dan penanda stres oksidatif. Penelitian ini menemukan pajanan di ketiga sekolah yaitu PM2.5 ruang rata-rata 102,19 ± 86,91 μg/m3 dan median 81,50 μg/m3; PM2.5 lapangan rata-rata 82,31 ± 36,56 μg/m3 sedangkan rata-rata pajanan NO2 ruang kelas 90,37 ± 84,97 μg/m3; NO2 lapangan 116,83 ± 83,58 μg/m3. Sedangkan rata-rata konsentrasi penanda stres oksidatif GSH 0,70 ± 0,07 μg/mL dan MDA 1,63 ± 1,06 nmol/mL. Rata-rata konsentrasi GSH antara sekolah terpajan rendah dan tinggi tidak berbeda signifikan namun rata-rata konsentrasi MDA berbeda signifikan. Kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m³ maka konsentrasi GSH akan naik sebesar 0,001 μg/mL, kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m3 berhubungan dengan kenaikan GSH 0,003 μg/mL dan MDA 0,035 nmol/mL. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara konsentrasi GSH saliva dengan pajanan PM2.5 ruang dan lapangan, tidak ada hubungan antara konsentrasi MDA saliva dengan PM2.5 ruang namun berhubungan dengan PM2.5 lapangan. Tidak ada hubungan antara konsentrasi GSH dan MDA saliva dengan pajanan NO2.
Read More
T-5633
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikha Purwandari; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Suyud Warno Utomo, Laila Fitria, Sonny Priajaya Warrow, Anna Rozaliyani
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan pajanan polusi udara (PM2,5 dan NO2) dengan kadar Malondialdehyde pada siswa sekolah dasar negeri yang terletak di sekitar ruas jalan raya di Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pajanan polusi udara dalam ruangan dengan kadar MDA urin pada siswa sekolah dasar. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional dilakukan pada bulan April - Mei tahun 2019. Hasil penelitian menujukkan konsentrasi PM2,5 dan NO2 di dalam ruangan melebihi baku mutu yang ditentukan yakni nilai rata-rata di dalam kelas PM2.5 sebesar 86,37 µg/m 3 , sedangkan rata-rata NO2 di dalam kelas sebesar adalah 76,18 µg/m 3 . Kadar MDA dalam urin pada siswa yang digunakan untuk melihat penanda stress oksidatif dalam tubuh anak yang dikaitkan dengan polusi udara dan karakteristik individu. Adanya hubungan dengan korelasi positif antara PM2,5 indoor dengan p value = 0,016 pada sekolah yang berada jauh dari jalan raya. Karakteristik individu pada anak yang digunakan untuk melihat hubungan dengan mengkontrol faktor yang lainnya terhadap MDA pada urin sanak adalah sesuai jenis kelamin, aktivitas fisik, anggota keluarga yang merokok di rumah, konsumsi vitamin dan suplemen, dan IMT
This thesis discusses the relations between air pollution exposure (PM2,5 and NO2) and Malondialdehyde urinary levels in schollchildren located around the highway in West Jakarta. This study aims to look at the relation between indoor air pollution exposure and urinary MDA levels in school students. The study using a cross sectional study design on April - May of 2019. The results of the study showed that PM2,5 and NO2 concentrations in the room exceeded the specified quality standard. PM2.5 indoor concentration was 86.37 µg / m3, and NO2 indoor concentration was 76.18 µg / m3. MDA urinary levels in students are used to see markers of oxidative stress in a child's body that are associated with air pollution and individual characteristics. There is a relationship with a positive correlation between PM2.5 indoor and p value = 0.016 in schools that are far from the highway. The individual characteristics of the children used to see the relationship with other factors controlling MDA in the urine of the relatives were according to gender, physical activity, smoker in family, vitamins and supplements consumption, and BMI
Read More
T-5775
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aish Baity Kurnia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdur Rahman, Setyadi
Abstrak: Benzo(a)pyrene (BaP) merupakan salah satu golongan PAHs. IARC menetapkan benzo(a)pyrene (BaP) sebagai penyebab kanker pada hewan dan mungkin pada manusia (Group 2A). Sumber BaP dari buangan kendaraan bermotor, pembakaran kayu dari perapian, fly ash dari pembangkit listrik dengan bahan batubara atau proses pembakaran lainnya. SMPN 16 Bandung terletak di Jalan P.H. Hasan Mustafa No.53 yang merupakan jalan raya utama padat lalu lintas, dekat dengan SPBU memiliki risiko terpajan BaP. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan BaP pada anak SMPN 16 Bandung kelas VIII. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Nilai estimasi risiko kesehatan non karsinogenik dinyatakan dengan Risk Quotient (RQ) dan estimasi risiko kesehatan karsinogenik dinyatakan dengan Excess Cancer Risk (ECR). Konsentrasi BaP di udara ambient lingkungan sekolah diukur dan karakteristik pola pajanan responden diperoleh dari hasil wawancara langsung. Nilai konsentrasi BaP pada pengambilan 10 titik nilainya sama <0,002 ppm atau <0,02 mg/m3 . Nilai median dari intake non karsinogenik (CDI) untuk durasi life span adalah 0,0008 (mg/kg/hari)-1 , nilai median intake non karsinogenik untuk real time (1,8 tahun) adalah 6,05 x 10 -5 (mg/kg/hari)-1 , pajanan (3 tahun) adalah 0,0001 (mg/kg/hari)-1 , dan pajanan (6 tahun) adalah 0,0002 (mg/kg/hari) -1 . Nilai median intake karsinogenik (LADD) sebesar 0,0003 (mg/kg/hari)-1 . Nilai median tingkat risiko non karsinogenik (RQ) untuk durasi life span adalah 1,46 x 106 , durasi real time (1,8 tahun) adalah 1,05 x 105 , pajanan (3 tahun) adalah 1,76 x 105 , dan pajanan (6 tahun) adalah 3,52 x 105 . Nilai median tingkat risiko karsinogenik (ECR) adalah 0,0006. Nilai RQ berisiko dan ECR aman. Manajemen risiko dan rekomendasi kesehatan diperlukan untuk meminimalisir risiko kesehatan pajanan BaP.
Kata kunci: Benzo(a)pyrene (BaP), Siswa SMPN 16 Bandung, Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Read More
S-9432
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Septi Bintana; Penguji: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdul Rahman, Sukandar
S-9525
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benedectus Bayu Sabdo Kusumo; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Wartoni
Abstrak: Konsentrasi 1-Hydroxypyrene di dalam urin dipengaruhi beberapa faktor pajanan, salah satunya adalah konsentrasi pajanan Benzo (a) Pyrene di udara. Didalam penelitian ini selain meneliti hubungan BAP dan 1-OHP juga diteliti faktor lain yang dapat menpengaruhi konsentrasi 1-OHPu, yaitu : karakteristik individu (Jenis kelamin, berat badan dan IMT), lama pajanan, dan sumber pajanan lain (makanan bakar/panggang, bahan bakar memasak, perokok dirumah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pajanan BAP dan konsentrasi 1-OHPu dan faktor lain yang mempengaruhi. Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan mengambil sampel udara dilingkungan SMPN 16 Bandung, dan memeriksa 36 sampel urin siswa kelas 2 SMPN 16 untuk pemeriksaan 1-OHPu, dan dilakukan wawancara terstruktur dengan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara BAP di udara dan 1-OHPu siswa kelas 2 SMPN 16. Kesimpulan penelitian ini : faktor paling mempengaruhi konsentrasi 1-OHPu siswa kelas 2 SMPN 16 secara berurutan adalah : bahan bakar memasak dirumah, adanya perokok dirumah, makanan bakar/panggang, IMT, dan lama pajanan Kata kunci: Benzo (a) Pyrene, 1-Hydroxypyrene, SMPN 16 Bandung.
The concentration of 1-Hydroxypyrene in urine is affected by several exposure factors, one of which is the concentration of Benzo (a) Pyrene in the air exposure. In this study, in addition to studying the relationship between BAP and 1-OHP, other factors that can influence the concentration of 1-OHPu are: individual characteristics (sex, weight and BMI), duration of exposure, and other sources of exposure (grilled, Cooking fuel, and smokers at home). This study aims to determine the relationship of BAP exposure and concentration of 1-OHPu and other factors that influence. This cross-sectional study was conducted by taking air samples in SMPN 16 Bandung, and examining 36 urine samples of second grade students of SMPN 16 for 1-OHPu examination, and structured interview with questionnaire. The results of this study indicate that there is no correlation between BAP in the air and 1-OHPu of second grade students of SMPN 16. The conclusion of this research: the most influencing factor of 1-OHPu concentration of second graders of SMPN 16 in sequence are: home cooking fuel, Grilled / baked foods, BMI, and duration of exposure Key words: Benzo (a) Pyrene, 1-Hydroxypyrene, Junior High School 16 Bandung.
Read More
T-4869
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Prabaningrum; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Sri Tjahyani Budi Utami, Sofwan, Heri Nugroho
Abstrak: Pesatnya perkembangan transportasi dan pembangunan prasarananya membuat masyarakat mudah mengakses sarana transportasi dan mempermudah mobilitas. Namun, perkembangan ini menimbulkan dampak negatif, salah satunya kebisingan. Pajanan terhadap bising dapat mengakibatkan dampak kesehatan terutama pada anak-anak, antara lain gangguan fungsi kognitif seperti konsentrasi. Usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan dan mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif yang lain. Beberapa sekolah dasar di Jakarta terletak di pinggir perlintasan kereta api yag sibuk, dimana siswanya berisiko terpajan kebisingan selama berada di sekolah. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa di sekolah dasar negeri di pinggir perlintasan kereta api di Kecamatan Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan 68 responden yaitu siswa kelas 4 dan 5. Penelitian ini mengukur kebisingan di kelas, tes konsentrasi dengan digit span, dan variabel lainnya yang mempengaruhi konsentrasi anak. Hasil pengukuran menunjukkan kebisingan ekuivalen adalah 66,84 dBA, melebihi baku mutu KepMen LH No.48/1996 yaitu 55 dBA untuk wilayah sekolah. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa (p-value=0,78 dan p-value=0,716), namun didapatkan OR 3,285. Meskipun kebisingan dengan konsentrasi siswa tidak berhubungan signifikan, namun pajanan kebisingan >55 dBA dialami siswa setiap hari di sekolah, dimana mereka menjadi kelompok rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan. Rekomendasi untuk mengurangi dampak kebisingan di sekolah adalah dengan rekayasa lingkungan dan untuk studi selanjutnya agar mengukur kebisingan di wilayah tempat tinggal siswa serta mengontrol variabel gangguan psikiatri dan IQ.
Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi, siswa sekolah

Nowdays, transportation and its infrastructure has developed rapidly in order to make people easy to access and to mobilize. However, these developments have a negative impact, such as noise. Exposure to noise might result in health effects, especially in children, including cognitive function disorders such as lowering the concentration. Primary school age is a susceptible group for concentration disorder which may result disruption of other cognitive functions. Several primary schools in Jakarta are located near the busiest railway crossing, where students are exposed to noise during school time. This study analyzes the association between noise and concentration of students in public elementary schools which located near the edge of the railway crossing in Tebet. This study is a cross-sectional study with 68 respondents from 4th and 5th graders. This study measured noise in the classroom, assessing concentration with digit span instrument, and other variables which affect the concentration. Measurement result shows equivalent noise is 66.84 dBA, exceeding the standard of KepMen LH No.48 / 1996 which is 55 dBA for school. Results of bivariate and multivariate analysis showed no significant correlation between noise with student concentration (p-value = 0,78 and p-value = 0,716), however it showed odds ratio 3,285. Although noise and concentration was not significantly correlated, students were experiencing noise exposure> 55 dBA at school, which may lead the students to became susceptible to disturbance due to noise exposure. Recommendations for reducing noise impacts in schools are by doing environmental engineering and for further studies it is recommended to measure noise in the student's residence area and control the variables of psychiatric disturbances and IQ.
Keywords: Noise, Concentration, Students
Read More
T-5051
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Susmiati; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, I Gusti Gede Djestawana, Sonny Priajaya Warouw
T-2931
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Nurhadyana; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Evi Martha, Ahmad Yani
S-7266
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive