Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29929 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mia Mariani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Sonya Priyadharsini, M. Nicky Nurfajri
Abstrak: Kemampuan untuk merawat segmen pasien dengan rasa takut dan cemas terhadap perawatan gigi juga dengan pasien dengan kompromi medis telah menjadi komponen penting dari praktik kedokteran gigi. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan untuk perawatan gigi tanpa rasa sakit. Painless Dental Care adalah program layanan kesehatan untuk dikembangkan oleh RSGM YARSI. Layanan kesehatan gigi ini masih belum umum digunakan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya strategi pemasaran khusus untuk program Painless Dental Care. Di era digital ini, strategi pemasaran juga berkembang di mana teori 4P Marketing Mix telah mengalami pergeseran ke 4C dalam pemasaran 4.0. Ini adalah latar belakang dan tujuan dari penelitian ini yaitu menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk program Painless Dental Care berdasarkan Teori 4C. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan pada bulan Oktober - November 2019. Metode kuantitatif dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada pasien Painless Dental Care dengan tujuan mengetahui perspektif konsumen pada 4C. Responden penelitian adalah 30 pasien yang menjawab kuesioner tentang pendapat mereka mengenai 4C Painless Dental Care di RSGM YARSI. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan Consensus Decision Making Group (CDMG) dengan tujuan mengetahui faktor internal dan eksternal rumah sakit dan membahas strategi yang tepat untuk program Painless Dental Care. Informan penelitian ini adalah Direktur, Manajer Operasional, dan Tim Pemasaran Rumah Sakit Gigi YARSI
Read More
B-2128
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Kartikasari, Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Sonya Priyadharsini, M. Nicky Nurfajri
Abstrak:
Rumah sakit dalam menjalankan operasional layanannya mempunyai bentuk risiko yang bisa disebabkan oleh jumlah dan ragam profesi yang memberikan pelayanan, sistem/fasilitas yang digunakan dalam pemberian layanan, kompleksitas alur layanan dan faktor eksternal. Semakin banyak volume layanan yang diberikan, bentuk risiko operasionalnya harus dapat dikenali dengan jelas dan dalam kendali rumah sakit untuk memperkecil kemungkinan kerugian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bentuk risiko operasional di unit rawat jalan Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI dan menentukan bentuk pengendaliannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, observasi dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit belum memiliki regulasi, struktur pelaksana, sistem komunikasi dan pelaporan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko operasional layanan unit rawat jalan. Dampaknya adalah ditemukan kejadian risiko yang dapat membahayakan pasien hingga menghentikan operasional layanan unit rawat jalan, diantaranya kecelakaan kerja pada SDM, BHP kadaluarsa di ruangan pelayanan dan penggunaan alat medis yang sudah tidak layak pakai. Pemicu dari kejadian risiko operasional di layanan rawat jalan adalah belum adanya sistem yang memadai (32%), kesalahan/kegagalan SDM (29%), dan kegagalan/kesalahan dalam kombinasi SDM dan metode/sistem layanan yang sudah berjalan (26%). Berdasarkan metode House Of Risk, pemicu risiko dengan skor ARP terbesar adalah tidak adanya sistem logistik yang baik, rumah sakit belum menggunakan SIRS yang terintegrasi dan kekurangan SDM untuk memberikan layanan. Bentuk pengendalian pemicu risiko belum adanya sistem logistik yang baik adalah sistem informasi inventori obat berbasis web/lokal hosting yang dapat mengidentifikasi jenis, jumlah, tanggal kadaluarsa, dan riwayat penggunaan BHP yang dapat diakses oleh unit layanan, bagian pembelian, dan pihak manajemen. Bentuk pengendalian pemicu risiko belum adanya SIRS yang terintegrasi adalah penyusunan strategi sistem informasi value chain, membuat diagram aktivitas kerja bisnis (business work-flow) untuk memetakan seluruh proses yang terjadi dalam proses layanan rawat jalan.

Hospitals carrying out their service operations have a form of risk that can be caused by the number and variety of professions providing services, the systems/facilities used in providing services, the complexity of service flows, and external factors. The greater the volume of services provided, the greater the operational risk that the hospital must identify and control to minimize potential losses. This research was conducted to analyze the form of operational risk in the outpatient unit of YARSI Dental and Oral Hospital and determine the form of its control. This study uses a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews, document reviews, observation, and focus group discussion (FGD). The results showed that the hospital did not yet have regulations, implementing structures, communication, and reporting systems to identify and control the operational risks of outpatient unit services. The impact was the discovery of risk events that could endanger patients and stop the operation of outpatient unit services, including work accidents in medical personnel, expired logistics in the outpatient room, and the use of medical devices that were no longer suitable for use. The triggers for operational risk events in outpatient services were the absence of an adequate system (32%), human errors/failures (29%), and failures/errors in the combination of HR and existing service methods/systems (26%). Based on the House Of Risk method, the risk trigger with the largest ARP score is the absence of a good logistics system, the fact that the hospital has not used an integrated SIRS, and a lack of human resources to provide services. In the absence of a good logistics system, a web-based or locally hosted drug inventory information system that can identify the type, quantity, expiration date, and history of logistic usage and can be accessed by the service unit, purchasing department, and management is a form of risk-trigger control. In the absence of an integrated SIRS, risk trigger control takes the form of developing a value chain information system strategy, which entails creating business workflow diagrams to map all processes that occur during the outpatient service process.
Read More
B-2312
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prisca Gisella; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Andrean Henry, Kuntari Retno
Abstrak: Medical Check Up (MCU) merupakan unit pelayanan preventif yang ingin dikembangkan oleh Rumah Sakit Grha Kedoya karena sesuai dengan kebijakan pemerintah dan target Sustainable Development Goals (SDGs) tentang perlunya pengembangan pelayanan kesehatan preventif, serta berkembangnya era BPJS. Menurut data yang ada, jumlah pasien dan pendapatan MCU 3 tahun terakhir masih fluktuatif. Salah satu penyebab permasalahan ini adalah belum adanya strategi pemasaran khusus untuk Medical Check Up ini. Di era digital ini, strategi pemasaran pun mengalami perkembangan dimana teori 4P Marketing Mix beralih menjadi 4C di Marketing 4.0. Hal inilah yang menjadi latar belakang dan tujuan dari penelitian ini, yaitu menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk unit Medical Check Up berdasarkan teori 4C dari Marketing 4.0. Penelitian ini adalah riset operasional dengan metode pengambilan data kuantitatif dan kualitatif pada bulan Oktober-November 2019. Metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pasien MCU serta perusahaan yang bekerja sama dengan MCU dengan tujuan melihat perspektif konsumen mengenai 4C. Responden dari penelitian ini adalah 48 orang pasien MCU dan 8 perusahaan yang menjawab kuesioner tentang pendapat mereka mengenai 4C dari MCU RS Grha Kedoya. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan Consensus Decision Making Group (CDMG) dengan tujuan mengetahu factor internal dan eksternal rumah sakit dan mendiskusikan strategi yang tepat untuk MCU. Informan pada penelitian ini adalah Direktur, Wakil Direktur, serta tim Marketing Rumah Sakit Grha Kedoya. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan sebagian besar responden menyetujui adanya factor 4C dalam MCU Rumah Sakit Grha Kedoya: 85% setuju adanya Co-creation dalam pemilihan paket, 37,5% menyatakan Willingness to Pay mereka terhadap MCU adalah 1-2 juta rupiah, 72% setuju adanya Communal activation dari pelayanan promotive ini, dan 92% menyatakan membutuhkan pertolongan saat memilih paket yang akan terbantu dengan adanya Conversation. Hasil pengolahan kuesioner tidak jauh berbeda antara pasien pribadi maupun perusahaan. Dari hasil penelitian kualitatif, setelah mengidentifikasi dan melakukan pembobotan terhadap faktor internal dan eksternal dari Rumah Sakit Grha Kedoya, rumah sakit ini terletak pada kuadran V dari Internal External Matrix (IE Matrix) dengan strategi yang tepat adalah product development dan market penetration. Kemudian melalui TOWS Matrix didapatkan beberapa alternative strategi, dan setelah dilakukan skoring dengan QSPM Matrix, strategi yang paling tepat adalah pengembangan sistem informasi termasuk e-medical record, appointment online dan promosi via website
Read More
B-2118
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinta Putri Widyani; Pembimbing: Puput Oktamianti Penguji: Pujyanto, Ignatia Wurangian, Henny Krishnawati
Abstrak:

Rekam medis merupakan suatu hal yang mutlak ada pada setiap pelayanan kesehatan. Sesuai dengan perkembangan jaman, sistem rekam medis yang ada di rumah sakit sudah mengalami perubahan dari sistem pengelolaan manual berubah menjadi komputerisasi. RSGM FKG UPDM (B) masih melakukan pengelolaan berkas rekam medis secara manual sehingga pelayanan penyediaan berkas rekam medis menjadi lama dan keberadaan berkas rekam medis sulit ditelusuri karena sering terselip bahkan hilang. Untuk dapat memberikan jasa pelayanan yang memuaskan, maka perlu dibuat sistem informasi yang baik. Perlu digunakan sistem informasi berbasis komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan untuk mencari data dengan cepat, mudah dan aman sehingga kualitas pelayanan dapat ditingkatkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas pengelola rekam medis di loket dan tiap laboratorium, direktur utama dan wakil direktur bidang pelayanan medik sebagai pihak manajemen. Penelitian ini menghasilkan desain sistem informasi rekam medis untuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit rekam medis masih memerlukan banyak perbaikan. Jumlah petugas di bagian loket masih kurang dan pendidikannya tidak sesuai dengan Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pengelolaan rekam medis yang masih menggunakan sistem manual, belum adanya Standar Operasional Prosedur tentang pengelolaan rekam medis dan analisis pekerjaan untuk petugas pengelola rekam medis menjadi penyebab lamanya dan belum teraturnya pelayanan rekam medis. Desain sistem informasi rekam medis yang sesuai untuk RSGM FKG UPDM (B) adalah sistem informasi yang online baik di loket maupun di tiap laboratorium. Desain sistem informasi rekam medis yang dibuat masih dalam bentuk prototipe, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum diimplementasikan. Kepustakaan 26 (1992- 2010), Gambar 21, Tabel 3, Lampiran 9 Kata Kunci: Rekam medis, Sistem Informasi


 

Medical records is a must in every healthcare service. Nowadays, medical records systems in hospitals are change from conventional systems to electronic based. Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University still manages medical record  manually, so the service provision of medical record file takes times and difficult to searched even it is often tucked and disappear. To be able to provide satisfactory services, they have to design a good medical record information system. They need to use computer-based information system that can serves a good storage system which can find data quickly, easily and securely so the service quality can be improved. This research is descriptive with qualitative approached. Informants are the officer of the medical record unit at counter and each laboratory, and CEO (Chief Executive Officer) of Medic Division as a representative of the management. This research produces the design of medical record information system in Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University. The results showed that the medical records unit still requires a lot of improvement. The number of officers at the counter is still lacking and under education and are not in accordance to Professional Standards Medical Recorder and Health Information. Management of medical records still using manual systems, they have no Standard Operating Procedure and no job description for medical records staff cause a long and unregulated of medical records services. Medical record information system design that is suitable for Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University is an online information system both at the counter and in each laboratory. Design of medical record information system that created in this research still in the prototype form, so need to be developed further before being implemented. Literatur 26 (1992- 2010), Picture 21, Table 3, Attachment 9 Key Word: Medical Record, Information System

Read More
B-1331
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diani Prisinda; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Sri Susilawati
B-1230
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nirwan Husni; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-789
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Citra Puspita; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Sudung Nainggolan, Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Sebagai rumah sakit swasta non profit kelas C di daerah 3 T, Rumah Sakit Umum Bethesda (RSUB) Serukam menghadapi berbagai tantangan untuk dapat mencapai visi misi dan mempertahankan kesinambungan organisasi (sustanibility). Oleh karena itu, RSUB perlu mengembangkan rencana strategis yang sesuai untuk tahun 2020-2024 yang berimbang antara perspektif finansial dan non finansial yaitu menggunakan pendekatan balanced scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sukses kritis dari lingkungan internal dan eksternal, menentukan posisi strategis, merumuskan strategi alternatif dan sasaran strategis beserta indikator kinerja yang terukur untuk RSUB Serukam. Ini adalah studi riset operasional dengan desain kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan metode Consensus Decision Making Group (CDMG) untuk menghindari bias. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) pada tahap input dan matriks Internal External (IE) dan matriks Threat Opportunity Weakness Strength (TOWS) pada tahap pencocokan. Tahap terakhir menggunakan matriks Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) dalam menentukan prioritas alternative strategi. Penelitian ini dilakukan di RSUB Serukam, kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, dari bulan April hingga Desember 2019. RSUB memiliki respons menengah ke bawah dalam memanfaatkan faktor strategis internal dan eksternal di mana kelemahan dan ancaman lebih menonjol daripada kekuatan maupun peluangnya. Hasil tahap pencocokan masih menempatkan RSUB pada posisi kotak V yaitu posisi strategi memegang dan mempertahankan dan merumuskan 6 strategi alternatif, 16 sasaran strategis dan 35 indikator kinerja utama yang berfokus pada penetrasi pasar, pengembangan produk dan penghematan.

As a non-profit class C private hospital in remote area, Bethesda General Hospital (BGH) faces various challenges in being able to achieve its vision and sustainability. Therefore, BGH needs to develop an appropriate strategic plan for 2020-2024 that is balanced between financial and non-financial perspectives using a balanced scorecard approach. This study aims to identify the critical success factors of the internal and external environment, determine strategic positions, formulate alternative strategies and strategic targets along with measurable key performance indicators for BGH. This is a operational research with qualitative design. Data were collected through in-depth interviews, document review and Consensus Decision Making Group (CDMG) method to avoid bias. Data were analyzed using Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrixes at the input stage and Internal External (IE) and Threat Opportunity Weakness Strength (TOWS) matrixes at the matching stage. At final stage, Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) were applied. This study was conducted at BGH, Serukam, Bengkayang Regency, West Borneo Province, Indonesia, from April to December 2019. The results indicate that BGH has average to low response in utilizing its internal and external strategic factors where weaknesses and threats are still overshadowing its strengths and opportunities. Consequently, the results of matching stage place BGH on the position of hold or maintain strategies and formulate 6 alternative strategies, 16 strategic objectives and 35 key performance indicators that focus on market penetration, product development and retrenchment. 
Read More
B-2116
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Guswan; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Mita Juliawati
B-1212
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Michael Nathanael Mahama; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Kurnia Sari, Mita Juliawati, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK

Dalam rangka meningktakan mutu pelayanan kesehatan, kualitas dari masingmasingsumber daya manusia menjadi fokus perhatian departemen SDM RumahSakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Trisakti. Salah satu strategi untukmeningkatkan kualitas SDM adalah melalui mekanisme penilaian kinerjakaryawan yang efektif.Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sistem penilaian kinerja diRSGM Universitas Trisakti saat ini dan membuat usulan sistem penilaian kinerjayang baru berdasarkan hasil yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif yang terbagi menjadi dua tahap penelitian. Tahap pertama bertujuanuntuk melihat efektifitas sistem penilaian kinerja lama yang menggunakan DP3.Data diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah denganinforman berjunlah 10 orang yang terdiri dari 3 orang pimpinan dan 7 orang staf.Selanjutnya tahap kedua bertujuan untuk mengembangkan suatu rancangan sistempenilaian kinerja yang baru. Hasilnya kemudian didiskusikan bersama denganpimpinan RSGM dalam diskusi kelompok terarah.Hasil penelitian yang didapat pada tahap pertama melalui wawancara mendalamdan diskusi kelompok terarah, terlihat bahwa informan dari lini karyawan secaraumum tidak mengetahui dengan jelas mengenai pelaksanaan sistem penilaiankinerja yang dilaksanakan di RSGM. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwasistem penilaian kinerja saat ini belum memiliki relevansi, sensitifitas, tingkatpenerimaan, keandalan dan kepraktisan yang cukup dalam menggambarkankinerja karyawan. Selanjutnya pada tahap kedua, dikembangkan suatu usulansistem penilaian kinerja yang baru berdasarkan konsep efektifitas Cascio denganmamadukan hasil yang didapat dari penelitian tahap pertama, aspek penilaianpada instrumen DP3, kondisi lingkungan pekerjaan di RSGM serta konseppenelitian terdahulu yang sejenis. Setelah hasil diskusi kelompok terarah bersamapimpinan dirangkum, maka didapatkan suatu rancangan pengembangan sistempenilaian kinerja yang baru bagi RSGM Universitas Trisakti. Rancanganpengembangan ini meliputi penilai, instrumen penilaian, prosedur penilaian,kriteria penilaian, waktu pelaksanaan dan manfaat penilaian yang sudahdisesuaikan dengan kondisi lingkunagn RSGM. Dengan diterapkannya rancangansistem penilaian kinerja yang baru ini, diharapkan dapat memotivasi karyawanuntuk bekerja lebih baik dan membantu dalam pengambilan keputusan manajerial.

ABSTRACT

In increasing the quality of health care, quality from individual human resourcesbecome the focus of attention of human resources department of TrisaktiUniversity Oral and Dental Hospital (RSGM). One strategy to increase the humanresources quality is through the effective mechanism of performance appraisalsystem of the employment.The goal of this study is to get the current image of performance appraisal systemin Trisakti University's RSGM and make proposal for new performance appraisalsystem based on the result. First stage is to see the efficacy of previousperformance appraisal system that using DP3. Data is collected from in depthinterview and focus group discussion with a total of 10 informants that consist of3 leaders and 7 staff. The next stage is to develop new framework for performanceappraisal system. The result then discussed with the RSGM's leaders in focusgroup discussion.The result from first stage is collected from in depth interview and focus groupdiscussion, it seems that the informant from employer group in general was notclearly know about the performance appraisal system that been carried out by theRSGM. Therefore, their opinions are the performance appraisal system until nowdoesn't have relevance, sensitivity, the level of acceptance, reliability, andpracticality that deep enough to describe the employer's work. Next on the secondstage, a proposal of new performance appraisal system is developed base onCascio's efficacy concept in concert with the first stage's result, assessment aspectin DP3 instrument, work condition in RSGM as well as previous study, thus anew framework for development of new performance appraisal system TrisaktiUniversity RSGM is made. Development of this framework consist of person whoassess the system, assessment criteria, time of assessment, and the benefit ofassessment that has been adjusted with the condition in RSGM. By applying thisnewly proposed performance appraisal system, hopefully it can motivated theemployer to work better and helps in managerial decision making.

Read More
B-1384
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asturi Putri; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Sandi Iljanto, Solehudin
B-1206
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive