Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36715 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Komang Ayu Henny Achjar; Pembimbing: Junaiti Sahar, Sabarinah Prasetyo, Jajang Gunawijaya; Penguji: Nana Mulyana, Made Riasmini, Soewarta Kosen, Etty Rekawati
Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi pantai, potensi besar berkembangnya pelayanan wisata. Risiko kecelakaan yang terjadi pada wisatawan dan masyarakat di area khusus pantai sebenarnya dapat direduksi melalui pencegahan primer dan pencegahan sekunder, dan menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas yang mewilayahi pantai, salah satunya peran perawat komunitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model keperawatan wisatawan pantai (KWP) melalui pos kesehatan pantai (Poskespan) untuk meningkatkan perilaku balawista, keselamatan dan kepuasan wisatawan di pantai Kabupaten Badung Provinsi Bali. Desain penelitian ini adalah riset operasional dengan tiga tahap yaitu Tahap I identifikasi masalah, tahap II pengembangan model dan modul, tahap III uji coba model keperawatan wisatawan pantai (KWP) melalui Pos Kesehatan Pantai (Poskespan) menggunakan studi penelitian kuantitatif quasy experiment pre post test with control group, dengan tehnik sampling cluster sampling. Model pengembangan keperawatan wisatawan pantai (KWP) melalui Poskespan dilakukan di pantai kecamatan Kuta Tengah kabupaten Badung yaitu Kuta, Legian dan Seminyak, pada 59 balawista dan 720 wisatawan. Uji statistik yang digunakan chi square, uji t, General Linier Model- Repeated Measure (GLM-RM). Terbentuknya model keperawatan wisatawan pantai melalui poskespan berdasarkan hasil eksplorasi 14 tema dan studi literatur menggunakan integrasi community as parthner model ke dalam precede model, menggunakan strategi keperawatan komunitas yaitu pendidikan kesehatan, parthnership, empowerment capacity building. Hasil uji didapatkan ada pengaruh model keperawatan wisatawan pantai (KWP) melalui Poskespan terhadap perilaku balawista, keselamatan dan kepuasan wisatawan, sehingga diharapkan model ini dapat dijadikan salah satu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) pada kelompok khusus masyarakat pantai di Indonesia dengan melibatkan peran perawat puskesmas yang mewilayahi pantai untuk supervisi kegiatan luar gedung Puskesmas/ pendampingan ke Poskespan
Read More
D-413
Depok : FIP, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Badriah; Pembimbing: Junaiti Sahar, Jajang Gunawijaya, Sabarinah Prasetyo; Penguji: Ni Made Riasmini, Astuti Yuni Nursasi, Nina Kemala Sari, Agus Setiawan
Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya. Berbagai nilai budaya yang dianut sangat berpengaruh terhadap pola prilaku dari masyarakat penganut budaya tersebut salah satunya adalah budaya sunda yang sangat menghormati orang tua. Pengembangan model keperawatan keluarga peka budaya Sunda ini dilatarbelakangi oleh adanya pola prilaku keluarga pada masyarakat sunda yang cenderung mamanjakan orang tua dengan melakukan kebiasaan yang berisiko meningkatkan kadar gula darah demi menyenangkan orang tua..Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektifitas model tersebut untuk meningkatkan perilaku dan dukungan keluarga dalam pengendalian gula darah pada lansia DM. Penelitian ini menggunakan desain riset operasional melalui 2 (dua) tahapan penelitian yaitu; Tahap I : pengembangan model keperawatan keluarga peka budaya Sunda hasil integrasi studi literatur, hasil studi pendahuluan dan konsultasi pakar; Tahap II: Uji efektifitas model dengan quasi-eksperiment pre-post test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 114. Hasil penelitian diperoleh: Tahap I dihasilkannya model keperawatan keluarga peka budaya Sunda dengan modul, buku kerja dan kurikulum pelatihan; Tahap II : terdapat perbedaan bermakna antara prilaku merawat (pengetahuan, sikap dan keterampilan), dukungan keluarga (dukungan informasional, instrumental, penghargaan dan emosional), kadar gula darah lansia DM antar pengukuran 3 bulan dan 6 bulan setelah penerapan model. Kesimpulan: model keperawatan keluarga peka budaya Sunda efektif meningkatkan prilaku merawat dengan kontribusi besar pada sikap; efektif meningkatkan dukungan keluarga dengan kontribusi besar pada dukungan inforamsional; dan menurunkan kadar gula darah sehingga diharapkan model ini dapat direplikasi dengan menggunakan berbagai bahasa yang disesuaikan dengan kondisi budaya setempat dan dikenalkan kepada peserta didik dengan mengintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan keperawatan
Indonesia is an archipelago with a variety of ethnic groups that have cultural diversity. Various cultural values embraced greatly influence the behavior patterns of adherents of the culture, one of which is Sundanese culture that highly respects of parents. The development of Sundanese culture sensitive family nursing models is based on the background of family behavior patterns in Sundanese people who tend to indulge in habits that risk increasing blood sugar of elderly with DM to please their parents.The aim of the study is to find out the effectiveness of the model to improve family support in controlling blood sugar to elderly with DM. This research uses operational research design through 2 (two) stages of research, namely; Stage I: development of Sundanese culture sensitive family nursing models as a result of the integration of literature study, result of preliminary study and expert consultation; Stage II: Model effectiveness test with quasi-experimental pre- posttest with control group with a total sample of 114. The results of the study are obtained; Stage I: produced Sundanese culture sensitive family nursing model with module, workbook and training curriculum; Stage II: there are significant differences among caring behavior (knowledge, attitude, and skill), family support (informational, instrumental, appreciation and emotional support;), and elderly with DM blood sugar levels between 3 months and 6 months measurement after the application of the model. Conclusion: Sundanese culture sensitive family nursing model effectively improves caring behavior with a large contribution to attitude, effectively improves family support by contributing greatly to information support and effectively reduces blood sugar level so this model is expected to be replicated with various languages which are adjusted to local culture condition and introduced to the students by integrating into the nursing education curriculum
Read More
D-412
Depok : FIP, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Jannah
577.9 JAN b
Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2011
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Kusmiran; Promotor: Hadi Pratomo; Kopromotor: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Anna Keliat; Anggota: Sabarinah B Prasetyo, Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Asep Supena, Fitri Haryanti
D-353
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Citra Cinta Asyura Nasution; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Adang Bachtiar, Besral; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sutoto, Emma Rachmawati, Viera Wardhani
Abstrak:

Keselamatan pasien merupakan kewajiban rumah sakit dan bagian integral dari akreditasi sejak 2008. Namun, berbagai permasalahan masih sering ditemukan, sehingga keberlanjutan perbaikan menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual strategi peningkatan keselamatan pasien. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain convergent parallel. Data kuantitatif berasal dari Riset Fasilitas Kesehatan 2019 (523 rumah sakit) dan data akreditasi (917 rumah sakit), dianalisis menggunakan uji chi-square, regresi logistik, dan analisis jalur. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen dari enam rumah sakit, dinas kesehatan provinsi, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) wilayah di Sumatera Utara dan Bali, dengan total 95 informan. Analisis tematik menggunakan perangkat NVivo, dengan kerangka Malcolm Baldrige dan model implementasi Van Meter-Van Horn, meliputi ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus tenaga kerja, fokus operasi, fokus pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, komunikasi antar organisasi, serta peran akreditasi. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa pelaporan insiden keselamatan pasien berhubungan signifikan dengan lokasi (Jawa-Bali), status akreditasi, jumlah tempat tidur (> 200), kelas rumah sakit (A dan B), evaluasi pelayanan, audit internal, serta keaktifan komite keselamatan pasien dan pengendalian infeksi. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa implementasi kebijakan keselamatan pasien sudah berjalan, namun bervariasi tergantung kepemilikan dan ketersediaan sumber daya. Semua dimensi yang diteliti berpotensi menjadi faktor pendukung maupun penghambat tergantung pengelolaannya. Kepemimpinan yang kuat, fasilitas yang memadai, serta budaya keselamatan yang ditanamkan secara konsisten memperkuat implementasi, sedangkan lemahnya komitmen dan keterbatasan dana menjadi kendala. Hambatan juga muncul dalam pelaporan insiden, baik dari sisi organisasi maupun individu. Penelitian ini menghasilkan model konseptual strategi peningkatan keselamatan pasien yang mencakup integrasi keselamatan pasien dalam perencanaan strategis, penguatan kepemimpinan, peningkatan kapasitas staf, alokasi anggaran memadai, monitoring dan evaluasi berkelanjutan, serta pelibatan pasien. Model ini diharapkan dapat mendorong peningkatan keselamatan pasien secara menyeluruh dan berkelanjutan di rumah sakit.


 

Patient safety is a mandatory obligation for hospitals and has been an integral part of hospital accreditation since 2008. However, various patient safety issues are still frequently found, making the sustainability of improvements a major challenge. This study aims to formulate a conceptual model of patient safety improvement strategies. A mixed-methods approach with a convergent parallel design was employed. Quantitative data were obtained from the 2019 Rifaskes (523 hospitals) and accreditation records (917 hospitals), and analyzed using chi-square tests, logistic regression, and path analysis. Qualitative data were collected through in-depth interviews and document reviews from six hospitals, provincial health offices, and the Indonesian Hospital Association (PERSI) in North Sumatra and Bali Provinces, involving a total of 95 informants. Thematic analysis was conducted using NVivo software, guided by the Malcolm Baldrige framework and the Van Meter–Van Horn policy implementation model. Quantitative findings showed that the reporting of patient safety incidents was significantly associated with location (Java–Bali), accreditation status, bed capacity (>200 beds), hospital class (A and B), presence of service evaluations, internal audits, and the activity of patient safety and infection control committees. Qualitative results indicated that while policy implementation was underway, it varied depending on hospital ownership and available resources. All dimensions could act as either enablers or barriers depending on how they were managed. Strong leadership and adequate facilities enhanced implementation, while weak commitment and limited funding were key constraints. Incident reporting also faced challenges at both organizational and individual levels. This study produced a conceptual model for improving patient safety through the integration of safety into strategic planning, strengthened leadership, staff capacity building, sufficient budget allocation, continuous monitoring and evaluation, and enhanced patient engagement. The model is expected to support comprehensive and sustainable patient safety improvements in hospitals

Read More
D-580
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rico Kurniawan; Promotor: Budi Utomo; Kopromotor: Kemal Nazaruddin Siregar, Kalamullah Ramli; Penguji: Anhari Achadi, Besral, Tris Eryando, Soewarta Kosen; Ruddy J. Suhatril
Abstrak:
Penelitian ini berfokus pada deteksi dini hipertensi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Menggunakan data Indonesia Family Life Survey, penelitian ini mengidentifikasi faktor seperti umur, gender, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan denyut nadi sebagai prediktor utama hipertensi. Analisis menggunakan regresi panel multivariable dengan model fixed effect dan random effect menentukan variabel signifikan dalam variabilitas tekanan darah. Model Markov Multi Status digunakan untuk menghitung probabilitas perubahan status tekanan darah. Hasil menunjukkan bahwa model machine learning dengan algoritma regresi logistik efektif dalam mengklasifikasi hipertensi di Indonesia, ditunjukkan dengan nilai Area Under Curve (0.751 untuk pria dan 0.794 untuk wanita) dan Complete Accuracy yang tinggi (0.780 untuk pria dan 0.798 untuk wanita).. Model ini menggunakan prediktor non-invasif yang mudah diukur, dan algoritma regresi linier menunjukkan kinerja yang baik untuk data kontinu. Studi ini juga mengungkapkan probabilitas transisi tekanan darah dari normal ke hipertensi, pre hipertensi menjadi normal atau hipertensi, dan kemungkinan individu hipertensi untuk tetap dalam kondisi tersebut atau berubah status.Kesimpulan dari penelitian adalah metode deteksi ini efisien untuk lingkungan dengan sumber daya terbatas dan dapat diintegrasikan dalam program kesehatan masyarakat. Faktor sosiodemografi dan antropometri efektif sebagai estimator dalam prediksi status hipertensi.

This study focuses on early detection of hypertension to reduce cardiovascular disease risks. Utilizing data from the Indonesia Family Life Survey, it identifies key predictors of hypertension such as age, gender, body mass index, physical activity, and pulse rate. Multivariable panel regression analysis employing both fixed effect and random effect models was conducted to determine significant variables influencing blood pressure variability. A Markov Multi Status model was used to calculate the probabilities of transitioning between different blood pressure statuses. The results demonstrate that the machine learning model, employing logistic regression algorithms, is effective in classifying hypertension in Indonesia, evidenced by high Area Under Curve and Complete Accuracy values. This model utilizes easily measurable, non-invasive predictors. Moreover, the linear regression algorithm showed superior performance for continuous data. The study also reveals the probabilities of transitioning from normal to hypertensive states, from pre-hypertension to normal or hypertension, and the likelihood of individuals with hypertension maintaining or changing their status. In conclusion, this detection method is efficient for resource-limited environments and can be integrated into broader public health programs. Socio-demographic and anthropometric factors are effective as estimators in predicting hypertension status.
Read More
D-495
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng P. Pramayu; Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Besral, Dadan Erwandi; Penguji: Bambang Wispriyono, Hendra, Danang Insita Putra, Gama Widyaputra, Suparni
Abstrak:
Posisi geografis Indonesia pada jalur Cincin Api Pasifik menimbulkan risiko bencana alam tinggi bagi sektor pertambangan batubara yang beroperasi di wilayah rawan. Sektor pertambangan batubara belum memiliki instrumen penilaian komprehensif untuk mengevaluasi Emergency Management Capability (EMC) yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen EMC guna mengukur kesiapsiagaan organisasi terhadap potensi kondisi darurat seperti ledakan, longsor, dan banjir. Melalui desain mixed methods dengan pendekatan explanatory sequential, pengembangan instrumen ini merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 185 (2019) dan No. 10 (2023), serta International Organization for Standardization (ISO) 22320:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMC terdiri dari lima variabel, yaitu identifikasi dan penilaian potensi keadaan darurat, pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan keadaan darurat. Instrumen terbukti valid dan reliabel. Pembobotan berbasis Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan kesiapsiagaan keadaan darurat sebagai dimensi dominan (35%). Penelitian ini juga menghasilkan klasifikasi tingkat kapabilitas EMC ke dalam lima level, yaitu dasar, reaktif, terencana, proaktif, dan adaptif atau resilient. Selain itu, hasil pengukuran EMC dapat diintegrasikan ke dalam audit SMKP Minerba. Instrumen AJENG diharapkan dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk memetakan kesiapan organisasi, memperkuat mitigasi, dan meningkatkan pengelolaan kedaruratan pada pertambangan batubara.

Indonesia’s location along the Pacific Ring of Fire exposes coal mining operations to significant disaster risks. However, the sector lacks a comprehensive instrument for assessing Emergency Management Capability (EMC) that is integrated with the Mining Safety Management System (SMKP). This study aimed to develop an EMC assessment instrument to measure organizational preparedness for potential emergencies, including explosions, landslides, and flooding. A mixed-methods study using an explanatory sequential design was conducted. Instrument development was guided by the Decree of the Director General of Mineral and Coal No. 185 of 2019, No. 10 of 2023, and ISO 22320:2018. The results identified five EMC dimensions: emergency identification and risk assessment, prevention, preparedness, response, and recovery. The AJENG instrument demonstrated satisfactory validity and reliability. Confirmatory Factor Analysis (CFA) indicated that preparedness was the most influential dimension, accounting for 35% of the overall construct. The study also established five EMC capability levels: Basic, Reactive, Planned, Proactive, and Adaptive (Resilient). Furthermore, EMC assessment results can be integrated into the SMKP audit framework. The AJENG instrument is expected to support organizational preparedness assessment, strengthen risk mitigation, and enhance emergency management performance in the coal mining sector.
Read More
D-628
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arsitawati Pudji Rahardjo; Promotor: Amal C. Sjaaf; Ko-promotor: Purnawan Junadi; Ketua sidang: Sudijanto Kamso; Penguji: Santoso Cornain, I Gede Putu Surya, Sudarti Kresno, Mardiati Nadjib, Adang Bachtiar
D-203
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farhati; Promotor: Sabarinah; Kopromotor: Agustin Kusumayati, Umaimah Wahid; Penguji: Evi Martha, Kemal Nazaruddin Siregar, Milla Herdayati, M.Yani, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Abstrak: Latar Belakang: Remaja di Aceh menghadapi tantangan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba, merokok, perilaku seksual pranikah, kehamilan remaja serta paparan HIV/AIDS yang berdampak pada kesehatan, sosial dan kualitas SDM. Rendahnya pengetahuan dan ketahanan diri remaja serta keterbatasan program yang ada menjadi tantangan serius. Di sisi lain Aceh memiliki kekuatan sosial dan religius melalui peran Teungku Inong  dan tradisi Seumeubeut sebagai ruang edukasi yang dekat dengan remaja, namun belum dimanfaatkan sebagai pendekatan edukasi kesehatan remaja secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model edukasi kesehatan reproduksi dan life skills  berbasis komunitas melalui peran Teungku Inong dan praktik Seumeubeut dalam pencegahan perilaku berisiko kesehatan remaja di Provinsi Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan Mixed Method Exploratory Sequential Design dalam tiga tahap: kualitatif fenomenologi, pengembangan model edukasi berbasis komunitas, dan kuantitatif kuasi-eksperimen. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh dari bulan Oktober 2024 hingga November 2025 dengan sampel penelitian Teungku Inong  sejumlah 62 pada kelompok intervensi dan 61 pada kelompok kontrol, serta remaja sejumlah 186 orang. Analisis data menggunakan Generalized Estimating Equations (GEE) dan Difference in Difference (DiD). Hasil: Teungku Inong  memiliki legitimasi moral dan sosial yang kuat sebagai mediator sosial dalam komunitas, namun memerlukan penguatan kapasitas konseptual terkait kesehatan reproduksi dan life skills . Model Seumeubeut Terpadu yang dikembangkan mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi, kecakapan hidup psikososial, serta nilai-nilai Islam dan budaya Aceh dalam format pengajian komunitas. Analisis GEE menunjukkan interaksi pada post-test 1 meningkatkan skor peran sebesar β = 3,465 (95% CI: 1,711–5,218; p < 0,001) dan β = 2,578 (95% CI: 0,458 - 4,697 p = 0,01) pada post-test 2. Hasil analisis DiD terdapat peningkatan skor peran pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol dengan koefisien sebesar 15,19 (p < 0,001). Intervensi model berkontribusi terhadap peningkatan peran sebesar 44% pada post-test pertama (1 bulan) dan 49% pada post-test kedua (2 bulan pasca intervensi). Kesimpulan dan saran: Model Seumeubeut Terpadu terbukti secara signifikan meningkatkan peran Teungku Inong sebagai agent of change sekaligus memperkuat faktor protektif remaja terhadap perilaku berisiko. Model Seumeubeut Terpadu dapat direkomendasikan sebagai pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas yang kontekstual, aplikatif, dan berpotensi berkelanjutan dalam sistem perlindungan remaja di Aceh.
Background: Adolescents in Aceh face challenges related to risky behaviors such as drug abuse, smoking, premarital sexual activity, teenage pregnancy, and exposure to HIV/AIDS, which impact their health, social well-being, and the quality of human resources. Low levels of knowledge and resilience among adolescents, as well as the limitations of existing programs, pose serious challenges. On the other hand, Aceh possesses social and religious strengths through the role of Teungku Inong and the Seumeubeut tradition as educational spaces close to adolescents, yet these have not been optimally utilized as an approach to adolescent health education. This study aims to develop a community-based reproductive health and life skills  education model through the role of Teungku Inong and Seumeubeut practices in preventing risky health behaviors among adolescents in Aceh Province. Methods: This study employs a mixed-methods exploratory sequential design in three phases: phenomenological qualitative analysis, development of a community-based educational model, and quasi-experimental quantitative analysis. The study was conducted in Bireuen Regency, Aceh Province, from October 2024 to November 2025, with a sample of 62 Teungku Inong in the intervention group and 61 in the control group, as well as 186 adolescents. Data analysis utilized Generalized Estimating Equations (GEE) and Difference-in-Differences (DiD). Results: Teungku Inong possess strong moral and social legitimacy as social mediators within the community; however, they require capacity building regarding reproductive health and life skills . The Integrated Seumeubeut Model developed integrates reproductive health education, psychosocial life skills , as well as Islamic values and Acehnese culture into a community study group format. GEE analysis revealed that the interaction term in Post-test 1 increased role scores by β = 3.465 (95% CI: 1.711–5.218; p < 0.001) and by β = 2.578 (95% CI: 0.458–4.697; p = 0.01) in Post-test 2. Results of the DiD analysis showed an increase in role scores in the intervention group compared to the control group with a coefficient of 15.19 (p < 0.001). The model intervention contributed to a 44% increase in role scores at the first post-test (1 month) and a 49% increase at the second post-test (2 months post-intervention). Conclusions and recommendations: The Integrated Seumeubeut Model was proven to significantly enhance the role of Teungku Inong as agents of change while strengthening protective factors for adolescents against risky behaviors. The Integrated Seumeubeut Model can be recommended as a community-based, contextually relevant, practical, and potentially sustainable promotive-preventive approach within the adolescent protection system in Aceh.
Read More
D-635
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Sitorus; Pembimbing: Azrul Azwar, Anhari Achadi, Achir Yani S. Hamid
D-84
[s.l.] : [s.n.] : 2002
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive