Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33278 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Gusti Ayu Mirah Dwijayanti Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Robiana Modjo, Evi Martha, Atika, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Direktur, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Komite Mutu, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis, Kepala Satuan Pelayanan Keperawatan, Kepala Satuan Pelayanan Rawat Inap, petugas rawat inap, pasien rawat inap, petugas Puskesmas dan masyarakat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa faktor internal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu ketersediaan fasilitas seperti jarak antar tepi tempat tidur masih kurang standar serta kurangnya promosi dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari faktor ekternal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu banyaknya pesaing sehingga minat masyarakat untuk melakukan rawat inap masih rendah serta masyarakat memilih berobat ke pelayanan fasilitas kesehatan primer sebelum memutuskan untuk melakukan rawat inap. Dengan begitu perlu adanya perhatian khusus manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai hal-hal terkait efisiensi dan pemanfaatan pelayanan rumah sakit terutama pelayanan rawat inap.
Read More
T-5816
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rame Manurita Verysanti Siahaan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Robiana Modjo, Gafar Hartatiyanto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Waktu tunggu merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang akan menunjukkan kesan terhadap rumah sakit akan ketanggapan dan kinerja pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut sehingga lamanya waktu tunggu secara tidak langsung menunjukkan rendahnya kinerja pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan waktu tunggu rawat jalan di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah riset operasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui enam tahap penelitian yaitu identifikasi input, identifikasi proses, pengamatan output, identifikasi penyebab masalah, identifikasi alternatif solusi dan perancangan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah SDM di bagian Rekam Medis belum mencukupi, hanya ada 1 orang runner yang mendistribusikan dokumen rekam medis ke semua poli; jam mulai pelayanan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dokter sering tidak tepat waktu dalam memulai pelayanan; jarak ruangan Rekam Medis berada di gedung terpisah sedangkan bagian pendaftaran di lantai 1 dan Poli ada di Lantai 2, pasien datang terlalu cepat merupakan masalah utama yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu. Rata-rata total waktu tunggu di Poli Kebidanan dan Kandungan adalah 117.66 menit dan belum sesuai dengan SPM RS yaitu ≤60 menit. Rancangan intervensi yang disepakati adalah membuat SPO dan SK tentang pendaftaran pasien dilakukan 30 menit sebelum jadwal pelayanan dokter. Disaranan melakukan penjadwalan ulang jadwal praktek Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga ada kejelasan jam mulai pelayanan, membuat sistem reservasi yang optimal secara bertahap mulai dari offline sampai dengan online, menambah 2 orang petugas di bagian Rekam Medis dan menerapkan rekam medis elektronik
Read More
T-5800
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmini; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Peter Patinama, Agustin Kusumayati, Rini Sutjiati
Abstrak:
Sehubungan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan kesehatan, maka fungsi pelayanzm kesehatan secara bertahap harus terus ditingkatkan. Supervisi keperawatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kctrampilan petugas pelayanan kesehatan khususnya perawat pelaksana Pcrawat yang trampil akan berdampak pada mutu asuhan keperawatan yang diberikan. Supervisi keperawalan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya umur, pendidikan, lamakerja penyelia, pelatihan, sarana dan pmsarana, SOP dan bimbingan, serla perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran faktor pada penyelia, faktor pada perawat pelaksana, faktor sarana, faktor SOP, faktor bimbingan dan pelaksanaan supervisi keperawatan. Rancangan pcnelitian adalah croxs sectional, dilakukan di ruang rawat inap Rumah sakit dr Cipto Mangunkusumo pada bulan Mei dan Juni 2001. Populasi penelitian semua kepala ruang rawat inap, adapun sampei total populasi yaitu 47 responden. Hasil penelitian rnenunjukl-can bahwa pclaksanaan supervisi keperawatan di mang rawat inap Rumah Sakit dr Cipro Mangunkusumo berjalan tidak efek1i£ Dari sepuluh variabel indepcndcn yang diteliti, hanya satu yang bermakna yaitu variabel bimbingan terdapat hubungan bcrmakna dengan pelaksanaan supervisi keperawatan. Adapun faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan supervisi keperawatan adalah bimbingan Pcningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan harus dilakukan SCC312 terus menerus, salah satu upaya adalah dcngan mcngefektiikan pelaksanaan supervisi keperawatan. Melalul program pelatihan khusus supcrvisi keperawatan diharapkan kepala mang rawat inap dapat bekerja sesuai fhngsinya sebagai supervisor tingkat tcrbawah.

As the increase of public demand for the quality of health services, the function of health services shall be gradually improved. Nursing supervision is one etfort to improve the skill of health service officers specially the nurse. The qualified nurse will effect to the quality of nursing care. Nursing supervision is influences many factors, such as age, education, experiences, training, intra structure, standard operating procedures, guidance and the nurse itself. The purpose of this research is to gain infomation between factors of experience, nurse, infra structure, standard procedure, and tutorial to which have more influence to the performance of nursing supervision. Research design is carried out by cross sectional the ward in Dr Cipto Mangunkusumo Hospital during May to June 200l. Research population are all head nurse ofthe wards and total samples population are 47 respondent. The result of this research shows that nursing supervision at wards of Dr Cipto Mangunlcusumo hospital was done effectively. From ten of independent variable to be analysed, only one of which is tutorial give a.n effect to perfonnance of nursing supervision. The improvement of the nursing ServiCCS quality Shall be continually carried out by implementing effective nursing supervision. By special training program of the nursing supervision, head of wards are hoped to with comply to their function as the supervisor to their subordinate.
Read More
T-1118
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satfitri Rahayu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral, Wachyu Sulistiadi, Sudono, Ali Noerdin
Abstrak: Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik secara kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 112 ibu rumah tangga yang berdomisili di wilayah UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara adalah pengetahuan (OR=7.821) dan kepuasan (OR= 3.122), sedangkan sikap, aksesibilitas, dan jenis pembiayaan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap minat pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.


This thesis aims to determine the factors that influence the intention of returning oral health services at UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara in 2013. This research is quantitative analytic cross sectional design. The sample consisted of 112 housewives who live in the area UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara. The results showed that the factors that affect the intention of returning oral health care UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara is knowledge (OR = 7,821) and satisfaction (OR = 3.122), whereas the attitude, accessibility, and type of financing did not show a significant relationship to the intention of returning of oral health services at UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Tenggara.

Read More
T-3808
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rany Wulan Agus; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Besral, Atik Rahmat
Abstrak: Perawat dalam melaksanakan penerapan sasaran keselamatan pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan sebagai sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran penerapan pasien serta hubungan antara faktor individu, faktor kompleksitas pekerjaan, faktor lingkungan kerja, serta faktor organisasi dan manajemen terhadap penerapan SKP di RSUD dr Slamet Garut. Desain penelitian deskriptif korelatif dengan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 286 perawat.

Hasil penelitian menunjukan gambaran penerapan sasaran keselamatan pasien lebih dari sebagian masih kurang (52,8%). Faktor individu meliputi masa kerja (p=0,000) memiliki hubungan dengan penerapan SKP, sedangkan umur, status kepegawaian pelatihan dan pendidikan tidak. Faktor kompleksitas pekerjaan meliputi serah terima pasien (p=0,000), memiliki hubungan dengan penerapan SKP sedangkan beban kerja dan kerjasama tidak, ketersediaan SOP merupakan variabel komposit.

Faktor lingkungan kerja (P=0,000) memiliki hubungan dengan penerapan SKP. Faktor Organisasi dan Manajemen meliputi supervisi, budaya organisasi dan komunikasi tidak memiliki hubungan dengan penerapan SKP. Faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah lingkungan kerja Penelitian ini merekomendasikan perlu dilakukan pengukuran berkala dan Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) terhadap seluruh area lingkungan kerja. . Kata kunci: Penerapan Keselamatan pasien, perawat, rumah sakit

Implementation of Patient Safety on Nurse was influenced by various factor are related each other as a system. The objective of this research was to decribe of patient safety implemention and relationship between individual factors, work complexity factors, work environment factors, organizational and management factors with patient safety implementation in Hospital dr Slamet Garut. This research design used a descriptive correlative with cross sectional method, the sampels were 286 nurses.

The result showed the picture of patient safety implementation is more than some still lacking (52,8%). The influencing factors of individual factor for patient safety implementation were length of service (p=0,000), meanwile other factors such as age, employment status, training and education were not influential. The influencing factors of complexity factors for patient safety implementation were patient handover (p=0,000), meanwile other factors such as workload and cooperation were not influential, SOP was comfounding variable.


The influencing factors of work environment for patient safety implementation. Factors of organizational and management such a supervision, organization culture and communication were not influencing. The most dominant factors influencing for patient safety was work environment. This research recommend that it require periodic measurements and Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) of all working area. Keywords: Hospital, Patient Safety Impelementation, nurses
Read More
T-5090
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baikhati Cesariastevia Basuki; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Beben Saiful Bahri, Jeffri Agustinus Tobing
Abstrak: Rumah sakit adalah sebuah institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan tersebut rumah sakit dituntut untuk menjaga keselamatan pasiennya. Dalam proses ini peran perawat dirasa sangat penting karena memiliki waktu yang lebih lama dalam perawatan pasien dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Pada tahun 2018 masih ada indikator keselamatan pasien yang belum mencapai standar meliputi ketepatan memasang gelas identitas pasien, verifikasi terhadap pelaporan melalui telepon dalam waktu 24 jam, penandaan sisi operasi, kepatuhan cuci tangan dan kejadian pasien jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dalam upaya keselamatan pasien rawat inap di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari pengisian kuesioner terhadap 143 perawat ruang rawat inap. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel motivasi (p-value = 0.001) dan status kepegawaian (p-value = 0.047) memiliki hubungan paling dominan dengan kinerja perawat. Motivasi yang baik mempunyai peluang 3.210 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan motivasi yang kurang baik dan status pegawai tetap mempunyai peluang 0.311 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan pegawai tidak tetap
Read More
T-5810
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfrida Rooslanda Putri Venesha; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Devi Maryori
Abstrak:
Lamanya waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap di RSUD KiSA Kota Depok mengakibatkan lamanya perpindahan pasien dari IGD yang perlu dilakukan rawat inap. Hal ini merupakan alasan pentingnya pemantauan proses pemulangan pasien yang selama ini belum pernah dilakukan, dan perlunya ditentukan target waktu tunggu proses pemulangan pasien rawat inap. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi Lean Six Sigma pada proses pasien pulang rawat inap dalam upaya perbaikan mutu pelayanan rawat inap di RSUD KiSA, dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve dan Control berfokus pada penurunan aktivitas non value added serta pemborosan dengan meningkatkan aktivitas value added. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain action research, menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen, serta implementasi perbaikan proses pemulangan pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap. Kondisi awal proses pemulangan pasien diketahui ratio VA hanya 23,9% dan ratio NVA sebesar 76,1% dengan Lead Time 315,08 menit. Setelah dilakukan pendekatan Lean Six Sigma dapat diidentifikasi pemborosan dan dilakukan upaya perbaikan. Sehingga terjadi penurunan Lead Time menjadi 192,50 menit dengan peningkatan rasio VA menjadi 30,6%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penetapan alur proses pemulangan pasien serta dilakukan pemantauan waktu tunggu melalui indikator mutu unit rawat inap. Proses evaluasi dilakukan untuk menilai mutu layanan yang diberikan sudah memberikan manfaat bagi pasien dan operasional pelayanan rumah sakit.

The long waiting time for inpatient services at the KiSA Hospital in Depok City resulted in a long transfer of patients from the emergency room who had to be treated at the hospital. This is the reason for the importance of monitoring the patient discharge process which has never been done before, and the need to set a target waiting time for the inpatient discharge process. The research objective was to determine the application of Lean Six Sigma to the inpatient discharge process in an effort to improve the quality of inpatient services at KiSA Hospital, with the Define, Measure, Analyze, Improve and Control stages which focus on reducing non-value, adding activity and waste by increasing value added activity. . This study used a qualitative approach with an action research design, using in-depth interviews, observation and document review, as well as implementing improvements to the inpatient process. The results showed an increase in waiting time for inpatient discharge services. The initial condition of the patient discharge process was that the VA ratio was only 23,9% and the NVA ratio was 76,1% with a lead time of 315,08 minutes. After taking the Lean Six Sigma approach, waste can be identified and efforts to fix it can be made. So that there is a decrease in Lead Time to 192,50 minutes with an increase in the VA ratio of 30,6%. The recommendation from this study is the need to determine the flow of the patient discharge process and monitor waiting time through inpatient unit quality indicators. The evaluation process is carried out to assess the quality of services provided which have benefited patients and hospital service operations.
Read More
T-6798
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Verawati Lenny; Pembimbing: Hafizurrachman, Robiana Modjo; Penguji: Mayarni, Tati Nuryati
T-3368
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriati Kartini; Pembimbing: Dian Ayubi, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Kusdinar Ahmad, Adhy Nugroho, Luana Lidwina
Abstrak: ABSTRAK Saat ini mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia masih rendah. Salah satu outcome dari layanan kesehatan selain kesembuhan pasien adalah kepuasan pasien. Salah satu cara atau metode yang dianggap cukup objektif dalam mengukur kepuasan pasien adalah Metode Servqual (Service Quality), dimana dibuat penilaian untuk mengukur kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan dengan lima dimensi mutu yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat inap di RS PON. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian menggunakan quota sampling 92 orang dan 1 orang informan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian yaitu nilai rata-rata kepuasan pasien adalah 76,88. Karakteristik pasien yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap yaitu pendidikan (p value 0,001) dan karakteristik yang tidak berhubungan dengan kepuasan pasien adalah pekerjaan (p value 0,814) dan cara pembayaran (p value 1,00). Reputasi berhubungan kepuasan pasien (p value 0,001) dan pengalaman tidak berhubungan dengan kepuasan pasien (p value 0,005). Variabel yang paling dominan yaitu pendidikan. Kepuasan pasien khususnya rawat inap belum sesuai dengan indikator mutu rawat inap berdasarkan Kementerian Kesehatan dan RS PON yaitu kepuasan pasien sebesar ≥ 90. Saran yaitu hendaknya melakukan edukasi dan penjelasan informasi menyesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien, melakukan pengukuran tingkat kepuasan pasien yang mencakup penampilan fisik rumah sakit dan kebersihan, melakukan pelatihan bagi petugas tentang cara menanggapi keluhan pasien yang baik. Kata kunci: kepuasan, rawat inap, rumah sakit Nowadays the service quality of hospital in Indonesia is still low. One of the health service outcomes beside patient recovery is patient satisfaction. One of the methods which is considered quite objective in measuring patient satisfaction in Servqual method (Service Quality), which is made the assessment to measure patient satisfaction towards service quality with fifth quality dimensions such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty. This research is conducted to increase patient satisfaction towards inpatient service in National Brain Hospital. This research use quantitative and qualitative designs. The sample use the quota sampling for 92 respondens and one informan. The data collection were taken by questionnaire and indepth interview. The research result is showed that the mean value of patient satisfaction is 76,88. The patient characteristics which are associated with patient satisfaction is the education (p value 0,001). The patient characteristic which are not associated with patient satisfaction are occupation (p value 0,814) and payment (p value 1,000). The reputation is associated with patient satisfaction (p value 0,001) and patient experience is associated with patient satisfaction (p value 0,005). The dominant variable is education. Patient satisfaction especially inpatient ward has not matched with the inpatient quality indicators based on Ministry of Health that patient satisfaction is ≥ 90. The recommendation is to conduct the education and information explanation based on education level, measure patient satisfaction level include physical environment of hospital and cleanliness, do training for health workers the way to respond the patient complaints. Key words: satisfaction, inpatient, hospital
Read More
T-5319
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermina M. Basrie; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Puput Oktamianti, Budi Rahayu
T-3433
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive