Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37158 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Devi Kartika; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Rahmadewi
Abstrak: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia masih menjadi masalah penting karena merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi. Salah satu faktor penyebab BBLR adalah usia ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan usia ibu dengan berat badan lahir rendah setelah di kontrol dengan faktor pendidikan ibu, konsumsi tablet tambah darah, usia gestasi, komplikasi kehamilan, perilaku merokok, paritas, usia kandungan saat K1, frekuensi antenatal care dan keinginan memiliki anak. Desain studi penelitian ini yaitu cross-sectional dengan analisis multivariat regresi logistik ganda. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data Riskesdas 2018 dengan jumlah sampel 30.299 wanita usia subur 15-35 tahun yang sudah pernah melahirkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ibu, pendidikan ibu, konsumsi tablet tambah darah, usia gestasi, komplikasi kehamilan, perilaku merokok dan frekuensi antenatal care berhubungan dengan kejadian BBLR. Namun tidak terdapat hubungan antara usia kandungan saat K1 dan keinginan memiliki anak dengan BBLR. Ibu usia remaja memiliki peluang 1,564 kali lebih tinggi melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu usia bukan remaja. Salah satu upaya pemerintah dalam optimalisasi preventif dan promotif dapat dilakukan dengan pendekatan kepada remaja dan WUS terkait kehidupan berkeluarga dan kesehatan reproduksi melalui melalui media sosial. Kata kunci : Berat badan lahir rendah; Usia Ibu; Remaja; Indonesia; Riskesdas 2018 Low birth weight (LBW) in Indonesia is still becomes a serious problem because it is one of the causes of high infant mortality. One of the factors causing LBW is maternal age. Therefore, this study aims to find the relationship between maternal age with low birth weight after being controlled by maternal education factors, consumption of iron tablets, gestational age, pregnancy complications, smoking behavior, parity, gestational age at K1, frequency of antenatal care and desire to have children. The design of this study is cross-sectional study with multivariate logistic regression analysis. The data used in this study are Indonesia Basic Health Research 2018 with the sample of 30,299 childbearing woman age 15-35 years old who had given birth. The analysis shows that maternal age, maternal education, consumption of iron tablets, gestational age, pregnancy complications, smoking behavior and frequency of antenatal care are related to LBW events. However, there is no relationship between the gestational age at K1 and the desire to have children with LBW. Young mothers have a 1.564 times higher chance of giving birth to LBW babies compared to non-young mothers. Preventive and promotive actions can be done by doing family life and reproductive health related approaches targeted to adolescents and women of childbearing age through social media. Key words : Low birth weight; Mother's age; Teenagers; Indonesia; Riskesdas 2018
Read More
S-10408
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rofingatul Mubasyiroh; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Kusharisupeni, Felly Philips Senewe, Erna Mulati
T-4067
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aghnia Dima Rachmawati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Florisa Julian Sudrajat Sudjat
Abstrak: Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia memiliki prevalensi sebesar 7,3%, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kejadian BBLR lebih banyak terjadi pada ibu yang berusia 15-19 tahun pada saat kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian BBLR dengan kehamilan pada usia remaja (15-19 tahun) setelah mengendalikan seluruh variabel confounding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus kontrol (1:1), dengan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Jumlah kasus untuk penelitian ini adalah 871 orang dengan kontrol 871 orang. Variabel kovariat dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan, paritas, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, umur kandungan saat K1 ANC dan frekuensi kunjungan ANC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna (OR: 2,65; p value= 0,013; 95% CI: 1,232-5,712). setelah mengendalikan variabel confounding yaitu tingkat pendidikan komplikasi kehamilan, umur kandungan saat K1 ANC dan frekuensi kunjungan ANC.
Kata kunci: BBLR; kehamilan remaja

Low Birth Weight (LBW) in Indonesia has the prevalence of 7,3 % according to IDHS 2012. Some research showed that more LBW occurences happened to mother aged 15-19 at the time of birth. This study aims to prove the association between adolescent pregnancy and low birth weight after controlling all the confounding variables. The method used for this study is case-control (1:1) by analyzing IDHS 2012. The selected cases are 871 with 871 controls. Covariate variables are education, parity, complication during pregnancy, complication at birth, months of pregnancy at first antenatal visit and number of antenatal visit. The result of the study is that there is a significant association between adolescent pregnancy after controlling all confounding variables which are education, complication during pregnancy and months of pregnancy at first antenatal visit and number of antenatal visit (OR: 2,65; p value= 0,013; 95% CI: 1,232-5,712).
Key words: LBW; adolescent pregnancy
Read More
S-9406
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hera Apprimadona; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Ratna Djuwita, Soewarta Kosen
Abstrak:
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan karena termasuk penyebab utama kematian neonatus di Indonesia selain karena dampak negatif jangka panjang yang disebabkannya. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan merupakan upaya menurunkan resiko kejadian BBLR. Namun kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah perempuan berusia 10-54 tahun di Indonesia berstatus kawin/cerai hidup/cerai mati yang memiliki riwayat persalinan periode 1 Januari 2018 sampai 25 September 2023, untuk kelahiran terakhir yang telah berakhir yang menjadi responden dalam SKI 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah responden dari populasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perempuan melahirkan bayi tunggal, informasi berat lahir bayi berdasarkan KIA, dengan data yang lengkap untuk semua variabel yang diteliti. Desain penelitian ini adalah cross sectional  dan menggunakan uji regresi cox dalam analisis data bivariat dan multivariat untuk mendapatkan Prevalence Ratio (PR) dengan interval kepercayaan 95%. Pendekatan analisis multivariat dilakukan untuk mengontrol variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, merokok, kuantitas ANC K4,  kualitas ANC 10T, pola makan, status ekonomi, wilayah tempat tinggal dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi BBLR sebesar 5,33% dan proporsi kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil sebesar 49,02%. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi TTD dengan kejadian BBLR di Indonesia, dimana ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi TTD mempunyai risiko 1,216 kali lebih besar (adjusted PR: 1,216; 95% CI: 1,04-1,43; p-value: 0,016) untuk melahirkan BBLR dibandingkan ibu yang patuh mengkonsumsi TTD, setelah dikontrol usia kehamilan Kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil di masih rendah, padahal berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Indonesia, sehingga perlu perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil.

Low birth weight (LBW) is a health problem because it is one of the main causes of neonatal mortality in Indonesia in addition to the long-term negative impacts it causes. Consumption of Iron Supplement Tablets (TTD) of at least 90 tablets during pregnancy is an effort to reduce the risk of LBW. However, compliance with TTD consumption in pregnant women in Indonesia is still low. This study aims to analyze the relationship between compliance with TTD consumption in pregnant women and the incidence of LBW in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey. The population of this study were women aged 10-54 years in Indonesia with married/divorced/divorced and died status who had a history of childbirth from January 1, 2018 to September 25, 2023, for the last birth that had ended who were respondents in the 2023 SKI. The sample in this study were respondents from the study population who met the inclusion criteria. The inclusion criteria in this study were women giving birth to a single baby, information on the baby's birth weight based on the KIA, with complete data for all variables studied. The design of this study was cross-sectional and used the cox regression test in bivariate and multivariate data analysis to obtain the Prevalence Ratio (PR) with a 95% confidence interval. The multivariate analysis approach was carried out to control covariate variables, namely age, education, occupation, parity, gestational age, pregnancy complications, smoking, quantity of ANC K4, quality of ANC 10T, diet, economic status, area of residence and gender. The results of this study showed a proportion of LBW of 5.33% and a proportion of compliance with TTD consumption in pregnant women of 49.02%. The results of the multivariate analysis showed a statistically significant relationship between pregnant women who were not compliant in consuming TTD and the incidence of LBW in Indonesia, where pregnant women who were not compliant in consuming TTD had a 1.216 times greater risk (adjusted PR: 1.216; 95% CI: 1.04-1.43; p-value: 0.016) of giving birth to LBW compared to mothers who were compliant in consuming TTD, after controlling for gestational age. Compliance with TTD consumption in pregnant women is still low, even though it is significantly related to the incidence of LBW in Indonesia, so the government needs attention to increase compliance with TTD consumption in pregnant women.

Read More
T-7290
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlina Indah Susanti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko, Helda, Nuning Kurniasi
Abstrak:

Gizi adalah bagian penting dari kesehatan dan perkembangan manusia. Indonesia, belum mencapai target MDG’s kekurangan gizi <15,5% yaitu 17,9% pada tahun 2010. Sedangkan BBLR merupakan salah satu variabel pokok penyebab kekurangan gizi pada balita yang prevalensinya 11,5%. Penelitian dilakukan terhadap anak usia 24-59 bulan dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010 dan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10.122 responden. Analisis data menggunakan metode cox regression (complex sample). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jenis kelamin, pendidikan ibu, tingkat sosial ekonomi, dan tipe daerah, bukan faktor counfounding maupun interaksi sehingga nilai PR balita dengan riwayat BBLR memiliki prevalensi mengalami kekurangan gizi 1,77 kali dibandingkan anak yang lahir normal pada balita dengan asupan energi cukup (PRadj  = 1,77, 95% CI: 1,32-2,37) dan pada balita dengan asupan energi kurang, protein cukup, dan protein kurang masing-masing sebesar 1,55 (95% CI: 1,27-1,89), 1,51 (95% CI: 1,22-1,86), dan 1,85 (95% CI: 1,40-2,43). Kata Kunci: BBLR, Status gizi, Balita, Anak 24-59 bulan.


 Nutrition is an essential part of health and human development. Indonesia, not to achieve the MDG's targets malnutrition <15.5% ie 17.9% in 2010. While LBW is one of the main variables in infants causes of malnutrition prevalence of 11.5%. Research conducted on children aged 24-59 months with the use of secondary data and the Health Research Association 2010 cross-sectional study design. The number of samples in this study were 10122 respondents. Data analysis using Cox regression method (complex sample). The results showed that after controlling sex, maternal education, socioeconomic level, and type of area, with a history of LBW children had a prevalence of 1.77 times the malnourished than children of normal birth in infants with adequate energy intake (PRadj = 1.77, 95% CI: 1.32 to 2.37) and in children with less energy intake, adequate protein, and less protein each 1.55 (95% CI: 1,27 to 1,89), 1.51 (95% CI: 1.22 to 1.86), and 1.85 (95% CI: 1.40-2.43). Keywords: Low birth weight, nutritional status, toddlers, children 24-59 months

Read More
T-3600
[s.l.] : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wa Ode Dwi Daningrat; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq, Doddy Izwardy, Sandjaja
T-4481
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Solihah Widyastuti; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C. Adisasmita, Yovsyah, Rini Yudhi Pratiwi, Priagung Adhi Bawono
T-3276
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Ariqa; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nurhayati Adnan Prihantono, Achmad Arifurrohman
S-10420
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviani; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Syahrizal Syarif, Sholah Imari, Rinni Yudhi Pratiwi
T-3378
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eres Inventori; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Yovsyah, Bagus Satriya Budi, Andry Harmany
Abstrak:

Latar belakang: Hampir tidak adanya perubahan jumlah kejadian bayi berat lahir rendah selama empat tahun terakhir merupakan suatu masalah besar, sehingga dapat berkontribusi terhadap angka kematian dan angka kesakitan bayi. Metod: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol, untuk melihat hubungan status anemia trimester I, II, dan selama hamil sebagai variabel utama dengan kejadian bayi berat lahir rendah setelah dikendalikan dengan umur ibu, paritas, jarak kehamilan, tinggi badan, penambahan berat badan, lingkar lengan atas, kunjungan ke palayanan kesehatan. Dari 84,98 % data register kohort ibu yang valid dibagi menjadi dUa bagian. Pertama adalah ibu yang melahirkan aterm dengan bayi lahir berat badan rendah yang dikelompokkan menjadi kasus dan kedua ibu yang melahirkan aterm dengan bayi berat badan lahir normal yang dikategorikan kelompok kontrol. Untuk kelompok kasus semua ibu yang melahirkan aterm dengan bayi berat lahir rendah tahun 2006 dan 2007 diambil sedangkan tahun 2005 dilakukan random kasus hingga memenuhi 96 kasus. Untuk kelompok kontrol dibuat kerangka sampel, dari kerangka sampel ini kemudian diambil sampel secara random, sesuai dengan tempat dan waktu dimana kasus ditemukan hingga jumlahnya 96 kontrol. Sehingga total sampel penelitian berjumlah 192 sampel. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda dengan interaksi antara anemia dan lingkar lengan atas ibu hamil. Hasil: Ibu hamil yang anemia trimester I dan lingkar lengan atas kurang 23,5 cm berisiko 13,57 (95 % CI: 2,74-67,20) melahirkan bayi berat lahir rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anamia dan lingkar lengan atasnya lebih dari 23,5 cm dengan nilai p =0,001; Ibu hamil yang anemia trimester III dan lingkar lengan atas kurang 23,5 cm berisiko 7,44 (95% CI : 1,94-28,62) melahirkan bayi berat lahir rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia dan lingkar lengan atas lebih dari 23,5 cm dengan nilai p =0,003; Ibu hamil yang anemia selama kehamilannya (trimester I dan III) dan lingkar dengan atas kurang 23,5 cm berisiko 9,97 (95% CI: 1,81·54,79) melahirkan bayi berat lahir rendah di dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia dan lingkar lengan atas lebih dari 23,5 cm dengan niai p = 0,008. Kesimpulan: ibu barnil yang mengalarni status goo kurang (anemia dan lingkar lengan a!aS kurang 23,5 em) memperbesar risiko kejadian baY; berat 1abir rendah di Kola Jambi taboo 2005·2001.


Background: Next to nothing is change sum up heavy baby occurrence born to lower during four the last year represent an big problem, so that earn bave contribution to mortality and number of baby painfulness. Design: This research use design case control, to see relation of status of anemia of trimester I, II, and during pregnancy as especial variable with heavy baby occurrence born to lower after controlled with mother age, parity. apart pregnancy, high of body, heavy addition of body, circle arm to the, visit to health service. From 84,98 % data of divided to valid register cohort mother become two shares. Mother bearing a term with baby born bady weight lower grouped to become case and second mother hearing a term with heavy baby of body born normal is which group control. For the case group of all mother bearing a term with heavy baby born to lower year 2006 and 2007 taken by 2005 done by random case till fulfill 96 case. For the group control made by framework sample, from this framework sample later; then be taken by sample in random as according 10 place and time of where case found till sum up 96 control. So that totalize sample research amount to 192 sample. Analysis multivariate use test of regression logistics duplicate with interaction of between anemia and arm circumference to the pregnant mother. Results: Pregnancy woman which anemia of trimester I and arm circumference to the less 23,5 cm risk 13,57 (95 % CI: 2,74-67,20) bearing heavy baby born to lower compared to by a pregnancy mother which the anemia do not and the arm circumference to the more than 23,5 cm with p value = 0,001; Pregnancy mother which anemia of trimester III and arm circumference to the less 23,5 cm risk 7,44 (95% CI: 1,94-28,62) bearing heavy baby born to lower compared to by a pregnancy mother which the anemia do not and the arm circumference to the more than 23,5 cm with p value=0,003; Pregnancy mother which anemia of during his pregnancy (trimester I and III) and the arm circumference to the less 23,5 cm risk 9,97 (95% CI: 1,81-54,79) bearing heavy baby born 10 lower in compared to by a mother which the anemia do not and the ann circumference to the more than 23,5 cm with p value= O,008 aras pregnant mother. Conclusion: Pregnancy woman experiencing of status gizi less (anemia and arm circumference to the less 23,5 cm) enlarging risk of heavy baby occurrence born to lower in Kota Jambi Year 2005-2007.

Read More
T-2783
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive