Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30967 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fatimah Zahra; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa lama watu tunggu pasien di berbagai negara dan faktor apa saja yang berhubungan dengan lamanya waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan literature review. Hasil penelitian mendapatkan rentang waktu tunggu pasien rawat jalan berkisar dari 3 menit sampai dengan 284 menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit terutama keterlambatan dokter, lalu jenis pembayaran, jenis poliklinik, jumlah antrean, penyediaan berkas rekam medis, kedatangan pasien sebelum jam praktik, ketersediaan sarana prasarana, lama pemeriksaan, sistem perjanjian pertemuan, lama waktu menunggu di bagian pendaftaran, keterampilan SDM, alur proses pelayanan, dan kurangnya SDM. Kata kunci: Rawat Jalan, Rumah Sakit, Waktu Tunggu Waiting time is one of the factors that can affect patient satisfaction. This study was conducted to identify the length of waiting time for patients in various countries and what factors are related to the length of time waiting for outpatients in the hospital. This research is a literature review. The results of the study showed that the waiting time range for outpatients ranged from 3 minutes to 284 minutes. Factors that affect the waiting time for outpatients at the hospital, especially late doctors, then the type of payment, the type of polyclinic, the number of queues, the provision of medical record files, the arrival of patients before practice hours, the availability of infrastructure, the length of the examination, the meeting appointment system, the length of time waiting time at registration, human resource skills, service process flow, and lack of human resources. Key words: Hospital, Outpatient, Waiting Time
Read More
S-10432
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Islamiati; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak: Salah satu jenis pelayanan di rumah sakit yang paling banyak dikunjungi danmembutuhkan waktu untuk mengantre adalah pelayanan farmasi. Hingga saat ini waktutunggu pelayanan resep obat yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008, yaitu ≤30 menit untuk obat non racikan dan ≤ 60 menit untuk obat racikan masih seringditemukan dalam penyelenggaraan pelayanan farmasi di rumah sakit. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dari lamanya waktutunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit diIndonesia. Penelitian ini menggunakan desain literature review yang dilakukan denganmenganalisis hasil studi yang telah tersedia sebelumnya. Dari hasil pencarian yangdilakukan melalui database PubMed, Proquest, Google Scholar, Universitas IndonesiaLibrary dan FKM UI Library, ditemukan sebanyak 18 artikel mengenai faktor-faktorpenyebab lamanya waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasifarmasi rumah sakit di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktutunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasi dari satu rumah sakitke rumah sakit lainnya berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan padastatus pasien dan jenis resep obat yang dilayani. Faktor-faktor yang dapat menyebabkanlamanya waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasirumah sakit di Indonesia sangat bervariasi dan saling berkaitan satu sama lain,diantaranya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kebijakan dan standaroperasional prosedur, persediaan obat-obatan, serta status pasien.Kata kunci:Faktor Penyebab, Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat, Farmasi Rumah Sakit,Indonesia
One of the most visited type of hospital services that requires time to queue is pharmacyservice. Until now the waiting time for prescription drug services that are not inaccordance with the standards set by the Government through Keputusan MenteriKesehatan Nomor 129 Tahun 2008, which is ≤ 30 minutes for non-concoction drugs and≤ 60 minutes for concoction drugs are still frequently found in pharmacy servicearrangements in hospitals. This research aims to determine the causal factors of thelength of waiting time for outpatient prescription drug services at hospital pharmacyinstallations in Indonesia. This research applied literature review designs that wereconducted by analyzing the previous studies results. From the search result that wasdone through PubMed, Proquest, Google Scholar, Universitas Indonesia Library, andFKM UI Library databases, 18 articles about the causal factors of the length of waitingtime for outpatient prescription drug services at hospital pharmacy installations inIndonesia were found. The result of the study showed that the waiting time foroutpatient prescription drug services at the pharmacy installation from one hospital toanother hospital was differ, it was due to differences in patient status and types ofprescription drugs served. The factors that cause the length of waiting time foroutpatient prescription drug services at hospital pharmacy installations in Indonesia veryvaried and relate to each other, such as human resources, facilities and infrastructure,policies, standard operating procedure, availability of medicine, and patients status.Keywords:Causal Factor, Waiting Time for Prescription Drug Service, Hospital Pharmacy,Indonesia.
Read More
S-10435
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Thofa Nail Author; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji, Masyitoh, Aisyah
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai faktor-faktor ketepatan waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien lama untuk unit rawat jalan di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menyarankan agar waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien lama untuk unit rawat jalan memenuhi waktu sesuai standar pelayanan minimal ( ≤10 menit ), maka sumber daya manusia perekam medis harus sesuai dengan kompetensinya, prosedur kerja sesuai dengan pedoman penyelenggaraan, pelaksanaan sesuai dengan prosedur kerja, serta pembinaan dan pengawasan harus selalu dilakukan. Kata kunci: Faktor-faktor, Ketepatan Waktu, Rekam Medis This paper discusses about timeliness factors of medical records provision for the outpatient unit at Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi in 2015. This is quantitative and qualitative research. This study recommends that a provision time of medical records for outpatient unit achieve the minimum service standards ( ≤10 minutes ), the human resources medical recorder must be in accordance with their competence, working procedures in accordance with the guidelines for the implementation, execution in accordance with the working procedures, as well as coaching and supervision should always be done. Keywords: Factors, Timeliness, Medical Records
Read More
S-8674
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Devi Melina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, M. Taufik
S-6587
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sukma Prihartini; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Sumijatun
Abstrak: Salah satu ancaman terhadap keselamatan pasien di rumah sakit adalah risiko penularaninfeksi akibat perawatan kesehatan atau infeksi nosokomial. Hand hygiene dianggapsebagai cara yang paling efektif dalam mencegah dan mengendalikan infeksi nosokomial.Namun, tingkat kepatuhan hand hygiene yang dimiliki perawat belum mencapaikesempurnaan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuanuntuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene padaperawat. Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai tingkat kepatuhan handhygiene yang ditemukan dalam artikel yang ditinjau. Penelitian ini dilakukan denganpendekatan narrative review, yang menggunakan data sekunder dari database onlineyaitu PubMed dan Google Scholar. Hasil penelitian, ditemukan 12 studi terinklusi terkaitdengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene pada perawat danpenilaian tingkat kepatuhan hand hygiene. Dari 12 studi terinklusi, 6 studi diantaranyamengidentifikasi tingkat kepatuhan yang berkisar diantara 18,7% hingga 51% dinilaisebagai kepatuhan yang rendah, dan 60% hingga 82% dinilai sebagai kepatuhan yangbaik. Penilaian kepatuhan hand hygiene yang baik terjadi pada momen setelah terpaparcairan tubuh pasien dan setelah berkontak langsung dengan pasien. Secara keseluruhan,hasil studi mengidentifikasi adanya faktor pengetahuan, sikap, fasilitas, pelatihan, rolemodel, dan pengawasan yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan hand hygiene padaperawat. Beberapa hal yang dapat diusulkan dari penelitian ini dalam meningkatkankepatuhan hand hygiene berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara laindiperlukan adanya dukungan dan komitmen yang tinggi dari manajer rumah sakit sertapeningkatan pada program pelatihan.Kata kunci:Faktor, Kepatuhan, Kebersihan Tangan, Perawat.
Read More
S-10430
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Timbul Mei Silitonga; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Pujiyanto, DIndah Rosana jajadiredja, Prapancha Yuli Satar
B-1913
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Sebastian; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Purnawan Junadi, Herman Mahaputra, Budi Hartono
Abstrak: ABSTRAK Salah satu Standar Pelayanan Kefarmasian di rumah sakit adalah waktu tunggu. Waktu tunggu pelayanan yang baik berhubungan dengan kepuasan pelanggan, sehingga rumah sakit harus dapat mengontrol waktu pelayanan untuk mencapai kepuasan pasien. semakin cepat waktu tunggu pasien, semakin baik juga penilaian terhadap pelayanan kefarmasian suatu rumah sakit. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk baik barang maupun jasa agar memberikan nilai kepada pelanggan. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram pada bulan Maret 2018, dengan hasil masih ditemukan kegiatan yang tergolong non value added (tidak memiliki nilai tambah), sehingga waktu tunggu rata-rata yang diperlukan dalam proses pelayanan resep obat menjadi lebih lama (obat kronis non racikan 32,69 menit dan racikan 64,30 menit obat non kronis non racikan 32,72 menit dan racikan 81,8 menit). Rata-rata waktu tunggu melebihi peraturan 129/Menkes/SK/II/2008. Usulan perbaikan berdasarkan analisa akar masalah pada alur proses kegiatan pengerjaan resep, disusun menjadi langkah-langkah efektif untuk mengurangi waktu tunggu pelayanan sehingga mencapai target standar pelayanan yang ditetapkan, yang sesusi dengan keadaan situasi dan kemampuan rumah sakit serta faktor yang mempengaruhi. Kata Kunci : Lean, Waktu Tunggu, Kefarmasian Daftar bacaan : 57 referensi One of the standard pharmaceutical services in the hospital is the waiting time. The good service waiting time related with customer satisfaction, so that the hospital must be able to control the service time to achieve patient satisfaction. The faster the patient's waiting time, the better assessment of the pharmaceutical services of a hospital. Lean is an ongoing effort to eliminate waste and increase the value added of both products and services to deliver value to customers. This research conducted in pharmacy installation of Mataram general hospital on March 2018, with the results is still found activities that are categorized as non value added, so that the average waiting time required in the process of medicine recipe becomes longer (crhonic with no blend take 3.69 minutes and chronic with blend take 64.30 minutes, non-chronic no blend take 32,72 minutes and non chronic with blend take 81.8 minutes). The average of waiting time exceeds regulation of Ministry of Health number 129/Menkes/SK/II/2008. The proposed improvement based on the root problem analysis of process the recipe work, is structured into effective measures to reduce waiting time so could achieve the targeted service standard, which is appropriate with the situation and the ability of the hospital as well as the influencing factors. Key words : Lean, waiting time, pharmaceutical Reference list : 57 Reference
Read More
B-2022
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laola Puput Susanti; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Heru Indra Cahya
S-6859
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfadhli N.; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Mieke Savitri, Susanti Tungka
S-5923
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pipit Prautami; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Syaifudin Zuhri
S-6683
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive