Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32296 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sania Amiratus Sholihah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma
Abstrak: Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan penyebab utama dalam meningkatkan biaya perawatan, perpanjangan lama rawat inap serta perpanjangan waktu pemulihan pada ibu yang telah menjalani operasi sesar. Angka kejadian IDO di negara berkembang lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. Ibu yang melakukan operasi sesar memiliki peluang hingga 20 kali lebih tinggi terkena morbiditas infeksi dibandingkan dengan wanita yang melahirkan melalui vagina. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi angka kejadian dan faktor risiko IDO pasca operasi sesar serta kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pertanyaan penelitian dijawab dengan studi literature review dan sintesis data dilakukan secara naratif. Pencarian studi pustaka menggunakan basis data ProQuest, PubMed, BJOG, Science Direct, Springer Link, Garuda RISTEKBRIN antara 2010 hingga 2020. Studi yang memiliki fokus penelitian faktor penyebab infeksi daerah operasi pasca operasi sesar digunakan dalam penelitian ini. Terdapat 43 studi yang dimasukkan dalam penelitian ini. Faktor risiko Infeksi Daerah Operasi (IDO) pasca operasi sesar yang diidentifikasi yaitu usia ibu, skor ASA ≥ 3, anemia, diabetes, obesitas, hipertensi, merokok, penggunaan tembakau, lokasi penduduk, jumlah pemeriksaan vagina lebih dari 3 kali, ketuban pecah dini, persalinan lama, usia kehamilan, indikasi operasi sesar (operasi sesar sebelumnya, paritas, penelusuran persalinan) korioamnionitis, lama rawat inap pra dan pasca operasi, antibiotik profilaksis, durasi operasi yang berkepanjangan, operasi darurat, transfusi darah, tingkat kontaminasi luka ≥ 3, jenis sayatan kulit vertikal atau garis tengah, teknik penutupan kulit, teknik anestesi dan tingkat petugas kesehatan bedah. Berdasarkan faktor penyebab terjadinya IDO pasca operasi sesar yang telah diidentifikasi, maka sejumlah upaya dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan operasi sesar.
Kata kunci: Infeksi daerah operasi, operasi sesar, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Surgical site infection (SSI) is a major cause increased medical costs, increased length of stay and extended recovery time for women who had a cesarean section. The incidence of SSI in developing countries is higher than in developed countries. Mothers who had done cesarean section surgery have a chance up to 20 times higher of developing morbidity of infection compared to vaginal birth. Therefore this study aims to identify the incidence and risk factors of SSI postoperative cesarean also the relationship with improving the quality of health services. The research question was answered with a literature review research and results were summarized narratively. A literature search using databases from ProQuest, PubMed, BJOG, Science Direct, Springer Link andGaruda RISTEKBRIN between 2010 and 2020. The literature on risk of surgical site infection after cesarean surgery was discussed. In total, 43 studies were included in this review. Risk factor for surgical site infection (SSI) after cesarean section identified in this study were maternal age, ASA score ≥ 3, anaemia, diabetes, obesity, hypertension, smoking, tobacco use, residence, number of vaginal examinations > 3, premature rupture of membranes, prolonged labor, gestational age, indications of cesarean section (previous cesarean section, parity, arrest of labor), chorioamnionitis, length of pre and postoperative hospital stay, prophylactic antibiotics, prolonged duration of surgery, emergency surgery, blood transfusion, wound class ≥ 3, vertical or midline abdominal incision, skin closure technique, anesthetic technique and type of surgeon. Based on the risk factors of SSI after cesarean section that has been identified, several efforts can be made by hospitals to improve the quality of cesarean section services.
Key words: Cesarean section, surgical site infection, quality improvement of health service
Read More
S-10438
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ketut Ratna Dewi Wijayanti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Masyitoh, Dumilah Ayuningtyas, Jaya Kusuma, Ketut Suarjaya
Abstrak: Ibu hamil menjadi salah satu kelompok masyarakat yang rentan terinfeksi COVID-19 akibat adanya perubahan fisiologis tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan pandemi COVID-19 memengaruhi perawatan selama kehamilan, meningkatkan angka kehamilan risiko tinggi, dan meningkatkan mortalitas pada ibu dan bayinya. Menurut WHO, peningkatan jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesaria (SC) berbanding lurus dengan peningkatan kejadian infeksi daerah operasi (IDO). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor intrinsik (umur pasien, status gizi, anemia, kejadian perdarahan)dan faktor ekstrinsik ( pengetahuan tenaga kesehatan tentang pengendalian infeksi rumah sakit, kepatuah kebersihan tangan tenaga kesehatan, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri tenaga kesehatan, lama waktu operasi dan penggunaan antibiotika profilaksis) yang menyebabkan kejadian IDO pada pasien pasca-SC selama pandemi COVID-19 di RSUD Bali Mandara Asuhan antenatal yang terfokus bekerja sama dengan fasilitas kesehatan primer,serta pemangku kebijakan dalam menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai bagi pasien dan tenaga kesehatan serta membangkitkan kesadaran untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi oleh pasien dan keluarga merupakan salah satu upaya menurunkan angka IDO.
Read More
B-2271
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaili Marliah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Kurnia Sari, Erwin Hermawan, Nahari Arifin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelayanan tindakan operasiSectio Caesaria di RS Muhammadiyah Taman Puring pada tahun 2016 denganmenggunakan Donabedian Quality of Care Framework. Analisis dilakukandengan menyajikan input-proses-dan output dari pelayanan tindakan operasiSectio Caesaria dibandingkan dengan standar yang berlaku. Metode penelitianyang dilakukan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanpelayanan tindakan operasi Sectio Caesaria di RS Muhammadiyah Taman Puringcukup baik dengan input yang cukup kuat dimana SDM yang dimiliki sesuaidengan standar, namun masih kurang dalam fasilitas dan dukungan kebijakan.Proses pelayanan dengan berpedoman pada panduan yang sudah ada di rumahsakit, belum konsisten dijalankan sepenuhnya oleh staf rumah sakit. Output daripenelitian ini adalah angka Length of Stay 3.3 dan angka Infeksi Luka Operasisebesar 1.3 %.Kata Kunci: Donabedian, pelayanan Sectio Caesaria
This research aimed to obtain an overview of the section services of SectioCaesaria in Muhammadiyah Taman Puring Hospital in 2016 using theDonabedian Quality of Care Framework. The analysis was performed bypresenting the input-process-and-output of the services of Caesarian Section'smeasures compared to the prevailing standards. The research method isqualitative. Based on the result of the research, it can be concluded that theservice of Sectio Caesaria in RS Muhammadiyah Taman Puring is quite goodwith the input which is enough where the human resources owned in accordancewith the standard amount, but still lack in facilities and policy support. Theservice process by referring to existing guidance in the hospital, has not beenconsistently run entirely by hospital staff. The output of this research were LengthOf Stay 3,3 and Wound Infections Surgery hospital rates is 1,3 %.Keywords: Donabedian, Service of Sectio Caesaria.
Read More
B-1953
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Bambang Dwipoyono, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya waktu tunggu antrian pasien OK yang cukup lama hingga 21 hari dan angka utilisasi beberapa ruangan OK yang masih di bawah standar utilisasi. Waktu tunggu antrian OK yang lama dan angka utilisasi yang belum optimal salah satunya disebabkan oleh metode penjadwalan operasi yang belum akurat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui utilisasi ruangan OK IBS dan mengetahui hubungannya dengan akurasi waktu mulai operasi, jumlah operasi, dan jenis operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode telaah dokumen. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan metode Spearman. Berdasarkan 320 data sampel yang diteliti diperoleh rata-rata utilisasi ruangan OK IBS pada bulan Januari-Maret 2018 adalah 53,36%. Total pemakaian ruangan OK adalah 555 jam 24 menit. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi yaitu akurasi waktu mulai operasi (p-value=0,012) dan jumlah operasi (p-value=0,015) dengan hubungan positif. Sedangkan jenis operasi (p-value = 0.373) tidak memiliki hubungan dengan utilisasi kamar operasi. Faktor lain yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi adalah hari efektif jam buka ruangan OK setiap bulannya. Kata Kunci: Kamar Operasi, Operasi Elektif, Utilisasi, Akurasi Waktu Operasi, Jumlah Operasi, Jenis Operasi The background of this research is the high number of OK patients queue and delayed operation schedule due to the high utilization rate in the OK room in Central Surgery Installation Sanglah General Hospital. The study aims to find out the utilization of OK IBS room and to know its relation to the accuracy of the starting time of operation, the number of operation, and the type of operation. This research uses quantitative approach with document review method. The correlation test is done by using Spearman method. Based on the 320 sampled data obtained, the average utilization of OK IBS room in January-March 2018 is 53.36%. The total usage of OK room is 555 hours 24 minutes. There are two factors related to operating room utilization that is accuracy of starting time of operation (p-value = 0,012) and number of operation (p-value = 0,015) with positive relation. While the type of operation (p-value = 0.373) has no relationship with operating room utilization. Another factor affecting operating room utilization is the effective day open room hours OK in every month. Keywords: Operating Room, Elective Operation, Utilization, Accuracy of Starting Operation Time, Number of Operations, Type of Operation
Read More
B-2014
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriana Mahawati Nuryadi; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Prastuti Soewondoa, Wawan Mulyawan dan I Wayan Sumandyasa
Abstrak:
Seksio Sesaria merupakan prosedur rutin yang sering dilakukan di bidang obstetri. Tingginya angka seksio sesaria di RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%)  dibandingkan dengan tandar WHO (15%), dapat berdampak terhadap luaran pasien, khususnya meningkatkan peluang terjadinya infeksi dan lama rawat. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan kelengkapan pengisian Surical Safety Checklist (SSC) pada seksio sesaria terhadap Infeksi Luka Operasi (ILO) pasca seksio sesaria. Karakterisik demografis dan klinik diperoleh dari rekam medis. Pasien yang dilakukan seksio sesaria diikuti sampai 30 hari dan ditelusuri terjadinya ILO. Desain penelitian ini berupa kuantitatif kohort retrospektif, hubungan dianalisis dengan regresi logistik. Ditemukan bahwa kejadian ILO pasca SC sebesar 3,2% (31 pasien). Kelengkapan pengisian SSC mayoritas sudah lengkap (n=978). Kelengkapan pengisian SSC fase sign in, time out dan sign out yaitu 92,1%, 82,2% dan 92,4%. Tidak terdapat hubungan antara kelengkapan pengisian SSC fase sign in dan time out dengan ILO pasca seksio sesaria serta terdapat hubungan berlawanan arah yang signifikan secara statistik antara kelengkapan SSC fase sign out, dengan ILO (P=0,026). Kesimpulannya mayoritas kelengkapan pengisian SSC di RSAU dr. Esnawan Antariksa sudah lengkap, ada hubungan berlawanan arah antara kelengkapan pengisian SSC fase sign out pada seksio sesaria dengan ILO di RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Caesarean section is an routine obstetrics procedure. Number of cesarean sections at RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%) was higher than WHO standard (15%).That phenomena impact to patient outcomes, particularly increasing the probability of infection and length of stay. The purpose of This study purposes to find correlation between the completeness of the Surical Safety Checklist (SSC) and surgical site infection (SSI) after cesarean section. Patients who underwent cesarean section were followed up for 30 days and traced SSI. This was retrospective quantitative cohort study. We found SSI prevalence was 3.2% (31 patients). The majority of SSC completion were complete (n=978). The completeness of filling in SSC phases of sign in, time out and sign out are 92.1%, 82.2% and 92.4%. There was no association between the completeness of the SSC filling in the sign-in and time-out phases with SSI following cesarean section and there was a statistically significant opposite correlation between the completeness of the SSC in the sign-out phase and SSI (P=0.026). In conclusion, although the majority of the completeness of SSC filling in RSAU dr. Esnawan Antariksa was complete, and there was opposite association between the completeness of filling out the SSC in the sign out phase, SSC recommended used as maintenance patient safety quality standar.
Read More
B-2589
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isma Sari Chumairah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Kurnia Sari, Vetty Yulianty Permanasari, Anis Mardiyah, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Kamar operasi merupakan unit pelayanan strategis yang berperan penting terhadap mutu layanan dan indikator kinerja rumah sakit, namun pencapaian volume tindakan operasi tidak selalu mencerminkan pemanfaatan waktu kamar operasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok serta merumuskan strategi optimalisasi yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan bedah tanpa mengurangi mutu layanan rumah sakit maupun keselamatan pasien. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain crossectional, yang menggunakan seluruh tindakan operasi yang dilaksanakan di tujuh kamar operasi selama bulan Oktober 2025 sebagai sampel penelitian. Utilisasi kamar operasi dihitung berdasarkan pemanfaatan waktu operasional dan dikategorikan menjadi utilisasi optimal dan rendah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik sederhana, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Selama periode penelitian, tercatat 1.021 tindakan operasi, melampaui target manajemen, yaitu 900 tindakan, namun sebagian besar hari operasional berada pada kategori utilisasi rendah (<70%), dengan 64,2% tindakan berlangsung pada hari dengan utilisasi rendah dan tidak ditemukan kejadian over-utilization. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia pasien 45–59 tahun (Adjusted OR 1,720; 95% CI 1,032–2,866) dan ≥60 tahun (Adjusted OR 1,983; 95% CI 1,147–3,430) berhubungan dengan peningkatan peluang utilisasi kamar operasi berada pada kategori rendah dibandingkan kelompok usia anak. Faktor rumah sakit yang paling konsisten berhubungan dengan utilisasi rendah adalah status penjadwalan yang tidak tercatat (Adjusted OR 2,061; 95% CI 1,043–4,074), sementara faktor lain seperti status ASA, persiapan pasien, kehadiran dan persetujuan tindakan, jenis pembiayaan, ketersediaan dan ketepatan waktu kedatangan SDM, waktu turnover, jenis prosedur, dan spesialisasi tindakan tidak menunjukkan hubungan signifikan setelah dikontrol dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa utilisasi kamar operasi di RS Hermina Depok belum optimal meskipun target volume tindakan tercapai, dan rendahnya utilisasi lebih dipengaruhi oleh aspek pengelolaan waktu dan pencatatan penjadwalan operasi. Oleh karena itu, strategi optimalisasi perlu diarahkan pada penguatan sistem penjadwalan terintegrasi berbasis waktu serta pengembangan persiapan praoperatif yang lebih komprehensif bagi pasien usia lanjut (geriatrik), guna mengantisipasi kompleksitas klinis dan kebutuhan khusus kelompok usia tersebut, sehingga pemanfaatan kamar operasi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan mutu layanan dan keselamatan pasien. Kata kunci: Kamar Operasi, Utilisasi, Faktor Pasien, Faktor Rumah Sakit, Efisiensi

The operating room is a strategic service unit that plays a critical role in healthcare quality and hospital performance indicators; however, achieving surgical volume targets does not necessarily reflect optimal utilization of operating room time. This study aimed to analyze factors influencing operating room utilization at Hermina Depok Hospital and to formulate optimization strategies that enhance efficiency, effectiveness, and surgical service quality without compromising patient safety or care standards. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted, including all surgical procedures performed in seven operating rooms during October 2025. Operating room utilization was calculated based on actual operating time and categorized into optimal and low utilization. Bivariate analysis was performed using Chi-square tests and simple logistic regression, while multivariate analysis employed multiple logistic regression. During the study period, 1,021 surgical procedures were recorded, exceeding the management target of 900 procedures; however, most operating days fell into the low utilization category (<70%), with 64.2% of procedures occurring on low-utilization days and no instances of over-utilization observed. Multivariate analysis showed that patient age was the only patient-related factor associated with operating room utilization, with patients aged 45–59 years (Adjusted OR 1.720; 95% CI 1.032–2.866) and ≥60 years (Adjusted OR 1.983; 95% CI 1.147–3.430) having a higher likelihood of low operating room utilization compared to pediatric patients. The most consistent hospital-related factor associated with low utilization was undocumented scheduling status (Adjusted OR 2.061; 95% CI 1.043–4.074), while other factors—including ASA status, preoperative preparation, patient attendance and consent, payment method, staff availability and punctuality, turnover time, procedure type, and surgical specialty—were not significantly associated after adjustment. These findings indicate that operating room utilization at Hermina Depok Hospital remains suboptimal despite achieving surgical volume targets and is primarily influenced by time management and scheduling documentation. Therefore, optimization strategies should focus on strengthening time-based integrated scheduling systems and developing more comprehensive preoperative preparation for geriatric patients to address clinical complexity and special care needs, thereby improving sustainable operating room utilization without compromising service quality or patient safety.
Read More
B-2569
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Darmajaya; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, Dumilah Ayunungtyas, Sukamto Koesnoe, Ketut Rupini
B-1604
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aman Mashuri; Pembimbing: Suprijadi Riyanto; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Djuhari Suryasaputra
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa Instalasi Gawat Darurat merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang harus dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat agar tujuan dari pelayanan gawat darurat dapat tercapai dan sekaligus memberikan kepuasan kepada pasien atau keluarganya.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito.

Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai proses pelayanan diperoleh melalui wawancara mendalam, fokus grup diskusi, observasi partisipatif dan telaah dokumen. Sedangkan data mengenai waktu pelayanan diperoleh melalui pencatatan waktu pelayanan mulai dari tahap penetapan operasi sampai saat dilakukan sayatan pertama di meja operasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu persiapan operasi cito di IGD RS Karya Medika I berhubungan dengan lamanya persetujuan operasi dari keluarga atau penanggung jawab biaya, ketidaksiapan SDM kamar operasi termasuk dokter operator dan dokter anestesi, serta keterbatasan peralatan operasi.

Untuk mempersingkat waktu pelayanan terhadap pasien yang akan menjalani operasi cito, RS Karya Medika I perlu menetapkan kebijakan tentang penanganan pasien operasi cito, memperbaiki manajemen SDM kamar operasi dan sistem pengadaan alat kesehatan.


The background of the research was the fact that Emergency Care Unit is a particular service unit in hospital which has to be able to respond quickly and effectively in order to achieve the goals of emergency care service and at the same moment to deliver satisfaction to the patients and their families.

The purpose of this research was to know the general picture about the waiting time of cito operations in the Emergency Departement and the factors associated with the time of service to patients who will undergo cito operations.

This type of research was a case study wih a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from indepth interviews, focus group discussion, participant observation and document review, while data regarding the service time was gained from recording and calculating the time taken starting from the moment of surgery decision until the moment of the first incision on the operating table.

The result from the research showed that waiting time for the preparation cito operation in the Emergency Departement at Karya Medika I hospital associated with informed concent from the family or the insurance, human resources, and the equipment of operation.

To minimize the waiting time for preparation cito operation in Emergency Departement, Karya Medika I Hospital need to establish policies regarding the handling of patients cito operations, to improve human resource management and procurement of medical equipment systems.

Read More
B-1393
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darian Mandala Sofian; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Sury Darmawan, Sandi Iljanto, Budiman Widjaja, Eka Nursiaty
Abstrak: ABSTRAK Pembatalan operasi di RSK THT-Bedah KL Proklamasi, dilaporkan sebesar 17% (di atas angka standar 5%). Pembatalan operasi memiliki dampak negatif yang besar kepada pasien, staf medis, dan rumah sakit sehingga perlu dilakukan analisa terhadap pembatalan operasi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan faktor yang berkontribusi terhadap pembatalan operasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data rumah sakit dan diskusi kelompok terarah. Data yang terkumpul dilakukan analisis univariat, analisis bivariat, analisis multivariat dan analisis konten. Dari 1.129 rencana operasi, ditemukan pembatalan operasi sebanyak 308 (27%) kasus disebabkan oleh keputusan pasien sebanyak 177 kasus (57%), keputusan rumah sakit karena penyebab klinis sebanyak 125 kasus (41%), dan keputusan rumah sakit karena penyebab non klinis sebanyak enam kasus (kurang dari 2%). Faktor yang berkontribusi secara bermakna terhadap pembatalan operasi didalam penelitian ini adalah usia pasien, penanggung biaya operasi pasien, dan hari operasi. Disarankan untuk rumah sakit memberikan perhatian khusus kepada pasien yang berusia lebih lanjut, pasien yang menanggung biaya operasi sendiri atau keluarga, operasi yang dilaksanakan bukan pada hari libur, membentuk klinik pra bedah serta melakukan perbaikan alur prabedah, memperbaiki kebijakan terkait biaya, melakukan perbaikan berkelanjutan pada masalah pembatalan operasi dan pengelolaan data rumah sakit. Kata kunci: Faktor yang berkontribusi, Pembatalan operasi, Penyebab pembatalan. Cancellation of surgery in RSK THT-Bedah KL Proklamasi, reportedly 17% (standard rate ≤ 5%). Cancellation of surgery has a great negative impact to Patient, Medical Staff, and Hospital so it is necessary to analyze the cancellation of operation. This study aims to determine the causing and contributing factor of cancellation. Data collection was performed using hospital data and focus group discussion. The collected data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis, multivariate analysis and content analysis. The cancellation of surgery are 308 cases (27%) from 1.129 plan of surgery was caused by the decision of the patient (177 cases, 57%), hospital decision due to clinical cause (125, 41%), and hospital decision due to non-clinical cause (6 cases, 2%). Factors that contribute significantly to cancellation of surgery in this study are the age of the patient, payer of patient operation, and the day of surgery. It is recommended that hospitals pay special attention to older patients, patients without insurance, surgery on work day, establish a pre-surgical clinic and improve pre-surgical flow, improve cost- related policies, make continuous improvements to surgery cancellation issues and hospital data management. Keywords: Cancellation of surgery, Causes of cancellations, Contributing Factors.
Read More
B-2020
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budiyanto Nagawidjaja; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-417
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive