Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17985 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Indra Dewi; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Tri Ramadhani
Abstrak: Tikus merupakan salah satu binatang yang bisa menularkan penyakit. Berbagai macampengendalian tikus dilakukan oleh masyarakat. Salah satu cara pengendaliannyamenggunakan kapur barus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kapur barusterhadap konsumsi pakan tikus Rattus norvegicus galur wistar. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan kapur barus yangdiletakkan berdekatan dengan tempat makan tikus yang kemudian dilihat rata-ratakonsumsi pakan selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaanpenggunaan kapur barus terhadap tikus. Hal ini dikarenakan kapur barus yang berupapadatan bersifat lebih sulit atau menguap pada area terbuka sehingga tidak terlalumenyengat indra penciuman tikusKata kunci : tikus, kapur barus, Rattus norvegicus
Rats are animals that can transmit diseases. Various kinds of rat control are carried outby the community. One way to control it uses moth balls. This study aims to determinethe effect of camphor on consumption of Rattus norvegicus wistar strain rats feed. Thistype of research is a quasi experimental study using mothballs which are placedadjacent to a rat's place to eat and then see the average feed consumption for three days.The results of this study showed that there was no difference in the use of moth balls onrat. This is because moth balls in the form of solids are more difficult or evaporate in anopen area so they do not overpower the rat's sense of smell.Keyword : Rat, Moth balls, Rattus norvegicus.
Read More
S-10441
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tahira Fulazzaky; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Umi Fahmida
Abstrak: Kompetensi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan guru PAUD dalam aspek kompetensi gizi dan kesehatan menurut survei daring yang diadakan oleh SEAMEO RECFON dengan melihat gambaran hasil kompetensi berdasarkan karakteristik peserta dan menilai kualitas pengukuran kompetensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sampel yang digunakan total sampling sebanyak 78.711 guru PAUD. Analisis meliputi analisis butir soal (tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda soal, distribusi jawaban dan rasch model) dan analisis deskriptif terhadap karakteristik responden. Hasil penelitian terhadap butir soal didapatkan 3 item soal yang dinyatakan tidak layak, 8 item soal yang diterima dengan perbaikan, dan ke 29 soal item lainnya sudah cukup baik untuk mengukur kemampuan peserta. Pengukuran menggunakan rasch model, didapatkan keseluruha soal ujian sudah fit secara statistik dan sudah memiliki variasi tingkat kesukaran item yang baik. Hasil analisis Reliabilitas Kuder Ridchardson (KR21) sebesar 0,742 menunjukkan reliabilitas soal dapat diterima. Secara keselurahan kompetensi gizi dan kesehatan guru PAUD belum baik dengan tingkat kelulusan sebesar 33,6%, standar kelulusan menggunakan nilai cut off point 70%. Semakin tinggi tingkat pendidikan persentase kelulusan semakin baik, namun tidak berlaku untuk tingkat pendidikan Doktor hal ini dikarenakan adanya kemungkinan memegang peran manajemen PAUD. Semakin lama pengalaman mengajar persentase kelulusan kompetensinya semakin baik. Domisili terbanyak yang menjadi peserta ujian tinggal di wilayah Indonesia Barat. Peserta dengan riwayat pelatihan (DIKLAT dasar dan pelatihan gizi-kesehatan) persentase kelulusannya lebih baik dibanding kelulusan peserta yang tidak ikut pelatihan. Peserta yang terlibat menjadi kader posyandu persentase kelulusan kompetensinya lebih baik dibanding persentase kelulusan guru yang bukan kader posyandu. Kata kunci: analisis item; analisis reliabilitas; guru pendidikan anak usia dini; kompetensi gizi kesehatan; Rasch model; survei kuisioner online. Competence is a basic ability that must be possessed by someone to achieve success in work. This study aims to assess the readiness of ECE teachers in nutritional and health competency aspects according to an online survey conducted by SEAMEO RECFON by looking at the picture of competency results based on participant characteristics and assessing the quality of competency measurement. This research is a study quantitative descriptive, the sample used is a total sampling of 78,711 ECE teachers. The analysis includes item analysis (item difficulty level, item discrimination, distribution answers, Rasch model) and descriptive analysis of the respondent's characteristics. The results of the research on the items obtained 3 items that were declared not feasible, 8 items were received with improvement, and the other 29 item items were good enough to measure the ability of participants. Measurement using the Rasch model, obtained all exam questions are statistically fit and already have a good variation in the level of difficulty items. The results of the Kuder Ridchardson Reliability Analysis (KR21) of 0.742 indicate the reliability of the questions is acceptable. Overall, the nutrition and health competence of PAUD teachers is not good with a graduation rate of 33,6%, the passing grade uses a 70% cut off point value. The higher the level of education the better percentage of graduation, but it does not apply to Doctoral education leves because of the possibility of holding PAUD management roles. The longer teaching experience the better percentage of graduation. Most domiciles who become test takers live in Western Indonesia. Participants with a history of training (basic training and nutrition-health training) the percentage of graduation is better than graduation of participants who did not participate in the training. Participants who were involved in becoming Posyandu cadre graduation rate were better than the graduation percentage of teachers who were not Posyandu cadres. Key words: early childhood education teacher; health - nutrition competency; item analysis; online survey questionnaire; Rasch model; reliability analysis.
Read More
S-10450
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini S. Khairunissa; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Mila Herdayati, Roslina Susilawati
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang perancangan aplikasi pencatatan dan pelaporan bidan praktek mandiri ke Puskesmas dalam mendukung sistem informasi Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Cipaku. Perancangan aplikasi ini bertujuan untuk membantu bidan dalam mencatat dan menyimpan data setiap kunjungan pasien ke dalam formulir pencatatan dan memudahkan dalam pelaporan data setiap bulan ke pihak Puskesmas wilayah bidan praktek mandiri itu berdiri. Penelitian ini bersifat kualititatif dengan pendekatan sistem agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak khususnya dalam pencatatan dan pelaporan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem dimulai dari tahap perencanaan berdasarkan masalah yang ada, selanjutnya analisis rancangan, pembangunan sistem hingga akhirnya penerapan sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan telaah dokumen laporan dari formulir pencatatan dan pelaporan bidan praktek mandiri. Perancangan aplikasi ini menggunakan visual studio 2017. Kata kunci : Rancangan Aplikasi, Sistem informasi, Bidan Praktek Mandiri This thesis discusses the application design of recording and reporting of independent practice midwives to Puskesmas in supporting Puskesmas information system in Cipaku Puskesmas working area. The design of this application aims to assist midwives in recording and storing data of each patient visit into the recording form and facilitate in reporting data every month to the Puskesmas midwife area of independent practice is standing. This research is qualitative with system approach in order to help solve problems related to mother and child health service especially in recording and reporting. This research uses system development method starting from planning phase based on existing problem, then design analysis, system development until finally application of system. Data collection is done by interviewing, observing and reviewing report documents from an independent midwife recording and reporting form. The design of this application using visual studio 2017. Keywords : Application Design, Information Systems, Independent Practice Midwives
Read More
S-9650
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stefani Diorani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Grace Wangge
Abstrak: Masalah gizi yang sering ditemukan pada usia remaja adalah tingginya angka overweightdan obesitas. Kabupaten Malang memiliki angka prevalensi obesitas remaja lebih tinggidibandingkan se-provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 2.6%. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh faktor sosiodemografi, gaya hidup, dan pengetahuan gizi terhadapkejadian overweight dan obesitas pada pelajar SMA di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Sumber data penelitian yang digunakan adalah Survei Program Gizi Untuk PrestasiSEAMEO RECFON 2018 dengan desain cross-sectional.
Read More
S-10342
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Barita P. Ompusunggu; Pembimbing: Luknis Sabri, Farida M.T. Agustina; Penguji: Evi Martha, Wenita Indrasari, Nanang Munajat
T-2218
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Kurniasih; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Yeni Mulyawati
T-4018
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghotama Airlangga; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Junediyono, Indra Kurniawan
Abstrak:

Tahun 1998 dikembangkan Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) guna memantau penyakit menular berpotensi KLB/wabah secara dini, khususnya penyakit menular baru. Informasi yang disajikan oleh EWORS berupa kombinasi beberapa gejala penyakit yang harus dianalisis secara manual, serta belum dapat membandingkan kondisi dengan standar untuk menentukan terjadinya KLB, khususnya untuk penyakit-penyakit menular lama, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan diarc, sehingga sistem belum dapat memberikan peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem informasi kewaspadaan dini KLB penyakit DBD) dan diare dengan (uji coba pada pendekatan diagnosis sebagai supplement EWORS). Desain penelitian ini adalah riset aksi dan dibatasi hanya sampai pada tahap uji coba prototype. Penelitian berhasil mengembangkan Sistem Informasi Kewaspadaan Dini KLB Pcnyakit DBD dan Diare (Uji Coba dengan Pendekatan Diagnosis sebagai Supplement EWORS), dengan keluaran berupa diagnosa dan jumlah kasus berdasarkan jenis penyakit, trn perjenis penyakit, prediksi kewaspadaan dini KLB, rekomendasi sebagai tindak lanjut dari prediksi, serta prediksi dapat dihasilkan sesuai kebutuhan (real time). Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa sistem informasi ini berpeluang untuk dikembangkan, baik dari segi operasional, teknis, dan ekonomi. Agar sistem inforrmasi ini dapat dioperasikan secara optimal dan berkelanjutan, aplikasi dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan EWORS dan perlu dukungan aspek legal berupa Surat Keputusan Menteri Kesehatan, sehingga kerja sama lintas program maupun lintas sektor dapat terlaksana.


 

In 1998 Early Warning Outbreak Recognition Sysrem (EWORS) started to develop in order to look over the outbreak potential diseases earlier, specially newly communicable diseases. Initially, EWORS only provided the information through the combination of several diseases that must be analyzed manually and did not compare standardized conditions to determine whether the disease was classified into outbreak, specially the old type communicable such as dengue hemorrhagic fever (Dl-IF) and diarrhea as well. Therefor the sysem could not send early warning. The research objective is to develop early warning information system for DHF and diarrhea outbreak by diagnosis approaching trial as EWORS supplement. Research design is action research and limited on prototype trial level only. The research has successfully developed by providing the diagnosis and number of cases based on diseases type, trend of each disease, the outbreak early warning prediction and recommendation following from the prediction as the result. The tit of study shows that the information system has an opportunity to develop both in operational, technique and economy side as well. For optimal operation, the application of the system could be applied together with EWORS and requires legal aspect such as The Letter of Ministry of Health, therefore both program and sector coordination could be carried out.

Read More
T-3102
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Aidil Adhawiyah; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Ahmad Syafiq, Mohamad Nasir, Iskari Ngardiati
T-3091
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sasmin Itadi Suhanto; Pembimbing: Siregar, Kemal Nazaruddin; Penguji: Besral, R. Setiawan, F. Jeanne Uktolseja, Nurmetia Priliani
Abstrak:

PROGRAM PASCA SARJANA

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

BIOSTATISTIK

Tesis, 28 Juni 2013

Sasmin Itadi Suhanto

Peran dan Dampak Perilaku Pencegahan Gigitan Nyamuk Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, tahun 2012

ABSTRAK

Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat walaupun berbagai usaha telah dilakukan untuk mencegahnya tetapi malaria masih ditemukan. Kabupaten Kaur termasuk daerah dengan endemisitas rendah dengan angka API< 1‰. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran, peran dan dampak perilaku pencegahan gigitan nyamuk serta faktor risiko lainnya terhadap kejadian malaria di Kabupaten Kaur tahun 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan case control study. Lokasi penelitian ini adalah seluruh wilayah kerja puskesmas yang ada dalam Kabupaten Kaur yaitu sebanyak 16 puskesmas. Dengan jumlah sampel sebanyak 264 orang dengan rincian 132 orang kasus dan 132 orang kontrol. Kasus adalah pengunjung yang datang ke rumah sakit, puskesmas dan jaringannya dengan gejala demam dengan hasil pemeriksaan sediaan darah di laboratorium atau RDT (Rapid Diagnostik Test) positif malaria. Kontrol adalah pengunjung yang datang ke rumah sakit, puskesmas dan jaringannya dalam tahun 2012 dengan gejala demam dan hasil pemeriksaan sediaan darah di laboratorium atau RDT (Rapid Diagnostik Test) menunjukan negatif malaria.

Hasil : Analisis multivariate menunjukan bahwa kebiasaan sering dan kadang-kadang begadang malam di luar rumah dengan nilai OR masing-masing sebesar 6,37 (95% CI 1,65–24,60) dan 1,84 (95% CI 0,72–4,71), kebiasaan sering dan kadang-kadang menggunakan kelambu dengan nilai OR masing-masing sebesar 0,1 (95% CI 0,004-0,05) dan 0.08 (95% CI 0.01-0,68), kebiasaan sering dan kadang-kadang menggunakan obat anti nyamuk bakar dengan nilai OR masing-masing sebesar 0,01 (95% CI 0,004-0,05) dan 0,75 (95% CI 0,12-4,79) dan kebiasaan sering dan kadang menggunakan obat anti nyamuk cair dengan nilai OR masing-masing sebesar 0,02 (95% CI 0,005-0,06) dan 0,06 (95% CI 0,004-0,997) berhubungan signifikan dengan kejadian malaria setelah dikontrol dengan langit-langit rumah. Sedangkan penggunaan kasa ventilasi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian malaria. Hasil perhitungan dampak: kebiasaan sering begadang malam di luar rumah dapat menurunkan kasus kejadian malaria sebesar 19,1% jika dihentikan/ditiadakan, penggunaan kelambu 15,5%, penggunaan obat anti nyamuk (bakar dan cair ) masing-masing sebesar 32,7% dan 24% pada populasi.

Kesimpulan :

Perilaku pencegahan gigitan nyamuk seperti kebiasaan begadang malam di luar rumah, penggunaan kelambu, obat anti nyamuk (bakar dan cair/semprot) mempunyai perananan penting dalam kejadian malaria.

Kata kunci : Kejadian malaria, perilaku pencegahan gigitan nyamuk, case control.

PROGRAM MAGISTER

PUBLIC HEALTH SCIENCE PROGRAM

Biostatistics Thesis, June 28, 2013

Sasmin Itadi Suhanto

Role and Impact Behavior Mosquito Bite Prevention Against Malaria incidence in Kaur regency, Bengkulu province, in 2012

ABSTRACT

Malaria remains a public health problem despite efforts have been done to prevent it, but malaria is found. Kaur district includes areas with low endemicity with API numbers <1 ‰. The purpose of this study is to describe the role and impact of mosquito bite prevention behaviors and other risk factors on the incidence of malaria in the district Kaur in 2012. This study uses observational design of case control study. The study site is the working area of the existing health center in the district as many as 16 health centers Kaur. With a total sample of 264 people with the details of 132 cases and 132 controls. Case was the visitors who come to the hospital, health center and network with symptoms of fever with the results of blood clots in the laboratory or RDT (Rapid Diagnostic Test) positive malaria. Control was the visitors who come to the hospital, health centers and networks in the year 2012 with symptoms of fever and blood clots in the results of the laboratory examination or RDT (Rapid Diagnostic Test) showed a negative malaria.

Results: Multivariate analysis showed that the habit of frequent and sometimes stay up all night outside the house with a value amounting OR 6.37 (95% CI 1.65 to 24.60) and 1.84 (95% CI 0.72 - 4.71), and a frequent habit of sometimes using nets with OR values respectively of 0.1 (95% CI 0.004 to 0.05) and 0:08 (95% CI 0.01-0,68), and a frequent habit sometimes use anti mosquito OR at each value of 0.01 (95% CI from 0.004 to 0.05) and 0.75 (95% CI 0.12 to 4.79) and the habit of frequent and sometimes use anti mosquito liquid with each value OR of 0.02 (95% CI 0.005-0.06) and 0.06 (95% CI 0.004 to 0.997) significantly associated with the incidence of malaria after controlled ceiling. While the use of gauze vents are not significantly associated with the incidence of malaria. Results of impact assessment: the habit to stay up late at night outside the home can reduce the incidence of malaria cases by 19.1% if terminated / removed, 15.5% use of mosquito nets, mosquito drug use (fuel and liquid), respectively by 32.7% and 24% of the population.

Conclusion: Mosquito bite prevention behaviors such as staying up all night habits outside the home, the use of bed nets, anti mosquito (fuel and liquid / spray) have an important role in the incidence of malaria.

Keywords: incidence of malaria, a mosquito bite prevention behaviors, case control.

Read More
T-4016
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive