Ditemukan 34143 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fahmi Lathifia; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Siti Kurnia
S-10461
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratna Kusumaningsih; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7280
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hikmah Dyah Permata Sari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Muhamad Dawaman
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang gambaran pemenuhan dari pelaksanaan sistemtanggap darurat di Fakultas Teknik Universitas Indonesia tahun 2016 berdasarkanPedoman Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Universitas Indonesia yangmengacu pada NFPA 1600 edisi 2016. Penelitian merupakan penelitian kualitatifdengan desain penelitian deskriptif analitik. Metode yang digunakan berupawawancara, observasi langsung, dan telaah dokumen menggunakan instrumenchecklist self-assessment for conformity NFPA 1600 edisi 2016. Penelitiandilakukan terhadap enam elemen di dalam NFPA 1600 edisi 2016 dan diperolehhasil dengan total rata-rata terpenuhi sebesar 58,20%, tidak terpenuhi sebesar29,40% dan tidak dapat teraplikasikan (not applicable) sebesar 12,40%.
Read More
S-9077
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hubaidiyah Diagustin Fauzi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Muhamad Dawaman
S-9174
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Isaka Ajie Ardhana; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Muhamad Dawaman
S-9187
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Sulistiyawati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
Kebakaran merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menyebabkan banyak kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian selanjutnya dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2009, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
Read More
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
S-9594
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Athaya Putri Elfaiza; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Sandly Anthony
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang identifikasi system tanggap darurat kebakaran di PT.X yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemenuhan sistem tanggap darurat kebakaran di PT.X pada tahun 2020 yang mengacu kepada National Fire Protection Association (NFPA) 1600 edisi 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, yang menggunakan dua jenis data, yaitu data primer melalui wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder melalui telaah dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan system tanggap darurat di PT.X dengan NFPA 1600 edisi 2019 sebesar 77%, tidak terpenuhi sebesar 21%, dan yang tidak teraplikasikan sebesar 2%. Persentase tidak terpenuhinya dikarenakan perusahaan belum menunjukkan komitmen dan perencaan program sampai pasca kebakaran (keberlanjutan, pemulihan, dan analisis dampak bisnis). Persentase tidak teraplikasikan dikarenakan tidak seluruh subelemen yang ada pada NFPA 1600 edisi 2019 kompatibel dengan kondisi perusahaan dan kondisi di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan komitmen dan perencanaan program tanggap darurat kebakaran yang lebih komprehensif hingga pasca kebakaran agar program dapat berjalan dengan lebih baik. Kata Kunci: Sistem tanggap darurat, kebakaran, NFPA 1600 This thesis discusses the identification of fire emergency response systems at PT.X, which aims to identify the fulfillment of fire emergency response systems at PT.X in 2020 which refers to the National Fire Protection Association (NFPA) 1600 edition 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management. This study is qualitative with descriptive analytic approach, which uses two types of data: primary data was obtained through interviews and field observations, and secondary data was through documents review. From this study, it can be concluded that the fulfillment of the emergency response system at PT.X with NFPA 1600 2019 edition is 77%, not fulfilled by 21%, and that was not applied by 2%. The percentage was not fulfilled because the company has not shown commitment and program planning until post-fire (sustainability, recovery, and business impact analysis). The percentage was not applied because not all sub-elements in NFPA 1600 edition 2019 are compatible with conditions in company and in Indonesia. The company is required to improve the commitment and planning in order to be more comprehensive for fire emergency response program to post-fire so that the program can run better. Keywords: Emergency response system, fire, NFPA 1600
Read More
S-10281
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak:
Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dimas Abimanyu Wicaksono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Fatma Lestari, Kusuma Nata Negara
Abstrak:
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara besar-besaran membuat banyaknya proyek konstruksi di kota besar dengan karakteristik pekerja yang beragam. Penelitian ini membahas tentang gambaran pemenuhan kesesuaian pelaksanaan system tanggap darurat dan keberlangsungan usaha pada proyek pembangunan rusun padat karya, PT. Wika Gedung pada tahun 2020 dalam upaya mempersiapkan proses tanggap darurat jika terjadi keadaan darurat/bencana. penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi deskriptif yang menggunakan dua jenis data, yaitu data primer yang didapatkan melalui wawancara dan data sekunder melalui telaah dokumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian implementasi system tanggap darurat dan keberlangsungan usaha di proyek pembangunan rusun padat karya PT. Wika Gedung ditinjau dari National Fie Protection Association 1600 (NFPA 1600) edisi tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian implementasi system tanggap darurat di proyek pembangunan rusun padat karya PT. Wika Gedung berdasarkan NFPA 1600 adalah sebesar 74%, sedangkan ketidak sesuaiannya adalah 25%. meskipun kesesuaia sudah cukup baik, perusahaan perlu meningkatkan perencanaan dan upaya manajemen keadaan darurat yang lebih komperhensif. Kata kunci: Sistem Tanggap Darurat, Pembangunan Rusun, NFPA 1600 edisi 2019, Keadaan Darurat/Bencana Infrastructure development carried out in large numbers and makes various construction projects in cities with diverse worker characteristics. Focus of this research is looking for overview of conformity for implementation emergency response system and business continuity at Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung in 2020 to prepare emergency response in the event of an emergency or disaster. This research is a qualitative descriptive study design that use two types of datas, primary data obtained through interviews and secondary data through document review. The purpose of this research is to determine conformity of the implementation emergency response system and business continuity in Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung in terms of National Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600) 2019 edition. From this study, it can be concluded that the conformity of the emergency response system implementation based on NFPA 1600 in Padat Karya Flat Contructuin PT. Wika Gedung is 74%, while the unconformity is 25%. Although the result is acceptable, the company is required to improve the emergency response system planning and implementation in order to be more comprehensive. Key words: Emergency Response System, Flat Construction, NFPA 1600 2019 edition, Emergency/Disaster
Read More
S-10295
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Giovanni Puspita; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Yosephin Sri Sutanti
Abstrak:
Kebakaran merupakan peristiwa munculnya api, baik dalam skala kecil maupun besar yang terjadi pada tempat, kondisi, dan waktu yang tidak diinginkan, bersifat merugikan, serta umumnya sulit untuk dikendalikan. Rumah sakit adalah salah satu bangunan/gedung fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tingkat risiko kebakaran yang tinggi akibat penggunaan peralatan listrik, gas medis, dan kondisi pasien yang rentan. Keberhasilan mitigasi dan penanganan darurat kebakaran di rumah sakit sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kesiapsiagaan perawat sebagai tenaga kesehatan yang memberikan respons pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi tanggap darurat kebakaran di Rumah Sakit X tahun 2026, antara lain Pengetahuan, Sikap, Masa kerja, Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran, Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kebakaran, Dukungan Manajemen, Pemenuhan SOP, Budaya Keselamatan, dan Kesiapsiagaan Perawat dalam Tanggap Darurat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 26. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 93 perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian diperkuat melalui triangulasi data dengan wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap (p = 0,032; OR = 1,500; 95%CI: 0,674–3,339), pelatihan tanggap darurat kebakaran (p = 0,011; OR = 3,980; 95%CI: 0,660–24,080), dukungan manajemen (p = 0,011; OR = 3,980; 95%CI: 0,660–24,080), pemenuhan SOP (p = 0,022; OR = 2,000; 95%CI: 0,500–7,997), serta ketersediaan sarana dan prasarana kebakaran (p = 0,022; OR = 2,000; 95%CI: 0,500–7,997) dengan kesiapsiagaan perawat. Sementara itu, pengetahuan (p = 1,000; OR = 0,984; 95%CI: 0,952–1,016), masa kerja (p = 0,151; OR = 1,077; 95%CI: 0,931–1,245), dan budaya keselamatan (p = 1,000; OR = 0,987; 95%CI: 0,961–1,013) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kesiapsiagaan perawat. Hasil analisis menunjukkan bahwa perawat yang telah mengikuti pelatihan tanggap darurat kebakaran dan memperoleh dukungan manajemen yang baik memiliki kemungkinan sekitar 3,98 kali lebih besar untuk memiliki kesiapsiagaan yang baik. Selain itu, sikap yang baik meningkatkan kemungkinan kesiapsiagaan sebesar 1,5 kali. Ketersediaan sarana dan prasarana kebakaran serta pemenuhan SOP yang baik masing-masing meningkatkan kemungkinan kesiapsiagaan sebesar 2 kali. Tantangan utama yang masih dihadapi di Rumah Sakit X meliputi tingginya risiko bahaya kelistrikan akibat perilaku tidak aman, seperti penggunaan colokan non-standar, penggunaan peralatan dapur, serta pengisian daya gawai tanpa pengawasan. Selain itu, pembentukan tim tanggap darurat internal perawat belum merata di seluruh unit, dan budaya keselamatan masih cenderung berorientasi pada pemenuhan standar akreditasi rumah sakit. Rumah Sakit X disarankan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan kebakaran melalui peningkatan budaya keselamatan, melakukan inspeksi dan pemeliharaan sarana proteksi kebakaran secara rutin, meningkatkan kompetensi perawat melalui pelatihan dan simulasi evakuasi berkala, serta penguatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja sehingga kesiapsiagaan dapat tercapai secara optimal melalui sinergi antara sistem, organisasi, dan sumber daya manusia.
Read More
Background Fire is an unintentional event characterized by the outbreak and spread of flames, which may occur on a small or large scale, causing significant damage and often being difficult to control. Hospitals are among the healthcare facilities at the highest risk of fire due to the extensive use of electrical equipment, medical gases, and the presence of vulnerable patients. The effectiveness of fire emergency mitigation and response in hospitals largely depends on the nurses preparedness as the medical first responders. As frontline healthcare professionals, nurses play a critical role in emergency preparedness and response to fire incidents. Aim of the Research This study aimed to analyze the factors influencing nurses preparedness for fire emergency response at Hospital X in 2026, including knowledge, attitudes, length of employment, fire emergency response training, availability of fire protection facilities and infrastructure, management support, compliance with Standard Operating Procedures (SOPs), safety culture, and nurses preparedness for fire emergencies. Method This study employed a quantitative cross-sectional design. Bivariate analysis was conducted using the Chi-square test with IBM SPSS Statistics version 26. Total sampling was applied, involving 93 nurses as respondents. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and were further strengthened through data triangulation using semi-structured interviews and field observations. Results and Conclusions The findings revealed significant associations between nurses preparedness and attitude (p = 0.032; OR = 1.500; 95% CI: 0.674–3.339), fire emergency response training (p = 0.011; OR = 3.980; 95% CI: 0.660–24.080), management support (p = 0.011; OR = 3.980; 95% CI: 0.660–24.080), compliance with Standard Operating Procedures (SOPs) (p = 0.022; OR = 2.000; 95% CI: 0.500–7.997), and the availability of fire protection facilities and infrastructure (p = 0.022; OR = 2.000; 95% CI: 0.500–7.997) with nurses preparedness. Meanwhile, knowledge (p = 1.000; OR = 0.984; 95% CI: 0.952–1.016), length of employment (p = 0.151; OR = 1.077; 95% CI: 0.931–1.245), and safety culture (p = 1.000; OR = 0.987; 95% CI: 0.961–1.013) were not significantly associated with nurses preparedness. The analysis indicated that nurses who had participated in fire emergency response training and received adequate management support were approximately 3.98 times more likely to demonstrate good preparedness. In addition, nurses with positive attitudes were 1.5 times more likely to have good preparedness, while those who perceived the availability of fire protection facilities and infrastructure as adequate and those who complied with Standard Operating Procedures (SOPs) were each twice as likely to demonstrate good preparedness. The main challenges identified at Hospital X included a high risk of electrical hazards due to unsafe practices, such as the use of non-standard extension cords, kitchen appliances, and unattended mobile phone charging, the absence of internal nurse emergency response teams across all units, and a safety culture that remained predominantly oriented towards meeting hospital accreditation standards. Suggestions Hospital X is recommended to strengthen its fire preparedness system by enhancing safety culture, conducting regular inspections and maintenance of fire protection facilities, improving nurses competencies through periodic fire emergency training and evacuation drills, and reinforcing compliance with safety procedures to achieve optimal preparedness through the integration of organisational systems, management commitment, and human resources.
S-12394
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
