Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33239 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tiara Nurhafizhah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mila Tejamaya, Muthia Ashifa
Abstrak: Kebutuhan energi batu bara yang masih menempati urutan ke-2 di dunia dengan karakterisiknya yang dikenal tinggi resiko menjadikan bahasan mengenai kesehatan pekerja tambang batu bara penting untuk didiskusikan. Salah satu risiko yang terdapat dalam kegiatan pertambangan batu bara adalah buruknya kualitas udara dalam ruangan (KUDR) akibat banyaknya bahaya dalam udara pertambangan batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran kualitas udara dalam ruangan kantor PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif yang berasal dari data sekunder. Variabel yang diukur adalah NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, suhu, kelembapan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masalah KUDR yakni pada kebisingan, suhu dan kelembapan yang melewati persyaratan. Manajemen KUDR yang sudah dilakukan oleh PT X masih dapat dikembangkan menjadi manajemen KUDR yang lebih sistematis dan komprehensif. Kata kunci: Tambang batu bara, kualitas udara dalam ruangan, parameter kimia, parameter fisik Coal still ranks the second largest source of total global energy demand. Complemented with high risk nature of coal mining activity make the topic about health of coal workers important to discuss. One of the risks exist in coal mining activities is the poor indoor air quality (IAQ) due to high concetration of airborne pollutant in coal mining air. This study aims to evaluate the results of air quality measurements in the office of PT X. This research used descriptive approach with quantitative data derived from secondary data. The measured variables are NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, temperature, humidity, and noise. The results showed that there was IAQ problem, namely noise, temperature and humidity which exceed the recommendations. IAQ management that has been carried out by PT X can still be developed into a more systematic and comprehensive IAQ management. Key words: Coal mining, office air quality, chemical parameter, physical parameter
Read More
S-10476
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelar Winayawidhi Suganda; Pembimbing: Sjahrul Meiza; Penguji: Fatma Leastari, M. Heru Sunardjo, Eko Pudjadi
T-3270
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naim Fathoni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastitia, Fauzi Jatmiko, Mulyadi Alwi
Abstrak:
Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Salah satu program yang diterapkan oleh PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur adalah Safety Friendly Program, yang terdiri atas kegiatan observasi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan manajemen menyapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Safety Friendly Program terhadap penurunan nilai Accident Frequency Rate (AFR) sebagai indikator kinerja keselamatan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain time series comparative. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan pelaksanaan Safety Friendly Program dan data statistik kecelakaan kerja periode Kuartal III Tahun 2025 hingga Kuartal I Tahun 2026. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan perangkat lunak statistik. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Friendly Program dilaksanakan secara konsisten selama periode penelitian. Aktivitas observasi, inspeksi, dan manajemen menyapa menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dan pekerja dalam upaya peningkatan keselamatan kerja. Pada periode yang sama, nilai AFR menunjukkan tren penurunan dari 10,57 pada Kuartal III Tahun 2025 menjadi 8,02 pada Kuartal IV Tahun 2025 dan 3,07 pada Kuartal I Tahun 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Safety Friendly Program berkontribusi terhadap penurunan frekuensi kecelakaan kerja selama periode intervensi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Safety Friendly Program efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan menurunkan nilai Accident Frequency Rate (AFR) pada PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur. Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan partisipasi pekerja, dan mendukung pencapaian target zero accident.

The mining industry is recognized as a high-risk sector with significant  occupational accident potential, requiring effective risk control measures to  improve safety performance. One of the initiatives implemented by PT X, a coal  mining contractor in East Kalimantan, is the Safety Friendly Program, which  consists of safety observations, safety inspections, and management engagement  activities (management walk-around). This study aims to analyze the effectiveness  of the Safety Friendly Program in reducing the Accident Frequency Rate (AFR) as  an indicator of organizational safety performance. This study employed a quantitative approach using a comparative time-series  design. Secondary data were collected from Safety Friendly Program  implementation reports and occupational accident statistics covering the period  from the third quarter of 2025 to the first quarter of 2026. Data analysis was  conducted using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. A  Shapiro-Wilk normality test was performed prior to hypothesis testing. The results indicate that the Safety Friendly Program was implemented  consistently throughout the study period. Safety observation activities,  inspections, and management engagement demonstrated active participation from  both management and workers in promoting workplace safety. During the same  period, the AFR showed a declining trend, decreasing from 10.57 in the third  quarter of 2025 to 8.02 in the fourth quarter of 2025 and further to 3.07 in the  first quarter of 2026. These finding indicates that the implementation of the Safety  Friendly Program contributed to a reduction in the frequency of work-related  accidents during the intervention period. The study concludes that the Safety Friendly Program is an effective preventive  strategy for improving safety performance and reducing the Accident Frequency  Rate (AFR) at PT X. The program can serve as a sustainable approach to  strengthening safety culture, increasing worker participation, and supporting the  achievement of a zero-accident objective.
Read More
T-7671
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Silmi Alya Mahmud; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Muhammad Rohman Al Hasan
Abstrak:
PT X telah menerapkan teknologi Mobile Digital Video Recorder (MDVR) untuk memantau aktivitas pada kabin pengemudi secara real-time. Namun, penerapan MDVR di PT X masih belum optimal karena masih ditemukan banyak kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi sejauh mana faktor manusia, sistem, teknologi, maupun lingkungan menjadi penghambat penerapan teknologi sistem MDVR menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) sehingga dapat merekomendasikan langkah evaluasi yang berkaitan sistem MDVR. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada pihak manajemen, pengawas, dan operator kendaraan. Data sekunder didukung oleh rekapitulasi 134 data kecelakaan tahun 2025, analisis log alarm MDVR triwulan 4 tahun 2025, serta peninjauan dokumen draf regulasi internal perusahaan. Analisis dengan metode HFACS menunjukkan bahwa faktor laten pada tingkat Prakondisi Tindakan Tidak Aman (Preconditions for Unsafe Acts) menjadi kontributor penyebab insiden paling dominan (48%). Sistem MDVR sebagai barrier pencegahan kecelakaan belum berfungsi secara optimal akibat kendala teknis akurasi sensor (false alarm) yang tinggi serta lemahnya interaksi faktor manusia terhadap adanya perubahan teknologi yang diterapkan sehingga PT X disarankan untuk melakukan kalibrasi ulang threshold alarm, mengintegrasikan teknologi wearable sebagai validasi objektif kesiapan kerja, meningkatkan pemeliharaan fisik kabin kendaraan, serta menyusun Tata Cara Kerja MDVR yang terstandardisasi dan melibatkan pendekatan partisipatif dari seluruh mitra kerja.

PT X has implemented Mobile Digital Video Recorder (MDVR) technology to monitor activities in the driver’s cabin in real time. However, the implementation of MDVR at PT X remains suboptimal due to several challenges. This study aims to analyze the effectiveness of using MDVR as a system designed to prevent accidents involving heavy equipment at a coal mining company in South Sumatra during the implementation of the MDVR system using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method, so that recommendations can be made for evaluating the MDVR system. This study employs a case study design with a descriptive-evaluative qualitative approach. Primary data collection was conducted through structured interviews with management, supervisors, and vehicle operators. Secondary data was supported by a compilation of 134 accident records from 2025, an analysis of MDVR alarm logs from the fourth quarter of 2025, and a review of draft internal company regulations. Analysis indicates that latent factors at the “Preconditions for Unsafe Acts” level were the most dominant contributors to the incidents (48%). The MDVR system, as an accident prevention barrier, has not functioned optimally due to technical constraints such as high sensor accuracy issues (false alarms) and weak human adaptation to implemented technological changes; therefore, PT X is advised to recalibrate alarm thresholds, integrate wearable technology as an objective validation of work readiness, improve physical maintenance of vehicle cabins, and develop standardized MDVR operating procedures that incorporate a participatory approach involving all stakeholders.
Read More
S-12280
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akbar Maulana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Agung Nugroho
Abstrak: Skripsi ini menganalisis risiko kecelakaan kendaraan alat berat pada jalan hauling tambang batu bara PT. X Tahun 2020 dengan menggunakan metode bowtie. Metode bowtie digunakan untuk mengidentifikasi ancaman, pengendalian, dan konsekuensi pada kronologi kecelakaan yang kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat efektifitas pengendalian berdasarkan data kecelakaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa perusahaan perlu mengimplementasikan barrier management system, peningkatan teknologi pada pengendalian kecelakaan, pengawasan dan pemeliharaan rutin yang disiplin, serta kebijakan yang menekankan peningkatan kompetensi dan kedisiplinan pekerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan. Kata kunci: Analisis kecelakaan, kendaraan alat berat, metode bowtie, tambang batu bara This study analyzes the risk of heavy equipment accidents on coal mining hauling road of PT. X of 2020 using the bowtie method. The bowtie method is used to identify threats, barriers, and consequences on accident chronology which are then analyzed to determine the level of effectiveness based on accident data. This research is a qualitative research with a descriptive design. The results of the study suggest that companies need to implement barrier management system, technological improvements in accident control, routine supervision and maintenance, and policies that emphasize the improvement of employee competency and discipline as an effort to prevent accidents. Key words: Accident analysis, heavy equipment, bowtie method, coal mine
Read More
S-10292
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Hazzrah Medinah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Mohammad Zayyin
Abstrak:
Kelelahan atau fatigue pada pekerja tambang memiliki dampak yang besar terhadap tingkat absenteisme, penurunan produktivitas, biaya kesehatan, dan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan kelelahan pada pekerja di PT X serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan. Faktor risiko yang diteliti yaitu faktor terkait pekerjaan (beban kerja, masa kerja, waktu istirahat, area kerja, shift kerja, dan stres kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, kualitas dan kuantitas tidur, kebiasaan merokok, commuting time, pekerjaan sampingan, konsumsi kafein, status pernikahan, status gizi, dan olah raga). Untuk mengukur kelelahan menggunakan kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER), mengukur stres kerja menggunakan kuesioner Survei Diagnosis Stres (SDS), mengukur kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), mengukur beban kerja mental menggunakan NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), mengukur karakteristik responden menggunakan The Self-administered Questionnaire, dan untuk mengukur beban kerja fisik menggunakan alat Fingertip Pulse Oximeter. Penelitian ini dilakukan kepada 156 pekerja tambang di PT X dengan menggunakna desain penelitian cross-sectional. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja, waktu istirahat, usia, dan beban kerja mental dengan kelelahan. Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengembangan program pencegahan dan pengendalian kelelahan (fatigue management) di tempat kerja dan melihat hubungan faktor terkait pekerjaan yang lebih dominan terhadap kelelahan dibandingkan faktor tidak terkait pekerjaan.

Fatigue in mining workers has a huge impact on absenteeism rates, decreased productivity, medical costs, and accidents. This study aims to describe the level of fatigue in workers at PT. X and analyze the associated risk factors. The risk factors studied included work-related factors (workload, period of work, rest time, mining area, work shifts, and work stres) and non-work related factors (age, sleep quality and sleep quantity, smoking status, commuting time, side work, caffeine consumption, marital status, body mass indeks, and exercise). To measure fatigue, the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) questionnaire was used, Survey Diagnostic Stress (SDS) was used to measure job stress, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality, NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ) was used to measure mental workload, the Self-administered Questionnaire was used to measure respondent characteristics, and Fingertip Pulse Oximeter was used to measure physical workload. This research was conducted on 156 mining workers at PT. X by using a cross-sectional research design. Descriptive and inferential logistic regression was used to analyze the data. The results showed that there was a significant association between period of work, rest time, age, and mental workload. Therefore, it is necessary to develop a fatigue management program in the workplace and refers to see the result that the relationship between work related factors and fatigue is more dominant than non-work related factors.
Read More
S-11713
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Davin Syauqi Adli Perdana Susanto; Pembimbing, L. Meily; Penguji: Mila Tejamaya,
S-11329
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Davin Syauqi Adli Perdana Susanto; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Mila Tejamaya, Angga Hadi Nugraha
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang Kualitas Udara dalam Ruangan (KUDR) di area kerja kantor pusat PT. X, yang ditinjau berdasarkan hasil pengukuran parameter KUDR yang meliputi parameter kimia (NO2, CO, CO2, PM10, TVOC, formaldehida), fisika (suhu, kelembaban, laju pergerakan udara, pencahayaan), dan mikrobiologi (total bakteri dan total kapang), serta dengan mendeskripsikan faktor KUDR yang ada di area kerja (sumber kontaminan, jalur kontaminan, ventilasi dan distribusi udara, pengguna ruangan). Penelitian menggunakan metode mixed-method dengan pendekatan deskriptif observasional. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan syarat KUDR menurut Permenaker 5/2018 dan Permenkes 48/2016, dan dengan menganalisis faktor KUDR yang berperan. Didapatkan rata-rata konsentrasi CO2, TVOC, dan laju pergerakan udara tidak sesuai dengan setidaknya salah satu syarat KUDR. Faktor KUDR yang teridentifikasi dan berpotensi menjadi penyebab kondisi tersebut adalah kondisi ventilasi dan aktivitas pengguna ruangan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur kondisi polusi di luar gedung, performa ventilasi, dan keluhan serta gejala Sick Building Syndrome pada pekerja.

The focus of this study is to give an overview of Indoor Air Quality (IAQ) at PT. X office area. This study were conducted by analyzing the IAQ parameters measurement results which consist of chemical parameters (NO2, CO, CO2, PM10, TVOC, formaldehyde), physical parameters (temperature, humidity, ambient air velocity; illumination), and microbiological parameters (total bacteria and total mold), also by describing IAQ factors present in the work area (contaminant source, pathway, ventilation and air distribution, and occupant). The research used mixed-method with a descriptive and observational approach. Data analysis was carried out by comparing the IAQ measurement results with IAQ requirements according to Permenaker 5/2018 and Permenkes 48/2016, and by analyzing the IAQ factors that potentially play a role. This study revealed that the average CO2, TVOC, and ambient air velocity do not meet IAQ requirements which were potentially caused by poor ventilation and occupant activities. Further study is needed by measuring outdoor pollution, investigating ventilation performance, and collecting occupants’ complaints and Sick Building Syndrome symptoms.
Read More
S-11329
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lulu Djanatha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Henry V. Matakupan
Abstrak: Penelitian mengenai Analisis Hasil Pengukuran Kualitas Udara Dalam Ruangan Perusahaan XXX di Jakarta Tahun 2015, penelitian ini dilakukan terkait beberapa keluhan karyawan mengenai kualitas udara dalam ruangan kantor dan hasil dari pengukuran kualitas udara dalam kantor yang telah dilaksanakan pada September 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas dalam ruangan perusahaan XXX sudah sesuai dengan standar dari pemerintah RI. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif, pengambilan data dari penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data hasil pengukuran kualitas udara dalam ruangan dan pelaksanaan wawancara dan observasi lapangan. Hasil dari analisis kadar SO2, CO2, O2, Temperatur, Kelembaban, dan Laju Ventilasi pada beberapa area pengukuran tidak memenuhi standard. Saran yang penulis ajukan terkait menyesuaikan sistem udara (HVAC) dan pengontrolan kadar CO2 dalam ruangan. Serta melakukan penelitian lebih mendalam terkait kemungkinan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kualitas udara dalam ruangan.
Kata kunci: kualitas udara dalam ruangan, gangguan kesehatan terkait kualitas udara dalam dalam ruangan, higiene industri
Read More
S-8727
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tanaya Sulanjari Kusumaningtyas; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Didik Triwibowo
Abstrak:

Latar Belakang: Sektor pertambangan merupakan sektor yang memiliki risiko yang tinggi sehingga perlu adanya implementasi K3, tak hanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja namun juga untuk menjaga produktivitas kerja sehingga roda bisnis akan terus berjalan. Selain kecelakaan kerja, penyakit tidak menular juga dapat menurunkan produktivitas kerja dikarenakan absenteisme dan loss work time. Penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskulas merupakan penyakit yang menyumbang angka kematian terbesar di seluruh dunia. Kedua penyakit tersebut dapat muncul pada seseorang yang memiliki sindrom metabolik. Di Indonesia, terdapat beberapa penelitian mengenai sindrom metabolik dengan angka prevalensi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja tambang batu bara di PT Z.
Metode: Desain dari penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari hasil MCU karyawan. Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah faktor individu (usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit keluarga); faktor perilaku (aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol); dan faktor (pajanan bising, pajanan panas, dan pajanan debu).
Hasil: Sebanyak 34 pekerja (9,3%) memiliki sindrom metabolik. Obesitas sentral (35,4%), kadar trigliserida tinggi (27,2%), dan hipertensi (26,4%) merupakan tiga komponen tertinggi yang dimiliki pekerja. Hasil analisis menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara variabel faktor individu, faktor perilaku, dan faktor lingkungan dengan kejadian sindrom metabolik pada pekerja tambang batu bara di PT Z (p-value > 0,05)
Kesimpulan: Walaupun prevalensi sindrom metabolik dari penelitian ini adalah 9,3%, banyak dari pekerja yang memiliki 1-2 komponen sindrom metabolik yang mana komponen tersebut dapat mempengaruhi perkembangan komponen baru. Oleh karena itu, tetap perlu adanya program kesehatan untuk dapat menjaga ataupun menekan angka komponen dari sindrom metabolik tersebut.


Background: The mining sector is a high risk sector that needs the implementation of SHE, not only to ensure the safety and health of the workers but also to maintain work productivity so that business operations can continue. In addition to workplace incidents, non-communicable diseases can also lower work productivity by absenteism and loss work time. Non-communicable diseases such as diabetes and cardiovascular disease account for the highest number of deaths worldwide. Both of those diseases can occur in people who has metabolic syndrome. In Indonesia, there are a few studies about metabolic syndrome with varying prevalence rates. This study aims to analyze the risk factors for metabolic syndrome among coal mine workers in PT Z. Methods: This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The data collection for this study was conducted using secondary data from the results of the employees’ medical check up. The variables for this study consists of individual factors (age, sex, and family medical history); behavioral factors (physical activity, smoking habbits, and alcohol consumption); and environmental factors (noise exposure, heat exposure, and dust exposure). Results: A total of 34 workers (9,3%) have metabolic syndrome. Central obesity (35,4%),  high triglyceride (27,2%), and hypertention (26,4%) are the three highest component of the metabolic syndrome that the workers have. Analysis results indicate that no significant assosiaction was found between individual, behavioral, and environmental factors and the incidence of metabolic syndrome among coal miners at PT Z (p-value > 0.05). Conclusion: Although the prevalence of metabolic syndrome in this study was 9.3%, many of the workers had 1–2 components of metabolic syndrome, which could influence the development of new components. Therefore, health programs are still needed to maintain or reduce the prevalence of these components of metabolic syndrome.

Read More
S-12473
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive