Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37246 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Saraswati Andani Satyawardhani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Budi Hartono, Amin Soebandrio, Aroem Naroeni
Abstrak:
Perguruan Tinggi X berkomitmen dalam pengimplementasian aspek keselamatan dan kesehatan dalam setiap kegiatannya, tidak terkecuali laboratorium. Dalam setiap kegiatan di laboratorium terdapat banyak potensi bahaya, salah satu di antaranya yaitu bahaya biologis yang memiliki dampak bagi kesehatan dan lingkungan serta menyebabkan terjadinya insiden laboratorium terkait biohazard. Sebagai usaha untuk meminimalisir dampak dan terjadinya insiden tersebut, maka dilakukan evaluasi implementasi sistem manajemen biorisiko di setiap laboratorium yang menggunakan agen biologi. Penelitian ini menggunakan disain studi deskriptif dan metode kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi serta mengevaluasi sistem manajemen biorisiko di laboratorium dengan menganalisa pencapaian yang diperoleh dari setiap laboratorium. Penelitian menggunakan data primer berupa formulir ceklis yang mengacu pada SNI 8340:2016 tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium. Penilaian diisi berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pihak laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 11 laboratorium yang diperiksa, 8 di antaranya sudah memenuhi 50% dari persyaratan dengan pencapaian terendah ada pada aspek penerapan dan operasional.

X Higher Education has committed to the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) in all aspects, including laboratory. There are many potential hazards in all activities in laboratory, one of them is biohazard which has an impact to our health and environment and led to the incident. As an effort to minimize those impacts and incident, this study will evaluate the implementation of biorisk in each laboratory that use bioagents. The study design is a quantitative descriptive study. The aim of the study is to analyse the implementation of biorisk management system in laboratories. The primary data will be collected using laboratory assessment tool checklist based on SNI 8340:2016 about Laboratory Biorisk Management. The result of this study is 8 out of 11 laboratories that examined have reached 50% of its requirements, and the lowest implementation is in implementation and operational aspect.

Read More
T-5896
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Liandra Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Budi Hartono, Doni Hikmat Ramdhan, Tammy Nurhardini, Aroem Naroeni
Abstrak: Kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium rumah sakit memiliki risiko untuk terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimpa para personil laboratorium. Salah satu hazard yang terdapat di laboratorium yaitu hazard biologi, khususnya pada laboratorium yang dalam aktivitasnya menggunakan bahan agen biologis. Manajemen biorisiko dibutuhkan untuk mengendalikan hazard biologi. Biosafety untuk mencegah risiko paparan patogen terhadap personil laboratorium. Biosecurity untuk mencegah penyalahgunaan agen biologis. RS X memiliki laboratorium yang menggunakan bio agent dalam aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen biorisiko menggunakan gap analysis ISO 35001:2019. Penelitian dilakukan di Laboratorium RS X dengan populasi 6 laboratorium dan sampel sebanyak 4 laboratorium yang menggunakan bahan biologi dalam aktivitasnya. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan mix method. Hasil dari penelitian ini adalah RS X telah mengimplementasikan manajemen biorisiko dengan total nilai 74% , nilai yang didapatkan masuk kedalam kategori baik
Activities in the hospital laboratory have risk to occurrence of work accidents effects to laboratory personnel. One of the hazards in laboratory is biological hazard, especially in laboratory that have an activities using biological agents. Biorisk management is needed to control biological hazards. Biosafety is to prevent the risk of pathogen exposure to laboratory personnel. Biosecurity is to prevent misuse of biological agents. RS X has a laboratory that uses bio agents in its activities. This study aims to implement biorisk management using gap analysis ISO 35001: 2019. The study was conducted at the Hospital X laboratory with a population of 6 laboratories and a sample of 4 laboratories that use biological materials in their activities. This study used a descriptive study design with a mixed approach method. The result of this research is that RS X has implemented biorisk management with a total value of 74%, the value obtained is in the good category
Read More
T-6055
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thariq Miswary; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Amin Soebandrio, Aroem Naroeni, Mila Tejamaya, Budi Hartono
Abstrak: Laboratorium pusat rujukan nasional PT. PX adalah sebuah perusaahan jasa kesehatan yang bergerak di laboratorium klinik yang bekerja 24 jam setiap hari. Laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik yang diambil dari tubuh manusia untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan. Spesimen klinik tersebut memiliki bahaya biologis bagi kesehatan dan lingkungan kerja karyawan apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya menurunkan angka insiden maka dilakukan evaluasi penerapan sistem manajemen biorisiko di setiap laboratorium mulai dari kebijakan manajemen, perencanaan pengendalian, penerapan dan operasional, pemeriksaan dan tindakan perbaikan dan tinjauan dari manajemen untuk perbaikan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis penerapan sistem manajemen biorisiko dan menganalisis gambaran biosafety dan biosecurity. Penelitian ini menggunakan desain studi mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif yang kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan penerapan sistem manajemen biorisiko di laboratorium. Penelitian ini menggunakan data primer berupa interview menggunakan checklist yang mengacu pada SNI 8340:2016 tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 8 laboratorium yang diperiksa, semua laboratorium sudah memenuhi 50% dari persyaratan yang diharuskan pada SNI 8340:2016. Hasil juga menunjukkan bahwa penerapan biosafety lebih banyak diterapkan dibandingkan dengan biosecurity
The national referral center laboratory of PT. PX is a health service company engaged in clinical laboratories that work 24 hours a day. Clinic laboratory is a lab which provides clinical specimen taken from human body to get information regarding individual health. Without a proper control, the clinical specimen is hazardous biologically for health and working-environmental of the employees. One way to reduce number of incidents is to evaluate the implementation of management system of bio-risk in every lab starting from managerial policy, control development, application and operational, inspection and corrective action, and evaluation from management for sustainability correction. The purpose of this research is to analyze implementation of management system of bio-risk and analyze the overview of biosafety and biosecurity. The research is performed using mixed-study design method, qualitative and quantitative, which described to get an overview of implementation of bio-risk management system in a lab. Primary data are collected from interview using checklist based on SNI 8340:2016 about Bio-risk Management System in Laboratory. The result shows that all of 8 investigated labs have fulfill 50% of the requirement based on SNI 8340:2016. Moreover, biosafety is implemented more than biosecurity
Read More
T-6085
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Kusuma Wardani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Edo Irnanda
Abstrak: Persepsi karyawan terhadap implementasi sistem manajemen K3 adalah pandangan karyawan terhadap apa yang diberikan perusahaan yang bertujuan agar karyawan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap implementasi sistem manajemen K3 di PT X. PT. X merupakan perusahaan distributor alat berat yang memiliki tingkat bahaya dan risiko yang cukup tinggi bagi karyawan yang bekerja di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dengan jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 133 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. PT. X telah menerapkan sistem manajemen K3 di seluruh area kerjanya dengan mengintegrasikannya berdasarkan OHSAS 18001 dan PP No.50 tahun 2012.
 
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persepsi karyawan PT. X terhadap implementasi sistem manajemen K3 secara umum masih kurang baik. Dari hasil kuesioner diperoleh bahwa dari 133 responden yaitu sebanyak 69 orang (51,9%) memiliki persepsi kurang baik tentang implementasi sistem manajemen K3 dan 64 orang (48,1%) yang memiliki persepsi baik tentang implementasi sistem manajemen K3. Disarankan agar perusahaan memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan tentang SMK3 khususnya mengenai manfaat penerapan SMK3 bagi perusahaan, peran serta karyawan dalam penerapan SMK3.
 
Meninjau kembali dan menginformasikan kepada karyawan tentang pencapaian tujuan, sasaran dan program-program K3 dalam pertemuan tinjauan manajemen. Mendeskripsikan dengan jelas tugas dan fungsi masing ? masing anggota P2K3 serta meningkatkan pengawasan terhadap kehadiran pengurus terhadap rapat-rapat yang diadakan sehingga pelaksanaan SMK3 oleh P2K3 dapat lebih efektif. Serta menjaga kesinambungan pelaksanaan SMK3 yang telah ada di perusahaan sehingga senantiasa diperoleh tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktifitas dapat ditingkatkan.
 

Employee perceptions of implementation occupational health and safety management system (OHSMS) is the view of employees to what is given the company aims to secure the safety and health of employees work. The main objective of this study was to determine the employees' perception of the implementation occupational health and safety management system at PT. X. PT. X is a heavy equipment distributor that has the level of hazard and risk is quite high for employees working in the field. This research is descriptive analytic. With the number of respondents involved in this study as many as 133 people. This study was conducted using questionnaires. PT. X has implemented an occupational health and safety management system throughout the work area by integrating based on OHSAS 18001 and PP 50 in 2012.
 
The results of the study showed that the employees perceptions of implementation occupational health and safety management system at PT. X in general is still not good. From the questionnaire results showed that of the 133 respondents as many as 69 people (51.9%) had a poor perception of the implementation of OHSMS and 64 (48.1%) who have a good perception of the implementation of OHSMS. It is recommended that the company provide socialization of all employees about the benefits of applying OHSMS especially for the company, the participation of employees in the application of OHSMS.
 
Reviewing and inform employees about the achievement of goals, objectives and OHS programs in management review meetings. Describe clearly the duties and functions of each member Committe of OHS and increasing supervision of the presence of officials of the meetings are held so that the implementation OHSMS by committee can be more effective. As well as maintain the continuity of the implementation OHSMS that already exist in the company so always obtained workplace that is safe, comfortable, healthy and productivity can be improved.
Read More
S-9200
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qanita Fauzia; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Ike Pujiriani
Abstrak: Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh aktivitas kehidupan termasuk bidang pendidikan. Seluruh praktik di perguruan tinggi termasuk pembelajaran ditiadakan diganti dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Pegawai perguruan tinggi juga merasakan adanya peningkatan beban kerja dan perubahan kondisi kerja. Pandemi ini mengubah mekanisme kerja seperti implementasi kebijakan baru, aturan pembatasan kontak fisik yang kemudian memungkinkan adanya konflik antara pekerjaan dengan gaya hidup yang dijalankan. Salah satu gaya hidup baru yang perlu diadopsi yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Selama pandemi COVID-19, perguruan tinggi tetap memberlakukan work from office bagi pegawai sehingga risiko terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan kerja tetap ada. Tentunya perilaku pencegahan COVID-19 menjadi aspek penting yang perlu menjadi perhatian karena merupakan cara terbaik berperang melawan COVID-19. Dalam teori health belief model disebutkan bahwa praktik perilaku kesehatan bergantung pada keyakinan yang dianut individu yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, selfefficacy dan cues to action. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis hubungan faktor perilaku pencegahan dengan perilaku personal higiene pegawai perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan penyebaran kuesioner pada 179 pegawai perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived barrier, self-efficacy, dan cues to action merupakan tiga komponen prediktor perilaku personal higiene pegawai. Beberapa rekomendasi dari hasil penelitian di antaranya menggencarkan sosialisasi kebijakan serta protokol kesehatan dengan konten yang dapat memotivasi self-efficacy serta menurunkan persepsi hambatan pegawai terhadap perilaku personal higiene positif, menyebarkan infografis dan media promosi yang menarik, memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung (fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, masker, sarung tangan, cairan disinfektan maupun APD lainnya), serta menunjuk duta prokes di kalangan pegawai untuk kemudian memberlakukan mekanisme pemberian apresiasi bagi pegawai yang telah rajin mempraktikkan perilaku personal higiene positif.
Read More
T-6367
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syelvira Yonansha; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Syahrul Munir, Adenan
Abstrak: Penulis ingin membahas mengenai evaluasi pelaksanaan audit internal sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang telah berlangsung di PT X selama tahun 2012-2014. Pelaksanaan audit internal ditinjau ulang menggunakan standar internasional, yaitu ISO 19011. Penelitian yang dilakukan ini bersifat deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini melibatkan informan kunci dan informan sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen pelaksanaan audit pada tahun 2012-2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan audit internal sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT belum berjalan dengan baik dan maksimal. Poin utama dari lemahnya pelaksanaan audit internal tersebut adalah implementasi, pemantauan, tinjauan ulang dan perbaikan pada sistem manajemen audit yang dilaksanakan. Perbaikan pada tahap perencanaan dan implementasi menunjukkan poin utama yang harus segera diperbaiki guna meningkatkan kualitas sistem manajemen audit dan bisa mengevaluasi sistem manajemen yang berlangsung di perusahaan dengan lebih baik.
Read More
T-4519
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Gde Rai Supartha; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Fatma Lestari, Laksita Ri Hastiti, Ivan Stevanus Chandra, Pujiyanto
Abstrak:
Pendahuluan. Bencana yang diakibatkan oleh kegagalan atau insiden yang melibatkan teknologi, merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia perindustrian internasional. Hampir sekitar 65.000 kematian di dunia disebabkan oleh bencana teknologi antara tahun 2009-2018 (WHO, 2018). PT. X Indonesia berbatasan dengan sungai Mookervaart dan jalan utama Daan Mogot. Sebelah timur berbatasan dengan tanah kosong, dan bagian lebih timur adalah daerah pemukiman padat. Sebelah selatan berbatasan dengan daerah perumahan dan akan dibuat terminal bus, sedangkan sebelah barat Plant berbatasan dengan daerah pemukiman yang sangat padat. Pada PT. X terdapat berbagai macam proses kerja yang melibatkan bahan-bahan kimia berbahaya, mulai dari penerimaan bahan yang tergolong B3, penyimpanan, penimbangan bahan untuk proses produksi, sampai kepada proses produksi dispersi polimer, dan penyimpanannya. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu adanya suatu kajian komprehensif tentang manajemen sistem tanggap darurat yang ada di PT. X. Metode. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Dengan melakukan observasi langsung dilapangan (PT. X) dalam mengumpulkan data, melakukan wawancara yang mendalam terhadap informan yang diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan dengan berpatokan pada Self-Assessment Checklist berdasarkan kriteria yang terdapat dalam NFPA 1600 edisi tahun 2019 yang dikembangkan oleh Donald L. Schmidt. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data primer dan data sekunder melalui metode wawancara mendalam dengan format focus group discussion (FGD), dan pengecekan bukti-bukti pendukung. Data kemudian diolah dan hitung persentase kesesuaiannya, dengan perbandingan terhadap seluruh persyaratan kesesuaian yang ada di check list standar NFPA 1600 edisi tahun 2019 Hasil. Dari hasil penelitian yang dilakukan dituangkan dalam sebuah tabel ringkasan terlampir, keseluruhan hasil rata-rata pemenuhan kesesuaian klausul NPFA 1600-2019 mengenai standar manajemen krisis, tanggap darurat, dan kontinuitas bisnis yang ada di PT. X berada pada angka Persentase kesesuaian sebesar 90,3%, dengan persentase pemenuhan klausul yang belum sesuai sebesar 9,7%. Kesimpulan. Hasil evaluasi sistem tanggap darurat di PT.X dalam kategori baik, dengan mengacu kepada penelitian sejenis terdahulu namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa klausul seperti perencanaan dalam pemulihan dari bencana atau insiden dan alternatif pemasok kritis untuk menjaga kelangsungan bisnis PT.X

Introduction. Disasters caused by failures or incidents involving technology are one of the biggest causes of death in the international industrialized world. Nearly 65,000 deaths in the world were caused by technological disasters between 2009-2018 (WHO, 2018). PT X Indonesia is bordered by the Mookervaart river and the Daan Mogot main road. The east is bordered by vacant land, and the eastern part is a dense residential area. The south is bordered by a residential area and will be made a bus terminal, while the west of the Plant is bordered by a very dense residential area. At PT. X there are various kinds of work processes involving hazardous chemicals, starting from the receipt of materials classified as B3, storage, weighing of materials for the production process, to the production process of polymer dispersions, and their storage. Based on these conditions, it is necessary to have a comprehensive study of the management of the emergency response system at PT X. Methods. This research design uses a qualitative type with an observational descriptive approach. Researchers conducted direct observations in the field (PT. X) in collecting data, conducting in-depth interviews with informants taken using a list of questions based on the Self-Assessment Checklist based on the criteria contained in the 2019 edition of NFPA 1600 developed by Donald L. Schmidt. Data collection techniques were carried out through primary data collection and secondary data through in-depth interview methods with focus group discussion (FGD) formats, and checking supporting evidence. Based on these conditions, it is necessary to have a comprehensive study of the management of the emergency response system at PT X. The data is then processed and the percentage of conformity is calculated, by comparison with all conformity requirements in the 2019 edition of the NFPA 1600 standard check list. Results. From the results of the research conducted as outlined in an attached summary table, the overall average result of the fulfillment of the suitability of NPFA 1600-2019 clauses regarding crisis management standards, emergency response, and business continuity at PT X is at a percentage of suitability of 90.3%, with a percentage of fulfillment of clauses that are not yet suitable at 9.7%. Conclusion. The results of the evaluation of the emergency response system at PT. X are in the good category, with reference to previous similar research, but improvements are still needed in several clauses such as planning for disaster or incident recovery and alternative critical suppliers to maintain PT .X's business continuity
Read More
T-6802
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tia Retno Wulandari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Randy Novirsa
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran evaluasi implementasi Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium. Penelitian ini bersifat semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi implementasi SMK3L di laboratorium FMIPA UI. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pemenuhan implementasi SMK3L per masing-masing aspek yaitu kebijakan dan komitmen K3L (31,2%), perencanaan (22,7%), implementasi (49,2%), pemeriksaan (17,7%), dan tinjauan manajemen (0%).

This study examines about a descriptive evaluation of the implementation of Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS) in the laboratory of mathematics and sciences faculties of Universitas Indonesia (FMIPA UI) in an effort to prevent accident in the laboratories. This research is a semi quantitative with a design of descriptive study. The purpose of this study is to recognize the evaluation of the SHEMS implementation in the laboratory of FMIPA UI. The result shows that average acquirements of the SHEMS implementation for each aspect are SHE policy (31,2%), planning (22,7%), implementation (49,2%), checking (17,7%), management review (0%). It is suggested that FMIPA UI should consider recommendations given to SHEMS in the laboratories.
Keywords: Evaluation, Laboratory, Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS
Read More
S-9307
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Linchon Hasiholan Simorangkir; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Bayu Suryo
S-8212
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Yuniautami; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmah Ramdhan, Randy Novirsa
Abstrak: Skripsi ini untuk bertujuan mengevaluasi Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2016 dengan mencari besar persentase pemenuhan lima aspek: kebijakan dan komitmen, perencanaan, implementasi, pemeriksaan, dan tinjauan manajemen. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunujukkaan bahwa total pemenuhan SMK3L di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2016 adalah sebesar 50,07%. Masing-masing aspek memiliki besar persentase 67% untuk aspek kebijakan dan komitemen, 33% untuk aspek perencanaan, 56,2% untuk aspek implementasi, 23,5% untuk aspek pemeriksaan, dan 0% untuk aspek tinjauan manajemen.
Kata kunci: Laboratorium, SMK3L, Fakultas Teknik

The purpose this undergraduate thesis is to evaluate implementation of Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS) in Faculty of Engineering Universitas Indonesia in 2016 to look for percentage of the fulfillment of the five aspects : policy and commitment, planning, implementation, inspection, and management review. This research is a semi-quantitative descriptive design. Total fulfillment SHEMS is 50,07%, and fulfillment of each aspects is 67% for policies and commitments, 37,1% for planning, 56,3% for implementation, 23,5% for inspection, and 0% for management review.
Key words: Laboratory, SHEMS, Faculty of Engineering
Read More
S-9304
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive