Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16647 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dina Evariyana Bangun; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah, Dian Ayubi, Wida Guslianti, Dian Larasati
Abstrak:
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi manajemen mutu paripurna untuk mempertahankan kualitas pelayanan serta kepuasan. Penanganan kasus COVID-19 dengan isolasi mandiri merupakan metode utama bagi sebagian besar pasien. Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru merupakan puskesmas pertama yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di provinsi DKI Jakarta etodologi: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru pada Juni sampai Juli 2020. Pengumpulan data dilakukan melalui survei elektronik pada pasien yang pernah menjalani isolasi mandiri COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru. Hasil: Penelitian menunjukkan, response rate sebesar 84%. Indeks kepuasan pasien isolasi mandiri COVID-19 adalah 3,51. Dimensi dengan indeks kepuasan pasien tertinggi ada pada dimensi empati dan jaminan dengan nilai 3,61. Dimensi dengan indeks kepuasan pasien terendah adalah dimensi penampilan fisik dengan nilai 3,33. Pelayanan kesehatan pada pasien isolasi mandiri puskesmas termasuk dalam kelompok mutu pelayanan dengan kategori baik. Determinan kepuasan pelayanan isolasi mandiri COVID-19 konsisten dengan kondisi sebelum pandemi pada variabel pendidikan, kondisi psikososial dan kondisi situasional

Background: Self-isolation is a new approach for asymptomatic mild symtoms for COVID-19 patients.  Complaints from as much as 5% of COVID-19 self-isolating patients at Puskesmas Kecamatan  Kebayoran Baru should be followed up by analyzing the level of patient satisfaction and the determinant  factors, as part of continuous improvement in handling COVID-19. Methodology: This research is a  quantitative with cross sectional design, conducted at the Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru starting  from June to July 2020. Data was collected by electronic survey on COVID-19 self-isolating patients.  Results: The satisfaction index for self-isolating patients was 3.51. The dimensions of empathy and  assurance have the highest satisfaction index (3.61), while the physical dimension is the lowest  satisfaction index (3.33). Determinants of patient satisfaction include education (p value=0.018:  OR=2.277), income (p value=0.000: OR=0.192), psychosocial conditions (p value=0,000: OR=3.054),  and situational conditions (p value=0,000: OR=4,225). The dominant factor that affects patient  satisfaction is the situational condition. Conclusion: COVID-19 sef-isolation patients satisfaction in  Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru is categorized in the category of good quality services. The  determinants of service satisfaction for COVID-19 self-isolation patients are consistent with pre-  pandemic conditions on income, psychosocial, and situational variables. 

Read More
T-5948
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronica Crassnaya Angel; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Wachyu Sulistiadi, Widyawati, Haidar Istiqlal
Abstrak: Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Indonesia menghadirkan layanan telemedicine bagi pasien isolasi mandiri Covid-19 sejak Juli 2021. Namun pada pelaksanaannya banyak komplain dari pasien Covid-19. Komplain seperti pengiriman obat yang lama, kesulitan menebus resep obat untuk isolasi mandiri dan dokter yang kurang responsif. Komplain merupakan bentuk kesenjangan antara harapan pasien dengan kenyataan pelayanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis mutu pelayanan telemedicine bagi pasien Covid-19 di Jabodetabek yang melakukan isolasi mandiri dengan menggunakan pendekatan E-SERVQUAL. Metode penelitian ini adalah Mixed Method Sequential Exploratory, dimana akan dilakukan pengumpulan data kualitatif terlebih dahulu dan dilanjutkan pengumpulan data kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Informan pada penelitian ini berjumlah 8 orang yang dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi, serta responden berjumlah 137 orang yang dikumpulkan melalui kuesioner online dengan metode purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat kesenjangan pada seluruh dimensi mutu pelayanan yang perlu diperbaiki yaitu dimensi kemudahan, tampilan, daya tanggap, personalisasi dan jaminan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mutu pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna dengan masing-masing nilai signifikansi 0,000 (p<0,05); tingkat loyalitas lebih tinggi pada pengguna yang merasa puas (p-value=0,000); dan pada uji multivariat didapatkan tingkat loyalitas lebih tinggi pada mutu pelayanan yang baik (p-value=0,037) dan pengguna yang puas (p-value=0,048) setelah dikontrol variabel lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan telemedicine bagi pasien Covid-19 di Jabodetabek yang melakukan isolasi mandiri sudah cukup baik, namun masih ada beberapa atribut yang perlu diperbaiki pada keseluruhan dimensi.
Along with the increasing number of Covid-19 cases in Indonesia, the Government of Indonesia has provided telemedicine services for Covid-19 self-isolated patients since July 2021. However, in practice there were many complaints from Covid-19 patients. Complaints such as long drug delivery, difficulty in redeeming prescription drugs and doctors who are less responsive. Complaints are a form of gap between patient expectations and the reality of services. The purpose of this study is to analyze the quality of telemedicine services for self-isolated Covid-19 patients in Jabodetabek using the E-SERVQUAL approach. This research method is Mixed Method Sequential Exploratory, where qualitative data collection will be carried out first and then quantitative data collection with a cross-sectional design will be carried out at last. Informants in this study were 8 people who were collected by in-depth interviews and observations, and 137 respondents were collected through online questionnaires with purposive sampling and accidental sampling methods. The results showed that there are all dimensions of service quality that need to be improved, namely the dimensions of ease of use, design template, responsiveness, personalization, and assurance. The results of this study found that good service quality can increase user satisfaction and loyalty with each significance value of 0.000 (p <0.05); the level of loyalty is higher on satisfied users (p-value=0.000); and in mutlivariate test Loyalty level was higher on good service quality (p-value=0.037) and satisfied users (p-value=0.048) after controlled by other variables. The conclusion of this study is that telemedicine services for self-isolated Covid-19 patients in Jabodetabek are pretty good, but there are still some attributes that need to be improved on the overall dimensions.
Read More
T-6836
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulyanah Abdulhaq; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Sandi Iljanto, Kodrat Pramudho, Henni Setiawati
Abstrak:

Salah satu indikator puskesmas yang bermutu adalah apabila puskesmas dapat memberikan kepuasan kepada pasienya. Kepuasan pasien di puskesmas, khususnya di Poli KIA di Indonesia pada umumnya masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Survei pendahuluan di Poll KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, diketahui sebesar 27,5% pasien menyatakan tidak puas terhadap pelayanan Poll KIA.Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya pengaruh pemaparan hasiI survei dalam peningkatan kepuasan pasien di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan model kuasi eksperimen ulang non random, yang menggunakan tempat penelitian di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan sebagai eksperimen, dan Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sebagai kontrol.Penelitian ini menganalisis kepuasan pasien berdasarkan tingkat kesesuaian antara harapan dan pelaksanaan pelayanan yang diterima pasien, berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Kepuasan pasien terwujud apabila tingkat pelaksanaan pelayanan yang diterima pasien minimal sama dengan tingkat harapan pasien. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan diagram kartesius atau importance and performance analysis.Penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Februari sampai dengan tanggal 20 Juni 2002. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur dari pasien sebanyak 480 orang, yang terbagi dari dua puskesmas, masing-masing puskesmas dilakukan dua kali survei (pre dan post). Informasi dari kepala puskesmas, penanggung jawab Poli KIA dan staf Poli KIA diperoleh melalui wawancara mendalam tak terstruktur dan diskusi. Untuk melihat fenomena perubahan lingkungan yang terjadi dilakukan observasi. Hasil survei kepuasan pasien awal diumpanbalikan ke Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan melalui forum pertemuan resmi, sebagai bentuk intervensi dalam penelitian ini. Kepada Puskesmas Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan, umpan balik disampaikan melalui laporan tertulis. Sekitar dua bulan kemudian dilakukan survei kembali untuk melihat pengaruh pamaparan tersebut. Data yang terkumpul diolah secara statistik dengan menggunakan perangkat komputer.Hasil penelitian pada survei kepuasan pasien awal di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, diperoleh tujuh unsur yang tidak memuaskan pasien, sedangkan pada survei kepuasan pasien akhir hanya satu unsur yang tidak memuaskan pasien, yaitu kebersihan WC. Pada survei kepuasan pasien awal di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terdapat 6 unsur yang tidak memuaskan pasien, dan pada survei kepuasan pasien akhir diketahui 5 unsur yang tidak memuaskan pasien.Hasil lainnya, menunjukkan adanya perbedaan proporsi kepuasan pasien yang bermakna antara proporsi kepuasan pasien sebelum dan sesudah pemaparan hasil survei kepuasan pasien di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan p = 0,023, OR = 2,390 (CI: 1,166 - 4,898), dan terdapat perbedaan proporsi kepuasan pasien yang bermakna antara kepuasan pasien survei akhir di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan dengan kepuasan pasien survei akhir di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dengan p = 0,016, OR 2,505 (CI: 1,226 - 5,118).Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilaksanakan peningkatan kebersihan WC dengan cara optimalisasi tenaga cleaning service dalam mengontrol dan membersihkan WC, penggunaan WC terintegrasi antara petugas dan pasien, penempelan slogan kesebersihan WC, penyediaan sarana tempat sampah di sekitar WC. Pemantauan kepuasan dilanjutkan secara berkesinambungan dan diuji terapkan ke unit lain di lingkungan puskesmas, hasil pemantauan dipaparkan kepada seluruh staf puskesmas, Bagi Suku Dsinas Kesehatan Jakarta Selatan, dapat mereplikasikan survei kepuasan pasien ke puskesmas lainnya di wilayah Jakarta Selatan, dan hasil survei kepuasan pasien dipaparkan kepada pihak terkait. Daftar bacaan: 45 (1984 - 2001).


 

Influence of survey result exposure in enhanging patient satisfaction at mother and child health (KIA) policlinic in Cilandak sub-district community health center (puskesmas), South Jakarta, year 2002.One of the qualified community health center (puskesmas) indications is when the clinic can afford to provide patients satisfaction. As the patients satisfaction in the clinic especially at KIA policlinic, all over Indonesia is generally still low, there must be any increase in service. The preliminary survey at KIA polyclinic in community health center Cilandak, South Jakarta, found up to 27,5 % patients stated dissatisfied with the service.The aim of this research was to produce the influence of survey result explanation for the patients satisfaction at KIA polyclinic in community health center Cilandak, South Jakarta. This kind of research was non-random quasi experiment modeld, located at KIA polyclinic in community health center Cilandak, as the experiment, and in community health center Mampang Prapatan, South Jakarta as the control.This research analyzed the patients satisfaction based on appropriateness level between the expectation and the service performance among it's five dimentions the: tangible, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. The satisfaction was fulfilled if the minimal gain of the service implementation level equals to the expected. Then, the cartesius depicted or importance and performance analysis.The research was conducted from February 12th up to June 20th, 2002. Data were collected from the structured questionnaire given to 480 patients in two local government clinics with in two periods of surveys (pre and post). The information from the clinic head and the responsible person from KIA polyclinic through indephtinterview were not in structure and the observation was done- to see the" on going environment chanbe phenomena. The first survey to the patients satisfaction was the feedback for community health center Cilandak, mainly the KIA polyclinic officers and head in formal meeting forum as the intervention. To see the influence of the exposure, the re-survey was held about two months later.From the initial research in community health center Cilandak, seven elements were dissatisfying the patients, meanwhile only one was found in the final namely the cleanliness of water closet. In community health center Mampang Prapatan, there were six elements in the beginning and five in the end. Another result indicated that there was statistically satisficated difference between patients satisfaction before and after the intervention = 0,023, OR = 2,390 (CI:1,166 - 4,898)}. Similar to the result mentioned above there was also statically satisficated difference between the final survey at KIA polyclinic in community health center Cilandak and community health center Mampang Prapatan = 0,016, OR = 2,505 (CI:1,226 -- 5,118)1.By this research, the implementation water closet cleanliness is suggested to be improved by means of optimizing the cleaning service men in order to control and clean it, integration between officers and patients in using the water closet, attachment of water closet slogan, provision of means of trash can around it. The satisfaction controlling was continuous and implemented to other units in the clinic environment, and its result was explained to the staff for the health service in community health center Cilandak, South Jakarta. For Suku Dinas Kesehatan Masyarakat, South Jakarta, it is suggested to replicate the patients stisfaction survey and the following intervention to other community health centers in South Jakarta.References: 45 (1984 -- 2001).

Read More
T-1308
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eti Rohati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Tenny Swara Rifai, Ina Yuniati
T-3374
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eti Rohati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Tenny Swara Rifai, Ina Yuniati
T-3341
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Bella Hayana; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Ani Ruspitawati, Kurnia Permitasari
Abstrak:
Latar Belakang : Cikoko merupakan wilayah di Jakarta Selatan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, mobilitas masyarakat yang besar, variasi sosial ekonomi yang beragam. Hal ini membuat praktik mandiri dokter gigi di Cikoko sebagai representasi pelayanan kesehatan gigi primer perkotaan, menjadi gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi primer, dan praktik mandiri jarang dievaluasi secara sistematis. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilihara kesehatan gigi diperlihatkan dengan rendahnya angka kunjungan ulang pada praktik pribadi mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepuasan pasien dengan angka kunjungan ulang di praktik mandiri dokter gigi di Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik dan rancangan potong lintang (cross sectional) pada pasien yang melakukan kunjungan pertama kali di Dokter Gigi Praktik Mandiri Nanda Bella Hayana. Hasil : Gambaran kepuasan pasien menunjukkan persentase pasien yang merasa puas lebih besar pada dimensi Tangibles, Reliability, dan Assurance. Pernyataan pasien yang kurang puas terletak pada dimensi Responsiveness dan Emphaty. Pasien yang merasa puas 96,4% menyatakan akan kunjungan ulang dan 81,9% pasien kurang puas tetap ingin melakukan kunjungan ulang. Adapun penyebab pasien tidak ingin melakukan kunjungan ulang yaitu dokter tergesa- gesa dalam konsultasi, biaya perawatan mahal, staf tidak memberikan informasi pembayaran yang jelas. Hasil analisis menggunakan uji multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pasien dengan keinginan melakukan kunjungan ulang ke praktik mandiri dokter gigi, setelah dilakukan pengendalian terhadap variabel perancu (confounding variables). Kesimpulan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, termasuk pada praktik dokter gigi mandiri. Tingkat kepuasan rendah, pasien tetap memiliki keinginan kunjungan ulang karena pasien beranggapan satu atau dua dimensi (Assurance dan reliability) sudah cukup untuk alasan mereka kembali. Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap pelayanan, namun tidak berhubungan secara linear terhadap kunjungan ulang, ada beberapa faktor eksternal dan kontekstual perlu dipertimbangkan dalam evaluasi mutu layanan kesehatan.

Background: Cikoko is an area in South Jakarta characterized by high population density, high community mobility, and diverse socioeconomic conditions. These characteristics make independent dental practices in Cikoko a representation of urban primary dental health services, functioning as gatekeepers in the provision of primary oral health care. However, independent dental practices are rarely evaluated systematically. Limited public awareness regarding the maintenance of oral health is reflected in the low rate of repeat visits to private dental practices. This study aimed to determine the relationship between patient satisfaction and repeat visit rates at independent dental practices in Cikoko, Pancoran, South Jakarta, DKI Jakarta.Methods: This study employed a quantitative design with an analytic approach and a cross-sectional design among patients making their first visit to the Independent Dental Practice of Nanda Bella Hayana.Results: The description of patient satisfaction showed a higher proportion of satisfied patients in the dimensions of tangibles, reliability, and assurance. Lower levels of satisfaction were identified in the responsiveness and empathy dimensions. Among satisfied patients, 96.4% expressed an intention to make a repeat visit, while 81.9% of less satisfied patients also indicated an intention to return. The reasons for patients not intending to return included the dentist appearing rushed during consultations, high treatment costs, and staff providing unclear information regarding payment. Multivariate analysis showed no statistically significant association between patient satisfaction and the intention to make a repeat visit to an independent dental practice after controlling for confounding variables. Conclusion: Patient satisfaction is an important indicator in efforts to improve the quality of health services, including independent dental practices. Despite low overall satisfaction, patients still expressed an intention to return, as they perceived that one or two dimensions (assurance and reliability) were sufficient reasons to revisit. Service quality influences patient perceptions; however, it is not linearly related to return visits, as several external and contextual factors need to be considered in evaluating of health services quality. Keywords: Patient satisfaction, Service quality, SERVQUAL, Return visits, Dentist
Read More
T-7484
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dia Melisa Rafdi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Rita Damayanti, Wachyu Sulistiadi, KM Taufiq, Rudi Ruhdiat
Abstrak: Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan Puskesmas di Kabupaten Bekasi semakin meningkat. Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan ini merupakan HAIs. HAIs dapat dicegah dengan penerapan PPI yang optimal. Kepatuhan Penerepan PPI COVID-19 dipengeruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor determinan yang berhubungan dengan kepatuhan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) COVID-19 pada tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain ross sectional study dengan metode self-reported dengan mengisi kuesioner melalui googleform. Populasi adalah tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas Kabupaten Bekasi. Sample sebanyak 190 orang dihitung melalui rumus uji beda dua proporsi dengan teknik Quota sampling. Berdasarkan analisis univariat diperoleh rata-rata nilai kepatuhan PPI COVID-19 pada tenaga kesehatan adalah 93.17 dari skala 100, dengan indikator kepatuhan tertinggi adalah kepatuhan mencuci tangan 93.4 dan kepatuhan terendah adalah kepatuhan disinfeksi 86. Hasil uji regresi logistik berganda menunjukan bahwa variable persepsi risiko dan ketersediaan sarana mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepatuhan PPI COVID-19. Variable persepsi risiko merupakan variable dominan yang berhubungan dengan kepatuhan PPI COVID-19 ntervensi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan penerapan PPI COVID-19 adalah dengan meningkatkan persepsi risiko tenaga kesehatan melalui komunikasi risiko
COVID-19 infections among healthcare workers at Puskesmas in Bekasi Regency are increasing. This COVID-19 infection in healthcare workers is an HAIs. HAIs can be prevented by implementing optimal IPCs. Various factors affect the adoption of COVID19 IPCs. This study aims to obtain an overview and determinants related to compliance with the prevention and control of infection (IPC) COVID-19 among health workers at the Bekasi District Health Center in 2020. This study used a cross-sectional study design with a self-reported method by filling out a questionnaire via googleform. The population is healthcare workers in all Puskesmas in Bekasi District. A sample of 190 people was calculated by means of a two-proportion difference test formula with the Quota sampling technique. Based on univariate analysis, it was obtained that the average COVID-19 IPC compliance value for healthcare workers was 93.17 from 100 scales, with the highest compliance indicator being hand washing compliance 93.4 and the lowest compliance being disinfection compliance 86. The results of multiple logistic regression tests showed that the variable risk perception and availability of facilities has a significant relationship with COVID-19 IPC compliance. The risk perception variable is the dominant variable associated with PPI COVID-19 compliance The intervention that needs to be done to improve compliance the implementation of COVID-19 IPC is to increase the risk perception of health workers through risk communication
Read More
T-6022
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gabe Gusmi Aprilla; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dian Ayubi, Nur Indah, Aliyah Cendanasari
Abstrak: Pada tahun 2017 dan 2018, Puskesmas Kecamatan Cakung telah melakukan orientasi asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur kepada 77 orang kader dari 5 kelurahan yaitu Penggilingan, Pulo Gebang, Jatinegara, Ujung Menteng dan Cakung Barat. Dalam kurun waktu 3-6 bulan selesai orientasi, diharapkan kader membentuk kelompok asuhan mandiri. Namun baru terbentuk satu kelompok asuhan mandiri yaitu di RW 01 Kelurahan Penggilingan, sehingga peneliti tertarik untuk menganalisa hubungan faktor demografi dan motivasi terhadap partisipasinya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengisi kuisioner. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan desain cross sectional. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar kader asuhan mandiri berstatus ibu rumah tangga, menikah, berusia > 46 tahun, berpendidikan menengah, pendapatan < UMP DKI tahun 2020 dan lama kerja < 5 tahun. Sebagian besar motivasi rendah 39 orang (60%) dan sisanya motivasi tinggi 26 orang (40%) dan partisipasi rendah 33 orang (50,8%) dan sisanya partisipasi tinggi 32 orang (49,2%). Faktor lama kerja kader asuhan mandiri > 5 tahun dapat meningkatkan 4 kali partisipasi, sedangkan penghargaan meningkatkan 0,1 kali.
Kesimpulan: lama kerja > 5 tahun dan penghargaan meningkatkan partisipasi kader asuhan mandiri.
Saran: perlu bantuan bibit tanaman obat tradisional, pelatihan berjenjang dan berkala, pembinaan berkala, studi banding, penilaian kelompok asuhan mandiri dan family gathering untuk meningkatkan motivasi kader asuhan mandiri
In 2017 and 2018, the Cakung Community Health Center has given self care orientation using the herbal garden and acupressure for 77 cadres from 5 subdistrict namely Penggilingan, Pulo Gebang, Jatinegara, Ujung Menteng and West Cakung. Within 3-6 months of orientation, community health worker are expected to form self care groups. However, only one self care group was formed, namely in the Penggilingan sub-district, so the researchers were interested in analyzing the relationship between demographic factors and motivation of self care community health worker and their participation. This study uses primary data by filling out questionnaires. The research design used a non-experimental quantitative approach with a cross sectional design. The results showed that most of them were housewives, married, > 46 years old, middle school education, income < minimum wage DKI and length of work < 5 years. Most of the low motivation 39 people (60%) and the remaining high motivation 26 people (40%) and low participation 33 people (50.8%) and the remaining high participation 32 people (49.2%). The length of work factor > 5 years increased participation 4 times, while the reward motivation increased 0.1 times.
Conclusions : length of work and rewards for increasing participation.
Suggestions : need for seed herbal plant, training, supervision, study tours, competitions the self care group and family gatherings to increase motivation for self care community health worker
Read More
T-6051
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulinur Firdaus; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dian Ayubi, Adang Bachtiar, Emmy Amalia, Sulistiono
Abstrak: Sektor kesehatan di Indonesia sedang dihadapkan pandemi COVID-19 sehingga pemenuhan jumlah dan jenis SDM menjadi kunci terjaganya mutu pelayanan kesehatan di puskesmas. Kepuasan kerja menjadi penting bagi karyawan non-PNS dengan berbagai tantangan tupoksinya selama pandemi COVID-19. Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokus peningkatan kepuasan kerja yang masih di bawah 75% untuk tingkat kepuasan yang tinggi di tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan determinan kepuasan kerja pada pegawai non-PNS di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif pada 141 pegawai non-PNS pada primary healthcare di Kabupaten Bogor sebagai responden penelitian. Alat yang digunakan adalah kuesioner kepuasan kerja yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,940. Hasil yang dicapai tingkat kepuasan kerja yang rendah sebesar 78% dan kepuasan kerja yang tinggi sebesar 22% yang didominasi oleh faktor intrinsik yang memiliki kisaran yang lebih rendah dalam memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dibandingkan dengan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yang dimaksud adalah penghargaan, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, keahlian dan jenjang karier. Faktor ekstrinsik yang dimaksud adalah kebijakan organisasi, pengawasan, pendapatan, hubungan interpersonal, kondisi kerja dan keamanan kerja. Determinan dominan yang memiliki hubungan dengan kepuasan kerja adalah kondisi tempat kerja (OR= 2.818), pengawasan (OR=2.596), dan pekerjaan itu sendiri (OR=2.479). Variabel penentu yang dikendalikan adalah pengakuan, dan hubungan interpersonal rekan kerja. Berdasarkan penelitian ini skor kepuasan kerja secara signifikan berhubungan dengan faktor intrinsik dan ekstrinsik yang terdiri dari tiga determinan dominan utama dan dikendalikan oleh dua determinan lain untuk perawatan kesehatan primer non-PNS di Kabupaten Bogor
Read More
T-6379
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henry Diatmo; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Emma Rachmawati, Endang Lukitosari
Abstrak: Rendahnya angka pasien TBC resistan obat yang memulai pengobatan serta tingginya angka putus pengobatan menjadi tantangan besar untuk meningkatkan kualitas dari pelayanan TBC RO, khususnya di puskesmas sebagai satelit TBC RO. Hal ini mungkin berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien TBC resistan obat sebagai konsumen dari layanan kesehatan, yang mengakibatkan keengganan pasien untuk mengakses pengobatan atau tidak melanjutkan pengobatan. Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang berkontribusi paling tinggi dalam penemuan kasus TBC RO, juga paling tinggi dalam angka pasien yang tidak memulai pengobatan dan putus pengobatan TBC RO. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kepuasan pasien TBC RO terhadap pelayanan di puskesmas yang merupakan satelit pengobatan TBC RO di DKI Jakarta tahun 2020 berdasarkan 5 dimensi Servqual dengan desain metode kombinasi secara cross sectional. Populasi dan sampel penelitian untuk kuantitatif adalah pasien TBC RO yang sedang menjalani pengobatan di puskesmas satelit TBC RO di DKI Jakarta dengan jumlah 70 orang, sedangkan kualitatif adalah pasien suporter yang mendampingi pengobatan pasien sebanyak 6 orang. Hasil analisis diperoleh 50% dari responden tidak puas akan pelayanan puskesmas satelit TBC RO di DKI Jakarta, berdasarkan 5 dimensi servqual diperoleh kesenjangan dimana nilai kenyataan lebih rendah dari harapan antara lain tangible (-0,39), reliable (-0,31), responsiveness (-0,31), assurance (-0,32) dan empathy (-0,23). Jika tidak dilakukan upaya peningkatan kualitas dari puskesmas satelit TBC RO akan menurunkan keteraturan berobat yang mengakibatkan putus pengobatan. Kualitas pelayanan fasyankes satelit TBC RO penting untuk ditingkatkan mempersiapkan ketersediaan fasilitas, sarana, SDM, sistem pelayanan yang berpihak kepada kebutuhan pasien, serta memastikan pelayanan dijalankan sesuai prosedur.

The low number of drug-resistant TB patients starting treatment and the high dropout rates are a major challenge to improve the quality of DR TB services, especially in puskesmas as DR TB satellites. This may be related to the level of satisfaction of drug-resistant tuberculosis patients as consumers of health services, which results in the patient's reluctance to access treatment or discontinue treatment. DKI Jakarta is one of the provinces that has the highest contribution in cases finding of DR TB, also the highest in the number of patients who do not start treatment and drop out of DR TB  treatment. The purpose of this study was to analyze the satisfaction of DR TB patients with services at the puskesmas which is the treatment of DR TB in DKI Jakarta in 2020 based on 5 dimensions of Servqual with a cross sectional combination method design. The population and research sample for quantitative are DR TB patients who are undergoing treatment at DR TB satellite health centers in DKI Jakarta with a total of 70 people, while qualitative are 6 patient supporters who accompany the  treatment of patients. The results of the analysis obtained 50% of respondents were dissatisfied with the service of DR TB satellite health centers in DKI Jakarta, based on 5 dimensions of servqual  obtained a gap where the reality value was lower than expectations, among others tangible (-0.39), reliable (-0.31), responsiveness (-0.31), assurance (-0.32) and empathy (-0.23). If no effort is made to improve the quality of the DR TB satellite health centers will reduce the regularity of treatment which results in treatment interruption. The quality of service of the DR TB satellite health centers is important to be improved in preparing the availability of facilities, human resources, service systems that are in line with the needs of patients, as well as ensuring services are carried out according to procedures.
Read More
T-5870
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive