Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38773 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Avinia Ismiyati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Berton Suar Panjaitan, Aminah
Abstrak: Kota Palu dan Gorontalo adalah ibu kota provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi, Indonesia. Di tahun 2018, Kota Palu mengalami bencana, gempa, tsunami danfenomena likuifaksi yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang harus mengungsi. Potensi bencana dan keadaan darurat ini juga berpotensi terhadap Kota Gorontalo yang secara geografis tidak berbeda dengan Kota Palu. Kejadian bencana alam tersebut memberikan dampak terhadap tenaga kerja dan perusahaan, termasuk industri perhotelan Tidak hanya bencana alam, keadaan darurat di industri perhotelan juga dapat terjadi akibat bencana nonalam maupun bencana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan keadaan darurat dan bencana khususnya di bidang perhotelan yang berada di Kota Palu dan Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari APEC tourism risk management dan tourism resilience index. Focus Group Discussions dan Wawancara juga dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi manajemen keadaan darurat dan bencana di tempat kerja. Hasil analisis korespondensi berganda faktor kesiapsiagaan manajemen keadaan darurat dan bencana pada hotel di Kota Palu relatif lebih dekat dengan kategori variabel sedang dibandingkan dengan Kota Gorontalo yang relatif cenderung berada pada kategori rendah untuk di seluruh variabel penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, peran serta sektor private dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun sinergisitas program disaster risk reduction baik skala lokal maupun nasional.
Palu and Gorontalo cities are provincial capitals located on Sulawesi Island, Indonesia. In 2018, the city of Palu was hit by the earthquake, tsunami disaster and liquefaction which a phenomenon that caused thousands of people to lose the world and thousands of people had to be displaced. Potential disasters and emergencies also discussed Gorontalo City which is different from Palu City. Natural disasters have an impact on workers and companies, including the hospitality industry. Not only natural disasters, emergency situations in the hotel industry can also occur due to non-natural disasters or social disasters. This study aims to increase the level of emergency and disaster preparedness in the hotel sector in Palu and Gorontalo. The method used in this study is a questionnaire adopted from APEC tourism risk management and tourism resilience index. Focus Group Discussions and Interviews were also conducted to discuss the implementation of emergency and disaster management in the workplace. The results of the multiple correspondence analysis of emergency preparedness and disaster management factors in hotels in Palu are relatively closer to the medium rating, while the emergency and disaasters preparedness factors in Gorontalo were relatively on the low categories for research variables. Based on these results, the participation of the private sector (hospitality industry) and the government is needed to build synergy in disaster risk reduction programs both locally and nationally
Read More
T-5978
Depok : FKM UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Rojakoh; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dadan Erwandi, Amiruddin M. Parenreng, Wahyudin
Abstrak:
Kebakaran kapal masih menjadi penyumbang kecelakaan yang cukup signifikan di Judul Tesis Indonesia dan di luar negeri. Kegagalan dalam memberikan respon keadaan darurat kebakaran dapat menimbulkan kerugian yang besar seperti kerusakan property, pencemaran lingkungan, rusaknya reputasi bahkan kehilangan nyawa. Diperlukan usaha secara berkelanjutan untuk memastikan kesiapan awak kapal, program-program, sarana dan prasarana serta manajemen dapat merespon keadaan darurat kebakaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kesiapsiagaan keadaan darurat kebakaran dikapal tunda berdasarkan regulasi SOLAS CHAPTER II-2 dan regulasi pendukungnya seperti ISM Code Chapter 8, SOLAS Chapter ( III, IV dan V ) di perusahaan PT. ABC pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan cara melakukan analisa data sekunder yang ada di PT. ABC terhadap regulasi SOLAS dan ISM Code, selanjutnya adalah memberikan rekomendasi dari hasil analisa tersebut. Hasil penelitian menunjukan nilai poesentase untuk program-program tanggap darurat terutama diprogram identifikasi bahaya kebakaran adalah 50% tingkat pemenuhanya terhadap standar, untuk sarana dan prasarana

Ship fires are still a significant contributor to accidents in Indonesia and abroad. Failure to respond to a fire emergency can cause great losses such as damage to property, pollution of the environment, damage to reputation and even loss of life. Continued efforts are needed to ensure the readiness of the crew, programs, facilities and infrastructure as well as management can respond to fire emergencies properly. This study aims to explain the preparedness of a fire emergency on a delay ship based on SOLAS CHAPTER II-2 regulations and supporting regulations such as ISM Code Chapter 8, SOLAS Chapter (III, IV and V) in the company PT. ABC in 2020. This research is a descriptive analytic study by analyzing secondary data at PT. ABC on the regulation of SOLAS and ISM Code, next is to provide recommendations from the results of the analysis. The results showed the percentage value for emergency response programs, especially programmed fire hazard identification is 50% level of compliance with the standard, for facilities and infrastructure are: 1. Compliance with LSA (Life Saving Appliances) in general from 6 categories already fulfilled, there are categories that fulfill 67%, 2. Compliance with Fire Protection and Fire Fighting Equipment from 11 categories in general has fulfilled there are several categories whose fulfillment is below 100%, Air-recharging system for SCBAs (0%), Self-contained breathing apparatuses (SCBAs) (80%), Fixed fire-detection and alarm systems (60%), Wheeled (mobile) fire extinguishers (71%)  xi  3. Fulfillment of Fixed firefighting systems in general have met, of the 7 categories there are parts that are still below 100%, 4. Fulfillment of radio and navigational equipment there are parts below 100%. In general, the overall level of preparedness for tugboat emergency response at PT. ABC of SOLAS and ISM is in the range of 50-100%, the component that needs attention from management is the availability of tools to conduct inspections, testing and maintenance in accordance with the standards, so that compliance can be maintained and improved continuously.

Read More
T-5955
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Machfud; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Anton Ojong, Ricko Adiyana Putra
Abstrak: Tesis ini membahas tentang kesesuaian implementasi terhadap kebijakan danrespon tanggap darurat yang dimiliki oleh perusahaan dan dibandingkan denganstandar yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia yaitu Peraturan MenteriPerhubungan No.58 tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran di perairandan pelabuhan serta kesesuaian implementasi dengan menggunakan assessmenttool berdasarkan National Fire Protection Association (NFPA) 1600. Apabilakemudian ditemukan perbedaan antara kedua standard tersebut, maka akandilakukan upaya perbaikan pada prosedur yang dimiliki oleh perusahaan agarterciptanya perbaikan terus-menerus untuk kesiapan respon Tier-1. Dalam insidentumpahan minyak peraturan menteri perhubungan No.58 tahun 2013 dan elemenpencegahan dalam NFPA 1600 dapat diimplemtasikan dengan melakukanpenilaian risiko. Tujuan dari penilaian risiko ini untuk mengetahui tingkatkemungkinan, keparahan dan resiko terjadinya tumpahan minyak di fasilitas PT.X. Setelah melakukan penilaian risiko dapat disiapkan rencana penanggulangan tumpahan minyak yang merupakan elemen mitigasi dalam NFPA 1600.Penanggulangan tumpahan minyak mempertimbangkan strategi response, timpenanggulangan, kecukupan peralatan dan response time sebelum tumpahan sampai ke pantai. Hasil simulasi dengan mengunakan software trajectory modelling diperoleh informasi waktu tercepat tumpahan minyak menuju garis pantai. Kemampuan penanggulangan tumpahan minyak dapat ditentukan berdasarkan jumlah tumpahan minyak, peralatan yang dimiliki, tim yangkompeten serta strategi response yang tepat.
Kata kunci:Tumpahan minyak, Peraturan Menteri Perhubungan No.58 tahun 2013, NFPA1600, penilaian resiko, trajectory modelling, penaggulangan, strategi respon.
The thesis was looking for compliance for emergency response system for oil spillpolicy and implementastion in company PT.X, conformity with standard ofIndonesia regulation, Manistry of Sea Transportation No. 58, 2013 and research used assessment tool from National Fire Protection Association (NFPA) 1600edition 2013. Element prevention in Manistry of Sea Transportation No. 58, 2013and research used assessment tool from National Fire Protection Association(NFPA) 1600 edition 2013 for oil spill incident can be implemented by performing risk assessment. The purpose of risk assessment to determine the levelof likelihood, severity and relative risk of oil spills in the PT.X. Oil spill contigency plan can be prepared after conducted a risk assessment, which part ofof the implemented of mitigation, consider of strategy of response, combat team, oil spill equipments, response time before spill hit the shoreline. The simulation form software trajectory modelling result information time of oil spills to theshoreline. The ability of the oil spill response can be determined based on oil psill volume, oil spill equipments, oil spill team combat and strategy of response.
Key words:Oil spill, Manistry of Sea Transportation No. 58, 2013, NFPA 1600, riskassessment, trajectory modelling, Contigency plan, strategy of response.
Read More
T-5225
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sony Maulana; Pembimbing: Fatma Lestari, Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Hendra Jaya, Cynthia Febriana Maharani
Abstrak:

6 ABSTRAK Nama : Sony Maulana; Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat; Judul : Kesiapsiagaan Emergency Response Team Kota Cilegon Terhadap : Bencana Industri Di Kawasan Industri Zona I; Pembimbing : Prof. Dra.Fatma Lestari, M.Si, PhD. Perkembangan Industri Kota Cilegon memberikan dampak kerawanan bencana teknologi yang tinggi, kerawanan tersebut terlihat dari banyaknya jumlah industri dengan pengelolaan bahan kimia sebagai bahan dasarnya, Luas  Kota Cilegon 17.550 Ha, dengan letak geografis pada posisi  5°52’24” - 6°04’07” Lintang Selatan dan 105°54’05” - 106°05’11” Bujur Timur, jumlah usaha / perusahaan yang ada di Kota Cilegon sebanyak 43.900 perusahaan (Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, 2016), dari sejumlah usaha /perusahaan tersebut Kota Cilegon membagi menjadi tiga Kawasan Industri,  yaitu: a. Zona Satu berada di Kecamatan Citangkil, Ciwandan,  Cilegon, Grogol; b. Zona Dua berada di Kecamatan Citangkil, Ciwandan, Grogol; c. Zona Tiga berada di Kecamatan Grogol dan Pulomerak. Sebagai salahsatu bentuk kesiapsiagaan bencana industri di Kota Cilegon maka dibentuklah Emergency Response Team dari lintas sektoral baik dari unsur TNI-Polri, Lembaga atau Non Lembaga Kementrian, OPD Pemerintah Kota Cilegon di bidang Bencana, Pihak Swasta terutama di tiga kawasan industri yang dikenal dengan Zona AMC (Anyer,  Merak,  Ciwandan ), kawasan dengan Risiko bencana industri terbesar adalah Zona I Kawasan Industri Kota Cilegon, sehingga Zona I membentuk Ciwandan Emergency Response Team sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap bencana industri, dan perlu program , sarana prasarana, jalur komando dalam membangun kesiapsiagaan yang tangguh sebagai kesiapsiagaan terhadap bencana industri. . Kata kunci: Bencana Industri, Kesiapsiagaan , Emergency Response Team Kota Cilegon

Read More
T-5231
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wildan Ramdan Nurhuda; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Zulkifli Djunaidi, Sopyan Agus H, Burhanudin
T-4465
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isna Mayzora; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Muhamad Dawaman
Abstrak: Studi ini membahas tentang manajemen keadaan darurat dan bencana pada institusi perguruan tinggi, Universitas Indonesia tahun 2016. Studi merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang akan mendeskripsikan aspek manajemen keadaan darurat dan bencana berdasarkan kerangka Perencanaan - Implementasi - Pemeriksaan - Pengembangan atau Plan - Do - Check Action (PDCA). Hasil studi diperoleh dari wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.
 
Hasil studi menunjukkan bahwa meski baru ditetapkan pada tahun 2015, penerapan manajemen keadaan darurat UI telah cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan kesesuaian implementasi dengan pedoman dan teori yang ada. Hasil analisis kesesuaian penerapan manajemen keadaan darurat Universitas Indonesia berdasarkan penilaian mencapai 83,63%.
 

This study discusses about emergency and disaster management of University of Indonesia in 2016. It is descriptive study with qualitative approach that describes emergency and disaster management aspect based on plan-do-check-action (PDCA) framework. The result of the study is obtained through in-depth interviews, observation and review of related document.
 
The result of this study indicates the implementation of emergency management in University of Indonesia has been pretty good although it was newly implemented in 2015. It is based on the conformity to the guidelines and theories. The analysis result of this study shows that Universitas Indonesia?s conformity to NFPA 1600 regarding emergency and disaster management is 83,63%.
Read More
S-9175
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jurisman Nazara; Pembimbing: Meily L. Kurniawidjaja,; Lestari, Fatma; Penguji: Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, W, Julianto
T-5513
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrik Permana; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Tri Noviati, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak: ABSTRAK Kejadian kebakaran rumah sakit masih merupakan salah satu bencana yang cukup tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegagalan dalam merespon keadaan darurat kebakaran dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan kehilangan nyawa. Sumberdaya manusia yang ada, struktur organisasi, tingkat kompleksitas bangunan, karakteristik pasien, masing masing membawa potensi bahaya yang harus dikelola dengan baik. Sehingga diperlukan usaha secara berkelanjutan untuk memastikan semua karyawan RS, sarana dan prasarana serta manajemen dapat merespon keadaan darurat kebakaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan dan manajemen kegawatdaruratan Rumah Sakit Umum Pasar Rebo terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan melihat gambaran persepsi karyawan terhadap tanggap darurat, kemudian mengevalusi sistem proteksi kebakaran rumah sakit terhadap Peraturan Daerah DKI Jakarta, Peraturan Menteri dan NFPA, selanjutnya menilai indeks keselamatan RS menggunakan hospital safety indeks dari WHO tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada gedung B (8 lantai) dan gedung D (7 lantai + 1 Basement) di Rumah sakit Pasar Rebo Jakarta Timur. Hasil penelitian mengambarkan mayoritas responden (67,7%) mempunyai persepsi baik terhadap tanggap darurat kebakaran di Rumah Sakit Pasar Rebo. Kebijakan rumah sakit, komitmen manajemen dan pentingnya simulasi serta pelatihan kebakaran merupakan hal yang berhubungan secara signifikan untuk meningkatkan persepsi baik karyawan terhadap tanggap darurat kebakaran RS. Nilai sistem proteksi kebakaran gedung B sebesar 78,5% sesuai dengan standar, sedangkan gedung D 64,5% sesuai dengan standar. Komponen kritikal yang perlu ix Universitas Indonesia mendapatkan perhatian pihak rumah sakit agar meningkatkan pemenuhan standar yang ada adalah perbaikan instalasi pompa kebakaran pada gedung D, kompartemenisasi ruang pada gedung, Penghalang api dan asap pada gedung, Perlindungan bukaan vertikal, akses pemadam kebakaran ke lingkungan rumah sakit dan ruang pengendalian operasi. Hasil perhitungan indeks keselamatan Rumah Sakit Pasar Rebo secara keseluruhan berada pada nilai 0,70 (kategori A) artinya Rumah Sakit Pasar Rebo dapat melindungi manusia di dalamnya dan dinilai dapat tetap berfungsi dalam situasi bencana. Komponen yang perlu mendapatkan perhatian RSUD Pasar Rebo guna meningkatkan indeks keselamatan rumah sakit adalah perbaikan dalam elemen-elemen manajemen kegawatdaruratan dan bencana. Kata kunci: kesiapsiagaan; kebakaran; Rumah sakit. Hospital fire incident is still one of the high disaster in both domestic and abroad. Failure to respond to a fire emergency can result in large losses and even loss of life. Existing human resources, organizational structure, level of building complexity, patient characteristics, each carrying potential dangers that must be managed properly. It is therefore necessary to continuously make efforts to ensure that all hospital employees, facilities and infrastructure, and management can respond to a fire emergency situation well. This study aims to determine the description of preparedness and management of Pasar Rebo Hospital's against fire hazard. This research is a descriptive analysis study by looking at the employee's perception of the emergency response, then evaluating the hospital fire protection system to the DKI Jakarta Regulation, the Minister of Public Works and NFPA Regulation, then assessing the hospital safety index using WHO hospital safety index in 2015. This Research is done in Pasar Rebo Hospital of East Jakarta, covering building B (8 floor building) and building D (7 floor + 1 Basement building). The result of the research shows that the majority of respondents (67,7%) have good perception on fire emergency response in Pasar Rebo General Hospital. Hospital policies, management and simulation commitments and fire training are important to improve employee perceptions of hospital fire emergency response. Building fire protection system B 78.5% in accordance with the standard, while building D 64.5% in accordance with the standard. Critical components that need to get the hospital's attention to improve compliance with existing standards include repair of fire pump installations in Building D, compartmentalization of building space, Fire barriers and smoke on buildings, Vertical openings protection, fire-fighting access to hospital environment and control rooms operation. xi Universitas Indonesia The result of the hospital safety index calculation of Pasar Rebo Hospital as a whole is at a value of 0.70 (category A) meaning that Pasar Rebo hospital can protect people in it and be assessed to remain functioning in disaster situations. The components that need to get the attention of Pasar Rebo Hospital to improve the hospital safety index are improvements in emergency and disaster management elements. Keywords: preparedness; fire; hospital.
Read More
T-5198
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahri Choirrini; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Riyadh Firdaus
Abstrak: Kota Cilegon memiliki risiko tinggi terkena bencana sehingga rumah sakit di Kota Cilegon perlu memiliki kesiapsiagaan manajemen bencana rumah sakit agar dapat menimimalisir dampak bencana di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan manajemen bencana rumah sakit di Kota Cilegon menggunakan studi deskriptif observasional dan metode semi-kuantitatif. Data primer didapat dari wawancara mendalam staf ahli rumah sakit menggunakan pedoman wawancara modifikasi dari Safe Hospital Checklist. Data primer tersebut kemudian diolah melalui Ms Excel dan hasilnya berupa mean untuk setiap komponen pada manajemen bencana rumah sakit lalu diklasifikasikan ke dalam kategori A (0.66-0.1), B (0.36-0.65), atau C (0-0.35). Hasil dari penelitian ini kedua rumah sakit termasuk kategori A, yang menunjukkan bahwa manajemen bencana kedua rumah sakit telah siap dalam menghadapi bencana dengan masing-masing nilai, rumah sakit Z 0.67 dan rumah sakit X 0.85. Meskipun begitu, kedua rumah sakit tetap perlu melakukan usaha pencegahan dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Kata kunci: HSI, manajemen bencana, rumah sakit, Kota Cilegon

Cilegon city has a high risk of disaster. Hospitals need to know whether they prepared or not, in order to minimize the impact of disaster in future. This descriptive observational study aimed to analyze preparedness of hospital disaster management at Cilegon city using semi-quantitative method. Primary data was collected by utilizing a Safe Hospital Checklist modified as an indepth interview manual to do the indepth interview for each hospital key person, then processing the data with Ms Excel which the results was mean (average) of every component in hospital disaster management, continue clasifying them into three category, A (0.66-0.1), B (0.36-0.65), or C (0-0.35). The results show both hospitals was A category, hospital Z got score 0.67 and hospital X got score 0.85, that means their disaster management prepared enough to face the disaster in future. However, they still need to maintain the long last preventing efforts to increase the disaster preparedness.
Key words: HSI, manajemen bencana, rumah sakit, Kota Cilegon
Read More
S-9754
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Asshafa Firdausi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Ali Syachrul Chairuman
S-10470
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive