Ditemukan 32710 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wahyu Edy Wibowo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mufti Wirawan, Faris Syauki, Ardhi F. Nurrahman
Abstrak:
Read More
Berkendara dalam kegiatan operasional PT XYZ merupakan kejadian utama kecelakaan. Setiap tahun bahkan cenderung mengalamai kenaikan rate kecelakaan. Belajar dari kejadian kecelakaan berkendara di tahun 2016 dan 2017, PT XYZ berkewajiban untuk menurunkan tingkat rate kecelakaan, oleh karena itu di tahun 2018 diperkenalkan sebuah program Journey Management System (JMS) yang bertujuan untuk membentuk karakter pengemudi yang selamat guna mencapai penurunan jumlah kecelakaan berkendara di PT XYZ. Desain penelitian ini adalah survei menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan semikuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antara penerapan JMS dan jumlah kecelakaan sekaligus menilai perubahan perilaku pengemudi sebelum dan sesudah penerapan JMS ini. Aplikasi pengolahan data statistik (Statistical Product and Service Solution/ SPSS) dengan metode Correlation untuk mengetahui hubungan antara implementasi JMS dan perilaku mengemudi dan jumlah kecelakaan berkendara. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa JMS memiliki hubungan dengan perilaku mengemudi di PT XYZ, Akan tetapi JMS tidak memiliki hubungan dengan jumlah kecelakaan berkendara di PT XYZ. Kata Kunci: Rate kecelakaan, JMS, SPSS, Perilaku mengemudi selamat, Jumlah kecelakaan berkendara.
T-6023
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jhon Michael Halongangan Septiardi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Yustina Setiawati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak:
Apart from external aspects such as road condition, vehicle condition and unsafe behaviour of other drivers, the internal aspect of the driver which relates to safe driving behaviour is something that also need to be considered. Company X implement a program called iJMS to improve their motor vehicle safety performance by reinforcing safe driving behaviour to all of their company and business partner drivers. Upon its full implementation on 2016, the motor vehicle safety performance of the company is improving while the some safe driving behaviour indicators of their company drivers are also improving. Statistical analysis was performed on the secondary data. The result of mean comparison on motor vehicle safety performance and simple linear regression on number of driver behaviour violation evident that the program has made significant impact on reducing the number of motor vehicle accidents (significant difference on average incident before and after implementation) and
Read More
Tesis ini membahas mengenai keselamatan kendaraan bermotor. Risiko terkait kendaraan bermotor meningkat seiring dengan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor di kehidupan sehari-hari manusia. Di dalam operasi perusahaan yang banyak bergantung pada transportasi darat dengan jarak tempuh tahunan yang tinggi, kecelakaan kendaraan bermotor merupakan sesuatu yang harus dikendalikan. Terlepas dari aspek eksternal seperti kondisi jalan, kondisi kendaraan dan perilaku tidak selamat dari pengemudi lainnya, aspek internal dari pengemudi yang terkait perilaku selamat dalam mengemudi merupakan sesuatu yang juga harus dipertimbangkan. Perusahaan X mengimplementasikan sebuah program dengan nam,a Integrated Journey Management System (iJMS) untuk meningkatkan kinerja keselamatan kendaraan bermotor perusahaan dengan cara penegakan peraturan perusahaan terkait perilaku selamat dalam mengemudi kepada seluruh pengemudi perusahaan dan mitra kerjanya. Setelah penerapannya di tahun 2016, kinerja keselamatan kendaraan bermotor dari perusahaan meningkat sementara beberapa indikator perilaku selamat dalam mengemudi dari pengemudi perusahaan juga semakin baik. Analisis statistik dilakukan terhadap data sekunder. Hasil analisis perbandingan rerata pada kinerja keselamatan kendaraan bermotor dan regresi linear sederhana pada jumlah pelangaran perilaku selamat dalam mengemudi menunjukkan jika program ini telah memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kecelakaan kendaraan bermotor (terdapat perbedaan signifikan antara jumlah kecelakaan sebelum dan sesudah penerapan program) dan perilaku selamat dari para pengemudinya (terdapat korelasi signifikan antara lama waktu penerapan program dan perbaikan beberapa aspek perilaku selamat dalam mengemudi). Data primer melalui metode case control diolah untuk membandingkan nilai perilaku mengemudi antara pengemudi perusahaan (yang menggunakan iJMS) dan pengemudi lain yang tidak menggunakan iJMS. Hasil Analisa perbandingan rerata menunjukkan jika untuk indikator seperti kecepatan, akselerasi dan deselerasi, pengemudi yang menggunakan iJMS memiliki perilaku yang lebih selamat dibandingkan dengan pengemudi yang tidak menggunakan iJMS. Berdasarkan hasil studi ini disimpulkan bahwa program iJMS memberikan dampak perbaikan yang siginifikan pada kinerja keselamatan kendaraan bermotor perusahaan dan juga perilaku selamat dalam mengemudi dari pengemudi perusahaan dan mitra kerja.
Apart from external aspects such as road condition, vehicle condition and unsafe behaviour of other drivers, the internal aspect of the driver which relates to safe driving behaviour is something that also need to be considered. Company X implement a program called iJMS to improve their motor vehicle safety performance by reinforcing safe driving behaviour to all of their company and business partner drivers. Upon its full implementation on 2016, the motor vehicle safety performance of the company is improving while the some safe driving behaviour indicators of their company drivers are also improving. Statistical analysis was performed on the secondary data. The result of mean comparison on motor vehicle safety performance and simple linear regression on number of driver behaviour violation evident that the program has made significant impact on reducing the number of motor vehicle accidents (significant difference on average incident before and after implementation) and
improving the safe driving behaviour of their drivers (there is a significant correlation on time that the program was implemented and some safe driving behaviour aspects). A primary data analysis thru case-control methodology was performed to compare driver behaviour value between company drivers (that utilizing iJMS) and other drivers that is not utilizing iJMS. The analysis result shown that for some behaviour indicators such as speeding, acceleration and deceleration, drivers that utilizing iJMS has safer behaviour than those who are not. Based on the result of the study it is concluded that iJMS program has made significant improvement to the company motor vehicle safety performance and also safe driving behaviour of the company and business partner’s drivers.
T-5863
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Handayani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Aznaldi Augustia, Tulus Herdiyanto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Contractor safety management system (CSMS) online yang sudah digunakan oleh PT. XYZ pada kurun waktu 2013?2014. CSMS online merupakan suatu sistem berbasis web yang digunakan dalam pelaksanaan CSMS di PT. XYZ untuk menggantikan sistem manual yang diterapkan sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara kepada pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CSMS online dirasakan belum optimal baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna sistem, masih ditemukan kendala dan hambatan pada pengguna dan sistem yang digunakan. Perbaikan dalam implementasi CSMS online perlu dilakukan. Perbaikan terutama pada kebijakan, komunikasi yang lebih menyeluruh, peningkatan kesadaran pengguna sistem, pengembangan aplikasi CSMS online, serta perbaikan dari sisi sistem online yang digunakan. Sehingga diharapkan penggunaan CSMS online dapat optimal dan memberikan manfaat bagi perusahaan dan pengguna sistem.
This Study aimed to evaluate the Contractor Safety Management System (CSMS) Online that has been used by PT. XYZ in the period of 2013 ? 2014. CSMS online is a web-based system that is use in the CSMS implementation in PT. XYZ to replace the manual system previously applied. The research was carried out by using descriptive qualitative method. Data collection was conducted using interviews to the user.
The result showed that the use of CSMS online is not optimal for both companies and user, there are still obstacles and barriers to the user and the system being used. Improvements in the implementation of CSMS online is necessary. Especially in the policy, thorough communication, user awareness, CSMS online aplication development, and improvement of the system being used. Therefor the expection of using CSMS online can be optimal and provide benefits for companies and user of the system.
Read More
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CSMS online dirasakan belum optimal baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna sistem, masih ditemukan kendala dan hambatan pada pengguna dan sistem yang digunakan. Perbaikan dalam implementasi CSMS online perlu dilakukan. Perbaikan terutama pada kebijakan, komunikasi yang lebih menyeluruh, peningkatan kesadaran pengguna sistem, pengembangan aplikasi CSMS online, serta perbaikan dari sisi sistem online yang digunakan. Sehingga diharapkan penggunaan CSMS online dapat optimal dan memberikan manfaat bagi perusahaan dan pengguna sistem.
This Study aimed to evaluate the Contractor Safety Management System (CSMS) Online that has been used by PT. XYZ in the period of 2013 ? 2014. CSMS online is a web-based system that is use in the CSMS implementation in PT. XYZ to replace the manual system previously applied. The research was carried out by using descriptive qualitative method. Data collection was conducted using interviews to the user.
The result showed that the use of CSMS online is not optimal for both companies and user, there are still obstacles and barriers to the user and the system being used. Improvements in the implementation of CSMS online is necessary. Especially in the policy, thorough communication, user awareness, CSMS online aplication development, and improvement of the system being used. Therefor the expection of using CSMS online can be optimal and provide benefits for companies and user of the system.
T-4188
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Osaegi Restu Amrulloh; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Supandi, Rozzaq Alhanif Islamudin
Abstrak:
Read More
Partisipasi pekerja merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Tingkat partisipasi pekerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah safety leadership yang diterapkan oleh pimpinan unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya safety leadership terhadap partisipasi pekerja dalam implementasi keselamatan pertambangan di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods. Tahap kuantitatif dilakukan dengan rancangan cross-sectional terhadap 699 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, focus group discussion, dan telaah dokumen untuk menjelaskan dan memperdalam hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi safety leadership memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi pekerja, dengan hubungan terkuat pada task-centred leadership (r=0,673; p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa democratic leadership dan task-centred leadership merupakan dua dimensi yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pekerja (masing-masing β=0,318 dan β=0,292; p<0,001), diikuti relationship-centred leadership (β=0,187; p=0,004), sedangkan authoritarian leadership tidak berpengaruh signifikan (p=0,168). Model penelitian mampu menjelaskan 48,7% variasi partisipasi pekerja (Adjusted R²=0,487). Hasil pendalaman kualitatif menunjukkan bahwa kejelasan arahan kerja, konsistensi pengawasan keselamatan, komunikasi dua arah, keterlibatan pekerja dalam pengambilan keputusan, dan tindak lanjut terhadap masukan pekerja merupakan faktor yang mendukung peningkatan partisipasi pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa safety leadership berperan penting dalam meningkatkan partisipasi pekerja dalam implementasi keselamatan pertambangan, dengan democratic dan task-centred leadership sebagai dua dimensi yang paling dominan memengaruhi partisipasi pekerja.
Worker participation is a critical factor in the successful implementation of the Mining Safety Management System. The level of worker participation is influenced by various factors, one of which is the safety leadership practiced by supervisors and managers. This study aimed to analyze the influence of safety leadership styles on worker participation in the implementation of mining safety at PT XYZ. An explanatory sequential mixed-methods design was employed. The quantitative phase used a cross-sectional approach involving 699 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using Spearman correlation and multiple linear regression. The qualitative phase was conducted through in-depth interviews, observations, focus group discussions, and document review to explain and enrich the quantitative findings. The results showed that all dimensions of safety leadership were positively and significantly associated with worker participation, with the strongest relationship observed in task-centred leadership (r = 0.673; p < 0.001). Multivariate analysis revealed that democratic leadership and task-centred leadership were the two most influential dimensions affecting worker participation (β = 0.318 and β = 0.292, respectively; p < 0.001), followed by relationship-centred leadership (β = 0.187; p = 0.004), while authoritarian leadership was not significantly associated with worker participation (p = 0.168). The regression model explained 48.7% of the variance in worker participation (Adjusted R² = 0.487). Qualitative findings indicated that clear work instructions, consistent safety supervision, two-way communication, worker involvement in decision-making, and follow-up on worker feedback were key factors supporting increased worker participation. This study concludes that safety leadership plays an important role in enhancing worker participation in mining safety implementation, with democratic and task-centred leadership being the two most dominant dimensions influencing worker participation.
T-7666
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Nani Siti Mardiyanti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Doni Hikmat Ramdhan, Iting Shofwati, Dimas J Zahid A
Abstrak:
Read More
Terdapat 3 faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, 90% disebabkan oleh faktor manusia terkait perilakunya saat berkendara. Perilaku mengemudi berisiko mencakup pelanggaran (violations), kesalahan (errors), dan kelalaian (lapses). Pengemudi angkutan barang dipenuhi dengan berbagai bahaya yang berisiko, seperti kompleksitas armada, tingginya intensitas pengiriman barang, jarak tempuh panjang, serta kondisi jalan yang bervariasi. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi munculnya perilaku mengemudi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku mengemudi berisiko dari faktor motivation, ability, role perception, situational factor pada pengemudi angkutan barang PT XYZ Cabang Makassar. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan responden kuesioner sebanyak 50 pengemudi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner standar Driving Behavior Questionnaire (DBQ) dan kuesioner yang dikembangkan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan Chi Square. Penelitian ini melibatkan pengemudi dengan mayoritas usia produktif 30 – 39 tahun (94,6%), memiliki pendidikan SMP (44,0%), dan 88,0% sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mengemudi berisiko seimbang antara tinggi dan rendah (50,0%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut dapat diketahui dari faktor motivasi; sistem reward & punishment (p=0,005), faktor ability; pengalaman mengemudi (p=0,024), situational factor; jenis muatan (p=0,046).
There are three main factors contributing to road traffic accidents, with approximately 90% being caused by human factors related to driving behavior. Risky driving behavior includes violations, errors, and lapses. Truck drivers are exposed to various occupational hazards, such as fleet complexity, high delivery demands, long driving distances, and varying road conditions. The combination of these factors may influence the occurrence of risky driving behavior. This study aimed to determine the determinants of risky driving behavior based on motivation, ability, role perception, and situational factors among freight transport drivers at PT XYZ Makassar Branch. A cross-sectional study design was employed, involving 50 drivers as respondents. Data were collected using the standardized Driving Behavior Questionnaire (DBQ) and a questionnaire developed specifically for this study. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The study participants were predominantly within the productive age group of 30–39 years (94,6%), had a junior high school education level (44,0%), and were mostly married (88,0%). The results showed that the proportion of drivers with high and low risky driving behavior was equal (50,0%). Factors associated with risky driving behavior included motivation factors, namely the reward and punishment system (p = 0,005); ability factors, namely driving experience (p = 0,024); and situational factors, including type of cargo (p = 0,046).
T-7663
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Citra Tri Rizkia; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang penerapan Contractor Safety ManagementSystem (CSMS) di lingkungan PT ABC serta pemenuhan tahap Work In Progresspada satu pekerjaan yaitu Fabrikasi dan Penggantian Sulfur Stack unit 25-SK-101yang Melibatkan PT XYZ dalam pengerjaannya pada November 2012. Tujuannyauntuk mengetahui elemen yang dinilai dalam proses pemenuhan pada tahap Work InProgress serta faktor-faktor penyebab tidak terpenuhinya penilaian dalam tahap ini.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakanmetode observasi serta penilaian dengan bantuan lampiran Checklist Penilaian padaTahap Work In Progress, antara lain Checklist HSE Work Practice, Checklist HSEPrograms, Checklist Penilaian HSE Performance Indicator, serta hasil penilaian padatahap sebelumnya yaitu Pre Job Activity. Penilaian pada Tahap Pre Job Activity PTXYZ adalah sebesar 94.7%, lalu Penilaian HSE Work Practice PT XYZ adalahsebesar 89.35%, pada Penilaian HSE Programs PT XYZ mendapat nilai sebesar81.08%, sedangkan Penilaian HSE Performance Indicator PT XYZ mendapat nilaisebesar 83%.
Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Contractor Safety Management System (CSMS), Tahap Work In Progress, Nilai Pemenuhan.
Read More
Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Contractor Safety Management System (CSMS), Tahap Work In Progress, Nilai Pemenuhan.
S-7708
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggi Fadhilah Putri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Siti Fitriyani
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis implementasi manajemen keselamatan dan kesehatan kerja selama pandemi COVID-19 di PT XYZ yang merupakan salah satu industri manufaktur di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan melihat gambaran dari impelmentasi SMK3 menurut elemen yang diusulkan oleh Clare Gallagher dan standar ISO 45001:2018. Dilakukan pula analisis mengenai upaya pengendalian serta implementasi kebijakan K3 terkait pademi COVID-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi dan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.
Read More
S-10748
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wenta Chris Omega Manik; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, M. Rosidi Tarigan
Abstrak:
Read More
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hak pekerja untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola dan mengendalikan keselamatan, atau adalah sistem manajemen yang khusus ditujukan untuk keselamatan. ISO 45001: 2018 memiliki manfaat bagi pekerja maupun perusahaan. PT XYZ merupakan perusahaan pengelolaan dan penanganan limbah B3 yang memiliki risiko bahaya K3 yang tinggi. Maka, SMK3 ISO 45001:2018 sangat diperlukan untuk pengembangan berkelanjutan K3. Oleh karena itu dilakukan analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT XYZ berdasarkan ISO 45001:2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pemenuhan SMK3 di PT XYZ yang selanjutnya akan menjadi masukan untuk perbaikan berkelanjutan dan pengetahuan sudah sejauh mana PT XYZ dalam kesesuaian SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018. Penelitian merupakan penelitian cross sectional dengan desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan deskriptif dengan menggunakan metode studi perbandingan semi kuantitatif deskriptif yang kemudian hasilnya dianalisis secara univariat dengan skor penilaian pada skala 1 -5. Hasil dari analisis implementasi pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan ISO 45001:2018 adalah PT XYZ telah memenuhi persyaratan ISO 45001:2018, dengan 71% telah memahami pentingnya aktivitas dan menerapkan secara konsisten, 20% sudah menerapkan tetapi belum konsisten, dan sebanyak 9% sudah memilki dokumen tetapi belum melaksanakan atau sudah melaksanakan tetapi belum memiliki dokumen. Maka berdasarkan hasil penelitian diharapkan PT XYZ selalu dapat lakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMK3 seperti pelaksanaan pelatihan, dan pelaksanaan tinjauan terhadap dokumen secara berkala,.
Occupational Safety and Health (K3) is the right of workers to obtain protection for occupational safety and health. The Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is a system used to manage and control safety, or is a management system specifically aimed at safety. ISO 45001: 2018 has benefits for both workers and companies. PT XYZ is a B3 waste management and handling company that has a high OHS hazard risk. So, ISO 45001:2018 SMK3 is very necessary for the continuous development of K3. Therefore an analysis of the Implementation of Occupational Safety and Health at PT XYZ was carried out based on ISO 45001: 2018. The purpose of this research is to see the extent to which PT XYZ fulfills SMK3 which will then become input for continuous improvement and knowledge of the extent to which PT XYZ is in compliance with SMK3 based on ISO 45001:2018. This research was a cross-sectional study with a descriptive research design using a semi-quantitative descriptive comparative study method. The results were then analyzed univariately with an assessment score on a scale of 1 -5. The results of the analysis of the implementation of occupational safety and health implementation based on ISO 45001: 2018 are that PT XYZ has fulfilled the requirements of ISO 45001: 2018, with 71% having understood the importance of activities and implementing them consistently, 20% have implemented them but not consistently, and as many as 9% have have documents but have not implemented or have implemented but do not have documents. So based on the research results, it is expected that PT XYZ can always make continuous improvements in the implementation of SMK3 such as conducting training, and carrying out periodic reviews of documents.
T-6637
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imania Al-Faiza Nurfigni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 terhadap kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ. Variabel dependen penelitian ini adalah kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan variabel independennya adalah aspek penerapan manajemen K3 (kepemiminan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta komunikasi dan koordinasi pekerja). Penelitian ini merupakan penelitiana dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juli 2021 dengan metode pengisian kuesioner, wawancara dan observasi lapangan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini melibatkan 163 pekerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang paling memenuhi dalam penerapan manajemen K3 adalah variabel partisipasi pekerja, dan yang paling tidak memenuhi adalah variabel pendidikan dan pelatihan, serta kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ dikategorikan patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan (p = 0,026) dengan kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, evaluasi dan perbaikan program, komunikasi dan koordinasi pekerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan keselamatan pekerja.
Read More
S-10797
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dedi Chandra; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Mufti Wirawan, Indri Hapsari Susilowati, Dimas Brilliant Sunarno, Robertus Wisnu Wijaya
Abstrak:
Secara umum industri petrokimia merupakan industri dengan tingkat potensi bahaya kecelakaan proses sangat berbahaya bagi para pekerja, masyarakat dan lingkungan sekitar. PT. XYZ sebagai perusahaan produsen Pupuk Urea (NH₂)₂CO merupakan salah satu pabrik petrokimia di Indonesia dimana dalam menjalankan proses bisnis PT XYZ tidak terlepas dari berbagai ancaman risiko bahaya proses yang tinggi baik dari hulu (proses pengolahan bahan baku gas alam menjadi bahan baku setengah jadi) hingga hilir (proses produksi Pupuk). Maka dari itu dibutuhkan suatu sistem manajemen khusus untuk mengidentifikasi, mitigasi, mengendalikan hingga merepson bahaya dari semua aktifitas maupun proses produkti di tempat kerja. Process Safety Management (PSM) merupakan suatu sistem manajemen keselamatan berbasis proses proaktif dalam mengidentifikasi, mitigasi, mengendalikan serta merespon bahaya dari semua aktifitas ataupun proses produksi di tempat kerja yang banyak digunakan industry petrokimia yang diimplementasikan PT XYZ di salah satu pabriknya yaitu pabrik 2B. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat maturitas penerapan PSM pada pabrik 2B PT XYZ yang terdiri dari 14 elemen yaitu Process Safety Information (PSI), Process Hazard Analysis (PHA), Operating Procedure (OP), Employee Participation (EP), Training (TRA), Contractor (CTR), Pre Startup Safety Review (PSSR), Mechanical Integrity (MI), Permit To Work (PTW), Management Of Change (MOC), Incident Investigation (II), Emergency Response and Planning (ERP), Compliance Audit (CA), dan Trade Secret (TS) dimana tingkat maturitas penerapan PSM penting bagi organisasi agar dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari setiap elemen yang telah mereka terapkan agar dapat mengidentifikasi dan menetapkan tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan elemen PSM sehingga dapat menurunkan potensi kecelakaan proses. Dalam melakukan penilaian tingkat maturitas PSM penelitian menggunakan metode mix methode analisis deskriptif semi kualitatif dengan melakukan pendekatan sumber informasi kunci yang diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan tinjauan dokumen perusahaan dengan jumlah sample 93 orang. Hasil penelitian didapatkan penilaian terhadap 14 elemen PSM di pabrik 2B PT XYZ berada pada commited to excellence dimana dari 14 elemen tersebut hanya terdapat 4 elemen berada pada level compliant.
Commonly, petrochemical industry is the type of industry with a high level of potential process accident hazards that can affect workers, the community and the surrounding environment. PT. XYZ as a producer of Urea Fertilizer (NH₂)₂CO is one of the petrochemical industry in Indonesia and their business processes cannot be separated from upstream process hazards (processing natural gas raw materials into semi-finished raw materials) to downstream process hazards (fertilizer production process). Therefore, a special management system is needed to identify, mitigate, control and respond to hazards from all products and processes activity in the workplace. Process Safety Management (PSM) is a proactive process-based safety management system in identifying, mitigating, controlling and responding to hazards from all activities or production processes in the workplace that are widely used by the petrochemical industry which is implemented by PT XYZ in one of its factories, it?s 2B plants. The purpose of this study is to analyze the maturity level of PSM implementation at PT XYZ's 2B plants which consists of 14 elements, namely Process Safety Information (PSI), Process Hazard Analysis (PHA), Operating Procedure (OP), Employee Participation (EP), Training (TRA). ), Contractor (CTR), Pre Startup Safety Review (PSSR), Mechanical Integrity (MI), Permit To Work (PTW), Management Of Change (MOC), Incident Investigation (II), Emergency Response and Planning (ERP), Compliance Audit (CA), and Trade Secret (TS) where the maturity level of PSM implementation is to be able to identify the advantages and disadvantages of each element implemented in order to identify and determine actions that can be taken to improve the implementation of PSM elements so as to reduce the potential for the accident process. In conducting research to assess PSM implementation maturity level, the research uses a mixed method of semi-qualitative descriptive analysis by approaching the sources of information obtained through questionnaires, interviews, and observations field and research company documents with a sample of 93 people. The results of the assessment research on 14 PSM elements at PT XYZ's 2B factory are committed to excellence where from these 14 elements there are only 4 elements at the compliant level.
Read More
Commonly, petrochemical industry is the type of industry with a high level of potential process accident hazards that can affect workers, the community and the surrounding environment. PT. XYZ as a producer of Urea Fertilizer (NH₂)₂CO is one of the petrochemical industry in Indonesia and their business processes cannot be separated from upstream process hazards (processing natural gas raw materials into semi-finished raw materials) to downstream process hazards (fertilizer production process). Therefore, a special management system is needed to identify, mitigate, control and respond to hazards from all products and processes activity in the workplace. Process Safety Management (PSM) is a proactive process-based safety management system in identifying, mitigating, controlling and responding to hazards from all activities or production processes in the workplace that are widely used by the petrochemical industry which is implemented by PT XYZ in one of its factories, it?s 2B plants. The purpose of this study is to analyze the maturity level of PSM implementation at PT XYZ's 2B plants which consists of 14 elements, namely Process Safety Information (PSI), Process Hazard Analysis (PHA), Operating Procedure (OP), Employee Participation (EP), Training (TRA). ), Contractor (CTR), Pre Startup Safety Review (PSSR), Mechanical Integrity (MI), Permit To Work (PTW), Management Of Change (MOC), Incident Investigation (II), Emergency Response and Planning (ERP), Compliance Audit (CA), and Trade Secret (TS) where the maturity level of PSM implementation is to be able to identify the advantages and disadvantages of each element implemented in order to identify and determine actions that can be taken to improve the implementation of PSM elements so as to reduce the potential for the accident process. In conducting research to assess PSM implementation maturity level, the research uses a mixed method of semi-qualitative descriptive analysis by approaching the sources of information obtained through questionnaires, interviews, and observations field and research company documents with a sample of 93 people. The results of the assessment research on 14 PSM elements at PT XYZ's 2B factory are committed to excellence where from these 14 elements there are only 4 elements at the compliant level.
T-6494
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
