Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38490 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lea Morry Br Ginting; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Dakhlan Choeron
Abstrak: Puskesmas Berastagi dan Puskesmas Tiga Panah merupakan beberapa dari Puskesmas yang ditemukan ketidaksambungan data, tidak kredibel di Kabupaten Karo. Risiko dari data yang tidak kredibel adalah tidak bisa mengetahui besarnya masalah yang sesungguhnya sehingga tidak bisa memonitor, mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan program. Pukesmas Berastagi dan Tiga Panah menerima pelaporan KIA dari Bidan di Desa. Oleh karena itu diperlukan adanya evaluasi sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak untuk melihat data kesehatan ibu dan anak yang ada di Puskesmas Berastagi dan Tiga Panah terutama pelaporan data dari Bidan di Desa. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Read More
S-10567
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Licensia Triani Dameria Simbolon; Pembimbing: Artha Prabawa; Pegnuji: Besral, Zulkarnain Gaffar
Abstrak: Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di Jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Posisi wilayah Indonesia yang rawan ini menyebabkan terjadinya bencana alam, non alam dan bencana sosial. 1. Penelitian ini tentang bencana erupsi pengungsi Sinabung diperkirakan memberikan pengaruh terhadap status gizi, yaitu proporsi status gizi kurang (KEP) pada anak balita umur 13-60 bulan (27%) lebih tinggi dibandingkan anak balita kelompok umur 0-12 bulan (17%). Berdasarkan kriteria internasional kondisi dengan prevalensi di atas 15% KEP (BB/TB) diklasifikasikan sebagai situasi sangat kritis. 2. Penyebab perubahan status gizi terhadap pengungsi Sinabung kelompok umur balita adalah disebabkan dua variabel yang dapat diprediksi memberikan kontribusi pengaruh bencana erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Sumatera Utara terhadap status gizi balita, variabel tersebut adalah diare dan pendidikan ayah. a. Pada variabel tidak diare didapatkan nilai OR = 0.741 yang berarti balita yang memiliki tidak diare memiliki kecenderungan untuk mengalami gizi kurang sebesar 0,7 kali lebih besar dibandingkan balita yang mengalami diare. b. Pada variabel tidak tahu didapatkan nilai OR = 1.330 yang berarti balita yang memiliki tidak tahu memiliki kecenderungan untuk mengalami gizi kurang sebesar 1,3 kali lebih besar dibandingkan balita yang mengalami diare di wilayah pengungsian. c. Pada variabel pendidikan ayah tinggi didapatkan nilai OR = 1.135 yang berarti balita yang memiliki ayah dengan pendidikan tinggi memiliki kecenderungan untuk mengalami gizi kurang sebesar 1,1 kali lebih besar dibandingkan balita yang memiliki ayah dengan pendidikan rendah. d. Pada variabel pendidikan ayah tidak tahu didapatkan nilai OR = 1.835 yang berarti balita yang memiliki ayah dengan pendidikan tidak tahu memiliki kecenderungan untuk mengalami gizi kurang sebesar 1,8 kali lebih besar dibandingkan balita yang memiliki ayah dengan pendidikan rendah di wilayah pengungsian. Beberapa saran dari penulis antara lain; 1. Proporsi status gizi kurang pada balita di pengungsian pasca bencana erupsi Gunung Sinabung tahun 2014 membutuhkan perhatian kita semua dari berbagai kalangan untuk memperhatikan perbaikan gizi di sana. 2. Penanganan penyakit diare pada balita perlu mendapat perhatian untuk segera dicegah agar tidak berakibat pada terjadinya gizi kurang. 3. Perbaikan dan peningkatan pemberian makanan tambahan dengan target semua anak terutama pada umur 13-60 bulan dan pada bayi dan balita laki-laki. 4. Pendampingan kepada ibu yang belum paham dalam hal pola asuh dan pola makan anak berupa pengetahuan dan bantuan makanan pada ibu menyusui dan pengaturan makanan pada bayi dan balitanya. 5. Jumlah anggota keluarga besar lebih diutamakan dan mendapat makanan yang seimbang dan adil bagi tiap anggota keluarga agar tidak mempengaruhi status gizi bayi dan balita yang dimiliki.
Kata kunci: bencana, letusan gunung, Sinabung, gizi, balita

Indonesia is an archipelago located in the Pacific Ring of Fire Line (Pacific Ring of Fire). The position of Indonesia is prone to natural disasters cause, non-natural and social disasters. 1. This research is about the eruption of Sinabung refugees expected to impact the nutritional status, ie the proportion of status malnutrition (PEM) among children aged 13-60 months (27%) higher than children under the age group of 0-12 months (17% ). Based on international criteria above conditions with a prevalence of 15% PEM (W / H) are classified as very critical situation. 2. Causes of change in the nutritional status of refugees Sinabung toddler age group are due to two variables that can be predicted to contribute to the eruption of Mount Sinabung influence the Karo district of North Sumatra to the nutritional status of children, these variables are diarrhea and father's education. a. In no variable values obtained diarrhea OR = 0.741, which means the toddler who had no diarrhea have a tendency to experience malnutrition by 0.7 times more than infants with diarrhea. b. In the variable does not know the value obtained OR = 1.330, which means toddlers who have no idea more likely to have malnutrition at 1.3 times greater than infants who had diarrhea in the evacuation area. c. In higher education variable father got value OR = 1,135 which means that infants whose fathers with higher education have a tendency to experience malnutrition is 1.1 times greater than toddlers whose fathers with low education. d. In the education variable father does not know the value obtained OR = 1,835 which means a toddler who had a father with education do not know have a tendency to experience malnutrition was 1.8 times greater than toddlers whose fathers with low education in a refugee. Some suggestions from the author, among others; 1. The proportion of under nutrition in infants in refugee camps after the eruption of Mount Sinabung in 2014 requires all of our attention from various circles to pay attention to nutrition there. 2. Handling of diarrheal disease in children under five need attention to be prevented so as not to result in the occurrence of malnutrition. 3. Repairs and upgrades with targeted supplementary feeding all the children, especially at age 13-60 months and infant and young men. 4. Assistance to mothers who do not understand in terms of parenting and child's diet in the form of knowledge and of food aid in breastfeeding mothers and arrangement of food in infants and toddlers. 5. The number of extended family members are preferred and got food balanced and fair to all members of the family so as not to affect the nutritional status of infants and toddlers owned.
Keywords: disaster, eruption, Sinabung, nutrition, toddler
Read More
S-9301
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Mesrina Cicionta Br Ginting; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dien Anshari, Ulfa Khairina
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan Sistem Informasi TB (SITB) di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) menggunakan model kerangka teori HOT Fit dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna SITB di Puskesmas masih belum merasa terampil dalam menggunakan SITB, SITB mengalami error saat sistem digunakan banyak pengguna serta Puskesmas belum memiliki dukungan fasilitas infrastruktur dan sarana prasarana dalam pelaksanaan SITB.
Read More
S-10737
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syefira Salsabila; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Ede Surya Darmawan, Yovsyah, Monika Saraswati Sitepu, Ganda Raja Partogi Sinaga
T-4939
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niken Trisdiana Kusumawardani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Yovsyah, Tri Hari Wahyuningtyas
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pendukung pencatatan dan pelaporan kegiatan Posbindu PTM di Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan tahapan perancangan System Development Life Cycle (SDLC) dengan model pendekatan prototype. Hasil penelitian ini berupa perancangan sistem informasi pendukung pencatatan dan pelaporan kegiatan Posbindu PTM Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Tim Posbindu PTM Puskesmas Banjarejo sebagai user merasa puas, mudah dalam menggunakan rancangan sistem informasi, dan merasa lebih efektif serta efisien menggunakan sistem informasi yang dirancang.
Read More
S-10845
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fresty Cahya Maulina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tris Eryando, Martya Rahmanianti Makful, Retno Damarwati, Widya Anggareni
T-4940
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak: Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dony Abdullah; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Popy Yuniar, Lita Rahmalia
S-8886
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Haryanto; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Poppy Yuniar, Munaryo
Abstrak: Bervariasinya penerapan SIMPUS IHIS dan e-Health di Kabupaten Bantul membuat laporan SP2TP sebagai keluran dari SIMPUS menjadi terhambat. Dalam penerapan SIMPUS IHIS dan e-Health di Kabupaten Bantul terdapat hambatan-hambatan yang perlu diperhatikan dan ditangani dengan baik agar tidak semakin kompleks. Evaluasi SIMPUS di Kabupaten Bantul dengan menggunakan metodeHOT-fit digunakan untuk mengetahui sejauh mana penerapan dan kendala dalam implementasi. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan penelitian campuran yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara mendalam, kuesioner, observasi pada Puskesmasdan dokumentasi tertulis kegiatan penerapan SIMPUS IHIS dan e-Health. Hasilpenelitian menunjukkan SIMPUS IHIS dan e-Health sudah digunakan seluruhPuskesmas di Kabupaten Bantul. Faktor organisasi memberikan pengaruhterhadap berjalannya sistem, komitmen Kepala Puskesmas tidak dijabarkan dalambentuk operasional teknis seperti pembentukan tim SIK dan tidak dibuatnya SOPdalam penerapan SIMPUS IHIS dan e-Health.
Kata kunci : IHIS, e-Health, Bantul
The variations in the application of SIMPUS IHIS and e-Health in Bantul detainSP2TP reports as the output of SIMPUS. There are obstacles in the application ofSIMPUS IHIS and e-Health in Bantul that need to be considered and dealt with inorder not to become more complex. The evaluation of SIMPUS in Bantul usingHOT-fit method is used to determine the effectiveness of implementation and theconstraints in implementation. The research uses both qualitative research andquantitative research. Data was collected through in-depth interviews,questionnaires, observation and written documentations on the SIMPUS IHIS ande-Health application. The results shows that SIMPUS IHIS and e-Health havebeen used in all Puskesmas in Bantul. Organizational factors impact the run of thesystem, head of the health center's commitment is not described in technicaloperations such as forming SIK team and SIMPUS IHIS and e-Health SOP is notdetermined.
Keywords : IHIS, e-Health, Bantul
Read More
S-8429
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Nurul Ridwan; Pembimbing: Pandu Riono, Sudijanto Kamso; Penguji: Iriani Samad, Eka Muhiriyah
Abstrak: Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2014 kasus DBD di Indonesia berjangkit di 433 Kota atau Kabupaten dengan angka kesakitan sebesar 39,83 per 100.000, sementara itu jumlah kasus DBD sendiri di Jawa Barat, hingga 28 Januari 2019 tercatat ada 2.204 orang yang terjangkit DBD. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia. Kota Cimahi dan Kabupaten Cianjur merupakan wilayah dengan jumlah kasus DBD tinggi yakni sebanyak 292 kasus dan jumlah kematian sebanyak 2 kasus di Kota Cimahi sementara di Kabupaten Cianjur jumlah kasus 532 kasus dan 2 kasus kematian upaya pengendalian DBD monitoring serta upaya pencegahaan yang dilakukan dengan surveilan DBD belum optimal menekan jumlah kasus DBB di Kota Cimahi dan Kabupaten Cianjur. Maka kemudian perlu dilakukan upaya evaluasi untuk mengetahui dan memberikan solusi perbaikan sistem informasi demam berdarah dengue di Kabupaten Cianjur dan Kota Cimahi pada komponen masukan, proses dan luaran, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan telaah dokumen sebagai instrumen penelitiannya dengan jumlah informan sebanyak 12 orang dimana 6 orang berada di wilayah kota Cimahi dan 6 orang informan berada diwilayah kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen masukan komponen proses dan komponen luaran berbeda antara kota Cimahi dan kabupaten Cianjur serta perbedaan sistem informasi DBD di Kota Cimahi Menggunakan aplikasi sistem informasi Demam berdarah dengue (SI DBD) dan pengiriman laporan melalui surat elektronik sementara di Kabupaten Cianjur Pengumpulan data dan pengolahaan data dilakukan secara manual, dan laporkan dikirimkan melalui pos atau petugas pelaksana program ke dinas kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini 1) Komponen masukan sistem informasi DBD berkaitan dengan masalah kelengkapan dan ketepatan laporan pada luaran ketenagaan memerlukan tenaga terlatih sehingga upaya pelatihan dan kursus singkat diperlukan 2) Permasalah pada komponen proses adalah pengolahaan data selama ini belum dilakukan secara terstruktur dan masih manual walaupun menggunakan komputer sehingga memerlukan waktu relatif lama serta frekuensi pengolahaan yang tidak menentu pada akhirnya data jarang diolah dan di analisa untuk menghasilkan informasi DBD 3) Kondisi pada komponen proses dapat menyebabkan permasalahan pada komponen Luaran yaitu informasi tidak dapat mendukung para pengambil kebijakan dalam pengambilan keputusan 4) Adanya peluang dalam pengembangan Sistem Informasi DBD yaitu, otomatisasi pelaporan sehingga dapat menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan relevan sesuai dengan kebutuhan manajemen
Read More
T-5672
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive