Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16873 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nisrina Widyasanti; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Eriyanto, Zulazmi Mamdy
Abstrak: tujuan penelitian ini adalah menggambarkan isi publikasi majalah Tempo mengenai pandemik COVID-19 periode Maret-Mei 2020 melalui metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saja (rentang 4,8%-22,9%) publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yang mengandung unsur komunikasi risiko. Aspek data epidemiologi dan sifat alamiah penyakit hanya mendominasi publikasi pada edisi ke satu bulan Marei 2020, namun terus menurun pada edisi-edisi selanjutnya. Framing Peran Pemerintah juga mendominasi publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada publikasi majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yakni dengan persentase 93,9 %, disusul Peran Sosial sebesar 73,8 % dan Dampak Pandemik sebesar 34,3 %.
Read More
S-10572
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Aribah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Eriyanto, Zulazmi Mamdy
Abstrak: Dalam situasi pandemi COVID-19, komunikasi risiko yang berkaitan denganpencegahan dan penanganan COVID-19 merupakan hal yang penting disampaikan secaraberkesinambungan melalui media massa yang mudah diakses oleh publik. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan gambaran komunikasi risiko dalam berita tentang COVID-19 yang dipublikasi oleh detik.com dan kompas.com. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis isi artikel berita dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dalam ilmu komunikasi.Adapun artikel berita yang menjadi data untuk penelitian ini diambil dari tanggal 2 Maret2020 sampai 30 April 2020 dengan metode pengambilan sampel secara acak stratifikasiproporsional. Dari 212 artikel berita di detik.com dan 166 artikel berita di kompas.comdidapatkan bahwa sebagian kecil artikel berita memuat informasi mengenai ukuranepidemiologi, sifat penyakit, cara penanganan, dampak non-kesehatan dari COVID-19,dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Hampir setengah artikel berita memuatinformasi mengenai kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, serta sebagian besarberita pada kedua media daring tersebut memuat informasi mengenai carapencegahan. Adapun sumber informasi yang dimuat di dalam artikel berita dari keduamedia sebagian besar berasal dari institusi. Sementara jenis pesan yang paling banyakdimuat dalam artikel berita dari kedua media adalah pesan yang mengandung ancaman.Kedua media berbeda dalam penggunaan deskripsi bukti, dimana detik.com lebih seringmenggunakan bentuk naratif (studi kasus), sedangkan kompas.com lebih seringmenggunakan bentuk kombinasi antara angka, data statistik dan naratif. Media daringdisarankan lebih banyak memuat pesan efikasi yang dapat membantu publik melewatisituasi pandemi.Kata kunci: COVID-19, berita daring, komunikasi risiko, pandemi.
Read More
S-10360
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Devi Indriastuty; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tiara Amelia, Aliyah Cendanasari
Abstrak: Selama pandemik, tenaga kesehatan mempunyai peran penting untuk memberikan pelayanan kesehatan. Akibat tingginya kasus Covid-19 dapat menambah beban kerja serta risiko tertular mereka yang berakibat tidak hanya memberikan dampak fisik namun juga kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stressor, persepsi terhadap stressor, coping yang digunakan, gejala yang dirasakan, dan hasil dari coping. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain rapid assessment procedures. Teori yang digunakan adalah teori Lazarus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam pada 5 orang informan utama dan 2 orang informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemik Covid-19 pada tenaga kesehatan terdapat sumber stres (stressor) dari internal dan eksternal. Sebagian besar tenaga kesehatan mempersepsikan bahwa stressor menjadi hambatan. Sedangkan informan lainnya menyatakan stressor tidak menjadi hambatan justru menjadi tantangan. Sebagian besar informan mempersepsikan mampu mengatasi atau mengurangi stressor. Mereka juga merasa mendapat dukungan sosial dari keluarga, orang tua, dan rekan kerjanya. Berbagai macam gejala stres yang muncul berupa perubahan secara psikologis meliputi semangat untuk produktif berkurang, susah tidur, merasa jenuh, dan mudah marah. Sedangkan perubahan secara fisiologis meliputi gejala maag atau asam lambung meningkat, kelelahan, menggigil, dan banyak makan. Sebagian besar informan cenderung menggunakan Emotion Focused Coping dimana setelah melakukan coping tenaga kesehatan merasakan perasaan yang positif
During the pandemic, health workers have an important role in providing health services. Due to the high number of Covid-19 cases, it certainly adds to both the workload and the risk of contracting the disease among them. This was not only had a physical impact but also impact on mental health. This study aims to identify stressors, perception of stressors, coping strategies used to deal with stressors, symptoms felt by health workers, and outcomes of coping in health workers. This study used a qualitative method and a rapid assessment procedures design. The theory used was the theory of Lazarus. Data were collected through in-depth interview among 5 main informants and 2 key informants. This study found that there were internal and external stressors during the Covid-19 pandemic among the health workers. The majority of the health workers perceived that stressors are obstacles while some other informants perceived them neither as obstacle nor a threat, but as a challenge. Most of the informants perceived that they are able to overcome or reduce stressors. They also felt that they have social support from their family, parents, and coworkers. Various kinds of stress symptoms that appeared in the form of psychological changes include reduced enthusiasm for productivity, difficulty sleeping, feeling bored, and irritated. Meanwhile, physiological changes include symptoms of ulcers or increased stomach acid, fatigue, chills, and eating a lot. Most of the informants tend to use Emotion Focused Coping which after doing so, they felt positive feelings
Read More
S-10945
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiqih Mutiara; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Arum Ambarsari
Abstrak: Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah episentrum penyebaran COVID-19 dengan kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu diperlukan upaya perilaku pencegahan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencegahan penularan COVID-19 masyarakat DKI Jakarta ditinjau dari variabel yang ada di dalam teori Health Belief Model. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 320 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara quota sampling dari 5 wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat telah melakukan sebagian besar perilaku pencegahan penularan COVID-19 dengan baik seperti pada penggunaan masker setiap keluar rumah, menerapkan etika batuk, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum makan, setelah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah beraktivitas dan menyentuh benda, serta mencuci tangan minimal 20 detik, menggunakan hand sanitizer, tetap di rumah ketika sakit, menghindari berjabat tangan, memberi jarak 1-2 meter dengan orang lain, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, menghindari tempat dan kendaraan umum, dan menghindari berpergian ke zona merah. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 sudah tinggi, namun masih rendah mengenai penggunaan tisu alkohol dan waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertular COVID-19. Masyarakat pada umumnya mempersepsikan COVID-19 penyakit yang serius bagi dirinya dan merasa dirinya rentan untuk tertular COVID-19. Umumnya masyarakat tidak merasa ada hambatan untuk melakukan perilaku pencegahan, dan mayoritas menganggap tindakan pencegahan COVID-19 bermanfaat bagi dirinya serta mereka merasa mampu untuk melakukan tindakan pencegahan. Perlu meningkatkan edukasi atau sosialisasi yang efektif dan konsisten melalui berbagai media untuk pengetahuan dan perilaku yang masih kurang baik, melakukan penyuluhan tentang pakai masker yang benar, serta meningkatkan penerapan kebijakan dan kedislipinan di semua sektor.
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model

The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
Read More
S-10325
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Nurul Hidayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Umi Zakiati
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatandan non-kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilakupencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan ditinjau dari teorihealth belief model. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan COVID-19, faktorpemodifikasi (usia, jenis kelamin, pengetahuan) dan persepsi individu (persepsi kerentanan,keparahan, manfaat, hambatan dan self efficacy). Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dan metode penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 110 orangmahasiswa kesehatan dan non-kesehatan dengan menggunakan metode pengambilan sampelpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68% mahasiswakesehatan memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan 31.6% memiliki perilakupencegahan yang kurang baik. Sedangkan mahasiswa non-kesehatan yang memiliki perilakupencegahan yang baik adalah 59.7% dan 40.3% memiliki perilaku pencegahan yang kurangbaik. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahanCOVID-19 (p=0.020).
Kata Kunci: COVID-19, Health Belief Model, mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan
This study discusses about the preventive health behaviours of COVID-19 among studentsmajoring in health and non-health sciences Universitas Indonesia. The objective of this studywas to look preventive health behaviour COVID-19 among students majoring in health andnon-health sciences based of health belief model. Variabels in this study including preventivebehaviour, modifying factors (Age, sex, and knowledge), individual perceived (perceivedsusceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers and selfefficacy). This study using quantitative approaches and cross sectional study methods.Thetotal samples of this study is 110 people of students majoring in health and non-healthsciences with purposive sampling method. The result showed that 68% students majoringhealth sciences are having good preventive behaviour and 31.6% have enough preventivebehaviour, while 59.7% the student majoring non-health science have good preventivebehaviour and 40.3% have enough preventive behaviour. There was significant associationsbetween sex with preventive health behaviour of COVID-19 (p=0.020)
Keywords: COVID-19, Health Belief Model, Students majoring health and non-healthscience.
Read More
S-10358
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindang Azizah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Sulistiyowati
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai gambaran perilaku pencegahan covid-19 pada pedagang pasar tradisional. Informan dalam penelitian berjumlah 13 orang yang terdiri dari 10 orang informan utama dan 3 orang informan kunci. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan rapid assessment procedures (RAP). Teori yang digunakan adalah Health Belief Model. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan tidak merasa rentan terhadap covid-19 dan tidak menganggap covid-19 penyakit yang dapat menimbulkan bahaya karena gejala yang ditimbulkan dianggap sudah sering dijumpai.
Read More
S-10547
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairuna Maniar; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Milla Herdayati, Heni Rudiyanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku tenaga kependidikan Fakultas Kesehatan dengan Fakultas Non Kesehatan Univeritas Indonesia terhadap pencegahan COVID-19 tahun 2020. Desain studi yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan data primer. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah tenaga kependidikan dari Fakultas kesehatan dengan Fakultas Non Kesehatan Univeritas Indonesia. Total sampel pada penelitian ini, yaitu sebesar 83 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan Fakultas Kesehatan mendapatkan nilai pengetahuan (83,33%), sikap (59,52%) dan perilaku (97,61%) baik lebih tinggi dibandingkan dengan Fakultas Non Kesehatan.
Read More
S-10562
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benedicta Cindy Delphinia; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Windra Aryeni
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma sosial COVID-19 di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia dan faktor yang berpotensi menyebabkan stigma sosial COVID-19 tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi potong lintang. Populasi penelitian ini merupakan seluruh mahasiswa jenjang studi strata 1 (S1) dengan sampel sebanyak 373 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang diisi mandiri oleh responden. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,1% responden masih memiliki stigma sosial.
Read More
S-10839
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Dwijayani; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Mardiati Nadjib, Iwan Ariawan, Maria Gayatri, Tuty Sahara
Abstrak: Penyelenggaraan program Keluarga Berencana di wilayah DTPK bukan hanya berbicara mengenai pembatasan jumlah anak, namun melainkan upaya pemerintah dalam pemenuhan hak-hak reproduksi para Pasangan Usia Subur (PUS) melalui penggunaan kontrasepsi modern. Selain itu, penyelenggaraan pelayanan KB modern merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai salah satu tujuan RPJMN 2020-2024 yaitu Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Mampu Berkualitas dan Berdaya Saing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pontong lintang dan menggunakan analisis multivariat bertingkat dalam proses analisisnya, yaitu regresi linear berganda dan regresi logistic berganda. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder yaitu Laporan Pengendalian Lapangan (Dallap) dan Pelayanan Kontrasepsi (Pelkon) BKKBN Pusat periode bulan Januari-Desember Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kesertaan KB modern di wilayah Tertinggal sebesar 63,32%, wilayah Perbatasan 71,87% dan wilayah Kepulauan 72,13% dan kabupaten DTPK sebesar 67,89%. Hasil uji bivariate tahap I menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kesertaan KB modern di daerah tertinggal (nilai P = 0,000) dan kabupaten yang termasuk wilayah DTPK (nilai P = 0,001) serta terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi penyuluhan KB (nilai P = 0,011), ketersediaan dokter terlatih (nilai P = 0,047) dan ketersediaan bidan terlatih (nilai P = 0,048) dengan kesertaan KB modern. Hasil uji multivariat regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel karakteristik daerah tertinggal memiliki hubungan signifikan (nilai P = 0,000, koefisien Beta = 0,268) dengan kesertaan KB modern. Sedangkan hasil uji bivariat tahap II dengan menggunakan analisis regresi logistik sederhana menunjukan bahwa variabel ketersediaan alat dan obat kontrasepsi modern, gerak MUYAN KB, ketersediaan dokter terlatih, ketersediaan bidan terlatih, ketersedian penyuluh KB Bangga Kencana dan frekuensi penyuluhan KB memiliki hubungan signifikan dengan daerah tertinggal dan tiap variabel memiliki nilai P = 0,000
Read More
T-6272
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadhil Randika Caesario; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Nia Astarina Setyaningsih
Abstrak:
HIV adalah virus yang menginfeksi sel darah putih dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. faktanya ODHIV 30 kali lebih mungkin terjangkit TB dibandingkan orang tanpa HIV. Tahun 2021 jumlah ODHIV di Indonesia 540.000. Sedangkan Kabupaten Bogor dan RSUD Cibinong menempati posisi 3 besar dengan kunjungan HIV tertinggi. oleh karena itu terapi TLD dan TLE adalah terapi terbanyak yang digunakan di wilayah tersebut. Desain penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengambilan data melalui retrospektif dengan studi crossectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah pasien rawat inap sebanyak 45 pasien. Analisis data melalui univariat untuk melihat sebarapa besar persentase dan rata-rata perhitungan biaya rumah sakit, serta analisis bivariat menggunakan uji T-Independent Test untuk membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan biaya yang digunakan kasus TB HIV dengan terapi TLD dan TLEHasil penelitian membuktikan bahwa dengan banyaknya pasien TLD dari pada TLE menyebabkan biaya yang dikeluarkan rumah sakit juga lebih besar. Tarif klaim INACBGs pada terapi TLD juga mempunyai tarif yang lebih tinggi dari pada TLE. Selisih yang dihasilkan dari kedua obat tersebut adalah Rp. 543.286. Lama rawat inap terapi TLD juga lebih rendah dari pada TLE yaitu selesih 0,2 hariBiaya yang dikeluarkan pasien yang menggunakan terapi TLD lebih besar, namun profit yang dihasilkan lebih besar pula dari pada terapi TLE. Analisis statistik membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dari biaya rumah sakit dan lama rawat. Saran dalam penelitian ini pihak rumah sakit dapat mensosilisasikan kembali terkait kebermanfaat terapi tersebut menimbang dari segi efek samping dan profit yang dihasilkan.

HIV is a virus that infects white blood cells and overcomes the human immune system. in fact people living with HIV are 30 times more likely to contract TB than people without HIV. In 2021 the number of PLHIV in Indonesia will be 540,000. Meanwhile, Bogor District and Cibinong Hospital occupy the top 3 positions with the most HIV visits. therefore TLD and TLE therapy is the most used therapy in the region. The research design uses a survey with a descriptive quantitative approach. Retrieval of data through retrospective with cross-sectional studies. The sample in this study used total sampling with a total of 45 inpatients. Data analysis was done using univariate to see how big the proportion and average hospital costs were, as well as bivariate analysis using the T-Independent Test to prove that there was a significant average difference in the costs used for TB HIV cases with TLD and TLE therapy. The results of the study proved that with the large number of TLD patients compared to TLE, the costs incurred by the hospital are also greater. INACBGs claim rates for TLD therapy also have higher rates than TLE. The resulting difference from the two drugs is Rp. 543,286. The length of stay for TLD therapy is also lower than TLE, which is 0.2 days difference. The costs incurred by patients using TLD therapy are greater, but the profit generated is also greater than TLE therapy. Statistical analysis proves that there is no significant average difference in hospital costs and length of stay. Suggestions in this study the hospital can re-socialize regarding the benefits of this therapy considering the side effects and the resulting of the profit.
Read More
S-11384
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive