Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35050 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syafarudin Nur; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Inggariwati, Emita Ajis
Abstrak: COVID-19 menjadi masalah kesehatan di dunia. Manifestasi klinis berupa tanpa gejala hingga dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor risiko kematian pasien COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian adalah kohort retrospektif menggunakan data sekunder dari Formulir Penyelidikan Epidemiologi di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (2 Maret - 20 Desember 2020). Sampel adalah pasien terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan RT-PCR, usia ³18 tahun, dicatat keadaan terakhirnya: hidup atau meninggal, terdata di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri dan dirawat dieksklusi dari penelitian ini. Analisis regresi Cox dari 100.540 sampel menunjukkan variabel yang meningkatkan risiko kematian pasien COVID-19 adalah laki-laki (RR = 1,28 [IK95%: 1,11-1,47]; p=0,001), usia 40-59 tahun (RR = 5,62 [IK95%: 4,37-7,23]; p<0,001), usia ³60 tahun (RR = 12,99 [IK95%: 10,03-16,81]; p<0,001), sesak napas (RR = 2,50 [IK95%: 2,06-3,03]; p<0,001), pneumonia (RR = 5,39 [IK95%: 4,14-6,59]; p<0,001), pasien yang dirawat di ICU (RR = 2,20 [IK95%: 1,612,99]; p<0,001), hipertensi (RR = 1,25 [IK95%: 1,01-1,55]; p=0,042), serta hipertensi sekaligus penyakit jantung (RR = 1,58 [IK95%: 1,17-2,13]; p=0,003). Interaksi hipertensi dan penyakit mengindikasikan interaksi sinergistik (ICR>0)
COVID-19 is a global health problem. Clinical manifestations are asymptomatic to death. This study aims to determine the risk factors for death of COVID-19 patients in DKI Jakarta Province. The study design was a retrospective cohort using secondary data from the Epidemiological Investigation Form at the DKI Jakarta Provincial Health Office (2 March - 20 December 2020). The sample is a confirmed patient of COVID-19 based on RT-PCR, age 18 years, the last condition recorded: alive or dead, recorded at the DKI Jakarta Provincial Health Office, and comes from the DKI Jakarta Province. Patients who were self-isolating and being treated were excluded from this study. Cox regression analysis of 100,540 samples showed that the variables that increased the risk of death of COVID-19 patients were male (RR = 1.28 [95% CI: 1.11-1.47]; p = 0.001), age 40-59 years (RR = 5.62 [95% CI: 4.37-7.23]; p<0.001), age 60 years (RR = 12.99 [95% CI: 10.03-16.81]; p<0.001), shortness of breath (RR = 2.50 [CI 95%: 2.06-3.03]; p<0.001), pneumonia (RR = 5.39 [CI95%: 4.14-6.59]; p0).
Read More
T-6143
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Ramadhani Putri Wicaksana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Rebekka
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kematian pasien COVID-19 dari aspek demografi, komorbiditas, serta faktor risiko lain di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan analisis univariat dan bivariat. Sumber data penelitian ini berasal dari formulir Penyelidikan epidemiologi (PE) yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pasien COVID-19 sejak bulan Agustus 2020 hingga bulan Februari 2021 di DKI Jakarta.
Read More
S-10590
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Ayu Lanniari Harahap; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Chita Septiawati, Mohammad Fahdhy
Abstrak: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan penyebarannya di berbagai negara terjadi berlangsung cukup cepat dan dalam waktu singkat. Hingga 4 Mei 2021, total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 152.534.452 dengan 3.198.528 kematian. Pemerintah Indonesia telah melaporkan 1.682.004 orang dengan COVID-19 yang dikonfirmasi, tertinggi di Asia Tenggara. Sebanyak 45.949 kematian terkait COVID-19 yang dilaporkan, dengan CFR sebesar 2,7%. Kematian akibat COVID-19 di Indonesia berada pada peringkat ke-2 di Asia dan ke-17 di dunia. Studi kasus-kontrol dilakukan menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Maret 2020-Desember 2020. Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien COVID-19. Hasil penelitian melalui analisis multivariat logistik regresi menunjukkan bahwa, adanya peningkatan risiko terhadap kematian pada usia ≥ 60 tahun (OR=5.495, 95% CI: 2.398-12.591), demam (OR=4.441, 95% CI: 1.401-14.077), sesak napas (OR=8.310, 95% CI: 3.415-20.220), riwayat hipertensi (OR=2.454, 95% CI: 1.159-5.196), riwayat penyakit ginjal kronik (OR=10.460 kali, 95% CI: 3.282-33.331), riwayat penyakit kanker (OR=16.137, 95% CI: 2.798-96.147) pada pasien COVID-19 yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2020
The increase in the number of cases of COVID-19 and its spread in various countries occurred quite quickly and in a short time. As of May 4, 2021, the total global confirmed cases of COVID-19 were 152,534,452 with 3,198,528 deaths. The Indonesian government has reported 1,682,004 people with confirmed COVID-19, the highest in Southeast Asia. A total of 45,949 COVID-19-related deaths were reported, with a CFR of 2.7%. Deaths from COVID-19 in Indonesia are ranked 2nd in Asia and 17th in the world. A case-control study was conducted using medical records of COVID-19 patients at Haji Adam Malik General Hospital in Medan for the period March 2020-December 2020. This study describes the characteristics and identifies factors associated with death in COVID-19 patients. The results of the study through multivariate logistic regression analysis showed that there was an increased risk of death at age 60 years (OR = 5,495, 95% CI: 2,398-12,591), fever (OR = 4,441, 95% CI: 1,401-14,077), shortness of breath. breath (OR=8,310, 95% CI: 3,415-20,220), history of hypertension (OR=2,454, 95% CI: 1.159-5,196), history of chronic kidney disease (OR=10,460 times, 95% CI: 3.282-33,331) history of cancer (OR=16,137, 95% CI: 2,798-96,147) in COVID-19 patients who were hospitalized at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2020
Read More
T-6315
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Widuri Wulandari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Ngabila Salama, Muhammad Ikhsan Mokoagow
Abstrak: Pendahuluan: Komorbid Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko kematian pada kasus konfirmasi Coronavirus Diseases (COVID-19). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komorbid DM dengan kematian pada kasus konfirmasi COVID-19 di DKI Jakarta, periode Maret-Agustus 2020 setelah dikontrol dengan variabel perancu. Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Kriteria inklusi adalah kasus yang terkonfirmasi COVID-19 dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi DKI Jakarta, dengan variabel yang lengkap. Kriteria eksklusi adalah wanita hamil. Dari total 41.008 kasus dalam laporan COVID-19 dinkes provinsi DKI Jakarta, terdapat 30.641 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. 1.480 sampel dalam penelitian ini diambil dari semua (740) kasus COVID-19 dengan komorbid DM dan 740 kasus COVID-19 tanpa komorbid DM yang diambil melalui simple random sampling dari 29.901 kasus COVID-19 tanpa komorbid DM. Data analisis menggunakan regresi cox proporsional hazard. Hasil penelitian menunjukkan besar hubungan kasar komorbid DM dengan kejadian kematian pada kasus COVID-19 Crude Hazard Ratio (CHR) 7,4 (95% CI 4,5-12,3, nilai p < 0,001). Besar hubungan komorbid DM dengan kejadian kematian pada kasus COVID-19 setelah dikontrol oleh kovariat (komorbid hipertensi dan kelompok usia (> 50 tahun dan < 50 tahun) adalah Adjusted Hazard Rasio 3,9 (95% CI 2,2-6,8 nilai p <0,001), yang berarti kasus COVID-19 dengan komorbid DM berisiko 3,9 kali untuk mengalami kejadian kematian. Diskusi: Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lainnya yang menunjukkan komorbid DM meningkatkan risiko kematian COVID-19. Untuk menurunkan kejadian kematian pada kasus COVID-19 dengan komorbid DM, diperlukan strategi pencegahan dan tatalaksana COVID-19 dengan triase dan perhatian khusus untuk tatalaksana cepat dan tepat serta monitoring untuk kasus COVID-19 dengan komorbid DM.
Introduction: Comorbid Diabetes Mellitus (DM) is one of the risk factors for Coronavirus Diseases (COVID-19) mortality. Aim of this study is to determine the association of comorbid diabetes mellitus and COVID-19 mortality among COVID-19 confirmed cases in DKI Jakarta for period March-August 2020, after being controlled with confounding variables. Methode: The study design is a retrospective cohort. The inclusion criteria are confirmed cases of COVID-19 with Polymerase Chain Reaction (PCR) reported to the DKI Jakarta provincial health office, with complete variables. Exclusion criteria is pregnant women. Of the total 41,008 cases in the Jakarta provincial health office's COVID-19 report, there are 30,641 cases that met the inclusion and exclusion criteria. 1,480 samples in this study are taken from all (740) COVID-19 cases with comorbid DM and 740 COVID-19 cases without comorbid DM which are taken through simple random sampling of 29,901 COVID-19 cases without comorbid DM. The data were analyzed using cox proportional hazard regression. The study result indicates that the crude association between DM and mortality among COVID-19 confirmed cases is Crude Hazard Ratio (CHR) 7,4 (95% CI 4,5-12,3, pValue < 0,001). While association between DM and mortality among COVID-19 confirmed cases after being controlled by covariates (hypertensive comorbidities and age groups (> 50 years and < 50 years) is 3.9 (95% CI 2.2- 6.8, p Value <0.001), which means that COVID-19 cases with comorbid DM have a 3.9 times risk of death. Discussion: The results of this study are in line with other studies that indicate DM co- morbidities increase the risk of death from COVID-19. To reduce the incidence of death in COVID-19 cases with comorbid DM, a strategy for preventing and treating COVID- 19 with triage and special attention is needed for rapid and prompt management and monitoring for COVID-19 cases with comorbid DM.
Read More
T-6249
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Thalibah; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah, Felly Philipus Senewe
Abstrak: Perkiraan ada 120 juta kasus pneumonia setiap tahun di seluruh dunia, yangmengakibatkan sebanyak 1,3 juta kematian. Setiap tahun pneumonia selalu menempatiperingkat atas sebagai penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor- faktor berhubungan dengan kejadian pneumonia padabalita (12-59 bulan) di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian menggunakan data sekunder dariRiset Dasar Kesehatan (Riskesdas) tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian pneumonia pada balitaadalah 5,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara karakteristikbalita dan karakteristik ibu dengan kejadian pneumonia. Proporsi pneumonia lebih tinggipada balita berumur 25-59 bulan (OR=1,852), berjenis kelamin laki-laki (OR=1,2),berstatus imunisasi campak lengkap (OR=1,448), berstatus imunisasi DPT-HB-HiBlengkap (OR=1,069), berstatus pemberian vitamin A lengkap (OR=1,189), dan memilikiibu berpendidikan tinggi (OR=1,779). Oleh karena itu diperlukan pengembanganprogram pencegahan pneumonia pada balita berdasarkan faktor-faktor risiko tersebut,serta penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu dan orang terdekat lain yang mengasuhbalita tentang gejala dan pencegahan pneumoniaKata kunci:Pneumonia, balita, DKI Jakarta
There are an estimated 120 million cases of pneumonia every year worldwide, resultingin as many as 1.3 million deaths. Every year pneumonia is always ranked as the leadingcause of death of infants and toddlers in Indonesia. This study aims to determine thefactors associated with the incidence of pneumonia in infants (12-59 months) in DKIJakarta Province. The study used secondary data from Riskesdas 2018. The researchdesign used was cross sectional. The results showed the proportion of the incidence ofpneumonia in toddlers was 5.7%. There is no statistically significant relationship betweentoddler characteristics and mother characteristics with the incidence of pneumonia. Theproportion of pneumonia is higher in toddlers aged 25-59 months (OR = 1.852), male(OR = 1.2), complete measles immunization status (OR = 1,448), complete DPT-HB-HiBimmunization status (OR = 1.069), complete vitamin A status (OR = 1.189), and havehighly educated mothers (OR = 1.779). Therefore it is necessary to develop a pneumoniaprevention program for toddlers based on these risk factors, as well as counseling to thecommunity especially mothers and other closest people who is taking care of toddlersabout the symptoms and prevention of pneumoniaKey words:Pneumonia, toddlers, DKI Jakarta.
Read More
S-10307
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clement Drew; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Evi Martha, Inggariwati, Ernawati
Abstrak: Penyakit COVID-19, yang etiologinya adalah virus korona SARS-CoV2, telah menjadi pandemi dan masuk ke Indonesia sejak Maret 2020. Virus ini menyerang sistem pernapasan tubuh dan menyebabkan kematian melalui mekanisme gagal napas. Indonesia memasuki tahun 2021 di peringkat ke-20 sedunia dalam jumlah kasus konfirmasi positif terbanyak, yakni dengan jumlah sebesar 751,270 kasus dan 22,329 kematian. Pemerintah Indonesia merespon dengan mengeluarkan berbagai kebijakan upaya preventif seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), 3M dan 3T. Namun angka kejadian dan kematian akibat COVID-19 masih terus meningkat. Penting untuk dapat ditelusuri faktor resiko yang dapat meningkatkan resiko kematian pasien positif COVID-19 dan bagaimanakah respon kepatuhan masyarakat akan implementasi upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini menelusuri efek dari usia lanjut (>=60 tahun), jenis kelamin, adanya gejala saluran pernapasan, gejala luar saluran pernapasan, riwayat komorbid seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal kronik, gangguan hati kronik, penyakit paru obstruktif kronik dan obesitas dengan analisis kohort retrospektif. Data analisis diperoleh dari penelusuran epidemiologis (PE) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta di lima wilayah DKI Jakarta sejak bulan Maret - September 2020. Sedangkan untuk respon kepatuhan masyarakat akan dinilai dari sudut pandang petugas kesehatan, yakni dengan diskusi kelompok bersama petugas Sudinkes dan puskesmas lima wilayah DKI Jakarta. Dari 35,463 sampel data PE Dinkes, diketahui ada 1017 kematian (2.87%). Analisis multivariat regresi logistik menunjukan bila usia lanjut (>=60 tahun) meningkatkan RR kematian sebesar 6.736 (95% IK 5.538 - 8.193), jenis kelamin laki-laki sebesar 1.305 (95% IK 1.113 - 1.529), adanya gejala saluran pernapasan sebesar 2.563 (95% IK 2.034 - 3.229), adanya gejala luar saluran pernapasan sebesar 2.485 (95% IK 1.965 - 3.142), riwayat gagal ginjal kronik sebesar 3.227 (95% IK 2.154 - 4.834), adanya riwayat hipertensi sebesar 4.396 (95% IK 3.196 - 6.047) dan riwayat diabetes mellitus sebesar 4.415 (95% IK 2.846 - 6.849). Persepsi petugas kesehatan akan kepatuhan masyarakat adalah seragam di lima wilayah, yakni kepatuhan dinilai baik pada masa awal pandemi dan semakin melonggar seiring berjalannya waktu. Hambatan yang ditemui pada umumnya berakar dari kurangnya pengetahuan masyarakat akan penyakit COVID-19 dan bagaimana untuk mencegahnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bila usia lanjut, jenis kelamin, gejala saluran pernapasan, gejala luar saluran pernapasan, riwayat hipertensi, diabetes mellitus dan gagal ginjal kronik meningkatkan resiko mortalitas pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta. Selain itu kepatuhan masyarakat dinilai petugas kesehatan semakin melonggar, sehingga upaya preventif primer yang dilakukan pemerintah perlu diperdalam dengan menjangkau dengan dialog kelompok-kelompok yang masih tidak patuh
Read More
T-6101
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luqman; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Inggariwati
Abstrak: Salah satu upaya untuk mengeluarkan Indonesia dari pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Data capaian vaksin primer COVID-19 di DKI Jakarta per Juli 2022 sudah sangat baik yaitu mencapai 106,5%, dengan 78% diantarnya ber KTP DKI. Tetapi dalam waktu yang sama kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta menembus angka 1.749 kasus per hari. Sehingga dalam studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19. Desain studi yang dipilih adalah case-control (1:1) dengan jumlah sampel sebanyak 5.574 responden yang terpilih dari data COVID-19 DKI Jakarta. Penegakkan sampel penelitian berdasarkan hasil positif atau negatif COVID-19 dengan RT-PCR. Hasil univariat menunjukkan sebagian besar responden kasus telah mendapat vaksin 2 kali (81,92%) dan jenis vaksin homolog (88,87%). Hasil analisis multivariat hubungan status vaksinasi dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil yang kontradiktif, dimana pada kelompok dengan status vaksinasi belum cukup (vaksin 1 kali atau belum vaksin) justru memberikan perlindungan dari infeksi COVID-19 sebesar 77,5%. Kemudian pada hasil analisis multivariat hubungan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil pada kelompok yang mendapat jenis vaksin homolog lebih berisiko terinfeksi COVID-19 sebesar 3,220 kali dibandingkan dengan kelompok yang telah mendapat jenis vaksin heterolog (95%CI: 0,033-0,045). Perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan desain studi yang berbeda atau menggunakan sumber data yang berbeda sebagai upaya memvalidasi hasil studi ini. Upaya menurunkan kasus COVID-19 dapat dilakukan dengan cara meningkatkan capaian program vaksinasi hingga dosis booster dengan metode heterolog pada populasi berisiko.
Read More
T-7502
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qonita Nur Salamah; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Nining Mularsih, Wahyu Manggala Putra
Abstrak:

Tuberkulosis sensitif obat (TB SO) salah satu penyakit infeksius penyebab kematian utama dunia. Terjadi peningkatan kematian pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor usia, jenis kelamin, status bekerja, klasifikasi lokasi anatomi, klasifikasi riwayat pengobatan, komorbid DM, dan status HIV dengan kematian pasien TB SO selama masa pengobatan di Provinsi DKI Jakarta. Metode : Desain studi penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan metode analisis survival Kaplan meier. Hasil : Hasil menunjukkan proporsi kematian pasien sebesar 4,5% dengan probabilitas kesintasan mencapai 90,1%. Faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kematian pasien adalah usia >40 tahun (Hazard Ratio (HR) 2,3; 95% Confidence Interval (95% CI) 1,925-2,629), jenis kelamin laki-laki (HR 1,2; 95% CI 1,047-1,396), pasien kambuh dan lainnya (HR 2,8; 95% CI 2,351-3,339), memiliki komorbid DM (HR 1,4; 95% CI 1,159-1,598), dan status positif HIV (HR 4,7; 95% CI 3,879-5,623). Kesimpulan : Faktor usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, komorbid DM, dan status HIV merupakan faktor kematian pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta. Saran berupa dilakukan audit penyebab kematian dan peningkatan standar prosedur layanan oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi direkomendasikan.


Drug-sensitive tuberculosis (TB SO) is one of the world's leading causes of death. There has been an increase in the deaths of TB SO patients in DKI Jakarta Province. Objective: This study aimed to determine the influence of age, gender, work status, anatomical location classification, treatment history classification, DM comorbidities, and HIV status on the death of TB SO patients during the treatment period in DKI Jakarta Province. Methods: The study design of this research was a retrospective cohort with the Kaplan-Meier survival analysis method. Results: The results showed that the proportion of patient deaths was 4.5% with survival probability was 90.1%. Factors of death were age >40 years (Hazard Ratio (HR) 2.3; 95% Confidence Interval (95% CI) 1.925-2.629), male gender (HR 1.2; 95% CI 1.047-1.396), patient relapse and others ( HR 2.8; 95% CI 2.351-3.339), having comorbid DM (HR 1.4; 95% CI 1.159-1.598), and HIV positive (HR 4.7; 95% CI 3.879-5.623). Conclusion: Age, gender, treatment history, comorbid DM, and HIV status are death factors of TB SO patients in DKI Jakarta Province. Suggestions in the form of an audit of the causes of death and improving standard service procedures by the Provincial Health Service are recommended.

Read More
T-6946
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vito Christian; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Inggariwati
Abstrak:
Pada tahun 2025, di Provinsi DKI Jakarta terjadi peningkatan kasus suspek campak pada anak umur 1-4 tahun dibandingkan tahun 2024, serta cakupan imunisasi MR anak umur 0-59 bulan belum mencapai target 95%. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih dalam tahap perkembangan sehingga risiko terkena campak dan mengalami komplikasi serius meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian campak pada anak umur 12-59 bulan di DKI Jakarta tahun 2025. Penelitian menggunakan desain penelitian cross-sectional dan data sekunder dari Form MR02 Campak/Rubella DKI Jakarta tahun 2025 dari Dinkes Provinsi DKI Jakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 1.572 anak suspek campak dan dianalisis dari analisis univariat hingga bivariat dengan uji chi-square. Khusus untuk analisis faktor status gizi, jumlah sampel adalah 380 anak yang memiliki data tinggi badan dan berat badan secara lengkap. Didapatkan prevalensi anak umur 12-59 bulan yang positif campak adalah sebesar 43,45%. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian campak pada anak umur 12-59 bulan adalah umur 24-59 bulan (PR: 1,301; 95% CI: 1,153–1,468), status imunisasi campak tidak lengkap (PR: 2,350; 95% CI: 2,000–2,761), dan status gizi buruk/kurang (PR: 1,281; 95% CI: 1,049–1,565). Sementara itu, faktor jenis kelamin, riwayat bepergian satu bulan terakhir, serta status gizi lebih/obesitas tidak memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian campak pada anak umur 12-59 bulan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi program pencegahandan pengendalian campak, khususnya program peningkatan cakupan imunisasi campak dan mendorong kesadaran orang tua dalam upaya pencegahan campak pada anak.

In 2025, DKI Jakarta Province experienced an increase in suspected measles cases among children aged 1-4 years compared to 2024, and the MR immunization coverage for children aged 0-59 months had not reached the 95% target. Children possess developing immune systems, which increases their risk of contracting measles and experiencing serious complications. This study aimed to determine the factors associated with measles occurrence among children aged 12-59 months in Jakarta in 2025. This study utilized a cross-sectional design and secondary data from the 2025 Jakarta Measles/Rubella MR02 Form, obtained from the DKI Jakarta Provincial Health Office. The total sample consisted of 1.572 children with suspected measles, analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Specifically for the nutritional status factor analysis, the sample size was 380 children who had complete height and weight data. The results showed that the prevalence of laboratory-confirmed positive measles among children aged 12-59 months was 43,45%. Factors significantly associated with measles occurrence in children aged 12-59 months were age 24-59 months (PR: 1,301; 95% CI: 1,153–1,468), incomplete measles immunization status (PR: 2,350; 95% CI: 2,000–2,761), and severely wasted/wasted status (PR: 1,281; 95% CI: 1,049–1,565). Meanwhile, gender, travel history within the past month, and overweight/obese status had no significant association with measles occurrence in children aged 12-59 months. This study is expected to provide valuable insights for measles prevention and control programs, particularly for programs aimed at increasing measles immunization coverage and encouraging parental awareness in childhood measles prevention efforts.
Read More
S-12283
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suyoko; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah, Suhardi
S-6884
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive