Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34515 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sania Fitria; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Siti Khalimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan gangguan mental emosional pada mahasiswa domisili kota Depok di masa pandemi COVID-19. Desain studi dari penelitian ini adalah cross-sectional dengan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi. Penelitian ini menggunakan data primer dalam bentuk google form yang disebar secara daring kepada mahasiswa.
Read More
S-10675
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gerald Bagus Aprilianto; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Ika Lastyaningrum
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang dampak perilaku merokok terhadap COVID-19, sikap keluarga dan teman atau rekan kerja terkait perilaku merokok, persepsi terhadap keterpaparan iklan rokok dan tingkat keterpaparan edukasi bahaya rokok dengan perubahan perilaku merokok penduduk dengan usia di atas 10 tahun dalam masa pandemic COVID-19 di Kota Bogor. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross-sectional dengan analisis bivariat dan stratifikasi. Populasi penelitian ini adalah perokok aktif seminimalnya tiga bulan sebelum pandemi COVID-19 atau tiga bulan sebelum mengisi kuesioner daring dengan usia di atas 10 tahun di Kota Bogor.
Read More
S-10632
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvi Ramadhenisa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Mohammad Baharuddin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan telekonsultasi dokter di masa pandemik COVID-19 pada penduduk DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data melalui survei. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2021 dengan unit analisis penelitian adalah individu berusia 20-29 tahun yang berkedudukan di wilayah DKI Jakarta. Diperoleh bahwa 74,9% penduduk DKI Jakarta tergolong memanfaatkan layanan telekonsultasi dokter di masa pandemic COVID-19, dengan 63,4% pengguna memanfaatkan lebih dari satu kali. Sebagian besar pengguna menggunakan layanan telekonsultasi dokter yang disediakan oleh platform teknologi kesehatan (Halodoc merupakan platform yang telekonsultasi dokternya paling sering digunakan) dan sisanya klinik, rumah sakit, dan dokter langganan.
Read More
S-10699
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vetty Yulianty Permanasari; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Besral, Mardiati Nadjib; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Tri Yunis Miko Wahyono, Anna Rozaliyani, Hasbullah Thabrany, Harimat Hendarwan
Abstrak:

Disertasi ini membahas estimasi biaya kesakitan dan respons pemerintah daerah dalam pembiayaan terkait pandemi COVID-19 di Kota Depok dan Kota Sukabumi pada tahun 2020-2022. Biaya pelayanan kesehatan untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang mencakup biaya langsung medis serta biaya tidak langsung dihitung secara komprehensif, berdasarkan kelompok usia, level keparahan penyakit, ada tidaknya morbiditas, serta penyedia layanan kesehatan (RS pemerintah dan RS swasta). Juga diukur biaya respons yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah terhadap pandemi COVID-19. Selain itu, studi ini juga mengukur kinerja dari respons pembiayaan pemerintah daerah pada enam bidang umum (Pelayanan kesehatan daerah; komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat; perlindungan sosial; peraturan perundang-undangan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi; keberlanjutan penyediaan layanan esensial; dan kegiatan ekonomi lokal) dengan menggunakan pendekatan Public Financial Management (PFM). Metode studi cost of illness dilakukan, dengan pendekatan bottom-up untuk keseluruhan biaya pelayanan kesehatan, dan pendekatan human capital untuk biaya tidak langsung. Sementara untuk biaya selain biaya pelayanan kesehatan, maka penghitungan dilakukan dengan pendekatan top-down. Lokus studi adalah di provinsi Jawa Barat yaitu di Kota Depok dan Kota Sukabumi. Responden untuk penelitian ini adalah 181 kasus konfirmasi sembuh dan 153 kasus konfirmasi meninggal. Juga dilakukan analisis pada dokumen peraturan perundang-undangan dan dokumen resmi lainnya yang dikeluarkan pemerintah daerah terkait respons pembiayaan terkait Pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data dengan pendekatan retrospektif (telaah dokumen rekam medis dan billing, wawancara informan dari pemerintah Kota Depok dan Kota Sukabumi serta telaah dokumen pemerintah pusat dan daerah dilakukan dalam studi ini. Hasil studi ini mendapatkan bahwa biaya medis langsung untuk per pasien sembuh mencapai Rp32 juta, dan untuk per pasien meninggal Rp56 juta, dengan pemicu biaya utama adalah perawatan di ICU dan usia dewasa, sementara faktor risiko utama kematian adalah level keparahan. Pasien dengan kondisi berat-kritis memiliki tingkat kematian 13,5 kali dibandingkan pasien kondisi ringan-sedang. Total biaya tidak langsung selama 3 tahun di Kota Depok adalah Rp 1,33 Triliun dan di Kota Sukabumi Rp 102 Miliar. Total biaya respons pemerintah daerah adalah Rp 179 miliar (Kota Depok) dan Rp 148 miliar (Kota Sukabumi). Estimasi total biaya kesakitan dan biaya respons pemerintah daerah selama 3 tahun adalah Rp 2,7 triliun (Kota Depok) dan Rp 333 miliar (Kota Sukabumi). Kinerja respons pembiayaan yang diukur dengan menilai kinerja manajemen keuangan publik di Kota Depok dan Kota Sukabumi selama tahun 2020-2022 menunjukkan kinerja yang sangat baik, namun hal ini tidak menentukan capaian level situasi pandemi, karena ada faktor-faktor lain yang berkontribusi. Studi ini merekomendasikan Model Sistem Respons Pemerintah Daerah.


 

This dissertation discusses cost of illness estimation and local government response in financing the pandemic COVID-19 in Depok and Sukabumi City in 2020-2022. Healthcare costs of confirmed cases which recovered and death including direct medical costs and indirect costs incurred during the COVID-19 pandemic are measured comprehensively, based on age groups, disease severity, morbidity existence, and health service providers ownership status (government or private). Cost of response to pandemic COVID-19 spent by the local government is also measured. In addition, this study also measures the performance of the local government response in financing in six general areas (regional health service capacity; community awareness and empowerment; social protection; legislation to prevent and control infections; sustainability of the provision of essential services, and local economic activities) by using Public Financial Management (PFM) approach. The cost of illness study method is conducted, with a bottom-up approach for all healthcare costs, and human capital approach for estimating the indirect costs. As for the calcualtion of the costs of response to pandemic COVID-19 spent by the local government, it is done with a top-down approach. The locus of study is in West Java Province: Depok dan Sukabumi City. Respondents for this study were 181 recovered confirmed cases and 153 death confirmed cases. An analysis was also carried out on the statutory documents and other official documents issued by the local government related to the financing response related to Covid-19 pandemic. Data collection methods using a retrospective approach (review of medical records and billing documents, local government staffs interview), and review of central and local government documents were carried out in this study. The results showed that direct medical costs per patient recovered reached IDR 32 million, and per patient died IDR 56 million, with the main cost drivers ‘being treatment in the ICU’ and ‘older age’, while the main risk factor for death was ‘severity level’. Patients with severe-critical conditions have a death rate of 13.5 times compared to patients with mild-moderate conditions. The total indirect costs for 3 years in Depok City are IDR 1.33 trillion and in Sukabumi City IDR 102 billion. The total cost of the local government's response was IDR 179 billion (Depok City) and IDR 148 billion (Sukabumi City). The estimated total Cost of Illness of Covid-19 over 3 years is IDR 2.7 trillion (Depok City) and IDR 333 billion (Sukabumi City). The performance of the financing response as measured by assessing the performance of public financial management in Depok City and Sukabumi City during 2020-2022 shows very good performance, however this does not determine the level achieved in the pandemic situation, because there are other factors that contribute. This study recommends a Model of Local Government Response System.

 

 

Read More
D-528
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elis Anita Sari; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Emma Hermawanti, Ary Susanti
Abstrak: Adanya perbedaan sudut pandang hasil penelitian ini kemungkinan dikarenakan perbedaan variasi data yang dipakai saat analisa, namun demikian data iklim dan data kejadian DBD yang dipakai untuk analisa disetiap tahunnya telah terdistribusi normal, artinya hasil penelitian disetiap tahun lebih mewakili daripada dikeseluruhan musim. Suhu udara yang tinggi saat musim kemarau, akan berpengaruh terhadap naiknya kejadian DBD disetiap tahunnya. Begitu juga dengan curah hujan yang tinggi saat musim hujan, akan berpengaruh terhadap naiknya kejadian DBD disetiap tahunnya. Hubungan ini kemungkinan terjadi karena suhu yang panas saat musim kemarau akan mempercepat inkubasi nyamuk, sedangkan tingginya curah hujan saat musim hujan akan menambah peluang perindukan nyamuk karena air yang tergenang.
Read More
S-10115
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Wulandari; Promotor: Ahmad Syafiq; Kopromotor: Tria Astika Endah Permatasari; Penguji: Besral, Kusharisupeni Djokosujono, Emi Nurjasmi, Kodrat Pramudho, Sobar Darmadja
Abstrak:
Permasalahan gizi pada ibu hamil di Indonesia yang paling dominan adalah anemia dan kurang energi kronis. Intervensi telah dilakukan dengan pemberian tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan selama kehamilan, namun tingkat konsumsinya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai intervensi pemberian edukasi menggunakan aplikasi catin sehat yang telah disusun pada masa prakonsepsi terhadap status gizi pada masa kehamilan. Populasi dalam penelitian ini adalah calon pengantin wanita di Puskesmas Wilayah Kota Depok pada tahun 2023, dengan total sampel yaitu 100 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji t dependen menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan intervensi pada masa calon pengantin wanita yang kemudian diukur pasca pemberian intervensi yakni pada masa kehamilan trimester I terdapat rata-rata peningkatan status gizi pada tiga indikator yaitu rata-rata; kadar hemoglobin meningkat 1,64 g/dL, indeks massa tubuh meningkat 2,51 kg/m2, dan lingkar lengan tengah atas meningkat 0,51 cm, sedangkan ketiga indikator pada kelompok kontrol rata-rata cenderung menurun. Efektivitas pemberian modul edukasi Aplikasi Catin Sehat dalam meningkatkan kadar haemoglobin sebesar 13.5% dan efektivitas dalam meningkatkan indeks massa tubuh sebesar 14.7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi kehamilan pada calon pengantin, akan berdampak pada perilaku konsumsi makanan dan meningkatkan status gizi yakni kadar haemoglobin dan indeks massa tubuh pada masa kehamilan. Edukasi mengenai persiapan gizi kehamilan yang diberikan kepada calon pengantin atau pada masa pra konsepsi, merupakan langkah strategis dan awal dalam mencegah kekurangan gizi pada masa kehamilan.

The most dominant nutritional problems among pregnant women in Indonesia are Anemia and chronic energy deficiency. Interventions have been carried out by administering blood supplement tablets and providing additional food during pregnancy, but the level of consumption is not optimal. This study aims to assess educational interventions using educational modules during the preconception period on nutritional status during pregnancy. The population in this study were prospective brides at the Depok City Regional Health Center in 2023, with a sample size of 100 people. The results of the study based on the dependent t test showed that in the group given the intervention during the bride's period which was then measured after the intervention was given, namely during the first trimester of pregnancy, there was a potential average increase in nutritional status in three indicators, namely average; Hemoglobin levels increased by 1.64g/dL, body mass index increased by 2.51kg/m2, and mid-upper arm circumference increased by 0.51cm, while the three indicators in the control group tended to decrease on average. The effective improvement is 14.7% and 13.4%. The conclusion of this research is that providing education regarding the provision of pregnancy nutrition to prospective brides and grooms will have an impact on food consumption behavior and improve nutritional status during pregnancy. Education regarding pregnancy nutritional preparation given to prospective brides and grooms or during the preconception period is a strategic and initial step in preventing malnutrition during pregnancy.
Read More
D-512
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surya Ede Darmawan; Promotor: Purnawan Junadi; Ko Promotor: Adang Bachtiar, Mardiati Nadjib; Penguji: Anhari Achadi, Amal C. Sjaaf, Soekidjo Notoatmodjo, Trihono, Nana Mulyana, Kodrat Pramudho
D-251
Depok : FKM-UI, 2011
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathanaet Putranto; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Iyin Listiyowati
Abstrak: Bakteri Escherichia coli banyak ditemukan mengkontaminasi makanan jajanan anaksekolah dasar yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit diare. Makananjajanan berisiko tinggi terkontaminasi bakteri E.coli karena diolah dan disajikan dalamkeadaan tidak higiene. Kelurahan Sempur di Kota Bogor adalah daerah tertinggi angkakejadian diarenya pada tahun 2016 dan berdasarkan penelitian yang dilakukan Aqmarina(2014), sebanyak 64,3% sampel makanan jajanan di salah satu Kelurahan Kota Bogorterkontaminasi bakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antarahubungan E.coli pada makanan jajanan dengan diare akut pada anak SD di KelurahanSempur Kota Bogor Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionaldengan metode kuesioner, observasi, serta pengambilan sampel makanan jajanankemudian dilakukan dengan analisis bivariat. Proses pengumpulan data dilakukan padabulan Mei 2019 dengan 132 responden dan 30 sampel makanan jajanan. Berdasarkananalisis statistik, hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikanantara keberadaan bakteri E.coli dalam makanan jajanan dengan kejadian diare akut padaanak SD (p= 0,016 ; OR=2,522). Jenis makanan jajanan juga berhubungan signifikandengan kejadian diare akut (p=0,048 ; OR=2,124). Kebiasaan cuci tangan jugaberhubungan signifikan dengan kejadian diare akut (p=0,031 ; OR=2,304). Sedangkanfrekuensi jajan dan sarana tempat sampah tidak terdapat hubungan yang signifikandengan kejadian diare akut.
Kata kunci : Anak Sekolah Dasar, Diare, Escherichia coli, Makanan jajanan.
Read More
S-10197
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irasdinar Yugitama Irawan; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Iyin Listiyowati
S-10196
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pitri Noviadi; Promotor: I Made Djaja; KoPromotor: Syahrul Meizar Nasri, Jenny Bashirudin; Penguji: Sudijanto Kamso, L. Meily Kurniawidjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Dewi Rahayu, Sony P. Warouw, Dwi Susilowati
D-363
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive