Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39606 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cindy Clarissa Ghani; Pembimbing: Tri Krianto Karjoso; Penguji:Caroline Endah Wuryaningsih, Evelyn Hotma Fransisca Tamba
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi kerentanan dan keparahan mereka terhadap COVID-19, bagaimana motivasi personal dan motivasi sosial mereka dalam melakukan physical distancing, serta bagaimana praktik perilaku physical distancing yang dilakukan mereka. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode Rapid Assessment Procedure (RAP) dengan melakukan wawancara mendalam dan penelusuran melalui media sosial terhadap 9 informan yang merupakan masyarakat dewasa muda, serta wawancara mendalam terhadap orang terdekat seperti keluarga, sahabat, atau kekasih dari informan.
Read More
S-10755
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Butet Hanis; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Rita Damayanti, Dewi Damayanti
Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik masyarakat dewasa Kecamatan Cinere. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. 196 masyarakat dewasa Kecamatan Cinere berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner daring yang disebarkan lewat media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa 75% masyarakat dewasa Kecamatan Cinere masih kurang beraktivitas fisik. Persepsi manfaat dan hambatan aktivitas fisik, jenis kelamin, IMT, dukungan keluarga dan teman merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik.
Read More
S-10716
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zamzimiyati Rohma; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Yuni Astuti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi cross- sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 176 sampel yang merupakan masyarakat usia >18 tahun dan berdomisili di Kecamatan Ciracas yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan responden terhadap COVID-19 cukup baik yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 77,59 dari skala 100. Sebesar 52,8% responden memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan sebesar 47,2% responden memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang kurang baik.
Read More
S-10686
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisrina Sajid Nurutami; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Rosidah
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di dalam rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Cibodasari Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode multistage sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan jumlah responden yaitu 106 kepala keluarga. Pada penelitian ini, analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian kecil responden yang merokok di dalam rumah, merokok di ruang tamu dan ruang keluarga ketika santai, setelah makan, dan saat menonton televisi.
Read More
S-10842
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eriando Rizky Septian; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Rita Damayanti, Dian Ayubi, Eva Rahmi Kasim, Siti Khalimah
Abstrak:
Pada masa pandemi COVID-19 angka penularan semakin meningkat, yang diikuti dengan peningkatan risikonya. Mereka yang paling berisiko perlu dilindungi, salah satunya adalah Anak dengan Disabilitas. Sebagai salah satu kelompok yang memiliki beban ganda (Double Burden), Anak dengan disabilitas memerlukan penanganan yang lebih di masa pandemi COVID-19 untuk memastikan mereka terlindungi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai bagaimana perilaku pengasuh utama anak dengan disabilitas dalam pencegahan dan penanganan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan teori health belief model (HBM). Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam terhadap pengasuh utama Anak dengan Disabilitas, dan selanjutnya dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan gambaran perilaku kesehatan pengasuh utama Anak dengan Disabilitas yang sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan anaknya dengan sebaik mungkin. Perilaku kesehatan pengasuh utama Anak dengan Disabilitas secara umum dipengaruhi oleh disabilitas anaknya dan kondisi ekonomi. Pengasuh utama anak dengan disabilitas mampu melindungi anaknya dari COVID-19 dengan dukungan dari keluarga, komunitas, hingga pemerintah. Informasi mengenai risiko, dampak, dan mitigasi COVID-19 upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 pada Anak dengan Disabilitas masih terbatas dan sehingga upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 hanya berdasarkan kemampuan masing-masing pengasuh utama Anak dengan Disabilitas. Pemerintah perlu mengoptimalkan program dan kebijakan yang sudah dibuat untuk memastikan Anak dengan Disabilitas dapat tetap terlindungi dalam masa pandemi COVID-19. Kata kunci: perilaku kesehatan, Anak dengan Disabilitas, disabilitas, COVID-19

During the COVID-19 pandemic, the number of infections is increasing. As the number of infections increases, the risk increases. Those who are most vulnerable need to be protected, one of which is children with special needs. As a group that has a double burden, Children with Special Needs require more handling during the COVID-19 pandemic to ensure they are protected. This research aims to get the data and informations regarding the primary cargivers’ behavior of children with disability to protect and handle their Children during COVID-19. This research design uses a qualitative design with a theoretical approach to health belief model (HBM). Data was collected by using in-depth interviews with the main caregivers of children with special needs. The health behavior of the primary caregiver for Children with Disabilities is generally influenced by their child's disability and economic conditions. Primary caregivers of children with disabilities are able to protect their children from COVID-19 with support from families, communities, and the government. Information regarding the risks, impacts, and mitigation of COVID-19, efforts to prevent and handle COVID-19 in Children with Disabilities is still limited and so that efforts to prevent and handle COVID-19 are only based on the ability of each primary caregiver for Children with Disabilities. The government needs to optimize the programs and policies that have been made to ensure that Children with Disabilities can remain protected during the COVID-19 pandemic. Keywords: health behavior, children with special needs, disabilities, COVID-19
Read More
T-7517
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfaizah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryanigsih; Penguji: Dian Ayubi, Dadang Suhermawan
Abstrak: Studi pada penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan dari determinan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan model kepercayaan kesehatan pada masyarakat kelompok usia >15 tahun di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 315 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling berpartisipasi dengan melakukan pengisian kuesioner berbasis online melalui google form.
Read More
S-10692
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhani Syahputra Bukit; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Evi Martha, Dian Ayubi, Dwi Adi Maryandi, Husein Habsyi
T-4142
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annesya Yusvita Iskandar; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Yusef Gunawan
Abstrak:
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi konsumsi minuman manis ≥1 kali per hari tertinggi terdapat pada anak usia 5–9 tahun (53%), usia 3–4 tahun (51,4%), dan 10–14 tahun (50,7%). Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua terhadap konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua dalam membatasi konsumsi MBDK pada anak sekolah dasar di SDN X Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi tertutup pada informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan orang tua memiliki pengetahuan dasar mengenai definisi, jenis, dan dampak MBDK, tetapi pengetahuan mereka terkait label nilai gizi masih kurang. Orang tua juga memiliki sikap tidak mendukung terhadap konsumsi MBDK. Terdapat ragam praktik pencegahan yang dilakukan oleh orang tua seperti nasihat, peringatan tegas, substitusi minuman sehat, hingga pembatasan uang jajan pada anak. Di sisi lain, seluruh informan tidak menerima informasi mengenai MBDK dari sekolah. Oleh karena itu disarankan kepada sekolah untuk menyelenggarakan edukasi rutin kepada orang tua siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka sebagai salah satu upaya pencegahan konsumsi MBDK berlebih pada siswa sekolah dasar.

The 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023) shows that daily consumption of sweetened beverages (≥1 time/day) is highest among children aged 5–9 years (53%), followed by those aged 3–4 years (51.4%) and 10–14 years (50.7%). Previous studies have indicated a link between parental knowledge, attitudes, and practices and children's consumption of sugar-sweetened packaged beverages. This qualitative study aimed to explore parental knowledge, attitudes, and practices in limiting SSBs consumption among elementary students at SDN X Bogor Regency. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observation with purposively selected informants. Findings revealed that parents had basic knowledge about the definition, types, and health impacts of SSBs, but limited understanding of nutrition labels. Most parents showed unsupportive attitudes toward SSBs consumption. Preventive practices included giving advice, firm warnings, providing healthier alternatives, and limiting pocket money. However, none of the parents had received SSB-related information from the school. This study suggests that school should implement regular educational programs for parents to improve their knowledge and attitudes, as a preventive strategy against excessive SSB consumption among elementary school children.
Read More
S-11896
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luh Putu Ari Dewiyanti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Yoslien Sopamena, Suhesti Dumbela, Irfani Nugraha
Abstrak:
Intervensi pre-exposure prophylaxis (PrEP) di Indonesia telah diimplementasikan sejak tahun 2021, namun cakupan penggunaannya masih rendah. Di DKI Jakarta sebagai provinsi dengan capaian PrEP tertinggi secara nasional, masih terdapat kesenjangan antarwilayah, di mana Jakarta Selatan telah melampaui target capaian (131%), sementara Jakarta Timur masih berada di bawah target (61%). Penelitian ini bertujuan memahami perilaku pengambilan keputusan penggunaan PrEP pada kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi pada LSL pengguna dan non-pengguna PrEP, serta tenaga kesehatan dan petugas lapangan sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan penggunaan PrEP merupakan proses yang dinamis dan tidak linear, dipengaruhi oleh interaksi antara informasi, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, sikap, norma subjektif, motivasi, dan keterampilan perilaku. Pengguna dan non-pengguna PrEP sama-sama memiliki kesadaran terhadap HIV dan sikap positif terhadap PrEP, namun berbeda dalam memaknai risiko, kebutuhan penggunaan, dan kemampuan mengintegrasikan PrEP dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna PrEP menunjukkan pemahaman risiko yang lebih reflektif serta keterampilan perilaku yang mendukung navigasi layanan, kepatuhan, dan adaptasi terhadap hambatan penggunaan. Sebaliknya, non-pengguna cenderung merasionalisasi risiko melalui rasa aman subjektif dan strategi pencegahan lain sehingga PrEP belum dipandang sebagai kebutuhan yang relevan. Temuan juga menunjukkan bahwa perbedaan capaian penggunaan PrEP antarwilayah berkaitan dengan pengalaman layanan, fleksibilitas program, dan dukungan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan PrEP pada kelompok LSL tidak hanya dipengaruhi akses informasi dan kesadaran risiko HIV, tetapi juga proses pemaknaan risiko, dukungan sosial, pengalaman layanan, dan keterampilan perilaku. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan PrEP perlu dilakukan melalui pendekatan berbasis tahapan pengambilan keputusan, komunikasi risiko yang lebih kontekstual, serta penguatan kualitas layanan dan pendampingan berbasis komunitas.

Pre-exposure prophylaxis (PrEP) has been implemented in Indonesia since 2021, however, its uptake remains low. In DKI Jakarta, which has the highest national PrEP coverage, disparities persist across regions, with South Jakarta exceeding its target coverage (131%) while East Jakarta remains below target (61%). This study aimed to explore the decision-making behavior related to PrEP use among men who have sex with men (MSM) in East and South Jakarta. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design and thematic analysis. Data were collected through in-depth interviews and observations involving MSM PrEP users and non-users, supported by healthcare workers and outreach officers as key informants. The findings showed that decision-making regarding PrEP use is a dynamic and non-linear process influenced by the interaction of information, perceived susceptibility, perceived barriers, attitudes, subjective norms, motivation, and behavioral skills. Both PrEP users and non-users demonstrated awareness of HIV and positive attitudes toward PrEP; however, they differed in how they interpreted risk, perceived the need for PrEP, and integrated PrEP into their daily lives. PrEP users showed more reflective risk perceptions and stronger behavioral skills related to service navigation, adherence, and adaptation to barriers. In contrast, non-users tended to rationalize risk through subjective feelings of safety and reliance on alternative prevention strategies, leading PrEP to be perceived as less relevant to their needs. The findings also indicated that disparities in PrEP uptake across regions were associated with differences in service experience, program flexibility, and community support. This study concludes that PrEP use among MSM is influenced not only by access to information and HIV risk awareness, but also by risk interpretation, social support, service experience, and behavioral skills. Therefore, efforts to increase PrEP uptake should incorporate decision-making stage-based approaches, more contextualized risk communication, and strengthened service quality and community-based support
Read More
T-7539
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farhan Rafif Hanafi; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Sri Lenita
Abstrak:

Latar Belakang : Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah dengan melakukan pengukuran dengan hasil tekanan darah sistolik sebesar ≥ 140 mmhg dan tekanan diastolic sebesar ≥ 90 mmhg. Umumnya penderita hipertensi tidak menyadari dirinya terkena hipertensi karena hipertensi seringkali tanpa adanya gejala, oleh karena itu hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Di Indonesia kasus hipertensi terus mengalami kenaikan berdasarkan laporan Riskesdas dari tahun 2007, 2013, 2018. Berdasarkan laporan Riskesdas 2018 prevalensi penderita hipertensi diatas 17 tahun sebesar 34,1%. Provinsi DKI Jakarta sendiri masuk kedalam 10 provinsi dengan kasus hipertensi yang tinggi berdasarkan laporan Riskesdas 2018. Estimasi penderita hipertensi di DKI Jakarta tahun 2020 sebanyak 2.671.915 kasus. Kota Jakarta Selatan menempati urutan ketiga daerah dengan penderita hipertensi terbanyak. Sebuah penelitian menunjukkan adanya pergeseran usia penderita hipertensi ke usia dewasa. Factor penyebab hipertensi pada usia dewasa adalah perilaku hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan pola konsumsi yang tidak sehat. Pemerintah Indonesia membentuk suatu gerakan sebagai penanganan terhadap hipertensi yang disebut CERDIK yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada pengunjung puskesmas dan juga peserta vaksinasi COVID-19. Analisis univariat digunakan untuk melihat karakteristik responden dan analisis bivariant menggunakan chi square digunakan untuk melihat hubungan antara perilaku sehat dengan kejadian hipertensi. Hasil : Didapati mayoritas responden sudah melakukan perilaku sehat (CERDIK) dengan baik. Terdapat hubungan antara perilaku sehat (CERDIK) dengan kejadian hipertensi dengan nilai signifikansi 0,006. Kesimpulan : Perilaku sehat yang dilakukan secara terintegrasi dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat usia 18-45 tahun di Puskesmas Kecamatan Pancoran. Hal ini dapat menjadi pertimbangan Puskesmas Kecamatan Pancoran untuk memberikan penyuluhan mengenai perilaku sehat bukan hanya kepada kaum lansia tetapi juga kelompok usia dewasa.


 

Backgorund: Hypertension is a condition in which blood pressure is measured with a systolic blood pressure of ≥ 140 mmHg and a diastolic pressure of ≥ 90 mmHg. Generally, people with hypertension are not aware that they have hypertension because hypertension is often without any symptoms, therefore hypertension is often referred to as a silent killer. In Indonesia cases of hypertension continue to increase based on Riskesdas reports from 2007, 2013, 2018. Based on the 2018 Riskesdas report the prevalence of hypertension sufferers over 17 years is 34.1%. DKI Jakarta Province itself is included in the 10 provinces with high cases of hypertension based on the 2018 Riskesdas report. It is estimated that hypertension sufferers in DKI Jakarta in 2020 are 2,671,915 cases. South Jakarta City ranks third in the area with the most hypertension sufferers. A study shows that there is a shift in the age of people with hypertension to adulthood. Factors causing hypertension in adulthood are unhealthy lifestyle behaviors such as smoking habits, lack of physical activity, and unhealthy consumption patterns. The Indonesian government formed a movement as a treatment for hypertension called CERDIK which stands for Routine health checks, Get rid of cigarette smoke, Diligent physical activity, Balanced diet, Get enough rest, and Manage stress.  Methods : This research is a quantitative research with cross sectional research design. The sampling method used is purposive sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires to visitors to puskesmas and also participants in the COVID-19 vaccination. Univariate analysis was used to see the characteristics of respondents and bivariant analysis using chi square was used to see the relationship between healthy behavior and the incidence of hypertension.  Result : It was found that the majority of respondents had practiced healthy behavior (CERDIK) well. There is a relationship between healthy behavior (CERDIK) and the incidence of hypertension with a significance value of 0.006.  Conclusion : Healthy behavior that is carried out in an integrated manner can affect the incidence of hypertension in people aged 18-45 years at the Pancoran District Health Center. This can be a consideration for the Pancoran District Health Center to provide counseling on healthy behavior not only to the elderly but also the adult age group.

Read More
S-12285
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive