Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39976 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Imania Al-Faiza Nurfigni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 terhadap kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ. Variabel dependen penelitian ini adalah kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan variabel independennya adalah aspek penerapan manajemen K3 (kepemiminan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta komunikasi dan koordinasi pekerja). Penelitian ini merupakan penelitiana dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juli 2021 dengan metode pengisian kuesioner, wawancara dan observasi lapangan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini melibatkan 163 pekerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang paling memenuhi dalam penerapan manajemen K3 adalah variabel partisipasi pekerja, dan yang paling tidak memenuhi adalah variabel pendidikan dan pelatihan, serta kepatuhan keselamatan pekerja di proyek konstruksi PT.XYZ dikategorikan patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan (p = 0,026) dengan kepatuhan keselamatan pekerja, sedangkan kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, evaluasi dan perbaikan program, komunikasi dan koordinasi pekerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan keselamatan pekerja.
Read More
S-10797
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vena Adrianti Ningrum; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 dan kepatuhan keselamatan pekerja pada pekerja harian di Proyek X. Variabel dependen dari penelitian ini merupakan kepatuhan keselamatan pekerja. Untuk variabel independen dari penelitian ini adalah penerapan manajemen K3 yang dilihat berdasarkan 7 aspek, yaitu kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta koordinasi dan komunikasi. Desain penelitian cross sectional dengan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan kepada 105 orang pekerja harian di Proyek X pada bulan Juni-Juli 2021. Analisis yang dilakukan adalah univariat menggunakan SPSS.
Read More
S-10668
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Fajrianti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ferry Hermawan, Kusumo Drajad Sutjahjo
Abstrak:
Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan elemen penting dalam memastikan keselamatan kerja pada proyek konstruksi sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya SMKK berdasarkan Work Breakdown Structure (WBS), mengevaluasi alokasi biaya SMKK pada proyek konstruksi sipil, dan mengidentifikasi hubungan antara biaya SMKK dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan pada satu proyek bendungan dengan perhitungan ulang biaya berdasarkan WBS dan 20 proyek konstruksi sipil (gedung bertingkat, bendungan & irigasi, jalan & jembatan) tahun 2020–2023. Data dianalisis melalui dokumen proyek dan validasi oleh lima pakar keselamatan konstruksi menggunakan metode diskusi terfokus untuk memastikan relevansi identifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi biaya sesuai Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Uji statistik Spearman digunakan untuk mengkaji hubungan biaya SMKK dan kecelakaan kerja. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis WBS memungkinkan identifikasi kebutuhan spesifik dan alokasi biaya yang lebih akurat. Personel keselamatan mencatat alokasi terbesar (24,61%), sedangkan asuransi memiliki alokasi terkecil (0%). Rasio biaya SMKK per Rp1 miliar lebih proporsional dibandingkan persentase terhadap nilai kontrak, terutama untuk proyek besar. Korelasi antara biaya SMKK dan kecelakaan kerja tidak signifikan (p>0,05), tetapi proyek dengan alokasi SMKK lebih tinggi menunjukkan penurunan kecelakaan serius. Penelitian ini merekomendasikan pengaturan berbasis rasio biaya SMKK, prioritas pada pelatihan keselamatan, dan evaluasi cost-benefit penerapan SMKK dalam proyek konstruksi.

The cost of Construction Safety Management Systems (SMKK) is a critical element in ensuring workplace safety in civil construction projects. This study aims to analyze SMKK costs based on the Work Breakdown Structure (WBS), evaluate the allocation of SMKK costs in civil construction projects, and identify the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The research was conducted on one dam project with a recalculation of costs based on WBS and 20 civil construction projects (high-rise buildings, dams & irrigation, roads & bridges) from 2020–2023. Data were analyzed through project documents and validated by five construction safety experts using a focused group discussion method to ensure the relevance of risk identification, risk control, and cost allocation in accordance with Permen PUPR No. 8 of 2023. Spearman’s statistical test was used to examine the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The results show that the WBS-based approach enables the identification of specific needs and more accurate cost allocation. Safety personnel recorded the largest allocation (24.61%), while insurance had the smallest allocation (0%). The SMKK cost ratio per IDR 1 billion was found to be more proportional compared to a percentage of the contract value, especially for large-scale projects. The correlation between SMKK costs and workplace accidents was not statistically significant (p>0.05), but projects with higher SMKK allocations showed a reduction in serious accidents. This study recommends regulation based on SMKK cost ratios, prioritization of safety training, and a cost-benefit evaluation of SMKK implementation in construction projects.
Read More
T-7226
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fidia Siamyarwati; Pembimbing: Hendra
S-3288
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Didik Swardi J.B. Budoyo; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Temajaya, Aswan Hery Putra
S-8522
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irna Anggun Fatiqa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Bimo Prasetyo; Aryo Wibowo
Abstrak:
Industri konstruksi di Indonesia menyerap tenaga kerja sebanyak 8,7 juta orang pada tahun 2023, dimana konstruksi dikenal sebagai pekerjaan berisiko tinggi dan merupakan penyumbang kecelakaan terbesar kedua di Asia. Iklim keselamatan merupakan salah satu faktor kunci dalam mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini fokus menganalisis iklim keselamatan manajemen dan iklim keselamatan pekerja di sebuah proyek konstruksi. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methode dimana total partisipan berjumlah 235 responden dan 26 informan kunci. Data dikumpulkan dengan menggunakan Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) dan wawancara mendalam. Analisa intersection antara data kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa terdapat ketidakkonsistenan pada tiap kategori iklim keselamatan. Pada iklim keselamatan manajemen, meskipun skor tertinggi diperoleh dimensi pemberdayaan keselamatan manajemen, namun dari hasil kualitatif diperoleh bahwa dimensi ini memiliki persepsi kurang paling tinggi. Pada iklim keselamatan pekerja, analisa intersection menunjukkan bahwa dimensi prioritas keselamatan pekerja dan dimensi kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan kerja memiliki persepsi kurang paling rendah. Perlu dilakukannya strategi peningkatan melalui evaluasi dan pengembangan sistem manajemen serta komunikasi keselamatan.

The construction industry in Indonesia absorbs a workforce of 8.7 million people in 2023, where construction is known as a high-risk job and is the second largest contributor to accidents in Asia. Safety climate is one of the key factors in preventing work accidents. This research focuses on analyzing the management safety climate and worker safety climate in a construction project. The research design used was a mixed method where the total participants were 235 respondents and 26 key informants. Data was collected using the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) and in-depth interviews. Intersection analysis between quantitative and qualitative data shows that there are inconsistencies in each safety climate category. In the management safety climate, although the highest score was obtained for the management safety empowerment dimension, from the qualitative results it was found that this dimension had the highest lack of perception. In the worker safety climate, the intersection analysis shows that the worker safety priority dimension and the dimension of trust in the effectiveness of the work safety system have the lowest perception. It is necessary to carry out improvement strategies through evaluation and development of safety management and communication systems.
Read More
T-7059
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djuanidi, Nungki Agusti
Abstrak: PT. Deraya Air merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi udara, dimana dalam setiap proses produksi mempunyai risiko kecelakaan kerja cukup tinggi. Pekerjaan di Hangar/shelter ini digunakan untukmelakukan perawatan pesawat dengan skala tertentu sesuai dengan aturan yangtelah ditetapkan peruntukannya, tidak terlepas dari kondisi keadaan tersebutdiatas.Persepsi karyawan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu terusdi budayakan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan peralatan.Untuk mengetahui gambaran persepsi karyawan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bekerja di hangar/shelter PT.Deraya Air Jakarta, maka dilaksanakan penelitian kuantitatif yang bersifatdeskriptif, yang dibatasi pada pekerja yang bekerja di hangar/shelter PT. DerayaAir Jakarta Tahun 2012 dengan jumlah sampel adalah seluruh populasi yang adasebanyak 58 orang. Variabel K3 yang akan diteliti antara lain : Kebijakan K3,Program Pengendalian Bahaya, Pelatihan K3 dan Alat Pelindung Diri (APD).Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara keseluruhan persepsi sebagian besar karyawan PT. Deraya Air yang bekerja dihanggar terhadappenerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan menggunakan 4 varia beladalah baik (74,1%).Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak manajemen PT. DerayaAir Jakarta untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan monitoring, evaluasi dan sosialisasi serta pelatihan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kualitas yang baik danmeningkatkan kinerja menuju level dengan standarisasi ISO 9001:2008 maupunOHSAS 18001:2007.Daftar Pustaka : 22 (1984-2012)
PT. Deraya Air is a company engaged in the field of air transport, which in everyproduction process has a high risk of accidents. Work at Hangar / shelter is usedfor the maintenance of aircraft with a certain scale in accordance with theestablished rules of allocation, not the circumstances regardless of the conditionsabove.Employee perceptions about the Occupational Safety and Health needs tocontinue in safety culture to deal with the advent of technology and equipment.To find a picture of employee perceptions of the implementation of OccupationalHealth and Safety working in the hangar / shelter PT. Deraya Air Jakarta, thenconducted a descriptive quantitative research, which is limited to workersemployed in the hangar / shelter PT. Deraya Air Jakarta in 2012 with a sample ofthe entire population there are as many as 58 people. Occupational Health andSafety variables that will be examined include: Policy of Occupational Safety andHealth, Hazard Control Program, Occupational Safety and Health Training andPersonal Protective Equipment (PPE).The survey results revealed that overall perception of most employees of PTDeraya Air at hangar working towards the implementation of Health and Safety atWork by using the 4 variables was good (74.1%).From the results of this study suggested to the management of PT. Deraya AirJakarta to improve the implementation of monitoring, evaluation anddissemination and training on Occupational Health and Safety . Provision ofPersonal Protective Equipment (PPE) with good quality and enhance theperformance to the level of the standards ISO 9001:2008 and OHSAS18001:2007.Bibliography: 22 (1984-2012)
Read More
S-7616
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samy Awaludin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Fatma Lestari, Devie Fitri Octaviani, Yuni Kusminanti
Abstrak:

ABSTRAK Proyek adalah sekumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai hasil akhir tertentu yang cukup penting bagi kepentingan pihak manajemen. Proyek tersebut salah satunya meliputi proyek konstruksi. Proses pembangunan proyek konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Tenaga kerja di sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dari nilai-nilai efektifitas penerapan SMK3 terhadap tingkat kecelakaan kerja di PT GPS Batam dan juga mengetahui tingkat efektifitas kinerja K3 di PT GPS Batam dan perbandingannya dengan stardar SMK3 yang dipakai oleh PT GPS Batam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional, dilakukan verifikasi dan review ‘in depth’ terhadap tingkat pencapaian elemen-elemen SMK3. Identifikasi kesesuaian penerapan ini salah satunya adalah dengan cara melakukan suatu audit terhadap implementasi SMK3, hubungan antara tingkat pemenuhan program dan target di dalam leading indikator terhadap tingkat lagging indikator yang telah dicapai oleh PT GPS. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan SMK3 berdasarkan elemen-elemen OHSAS 18001 telah dilaksanakan dengan sangat baik dengan tingkat pencapaian persentase kesesuaian sebesar 95%. Efektifitas implementasi SMK3 dengan pencapaian tingkat leading indikator yang bersifat pencegahan telah berhasil menurunkan angka lagging indicator menjadi nol (0) untuk kategori MTI, RWI dan LTI pada periode tahun 2011 dan 2012.

 ABSTRACT Project is some activities with the aim to get the outcome as targeted and the result is important for the management. One of the project type is the Construction project. The fabrication phase of the construction project in general has involving many various hazard in their processes. Occupational health and safety problem in general in Indonesia is negligence quite often. It can shows by the high accident rate in all sector. Labor in construction service has cover up around 7-8% from the total labor in all sector and contribute around 6,45% of PDB in Indonesia. Construction sector is one of the sector that having a highest risk to the work accident, the other main sector such as agriculture, fishery, forestry and mining. This research has intention to identify and analyse the effectiveness of implementing the health and safety management system to the incident rate that occur at PT GPS Batam and also compare it to the OHSMS that has been implemented at PT GPS Batam. This result has been using a qualitative method with observational approach, to do verification and in depth review to the accomplishment rate of the OHSMS elements. One of the way to identify the compliances of implementation is conducting the audit to the OHSMS implementation itself, correlation between the accomplishment rate of the program and target in leading indicator to the lagging indicator rate that has been achieved by PT GPS. The result of this research has showing the implementation of OHSMS that base on OHSAS 18001 elements has been implemented very well with percentage of compliance achievement around 95%. Effectiveness of OHSMS implementation with good leading indicator rate has been succeed in lowering lagging indicator rate become zero (0) for MTI, RWI and LTI category for the year of 2011 and 2012 period. Verification of the audit result from the performance of the effectiveness of the implementation could be seen from the performance of the HSE departments in distinctive and performance of company in general.

Read More
T-3711
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vivi Lailatul Rohmah; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Cristian Toddy Patinggil Naibaho
Abstrak: Pada tahun 2017, konstruksi merupakan penyumbang angka kecelakaan kerja terbanyak yaitu sebanyak 32%, oleh karena itu penerapan K3 menjadi sangat penting. Penelitian ini membahas tentang analisis pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek Tamansari Iswara Apartement Bekasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan K3 serta faktor yang terkait berdasarkan fungsi manajemen K3 (safety planning, safety organizing, safety leading, dan safety controlling). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dilakukan dengan metode observasi, wawancara semi terstruktur, serta telaah dokumen perusahaan. Hasil penelitian di dapatkan bahwa secara umum di proyek ini fungsi manajemen K3 sudah ada, namun secara spesifik masih banyak sub fungsi manajemen K3 yang belum sesuai dan memerlukan perbaikan. Secara rinci, 3 dari 6 sub fungsi safety planning masih belum sesuai (safety forecasting, safety programming, dan safety budgeting), 5 dari 6 sub fungsi safety organizing menunjukkan masih adanya kurang sesuaian (integrating safety,creating safety relationships, safety authority, safety responsibilities, dan safety accountability), 2 dari 5 sub fungsi safety leading belum sesuai (making safety decisions dan safety communication), dan untuk sub fungsi safety controlling secara umum sudah sesuai. Diharapkan pihak manajemen proyek dapat menerapkan semua fungsi manajemen K3 dan memperbaiki beberapa hal yang belum sesuai. Kata Kunci: pengelolaan K3, proyek konstruksi, fungsi manajemen K3 In 2017, construction accounted for the highest number of occupational accidents of 32%, therefore the application of OSH becomes very important. This study discussed the analysis of health and safety (OSH) management in Tamansari Iswara Apartement Bekasi project. The purposed of this study was to analyze the application of OSH consist of safety planning, safety organizing, safety leading, and safety controlling. This research was a descriptive research with qualitative approach, conducted by observation method, semi structured interview, and study of company document. It was found that in general the OSH management functions was already exist, however they were some OSH management functions that have not been that need to be improve. In detail, 3 of the 6 sub-functions of safety planning (safety forecasting, safety programming, and safety budgeting), 5 of the 6 sub-function of safety organizing (integrating safety, creating safety relationships, safety authority, safety responsibilities, and safety accountability), 2 of the 5 sub-functions of safety leading (making safety decisions and safety communication) were still insufficient, and the other hand all element of safety controlling has been implemented appropriately. Keywords: OSH management, construction project, OSH management function
Read More
S-9778
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cesilia Bunga Tampubolon; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguj: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman
Abstrak:
Kecelakaan kerja masih menjadi persoalan serius di sektor pertambangan karena industri ini tergolong berisiko tinggi, sementara safety performance kerap digunakan sebagai indikator kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian yang ada masih relatif menguji safety performance dari satu faktor secara terpisah. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik manajemen K3 terhadap safety performance melalui safety knowledge pada pekerja industri pertambangan tahun 2026. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan metode survei yang diisi oleh 769 pekerja di dua perusahaan pertambangan di Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square serta secara multivariat menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,01) dan posisi pekerjaan (p=0,029) memiliki hubungan yang signifikan dengan safety performance, sedangkan masa kerja (p=0,801) dan pendidikan (p=0,97) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa praktik manajemen K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety performance, praktik manajemen K3 juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety knowledge, serta safety knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety performance. Selain itu, safety knowledge terbukti memediasi secara parsial pengaruh praktik manajemen K3 terhadap safety performance. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan memperkuat konsistensi implementasi praktik manajemen K3, terutama aspek safety training dan safety communication and feedback, serta safety performance dalam aspek safety participation.

Workplace accidents remain a serious issue in the mining sector because the industry is considered high-risk, while safety performance is often used as an indicator of occupational safety and health (OHS) performance. Previous studies have relatively examined safety performance from a single factor separately. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between OHS management practices and safety performance through safety knowledge among mining workers in 2026. This study used a cross-sectional design with a survey method involving 769 workers from two mining companies in Indonesia. Data were collected using a questionnaire and analyzed bivariately using the Chi-Square test and multivariately using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that age (p = 0.01) and job position (p = 0.029) were significantly associated with safety performance, whereas years of service (p = 0.801) and education level (p = 0.97) were not significantly associated. The results also showed that OHS management practices had a positive and significant effect on safety performance, OHS management practices had a positive and significant effect on safety knowledge, and safety knowledge had a positive and significant effect on safety performance. In addition, safety knowledge was proven to partially mediate the effect of OHS management practices on safety performance. This study suggests that companies should strengthen the consistency of implementing OHS management practices, especially in safety training and safety communication and feedback, as well as improve safety performance in the aspect of safety participation.
Read More
S-12432
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive