Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29641 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hermalina Maharani; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Mafaz Setyawan
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi koronavirus terhadap timbulan limbah medis pada tahun 2019-2020, sebelum dan saat kondisi pandemi Covid-19.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisisnya yaitu timbulan limbah medis harian (kg/hari) selama satu tahun terjadinya pandemi. Data akan diolah dengan melakukan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier sederhana untuk melihat kekuatan hubungan antar variabel.
Hasil: Timbulan limbah medis di RS Rujukan Covid-19 sebelum pandemi (2019) adalah 97,35 ton, sedangkan pada tahun 2020 saat terjadinya pandemi adalah 94,35 ton.
Read More
S-10821
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Talitha Syifa Salsabila; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Suyud, Fuad Hilmi Sudasman
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis B3 di rumah sakit selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia dilihat dari pelaksanaan pengelolaan limbah dan karakteristik limbah menggunakan systematic review. Literatur yang digunakan sebanyak 7 literatur yang akan disintesis terdiri atas 6 artikel jurnal dan 1 tugas akhir (skripsi). Hasil kajian sistematis menunjukkan rumah sakit sudah melaksanakan pengelolaan limbah medis. Namun, tidak semua melakukan kegiatan pengelolaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Terdapat rumah sakit yang mengalami peningkatan jumlah limbah medis dan ada yang menurun. Sumber limbah yang dihasilkan berasal dari berbagai unit rumah sakit dan jenis limbah yang banyak ditemui dalam literatur adalah limbah APD.
Read More
S-10754
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raissa Almira Khalsum; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sutijan
Abstrak: Rumah sakit merupakan salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan yang dalam kegiatan pelayanannya, menghasilkan sejumlah limbah yang diantaranya adalah limbah medis. Penelitian ini membahas pengelolaan limbah medis rumah sakit pada kondisi darurat pandemi viruskorona (COVID-19). Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui aspek yang akan diteliti meliputi karakteristik limbah medis (jenis, sumber, dan jumlah timbulan), aspek regulasi, aspek sumber daya (petugas pengelola, sarana dan prasarana, serta keuangan), dan aspek teknis (pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, penimbunan). Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif observatif. Data dan informasi yang digunakan berasal dari wawancara tiga institusi, observasi melalui data webinar, peraturan dan pedoman pengelolaan limbah, serta dokumen tahun 2019 hingga 2020 dari Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kondisi darurat pandemi COVID-19 jumlah timbulan limbah nasional diperkirakan naik 30%, namun di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto terjadi penurunan. Jenis dan sumber limbah yang dihasilkan paling banyak limbah infeksius seperti APD dan berasal dari unit perawatan rawat inap. Regulasi yang digunakan mengacu pada PermenLHK No. 56 Tahun 2015. Kapasitas pengolahan limbah di Indonesia masih kurang. Sarana dan prasarana yang digunakan sama dengan keadaan normal hanya ditambah desinfektan. Dana yang dibutuhkan untuk mengelola limbah ditanggung oleh setiap rumah sakit. Teknis pengelolaan limbah medis COVID-19 rumah sakit secara prinsip sama dengan pengelolaan limbah pada kondisi normal. Perbedaan pengelolaan limbah medis sebelum dan saat pandemi COVID-19 terdapat pada karakteristik limbah dan aspek sumber daya.
Kata kunci: COVID-19, Limbah Medis, Rumah Sakit

The hospital is one of the health service providers which in its service activities generates a number of wastes, including medical waste. This study discusses the management of hospital medical waste in a pandemic virus corona emergency (COVID-19). The purpose of this study is to find out aspects that will be examined include the characteristics of medical waste (type, source, and amount of generation), regulatory aspects, aspects of resources (management officers, facilities and infrastructure, and finance), and technical aspects (sorting, storage, transportation, processing, burial, landfill). This research method is a qualitative research with descriptive observational analysis. The data and information used came from interviews of three institutions, observations through webinar data, regulations and waste management guidelines, as well as documents from 2019 to 2020 from the Environmental Health Installation of the Presidential Hospital of Gatot Soebroto Hospital. The results of this study indicate that in an emergency condition the COVID-19 pandemic the number of national waste generation is estimated to increase by 30%, but in the Presidential Hospital of Gatot Soebroto Army Hospital there is a decrease. The types and sources of waste produced are most infectious waste such as PPE and are from inpatient care units. The regulation used refers to PermenLHK No. 56 of 2015. Waste treatment capacity in Indonesia is still lacking. The facilities and infrastructure used are the same as in normal conditions only with disinfectant added. The funds needed to manage waste are borne by each hospital. Technical management of hospital medical waste of COVID-19 is in principle the same as waste management under normal conditions. Differences in management of medical waste before and during the COVID-19 pandemic are in the characteristics of waste and resource aspects.
Key words: COVID-19, Hospital, Medical Waste
Read More
S-10493
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Magdalena Yuni Arta; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Ririn Arminsih Wulandari, Yudi Agus Saptoyo, Hatta Gutama
Abstrak:
Pengelolaan limbah yang belum optimal masih menjadi tantangan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah B3 dan limbah non medis, mengidentifikasi ketersediaan SDM, sarana prasarana, dan SPO, menganalisis aktivitas minimisasi limbah, serta merumuskan strategi perbaikan menggunakan analisis SWOT di RS X tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan bulan April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 5 responden. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan sistem serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total timbulan limbah B3 pada tahun 2025 adalah 14.497,34 kg dan limbah non medis sebesar 74.763,55 kg. Input, RS X telah memiliki petugas pengelola limbah berlatar belakang Kesehatan Lingkungan, sarana dasar, dan SPO yang lengkap secara digital, pelatihan yang belum merata, serta beberapa sarana yang perlu perbaikan. Proses, kegiatan pemilahan, pewadahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, pengangkutan dan pengolahan eksternal telah dilaksanakan. Output, pengelolaan limbah sudah memenuhi ketentuan regulasi, namun masih adanya kelemahan dan keterbatasan pada pencatatan, monitoring, dan evaluasi. Aktivitas minimisasi limbah telah dilaksanakan dengan 75% terpenuhi, dengan persentase minimisasi melalui penjualan limbah plabot rata-rata 49,73% dari total limbah B3. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi strategis RS X berada pada kuadran agresif (Kuadran I), strategi direkomendasikan adalah penguatan sistem manajemen limbah melalui peningkatan kompetensi SDM, penyempurnaan pencatatan digital, optimalisasi sarana prasarana, perluasan program minimisasi limbah, serta penguatan kerja sama dengan pihak pengolah limbah berizin. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan limbah B3 dan limbah non medis di RS X sudah dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku, dan masih memerlukan peningkatan dan perbaikan.

Suboptimal waste management remains a persistent challenge in hospital settings. This study aims to analyze the hazardous waste (B3) and non-medical waste management systems, identify the availability of human resources, infrastructure, and standard operating procedures (SOP), analyze waste minimization activities, and formulate improvement strategies using SWOT analysis at Hospital X in 2025. A qualitative approach with a case study design was employed. The study was conducted in April 2026, with data collected through in-depth interviews with five respondents. Analysis was performed using a systems approach and SWOT analysis. The results revealed that the total generation of hazardous waste (B3) in 2025 amounted to 14,497.34 kg, while non-medical waste reached 74,763.55 kg. In terms of input, Hospital X has assigned waste management personnel with an environmental health background, basic infrastructure, and comprehensive digital SOPs; however, training distribution remains uneven and several facilities require improvement. Regarding process, activities including waste segregation, containment, internal transportation, temporary storage, and external transportation and treatment have been carried out. In terms of output, waste management has complied with regulatory requirements, although weaknesses persist in recording, monitoring, and evaluation. Waste minimization activities have been implemented with a 75% compliance rate, with minimization through the sale of plabot waste averaging 49.73% of total hazardous waste. The SWOT analysis indicated that Hospital X is strategically positioned in the aggressive quadrant (Quadrant I). The recommended strategies include strengthening the waste management system through enhanced human resource competency, improved digital record-keeping, optimized infrastructure, expanded waste minimization programs, and reinforced cooperation with licensed waste treatment providers. This study concludes that hazardous waste and non-medical waste management at Hospital X has been implemented in accordance with applicable regulations, yet continuous improvement is still required.
Read More
T-7555
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Amanda Andika Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Al Asyary, Sofwan
Abstrak: Dalam rangka melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak timbulan limbah padat B3, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan pengelolaan limbah padat B3 pada rumah sakit di Indonesia pada saat sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan terhadap 343 rumah sakit di Indonesia dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Sikelim (Sistem Informasi Kelola Limbah Medis) milik Kemenkes RI. Data akan dianalisis menggunakan uji chi-square, mann whitney, dan regresi logistik model determinan.
Read More
S-10611
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fortuna Dewi Cahyo; Pembimbing: Haryoto; Penguji: Ririn Arminsih, Cucu Cakrawati Kosim
Abstrak: Tempat isolasi mandiri terpusat merupakan fasilitas yang disediakan bagi pasien positif COVID-19 yang memerlukan isolasi mandiri, dalam aktivitasnya tempat isolasi mandiri terpusat menghasilkan limbah, salah satunya limbah B3 medis. Penelitian ini membahas mengenai pengelolaan limbah B3 medis di tempat isolasi mandiri terpusat pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah pasien positif COVID-19, mengetahui kesiapsiagaan dan respon dari pemangku kepentingan, mengidentifikasi aspek-aspek pengelolaan limbah B3 medis, dan menganalisis perbedaan pengelolaan limbah sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi. Metode penelitian ini adalah campuran atau mixed methods, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. data dan informasi yang diperoleh berasal dari wawancara dan observasi data sekunder, pedoman dan peraturan, serta dokumen dari tempat isolasi mandiri terpusat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada pengelolaan limbah B3 medis di Guest House PSJ UI sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi mandiri terpusat. Jenis dan sumber limbah yang dihasilkan sebagian besar adalah limbah infeksius, seperti APD dan alat bekas rapid test. Regulasi yang digunakan mengacu pada PP RI Nomor 22 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/537/2020. Perbedaan pengelolaan limbah di Guest House PSJ UI sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi sebagian besar terdapat pada karakteristik limbah yang dihasilkan.
A centralized self-isolation place is a facility provided for COVID-19 patients who require self-isolation. In their activities, a centralized self-isolation place produces waste, one of which is medical B3 waste. This study discusses the management of medical B3 waste in a centralized self-isolation area during the COVID-19 pandemic. This study aimed to determine the number of positive COVID-19 patients, determine preparedness and response from stakeholders, identify aspects of medical B3 waste management, and analyze differences in waste management before and after becoming a centralized self-isolation place. This research method is mixed, quantitative, and qualitative with descriptive analysis. Interviews and observations of secondary data, guidelines, and regulations, as well as documents from a centralized self-isolation place, obtain data and information. This study's results indicate differences in the management of medical B3 waste at the Guest House PSJ UI before and after becoming a centralized self-isolation place. The types and sources of waste generated are mostly infectious, such as PPE and used rapid test equipment. The regulations refer to PP RI Number 22 of 2021 and the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/537/2020. The difference in waste management at the Guest House PSJ UI before and after becoming a centralized self-isolation place is mainly in the characteristics of the waste produced.
Read More
S-10969
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erina Julia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Entin Kartini
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui aspek yang akan diteliti meliputi karakteristik limbah B3 medis, aspek regulasi, aspek sumber daya, dan aspek teknis (pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, dan penimbunan). Metode penelitian ini merupakan penelitian campuran atau mixed methods, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan berasal dari wawancara dan dokumen serah terima limbah PT X bulan November 2020 hingga Juni 2021.
Read More
S-10607
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayudian Rovi`ah Burano; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Sofwan, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Limbah rumah sakit dihasilkan dari aktivitas pelayanan kesehatan, yang mana salah satu limbahnya berupa limbah medis padat. Apabila limbah medis padat rumah sakit tidak dikelola dengan baik, maka limbah tersebut dapat berubah menjadi salah satu sumber risiko penularan penyakit. Namun, masih terdapat rumah sakit yang belum melaksanakan pengelolaan limbah medis padat sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan pada Permen LH No 56 tahun 2015 dan permenkes No 7 tahun 2019 dimana limbah medis padat rumah sakit harus dikelola secara 100% sehingga hal ini menjadi alasan utama penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan rumah sakit pada setiap kelas A, B, C, dan D baik milik pemerintah maupun swasta dalam pengelolaan limbah medis padat rumah sakit. Penelitian ini menggunakan data hasil pelaksanaan e-monev tahun 2019, yakni 229 rumah sakit yang melapor di bulan Oktober - Desember
Read More
T-6106
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeremia Haryanto; Pembibing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Noni Chrissuda
Abstrak: Pelayanan rumah sakit menghasilkan limbah medis padat yang harus dikelola dengan baik dan komprehensif sejak limbah dihasilkan hingga dikelola di tempat pembuangan akhir. Berdasarkan pengamatan , masih ada petugas kebersihan di Rumah Sakit Harapan Depok yang masih ditemukan belum mengenakan APD lengkap dan masih ditemukan ceceran di sekitar jalur pengangkutan yang berarti pengelolaan limbah masih belum optimal dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi petugas dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan 1204 tahun 2014. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Harapan Depok yang terdiri dari Input, Proses , dan Rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada faktor input produksi limbah tergolong besar yaitu 15 kg/hari . Pada faktor proses mulai dari pewadahan , tercampur antara limbah medis dan non medis , rumah sakit juga belum memiliki troli yang layak untuk mengangkut limbah medis sehingga masih ada yang tercampur . Oleh karena itu pemilahan (pewadahan) limbah medis yang dimulai dari sumbernya, perilaku petugas dan penyediaan sarana limbah medis menjadi faktor penentu di dalam pengelolaan limbah medis
Read More
S-10050
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedy Supriadi; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Teguh Ariotejo
Abstrak: Pelayanan rumah sakit menghasilkan limbah medis padat yang harus dikelola dengan baik dan komprehensif sejak limbah dihasilkan hingga dikelola di tempat pembuangan akhir. Berdasarkan pengamatan, masih ada petugas kebersihan di Rumah Sakit Haji Jakarta yang tertusuk jarum saat melakukan pengolahan limbah medis yang berarti pengelolaan limbah masih belum optimal dilakukan dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi petugas dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat sesuai dengan Keputusan Kemenkes 1204 tahun 2004. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Haji Jakarta yang terdiri dari input, proses, output dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor input poduksi limbah medis tergolong besar sebesar 128 kg/hari. Pada faktor proses mulai dari pewadahan, tercampur antara limbah medis dan non medis serta benda tajam (jarum suntik), pengangkutan belum menggunakan trolly khusus dan penyimpanan limbah medis belum memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes 1204 tahun 2014. Oleh karena itu pemilahan (pewadahan) limbah medis yang dimulai dari sumbernya, perilaku petugas dan penyediaan sarana limbah medis menjadi faktor penentu didalam pengelolaan limbah medis sehingga diharapkan dampak resiko kecelakaan kerja dan lingkungan sekitar dapat dikurangi dan bahkan dihindari (zero accident).
Kata Kunci : Limbah Medis Padat, Rumah Sakit Haji

Hospital services produce solid medical waste that must be managed properly and comprehensively since the waste is produced until it is managed in a landfill. Based on the observation, there is still a janitor at Haji Hospital Jakarta who punctured needle while doing medical waste treatment which mean waste management still not optimal done and have potential to cause health impact for officer and environment. This research discusses solid waste medical management system based on regulation of Ministry of Health No. 1204 2004. The research method used qualitative approach with case study design. A qualitative approach was undertaken to analyze the medical waste management system at Haji Jakarta Hospital consisting of inputs, processes, outputs and recommendations.The results showed that in the input factor of medical waste production is large amounted to 128 kg/day. In process factors starting from containers, mixed between medical and non-medical waste and sharp objects (syringes), transportation has not been using special trolly and medical waste storage has not been eligible according to regulation of Ministry of Health No. 1204 2004. Therefore, the sorting of medical waste starting from the source, the behavior of the officer and the provision of medical waste becomes the determining factor in the management of medical waste, so that it is expected that the impact of occupational accident risk and the surrounding environment can be reduced and avoided (zero accident).
Keywords : Solid Medical Waste, Haji Hospital
Read More
S-9579
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive