Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tomy Oeky Prasiska; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Atik Nurwahyuni, Sholihul Absor, Benjamin Saut
Abstrak: Casemix, casemix index dan hospital baserate merupakan indikator penting untuk melihat kinerja rumah sakit dengan pembayaran DRG. Indikator tersebut merupakan penyusun besaran tarif INA-CBGs, instrumen penilaian kinerja rumah sakit mitra BPJS Kesehatan dan instrumen penyusun pembayaran klaim mixed method INA-CBGs dan global budget yang mulai diujicobakan. Cakupan pelayanan rawat inap dan rawat jalan rumah sakit Muhammadiyah Jawa Timur didominasi pasien JKN, rumah sakit harus mempunyai keunggulan kompetitif dan dapat berkembang di era JKN. Penelitian bertujuan menganalisis capaian casemix, casemix index dan hospital baserate Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Timur tahun 2017-2020. Studi observasional dengan pengamatan selama empat tahun dilakukan pada 27 rumah sakit. Penelitian menggunakan data sekunder yang didapatkan dari elektronik klaim (E-klaim) Kementerian Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi rumah sakit, jenis rumah sakit, kelas perawatan, dan lama hari rawat inap mempengaruhi capaian casemix, casemix index dan hospital baserate. Casemix, casemix index dan hospital baserate rumah sakit kelas B lebih besar dibandingkan rumah sakit kelas C dan kelas D, capaian indikator rumah sakit umum kelas C lebih besar dibandingkan rumah sakit khusus kelas C. Capaian indikator antar rumah sakit pada kelas yang sama dapat berbeda signifikan tergantung variasi dan derajat keparahan kasus. Rumah sakit yang menangani kasus derajat berat mempunyai nilai casemix, casemix index dan hospital baserate lebih besar. Hasil uji statistik menunjukkan lama rawat inap berpengaruh signifikan terhadap kenaikan hospital baserate rawat inap, semakin lama hari perawatan maka peluang peningkatan hospital baserate semakin besar (p<0,05). Rumah sakit yang menangani kasus hemodialisis dan operasi katarak mempunyai casemix, casemix index dan hospital baserate rawat jalan lebih besar. Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 berdampak pada capaian casemix, casemix index dan hospital baserate rumah sakit. Sebanyak 19 rumah sakit (70,4%) mengalami penurunan capaian casemix rawat inap dan 20 rumah sakit (74,1%) mengalami penurunan casemix rawat jalan. Sebanyak 21 rumah sakit (77,4%) mengalami peningkatan hospital baserate rawat inap dan 23 rumah sakit (85,2%) mengalami peningkatan hospital baserate rawat jalan pada tahun 2020. Kesimpulan: capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate dipengaruhi oleh klasifikasi, jenis rumah sakit, jumlah kasus, variasi dan derajat keparahan kasus serta lama rawat inap. Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan nilai casemix dan peningkatan hospital baserate rawat inap dan rawat jalan. Rumah sakit harus meningkatkan cakupan pelayanan, mengendalikan biaya pelayanan dan menjamin kualitas pengkodean diagnosis dan prosedur secara optimal. Rumah sakit harus memonitor capaian casemix, casemix index dan hospital baserate rawat inap dan rawat jalan secara berkala dan membandingkan dengan rumah sakit lain yang mempunyai kelas dan kapasitas yang sama
Read More
B-2255
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Malahayati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Muhamad Nur Ihwan, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak:
Casemix, casemix index dan hospital baserate merupakan indikator penting untuk melihat kinerja rumah sakit di bawah sistem pembayaran INA-CBGs. Indikator tersebut merupakan penyusun besaran tarif INA-CBGs, instrumen penilaian kinerja rumah sakit mitra BPJS Kesehatan dan instrumen penyusun pembayaran klaim mixed method INA-CBGs dan global budget yang mulai diujicobakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis capaian dan determinan indikator casemix, casemix index dan hospital baserate RSPG Cisarua Bogor selama tahun 2017 – 2022. Penelitian akan dilakukan selama bulan Mei – Juni 2023 oleh peneliti langsung di RSPG Cisarua Bogor. Analisis capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate rumah sakit menggunakan data sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi data pada elektronik klaim (e-klaim) Kementerian Kesehatan. Determinan yang berpengaruh terhadap ketiga indikator yang dihitung dalam penelitian ini akan dianalisis secara crossectional melalui pendekatan analitik kuantitatif dari data sekunder berupa e-klaim dan laporan rumah sakit. Uji statistik berupa uji korelasi dan regresi linier sederhana digunakan untuk melihat determinan yang berkaitan dengan indikator casemix, casemix index dan hospital baserate. Hasil penelitian menunjukkan tren casemix rawat jalan dan rawat inap tahunan RSPG mengalami penurunan dari 2017 hingga 2021 seiring dengan penurunan jumlah kasus. Penurunan pada tahun 2020 dan 2021 diakibatkan adanya penurunan jumlah kasus yang signifikan selama pandemi Covid-19. Nilai casemix di tahun 2022 kembali naik seiring membaiknya kondisi pandemi di Indonesia. Capaian casemix index rawat jalan dan rawat inap RSPG Cisarua lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata capaian casemix index RS Pemerintah Kelas A di regional I. Terjadi kenaikan casemix index saat pandemi Covid-19 dikarenakan masyarakat berobat dalam keadaan lebih parah di saat pandemi. Hospital baserate rawat jalan RSPG tahun 2017 dan 2021 masih berada di bawah tarif nasional, sedangkan tahun 2018, 2019, 2020, dan 2022 hospital baserate lebih tinggi dibandingkan tarif nasional. Hospital baserate rawat inap RSPG secara konasisten lebih tinggi dibandingkan tarif nasional. Artinya biaya yang dikeluarkan rumah sakit lebih tinggi dibandingkan tarif yang dibayarkan oleh BPJS dalam menangani kasus dengan nilai cost weight=1. Terdapat 5 variabel yang bernilai signifikan dengan p<0,05 terhadap casemix rawat jalan, yakni jumlah kasus, jumlah klinik rawat jalan, jumlah dokter spesialis, proporsi beban pegawai, dan proporsi beban penyusutan. Variabel yang berkorelasi secara statistik terhadap casemix rawat inap adalah jumlah kasus, severity level II dan III, lama hari perawatan, jumlah dokter spesialis, proporsi beban pegawai, dan proporsi beban penyusutan. Jumlah klinik rawat jalan dan proporsi beban pegawai memiliki hubungan dengan capaian casemix index rawat jalan. Jumlah kasus, severity level I dan III, lama hari perawatan, serta jumlah dokter spesialis yang praktek di rumah sakit secara statistik berpengaruh terhadap capaian casemix index rawat inap. Hospital baserate di rumah sakit dihitung dengan membagi total biaya dengan casemix. Jumlah klinik rawat jalan, jumlah dokter spesialis, dan proporsi beban pegawai memiliki hubungan (p<0,05) terhadap hospital baserate rawat jalan. Jumlah kasus, severity level I dan III, lama hari perawatan, dan proporsi beban pegawai merupakan determinan yang teridentifikasi terhadap hospital baserate rawat inap.

Casemix, casemix index and hospital baserate are important indicators to evaluate hospital performance under the INA-CBGs payment system. These indicators are the basis for the INA-CBGs tariff rates, the instrument for assessing the performance of BPJS Kesehatan partner hospitals and the constructing instrument of mixed method global budget claim payments for INA-CBGs which has begun to be trialled. This research was conducted to analyze the achievements and determinants of casemix, casemix index and hospital baserate RSPG Cisarua Bogor from 2017 to 2022. The research conducted on May - June 2023 at RSPG Cisarua Bogor. Analysis of the achievement indicators for casemix, casemix index and hospital base rate uses secondary data obtained from Ministry of Health's electronic claims (e-claims). The determinants that affect the indicators will be analyzed cross-sectionally through a quantitative analytical approach from secondary data form e-claims and hospital reports. Correlation and simple linear regression were used to see whether the determinants related to the casemix, casemix index and hospital baserate indicators. The results showed that the casemix trend for outpatient and inpatient at RSPG had decreased from 2017 to 2021 along with the number of visits. The decline in 2020 and 2021 was due to a significant decrease in the number of visits during the Covid-19 pandemic. The casemix in 2022 increased as the pandemic conditions improved in Indonesia. The casemix index for outpatient and inpatient care at RSPG Cisarua were lower than the average casemix index for Class A Government Hospitals in regional I. RSPG outpatient hospital baserate in 2017 and 2021 is still below the national rate, while the other years are higher. RSPG's hospital base rate of inpatient care is consistently higher than the national rate. This means that the costs incurred by the hospital are higher than the rates paid by BPJS in handling cases with cost weight = 1. There are 5 variables that have significant value with p
Read More
B-2348
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Yudistira Nugraha Yustama; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Masyitoh, Prastuti Soewondo, Kalsum Komaryani, Ni Putu Ayu Prima Dewi
Abstrak:

Pemanfaatan ketiga indikator (casemix, CMI, dan HBR) secara berkala untuk mempertahankan mutu sembari menjaga efisiensi pelayanan RS di era JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan strategi peningkatan capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate RSU Bali Royal tahun 2019 - 2024.
Penelitian dilakukan di RSU Bali Royal selama bulan Mei - Juni 2025, menggunakan data primer wawancara mendalam dan focus group discussion dan sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi elektronik klaim (e-klaim) Kemenkes, laporan keuangan, dan laporan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan studi observasional pendekatan kualitatif untuk menganalisis capaian indikator Casemix, CMI dan HBR rawat inap dan rawat jalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur struktur (sumber daya manusia, material, mesin, anggaran, dan metode) dan unsur proses (manajemen pasien, manajemen koding, dan manajemen klaim) membuahkan unsur output (indikator casemix, casemix index, dan hospital baserate) Dinamika penambahan unsur struktur berdampak pada proses pelayanan pasien, efisiensi koding hingga 50%, dan keberhasilan klaim. Casemix rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 11.393; 16.037; 32.763; 59.520; 111.193; dan 129.423. Casemix rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 907; 1.321; 2.657; 3.165; 3.829; dan 4.014. Casemix rawat inap kelas 2 tahun 2019-2024 diperoleh 818; 1.013; 1.800; 2.511; 3.052; dan 3.309. Casemix rawat inap keas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 205; 539; 1.557; 2.023; 2.646; dan 3.038. Nilai CMI rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 0,98; 1,11;1,16; 1,21; 1,35;dan 1,24. CMI rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,32; 1,60; 1,84; 1,57; 1,45; dan 1,37. CMI rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,17; 1,36; 1,58; 1,41; 1,33; dam 1,33. CMI rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,46; 1,82; 1,67; 1,54; 1,53; dan 1,45. HBR rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 354.393; 333.231; 257.536; 243.675; 226.650; dan 238.494. HBR rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 5.257.416; 6.028.120; 5.477.120; 5.970.918; 6.542.667; dan 7.082.825. HBR rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 4.449.693; 5.628.665; 4.817.066; 4.993.043; 5.156.750; dan 5.563.012. HBR rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 3.616.138; 4.594.204; 3.746.071; 4.325.317; 4.584.260; dan 4.789.356. Nilai casemix dan casemix index mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan capaian CMI di atas standar rumah sakit swasta kelas C regional 2. HBR rawat jalan pada tahun 2021-2024 dibawah HBR nasional, namun HBR rawat inap kelas 1, 2, dan 3 selalu berada di atas HBR nasional. Strategi yang dapat ditempuh untuk peningkatan casemix, casemix index, dan penurunan HBR adalah optimalisasi unsur struktur dengan perbaikan sumber daya manusia dan pengkajian metode, efisiensi mesin, material, dan anggaran, dan evaluasi pada unsur proses (manajemen pasien, koding, dan klaim).


 

The periodic utilization of three key indicators—casemix, Casemix Index (CMI), and Hospital Base Rate (HBR)—is crucial for maintaining service quality while ensuring operational efficiency in hospitals, particularly within Indonesia's National Health Insurance (JKN) system. This study aimed to analyze factors influencing, and develop strategies for enhancing the performance of, casemix indicators, the Casemix Index, and the Hospital Base Rate at Bali Royal General Hospital over the period 2019–2024. The research was conducted at Bali Royal General Hospital from May to June 2025. Primary data were collected through in-depth interviews and focus group discussions, while secondary data were obtained from the Ministry of Health's electronic claim (e-claim) database, hospital financial reports, and institutional records. This study employed an observational design with a qualitative approach to analyze the performance of casemix indicators, CMI, and HBR for both inpatient and outpatient services. The findings revealed that structural elements (i.e., human resources, materials, machinery, budget, and methods) and process elements (i.e., patient management, coding management, and claims management) collectively determine output elements, identified as casemix indicators, the Casemix Index, and the Hospital Base Rate. Strategic enhancements to these structural elements were found to positively impact patient service processes, improve coding efficiency by up to 50%, and increase claim success rates. Results for the 2019–2024 period were as follows: Outpatient casemix counts were 11,393; 16,037; 32,763; 59,520; 111,193; and 129,423 for the years 2019 to 2024, respectively. Inpatient casemix counts for the years 2019 to 2024 were, respectively: Class 1: 907; 1,321; 2,657; 3,165; 3,829; and 4,014. Class 2: 818; 1,013; 1,800; 2,511; 3,052; and 3,309. Class 3: 205; 539; 1,557; 2,023; 2,646; and 3,038. Casemix Index (CMI) values for the years 2019 to 2024 were, respectively: Outpatient CMI: 0.98, 1.11, 1.16, 1.21, 1.35, and 1.24. Inpatient CMI: Class 1: 1.32, 1.60, 1.84, 1.57, 1.45, and 1.37. Class 2: 1.17, 1.36, 1.58, 1.41, 1.33, and 1.33. Class 3: 1.46, 1.82, 1.67, 1.54, 1.53, and 1.45. Hospital Base Rate (HBR) values for the years 2019 to 2024 were, respectively (currency unit not specified in the original text): Outpatient HBR: 354,393; 333,231; 257,536; 243,675; 226,650; and 238,494. Inpatient HBR: Class 1: 5,257,416; 6,028,120; 5,477,120; 5,970,918; 6,542,667; and 7,082,825. Class 2: 4,449,693; 5,628,665; 4,817,066; 4,993,043; 5,156,750; and 5,563,012. Class 3: 3,616,138; 4,594,204; 3,746,071; 4,325,317; 4,584,260; and 4,789,356. Overall, casemix counts and the Casemix Index exhibited an upward trend annually, with CMI performance exceeding the established standard for Class C private hospitals in Regional Area 2. While the outpatient HBR from 2021 to 2024 fell below the national HBR, the inpatient HBR for Classes 1, 2, and 3 consistently surpassed the national benchmark. Recommended strategies to enhance casemix performance, improve the Casemix Index, and reduce the Hospital Base Rate center on optimizing structural elements. This includes improving human resource competencies, refining methodologies, and increasing the efficiency of machinery, materials, and budget allocation. Furthermore, a rigorous evaluation of process elements—such as patient management, clinical coding accuracy, and claims management procedures—is deemed essential.

 

Read More
T-7325
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yofen Dhamigus; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Taufik Santoso, Melanie Husna
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji analisis capaian casemix dan casemix index rawat inap di Rumah Sakit Kelas B Grup Primaya Hospital. Data dikumpulkan dari lima rumah sakit (PH1-PH5) dalam kelompok Primaya Hospital. Penelitian mengevaluasi sumber daya manusia, anggaran, material, metode, dan proses terkait capaian casemix dan casemix index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi clinical pathways (PPK-CP) di PH1, PH2, PH3, dan PH5 efektif dalam meningkatkan standar klinis dan efisiensi operasional. Kelengkapan rekam medis di PH1 tertinggi (93.3%) dibandingkan dengan PH lainnya. Meskipun demikian, tingkat klaim tertunda masih menjadi tantangan, terutama di PH4. Ketepatan koding di PH5 terbaik dengan hanya 14.6% data klaim yang tertunda. Verifikasi klaim di PH1 mencapai 98.2%, menunjukkan kualitas pengajuan klaim yang baik. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara input, proses, dan output dalam manajemen capaian casemix dan casemix index di rumah sakit tersebut. Implikasi dari temuan ini berpotensi untuk merumuskan strategi korporasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional di rumah sakit kelompok Primaya Hospital.

This research examines the analysis of casemix achievement and casemix index inpatient care at Primaya Hospital Class B. Data were collected from five hospitals (PH1-PH5) within the Primaya Hospital group. The study evaluates human resources, budgets, materials, methods, and processes related to casemix achievement and casemix index. The results show that the implementation of clinical pathways (PPK-CP) in PH1, PH2, PH3, and PH5 is effective in improving clinical standards and operational efficiency. The completeness of medical records in PH1 is the highest (93.3%) compared to other hospitals. However, the level of delayed claims remains a challenge, especially in PH4. Coding accuracy in PH5 is the best with only 14.6% of delayed claim data. Claim verification in PH1 reaches 98.2%, indicating good quality of claim submission. The findings provide insights into the relationship between inputs, processes, and outputs in managing casemix achievement and casemix index at these hospitals. The implications of these findings have the potential to formulate effective corporate strategies to improve service quality and operational efficiency in Primaya Hospital group.
Read More
B-2483
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ganesha Asturini; Pembimnbing: Kurnia Sari; Penguji: Atik Nurwahyuni, Rahmi Handayani
Abstrak:

ABSTRAK Keberhasilan universal health coverage di Indonesia sangat ditentukan oleh utilisasi sumber daya yang efisien di rumah sakit. Variasi biaya yang tinggi untuk perawatan tertentu menunjukkan indikasi bahwa rumah sakit belum cukup efisien dalam memanfaatkan sumber dayanya untuk menyediakan pelayanan. Length of stay (LOS) adalah salah satu faktor penting penentu biaya yang banyak digunakan sebagai indikator efisiensi rumah sakit dalam penggunaan sumber daya. LOS dan biaya perawatan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang merupakan karakteristik pasien maupun faktor terkait manajemen di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar hubungan antara karakteristik pasien dengan variasi LOS dan biaya perawatan,dan mengetahui gambaran penerapan clinical pathway sebagai upaya kendali mutu dan biaya pada pasien JKN rawat inap di RSUP Fatmawati dari tahun 2015 – September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi usia, jumlah diagnosis, jumlah prosedur dan kelas rawat hanya dapat menjelaskan sedikit variasi LOS dan biaya perawatan (R 2 <34%). Sementara itu clinical pathway sebagai salah satu pendekatan manajemen untuk kendali mutu dan biaya belum diterapkan secara optimal. Berbagai upaya kreatif perlu dilakukan manajemen antara lain implementasi care plan, difungsikannya kembali case manager, pengisian CP secara elektronik dan identifikasi inefisiensi dalam pelayanan menggunakan data unit cost rumah sakit. Kata kunci: Length of stay (LOS), biaya (costs), efisiensi, clinical pathway, CMG


ABSTRACT Efficient use of resources in hospitals will contribute to successful implementation of universal health coverage in Indonesia. Substantial variation in hospital costs for certain diagnosis or procedure is an indication of resource use inefficiency. Length of stay is a well-accepted measure of resource utilization and a key driver to hospital costs. Variation in LOS and costs can be influenced by patient demographic and clinical factors that are outside a hospital’s control, in the meanwhile there are also factors within the control of a hospital. This research focuses on five Casemix Main Groups and aims to identify how patient characteristic factors contribute to variation in LOS and costs, and to investigate qualitatively the implementation of Clinical Pathway as a management approach to control LOS as well as hospital costs for JKN patients at RSUP Fatmawati, a class-A teaching hospital in Jakarta, from 2015 to September 2017. The result indicates that the variance in LOS and cost is not significantly correlated to patient’s age, number of diagnoses, number of procedures and room types as independent variables. The hospital has numerous clinical pathways that have not been optimally implemented yet for LOS and cost control. This research provides information for hospital management team to improve LOS performance by implementing care planning, intensive case management and to use cost data for identification of inefficiency of certain types of care. Keywords: Length of stay (LOS), costs, efficiency, clinical pathway, CMG

Read More
B-1945
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Destrina Damanik; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Surya Ede Darmawan, Helen Andriani, Titi Anggraeni, Jaka Supriyadi
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan inti dari mutu pelayanan. Untuk mencapainya diperlukan komitmen yang kuat dari individu dan tim. Pentingnya budaya keselamatan ditekankan dalam sebuah laporan oleh Institute of Medicine (IOM) yang mengatakan budaya keselamatan pasien perlu dikembangkan agar selanjutnya akan difokuskan dalam upaya peningkatan reliabilitas dan keamanan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil capaian pemenuhan standar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dalam akreditasi Rumah Sakit berdasarkan SNARS Edisi 1. Penelitian ini menggunakan metode crossectional dari data sekunder hasil akreditasi RS yang berpedoman pada SNARS edisi 1 dalam kurun waktu tahun 2018-2019 dan khusus pada penilaian bab Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang bersumber dari basis data KARS. Kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan faktor pendukung dan dan penghambat akan dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan sesuai dengan syarat informan. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder dari basis data SIKARS pada tahun 2018-2019 yang diperoleh dengan persetujuan Ketua Eksekutif KARS setelah melalui kaji etik. Kemudian setelah mendapatkan data sekunder dilanjutkan dengan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah dari 1271 rumah sakit yang telah diakreditasi oleh KARS tahun 2018-2019 hampir seluruh RS Kelas A, B, C dan D memenuhi secara lengkap standar fokus area 1 PMKP. untuk capaian fokus area 2, 3, 4 dan 5 PMKP, lebih banyak RS kelas A yang terpenuhii secara lengkap dibandingkan RS kelas B, C dan D. Dari uji komparatif ditemukan seluruh fokus area 1,2,3,4 dan 5 PMKP berhubungan dengan RS Kelas A,B,C dan D dengan nilai p <0,005. Faktor yang mendukung terhadap pemenuhan standar PMKP adalah adanya dukungan top manajemen, fasilitas yang mendukung budaya pelaporan mutu dan keselamatan pasien. Factor yang menghambat adalah kurangnya pelatihan yang mengenai Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
Read More
B-2211
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad Safi`i; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Surya Ede Darmawan, Amal Chalik Sjaaf, H.M. Zulfikar, Abdul Aziz
Abstrak: Latar Belakang: RSI NU Demak merupakan rumah sakit islam swasta nonprofit yang dalam pengelolaannya tidak semata-mata mencari keuntungan (profitabilitas) tetapi juga mengemban nilai-nilai sosial. Agar bisa berjalan baik antara fungsi ekonomi dan sosial di tengah-tengah persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat dan era revolusi industry 4.0, maka dibutuhkan alat ukur kinerja rumah sakit. Salah satu pendekatan evaluasi yang dipakai untuk menilai kinerja rumah sakit adalah Balance Scorecard (BSC). Metode: Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengukur kinerja RSI NU Demak dan implementasi nilai-nilai NU dalam pengelolaan RS serta rekomendasi kebijakan dan program RSI NU Demak peridoe 2017-2020. Hasil dan Diskusi: Dari delapan variabel pada perspektif keuangan yang menunjukkan nilai positif +1 hanya pada variabel peningkatan efisiensi dan variabel Hospital Social responsibility (HSR), Sedangkan variabel lainnya seperti pertumbuhan pendapatan, efektivitas ROA, ROI, ROE menurun karena angka kunjungan pasien juga menurun sehingga berpengaruh pada pendapatan Rumah sakit. Total skor perspektif keuangan -6. Perspektif pelanggan RSI NU Demak secara umum sudah baik dengan total skor 5 dari 8 variabel. Yang perlu ditingkatkan adalah angka retensi pelanggan, perbaikan pada aspek tangible atau bukti fisik, ketepatan waktu pelayanan jadwal dokter spesialis dan kecepatan penanganan atas keluhan pasien. Perspektif proses bisnis internal RSI NU Demak secara umum cukup baik dengan skor 15 dari 19 variabel, yang perlu diperbaiki adalah dangka BOR rendah, BTO dan AvLOS, serta belum adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) terkait nilai-nilai Aswaja NU. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan RSI NU Demak secara umum cukup baik dengan skor 8 dari 12 variabel. Masalah yang menjadi perhatian bersama yaitu mulai variabel kepuasan karyawan meliputi kecukupan tunjangan dan dukungan antar karyawan dalam satu tim, turn over kayawan, perlu adanya evaluasi Hospital Managemen Information System RSI NU Demak (Hos MIS) serta tingkat produktivitas RSI NU Demak. Kesimpulan: Hasil akhir skor dari empat perspektif adalah 0,34, artinya kinerja RSI NU Demak ini dikatakan cukup sesuai dengan standar akan tetapi tetap harus dilakukan perbaikan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement)
Background: Nahdlatul Ulama Islamic Hospital (RSI NU) Demak is a private and nonprofit Islamic hospital, which is not only looking for profit (profitability) but also carrying out social values in its management. In order to balance the economic and social functions amid increasingly fierce competition between hospitals and the industrial revolution 4.0 era, a hospital performance measurement tool is needed. One of the evaluation approaches used to assess hospital performance is the Balanced Scorecard (BSC) method. Methods: This study uses a qualitative approach with a case study method to measure the performance of the RSI NU Demak and the implementation of NU values in hospital management as well as policy recommendations and programs for the RSI NU Demak in the period 2017-2020. Results and Discussion: The eight variables from a financial perspective showed a positive value of +1 only on the variable of increasing efficiency and variable Hospital Social Responsibility (HSR). Then, other variables such as income growth, the effectiveness of ROA, ROI, ROE decreased because the number of patient visits also decreased thus affecting hospital income. The total score for the financial perspective is -6. The customer perspective of RSI NU Demak is generally good enough with a total score of 5 out of 8 variables. The aspects that should be improved are the customer retention rate, improvements in the tangible aspects or physical evidence, the timeliness of specialist doctor services and the speed of handling patient complaints. The internal business process perspective of RSI NU Demak is good with a score of 15 out of 19 variables. The aspects that should be improved are the low BOR, BTO and AvLOS, and the absence of Standard Operating Procedures (SPO) related to Aswaja NU values. The learning and growth perspective of the RSI NU Demak is quite good with a score of 8 out of 12 variables. The common concerned problems include employee satisfaction variables such as the adequacy of allowances and support among employees in one team, employee turnover, the evaluation needs of the Hospital Information System Management at RSI NU Demak (Hos MIS) and the productivity level of the RSI NU Demak. Conclusion: The final score from the four perspectives is 0.34. It means that the performance of RSI NU Demak is said to be quite following the standard, but continuous improvement must be implemented as well
Read More
B-2181
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Albert Hasibuan; Pembimbing:Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Vetty Yulianty Permanasari, Dominggus M. Efruan, Amila Megraini
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Albert Hasibuan Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul :Analisis Kinerja Tim Casemix RSU UKI Berdasarkan      Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence Tahun 2018 Pembimbing : dr. Adang Bachtiar MPH DSc Tim Casemix rumah sakit akan menjadi penggerak membantu melakukan sosialisasi, monitoring dan evaluasi implementasi INA-CBGs di rumah sakit. Pada awal mulainya menjalankan program JKN/BPJS rumah sakit ini mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup signifikan, namun semakin ke depan terdapat penurunan jumlah pasien dan semakin tingginya beban biaya rumah sakit berkenaan dengan banyaknya klaim biaya yang tertunda/ditolak pembayarannya. Penelitian ini untuk melakukan penilaian kinerja Tim Casemix RSU UKI Berdasarkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence untuk mendapatkan gambaran rencana perbaikan kinerja manajemen rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi menggunakan Analisis data kuantitatif dan kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner diikuti dengan wawancara mendalam informan kunci, telaah dokumen, observasi, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian didapatkan Tim Casemix RSU UKI Jakarta memiliki aspek kesempatan untuk peningkatan (Opportunity For Improvement /OFI) di semua kriteria selain sistem kerja, dimana pada kriteria-kriteria tersebut penilaian masih di bawah 50% dari nilai kesempurnaan MBCfPE. Total skor kriteria Malcolm Baldrige pada Analisis Kinerja Tim Casemix berdasarkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence RSU UKI Jakarta tahun 2018 adalah 376,31, yang artinya tim casemix mencapai predikat kinerja “Early Improvement” dengan tingkatan mutu “Average”. Kata kunci: Malcolm Baldrige; Rumah Sakit; Tim Casemix


ABSTRACT Name : Albert Hasibuan Study Program : Magister Of Hospital Administration Title : Performance Analysis of UKI Hospital Casemix Team based     on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence on 2018 Counsellor : dr. Adang Bachtiar MPH DSc Hospital Casemix team will become a driving force helping to conduct socialization, monitoring and evaluation of the implementation of INA-CBGs in hospitals. At the beginning of start run programs JKN/BPJS hospital is experiencing an increase in the number of patient visits are significant enough, but getting to the front there is a decrease in the number of patients and the increasing costs of hospitals with regard to the number of claims pending/rejected charges that the payout. The research is to conduct a performance analysis of UKI Hospital Casemix Team based on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence to get an overview of performance improvement plan of hospital management. The method used is a combination of research methods using quantitative and qualitative data analysis, where the researchers doing data collection using the questionnaire followed by in-depth key informant interviews, document review, observation, and discussion groups. The Research Team obtained Casemix RSU UKI Jakarta has the opportunity for improvement (Opportunity For Improvement/OFI) on all criteria in addition to the working system, where in the criteria of assessment is still under 50% of the value MBCfPE perfection. A total score of Malcolm Baldrige on performance analysis of UKI Hospital Casemix Team based on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence Jakarta in 2018 is 376.31, meaning that the casemix team reached the predicate "Early Improvement" performance with the "Average" level of quality. Keywords: Malcolm Baldrige; The Hospital; Casemix Team

Read More
B-1982
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desriana Elizabeth Ginting; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Sri Handayani
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini menguji hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepuasan pelanggan terhadap 14 rumah sakit vertikal di indonesia. Untuk melihat kinerja dan hubungan di antara indikator-indikator tersebut, digunakan analisis deskriptif dan uji korelasi regresi dengan bootstrapping. Selain itu, dilakukan pula pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Dari hasil penilaian kinerja, didapatkan sebagian dari sasaran strategik belum mencapai nilai optimum.
 
 
Sementara dari hasil analisis bivariat, didapatkan tidak ada hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan yang berkolerasi dengan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, diperlukan adanya perbaikan manajemen dan sistem di internal rumah sakit, maupun Kementrian Kesehatan sebagai regulator terkait indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian BLU, termasuk indikator sasaran strategik di dalamnya.
 

This study examines relationship between the variables of service quality performance indicators, public awareness and concern for the environment and customer satisfaction among 14 vertical hospitals in Indonesia. To see the performance and the relationship between these indicators, used descriptive analysis and correlation regression with bootstrapping. In addition, a qualitative approach through in-depth interviews was also applied. Performance evaluation resultes obtained from a portion of the strategic objectives have not yet reached the optimum value.
 
 
The results of the bivariate analysis, found no association between the variables of service quality performance indicators, public awareness, environmental awareness is correlated with customer satisfaction. Thus, it is necessary improve management and internal systems in hospitals, and the Ministry of Health as a regulator on the performance indicators used in the hopsital autonomy (BLU) assessment, including its strategic targets.
Read More
B-1535
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Deviriyanti Agung; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, M. Natsir Nugroho, Ahmad Jamaluddin
Abstrak:
Kepuasan pasien adalah indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Pasien cenderung menilai kualitas pelayanan berdasarkan pengalaman mereka, termasuk interaksi dengan tenaga medis, kemudahan akses, dan tingkat kenyamanan yang mereka rasakan. Pasien yang merasa puas dengan pelayanan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mematuhi pengobatan yang direkomendasikan dan tindakan medis yang diperlukan. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan cara potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini merupakan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang berusia ≥ 18 tahun yang merupakan pasien baru maupun pasien lama, namun bukan merupakan pasien rujukan dari poliklinik lain dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang akan mengisi instrumen penelitian berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan kualitas pelayanan pada dimensi tangible (p value sebanyak 0,000); dimensi empathy (p value sebesar 0,000); dimensi reliability (p value sebesar 0,000); dimensi responsiveness (p value sebesar 0,000); dimensi assurance (p value sebesar 0,000) terhadap kepuasan pasien.

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of health services. Patients tend to judge the quality of care based on their experiences, including interactions with medical personnel, ease of access, and the level of comfort they feel. Patients who are satisfied with services are more likely to comply with recommended treatment and necessary medical procedures. One of the efforts that must be made to improve public services is to conduct community satisfaction surveys for service users by measuring the satisfaction of service users. The purpose of this study was to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Muhammadiyah Hospital Taman Puring. This research uses a descriptive observational study with a quantitative approach using a cross-sectional method. The subjects of this research were patients from the obstetrics and gynecology clinic at Muhammadiyah Taman Puring Hospital aged ≥ 18 years who were new or existing patients, but were not referred patients from other polyclinics with a sample size of 99 respondents who would fill out the research instrument in the form of a questionnaire. The result shows that there is a relationship between service quality in the dimension of tangible (p value of 0.000); empathy (p value of 0.000); reliability (p value of 0.000); responsiveness (p value of 0.000); assurance (p value of 0.000) on patient satisfaction.
Read More
B-2428
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive