Ditemukan 31743 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan fenomena yang umum terjadi pada saat ini. Program peningkatan kecakapan hidup bagi remaja merupakan salah satu strategi untuk menyiapkan mereka menghadapi tantangan dan maupun tekanan dari lingkungan sosial mereka. Studi ini bertujuan menilai efektifitas modul Caradde’ dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pelajar di kota Makassar. Intervensi dengan pembelajaran menggunakan modul Caradde’ yang dikembangkan dengan mengadaptasi terhadap nilai lokal masyarakat Sulawesi Selatan. Studi ini menggunakan pendekatan mix methodologi dengan desain eksplorasi sekuensial; pendekatan kualitatif dilakukan di awal kemudian hasilnya menjadi bahan pengembangan instrument pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi intervensi hendaknya diperhatikan dan disesuaikan dengan komponen dari perilaku yang akan di tingkatkan. Pelibatan fasilitator di luar tenaga pengajar yang ada di sekolah hendaklah memiliki kemampuan dasar dalam mengajarkan materi tentang kecakapan hidup.
Kata kunci: Narkoba, kecakapan hidup, pelajar
The effectivity of Caradde’ as a Life Skills Education on Drugs Prevention among Students in Makassar Substance abuse is a current prevalent issue among adolescents.
Life skills improvement programs for adolescents is a strategy to prepare them to face the challenges and pressures in their social life. The study aimed to develop learning methods with life skills education as a prevention on drugs abuse among students in the Makassar. The intervention utilized the Caradde’ module which adapted the local values of people in South Sulawesi. This study used a mixed methodology approach with a sequential exploratory design. The findings suggested that the frequency of the intervention should be considered and adjusted to the components of the specific behavior to be improved. Finally, the involvement of external facilitators needs to consider their teaching skills relevant to the life skills education materials.
Keywords : Drugs, life skills, students
Tuberculosis is a major public health problem in the world, including in Indonesia. Finding and curing the patients are the best way of preventing transmission of TB by implementing the DOTS strategy. Implementation of the national TB control strategy prioritized in remote, border and island especially TB patients who do not meet the target case detection and treatment success. There are two of provinces with the highest and second highest TB namely west Java province (0.7%) and Papua (0.6%). Accessibility to health services of TB patients showed inequality, which only exist in urban areas and at high economic status. The problem in this research is find the of TB patients who do not get accessibility to health services. Limited accessibility to health services of TB patients could be caused by conditions different individuals as well as differences in physical conditions (geographic). The purpose of this study is to setup a spatial model of accessibility to health services in the province of West Java and Papua.
Prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah sebesar 55,5%. Kurangnya informasi mengenai ASI eksklusif dari tenaga kesehatan dan persepsi ibu mengenai kurangnya ASI menjadi penyebab rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar – dasar materi yang diperlukan dalam menyusun modul yang dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sebagai pendamping ibu hamil dalam upaya meningkatkan keberhasilan menyusui. Penelitian ini menggunakan mixed method study dengan eksploratori sekuensial. Penelitian kualitatif dilakukan untuk menyusun materi pendampingan dan materi modul pelatihan. Penelitian kuantitatif menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pretest – posttest design. Empat puskesmas di Kota Padang dengan cakupan ASI eksklusif <60% dipilih sebagai lokasi penelitian. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2022 sampai April 2024. Pelatihan terhadap 10 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari sembilan orang bidan dan satu orang dokter. Pendampingan dilakukan oleh delapan tenaga kesehatan terhadap 37 orang ibu mulai dari trimester pertama kehamilan sampai satu bulan perawatan post partum. Analisis data kualitatif dengan menggunakan pengkategorian dan analisis data kuantitatif menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan penelitian kualitatif, materi dasar untuk modul pendampingan adalah manfaat ASI, IMD, upaya menyusui, pelekatan dan posisi, masalah ibu nifas, masalah pada payudara, persiapan ibu bekerja, dukungan keluarga dan KB pasca salin. Secara statistik, kompetensi tenaga kesehatan meningkat seiring dengan peningkatan pengetahuan (p value = 0,005). Pengetahuan dan sikap ibu juga berbeda secara signifikan setelah diberikan pendampingan (p value = 0,001; p value = 0,001). Sebanyak 54,0% ibu menyatakan pendampingan sangat baik, 51,4% ibu mendapat dukungan keluarga yang tinggi, dan 73,0% ibu mendapat dukungan teman. Modul pelatihan tenaga kesehatan pendamping ibu hamil efisien dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan, pengetahuan ibu, dan sikap ibu. Disarankan untuk melakukan penelitian pada populasi yang lebih besar, dengan waktu yang lebih panjang, diuji coba pada dua kelompok (intervensi dan kontrol) sehingga keberhasilan menyusui dapat dilihat dari status gizi ibu dan bayi, dan dilakukan di daerah yang berbeda untuk melihat keefektifan penggunaan modul. Kata kunci: keberhasilan menyusui, modul pelatihan tenaga kesehatan, pendamping ibu hamil.
The prevalence of illicit drug use among adolescents in Indonesia still needs to be reduced. Previous studies have suggested that family is a protective factor against illicit drug use. This study examined the role of family social capital against illicit drug use. The study analyzed secondary data. A total of 31,439 adolescents aged 10 24 years old and not yet married were involved in the present study. This study created an index of family social capital that was grouped in four dimensions from 14 variables. The cumulative explained of Principle Component Analysis was 61.8%. The findings showed that family social capital plays a protective factor against illicit drug use. However, when controlled by two permissive behaviors, it was shown that the older the adolescents, the stronger and more consistent the effect of family social capital. Other findings, family social capital did not directly affect illicit drug use, but the pathway was through two permissive behaviors. This study encourages illicit drug use prevention programs that involve the dimensions of family social capital and accommodate the development age of adolescents. In addition, the program should synergize with other risk behavior prevention programs
Evaluasi yang peneliti lakukan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan sistem. Pengambilan data dilakukan di dinkes dan faskes yang menyelenggarakan layanan PPIA di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinkes Kota Bandar Lampung telah melaksanakan kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi terkait layanan PPIA, tetapi dalam pelaksanaannya belum maksimal dan terdapat perbedaan capaian indikator yang tercatat manual di dinas kesehatan Kota Bandar Lampung dan di web SIHA.
Kata kunci: anak HIV, ibu HIV, PPIA
