Ditemukan 34275 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Noormaya Sari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Agus Jamaludin, Meisinta Florentina
Abstrak:
Pada masa kini, setiap fasilitas kesehatan dituntut agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi kepada pasien, tidak terkecuali dengan rumah sakit. Persepsi pasien yang baik terhadap kualitas layanan akan memunculkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien akan menjadi salah satu pendorong munculnya loyalitas pasien pada pelayanan rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional dengan jumlah responden yang berjumlah 210 orang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember 2020 di instalasi rawat jalan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dengan skala likert. Hasil uji statistik penelitian ini didapatkan bahwa 66.2% responden loyal dan 33.8% responden tidak loyal. Sebanyak 84.3% responden berpersepsi dimensi bukti fisik baik, sebanyak 61% responden berpersepsi daya tanggap baik, sebanyak 68.1% responden berpersepsi kehandalan baik, sebanyak 63.3% responden berpersepsi empati petugas baik dan sebanyak 58.1% responden berpersepsi dimensi jaminan baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, empati dan jaminan dengan loyalitas pasien dengan nilai p value < 0.05. Dimensi kehandalan, jaminan dan empati serta karakteristik umur pasien secara simultan paling berperan penting dalam loyalitas pasien. Diharapkan pihak manajemen dapat mengembangkan sarana dan prasarana rumah sakit, meningkatkan pendidikan dan pengetahuan petugas, memberikan pelayanan tepat waktu dan meningkatkan komunikasi dengan pasien agar pasien semakin loyal dengan layanan rawat jalan di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
Read More
T-6128
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nyoman Dwi Maha Udiyana; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Gede Eka Rusdi Antara, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak:
Terbatasnya jumlah sebaran dokter bedah di Indonesia, dengan banyaknya tugas keseharian yang dijalani oleh dokter bedah, diperlukan suatu cara pengisian rekam medis yang mudah , efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan mempergunakan model design thinking. Hasil penelitian berupa prototipe aplikasi IESR (Integrated Electronic Surgical Report) yang dirancang melalui kolaborasi antara tim design thinker dengan tim IT. Prototipe IESR menekankan pada pengisian rekam medis dan laporan operasi yang efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Perancangan prototipe IESR melalui implementasi model design thinking dilakukan dalam 5 tahap. Dalam tahapan emphatize, define, dan ideate didapatkan berbagai masalah yang dihadapi dokter operator dalam pengisian rekam medis dan laporan operasi. Dari formulasi berbagai usulan penyelesaian masalah, dipilih solusi berupa perancangan prototipe IESR. Tahapan prototyping dilakukan dengan pembuatan storyboard dan pembuatan prototipe digital oleh tim IT. Fase testing menunjukkan 87,5% informan menyatakan kemudahan penggunaan prototipe IESR, dan 75% informan merasakan penggunaan prototipe sudah efisien dalam hal waktu input data. 75 % informan menyatakan telah sesuai dengan kebutuhan klinisi. Prototipe aplikasi Integrated Electronic Surgical Report diharapkan dapat memudahkan para dokter operator dalam pengisian rekam medis, khususnya laporan operasi secara efisien
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
Read More
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
T-6090
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suharmi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Hanny Handiyani, Prastuti Soewondo, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak:
Kualitas pelayanan RS salah satunya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien. Adanya penurunan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Sultan Imanuddin dan penilaian kualitas pelayanan per unit pelayanan yang di nilai masyarakat kurang baik (<76,61%), dapat menyebabkan pasien kurang puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penerapan penugasan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Desain penelitian : deskriptif kuantitatif dengan uji univariat dan bivariat dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data di RSUD Sultan Imanuddin pada November sampai Desember 2020 menggunakan kuisioner, dengan populasi seluruh pasien di Ruang Rawat Inap. Jumlah sampel 77 responden, diambil secara acak di setiap ruang rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas perawat, timbang terima, komunikasi terapeutik memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap dengan tingkat signifikansi 0,01. Kesimpulan: pelaksanaan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas, timbang terima, komunikasi terapeutik yang baik mampu memberikan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan. Saran : pelatihan service exellence, perekrutan perawat baru dengan lulusan ners, monitor dan evaluasi secara berkala tentang penerapan penugasan keperawatan.
Read More
B-2197
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maya Khrisna Silahartini; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permanasari, Avriazar Beng Kiuk, Renyta Amelia
Abstrak:
Latar belakang: RS Sultan Imanuddin adalah rumah sakit tipe B yang menerima rujukan berjenjang dari rumah sakit sekitarnya dan menjadi tumpuan pelayanan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan berkualitas dan memuaskan. Terdapat 5 dimensi yang dapat digunakan dalam menilai kualitas pelayanan yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance. Angka kepuasan pelanggan yang tinggi mempengaruhi keputusan pasien untuk kembali menggunakan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Pengukuran loyalitas pelanggan dengan Nett Promoter Score (NPS) diawali pada tahun 2003 dan menggunakan jumlah pertanyaan lebih sedikit, NPS menghasilkan analisis yang lebih baik terhadap loyalitas pasien terhadap institusi kesehatan dan terdapat korelasi yang tinggi antara nilai NPS dengan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan persepsi pasien terhadap kualitas layanan dengan loyalitas di RS Sultan Imanuddin. Mengetahui loyalitas pasien RS Sultan Imanuddin dengan NPS untuk melihat akseptibilitas masyarakat terhadap RSSI. Metode Penelitian: Penelitian mix method dengan pengambilan data kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian dilakukan Desember 2020-Februari 2021 dengan jumlah responden sebanyak 203 orang pasien dan atau penunggu pasien di instalasi rawat inap Meranti dan manajemen RS Sultan Imanuddin. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat loyalitas terhadap RS diukur dengan Nett Promoter Score sebesar 68,4 dan loyalitas terhadap dokter 91,6. Variabel tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance berhubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap RS dengan nilai p<0,001. Variabel reliability dan responsiveness memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap dokter dengan p<0,001. Karakteristik pasien yang berpengaruh signifikan pada loyalitas pasien terhadap rumah sakit dan dokter adalah pendidikan. Faktor pendidikan mempengaruhi cara pasien berkomunikasi dengan dokter. Faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan, cara pembiayaan, tempat tinggal, kelas perawatan, riwayat rawat inap sebelumnya, cara datang berobat, dokter yang merawat, jalur masuk rawat inap, jenis kasus bedah dan lama hari rawat tidak berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Kesimpulan: Penelitian di RS Sultan Imanuddin menunjukkan tingkat loyalitas pasien terhadap dokter lebih tinggi dibanding loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Variabel tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance memiliki hubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Variabel reliability dan responsiveness memiliki hubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap dokter. Pasien yang berpikir untuk beralih layanan rumah sakit, mencari layanan kesehatan yang tidak antri, ruang rawat inap yang lebih nyaman, dan memperhatikan privasi. Pasien yang masih menginginkan layanan di tempat yang sama disebutkan karena faktor jarak yang dekat dan beda selisih pembiayaan bila pindah rumah sakit. Faktor yang membuat pasien loyal terhadap dokter adalah penanganan baik yang diberikan dan telah terbiasa sebelumnya. Hal yang membuat pasien beralih dokter adalah waktu yang diberikan dalam pelayanan dirasa kurang dan ketidakhadiran dokter saat pemeriksaan
Read More
B-2270
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosna Meutia; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Finna E. Indriany, Djohan Musali
Abstrak:
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan rawat inap dengan loyalitas pasien. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Responden berjumlah 79 orang dan merupakan pasien yang telah melakukan rawat inap di pelayanan rawat inap Rumah Sakit Siloam Bogor minimal dua kali. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan melalui google form. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis univariate, bevariate (pearson chi- square), dan analisis multivariate (logistic regretion). Hasil penelitian diperoleh tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik pasien sebagai variabel kontrol yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, sumber biaya pengobatan dengan loyalitas pasien. Variabel penghasilan, jarak tempat tinggal dan jumlah kunjungan memiliki hubungan signifikan dengan loyalitas pasien dengan p-value < 0.05. Terdapat hubungan yang signifikan juga antara tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty dengan loyalitas pasien dengan p-value 0.000 (<0.05). Jumlah kunjungan yang berulang merupakan variabel yang memiliki hubungan paling kuat dengan loyalitas pasien dengan OR 5.176. Kata kunci: Kualitas layanan, loyalitas pasien
This study aims to determine the relationship between quality of inpatient services and patient loyalty. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. Respondents were 79 people and were patients who had been hospitalized at the inpatient services of Siloam Hospital Bogor at least twice. Data collection by using a questionnaire conducted via google form. The data collected were analyzed using univariate, bevariate (Pearson chi-square) analysis methods, and multivariate analysis (logistic regretion). The results showed that there was no significant relationship between the variables patients characteristic as control variable of age, gender, education, employment status, sources of medical expenses and patient loyalty. The variables of income, distance of residence and number of visits have a significant relationship with patient loyalty with p-value <0.05. There is also a significant relationship between tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy with patient loyalty with p-value 0.000 (<0.05). The number of repeated visits is the variable that has the strongest relationship with patient loyalty with OR 5.176. Key words: Quality services, patient loyalty
T-6371
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arisa Permata Sari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Wahyu Sulistiadi, Kodiat Juarsa, Jenal Mutakin
Abstrak:
Read More
Kualitas pelayanan yang baik harus dimiliki oleh Rumah Sakit sebagai upaya untuk bertahan di era globalisasi saat ini sebagai upaya untuk mendapatkan citra positif bagi masyarakat serta dapat menciptakan kepuasan pasien dan menciptakan loyalitas pasien demi keuntungan rumah sakit serta sebagai suatu upaya untuk dapat bersaing dengan rumah sakit lainnya dengan memberikan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan terhadap loyalitas pasien umum rawat jalan di RSUD Berkah Pandeglang. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang tersebar di poli rawat jalan terpilih yang diikuti oleh 139 responden pasien umum rawat jalan RSUD Berkah Pandeglang. Hasil penelitian memberikan nilai sebesar 77,7% responden yang loyal terhadap Rumah Sakit tersebut. Uji bivariat menggunakan Chi Square memperlihatkan bahwa faktor Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan kepuasan pasien memiliki hubungan yang signifikan terhadap loyalitas pasien. Sedangkan pada Uji Multivariat terlihat bahwa faktor Reliability (kehandalan) adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien yang memiliki hasil statistik (pv= 0.002, AOR=15.66 95%, CI 2.746-88.671).
Good service quality must be owned by the Hospital as an effort to survive in the current era of globalization as an effort to get a positive image for the community and can create patient satisfaction and create patient loyalty for the benefit of the hospital and as an effort to be able to compete with other hospitals by providing quality services. This study aims to determine the relationship between service quality and satisfaction with the loyalty of general outpatient patients at Berkah Pandeglang Hospital. This study was conducted as a quantitative study with a cross-sectional design, data collection was carried out by filling out questionnaires spread across selected outpatient polys which were attended by 139 respondents of general outpatient patients at Berkah Pandeglang Hospital. The results of the study gave a score of 77.7% of respondents who were loyal to the hospital. Bivariate tests using Chi Square showed that Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty and patient satisfaction factors had a significant relationship to patient loyalty. Meanwhile, in the Multivariate Test, it was seen that the Reliability factor (reliability) was the factor that most influenced the loyalty of patients who had statistical results (pv= 0.002, AOR=15.66 95%, CI 2,746-88,671).
T-6531
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Faried Budi Wibowo,;Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Amroussy Djaya Taruna
S-4227
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sabrina Aprilia Putri; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Kurnia Sari, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak:
Read More
Loyalitas pasien merupakan aset strategis bagi institusi kesehatan dalam mempertahankan keberlanjutan layanan. Di RSUI, meskipun kualitas medis dinilai baik, fluktuasi kepuasan terkait waktu tunggu dan informasi masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang paling dominan memengaruhi loyalitas pasien dengan menggunakan indikator Net Promoter Score (NPS). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan pada periode April hingga Mei 2026 melalui kuesioner terhadap pasien di RSUI. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan Regresi Logistik Multinomial untuk menentukan prediktor loyalitas yang paling dominan. Hasil analisis multivariat pada model final menunjukkan bahwa secara simultan, dimensi kualitas pelayanan dan karakteristik responden mampu menjelaskan loyalitas pasien sebesar 52,4% (Nagelkerke Pseudo R-Square). Dimensi Responsiveness (Ketanggapan) ditemukan sebagai prediktor paling dominan terhadap status Promoter dengan nilai (p-value = 0,001) dan Odds Ratio (OR) sebesar 38,9. Hal ini berarti pasien yang merasakan ketanggapan layanan yang baik memiliki peluang 38,9 kali lebih besar untuk menjadi Promoter dibandingkan mereka yang merasa kurang puas. Selain itu, dimensi Empathy (OR = 11) juga berpengaruh signifikan. Dari sisi karakteristik responden, Jenis Jaminan (OR = 3,84) dan Usia (OR = 5,1) teridentifikasi sebagai variabel perancu di mana pasien BPJS dan kelompok usia >35 tahun memiliki kecenderungan loyalitas yang lebih tinggi. Loyalitas pasien di RSUI sangat ditentukan oleh efisiensi waktu pelayanan (Responsiveness) dan kualitas interaksi petugas (Empathy). RSUI disarankan memprioritaskan transformasi alur operasional di unit farmasi dan administrasi serta mempertahankan standar kompetensi petugas guna meningkatkan proporsi pasien yang bersedia merekomendasikan layanan rumah sakit.
Patient loyalty is a strategic asset for healthcare institutions in maintaining service sustainability. At RSUI, although the medical quality is considered good, fluctuations in satisfaction related to waiting time and information delivery remain a challenge. This study aimed to analyze the most dominant variables influencing patient loyalty using the Net Promoter Score (NPS) indicator. This quantitative study employed a cross-sectional design. Data were collected from April to May 2026 through questionnaires distributed to patients at RSUI. Data analysis was conducted in stages, including univariate analysis, bivariate analysis using the Chi Square test, and multivariate analysis using Multinomial Logistic Regression to determine the most dominant predictors of patient loyalty. The results of the multivariate analysis in the final model showed that, simultaneously, service quality dimensions and respondent characteristics were able to explain 52.4% of patient loyalty (Nagelkerke Pseudo R-Square). The Responsiveness dimension was identified as the most dominant predictor of Promoter status with a p-value of 0.001 and an Odds Ratio (OR) of 38.5. This indicates that patients who perceived good service responsiveness were 38.5 times more likely to become Promoters compared to those who were less satisfied. In addition, the Empathy dimension (OR = 11) also had significant effects. Regarding respondent characteristics, Type of Health Insurance (OR = 3.84) and Age (OR = 5.1) were identified as confounding variables, where BPJS patients and patients aged over 35 years showed a higher tendency toward loyalty. Patient loyalty at RSUI is strongly influenced by service efficiency (Responsiveness) and the quality of staff interactions (Empathy). RSUI is therefore recommended to prioritize operational workflow transformation in the pharmacy and administrative units, while maintaining staff competency standards in order to increase the proportion of patients willing to recommend the hospital’s services.
S-12404
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Paraswati; Pembombing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Dede Setyadi
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang hubungan kualitas pelayanan dan sistem antriandengan kepuasan pasien BPJS pada pasien rawat jalan di RS Hermina Jatinegara.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Data diolah melalui analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitianmenyarankan bahwa pihak RS Hermina Jatinegara harus lebih meningkatkan lagikualitas pelayanan. Selain itu hasil penelitian ini juga menyarankan agar pihak RSHermina Jatinegara menerapkan sistem antrian yang efektif dan efisien sehinggapasien BPJS bisa lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kata kunci:Kualitas pelayanan, sistem antrian, kepuasan pasien BPJS
This thesis discusses the relationship between service quality and queuing systemwith BPJS patient satisfaction in outpatients at Hermina Jatinegara Hospital. Thisstudy uses a quantitative method with a cross sectional approach. Data isprocessed through univariate, bivariate and multivariate analysis. The results ofthe study suggest that the Hermina Jatinegara Hospital must further improve thequality of service. In addition, the results of this study also suggested thatHermina Jatinegara Hospital implement an effective and efficient queuing systemso that BPJS patients can get health services faster.
Key words: Service quality, queuing system, patient satisfaction.
Read More
Kata kunci:Kualitas pelayanan, sistem antrian, kepuasan pasien BPJS
This thesis discusses the relationship between service quality and queuing systemwith BPJS patient satisfaction in outpatients at Hermina Jatinegara Hospital. Thisstudy uses a quantitative method with a cross sectional approach. Data isprocessed through univariate, bivariate and multivariate analysis. The results ofthe study suggest that the Hermina Jatinegara Hospital must further improve thequality of service. In addition, the results of this study also suggested thatHermina Jatinegara Hospital implement an effective and efficient queuing systemso that BPJS patients can get health services faster.
Key words: Service quality, queuing system, patient satisfaction.
S-9698
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ina Sufriana; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mieke Savitri, Solehudin
B-1190
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
