Ditemukan 35716 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), merupakan masalah yang serius di Indonesia. Pada saat ini di Indonesia diperkirakan ada sekitar 10 juta orang menderita gondok, 750.000-900.000 menderita kretin endemik dan 3,5 juta menderita GAKY Iainnya. Dampak negatif dari GAKY berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, anak-anak yang menderita kekurangan yodium mempunyai rata-rata IQ 13,5 point lebih rendah dibandingkan mereka yang cukup mendapat yodium.Pemerintah menempuh 2 macam upaya penanggulangan GAKY di Indonesia, yaitu melalui upaya pemberian kapsul minyak beryodium yang diprioritaskan pada wanita usia subur 15-49 tahun termasuk ibu hamil dan ibu nifas dan penggalakkan penggunaan garam beryodium di masyarakat. Untuk meningkatkan demand masyarakat terhadap penggunaan garam beryodium, Pusat Promosi Kesehatan telah melakukan kampanye penggunaan garam beryodium melalui media TV dan Radio pada tahun 1998/1999. Namun data yang telah dikumpulkan baru dianalisis secara univariat, sehingga dirasa perlu untuk dianalisis lebih lanjut melalui penulisan ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian garam beryodium rumah tangga di 10 propinsi daerah endemik Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Indonesia tahun 1999.Desain penelitian adalah cross sectional dengan memanfaatkan data sekunder hasil evaluasi kampanye garam beryodium melalui media TV dan Radio yang dilakukan Pusat Promosi Kesehatan pada tahun 1999 terhadap 600 responden wanita usia subur di 10 propinsi GAKY di Indonesia. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan program komputer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 462 responden (77%) menggunakan garam beryodium, sedangkan sisanya menggunakan garam lain. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan garam beryodium antara lain: Pengetahuan, Pendidikan, Niat, Ketersediaan garam beryodium, dan Keterpaparan terhadap media. Dari ke-lima faktor tersebut, ketersediaan garam beryodium merupakan faktor yang mempunyai hubungan paling dominan dengan penggunaan garam beryodium dengan nilai Odds Ratio (OR)=l,36I (95% CI 1,30 - 1,43). Artinya responden dengan ketersediaan garam beryodium di sekitar tempat tinggalnya, kemungkinan akan menggunakan garam beryodium 1,361 kali dibandingkan dengan responden yang disekitar tempat tinggalnya tidak tersedia garam beryodium.Atas dasar hasil penelitian tersebut, kepada pengelola program GAKY disarankan untuk melakukan advokasi secara intensif kepada lintas sektor, terutama sektor yang berkaitan dengan distribusi garam beryodium untuk menjamin ketersediaan garam beryodium di seluruh Indonesia. Disamping itu, kampanye penggunaan garam beryodium perlu dijaga kesinambungannya, karena dari hasil penelitian juga terbukti bahwa keterpaparan media berhubungan dengan penggunaan garam beryodium.
Factor Related to Iodized Salt Usage in Ten Province Subjected to Iodine Deficiency Disorder (IDD) in Indonesia Year of 1999There are many people in Indonesia still suffer from goiter. 10 million from 42 million people which living in area with deficiency of iodine are suffering this disease. IDD has negative impact directly to quality of human resources, especially concerned to intelligence and productivity.In this study we looking for some factor related to iodized salt usage in ten IDD province in Indonesia. Independent factors in this study are predisposition factors (knowledge, willingness, and education), enabling factor (salt availability), and enforcing factor (media). We were looking for some relation of these three variables with iodized salt usage as dependent variable.This study using cross sectional design to secondary data of 600 respondents (women in fertile age) in ten IDD province (GAKY) in 1999, which collected by Health Promotion Center of Health Department of Republic of Indonesia. From 600 respondents which being studied, 462 respondents (77%) using iodized salt. Factor that related to iodized salt usage is availability of iodized salt, media exposure, knowledge, and level of education. The most dominant factor is iodized salt availability (OR 1,361; 95%CI 1,30-1,43), which means respondents which easy to find iodized salt have 1,361; possibility to use iodized salt compared to those who difficult to find iodized salt.We recommend to Department of Trade and Industry to ensure the availability of iodized salt in public, and to IDD program's management to improve campaign of benefits of iodized salt usage to public.
Anemia pada ibu hamil dapat dicegah dengan melakukan perilaku pencegahan anemia yang meliputi makan-makanan bergizi, rutin konsumsi tablet tambah darah, dan rutin melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan ANC di Puskesmas Kedungkandang dibawah standar Provinsi Jawa Timur (Cakupan K1 98,2% dan pada K4 89,93%) dan Kota Malang (Cakupan K1 89,10% dan pada K4 84,41%) yaitu pada K1 sebesar 88% dan cakupan K4 sebesar 84%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain cross sectional pada 115 ibu hamil yang diambil secara proportional random sampling dan dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi: pengetahuan (P-value = 0,000) dan sikap (P-value = 0,000), faktor pemungkin: kelas ibu hamil (P-value = 0,012), dan faktor penguat: dukungan suami (P-value = 0,000) dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan, sikap, keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan dukungan suami agar perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil semakin baik.
Anemia in pregnant women can be prevented by carrying out anemia prevention behaviors which include eating nutritious foods, routinely consuming blood-boosting tablets, and carrying out routine antenatal care (ANC) visits. ANC coverage at the Kedungkandang Health Center is below the standard for East Java Province (Coverage of K1 98.2% and in K4 89.93%) and Malang City (Coverage of K1 89.10% and in K4 84.41%), namely in K1 it is 88% and K4 coverage of 84%. This study aims to determine the factors related to anemia prevention behavior in pregnant women in the Working Area of the Kedungkandang Health Center, Malang City in 2023. This research is a quantitative study, cross-sectional design on 115 pregnant women who were taken by proportional random sampling and carried out in the month June-July 2023. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire. The results showed that there was a significant relationship between predisposing factors: knowledge (P-value = 0.000) and attitudes (P-value = 0.000), enabling factors: class of pregnant women (P-value = 0.012), and reinforcing factors: husband's support ( P-value = 0.000) with anemia prevention behavior in pregnant women. For this reason, efforts are needed to increase anemia prevention behavior in pregnant women by increasing knowledge, attitudes, participation in classes for pregnant women and husband's support so that anemia prevention behavior in pregnant women is getting better.
Background: Based on data as of September 20, 2021 in 46,500 schools, there were 2.8 percent or 1,296 schools that reported COVID-19 clusters. Most of the COVID-19 clusters occurred in SD/MI, namely 2.78 percent. As of March 18, 2021, the death rate in Lampung Province reached 5.32 percent or was above the national average, which was 2.71 percent. Based on the SE Head of the Education and Culture Office of Bandar Lampung Number: 420/1254/IV.40/2022 regarding face-to-face learning during the COVID-19 pandemic, it was held on Monday, March 14, 2022. MIN 8 Bandar Lampung is a pilot MIN located very close to with densely populated settlements, the school building area is not too large and has the largest number of students and has very active interactions with the outside community. Based on the preliminary study that has been carried out by the researchers, it turns out that the 3M students of MIN 8 Bandar Lampung still lack discipline. Objective: To determine the factors related to the application of 3M behavior as a prevention of COVID-19 in students of MIN 8 Bandar Lampung in 2022. Methods: using a cross sectional study design where in this study the subject was only measured and observed once. Result: 5th grade students of MIN 8 Bandar Lampung in 2022 (62.9%) apply 3M behavior. Variables of knowledge (56.7%), attitudes (62.9%), parenting (58.8%), teacher support (70.1%), peer support (62.9%) school regulations (50.5%) and infrastructure (56.7). The most dominant variable related to the application of 3M behavior is the habituation of parents with OR 3,095 (95% CI: 1.315-7,284). Conclusion: There is a significant relationship between parental habits and school rules with 3M behavior. The most dominant variables related to 3M behavior are parental habits after controlling for peer support, and school rules.
