Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32222 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Syifa Zahra; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Fajrinayanti
Abstrak: Pelaksanaan program Posyandu saat ini dinilai belum maksimal. Masalah yang dihadapi salah satunya adalah kurangnya keterampilan yang dimiliki kader. Hal ini semakin di perparah oleh kondisi COVID-19 yang mengakibatkan terhentinya kegiatan Posyandu. Pendampingan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja Posyandu. Salah satu pendampingan yang dilakukan di masa pandemi adalah pendampingan melalui program New Normal Posyandu (NNP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran evaluasi pelaksanaan Posyandu dengan binaan NNP pada Posyandu terpilih di Kelurahan Cisalak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui gambaran input (SDM, pelatihan kader, struktur organisasi, sarana dan prasarana, pendanaan, dan jadwal pelaksanaan), gambaran process (persiapan, penerapan protokol kesehatan, penimbangan, ploting, konseling, pencatatan dan pelaporan, diskusi evaluasi, dan kunjungan rumah), serta gambaran output (indikator D/S dan N/D?) pada tiga Posyandu (Posyandu X dan Y merupakan Posyandu binaan dan Posyandu Z sebagai kelompok kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi, dan telaah dokumen. Infroman kunci pada penelitian ini adalah satu orang TPG Puskesmas, satu orang PKK Kelurahan, dan satu orang Representatif program NNP. Informan utama terdiri dari satu orang ketua dari masing masing Posyandu, lima belas orang kader pada tiga Posyandu, dan informan pendukung dua belas ibu balita pada tiga Posyandu. Penelitian dilaksanakan di Posyandu X, Y dan Z Kelurahan Cisalak. Hasil penelitian menunjukkan Program pembinaan Posyandu oleh NNP dapat membantu kedua Posyandu yang dibina untuk meningkatkan kualitas konseling dari kader kepada masyarakat melalui program pelatihan yang diberikan. Program juga membantu Posyandu untuk mengadakan kegiatan setiap bulannya dan melengkapi sarana prasaran Posyandu. Namun, kualitas konseling pada Posyandu yang dibina dinilai belum maksimal untuk semua Posyandu.
The performance of the current Posyandu program is not optimal. One of the problems that it faced is the lack of skills the cadres possessed. This is further exacerbated by the condition of COVID-19 which stopped the activities of Posyandu. Guidance is one way that can be done to increase the performance of Posyandu. One of the guidances carried out during the pandemic is guidance through the New Normal Posyandu program. This research aims to describe the evaluation of the implementation in NNP-supported Posyandu at selected Posyandu in Cisalak Village in 2022. This research uses the qualitative-descriptive method to describe input (human resources, cadres training, organizational structure, facilities and infrastructures, funding, and schedules of implementation), process (preparation, application of health protocols, weighing, plotting, counselling, recording and reporting, evaluation discussion, and home visit), and output (D/S and N/D? indicator) in three Posyandus (with Posyandu X and Y as supported Posyandu, and Posyandu Z as control group). Data collection was done through in-depth interviews, focus group discussion, observation, and documents review. Key-informant in this research was one Public Health Center Nutritionist, one person from Village?s Family Welfare Education Program, and one NNP program representative. Main-informant was head from each Posyandu, fifteen cadres in three Posyandus, and the supporting informant were twelve mothers of toddlers in three Posyandus. Research was done in X, Y, and Z Posyandu in Cisalak Village. The results showed that Posyandu guidance program by NNP can help two supported Posyandus to increase quality of the counseling from cadres to the community through provided training program. Program can also help Posyandu to conduct monthly activities and increase the quality of facilities and infrastructures of Posyandu. However, the quality of counseling in supported Posyandus are considered not optimal for all Posyandus.
Read More
S-11077
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosnelli; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Ratu Ayu Dewi Sartika, Abbas Basuni Jahari, Sutanto
Abstrak:

ABSTRAK Masa balita merupakan masa kritis terlebih pada periode dua tahun pertama, dimana masa tersebut merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal. Adanya gangguan pertumbuhan dapat memberikan dampak negatif bagi baduta. Gangguan pertumbuhan dapat terjadi dalam waktu singkat maupun dalam waktu cukup lama. Gangguan pertumbuhan dalam waktu singkat (akut) sering terjadi pada perubahan berat badan sebagai akibat menurunnya nafsu makan, sakit (misalnya diare dan saluran pernafasan) atau karena tidak cukupnya makanan yang dikonsumsi. Sedangkan gangguan pertumbuhan yang berlangsung dalam waktu lama (kronis) dapat terlihat pada hambatan pertambahan tinggi badan Dari hasil analisis situasi status gizi balita sebelum dan selama krisis, menunjukan adanya peningkatan prevalensi gizi buruk pada anak usia 6-17 bulan setelah terjadinya krisis. Pada tahun 2000 prevalensi gizi buruk pada anak usia 12-23 bulan sebesar 9,8 %, dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 10,9 %. Kecamatan Pariaman Tengah merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat dengan prevalensi kurang gizi dari indikator BB/TB pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2006 prevalensi kurang gizi sebesar 8,9% dan meningkat menjadi 13,5% pada tahun 2007. Namun dari cakupan program yang telah dilaksanakan telah mencapai target yang ditetapkan. Untuk mengetahui penyebab tingginya prevalensi kurang gizi di Kota Pariaman perlu dilakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan karakteristik responden dan pemanfaatan program gizi di posyandu dengan status gizi baduta usia 6-24 bulan di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2008. Jenis penelitian ini adalah penelitian dekriptif analitik dengan desain crosssectional (potong lintang). Sampel diambil dengan menggunakan cara survei cepat dengan rancangan klaster. Klaster adalah Posyandu diwilayah Kecamatan Pariaman Tengah. Dari 46 posyandu, yang menjadi sampel adalah sebanyak 30 posyandu yang dipilih secara acak. Pemilihan responden dilakukan di posyandu sampel yang juga dipilih secara acak sederhana. Jumlah sampel adalah 300 orang yang diambil 10 baduta dari masing-masing posyandu sampel. Hasil penelitian didapatkan baduta yang mengalami kurang gizi dari indikator BB/TB di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2008 sebesar 18,7 %. Hasil uji bivariat dengan chi square terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi (p=0,0019, OR=3,026), asupan energi (p=0,020, OR=2,816), asupan protein (p=0,038, OR=2,012) dan tingkat pengetahuan ibu (p=0,045, OR=1,899 ) dengan status gizi baduta. Dari hasil analisis multivariat didapati faktor dominan yang berhubungan dengan status gizi baduta adalah Penyakit infeksi pada baduta. Baduta yang mengalami sakit infeksi mempunyai resiko 2,838 kali mengalami kurang gizi dibanding baduta yang tidak mengalami sakit infeksi setelah dikontrol dengan penyakit infeksi, asupan energi, asupan protein, tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu. Melihat faktor dominan yang berhubungan dengan status gizi baduta adalah penyakit infeksi disarankan, agar jajaran kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk hidup sehat serta memberikan penyuluhan secara individu maupun secara berkelompok, tentang kesehatan, kebersihan lingkungan dan gizi.

Read More
T-2913
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aji Herwinda Mukti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Fatmah, M. Nasir
S-7234
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutanto; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Asih Setiarini, Syafri Guricci, Minarto, HAYG Wibisono
T-2666
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Retnowati; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Nurfi Afriansyah
S-6305
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Ratnaningrum Ambarwati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
S-7314
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhi Susetyo; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari
S-2620
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathia Maulida; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Endang Laksminingsih, Wahyu Kurnia, Yuni Zahraini, Rahmawati
Abstrak: Program pemberian tablet tambah darah (TTD) merupakan salah satu upaya penanggulangan anemia berdasarkan rekomendasi WHO yang salah satu sasarannya adalah remaja putri. Indikator keberhasilan program ini adalah menurunnya kejadian anemia pada remaja putri dan meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pemberian TTD kepada remaja putri tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang kemudian disajikan dengan naratif deskriptif. Data yang diperoleh adalah data primer yang didapatkan dan dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap informan dan data sekunder dengan telaah dokumen dan kemudian di analisis dengan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru sudah berjalan, namun masih terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya sehingga cakupan keberhasilan dari program ini belum mencapai target nasional. Kendala dalam pelaksanaannya berupa masih kurangnya koordinasi kerjasama antar lintas sektor, perlu ditambahnya tenaga kesehatan dalam pelaksanaan, masih kurangnya penyediaan media KIE dalam sosialisasi dan masih rendahnya tingkat kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTD. Dibutuhkan penguatan koordinasi dan pengontrolan dalam pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru, perlu adanya inovasi yang baik sehingga pelaksanaan program dapat optimal dan remaja putri semakin termotivasi dalam mendukung program ini, perlu adanya peningkatan pengadaan media KIE untuk menunjang keberhasilan program ini dan perlu adanya peningkatan pemberian edukasi terhadap remaja putri dan bahkan orang tua atau wali terhadap pengetahuan mengenai pentingnya program tablet tambah darah ini.
The program for giving Fe tablets is one of the efforts to overcome anemia based on WHO recommendations, one of the targets is the adolescent girl. Indicators of the success of this program are decreasing the incidence of anemia in adolescent girls and increasing adherence to iron tablets consumption. This study aims to determine the implementation of the Fe tablets program for adolescent girls in 2019 in Pekanbaru City. This study uses a qualitative method which is then presented with a descriptive narrative. The data obtained are primary data obtained and collected by in-depth interviews with informants and secondary data by document review and then analyzed by content analysis. The results showed that the implementation of the Fe tablets program for young women in Pekanbaru City has been running, but there are still many obstacles in its implementation so that the scope of success of this program has not reached the national target. Constraints in its implementation include the lack of coordination of cross-sectoral cooperation, the need for additional health workers in the implementation, the lack of provision of IEC media in socialization, and the low level of compliance of adolescent girls in consuming iron tablets. It is necessary to strengthen coordination and control in the implementation of the Fe tablets program for adolescent girls in Pekanbaru City, there is a need for good innovation so that program implementation can be optimal and adolescent girls are more motivated in supporting this program, it is necessary to increase the procurement of IEC media to support the success of this program and there is a need for improvement providing education to the adolescent girl and even parents or guardians on the knowledge about the importance of this Fe tablets program
Read More
T-6144
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bardiatul Azkia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwi Wigati Ratna Sari, Farida Arriyani
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarakan evaluasi pelaksanaan program pencegahan dan penangan wasting pada balita di Jakarta Selatan tahun 2024. Beberapa upaya dan program telah dilaksanakan di Jakarta Selatan, evaluasi program tersebut dilakukan melalui analisis input, proses, output, dan outcome. Informan penelitian terdiri dari penanggungjawab program gizi Dinas DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan, serta ibu balita wasting yang menjadi peserta program. Pengambilan data melaui wawancara mendalam, diskusi kelompok, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa evaluasi program seperti sistem e-ppgbm yang sering error, dana APBD yang perlu pencairan tepat waktu, jumlah tenaga gizi yang terbatas, masih perlunya pelatihan terkait dengan komunikasi persuasif kepada tenaga gizi, penjagaan mutu PMT dari penyedia/catering, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Setelah menerima intervensi, balita mengalami kenaikan berat badan, sebagian balita juga mengalami perubahan status gizi, namun dapat mengalami penurunan berat badan kembali. Oleh karena itu, output dari program belum signifikan. Perlu perbaikan dari program wasting yang telah dilaksanakan di Jakarta Selatan untuk meningkatkan kualitas. 

This study is a qualitative study that aims to describe the evaluation of the implementation of the wasting prevention and treatment program for toddlers in South Jakarta in 2024. Several efforts and programs have been implemented in South Jakarta, the program evaluation was conducted through input, process, output, and outcome analysis. The research informants consisted of the person in charge of the nutrition program of the DKI Jakarta Agency, the South Jakarta Health Sub-Department, the Community Health Centers of Jagakarsa, Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, and Pesanggrahan Districts, as well as mothers of wasting toddlers who were program participants. Data collection was through in-depth interviews, group discussions, and document reviews. The results of the study showed several program evaluations such as the e-PPGBM system that often had errors, APBD funds that needed to be disbursed on time, the limited number of nutrition workers, the need for training related to persuasive communication to nutrition workers, maintaining the quality of PMT from providers/catering, and strengthening cross-sector collaboration. After receiving the intervention, toddlers experienced weight gain, some toddlers also experienced changes in nutritional status, but could experience weight loss again. Therefore, the output of the program was not yet significant. Improvements are needed to the wasting program that has been implemented in South Jakarta to improve quality.
Read More
T-7460
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive