Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30516 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tritama Khaerani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Helen Andriani, Ngabila Salama
Abstrak:
Pandemi COVID-19 telah terbukti menjadi musuh besar bagi kesehatan global. Kedatangan vaksin membawa angin segar untuk mengembalikan kondisi ke normal. DKI Jakarta sebagai Provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia merupakan salah satu provinsi prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Capaian vaksinasi Booster ke-I belum sesuai target sedangkan pemerintah sudah melaksanakan vaksinasi Booster ke-II kepada tenaga kesehatan dan lansia. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan vaksinasi Booster COVID-19 bagi Masyarakat DKI Jakarta ditinjau dari Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, dilakukan pada November hingga Desember 2022 dengan melibatkan sampel penelitian sebanyak 175 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan level kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesiapan vaksinasi pada responden adalah sebesar 84%. Pada faktor pemodifikasi terdapat hubungan antara Usia (p-value 0,000), Pendidikan (p-value 0,727), Pekerjaan (p-value 0,046), dan Pengetahuan (p-value 0,000) dengan kesiapan vaksinasi Booster COVID-19, sedangkan jenis kelamin (p-value 0,727) tidak memiliki hubungan. Pada faktor persepsi terdapat hubungan antara persepsi manfaat (p-value 0,002) dan persepsi hambatan (p-value 0,000) dengan kesiapan vaksinasi Booster COVID-19. Sedangkan persepsi kerentanan (p-value 0,636) dan persepsi keparahan (p-value 0,418) tidak memiliki hubungan. Pada faktor isyarat untuk bertindak terdapat hubungan pada faktor kepercayaan terhadap vaksinasi Booster COVID-19 (p-value 0,000) dan kepercayaan terhadap sumber informasi (p-value 0,000). Sedangkan faktor pengalaman terhadap COVID-19 didapatkan tidak memilki hubungan yang kuat dengan kesiapan Vaksinasi Booster COVID-19 (p-value 1,000). Dari hasil penelitian ini, terdapat beberapa hal yang disarankan, diantaranya menekankan ke masyarakat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir, mengembangkan metode penyebaran informasi yang berkesinambungan dan terus berupaya meluruskan informasi yang menyimpang (hoaks) di kalangan masyarakat.

The COVID-19 pandemic has proven to be a formidable enemy for global health. The arrival of the vaccine brings fresh air to return conditions to normal. DKI Jakarta as the province with the highest number of COVID-19 cases in Indonesia is one of the priority provinces in the implementation of COVID-19 vaccination. The achievements of the 1st Booster vaccination have not met the target, while the government has carried out the 2nd Booster vaccination for health workers and the elderly. The aim of the study was to determine the factors related to the readiness of the COVID-19 Booster vaccination for the DKI Jakarta Community in terms of the Health Belief Model. This study used a cross-sectional study design, conducted from November to December 2022 involving a research sample of 175 respondents. The analysis used was univariate and bivariate analysis with a 95% confidence level. The results showed that the percentage of readiness for vaccination in the respondents was 84%. In the modifying factors there is a relationship between Age (p-value 0.000), Education (p-value 0.727), Occupation (p-value 0.046), and Knowledge (p-value 0.000) with the readiness of the COVID-19 Booster vaccination, while gender ( p-value 0.727) has no relationship. In the perception factor, there is a relationship between perceived benefits (p-value 0.002) and perceived barriers (p-value 0.000) with the readiness of the COVID-19 Booster vaccination. Meanwhile, perceived susceptibility (p-value 0.636) and perceived severity (p-value 0.418) had no relationship. In cues to action factors there is a relationship between the trust factor of the COVID-19 Booster vaccination (p-value 0.000) and trust of information sources (p-value 0.000). Meanwhile, the experience factor for COVID-19 did not have a strong relationship with the readiness of the COVID-19 Booster Vaccination (p-value 1,000). From the results of this study, there are several suggestions, including emphasizing to the public that the COVID-19 pandemic is not over, developing sustainable and coordinated information dissemination methods, and continuing to work on rectifying distorted information (hoaxes) among the public.
Read More
S-11166
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Karina BR Ginting; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Baequni
Abstrak:
Vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah dilaksanakan sejak 13 Januari 2021 dan masih dilaksanakan hingga saat ini. Data capaian vaksinasi ditemukan terdapat perbedaan jumlah penerima vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Hal ini menunjukkan terdapat masyarakat yang belum mendapatkan dosis primer lengkap. Padahal vaksin COVID-19 dapat membentuk antibodi secara optimal jika individu menerima dosis primer lengkap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kelengkapan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di wilayah DKI Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan melibatkan sebanyak 261 responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner online yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi square dengan level kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat DKI Jakarta sudah divaksinasi secara lengkap (95,4%). Terdapat hubungan yang signifikan pada pengetahuan vaksinasi (POR: 8,59), persepsi manfaat vaksinasi COVID-19 (POR: 4,47), dan self efficacy dalam melakukan vaksinasi COVID-19 (POR: 4,78) dengan kelengkapan mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat. Pemerintah disarankan untuk melakukan reminder kembali kampanye vaksinasi COVID-19. Dinas Kesehatan disarankan untuk membuat perencanaan konten tentang COVID-19 dan vaksinasi COVID-19 yang terbaru serta fokus menyebarkan informasi melalui media sosial dan memperbaharui data capapain vaksinasi. Masyarakat disarankan untuk tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi booster bagi yang belum melakukan.

The COVID-19 vaccination in Indonesia has been carried out since 13 January 2021 and is still being out today. Vaccination achievement data found that were differences in the number of recipients of the first dose of vaccine and the second dose. This data shows that there are people who have not received the primary doses completely. Even though the COVID-19 vaccine can optimally form antibodies if individuals receive the completeness of primary doses. This study aims to find out what factors are related to the completeness of COVID-19 vaccination in the community in the DKI Jakarta area in 2022. This study used a cross-sectional study design and involved 261 respondents. Data were collected through online questionnaires and then analyzed univariate and bivariate using the chi-square test. The results showed that the completeness of the COVID-19 vaccination in the people of DKI Jakarta had been completely vaccinated (95.4%). There is a significant relationship between vaccination knowledge (POR: 8,59), perceived benefits of COVID-19 vaccination (POR: 4,47), and self-efficacy in carrying out COVID-19 vaccinations (POR: 4,78). The government can carry out a reminder for the COVID-19 vaccination campaign. The Health Office can plan content about COVID-19 and the latest COVID-19 vaccinations and focus on spreading information through social media and updating data on vaccination achievements. The community is advised to remain vigilant and implement health protocols and carry out booster vaccinations for those who have not yet done it.
Read More
S-11204
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safhira Farhani; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Septiara Putri, A. Muhaimin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada penduduk pralansia di DKI Jakarta berdasarkan data Riskesdas 2018. Metode: Sampel penelitian ini penduduk usia 45-59 tahun sebanyak 2.958 orang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan prevalensi Diabetes Melitus Tipe 2 pada pralansia di DKI Jakarta sebesar 8,0%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signfikan antara status merokok (OR=1,760 95%CI 1,241-2,496; p=0,002), obesitas sentral (OR=1,912 95%CI 1,432-2,554; p<0,001), dan hipertensi (OR=1,338 95%CI 1,025-1,747; p=0,038) dengan DM Tipe 2. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik (OR=1,021 95%CI 0767-1,358; p=0,946), konsumsi makanan berlemak (OR=0,927 95%CI 0,707-1,215; p=0,630), konsumsi sayur dan buah (OR=0,934 95%CI 0,622-1,402; p=0,823), konsumsi alkohol (OR=1,854 95%CI 0,906-3,793; p=0,137), dan IMT (OR=1,290 95%CI 0,982-1,695; p=0,077) dengan DM Tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signfikan antara status merokok, obesitas sentral, dan hipertensi dengan DM Tipe 2.
Read More
S-10765
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhanifah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Evi Martha, Harmayani, Maheka Karmanie
Abstrak:
Hingga 12 Oktober 2022, COVID-19 di Indonesia menyebabkan 6.450.248 orang terpapar dan 158.249 jiwa meninggal dunia. Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mengurangi transmisi/penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan COVID-19. Tujuannya untuk membentuk kekebalan kelompok di masyarakat minimal 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 booster pada tenaga kerja di Kota Tangerang. Penelitian kuantitaif menggunakan desain studi survei cross sectional. Pengumpulan data dilakukan kepada 319 responden di Kota Tengerang dengan menggunakan kuesioner Vaccination Acceptance Scale dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 170 responden (53,3%) menerima vaksinasi COVID-19 booster dengan baik. Namun, jika dilihat dari pertanyaannya, terdapat 41,7% responden menerima vaksinasi karena diwajibkan. Hal ini menunjukkan belum ada kesadaran pribadi responden untuk melakukan vaksinasi booster COVID-19. Terdapat hubungan antara pekerjaan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, keterpaparan informasi, dan riwayat vaksinasi COVID-19 dengan penerimaan vaksinasi booster COVID-19. Variabel yang paling dominan pada penerimaan vaksinasi COVID-19 booster adalah persepsi manfaat.

Until 12 October 2022, COVID-19 in Indonesia caused 6,450,248 people to be exposed and 158,249 died. Nationally, based on the distribution map of COVID-19 cases, Vaccination against COVID-19 is one of the Government's efforts to reduce transmission/transmission, reduce morbidity and mortality caused by COVID-19. The aim is to form group immunity in the community of at least 60%. The purpose of this study was to determine the factors associated with receiving the COVID-19 booster vaccination for workers in Tangerang City. This quantitative study used a cross-sectional survey study design. Data collection was carried out on 319 respondents in Tengerang City using the Vaccination Acceptance Scale questionnaire in Indonesian. The results showed that 170 respondents (53.3%) received the COVID-19 booster vaccination well. However, judging from the questions, 41.7% of the respondents received the vaccination because it was mandatory. This shows that there is no personal awareness of the respondents to carry out the COVID-19 booster vaccination. There is a relationship between work, perceived barriers, perceived benefits, information exposure, and history of COVID-19 vaccination and receiving the COVID-19 booster vaccination. The most dominant variable in receiving the booster COVID-19 vaccination is perceived benefit.
Read More
T-6507
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Mardiana; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Indah Rosana Djajadiredja
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan vaksinasi COVID-19 pada remaja berumur 12-17 tahun di Kota Bekasi. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 520 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis chi square dengan level kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 92,9% remaja berumur 12-17 tahun sudah divaksinasi dan 7,1% remaja berumur 12-17 tahun belum/tidak divaksinasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara norma sosial (p value = 0,006), teknologi (p value < 0,001), aksesibilitas geografis (p value <0,001), ketersediaan pelayanan vaksinasi COVID-19 (p value = 0,006), pelayanan tenaga kesehatan (p value = 0,006), pendidikan (p value < 0,001), persepsi (p value = 0,011), dan self efficacy (p value = 0,001).
Read More
S-10837
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Tasya Nabila; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak: Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya infeksi Covid-19 pasca vaksinasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan mencari artikel penelitian yang dipublikasi di tahun 2021. Semua informasi didapatkan melalui pencarian artikel yang telah terpublikasi dengan menggunakan akses online database yaitu Google Scholar, ProQuest, Scopus, dan Oxford Academic. Hasil peninjauan literatur didapatkan sembilan artikel penelitian yang dianalisis. Hasil penelitian didapatkan bahwa mutasi varian virus Covid-19 dan peningkatan kemampuan transmisi dari virus merupakan hal terbanyak yang ditemukan dari literature review serta ditemukan pengaruh pekerjaan terkait risiko terpaparnya virus Covid-19 dan perilaku individu sebagai hasil temuan literature review yang berpengaruh terhadap terjadinya infeksi Covid-19 walaupun sudah mendapatkan vaksinasi. Saran literature review untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya infeksi Covid-19 pasca vaksinasi adalah perlu bagi masyarakat dan setiap individu untuk tetap melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Pencegahan dan pengendaliannya melaksanakan protokol kesehatan 3M, 3T, dan mendukung pelaksanaan vaksinasi.
Read More
S-10767
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desma Leonada Agustina; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Septiara Putri, Anang Risgiyanto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada masyarakat Desa Way Huwi Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021 menggunakan teori Health Belief Models. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Way Huwi yang berusia 18-69 tahun dalam kondisi sehat serta dapat mengakses kuesioner online pada penelitian ini dengan jumlah sampel 78 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Cho Square. Hasil penelitian adalah hanya sebesar 42,3% masyarakat Desa Way Huwi yang patuh melaksanakan protokol kesehatan COVID-19. Variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 adalah cues to action (p value 0,002).
Read More
S-10783
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Suci Rahayu; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Amila Megraini
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin Covid-19 pada lansia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mencari artikel penelitian yang telah terpublikasi melalui online database yaitu ProQuest, PubMed, Science Direct, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "Acceptance COVID-19 Vaccines AND Elderly". kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel jurnal yang diterbitkan pada tahun 2021,menggunakan Bahasa Inggris, dalam bentuk full text dan open access. Dari 674 artikel yang didapat dari hasil pencarian, terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan relevan dengan topik penelitian untuk kemudian dianalisis.
Read More
S-10885
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Netry Listriani; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: H.E. Kusdinar Achmad, Ede Surya Darmawan, Dien Emawati, Asma S; Togi
T-2413
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Taufik Hidayat
Abstrak: Jaminan kesehatan merupakan salah satu langkah pencegahan agar terhindar dari ketidakmampuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat perdesaan yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data adalah data sekunder Indonesian Family Life Survey 5 dengan jumlah sampel 12.398 responden. Hasil penelitian didapatkan hanya 40,3% masyarakat perdesaan Indonesia yang telah memiliki asuransi kesehatan. Individu dengan karakteristik berusia produktif (25-44 tahun), berpendidikan tinggi, berstatus kawin, memiliki pekerjaan, berpendapatan tinggi, memiliki riwayat rawat jalan dan rawat inap bermakna secara statistik untuk berkemungkinan memiliki jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Kata kunci: Faktor, Kepemilikan Jaminan Kesehatan, Perdesaan, IFLS 5 Health insurance is one of the preventive way to avoid the inability to obtain health services. However, there are still many rural residents who do not have health insurance. This study aims to determine the associated factors of health insurance ownership in rural Indonesia. This study is an observational study with a cross sectional design and a quantitative approach. The source of secondary data is from Indonesian Family Life Survey 5 with a sample size of 12.398 respondents. The results showed that only 40,3% of rural residents in Indonesia who have health insurance. Individuals with the characteristics of productive age (25-44 years old), higher education, being married, being employed, higher income, have past utilization in outpatient and inpatient care are statistically significant for the possibility of having health insurance in rural Indonesia. Key words: Factors, Health Insurance Ownership, Rural, IFLS 5
Read More
S-10398
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive