Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32434 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herman Tuah Sitohang; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Popy Yuniar, Savitri Handayana, Intan Rachmita Sari
Abstrak:
Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) merupakan bagian dari upaya transformasi digital kesehatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem rujukan pelayanan kesehatan di Indonesia. Meskipun implementasi SISRUTE telah diwajibkan bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, evaluasi terhadap efektivitas implementasinya, khususnya pada rumah sakit swasta, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta wilayah Jakarta Barat menggunakan pendekatan Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) Model untuk menganalisis hubungan aspek manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat bersih (net benefit) implementasi sistem. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari instrumen HOT-Fit dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Sebanyak 183 responden dari 17 rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik dengan nilai R² sebesar 0,730 pada variabel kepuasan pengguna, 0,872 pada penggunaan sistem, dan 0,800 pada manfaat bersih. Dari sembilan hipotesis yang diuji, enam hipotesis diterima dan tiga hipotesis ditolak. Kepuasan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (β=0,415; p<0,001) dan manfaat bersih (β=0,570; p<0,001). Struktur organisasi berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,425; p<0,001), lingkungan organisasi berpengaruh positif terhadap manfaat bersih (β=0,378; p<0,001), serta kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,190; p=0,010) dan kepuasan pengguna (β=0,485; p=0,002). Sebaliknya, dukungan manajemen terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta belum cukup efektif karena masih diperlukan dukungan manajemen dalam meningkatkan penggunaan sisrute dan diperlukan peningkatan kualitas informasi dan kualitas layanan dalam meningkatkan kepuasan pengguna SISRUTE. Kata kunci: SISRUTE, HOT-Fit Model, Evaluasi Sistem Informasi, Rumah Sakit Swasta, SEM-PLS, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih.

The implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) is part of the digital health transformation effort aimed at enhancing the effectiveness and efficiency of the healthcare referral system in Indonesia. Although SISRUTE implementation has been mandated for all healthcare facilities, evaluations regarding the effectiveness of its implementation—particularly in private hospitals—remain limited. This study aims to evaluate the effectiveness of SISRUTE implementation in private hospitals in West Jakarta City using the Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) model to analyze the relationships between human, organizational, and technological aspects and the net benefits of the system's implementation. A quantitative research with a cross-sectional design was employed. Data were collected via structured questionnaires adapted from the HOT-Fit instrument and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). A total of 183 respondents from 17 private hospitals in West Jakarta City met the criteria for the study sample. The results indicate that the model possesses good predictive capability, with R² values of 0.730 for user satisfaction, 0.872 for system use, and 0.800 for net benefits. Of the nine hypotheses tested, six were accepted and three were rejected. User satisfaction had a positive and significant effect on system use (β=0.415; p<0.001) and net benefits (β=0.570; p<0.001). Organizational structure positively influenced system use (β=0.425; p<0.001), organizational environment positively influenced net benefits (β=0.378; p<0.001), and system quality positively influenced system use (β=0.190; p=0.010) and user satisfaction (β=0.485; p=0.002). Conversely, management support for system usage, information quality regarding user satisfaction, and service quality regarding user satisfaction did not show a significant relationships. The study concludes that the implementation of SISRUTE in private hospitals is not yet sufficiently effective; management support is still required to increase system usage, and improvements in information quality and service quality are needed to enhance user satisfaction.
Read More
B-2631
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valencia Imelda Triastuti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Tris Eryando, Savitri Handayana , Sunardi
Abstrak:
Tesis ini membahas implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) yang dinilai dari hubungan faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit) dalam kerangka evaluasi sistem model HOT-Fit untuk mendapatkan analisis optimalisasi waktu respon dan gambaran hambatan-hambatannya. Faktor manusia (human) dinilai dari pengaruh penggunaan sistem (system use) dan kepuasan pengguna (user satisfaction). Faktor organisasi (organization) dinilai dari pengaruh struktur organisasi (structure organization), lingkungan organisasi (environment organization), dukungan manajemen (management support). Faktor teknologi (tekhnology) dinilai dari pengaruh kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), dan  kualitas layanan (service quality). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan penguatan hasil penelitian dengan mendapatkan informasi melalui metode wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara positif faktor faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit),selain itu juga didapatkan gambaran hambatan implementasi SISRUTE yaitu, beberapa Rumah Sakit Daerah tidak memiliki petugas khusus yang mengoperasikan SISRUTE, kurangnya pemahaman petugas kesehatan terhadap keunggulan SISRUTE dengan sistem informasi rujukan lainnya terkait keamanan data, kurangnya kepatuhan untuk melakukan log in kembali saat akun petugas ter log out  , kualitas sistem yang belum baik karena SISRUTE masih sering eror, fitur yang belum dianggap memudahkan dan terbatas, ketidakseragaman atau ketidaklengkapan informasi yang ditampilkan, belum ada layanan pengguna atau PIC dari pemilik sistem yang dapat dihubungi bila terjadi gangguan, belum ada SOP khusus dalam implementasi SISRUTE, terdapat kanal rujukan lain yang dianggap lebih cepat dan memudahkan

The focuss of this study is the implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) as assessed by the relationship between human factors, organizational factors, and technology factors with net benefits within the HOT-Fit system evaluation framework to obtain an analysis of response time optimization and an overview of its obstacles. Human factors are assessed based on the influence of system use and user satisfaction. Organizational factors are assessed based on the influence of organizational structure, organizational environment, and management support. Technology factors are assessed based on the influence of system quality, information quality, and service quality. This research is a quantitative cross sectional study with the strengthening of research results by obtaining information through the interview method. The results show that there is a positive influence of human factors, organizational factors, and technology factors on net benefits. In addition, it was also found that the obstacles to the implementation of SISRUTE are that some Regional Hospitals do not have special officers to operate SISRUTE, a lack of understanding among health workers regarding the advantages of SISRUTE compared to other referral information systems related to data security, a lack of compliance to log back in when the officer's account is logged out, poor system quality because SISRUTE is still often experiencing errors, features that are not considered easy and limited, inconsistencies or incompleteness of information displayed, no user services or PIC from the system owner that can be contacted if there are disturbances, no specific SOPs in the implementation of SISRUTE, there are other referral channels that are considered faster and easier.
Read More
B-2518
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julius Parlin; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Surya Ede Darmawan, Akhdrisa Mura Wijaya, Reny Puspita
Abstrak:
Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada implementasi Sisrute kasus rujukan ke rumah sakit. Sisrute RSUD Siti Aisyah pada rujukan dalam dan keluar memengaruhi morbiditas dan mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sisrute meliputi kebijakan, kapasitas petugas, sistem jaringan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan yang berdampak pada keterlambatan respons rujukan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, telaah dokumen dan wawancara mendalam 13 informan yang berkerja di RSUD Siti Aisyah. Penelitian menunjukkan bahwa penolakan rujukan Sisrute dalam dan keluar baik pada kasus COVID-19 dan non- COVID-19 lebih dari 80%. Response time rujukan kurang dari 60 menit paling banyak pada rujukan keluar non-COVID-19 (64%). Alasan penolakan rujukan meliputi ketidaktersediaan ruangan isolasi COVID-19, ICU-COVID-19, ketidaklengkapan berkas rujukan, ketidaktesediaan ruangan perawatan, kendala sistem jaringan, petugas lambat merespons, ketiadaan dokter spesialis, ketiadaan fasilitas kesehatan, kebijakan Dinas Kesehatan lokal terkait penanganan kasus COVID-19 dan lainnya. Pada kebijakan rujukan, tidak terdapat kebijakan Sisrute dan dokumentasi sosialisasi kebijakan dan dilakukan secara lisan dan Whatsapp. Pada kapasitas petugas rujukan, secara umum cukup adekuat untuk aplikasi Sisrute, petugas sudah mendapatkan pelatihan dari RSUD. Kendala kapasitas petugas meliputi kurangnya pengetahuan medis, rendahnya komitmen, kecakapan dan rangkap tugas sehingga berdampak pada lambannya respons rujukan. Pada sistem jaringan rujukan, didapatkan bahwa jaringan komputer dan konektifitas internet yang sama digunakan pada semua layanan yang ada di rumah sakit, SIMRS yang tidak terintergrasi dan infrastruktur penunjang belum adekuat. Komunikasi rujukan dilakukan melalui aplikasi Sisrute dan dibantu telepon dan Whatsapp grup Sisrute se-Sumsel pada sebelum, selama dan setelah rujukan dilakukan. Komitmen petugas, kecepatan penyampaian informasi dan situasi faskes penerima dalam komunikasi rujukan berdampak pada keterlambatan respons Sisrute. Pelayanan rujukan menggunakan pedoman rujukan nasional, tidak memiki pedoman Sisrute, mengikuti alur rujukan, mengikuti prosedur klinis, administratif, dan operasional. Kendala pelayanan rujukan yaitu tidak terpenuhinya persyaratan rujukan, rujukan tidak prosedural, penerimaan keluarga, permasalahan biaya, ketersediaan infrastruktur dan SDM pendamping. Monitoring dan evaluasi tidak dilakukan pada masing-masing variabel. Dengan demikian, Pada implementasi Sisrute di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau perlu adanya perbaikan dan peningkatan pada kebijakan rujukan, kapasitas petugas rujukan, sistem jaringan rujukan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan serta dilakukan monitoring dan evaluasi rutin dapat mempercepat proses rujukan guna menekan morbiditas dan mortalitas pasien rujukan.

The Pandemy of COVID-19 in Indonesia has a major impact in referral system implementation of referred cases to hospitals. Integrated Referral System (IRS/Sisrute) both inward and outward referral influence morbidity and mortality cases. This study was conducted to analyse policy, officer capacity, network system, referral communication, and referral services resulting in referral system implementation. It was a case study with qualitative approach through observation, documents research, in-depth interview with 13 informants working at Siti Aisyah General Hospital. The study suggests that Sisrute referral rejection of inward and outward referral to COVID-19 and non-COVID-19 cases was more than 80%. Referral response time suggest less than 60 minutes only occurring in outward non-COVID-19 referral (64%). Reasons for rejectios were unavailability of COVID-19 Isolation dan ICU room, incomplete referral documents, unavaibility of inpatient room, network system issue, late response, health facilities shortage, local government policy against COVID-19 referral cases and other. In referral policy, there is no IRS policy and policy dissemination documentation through spoken and Whatsapp. In officer referral capacity, generally it is sufficient enough to excute IRS application, officers have been acquired trainings from hospital. Challenges in officer capacity resulted from lack of medical knowledges, low commitment, proficiency, double job so that they give impact in later referral response. In referral network system, it found that computer network and internet connectivity used similar system to other services in this hospital, unintegrated hospital information and management system as well as inadequate infrastructure. Referral communication is performed with Sisrute and assisted with calls and Whatsapp South Sumatera group in pre-, whilst, and post-referral. Officer commitment, information delivery rate and local situation may also result in Sisrute late response. Referral service occupy national referral protocol, referral flow, clinical procedures, administrative procedure and operational procedure. The challenges found in referral service were unfulfillment of referral inquiries, unprocedural referral, family acceptance, service cost, infrastructure and health officer companion. Monitoring and evaluation were not performed to each variable in the study. Thus, the implementation of intergrated referral system in Siti Aisyah General Hospital is in the need of improvement in referral policy, officer capacity, referral network capacity, referral communication, and referral service, as well as routine monitoring and evaluation to accelerate the referral process to decrease morbidity and mortality referral cases.
Read More
B-2319
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vicky Danis Ilmansyah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Savitri Handayana, Verry Adrian
Abstrak:
Sejak diberlakukannya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014, pasien peserta JKN yang mencari layanan kesehatan harus mengikuti sistem rujukan berjenjang. Untuk mengakomodir rujukan pasien gawat darurat, Kementerian Kesehatan RI menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dan mengembangkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengamanahkan layanan kesehatan rujukan berbasis kompetensi sehingga Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengembangkan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penggunaan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected di RS Daerah Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian menggunakan studi kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam kepada dua puluh enam narasumber, dan telaah dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan penerimaan penggunaan sistem informasi JakConnected lebih baik dibandingkan SISRUTE namun tren penggunaanya semakin menurun. Tidak ada kendala pendanaan, tata kelola, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, maupun dukungan manajemen. Persepsi kebermanfaatan dan kemudahan sistem baik namun niat perilaku pengguna perlu ditingkatkan. Perlu perbaikan manajemen SDM dan penguatan regulasi untuk meningkatkan penggunaan sehingga dapat memberikan user experience terhadap sistem yang lebih baik.


Since the implementation of the National Health Insurance (JKN) system in 2014, JKN participants seeking health services must follow a tiered referral system. To accommodate emergency referrals, the Indonesian Ministry of Health has implemented the Integrated Emergency Response System (SPGDT) and developed the Integrated Referral System (SISRUTE). Law No. 17 of 2023 mandates competency-based referral healthcare services, prompting the Jakarta Provincial Health Office to develop the competency-based referral information system JakConnected. This study aims to assess the acceptance of the JakConnected competency-based referral information system at regional hospitals in the Jakarta Provincial Government. The research design employs a qualitative study with descriptive analysis. Data collection methods included observation, in-depth interviews with twenty-six informants, and document review. The research findings indicate that the acceptance of the JakConnected system is better than SISRUTE, but its usage trend is declining. There are no funding, governance, infrastructure, or management support issues. Perceptions of the system's usefulness and ease of use are positive, but users' behavioural intentions need to be improved. Improvements in human resource management and strengthened regulations are needed to increase usage, thereby enhancing the user experience with the system.
Read More
B-2554
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Tri Wijayati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Fushen; Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kinerja, RS UKRIDA melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerimaan atau penolakan sistem oleh pengguna adalah penentu keberhasilan atau kegagalan adopsi sistem. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode untuk melakukan penilaian penerimaan teknologi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis penerimaan penggunaan SIMRS oleh karyawan RS UKRIDA dengan menggunakan TAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional terhadap 104 karyawan RS UKRIDA. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi manfaat. Persepsi kegunaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Persepsi manfaat berpengaruh secara langsung namun tidak signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Pada pengaruh tidak langsung, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku melalui sikap penggunaan. Dan pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap intensi/niat perilaku bernilai positif dan signifikan. Sikap terhadap penggunaan merupakan prediktor terpenting dari intensi/niat perilaku karyawan RS UKRIDA terhadap penggunaan SIMRS
Read More
B-2293
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hawik Muzdalifah; Pembimbing: M Hafizurrahman; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Muripto
Abstrak: Latar Belakang Pemanfaaatan Sistem Informasi Billing di beberapa unit kerja di RSUD Cianjur belum optimal. Dimana masih dilakukan pencatatan ganda yaitu masih menggunakan sistem pencatatan manual disamping juga harus entry data ke dalam komputer. Dari dua sistem pencatatan itu dijumpai selisih antara perhitungan sistem manual dan sistem komputer yang terpaut cukup besar. Tujuan Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemanfaatan Sistem Informasi Billing, mengenali permasalahan yang ada, serta sekaligus mencari cara pemecahan masalah yang tepat dan memberi usulan konsep optimalisasi pemanfaatannya. Metode Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan metoda kualitatif. Bahan penelitian berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara pengamatan terhadap proses, FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara mendalam (In-depth Interview) terhadap petugas pelaksanaan dan para pimpinan yang berkaitan dengan pengelolaan Sistem Informasi Billing RSUD Cianjur. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanfaatan Sistem Informasi Billing RSUD Cianjur belum optimal karena belum mencukupinya sumber daya manusia, dana, hardware, software, prosedur tetap pelaksanaan dan struktur organisasi. Kesimpulan Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Billing pasien Bayar Tunai di Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap, maka jumlah petugas harus disesuaikan dengan volume pekerjaan, perbaikan dan penambahan hardware dan software, membuat Prosedur Tetap pelaksanaan sistem berbasis komputer dan merubah struktur organisasi SIM RS yang ada. Kata Kunci: Sistem Informasi Billing Jumlah Kata: 3
Analysis The Utilization of The Billing Information System for Patient Direct Payment In RSUD Cianjur Period from January to December 2004 Background This study revealed the utilization of Billing Information System was not yet optimum. The authorized person or staffs who operate the billing system has to make double records, both manually and computerized data entry. These two systems show a quite a great deal of differences in each of their results. Objective Base of this finding, the objectives of this study are evaluating the utilization of Billing Information System, identifying some problem that might come up and also finding the right solution of the problem, in hope to be able to recommend the right suggestion for optimally of the utilization. Methods This is a cases study research with qualitative approach. The research material originates from primary and secondary data by profound observing the process, FGD (Focus Group Discussion) and in-depth interview with several staff and other authorized personnel’s whom involve in the implementation of the system. Results The results show that the utilization of the Billing Information System (BIS) was not yet optimum because manpower, hardware, software, funds, procedure and structure of organization which in this case stand not enough. Conclusions Therefore, for optimum the utilization of the Billing Information System regarding inpatient, emergency and outpatient, some adjustment have to be made concerning the number of staff and their workload, some fixing and add of the hardware and software, also making a standard operating procedure of BIS and modifying the organization of MIS. Keywords: Billing Information System Word count: 3
Read More
B-860
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benedict Sulaiman; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi, Abdul Firman, Relia Sari
Abstrak:

Transformasi digital dalam sektor kesehatan semakin mengubah cara rumah sakit untuk memberikan dan mengelola pelayanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis dampak transformasi sistem informasi digital yang diterapkan di RS Premier, dengan berfokuskan pada efektivitas inovasi yang dikembangkan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kebutuhan transformasi digital di rumah sakit dalam mencapai keunggulan kompetitif dan memenuhi ekspektasi pasien di era digital. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi dampak inovasi terhadap alur kerja operasional, kepuasan pasien, dan kinerja keseluruhan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan metode wawancara terhadap informan kunci, telaah dokumen, dan analisis komparatif data sebelum dan sesudah implementasi untuk inovasi seperti Sistem Patient Journey, Discharge Management Process dan Manajemen Insiden Real-Time (RootBin).

Hasil utama menunjukkan bahwa inovasi seperti Sistem Patient Journey secara signifikan mengurangi waktu tunggu dan memperbaiki alur layanan pada instalasi rawat jalan. Integrasi sistem manajemen discharge menghasilkan pengurangan waktu pemulangan pasien rawat inap, sementara inovasi digital rekam medis mempermudah dan mempercepat akses data untuk pasien dan juga menjaga kepatuhan terhadap regulasi kesehatan. Sistem RootBin bertujuan untuk mempercepat pelaporan dan pelacakan insiden secara real-time, mendorong budaya keselamatan dan perbaikan kualitas berkelanjutan. Meskipun telah menunjukkan keberhasilan, beberapa tantangan masih terus dihadapi, termasuk resistensi terhadap perubahan di kalangan staf, kesenjangan literasi teknologi, dan kebutuhan untuk optimalisasi sistem secara berkelanjutan. Pengembangan di masa depan perlu difokuskan pada peningkatan pelatihan pengguna, memperluas interoperabilitas sistem, dan mengeksplorasi analitik prediktif untuk secara proaktif menangani potensi ketidakefisienan. Hasil dari penelitian ini menyajikan wawasan tentang implikasi praktis dari transformasi digital di sektor kesehatan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya investasi berkelanjutan dalam teknologi kesehatan digital untuk mencapai manfaat jangka Panjang bagi rumah sakit dan juga pasiennya.


Digital transformation in the healthcare sector is revolutionizing how hospitals deliver and manage services. This study analyzes the impact of digital information system innovations implemented at RS Premier, focusing on the effectiveness of innovation developed in enhancing operational efficiency and service quality. The study is motivated by the critical role of hospital digital transformation in achieving competitive advantages and meeting patient expectations in the digital era. The primary objective of this research is to evaluate the impact of these innovations on operational workflows, patient satisfaction, and overall hospital performance. A qualitative case study approach was employed, incorporating interviews with key informants, document reviews, and comparative data analysis before and after the implementation of innovations such as the Patient Journey System, Discharge Management System and Real-Time Incident Management (RootBin). Key findings indicate that innovations like the Patient Journey System significantly reduced waiting times and improved service flow in outpatient settings. The integration of discharge management systems led to shorter inpatient discharge times, while the digital innovstion developed for medical records facilitated patient data accessibility and maintained compliance with healthcare regulations. The RootBin system expedited real-time reporting and incidents tracking, fostering a culture of safety and continuous quality improvement. Despite these successes, challenges remain, including challenges and resistance to change among staff, gaps in technological literacy, and the need for ongoing system optimization. Future developments should focus on enhancing user training, expanding system interoperability, and exploring predictive analytics to proactively address potential inefficiencies. The results of this study provide valuable insights into the practical implications of digital transformation in the healthcare sector. It also underscores the importance of sustained investment in digital health technologies to achieve long-term benefits for hospitals and their patients.  

Read More
B-2495
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hera Ganefi Tamara Dwindayani; Pembimbing: Jaslis Ilyas
B-821
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferdinand Ginting Manik; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: HM. Hafizurrachman, Ede Surya Darmawan, Slamet Efendi
B-903
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi AriawanPembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Supriyantoro, Prihantoosa Soepradja
Abstrak: ABSTRAK SIM RS di RSU Bali Royal sudah digunakan sejak tahun 2010. Tetapi pemanfaatan SIM RS masih belum optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur efektivitas implementasi SIM RS di RSU Bali Royaldengan menggunakan indikator PIECES ( Performance, Information and data, Economics, Control and security, Efficiency, Service ) di evaluasi dari sisi Informasi yang bisa dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah System Assessment Method. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam ( Indepth Interview ) menggunakan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan telaah dokumen yang telah dilakukan, didapatkan hasil kinerja SIMRS RSU Bali Royal dari sisi informasi berdasarkan performance sudah baik diketahui dari indikator throughput dan respond time, dari information sudah baik bila dinilai dari outputs, inputs serta stored data, secara economics sudah baik, dari cotrolling and security keamanan data masih kurang, dari segi efficiency informasi yang didapatkan di SIMRS sudah baik, dari segi service bahwa SIMRS RSU Bali Royal sudah baik. Saran penambahan server, penerapan elektronik rekam medis, mengintegrasikan sistem dengan peralatan yang ada, adanya log out otomatis dan pemantauan rutin implementasi SIMRS ke seluruh unit. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIM RS ), Efektivitas, Informasi, Metode PIECES. Hospital Management Information System ( HMIS ) in Bali Royal Hospital has been used since 2010. But the utilization of HMIS is not optimal. The purpose of this research is to measure the effectiveness of HMIS implementation in RSU Bali Royal by using PIECES indicator (Performance, Information and Data, Economics, Control and security, Efficiency, Service) from the Information that can be provided by HMIS. The research design is System Assessment Method. Data collection was done by in-depth interviews (Indepth Interview) using interview guidelines. Based on the results of in-depth interviews and data processing, the results is performance of HMIS in Bali Royal in terms of information seen from the performance is good known from the throughput and respond time indicators, from the information is good assessed from outputs, inputs and stored data, economics is good, from controlling and security data security is not good , in terms of information efficiency obtained in HMIS is good, in terms of service that HMIS Bali Royal Hospital is good. Suggestion of server addition, implementation of electronic medical record, integrate system with existing equipment, automatic logout and routine monitoring of HMIS implementation to all units Keyword : Hospital Management Information System (HMIS), effectiveness, Information, PIECES.
Read More
B-1991
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive