Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35400 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ulin Ni`am; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Jauharin Hasanah, Hairuddin Bangun Prasetyo
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan antara faktor teknologi, performance manusia, organisasi dengan hasil produksi yang disertai nihil kecelakaan di PT ABC 2021. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi dengan nihil kecelakaan dipengaruhi oleh ketepatan dari fungsi-fungsi yang ada di dalamnya.

This thesis discusses the relationship between technological, human performance, organization factors and the production output with zero accident at PT ABC 2021. This research is a qualitative research with an analytical descriptive design. The results of the research show that production results with zero accidents are influenced by the accuracy of the production functions
Read More
T-6553
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulkarnaen; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi, Hamas Musyaddad Abdul Aziz
Abstrak: Berdasarkan data tahun 2019-2022 tercatat 17 kecelakaan kerja dilaporkan di dalam PT. XYZ, dari 17 kecelakaan, 14 terjadi di bagian produksi. Tujuan umum penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. XYZ. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi dan sampel 152 pekerja menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang digunakan yaitu data primer berasal dari kuesioner dan observasi serta data sekunder perusahaan. Analisis data menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian 40,1% pekerja pernah mengalami kecelakaan kerja dengan jenis kecelakaan terbanyak adalah terjepit, sebagian besar pekerja memiliki umur dewasa, laki-laki, pendidikan menengah, masa kerja ≤ 5 Tahun, pola kerja shift, memiliki sikap positif, sering/sangat sering melakukan tindakan tidak aman, kelelahan rendah/menengah, kondisi fisik baik, pengawasan kurang baik, pelatihan baik, sosialisasi baik, sering/sangat sering mendapatkan APD tidak tepat, housekeeping kondusif dan sering/sangat sering bersinggungan dengan kondisi tidak aman. Kemudian ada hubungan antara pengetahuan, tindakan tidak aman, kondisi fisik, pelatihan dan kondisi tidak aman dengan kecelakaan kerja (p value < 0,05). Maka berdasarkan hasil penelitian diharapkan PT. XYZ selalu dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja
Based on data for 2019-2022, 17 work accidents were reported at PT. XYZ, out of 17 accidents, 14 occurred in production. The general objective of this research is to analyze the factors related with work accidents in production workers at PT. XYZ. The research design used is cross sectional. The population and sample of 152 workers used saturated sampling technique. The data used are primary data derived from questionnaires and observations as well as secondary company data. Data analysis used the chi-square test. The results of the study 40.1% of workers had experienced work accidents with the most types of accidents being pinched, most workers were of mature age, male, secondary education, working period ≤ 5 years, shift work pattern, had a positive attitude, often/very often perform unsafe actions, low/medium fatigue, good physical condition, poor supervision, good training, good socialization, often/very often get inappropriate PPE, conducive housekeeping and often/very often intersect with unsafe conditions. Then there is a relationship between knowledge, unsafe actions, physical conditions, training and unsafe conditions with work accidents (p value <0.05). So based on the research results it is expected that PT. XYZ can always make continuous improvements in work accident prevention efforts.
Read More
T-6724
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zahra Amalia Putri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mufti Wirawan, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Aktivitas hauling pada industri pertambangan batubara merupakan sistem kerja kompleks non-linear yang melibatkan interaksi operator, unit, pengawas, prosedur, teknologi pemantauan, dan kondisi lingkungan. Meskipun PT X telah menggunakan Root Cause Analysis Technique (RCAT) dalam investigasi insiden, collision Haul Dump Truck (HD) yang menyebabkan fatality pada tahun 2025 menunjukkan perlunya pendekatan yang mampu menjelaskan interaksi sistem secara lebih menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan Work as Imagined (WAI) dan Work as Done (WAD) pada kasus collision HD menggunakan Functional Resonance Analysis Method (FRAM). Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan data primer dari wawancara operator, pengawas, dan pihak SHE, serta data sekunder berupa Laporan Penyelidikan Insiden (LPI), SOP, instruksi kerja, dan dokumen investigasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan gap WAI–WAD pada kesiapan operator, deteksi fatigue, komunikasi, pengendalian visual, sistem ICC/FCW/fatigue alert, serta monitoring kondisi tidak aman. Variabilitas fungsi manusia, teknologi, prosedur, dan lingkungan saling terhubung dan menghasilkan functional resonance yang berkontribusi terhadap collision. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden merupakan emergent outcome dari interaksi variabilitas, bukan akibat satu penyebab linier. FRAM memberikan nilai tambah dalam mengidentifikasi fungsi kritis, risiko tersembunyi, dan peluang penguatan pembelajaran organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden tidak dapat dipahami hanya sebagai hasil penyebab linier, melainkan sebagai emergence dari interaksi variabilitas dalam sistem kerja. FRAM memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi risiko tersembunyi dan memperkuat pembelajaran organisasi berbasis sistem.

Hauling activities in the coal mining industry constitute a complex, non-linear work system involving interactions among operators, haul dump trucks, supervisors, procedures, monitoring technologies, and environmental conditions. Although PT X has implemented the Root Cause Analysis Technique (RCAT) in incident investigations, the fatal Haul Dump Truck (HD) collision that occurred in 2025 indicates the need for an analytical approach capable of explaining system interactions more comprehensively. This study aims to analyze the differences between Work as Imagined (WAI) and Work as Done (WAD) in the HD collision case using the Functional Resonance Analysis Method (FRAM). This research employed a qualitative case study design, using primary data from interviews with operators, supervisors, and Safety, Health, and Environment (SHE) personnel, as well as secondary data from the Incident Investigation Report, standard operating procedures, work instructions, and company investigation documents. The findings reveal WAI–WAD gaps in operator readiness, fatigue detection, communication, visual controls, ICC/FCW/fatigue alert systems, and the monitoring of unsafe conditions. Variabilities in human, technological, procedural, and environmental functions were found to be interconnected and generated functional resonance that contributed to the collision. This study concludes that the incident cannot be adequately understood as the result of a linear causal chain, but rather as an emergent outcome of interacting variabilities within the work system. FRAM provides added value by identifying critical functions, hidden risks, and opportunities to strengthen system-based organizational learning.
Read More
S-12430
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Estherlita Fiona; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Suharnyoto Martomulyono, Mirzan T. Razzak
T-2110
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhary Azwar; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Anton Ojong, Amirullah
T-4854
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vita Mardhiyanti Melati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Alfred Yunandro Markus, Dimas Kusuma Wardhana
Abstrak:
Operasi pertambangan nikel PT X memiliki risiko keselamatan tinggi yang melibatkan alat berat (heavy equipment) seperti dump truck. Sepanjang periode 2023–2025, terjadi tren peningkatan kecelakaan yang signifikan di area IUP dan jalan angkut utama (main hauling road), meningkat dari 39 insiden pada 2023 menjadi 95 insiden pada 2025, termasuk kejadian Loss Time Injury (LTI) dan fatalitas. Karena program keselamatan yang ada belum menurunkan angka kecelakaan secara signifikan , diperlukan kajian akademis terstruktur untuk mengevaluasi interaksi berbagai faktor penyebab insiden. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan interaksi antara faktor manusia, organisasi, dan teknologi terhadap risiko kecelakaan kerja heavy equipment di PT X tahun 2026 sebagai dasar perumusan mitigasi risiko di industri nikel. Kerangka konsep menggunakan The Egg Agregated Model (TEAM). Penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif analitik menggunakan desain cross-sectional untuk uji bivariat menggunakan chi-square dan regresi logistik untuk uji multivariat. Penelitian dilakukan pada April - Mei 2026 di Sulawesi Tenggara. Dari populasi 532 operator dump truck, diambil sampel 229 responden secara simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring berbasis skala Likert yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik binary dengan metode Backward Manual (alpha = 5%). Hasil Penelitian: Sebanyak 60,3% operator berada pada kategori berisiko buruk. Uji regresi logistik binary model final menghasilkan 7 variabel yang berhubungan secara signifikan dan independen terhadap risiko kecelakaan kerja heavy equipment, diurutkan berdasarkan kekuatan pengaruh (Odds Ratio/OR) dan kontribusi Beta: Sikap terhadap Keselamatan (OR = 9,378; β = 23,81%); Kepercayaan pada Organisasi (OR = 5,589; β = 18,31%); Prosedur (OR = 3,611; β = 13,66%); Pengetahuan (OR = 3,177; β = 12,30%); Metode & Aplikasi Verifikasi (OR = 2,730; β = 10,68%); Perilaku Pekerja terhadap Teknologi (OR = 2,718; β = 10,64%); Komitmen Manajemen (OR = 2,710; β = 10,61%). Variabel karakteristik pribadi, kepemimpinan, keterampilan/kemampuan, pelatihan, dan komunikasi keselamatan tidak signifikan pada model akhir (p > 0,05$). Dari keseluruhan sistem yang memengaruhi risiko kecelakaan heavy equipment, faktor manusia memberikan kontribusi (36,11%), diikuti faktor teknologi (34,98%), dan faktor organisasi (28,92%). Faktor manusia merupakan skala prioritas utama yang harus dilakukan intervensinya. Meskipun demikian, teori menegaskan bahwa ketiga faktor (manusia, organisasi, dan teknologi) memiliki hubungan timbal-balik (reciprocal), bukan linear atau searah. Oleh karena itu, perbaikan tidak boleh berfokus pada perubahan faktor manusia saja melainkan harus menyentuh ketiga faktor tersebut secara bersamaan.

PT X’s nickel mining operations involve high safety risks associated with heavy equipment such as dump trucks. Throughout the 2023–2025 period, there was a significant upward trend in accidents within the IUP area and on the main hauling road, rising from 39 incidents in 2023 to 95 incidents in 2025, including Lost Time Injuries (LTIs) and fatalities. Since existing safety programs have not significantly reduced accident rates, a structured academic study is needed to evaluate the interactions among various factors contributing to these incidents. The objective of this study is to analyze the relationships and interactions between human, organizational, and technological factors regarding the risk of heavy equipment workplace accidents at PT X in 2026 as a basis for formulating risk mitigation strategies in the nickel industry. The conceptual framework employs The Egg Aggregated Model (TEAM). This study is a descriptive-analytical quantitative study using a cross-sectional design for bivariate tests via the chi-square test and logistic regression for multivariate tests. The study was conducted from April to May 2026 in Southeast Sulawesi. From a population of 532 dump truck operators, a sample of 229 respondents was selected using simple random sampling. Primary data were collected via an online questionnaire based on a Likert scale that had been validated and found to be reliable. Multivariate analysis was performed using binary logistic regression with the Backward Manual method (alpha = 5%). Research Results: A total of 60.3% of operators fell into the high-risk category. The binary logistic regression test of the final model identified 7 variables that were significantly and independently associated with the risk of heavy equipment workplace accidents, ranked by strength of influence (Odds Ratio/OR) and Beta contribution: Attitude toward Safety (OR = 9.378; β = 23.81%); Trust in the Organization (OR = 5.589; β = 18.31%); Procedures (OR = 3.611; β = 13.66%); Knowledge (OR = 3.177; β = 12.30%); Verification Methods & Applications (OR = 2.730; β = 10.68%); Worker Attitudes Toward Technology (OR = 2.718; β = 10.64%); Management Commitment (OR = 2.710; β = 10.61%). The variables of personal characteristics, leadership, skills/abilities, training, and safety communication were not significant in the final model (p > 0.05). Of all the systems influencing the risk of heavy equipment accidents, human factors contributed the most (36.11%), followed by technological factors (34.98%), and organizational factors (28.92%). Human factors are the top priority for intervention. However, theory asserts that the three factors—human, organizational, and technological—have a reciprocal relationship, not a linear or one-way one. Therefore, improvements should not focus solely on changes to human factors but must address all three factors simultaneously.
Read More
T-7642
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refiani Fitri Ardiyanti; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Afid Yusthi Ghozali
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim keselamatan dengan perilaku keselamatan pada pekerja di PT X. Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja terhadap komitmen dan praktik keselamatan di lingkungan kerja, sementara perilaku keselamatan mencerminkan tindakan nyata pekerja dalam mendukung keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator iklim keselamatan dan perilaku keselamatan, yang masing-masing diukur menggunakan skala ordinal. Responden penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi di PT X. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara iklim keselamatan dan perilaku keselamatan (ρ = 0,551). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan, maka semakin baik pula perilaku keselamatan yang ditunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun iklim keselamatan yang positif sebagai strategi untuk meningkatkan perilaku keselamatan di tempat kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim keselamatan dengan perilaku keselamatan pada pekerja di PT X. Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja terhadap komitmen dan praktik keselamatan di lingkungan kerja, sementara perilaku keselamatan mencerminkan tindakan nyata pekerja dalam mendukung keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator iklim keselamatan dan perilaku keselamatan, yang masing-masing diukur menggunakan skala ordinal. Responden penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi di PT X. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara iklim keselamatan dan perilaku keselamatan (ρ = 0,551). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan, maka semakin baik pula perilaku keselamatan yang ditunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun iklim keselamatan yang positif sebagai strategi untuk meningkatkan perilaku keselamatan di tempat kerja.
Read More
S-11992
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kamto; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Yuni Kusminanti, Fajar Senojati
Abstrak:
cara Tesis ini membahas aspek psikososial yang berpengaruh terhadap perilaku berisiko pekerja offshore PT ABC di Kalimantan Timur pada tahun 2021. Responden terdiri atas 141 orang pekerja dari populasi sekitar 200 orang pekerja yang sedang onduty. Responden terdiri atas semua entitas dan jabatan, baik pekerja tetap maupun kontraktor. Pengambilan data menggunakan kuesioner berbasis COPSOQ III dengan jenis perilaku berisiko diambil dari panduan investigasi kecelakaan yang telah ada pada PT ABC. Reliabilitas kuesioner psikososial Cronbach’s alpha 0,6-09, gangguan kesehatan 0,6-0,8, dan perilaku berisiko 0,8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko psikososial (mean=1.81, SD=0,27), gangguan kesehatan (mean=1,21, SD=0,31), perilaku berisiko (mean=1,08, SD=0,16) adalah rendah. Aspek psikososial dengan gangguan kesehatan berkorelasi signifikan, serta gangguan kesehatan dan perilaku berisiko juga berkorelasi signifikan. Dari analisis korelasi aspek psikososial dan perilaku berisiko menunjukkan hubungan signifikan yang dimediasi gangguan kesehatan sebagai bentuk reaksi stress. Analisis regresi menunjukkan bahwa ada empat domain aspek psikososial yang berkontribusi terhadap variasi perilaku berisiko yakni tuntutan pekerjaan, organisasi & konten kerja, interaksi individu- pekerjaan, dan konflik & perilaku ofensif dengan R2=0,124, p=0,00. Aspek psikososial yang paling dominan berkontribusi adalah interaksi individu-pekerjaan dengan koefisien B=0,262. Kata kunci: aspek psikososial, perilaku berisiko

This thesis discusses psychosocial aspects which contribute to at-risk behavior of PT ABC offshore workersin East Kalimantan in 2021. Respondents consisted of 141 workers from a population of about 200 workers who were onduty. Respondents consist of all entities and positions, both permanent workers and contractors. Data collection using COPSOQ III-based questionnaires, with types of at-risk behavior is taken from the accident investigation guidelines that have been in place of PT ABC. Reliability of Cronbach's alpha psychosocial questionnaire was 0.6-09, psychosocial questionnaire Cronbach's alpha was 0.6-09, health disorders was 0.6-0.8, and at-risk behaviors was 0.8. The results showed risk level of psychosocial risk (mean=1.81, SD=0.27), health disorders (mean=1.21, SD=0.31), at-risk behavior (mean=1.08, SD=0.16) was low. Psychosocial aspects and health symptom disorders are significantly correlated, as well as health symptom disorders and at -risk behaviors are also significantly correlated. Result of correlation analysis of psychosocial aspects and at-risk behaviors showed a significant relationship that mediated by health symptom disorders as a form of stress reaction. Regression analysis shows that there are four domains of psychosocial aspects that contribute to variations at-risk behavior: job demands, organization & job content, individual-work interaction, and conflict & offensive behavior with R square 0.124, p
Read More
T-7518
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Oktaviana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Bayu Suryo
Abstrak: Masih minimnya penelitian tentang kelelahan akut dan kronis, terutama di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan terhadap fatigue akut dan kronis pada pekerja bagian produksi dan packaging PT X. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu (umur, waktu tidur, commuting time), dan faktor pekerjaan yaitu (durasi kerja, shift kerja, lokasi kerja, dan waktu lembur). Skala Occupational Fatigue Exhaustion an Recovery digunakan untuk mengukur keluhan fatigue akut dan kronispada pekerja. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur dan commuting time memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue akut pada pekerja, sedangkan waktu tidur dan durasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue kronis pada pekerja.
Kata Kunci : Fatigue, Fatigue akut, Fatigue kronis, Manufaktur

There is still a lack of studies on acute and chronic fatigue, especially in the manufacturing industry.This research aims to study the factors related to acute and chronic fatigue in production and packaging workers of PT X. The studied variables in this research is comprised into individual factors such as age, time to sleep, commuting time, and job factors such as duration, shift work, location of work, and overtime. The Occupational Fatigue Exhaustion Recovery scale is used to measure acute and chronic fatigue among workers. This research is a descriptive analytic study using cross sectional study design. The results showed that the sleep time and commuting time has a significant effect on acute fatigue in workers, while the sleep time and duration of the work has a significant impact on chronic fatigue in workers.
Keywords: Fatigue, Acute Fatigue, Chronic Fatigue, Manufacture
Read More
S-8569
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Hardo Priyoasmoro; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Achmad Dahlan, Ivan Fadlun Azmy
Abstrak:

Resiko bekerja di perusahaan migas PT X yang berlokasi di offshore Natuna adalah relatif tinggi. Sepanjang tahun 2018 – 2023 terjadi fluktuasi kecelakaan kerja di PT. X. Bahkan setelah dua tahun (tahun 2020 dan 2019) tidak terjadi kecelakaan kerja untuk kategori recordable injury (kasus di atas FAC), di tahun 2021 terjadi lagi 3 kasus (1 RWDC dan 2 MTC) dan di tahun 2022 terjadi 4 kasus (1 LWDC, 1 RWDC, dan 2 MTC). Di tahun 2023 terjadi 1 kasus (1 RWDC). Korban kecelakaan kerja di tahun 2021 didominasi oleh pekerja kontrak dan pekerja tetap sedangkan kecelakaan kerja di tahun 2022 dan 2023 semuanya terjadi pada pekerja kontrak. Sebagian besar kecelakaan yang terjadi penyebab langsungnya adalah unsafe acts. Sampai saat ini belum ada analisis menyeluruh dari data investigasi kecelakaan-kecelakaan yang telah dilakukan PT X untuk mendapatkan faktor-faktor penyebab dasar dari semua kecelakaan tersebut. Dengan demikian, penelitian perlu dilakukan, dan karena berhubungan dengan human factor, maka pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja tersebut dengan metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecelakaan kerja di PT X antara tahun 2018 – 2023 dengan metode HFACS. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Data sekunder yang digunakan berupa rekaman kejadian kecelakaan dan laporan investigasi atas 41 kecelakaan di PT X. Data sekunder tersebut kemudian diklasifikasikan sesuai dengan empat (4) tahapan kegagalan di metode HFACS, yaitu unsafe acts, precondition of unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influence. Pengklasifikasian ini divalidasi oleh dua ahli keselamatan kerja, di mana hasil validasinya relatif tinggi (96%). Hasil: Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor-faktor HFACS yang mempengaruhi kecelakaan terbesar berturut-turut adalah adverse mental state (51,2%), skill-based error (39%), routine violations (34,1%), dan tools/technological dan resource management (masing-masing 31,7%). Kemudian disusul oleh decision error (29,3%), inadequate supervision (22%), failed to correct problem dan organizational process masing-masing (17,1%), lalu supervisory violation dan organizational climate masing-masing (9,8%). Kesimpulan: Faktor-faktor HFACS yang memengaruhi kecelakaan kerja di PT X dapat digunakan sebagai masukan untuk perbaikan program K3 perusahaan guna menurunkan angka kecelakaan dengan memprioritaskannya pada faktor HFACS yang bersifat latent failure baru kemudian pada faktor active failure-nya, karena latent failure - jika diperbaiki- akan menjadi kunci untuk mencegah berulangnya kecelakaan.


The risks of working for the PT X , an oil and gas company located offshore Natuna are relatively high. Throughout 2018 – 2023 there were fluctuations in work accidents at PT. X. Even after two years (2020 and 2019) there was no work accident for the recordable injury category (cases above FAC), in 2021 there were 3 cases (1 RWDC and 2 MTC) and in 2022 there were 4 cases (1 LWDC, 1 RWDC, and 2 MTC). In 2023 there was 1 case (1 RWDC). Work accident victims in 2021 are dominated by contract workers and permanent workers, while work accidents in 2022 and 2023 all occur in contract workers. Most of the accidents that occur are directly caused by unsafe acts. Until now there has been no comprehensive analysis of accident investigation data that has been carried out by PT X to obtain the basic causal factors of all these accidents. Thus, research needs to be carried out, and because it is related to human factors, this research will analyze the factors that cause work accidents using the Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) method. Objective: Analyzing the factors that influence work accidents at PT X between 2018 – 2023 using the HFACS method. Method: This research is descriptive analytical research with a qualitative approach. The secondary data used is in the form of recordings of accidents and investigation reports on 41 accidents at PT X . This classification was validated by two occupational safety experts, where the validation results were relatively high (96%). Results: The research results explain that the HFACS factors that influence the biggest accidents are adverse mental state (51.2%), skill-based errors (39%), routine violations (34.1%), and tools/technological and resources, respectively. management (31.7% each). Then followed by decision errors (29.3%), inadequate supervision (22%), failed to correct problems and organizational processes respectively (17.1%), then supervisory violations and organizational climate respectively (9.8%). Conclusion: The HFACS factors that influence work accidents in PT X can be used as input for improving the company's H&S program to reduce the number of accidents by prioritizing the HFACS factors which are latent failures and then the active failure factors, because latent failures - if corrected - will become key to preventing recurrence of accidents.

Read More
T-6952
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive