Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31214 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shelly Shalihat; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Anhari Achadi, Dien Anshari, Evy Kurniawati, M. Mathla'il Fajri
Abstrak: Latar Belakang: Berdasarkan data per 20 September 2021 di 46.500 sekolah, ada 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster COVID-19. Klaster COVID-19 paling banyak terjadi di SD/MI yaitu 2,78 persen. Per tanggal 18 Maret 2021 Angka kematian di Provinsi Lampung mencapai 5,32 persen atau berada di atas rata-rata nasional, yakni 2,71 persen. Berdasarkan SE Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Nomor : 420/1254/IV.40/2022 tentang pembelajaran tatap muka pada masa pandemi COVID-19 dilaksanakan pada hari senin tanggal 14 Maret 2022. MIN 8 Bandar Lampung adalah MIN percontohan yang terletak sangat dekat dengan pemukiman padat penduduk, luas bangunan sekolah yang tidak terlalu besar memiliki jumlah siswa paling banyak serta memiliki interaksi dengan masyarakat luar yang sangat aktif. Berdasarkan dari studi pedahuluan yang sudah peneliti lakukan ternyata didapatkan hasil bahwa perilaku 3M siswa MIN 8 Bandar Lampung masih kurang disiplin.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku 3M pencegahan COVID-19 pada siswa MIN 8 Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Menggunakan desain penelitian cross sectional survey, subjek diukur dan diamati hanya satu kali dalam penelitian ini. Hasil: Siswa kelas 5 (62,9%) MIN 8 Bandar Lampung tahun 2022 menerapkan perilaku 3M. Variabel pengetahuan (56,7%), sikap (62,9%), pola asuh (58,8%), dukungan guru (70,1%), dukungan teman sebaya (62,9%), peraturan sekolah (50,5%) dan sarana prasarana (56,7). Variabel terpenting yang terkait dengan penggunaan perilaku 3M adalah kebiasaan orang tua, dengan OR 3.095 (95% CI: 1.315-7.284). Kesimpulan: Kebiasaan orang tua dan peraturan sekolah secara signifikan berhubungan dengan perilaku 3M. Variabel yang paling dominan terkait dengan perilaku 3M adalah kebiasaan orang tua dan peraturan sekolah setelah mengontrol dukungan teman sebaya.
Background: Based on data as of September 20, 2021 in 46,500 schools, there were 2.8 percent or 1,296 schools that reported COVID-19 clusters. Most of the COVID-19 clusters occurred in SD/MI, namely 2.78 percent. As of March 18, 2021, the death rate in Lampung Province reached 5.32 percent or was above the national average, which was 2.71 percent. Based on the SE Head of the Education and Culture Office of Bandar Lampung Number: 420/1254/IV.40/2022 regarding face-to-face learning during the COVID-19 pandemic, it was held on Monday, March 14, 2022. MIN 8 Bandar Lampung is a pilot MIN located very close to with densely populated settlements, the school building area is not too large and has the largest number of students and has very active interactions with the outside community. Based on the preliminary study that has been carried out by the researchers, it turns out that the 3M students of MIN 8 Bandar Lampung still lack discipline. Objective: To determine the factors related to the application of 3M behavior as a prevention of COVID-19 in students of MIN 8 Bandar Lampung in 2022. Methods: using a cross sectional study design where in this study the subject was only measured and observed once. Result: 5th grade students of MIN 8 Bandar Lampung in 2022 (62.9%) apply 3M behavior. Variables of knowledge (56.7%), attitudes (62.9%), parenting (58.8%), teacher support (70.1%), peer support (62.9%) school regulations (50.5%) and infrastructure (56.7). The most dominant variable related to the application of 3M behavior is the habituation of parents with OR 3,095 (95% CI: 1.315-7,284). Conclusion: There is a significant relationship between parental habits and school rules with 3M behavior. The most dominant variables related to 3M behavior are parental habits after controlling for peer support, and school rules.
Read More
T-6566
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Fauziah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rita Damayanti, Saleh Budi Santoso, Nathanael
Abstrak:
Latar Belakang : Kabupaten Karawang adalah salah satu daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah pekerja di industri tersebut membuat klaster industri menjadi penyumbang kasus Covid-19 di wilayah Kab.Karawang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu, faktor specific health belief, dan faktor lingkungan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 pada pekerja industri manufaktur. Metode : Desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Data dikumpulkan pada bulan Agustus ? September 2022 melalui survei online secara non-probablity sampling dengan sampel 454 pekerja. Hasil : Sebagian besar responden pekerja industri manufaktur memiliki perilaku yang baik (50.2%) dalam perilaku penerapan protokol kesehatan (3M). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 adalah pengetahuan (p value = 0.038, OR=1.66), dukungan keluarga (p value = 0.001, OR=2.23), & penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 di tempat kerja (p value = 0.034, OR=1.66). Pekerja dengan dukungan keluarga yang rendah berpeluang 2.2 kali lebih tinggi memiliki perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) yang kurang dibandingkan pekerja dengan dukungan keluarga inti yang tinggi setelah dikontrol variabel pengetahuan, penerapan kebijakan pencegahan Covid-19, sikap, persepsi kerentanan, persepsi manfaat, dukungan rekan kerja, & dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan perilaku penerapan pencegahan Covid-19 pekerja tetap perlu diberikan edukasi yang rutin oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan keluarga pekerja serta didukung dengan pengawasan dari penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 dari manajemen perusahaan.

Background: Karawang Regency is one of the areas with the largest industrial estate in Indonesia. The high number of workers in the industry makes the industrial cluster a contributor to Covid-19 cases in the Karawang Regency area. Objective: This study aims to determine the relationship between individual factors, specific health belief factors, and environmental factors with the behavior of implementing health protocols (3M) to prevent Covid-19 in manufacturing industry workers. Methods: The study design used was cross sectional. Data were collected in August - September 2022 through an online survey by non-probability sampling with a sample of 454 workers. Results: Most respondents of manufacturing industry workers have good behavior (50.2%) in the behavior of implementing health protocols (3M). The results of multivariate analysis show that the variables that have a significant relationship with the behavior of implementing health protocols (3M) for Covid-19 prevention are knowledge (p value = 0.038, OR = 1.66), family support (p value = 0.001, OR = 2.23), & implementation of Covid-19 prevention policies in the workplace (p value = 0.034, OR = 1.66). Workers with low family support were 2.2 times more likely to have poor health protocol implementation behavior than workers with high nuclear family support after controlling for variables of knowledge, implementation of Covid-19 prevention policies, attitudes, perceived vulnerability, perceived benefits, coworker support, & health worker support. Conclusion: To improve the behavior of implementing Covid-19 prevention, workers still need to be given routine education by health workers by involving workers' families and supported by supervision of the implementation of the Covid-19 prevention policy from company management.
Read More
T-6525
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktrina Gustanela; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Kemal Nazaruddin Siregar, Tutwuri Handayani, Hendra Gunawan
Abstrak:
Pada 11 Maret 2020 World Health Organization mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Upaya pengendalian COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi agar mendapat perlindungan optimal. Pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada pelaku usaha mikro. Menurut skala usahanya penurunan penjualan pada usaha mikro sebesar 43,3%. Percepatan vaksinasi pada pelaku usaha bertujuan untuk percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Teori Health Belief Model (HBM) bertujuan mengajarkan informasi tentang risiko dan perilaku untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19 pada pelaku usaha mikro di Kota Padang. Metode pada penelitian ini dengan desain Cross Sectional. Sasaran pada penelitian ini adalah pelaku usaha mikro di Kota Padang dengan sampel 190 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan KoboToolbox secara daring dan luring. Hasil penelitian menunjukkan 56,8% melakukan vaksinasi COVID-19 dua dosis. Pengetahuan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Persepsi manfaat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Berdasarkan teori HBM pengetahuan akan membawa perubahan, pengetahuan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19 akan menentukan tindakan terhadap pelaksaaan Vaksinasi COVID-19. Tingginya persepsi manfaat dibandingkan persepsi hambatan terhadap vaksinasi COVID-19 dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan vaksinasi COVID-19.

On March 11, 2020, the World Health Organization declared COVID-19 as a pandemic. Efforts to control COVID-19 can be carried out by implementing health protocols and vaccinations to get optimal protection. The pandemic does not only have an impact on health, but also on micro-enterprises. According to the scale of business, the sales decline for micro businesses were 43.3%. Acceleration of vaccination for business actors aim to accelerate health and economic recovery. The Health Belief Model (HBM) theory aims to teach information about risks and behaviors to minimize these risks. This study aims to identify factors related to COVID-19 vaccination behavior in micro-enterprises in Padang City. The method in this research was a cross sectional design. The target of this research wàs micro business actors in Padang City with a sample of 190 respondents. Data was collected using a questionnaire with KoboToolbox online and offline. The results showed 56,8% took two doses of COVID-19 vaccination. Knowledge, perceived benefits, and perceived barriers are related to COVID-19 vaccination behavior. Perceived benefits is the most dominant factor related to the behavior of COVID-19 vaccination. Based on the HBM theory, knowledge will bring about change, knowledge of COVID-19 and the COVID-19 vaccine will determine the actions that will be taken to carry out COVID-19 vaccinations. The high perceived benefits compared to perceived barriers toward COVID-19 vaccination can influence someone to get COVID-19 vaccination.
Read More
T-6573
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Hannan; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak:
Perilaku kesehatan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan, Munculnya infeksi COVID-19 yang meningkat memerlukan adanya tindakan pencegahan sehingga penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa tingkat akhir S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Disain cross sectional pada studi kuantitatif dilakukan pada 98 responden yang diambil secara quota sampling secara online menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliablitasnya disebar melalui google form, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Untuk memperkuat hasil penelitian dilakukan studi kualitatif dengan disain studi kasus pada 6 orang informan yang meliputi: mahasiswa, orang tua mahasiswa dan petugas K3L FKMUI. Hasil penelitian menunjukkan 51,2% responden berperilaku kurang baik dalam pencegahan COVID-19. Perilaku yang selalu dilakukan adalah menggunakan masker (84,3%), sedangkan yang jarang dilakukan berolahrga dengan teratur (6,4%). Hasil analisis mengindikasikan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 adalah sumber informasi (p value 0,049), dukungan keluarga (p value 0,001) dan dukungan tokoh masyarakat (p value 0,001). Hasil studi kualitatif menunjukkan keluarga mendukung perilaku pencegahan COVID-19 degan menyediakan sarana yang dibutuhkan, namun tidak menghimbau anaknya untuk berperilaku. K3L juga sudah membuat aturan dan himabaun bagi warga FKM UI tetapi sarana cuci tangan ada yang rusak dan tidak menyediakan masker bagi mahasiswa. Untuk itu, perlu adanya peningkatan fasilitas dan jadwal monitoring sarana prasarana pencegahan COVID-19 secara rutin oleh K3L FKM UI agar perilaku pencegahan COVID-19 Mahasiswa dapat meningkat

Health behavior is an activity carried out to maintain or improve health. The emergence of an increased COVID-19 infection requires preventive measures so it is important to know the factors that influence COVID-19. The purpose of this study was to determine the factors associated with the behavior of preventing COVID-19 in final year Regular Undergraduate students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia (FKM UI) in 2022. This study used a mixed methods approach. The cross-sectional design of the quantitative study was conducted on 98 respondents who were taken by quota sampling online using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and distributed via Google form, and analyzed using the Chi-Square test. To strengthen the research results, a qualitative study was carried out with a case study design on 6 informants which included: students, parents of students and K3L FKMUI officers. The results showed that 51.2% of respondents behaved badly in preventing COVID-19. the behavior that is always done is to wear a mask (84.3%), while the behavior that is rarely done is to exercise regularly (6.4%). The results of the analysis of indications of factors related to COVID-19 prevention behavior are sources of information (p value 0.049), family support (p value 0.001) and support from community leaders (p value 0.001). The results of the qualitative study show that families support COVID-19 prevention behavior by providing the necessary facilities, but do not encourage their children to behave. K3L has also made rules and appeals for FKM UI residents but there are hand washing facilities that are damaged and do not provide masks for students. For this reason, it is necessary to improve the facilities and schedule routine COVID-19 prevention infrastructure by K3L FKM UI so that students' COVID-19 prevention behavior can increase
Read More
S-11213
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenni Haristia; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Dian Ayubi, Roji Suherman
S-7264
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Khaeroni; Pembimbing: Rita Damayanti
S-3099
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfathny Pertiwi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Deni Kurniawan
Abstrak: Besarnya jumlah populasi remaja yang ada tentunya akan membawa konsekuensi pada berbagai masalah sosial dan kesehatan reproduksi remaja termasuk di dalamnya masalah perilaku seksual remaja. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual pranikah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMKN X Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer pada 158 remaja di SMKN X Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa proporsi perilaku seksual berisiko pada remaja SMKN X adalah 22,8 % dengan jenis kelamin responden terbanyak yaitu lakilaki sebanyak 50.6%, remaja berpengetahuan rendah sebanyak 76.6 %, remaja dengan sikap positif 58.2 %, remaja dengan orangtua bekerja sebanyak 84.2%, remaja dengan uang saku cukup 50.6%, remaja yang menganggap teman sebaya tidak berperan terhadap perilaku seksual sebanyak 51.3 %, dan remaja yang terpapar pornografi sebanyak 93 %. Berdasarkan analisis bivariat, dapat diketahui dari faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual remaja adalah jenis kelamin laki-laki (p Value= 0.045; PR= 2.36; 95% CI= 11.1-5.14), dan peranan teman sebaya ( p Value= 0.03; PR=3.62; 95 % CI=3.62 (1.6-8.1).
Kata Kunci: Seksual, perilaku seksual pranikah, remaja

The large number of adolescent populations will certainly bring consequences on various social and reproductive health issues of adolescents including adolescent sexual behavior issues. This thesis aims to know the description of premarital sexual behavior and factors related to premarital sexual behavior in students of SMKN X Year 2018. This study used a cross-sectional study design using primary data on 158 adolescents in SMKN X Year 2018. The results show that the proportion of risky sexual behavior in adolescent SMKN X is 22,8% with the most respondent's gender is male 50.6%, respondents with low knowledge of 76.6%, adolescent with positive attitude 58.2%, adolescent with working parents 84.2%, adolescent with enough pocket money 50.6%, adolescents who consider peers do not contribute to sexual behavior as much as 51.3%, and adolescents exposed to pornography as much as 93%. Based on bivariate analysis, it can be seen from factors that have significant relationship with teen sexual behavior is gender (p Value = 0.045, PR = 2.36, 95% CI = 11.1-5.14), and peer role (p Value = 0.03 ; PR = 3.62; 95% CI = 3.62 (1.6-8.1).
Keywords: Adolescence, premarital sexual behavior, sexual
Read More
S-9793
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avoanita Yosa; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Besral, Sandra Fikawati, Bulan Rachmadhi, Febriana Setiawati
T-1329
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Handayani; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Anwar Hassan, Ario Baskoro
S-6579
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilia Chrystin; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak: Jumlah remaja yang terus bertambah mengharuskan kesehatan remaja untuk lebih diperhatikan. Hal ini termasuk kesehatan reproduksi remaja. Nyatanya, perkawinan di bawah umur, melahirkan di usia remaja, serta Infeksi Menular Seksual (IMS) masih banyak terjadi pada remaja yang disebabkan oleh perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan menggunakan kuesioner online yang bersifat self-administrated. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,4% siswa/i pernah melakukan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran baik berupa perilaku cium bibir (12,4%), meraba daerah sensitif (7,6%), seks oral (1,9%), petting (1,9%), dan/atau hubungan seks (1,9%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020 adalah jenis kelamin, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perilaku teman sebaya dalam berpacaran, dan kepemilikan pasangan. Berdasarkan penelitian, dibutuhkan penyuluhan dan kurikulum pendidikan seksual yang mencakup kesehatan reproduksi hingga perilaku seksual, serta mengaktifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) sebagai sarana konseling dan sumbeer informasi mengenai kesehatan reproduksi bagi siswa/i.
Read More
S-11477
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive