Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18948 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irfansyah Maulana Hidayat; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Artha Prabawa,Febrina Dwi Permata, Dian Rahayu Pamungkas
Abstrak:
Penjaminan Mutu merupakan suatu program evaluasi yang dilakukan sebagai upaya pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan. Saat ini pelaksanaan penjaminan mutu masih dilakukan dengan cara konvensional sehingga didapat beberapa masalah terkait pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penyimpanan data dan umpan balik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem informasi yang dapat membantu proses pencatatan dan pelaporan yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan sistem informasi dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan perancangan sistem menggunakan metode prototipe yang memungkinkan pengembangan sistem dilakukan lebih cepat dan pengguna dapat langsung berinteraksi untuk memberikan umpan balik terhadap sistem yang dikembangkan. Penelitian ini menghasilkan Prototipe Sistem Informasi penyelenggaraan pelatihan yang mempermudah proses pengumpulan, pengolahan dan rekapitulasi data secara tepat waktu dan cepat dikarenakan proses nya dilakukan secara otomatis oleh teknologi komputer. Penyimpanan data menggunakan teknologi basis data untuk memudahkan penelusuran data. Keluaran berupa penyajian informasi untuk membantu dalam pengawasan dan pengendalian mutu proses penyelenggaraan pelatihan serta hasil dari sistem informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai data pendukung dalam penetapan kebijakan terkait pelatihan bidang kesehatan.

Quality assurance is an evaluation program used to manage and control the implementation of training activities. Currently, quality assurance is still implemented using a traditional method, which causes a number of issues with data collection, processing, presentation, storage, and feedback. The aim of this study is to create an information system that can help in the process of recording and reporting data in a more effective and efficient way. Information system development is carried out utilizing a qualitative research approach with system design using the prototype method, which allows system development to be carried out more quickly and users to directly interact to provide input on the system being developed. This research resulted in a training information system prototype that automates the automatic collection, analysis, and recapitulation of data utilizing computer technology. Data storage uses database technology to simplify data tracking. The results of this information system can be used to monitor and manage the quality of the training delivery process and the results of this information system can be used as supporting data in establishing policies related to training in the health sector.
Read More
T-6620
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nopianto Ricaesar; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Yuniar Popy, Febrina Dwi Permata, Markus
Abstrak:
Transformasi sistem kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan cara memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kualitas obat-obatan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat koordinasi antara layanan kesehatan, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatan. Salah satu pilar penting dalam transformasi ini adalah transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kesehatan), yang bertujuan untuk menyediakan jumlah dan distribusi SDM kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. Untuk memastikan mutu pelatihan kesehatan dan SDM kesehatan, institusi penyelenggara harus mengikuti proses akreditasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2019. Namun, saat ini proses akreditasi institusi masih dilakukan secara manual, termasuk pengusulan, penilaian, dan penilaian ulang dengan pengiriman dokumen melalui email. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan transformasi digital dalam sistem informasi akreditasi institusi pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem informasi untuk akreditasi institusi pelatihan di bidang kesehatan. Metode pengembangan yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan menggunakan model prototipe hingga mencapai tahap uji coba sistem. Desain sistem ini melibatkan pembuatan diagram konteks, Entity Relationship Diagram (ERD), Table Relationship Diagram (TRD), Data Dictionary, Flow Chart, dan Diagram Alir Data (DFD). Selain itu, juga dilakukan pembuatan antarmuka pengguna (user interface) untuk sistem tersebut.

The transformation of the health system in Indonesia aims to improve the quality and accessibility of health services by improving infrastructure, improving the quality of medicines, increasing the competence of health workers, strengthening coordination between health services, and involving community participation in making decisions related to health services. One of the important pillars in this transformation is the transformation of Health Human Resources (HR Health), which aims to provide an even number and distribution of health human resources throughout Indonesia. To ensure the quality of health training and health human resources, implementing institutions must follow the accreditation process in accordance with Government Regulation Number 67 of 2019. However, currently the institutional accreditation process is still carried out manually, including proposals, assessments and reassessments by sending documents via email. To increase its effectiveness, digital transformation is needed in the accreditation information system for training institutions. This study aims to design an information system for the accreditation of training institutions in the health sector. The development method used is the System Development Life Cycle (SDLC) using a prototype model until it reaches the system trial stage. The design of this system involves making context diagrams, Entity Relationship Diagrams (ERD), Table Relationship Diagrams (TRD), Data Dictionary, Flow Charts, and Data Flow Diagrams (DFD). In addition, a user interface (user interface) for the system is also made.
Read More
T-6604
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Kurniawan; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Sulistyo Basuki, M. Rahmat Widyanto, Bambang Sukana
Abstrak:

Perancangan prototipe sistem informasi evaluasi dampak hasil penelitian dan pengembangan kesehatan melalui pendekatan bibliometrika di Badan Litbang Kesehatan Jakarta.Penelitian dan pengembangan kesehatan (litbangkes) diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan dan teknologi kesehatan tepat guna yang diperlukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Jumlah penelitian dan pengembangan yang dilakukan Badan Litbangkes cenderung meningkat setiap tahunnya. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana pengaruh dari penelitian Badan Litbangkes bagi kemajuan bidang penelitian? Dalam melakukan penelitian terhadap pengaruh penelitian diperlukan suatu indikator penetitian yang jelas yang dapat menunjukkan dampak (impact) suatu penelitian. Salah satu cara yang dapat memberikan gambaran atas pengaruh penelitian adalah dengan penentuan indeks sitasi dan faktor dampak dan jurnal yang dihasilkan. Selama ini laporan analisis data hasil penelitian yang telah dikumpulkan belum ada. Koleksi data publikasi dan sitasi artikel ilmiah belum pernah dicoba untuk dianalisis, hal ini disebabkan belum dikenali keperluan dan pemanfaatannya.Kinerja penelitian Badan Litbangkes baru diukur berdasar atas jumlah peneliti dan sumber daya penelitian lainnya ataupun sekedar jumlah artikel yang mampu dipublikasikan setiap tahunnya, belum melihat seberapa besar dampak luaran penelitian yang telah dihasilkan. Berdasarkan hal tersebut di atas perlu dilakukan pendekatan bibliometrik yang merupakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis literatur hasil penelitian dan mengembangkan sistem informasi untuk mengolah literatur tersebut sehingga mampu menghasilkan informasi yang dapat membantu mengevaluasi hasil penelitian Badan Litbangkes.Proses pelaksanaan pengemhangan sistem informasi dilaksanakan hanya sampai pada tahap uji coba prototipe di laboratorium karena keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan. Metodologi yang digunakan adalah metode inkremental, yang menggabungkan elemen dalam metode urutan linear System Development Life Cyclc (SDLC) dengan filosofi iteratif dari metoda prototipe. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, Jakarta. Permasalahan yang ditemukan adalah permasalahan Sistem Inforrnasi Evaluasi Dampak Hasil Litbangkes terkait dengan prosedur, basis data, sarana dan Prasarana. Penelitian ini menghasilkan prototipe Sistem Infonnasi Evaluasi Dampak Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Pendekatan Bibliometrika yang memerlukan kelanjutan komitmen yang kuat dari para pengambil keputusan dan seluruh staf Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, untuk diterapkan dan terus diberi masukan perbaikan.


Health research and development (HRD) trend aim towards generate knowlegde and expeditious health technology needed to improve health quality. The number of research and development done by National Institute of Health Research and Development (NIHRD) increases every year. Possible question rise is what is the effect of NIHRD research to the improvement field of research? To estimate the research effect, a clear indicator is needed to show the impact of a research. One way to give a description of the effect is with determine citation index and impact factor from published science journal. All these years data analysis result has not been collected. Data collection on publicity and article citation never been analyze because the necessity and benefit was unrecognized. So far NIHRD appraisal based on the number of researcher and Qther sources, not based on how big the impact of those research. Based on all the above, HRD need to do bibliometrics approach that constitute quantitative approach to' analyze research literature and developing information system to prepare the literature so it can give information that help to evaluate NIHRD research result The process of developing infonnation system merely within prototype testing in laboratory due to the lack of funding and time limit oflhis research. Methodology for this research is incremental method which integrate elements in System Development Life Cycle (SDLC) with iteratif philosophy from prototype method. Data and information incorporated by depth interview, observation dan literature study. Research object is NIHRD, Jakarta. The discovered problems are information system of evaluation on HRD result impact related with procedure, data base, and infrastructure. This research produced design of Information system prototype on HRD Result Impact Evaluation through Bibliometrics Approach which need a commitment from policy maker dan all the staff on NIHRD to apply and give continue improvement. File Digital: 1

Read More
T-2916
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fintriane Gilda; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Poppy Yuniar, Sugiharto
Abstrak: Pendidikan dan Pelatihan kebidanan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas bidan dan pelayanan kebidanan. Maka dari itu, institusi pelatihan mengakreditasi pelatihan sebagai upaya jaminan mutu terhadap pelatihan kebidanan. Akreditasi pelatihan bagi tenaga kesehatan non pns dan masyarakan dilaksanakan oleh Pusdiklatnakes. Akreditasi pelatihan saat ini masih belum optimal pelaksanaannya, hal itu dikarenakan kurangnya informasi tentang alur dan persyaratan pengajuan akreditasi, duplikasi data, penumpukkan berkas pada lemari arsip, komunikasi feedback yang kurang lancar yang mengakibatkan proses pencatatan data, penilaian, dan pelaporan menjadi tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu, dikembangkan prototype Sistem Informasi Akreditasi Pelatihan Teknis Kebidanan Berbasis Web dengan metode pendekatan sistem. Dari hasil pengembangan, prototype yang dirancang dengan Microsoft Visual Studio 2012 dan Microsoft SQL Server 2008 R2 ini menghasilkan tampilan informasi alur dan persyaratan akreditasi pada halaman depan web, basis data untuk menyimpan semua data dan dokumen akreditasi pelatihan, aplikasi penilaian akreditasi, informasi perkembangan pengajuan akreditasi, alat komunikasi antar penyelenggara pelatihan dan tim akreditasi berupa comment box, serta pelaporan yang terintegrasi antar data dan sesuai kebutuhan. Dengan prototype sistem informasi ini diharapkan pelaksanaan akreditasi pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga semakin banyak pelatihan dapat terakreditasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelatihan. Kata kunci: Sistem Informasi, Akreditasi, Pelatihan, Berbasis Web
Read More
T-4334
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avid Wijaya; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kemal N. Siregar, Artha Prabawa, Punto Dewo, Sarto
T-5384
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Azhar; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Puput Oktamianti, Mira Miranti Puspitasari
Abstrak:
Latar Belakang: Puskesmas memegang peranan krusial dalam sistem kesehatan nasional Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan kebijakan Pelayanan Kesehatan Primer Terpadu (ILP). Namun, sistem informasi (SIP) yang diterapkan di Puskesmas mengalami berbagai tantangan, seperti fragmentasi data dan kesulitan dalam integrasi dengan sistem nasional, termasuk SATU SEHAT dan SITB. Hal ini terutama berdampak pada pengelolaan tuberkulosis (TB), yang pada gilirannya menghambat efektivitas layanan dan pengendalian penyakit. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem informasi Puskesmas yang berlandaskan ILP dengan tujuan meningkatkan integrasi data serta mendukung identifikasi dan pengobatan TB. Fokus utama dari penelitian ini adalah menciptakan sistem yang mampu menyediakan data kesehatan yang terstruktur, memfasilitasi pemantauan lintas sistem, dan menyajikan dashboard bagi para pembuat kebijakan. Metodologi Penelitian: Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengevaluasi SIP yang ada dengan menggunakan System Usability Scale (SUS). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen, serta melibatkan sampling purposif terhadap tenaga kesehatan dan staf IT di wilayah Depok. Hasil Penelitian: Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa SIP saat ini memiliki skor usability yang rendah dan menghadapi berbagai permasalahan, seperti redundansi data dan proses yang terfragmentasi. Prototipe yang dikembangkan berhasil mengatasi isu-isu tersebut dengan mengintegrasikan manajemen data TB, mengotomatisasi pelaporan, serta menyediakan dashboard real-time. Prototipe ini menunjukkan potensi untuk secara signifikan meningkatkan akurasi data, mengurangi beban administratif, dan memperkuat upaya pengendalian TB sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Background: Puskesmas plays a pivotal role in Indonesia's national health system, especially in implementing the Integrated Primary Health Care (ILP) policy. However, current information systems (SIP) in Puskesmas face challenges such as data fragmentation and lack of interoperability with national systems like SATU SEHAT and SITB, particularly in tuberculosis (TB) management. These issues hinder effective service delivery and disease control. Research Objective: This study aims to develop a prototype of a Puskesmas information system based on ILP to enhance data integration and support TB identification and treatment. It focuses on creating a system that can provide structured health data, facilitate cross-system monitoring, and offer dashboards for policymakers. Research Methodology: Using a qualitative case study approach, the research evaluates the existing SIP with the System Usability Scale (SUS), collects data through in-depth interviews, observations, and document reviews, and involves purposive sampling of health workers and IT staff in Depok. Research Results: The study reveals that the existing SIP has low usability scores and faces issues like data redundancy and fragmented processes. The developed prototype addresses these by integrating TB data management, automating reporting, and providing real-time dashboards. The prototype shows potential to significantly improve data accuracy, reduce administrative burdens, and enhance TB control efforts in line with Indonesia's UHC goals.

Read More
T-7289
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Anisah; Pembimbing: R. Sutiawan; PEmbimbing: Besral, Khaerudin, Totok Subianto
Abstrak: Prastudi di lapangan menunjukan bahwa masih terjadi inefektifitas dan inefisiensi implementasi analisis kebutuhan diklat di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, seperti prosedur yang panjang, waktu proses yang lama, biaya besar, kurangnya keterwakilan data serta lemahnya dukungan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu secara substansi, permasalahan belum tergalinya softskills sebagai salah satu kemampuan penting pemberi layanan kesehatan (terutama perawat) membuat rekomendasi analisis kebutuhan diklat sebagai pertimbangan pengambilan keputusan perencanaan program diklat belum komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan Sistem Informasi AKD Berbasis Web dengan kajian softskills perawat rumah sakit, yang efektif dan efisien dilengkapi dengan prototype program yang dapat menghasilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan program diklat di BBPK Ciloto. Metodologi penelitian yaitu operational research dengan metode pengembangan sistem prototype. pengumpulan data primer dengan cara wawancara pada informan serta data sekunder melalui telaah dokumen dan observasi lapangan dengan metode pengujian sistem user acceptance test. Keluaran informasi yang dapat dihasilkan adalah informasi yang dapat digunakan untuk perencanaan program diklat softskills. Dari hasil pengujian dan analisis, sistem lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan sistem berjalan. Dalam pengembangannya perlu ada strategi untuk meningkatkan tingkat partisipasi dan perlunya dukungan dan masukan baik dari unit utama kementerian kesehatan, unit pembina teknis maupun organisasi profesi. Kata Kunci: sistem informasi, analisis kebutuhan diklat, diklat, prototype, perencanaan diklat.
Read More
T-4351
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Wulansari; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Tris Eryando, R. Sutiawan, Herbet Sidabutar, Dyah Purwaning
Abstrak: Kasus penyalahgunaan maupun ketergantungan NAPZA akibat gangguan jiwa atau sebaliknya merupakan masalah kesehatan jiwa. Para ahli mengatakan bahwa jika seseorang yang memiliki gangguan jiwa namun tidak terdiagnosis akan mengarah kepada penyalahgunaan NAPZA. Begitu pula mereka yang memiliki risiko tinggi gangguan jiwa akibat pengaruh genetik, lingkungan, masalah sosial dan lainnya akan mendorong mereka ke arah penyalahgunaan NAPZA Laporan BNN menyebutkan bahwa hingga akhir November 2015, jumlah penyalahguna di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari 4,2 juta jiwa menjadi 5,9 juta jiwa. Sedangkan penyalahguna yang melakukan program rehabilitasi sebagai upaya pengobatan tercatat baru mencapai 100 ribu jiwa. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah perlu membuat suatu upaya pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA dengan membentuk masyarakat yang memiliki ketahanan dan kekebalan terhadap penyalahgunaan NAPZA. Upaya tersebut adalah melakukan skrining penggunaan zat. Skrining ini bertujuan untuk menggali informasi pasien terkait keterlibatannya dengan penggunaan NAPZA. Skrining dapat membantu petugas kesehatan untuk mencatat dan melaporkan kasus penyalahgunaan zat di wilayah Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi skrining NAPZA untuk kesehatan jiwa. Penelitian ini menggunakan skrining dengan metode ASSIST. Sistem ini memberikan informasi yang berguna bagi pasien untuk meningkatkan status kesehatannya dan memberikan gambaran kasus penyalahgunaan NAPZA yang berguna bagi Puskesmas untuk menentukan langkah yang tepat melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA di wilayah kerja Puskesmas. Kata kunci: penyalahgunaan, NAPZA, skrining, ASSIST Cases of drug abuse or dependence due to mental or otherwise are mental health problems. Similarly, those who have high risk of mental disorders due to genetic, environmental, social and other influences will push them to drug abuse. The National Drugs Agency report says that by the end of November 2015, the number of drugs abuser in Indonesia has increased significantly from 4.2 million people to 5.9 million people. Drugs abuser who perform the rehabilitation program only reached 100.000 people. Based on this, the government needs to make an effort to prevention and control of drug abuse by forming a society that has resilience and immunity against drug abuse. The effort is to screen for substance use. This screening aims to explore patient information related to their involvement with drug use. Screening can help health workers to record and report substance abuse cases in the public health center area. This study aims to build a system of drug screening information for mental health. This research used screening with ASSIST method. The drugs screening information system provides useful information for people to improve their health status and provides an illustration of drug abuse cases that are useful for public health center to determine appropriate measures to implement prevention and control of drug abuse in public health center working areas. Key words: drugs user, drugs, screening, ASSIST
Read More
T-4909
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juanita Paticia Fatima; Pembimbing: Besral, Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Bula Rachmadi, H. Hilman Taufik
Abstrak: Latar Belakang : Hasil penelitian survey cepat status kesehatan gigi dan mulut tahun 2004 di Kabupaten Sumedang pada murid kelas VI, didapat prevalensi karies yaitu sebesar 64 %. Rata rata DMF-T sebesar 1,78. Nilai PTI sebesar 5,26 %. Target yang ingin dicapai Departemen kesehatan tahun 2010 adalah prevalensi karies 50 %. Hasil Evaluasi kegiatan UKGS tahun 2003, didapat bahwa puskesmas yang tidak melaporkan kegiatan UKGS sebesar 50 %. Penyebab dari masalah tersebut adalah kegiatan UKGS belum berjalan dengan baik.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan basis data di puskesmas dan Dinas Kesehatan yang bermanfaat sebagai alat bantu dalam menghasilkan informasi yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan, perencanaan, monitoring dan evaluasi program dalam rangka menurunkan prevalensi karies dan meningkatkan cakupan UKGS.
Metoda : Metoda yang digunakan adalah metoda pendekatan System Development Life Cicle (SDLC) dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan informan.
Hasil : Pengembangan sistem dimulai dari penetapan kebutuhan sistem, pemodelan sistem serta penetapan perangkat lunak dan keras yang digunakan dengan harapan dapat menghasilkan informasi dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi program UKGS.Sistem informasi UKGS dikembangkan dengan rancangan formulir input dan tampilan output yang berisi cakupan UKGS, Indikator, grafik dan Peta sebaran tenaga Kesehatan gigi di Kabupaten Sumedang.
Kesimpulan : Pelaksanaan sistem informasi ini agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan.
Kata kunci : Sistem informasi, UKGS

Background: The result from a quick survey on dental health at Sumedang district in 2004 shows that 64 % prevalency caries affected children from the 6th grade students, DMF-T average 1.78 and PTI value at 5,2 %. However, In 2010 the Departement of Health targetting prevalency caries < 50 %. Indeks DMF-T average < 1.00 and PTI > 50%. On the evaluation in report of UKGS activities in 2003, it is said that 50% of Puskesmas did not report their UKGS activities. The reason for this was because the expected UKGS activities was not running well.
Objective : The purpose of this research is to develop information data base in Puskesmas and Dinas Kesehatan, as a result will be useful as a guide line in making policy, planning, monitoring and evaluating program in effort to reduce the presentage of prevalency of caries. In addition increase UKGS objectivities.
Methodes: The method used in this research is called development life cycle system (SDLC) by observing and extensivelly interviewing the informant.
Results: In developing a system it should begin with an implication of required model and hardware and software. This system will be used to obtain information of arranging a plan, monitoring and evaluation of UKGS program. UKGS information system is developed with the input design form and output sheet that contains UKGS covarage, indicator, graphic and distribution map of dental health personnel in Sumedang District.
Conclution: Good and continuity of system implementation need the policy and commitment of decision maker, clear regulation of system organization, good motivation of the system operator and continuity of financial support.
Keywords: Information system, UKGS
Read More
T-2171
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herly Nainggolan; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Dian Arief Hawindati
S-5951
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive