Ditemukan 42240 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Muhammad Abiyyu Akmal; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: R. Budi Haryanto, Suryanta Sapta Atmaja
Abstrak:
Read More
Air minum adalah kebutuhan yang sangat esensial bagi seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Air minum dengan kualitas yang memenuhi standar kesehatan sangat penting karena kualitas air yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada orang yang meminumnya. Untuk itu pengadaan akses air minum yang sehat penting untuk diupayakan dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya di lingkup pendidikan tinggi. Universitas Indonesia adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan akses air siap minum melalui fasilitas kampus yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengestimasi besaran risiko gangguan kesehatan akibat pajanan nitrat dan besi melalui konsumsi air siap minum yang disediakan oleh pihak Kampus UI Depok pada mahasiswa UI. Terdapat 50 responden mahasiswa yang berasal dari 8 (delapan) fakultas yang diamati di lingkungan Kampus UI Depok diwawancara guna mendapatkan data terkait pola konsumsi air siap minum dan antropometri. Konsentrasi nitrat dan besi diketahui dari hasil uji laboratorium sampel air siap minum dari 8 fakultas yang diamati. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa keseluruhan sampel sudah memenuhi baku mutu kesehatan untuk parameter besi. Sedangkan untuk parameter nitrat masih terdapat satu sampel yang memiliki konsentrasi nitrat melebihi baku mutu. Berdasarkan hasil perhitungan analisis risiko, tingkat risiko (RQ) pajanan nitrat melalui konsumsi air siap minum pada mahasiswa di lingkungan Kampus UI Depok pada pajanan realtime parameter nitrat dan besi masing-masing sebesar 0,006 dan 0,001. Sedangkan pajanan lifespan parameter nitrat dan besi melalui konsumsi air siap minum pada lingkup populasi yang sama menunjukan nilai masing-masing sebesar 0,043 dan 0,011. Selain itu tingkat risiko pada semua skenario (intake minimum, rata-rata dan maksimum) baik pada lingkup populasi keseluruhan Kampus UI Depok maupun per fakultas dinyatakan aman atau tidak berisiko (RQ ≤ 1) menyebabkan gangguan kesehatan pada mahasiswa yang mengkonsumsi air siap minum tersebut.
Drinking water is a very essential need which is required by all living creatures including humans. Drinking water that fulfils health standards is important since if drinking water does not meet the required health standards it could cause many health problems to those who consume it. Due to these terms, the provision of access to healthy drinking water is important to strive for in every aspect of life, one of these aspects is in academic realm. Universitas Indonesia is one the campuses in Indonesia that has provided healthy drinking water access to its inhabitants through its campus facility located in Depok City, West Java. This study aims to estimate the health risk cause by exposure to nitrate and iron through the consumption of ready-to drink water provided by Universitas Indonesia. There are 50 student respondents from eight observed faculties that are interviewed to obtain data related to consumption patterns of ready-to-drink water and anthropometry. Nitrate and iron concentrations were known from laboratory test results of ready-to-drink water samples from the 8 observed faculties. Laboratory test results showed that all samples met the health quality standards for iron parameters. As for the nitrate parameter, there is still one sample that has a nitrate concentration that exceeds the quality standard Based on the results of risk analysis calculations, the risk level (RQ) of nitrate exposure through consumption of ready-to-drink water in students at the UI Depok Campus on realtime exposure to nitrate and iron parameters is 0,006 and 0,001, respectively. While exposure to nitrate and iron lifespan parameters through consumption of ready-to-drink water in the same population range showed values of 0,043 and 0,011 respectively. In addition, the level of risk in all scenarios (minimum, average and maximum intake) both in the scope of the overall population of the UI Depok Campus and per faculty is stated to be safe or not at risk (RQ ≤ 1) causing health problems to students who consume ready-to-drink water.
S-11254
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kirana Mahadewi Heryadi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Achmad Samudera
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kampus Universitas Indonesia memiliki fasilitas pelayanan alat penyedia air siap minum yang dapat mengubah air tanah menjadi air siap minum. Penggunaan air tanah masih dominan di Kampus Universitas Indonesia Kota Depok. Kota Depok memiliki karakteristik jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen sehingga air tanah Kota Depok berpeluang mengandung logam berat berupa mangan dan kromium heksavalen. Tujuan: Mengestimasi besaran risiko kesehatan akibat pajanan mangan dan kromium heksavalen melalui asupan air siap minum yang dikonsumsi mahasiswa Universitas Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilakukan pada tahun 2023 di Kampus Utama Universitas Indonesia yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Total responden yang diwawancarai sebanyak 60 mahasiswa dan sampel air siap minum berjumlah 9 sampel yang dikumpulkan dari 8 fakultas yang berbeda. Hasil: Terdapat 1 sampel air siap minum yang kadar konsentrasi mangannnya melebihi standar baku mutu dan kadar konsentrasi kromium heksavalen pada seluruh sampel air siap minum sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2023. Jumlah estimasi rata-rata intake pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 1.21×10-5 mg/kg/hari dan 7.12×10-7 mg/kg/hari (realtime) serta 8.75×10-5 mg/kg/hari dan 5.15×10-6 mg/kg/hari (lifespan). Tingkat risiko pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 8.64×10-5 dan 2.37×10-4 (realtime) serta 6.25×10-4 dan 1.72×10-3 (lifespan). Hasil ini menunjukkan bahwa air siap minum tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan (RQ ≤ 1) sehingga air siap minum aman untuk dikonsumsi.
Background: The University of Indonesia campus has a ready-to-drink water service facility that can convert groundwater into ready-to-drink water. The use of groundwater is dominant on the University of Indonesia campus in Depok City. Depok City has the characteristic of a soil type that is formed from the weathering of sedimentary rocks, so that Depok City's groundwater has the possibility of containing heavy metals, such as manganese and hexavalent chromium. Objective: To estimate the magnitude of health risk due to exposure to manganese and hexavalent chromium through the intake of ready-to-drink water consumed by University of Indonesia students. Methods: This research uses the Environmental Health Risk Analysis (ERHA) study approach. The research was conducted in 2023 at University of Indonesia campus in Depok City. The total number of respondents interviewed was 60 students, and 9 samples of ready-to-drink water were collected from 8 faculties. Results: There is 1 ready-to-drink water sample where the manganese concentration exceeds the quality standard, and the hexavalent chromium concentration level in all samples meets the quality standards based on Permenkes No. 2 of 2023. The estimated average intake of manganese and hexavalent chromium exposure respectively is 1.21×10-5 mg/kg/day and 7.12×10-7 mg/kg/day (realtime) and 8.75×10-5 mg/kg/day and 5.15×10-6 mg/kg/day (lifespan). The risk levels of exposure to manganese and hexavalent chromium respectively were 8.64×10-5 and 2.37×10-4 (realtime) and 6.25×10-4 and 1.72×10-3 (lifespan). These results indicate that ready-to-drink water has no risk of causing health problems (RQ ≤ 1), so can be classified as safe to drink water.
S-11253
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alissa Siti Haura; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Laila Fitria, Abdur Rahman
Abstrak:
Read More
Penelitian ini membahas potensi pencemaran nitrat di Kota Depok dan dampak kesehatannya. Nitrat, bentuk nitrogen yang paling stabil di lingkungan, mayoritas berasal dari septic tank dan limbah domestik. Kepadatan penduduk dan tingkat urbanisasi menjadi pendorong pencemaran nitrat di perkotaan seperti Kota Depok. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi nitrat dan tingkat risiko pajanan nitrat melalui konsumsi air tanah dan air perpipaan di Kota Depok Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) pada orang dewasa dan anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat pada air tanah berkisar antara 2,69 – 77,50 mg/L (rata-rata 39,67 mg/L), melebihi konsentrasi nitrat pada air perpipaan yang berkisar antara 0,58 – 21,75 mg/L (rata-rata 7,32 mg/L). Pajanan nitrat melalui konsumsi air tanah dan air perpipaan tidak menimbulkan risiko bagi orang dewasa (RQ≤1). Namun, terdapat risiko pada anak-anak yang mengonsumsi air tanah (RQ>1). Temuan ini konsisten dengan penelitian terdahulu bahwa anak-anak lebih rentan terhadap risiko non-karsinogenik pajanan nitrat melalui konsumsi air tanah. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang pencemaran nitrat dan tingkat risiko pajanannya pada masyarakat Kota Depok. Disarankan untuk mengurangi konsumsi air tanah dan beralih ke air perpipaan khususnya bagi anak-anak.
This study examines nitrate contamination in Depok City and its impact on public health. Nitrate, the most stable form of nitrogen in the environment and easily soluble in water, is primarily derived from septic tanks and domestic waste. In urban areas like Depok City, high population density and urbanization contribute to nitrate pollution. This research aims to assess nitrate concentrations and analyze the associated health risks in residential areas of Depok City in 2022. Using the Environmental Health Risk Analysis (EHRA) method and secondary data, the study focused on adults and school-aged children. The results show that nitrate concentrations in groundwater ranged from 2.69 to 77.50 mg/L (average: 39.67 mg/L), exceeding the levels in piped water (ranging from 0.58 to 21.75 mg/L, average: 7.32 mg/L). Nitrate exposure through groundwater and piped water consumption does not pose risks to adults (RQ≤1), but there is a potential risk for children consuming groundwater (RQ>1). These findings align with previous research highlighting children's increased vulnerability to non-carcinogenic risks associated with nitrate exposure from groundwater consumption. To address this issue, reducing groundwater consumption and shifting to piped water are recommended to safeguard public health, especially among children.
S-11284
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delyana Agustia Ning Tias; Pembimbing: Agustin Kesumayati; Penguji: Hartono, Budi ; Akib, Carolina Rusydi
Abstrak:
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menggunakan teknik open dumping dalam pengelolaan sampahnya dinilai sangat berisiko terhadap lingkungan di sekitarnya karena adanya proses perlindian yang dapat mencemari tanah. Masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya berisiko untuk terkena dampak kesehatan dari kandungan logam berat yang berasal dari cemaran air lindi. Kadmium dan timbal merupakan logam yang dapat bersifat toksik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan logam kadmium dan timbal yang terdapat pada air minum masyarakat di sekitar TPA sampah Namo Bintang. Terdapat 96 sampel individu dewasa yang diperoleh melalui data sekunder dalam penelitian ini yang berasal dari dusun IV dan V Desa Namo Bintang. Sampel lingkungan adalah sampel air sumur masyarakat yang telah diambil pada penelitian sebelumnya oleh Ashar (2013) untuk kandungan timbal dan Ashar (2013) untuk kandungan kadmium. Dari hasil perhitungan analisis risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko pajanan kadmium dan timbal melalui air minum pada masyarakat dengan skenario intake minimal dan rata-rata tidak berisiko atau aman untuk pajanan realtime maupun lifespan (RQ < 1) sedangkan untuk skenario maksimal, pajanan kadmium dan timbal untuk pajanan realtime dan pajanan lifespan dinyatakan berisiko (RQ > 1) sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu dengan mengurangi konsentrasi asupan dan laju asupan. Selain itu, masyarakat juga harus menjaga TPA dengan tidak membuang sampah kembali disana dikarenakan TPA tersebut sudah ditutup, dan pemerintah juga dapat membantu dengan menyuplai air, baik itu air minum maupun air bersih dari sumber lain yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kadmium, timbal, analisis risiko, TPA, air minum, air sumur Landfill using open dumping method has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding environment because of leaching process. Population that use groundwater as their drinking water source has health risk from heavy metal exposure. Cadmium and lead are toxic if they consumed in exessive ammount. This study use health environment risk analysis to estimate health risk from cadmium and lead exposure through drinking water at population around landfill Namo Bintang. There are 96 samples of secondary data from Dusun IV and V Namo Bintang village. Environment samples is well water from population households from Ashar (2013) for lead and Ashar (2016) for cadmium contains. From the calculation of risk analysis showed that risk level of cadmium and lead exposure through drinking water with minimum and mean scenario are not risky or safe for realtime and lifespan exposure (RQ < 1). For maximum intake scenario, cadmium and lead exposure are risky (RQ > 1) and need risk management with reduce consuming rate and agent concentration. Since the landfill was closed, the population also have to keep the landfill clean and do not throwing the waste into the landfill. The governance also can helping the population to fulfill their need of water with supplying water from safe and clean source. Keywords: cadmium, lead, risk analysis, landfill, well water, drinking water
Read More
S-9459
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuranida Fauziyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto;
Abstrak:
Read More
Air minum merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. Universitas Indonesia kampus Depok menyediakan fasilitas air siap minum. Pada penelitian kualitas air tanah di Kota Depok yang dilakukan tahun 2022, diperoleh bahwa kualitas air tanah parameter Fisik di Kota Depok belum sepenuhnya memenuhi standar baku mutu. Namun kualitas air siap minum di Universitas Indonesia tidak dilakukan pengecekan kualitas air secara berkala, termasuk kualitas air siap minum parameter fisik. Tujuan penelitian Menganalisis kualitas parameter Fisik air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi yang tersedia di setiap fakultas Universitas Indonesia kampus Depok Tahun 2023. Uji yang digunakan pada penelitian ini analisis deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil adalah air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia kampus Depok tahun 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 9 sampel untuk air siap minum sebelum filtrasi dan 9 sampel air siap minum. Pengukuran kualitas air parameter fisik ini dilakukan secara in situ dan uji laboratorum. Pengukuran parameter kekeruhan, warna, badan Total Zat Terlarut diuji di laboratorium Labkesda DKI Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum parameter fisik sebelum filtrasi di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan yaitu berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti dan 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum sesudah filtrasi parameter fisik di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis uji bivariat, hanya parameter suhu yang terdapat perbedaan antara kualitas air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai p value 0,008 (p<0,05). Sedangkan untuk parameter kekeruhan, warna, bau, daya hantar listrik, Total Zat Terlarut dan pH tidak ada perbedaan yang signifikan Kesimpulan dari penelitian ini adalah 9 dari air siap minum sebelum di filtrasi yang diteliti, hanya 3 sampel yang memenuhi persyaratan parameter fisik dan 9 dari air siap minum sesudah filtrasi yang diteliti yang memenuhi persyaratan parameter fisik berjumlah 3 sampel sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Drinking water is an important need for every human being. The University of Indonesia's Depok campus provides ready-to-drink water facilities. In research on the quality of groundwater in Depok City which will be conducted in 2022, it is found that the physical parameter groundwater quality in Depok City has not fully met the quality standards. However, the quality of ready-to-drink water at the University of Indonesia does not regularly check the quality of water, including the quality of ready-to-drink water on physical parameters. The research objective was to determine the quality of the physical parameters of ready-to-drink water before and after filtration available in every faculty of the University of Indonesia, the Depok campus, in 2023. The test used in this study was descriptive analysis with a cross-sectional study design. The samples taken were ready-to-drink water before and after filtration at the University of Indonesia, Depok campus in 2023 with a total sample of 9 ready-to-drink water before filtration and 9 ready-to-drink water samples. Measurement of water quality physical parameters is carried out in situ and laboratory tests. Measurement of the parameters of turbidity, color, total body dissolved substances were tested at the Labkesda DKI Jakarta laboratory. The results of the analysis show that the physical parameters of ready-to-drink water quality before filtration at the University of Indonesia in 2023 meet the requirements, namely 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied and the other 66.7% do not meet the requirements. The results of the analysis show that the quality of ready-to-drink water after filtration for physical parameters at the University of Indonesia in 2023 meets the requirements of 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied, 66.7% do not meet the requirements. the results of the bivariate test analysis, only the temperature parameter that there is a difference between the quality of ready-to-drink water before and after filtration. This is indicated by the p value of 0.008 (p <0.05). As for the parameters of turbidity, color, odor, electrical conductivity, total dissolved substances and pH there is no significant difference The conclusion of this study is that 9 of the ready-to-drink water before being filtered were studied, only 3 samples that met the physical parameter requirements and 9 of the ready-to-drink water after being filtered that were studied that met the physical parameter requirements, totaling 3 samples in accordance with Minister of Health Regulation Number 2 Year 2023.
S-11381
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farizan Nathur Rachman; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Rahmawati
S-9612
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syarifuddin Ahmad; Pembimbing: Abd. Rahman; Penguji: Budi Hartono, Sukanda
S-8504
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursuci Fatmawati Perwendha; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Nurjamil
Abstrak:
Air merupakan kebutuhan esensial yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupmanusia. Namun, pelayanan air bersih di wilayah Bekasi khususnya KelurahanSumur Batu, Kecamatan Bantargebang sebagian besar menggunakan sumursebagai sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Mangan dan besimerupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi apabila dikonsumsidengan jumlah berlebih dapat bersifat toksik. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi pajanan mangan danbesi dan tingkat risiko kesehatan yang diterima dari air minum pada pendudukdewasa di pemukiman sekitar tempat pembuangan akhir Bantargebang, KotaBekasi. Selain itu, penelitian ini juga menguji korelasi antara mangan, besi, TDS,DHL, dan pH sehingga ditemukan persamaan linear untuk memperkirakankeberadaan mangan atau besi. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk usiadewasa yang tinggal di sekitar TPA Bantargebang. Penentuan sampel denganmenentukan kriteria inklusi yaitu penduduk usia lebih dari 18 tahun danmengonsumsi air sumur minimal 2 bulan. Pengambilan sampel dengan cara nonrandom sampling dan quota sampel. Sampel lingkungan adalah air sumur yangberada di rumah tangga terpilih sebagai responden. Selain itu, dilakukanpengambilan data antropometri berupa laju asupan, durasi pajanan, dan beratbadan. Jumlah asupan mangan dan besi pada populasi penelitian belummemenuhi angka kecukupan gizi masing-masing yaitu 0,26 dan 0,02 mg/l. Darihasil perhitungan estimasi risiko didapatkan hasil bahwa tingkat risiko mangandan besi di sekitar TPA Bantargebang tidak berisiko atau aman. Selain itu,diperoleh dari uji korelasi hubungan yang signifikan antara mangan dengan pH,DHL, dan TDS (p<0,05) sehingga ditemukan persamaan linear sederhana untukmasing-masing variabel.
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
Read More
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
S-8498
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kharizqamir Dwitili Elipen; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Khadijah Azhar
Abstrak:
Read More
Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah novel coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi global. Memasuki bulan April tahun 2022, COVID-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan angka kasus positif COVID-19. Seiring dengan penurunan angka kasus, pemerintah mulai memberi izin untuk perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan secara campuran (hybrid learning) yang memiliki risiko meningkatkan penularan COVID-19 kembali yang dikarenakan faktor perilaku tiap individu dan lingkungan sekitarnya jika masyarakat mulai abai terhadap virus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang bersumber dari perilaku individu, lingkungan sosial masyarkat, dan lingkungan tempat tinggal yang mempengaruhi penularan virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang dilakukan pada 216 mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia dipilih secara simple random sampling, menggunakan kuesioner secara online. Data dianalisis dengan uji chi-square dan analisis regresi logistik ganda. Didapatkan hasil sebanyak 48,1% mahasiwa pernah mengalami COVID-19 dan 51,9% mahasiswa tidak penah mengalami COVID-19. Pada variabel penerapan protokol kesehatan, sistem perkuliahan, dan penerapan protokol kesehatan di masyarakat memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian COVID-19. Sedangkan pada variabel keikutsertaan vaksinasi COVID-19, penggunaan transportasi umum, ketersediaan posko satgas COVID-19 di lingkungan tempat tinggal, jumlah penghuni dalam tempat tinggal, dan jenis kawasan tempat tinggal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian COVID-19. Penerapan protokol kesehatan merupakan variabel yang paling dominan dalam terjadinya paparan COVID-19.
On 11 March 2020, WHO declared the outbreak of the novel coronavirus (COVID-19) a global pandemic. Entering April 2022, COVID-19 in Indonesia began to experience a decrease in the number of positive cases of COVID-19. Along with the decrease in the number of cases, the government has begun to give permission for tertiary institutions to carry out varied activities (hybrid learning), which has the risk of increasing the transmission of COVID-19 again due to the behavior of each individual and the surrounding environment if people start to ignore the COVID-19 virus. This study aimed to determine risk factors originating from individual behavior, the social environment, and the living environment that influence the transmission of the COVID-19 virus. This study used a cross-sectional study conducted on 216 University of Indonesia Health Sciences Cluster students selected by simple random sampling using an online questionnaire. Data were analyzed by chi-square test and multiple logistic regression analysis. The results were that 48.1% of students had experienced COVID-19 and 51.9% had never experienced COVID-19. In the variables of implementing health protocols, the lecture system, and the application of health protocols in the community has a significant relationship to the incidence of COVID-19. Meanwhile, the COVID-19 vaccination participation variable, use of public transportation, the availability of COVID-19 task force posts in the neighborhood, the number of residents in residence, and the type of residential area have no significant relationship with the incidence of COVID-19. Implementation of health protocols is the most dominant variable in exposure to COVID-19.
S-11203
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurusysyarifah Aliyyah; Pembimbing: Umar Fahmi Achadi, Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Idawaty Abbas, Didik Supriyono
Abstrak:
Kadmium di Kabupaten Gresik merupakan salah satu masalah lingkungan yang disebabkan oleh limbah kegiatan industri dan dapat menimbulkan risiko masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat estimasi risiko pajanan kadmium pada air minum dan makanan dengan gangguan kesehatan penduduk di kawasan industri dan non industri. Disain studi yang digunakan adalah Public Health Assessment dan analisis spasial pada 1075 penduduk dewasa di Gresik. Data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta tahun 2012. Analisis risiko menunjukkan penduduk di kawasan non industri memiliki kecenderungan berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat terpajan kadmium pada air minum yang lebih tinggi (RQreal time : 0,0476; RQlife span: 0,0476) dibandingkan penduduk di kawasan industri, (RQreal time: 0,0313; RQlife span: 0,0448). Tingkat risiko pajanan kadmium pada makanan di kedua kawasan sebagian besar tergolong berisiko (RQ>1) dengan nilai RQ tertinggi pada jagung (RQreal time industri: 5,86; RQreal time non industri: 10,04). Analisis statistik menunjukkan penduduk yang terpajan kadmium pada air minum dalam kategori tidak memenuhi syarat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kardiovaskuler dibandingkan penduduk yang terpajan kadmium pada air minum dalam kategori memenuhi syarat setelah dikontrol oleh variabel umur dan kebiasaan mengonsumsi rokok atau tembakau. Analisis spasial menunjukkan pola sebaran kadmium di media lingkungan dan gangguan kardiovaskuler di kedua kawasan tidak mengikuti pola tertentu. Kata kunci: Kadmium, Public Health Assessment, tingkat risiko, gangguan kardiovaskuler
Read More
T-4372
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
