Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40733 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Naura Alifia Hidayati; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Laboran dan periset merupakan salah satu tenaga pendidik yang memiliki potensi besar mengalami kecelakaan dalam proses uji hingga pemilahan limbah B3 di laboratorium. Pada Tahun 2023, tercatat hanya 36,2% laboran dan periset yang memiliki tingkat pengetahuan memadai. Temuan ini terbukti berpengaruh kepada perilaku laboran dan periset yang diukur dengan menggunakan tingkat kepatuhan. Selain tingkat pengetahuan yang kurang memadai, belum lengkapnya keikutsertaan pelatihan laboran dan periset penanganan limbah B3 dan dasar K3L terbukti berhubungan dengan tingkat kepatuhan. Beberapa temuan ini memperkuat bukti dari penelitian-penelitian sebelumya, bahwa terdapat kaitan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku (knowledge, attitude, practice) terhadap unsur keselamatan, keselamatan kerja, dan lingkungan dalam penanganan limbah B3 di laboratorium di sektor pendidikan rumpun kesehatan dan sains. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai dasar untuk menjadi buku panduan bagi laboran dan periset dalam pengurangan dan penanganan limbah B3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kepatuhan laboran dan periset terhadap aspek K3L dalam penanganan limbah B3 di laboratorium sektor pendidikan pendidikan rumpun kesehatan dan sains Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian angket/kuesioner pada periset dan laboran dan dianalisis menggunakan uji Kai-Kuadrat.

Laboratory assistants and researchers are among the educators who have a high potential for accidents in the handling process or sorting hazardous waste in the laboratory. In 2023, only 36.2% of laboratory assistants and researchers have an adequate level of knowledge. This finding has proven to have an effect on the behavior of laboratory assistants and researchers, as measured by the level of adherence. In addition to an inadequate level of knowledge, incomplete participation in the training of laboratory assistants and researchers for handling hazardous waste and basic HSE has been shown to be related to the level of compliance. Some of these findings reinforce evidence from previous studies, that there is a link between knowledge, attitude, and practice towards the elements of safety, occupational safety, and the environment in handling hazardous waste in laboratories in the education sector in the health and science cluster. It is hoped that the results of this research will serve as the basis for laboratory assistants and researchers on reducing and handling hazardous waste. The purpose of this study was to assess the level of compliance of laboratory assistants and researchers with regard to HSE aspects in handling hazardous waste in the education sector laboratory in the health and science cluster, Universitas Indonesia. This study used a cross-sectional design. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires for researchers and laboratory assistants, and the data was analyzed using the Kai-Square test.
Read More
S-11287
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izzah Dinillah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Latar Belakang: Penanganan limbah merupakan kegiatan yang meliputi pemilahan dan pengelompokan berdasarkan jenis limbah serta pengumpulan dari sumber limbah ke tempat penampungan sementara lalu ke tempat pembuangan akhir. Limbah masker sekali pakai dapat ditangani dengan mudah, mulai dari pemilahan, pewadahan, disinfeksi dan pelabelan. Pada tahun 2020, jumlah timbulan sampah di Jakarta mencapai 124.740 ton dan sebanyak 860 kilogram limbah masker sekali pakai telah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku penanganan limbah masker sekali pakai yaitu faktor sosiodemografi (jenis kelamin, status tempat tinggal, besar uang saku), pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosidemografi, pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai pada mahasiswa rumpun kesehatan dan non kesehatan di Universitas Indonesia. Metode: Desain studi cross sectional dengan unit analisis mahasiswa Universitas Indonesia tahun angkatan 2019-2022. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner online. Sampel yang diperoleh sebanyak 474 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku buruk. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak responden yang belum melakukan pemilahan, pewadahan dan desinfeksi serta pelabelan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai baik pada mahasiswa rumpun kesehatan maupun non kesehatan.

Background: Waste handling is an activity that includes sorting and grouping based on the type of waste and collecting from the source of the waste to a temporary shelter and then to the final disposal site. Disposable mask waste can be handled easily, starting from sorting, containerizing, disinfecting, and labeling. In 2020, the amount of waste generated in Jakarta reached 124,740 tons, and the Jakarta Environment Agency handled as much as 860 kilograms of disposable mask waste. Several factors can influence the behavior of handling disposable mask waste, such as sociodemographic factors (gender, residence status, amount to of pocket money), knowledge, attitudes, exposure to information media, policies, and family role. Objective: This study aims to determine the relationship between sociodemographic factors, knowledge, attitudes, and exposure to information media with the behavior media of handling disposable mask waste among Health and Non-Health Students at the University of Indonesia. Methode: Cross-sectional study design with the unit of analysis of Universitas Indonesia students in the 2019-2022 batch. The data used is primary data taken using an online questionnaire. The sample obtained were 474 respondents. Results: The results showed that most respondents had bad behavior, This is because there are still many respondents who have not done sorting, packaging and disinfection, and labeling. Conclusion: There is a significant relationship between exposure to information media, policies, and family roles with the behavior of handling disposable mask waste in both health and non-health students.
Read More
S-11247
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kharizqamir Dwitili Elipen; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Khadijah Azhar
Abstrak:
Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah novel coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi global. Memasuki bulan April tahun 2022, COVID-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan angka kasus positif COVID-19. Seiring dengan penurunan angka kasus, pemerintah mulai memberi izin untuk perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan secara campuran (hybrid learning) yang memiliki risiko meningkatkan penularan COVID-19 kembali yang dikarenakan faktor perilaku tiap individu dan lingkungan sekitarnya jika masyarakat mulai abai terhadap virus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang bersumber dari perilaku individu, lingkungan sosial masyarkat, dan lingkungan tempat tinggal yang mempengaruhi penularan virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang dilakukan pada 216 mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia dipilih secara simple random sampling, menggunakan kuesioner secara online. Data dianalisis dengan uji chi-square dan analisis regresi logistik ganda. Didapatkan hasil sebanyak 48,1% mahasiwa pernah mengalami COVID-19 dan 51,9% mahasiswa tidak penah mengalami COVID-19. Pada variabel penerapan protokol kesehatan, sistem perkuliahan, dan penerapan protokol kesehatan di masyarakat memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian COVID-19. Sedangkan pada variabel keikutsertaan vaksinasi COVID-19, penggunaan transportasi umum, ketersediaan posko satgas COVID-19 di lingkungan tempat tinggal, jumlah penghuni dalam tempat tinggal, dan jenis kawasan tempat tinggal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian COVID-19. Penerapan protokol kesehatan merupakan variabel yang paling dominan dalam terjadinya paparan COVID-19.

On 11 March 2020, WHO declared the outbreak of the novel coronavirus (COVID-19) a global pandemic. Entering April 2022, COVID-19 in Indonesia began to experience a decrease in the number of positive cases of COVID-19. Along with the decrease in the number of cases, the government has begun to give permission for tertiary institutions to carry out varied activities (hybrid learning), which has the risk of increasing the transmission of COVID-19 again due to the behavior of each individual and the surrounding environment if people start to ignore the COVID-19 virus. This study aimed to determine risk factors originating from individual behavior, the social environment, and the living environment that influence the transmission of the COVID-19 virus. This study used a cross-sectional study conducted on 216 University of Indonesia Health Sciences Cluster students selected by simple random sampling using an online questionnaire. Data were analyzed by chi-square test and multiple logistic regression analysis. The results were that 48.1% of students had experienced COVID-19 and 51.9% had never experienced COVID-19. In the variables of implementing health protocols, the lecture system, and the application of health protocols in the community has a significant relationship to the incidence of COVID-19. Meanwhile, the COVID-19 vaccination participation variable, use of public transportation, the availability of COVID-19 task force posts in the neighborhood, the number of residents in residence, and the type of residential area have no significant relationship with the incidence of COVID-19. Implementation of health protocols is the most dominant variable in exposure to COVID-19.
Read More
S-11203
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Intan Yustiawati
Abstrak: Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat penyakitmenular dan tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku gaya hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa (umur,jenis kelamin, uang saku, dan fakultas), pengetahuan, dan sikap terhadap perilakugaya hidup sehat mahasiswa S1 Reguler Aktif Universitas Indonesia tahun 2014.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan desain studicross-sectional dengan total sampel sebanyak 454 responden dari 13 fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki perilaku gaya hidup sehatdan 41% memiliki perilaku gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan enam variabel,hanya variabel fakultas yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 2,45 (CI 95% : 1,63-3,66).
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
Read More
S-8226
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avicenna Inovasanti; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Aria Kusuma
Abstrak:
Pandemi COVID-19 meningkatkan kebutuhan dan produksi masker. Hal ini mendatangkan masalah yaitu timbulan sampah masker yang berakhir dilingkungan tanpa dikelola. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan faktor sosiodemografi dengan perilaku mahasiswa dalam pengelolaan limbah masker rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online, yang terdiri dari sosiodemografi, pengetahuan, sikap, dan perilaku responden. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas mahasiswa yang menjadi responden memiliki pengetahuan tinggi (63.3%), sikap positif (52.5%), dan perilaku baik (50.6%). Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan perilaku (p value-0.022), namun tidak terdapat hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku (p value- 0.269). Selain itu, variabel faktor sosiodemografi yang diteliti menunjukkan bahwa adanya hubungan bermakna antara tempat tinggal dengan perilaku (p value-0.008) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, pendidikan, dan rumpun keilmuan dengan perilaku karena p value>0,05. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel tinggal bersama keluarga memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku buruk dengan OR 1.664 (95% CI=1.124-2.464). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hanya variabel pengetahuan dan tempat tinggal yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan limbah masker di rumah tanggal dengan faktor dominannya yaitu tempat tinggal.

The COVID-19 pandemic has increased the need and production of masks. This creates a problem that lot of mask waste ends up in the environment without being managed. This research was conducted to determine the relationship between knowledge, attitudes, and sociodemographic factors with student behavior in managing household mask waste in DKI Jakarta Province. This study uses a quantitative approach with cross-sectional study design. Data collection was carried out using an online questionnaire, which consisted of the sociodemographic, knowledge, attitudes, and behavior of the respondents. The results of this study were that the majority of students who were respondents had high knowledge (63.3%), positive attitudes (52.5%), and good behavior (50.6%). Statistically, there is a significant relationship between knowledge and behavior (p value-0.022), but there is no significant relationship between attitudes and behavior (p value-0.269). In addition, the sociodemographic factor variables studied showed that there was a significant relationship between place of residence and behavior (p value-0.008) but there was no significant relationship between age, gender, education, and scientific family and behavior because p value> 0.05. Multivariate analysis showed that living with family had the greatest influence on bad behavior with OR 1.664 (95% CI=1.124-2.464). The conclusion in this study is that only the knowledge and place of residence variables have a significant relationship with the behavior of mask waste management at home with the dominant factor, namely place of residence.
Read More
S-11211
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafi Aflah Fadlirahman; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Bambang Wispriyono, Aria Kusuma
Abstrak:

Pandemi COVID-19 dapat berdampak pada lingkungan salah satunya dengan timbulan limbah masker. Limbah masker dapat membawa patogen dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Pengelolaan limbah masker dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi dampak tersebut. Perilaku pengelolaan limbah masker dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, dan keterpaparan media terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah masker. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara daring. Responden pada penelitian ini didominasi oleh masyarakat pada rentang usia 18-24 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan bertempat tinggal di Jabodetabek. Hasil yang didapat yaitu sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (56,8%), sudah terpapar oleh media informasi (71,5%), dan memiliki perilaku baik (55,8%) terhadap pengelolaan limbah masker. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media (p=0,000) dan jenis kelamin (0,006) dengan perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah masker di rumah tangga. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel keterpaparan media merupakan variabel paling dominan dengan Exp(β)=2,333 p=0,0001 (OR=2,333, 95% CI=1,496-3,638). Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan keterpaparan media berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah masker di rumah tangga.


The COVID-19 pandemic have an impact on the environment, especially is the generation of mask waste. Mask waste can carry pathogens and pollute the environment with microplastics. Mask waste management can be carried out by the community to reduce this impact. Mask waste management behavior can be influenced by several factors. Therefore, this study was conducted to determine the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge, and media exposure to community behavior in managing mask waste. This research used a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data collection was carried out using an online questionnaire. Respondents in this study were dominated by people in the age range of 18-24 years old, female, and residing in Jabodetabek. The results obtained were that most respondents had high knowledge (56.8%), had been exposed to information media (71.5%), and had good behavior (55.8%) towards mask waste management. The results of statistical analysis showed that there was a significant relationship between media exposure (p=0.000) and gender (0.006) with community behavior in managing mask waste in households. The results of multivariate analysis showed that the media exposure variable was the most dominant variable with Exp(β)=2.333 p=0.0001 (OR=2.333, 95% CI=1.496-3.638). Finally, this study shows that gender and media exposure are associated with people’s behavior in household mask waste management.

Read More
S-11474
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karimah Mahdiyyah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Lestari Enny Wahyu
Abstrak: Penggunaan pestisida selain memberikan manfaat untuk mengendalikan hama ternyata dapat memberikan dampak, baik untuk manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan pestisida harus digunakan secara bijaksana sesuai dengan jenis, dosis, sasaran, cara, dan waktu aplikasi. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan, baik yang akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan petani dalam penggunaan pestisida dengan keluhan kesehatan petani di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan penyemprot pestisida di Desa Cikandang, dengan metode accidental sampling. Berdasarkan hasil univariat, 57% memiliki pengetahuan yang kurang baik, 82% sikap yang baik, dan 79% perilaku yang kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat, ditemukan bahwa yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan kesehatan adalah perilaku (OR=4,24). Hasil ini menunjukkan perlunya penyuluhan mengenai pestisida serta Alat Pelindung Diri (APD) untuk petani penyemprot pestisida agar tidak mengalami keluhan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pestisida, Keluhan Kesehatan The use of pesticides in addition to provide benefits to control pests can also have impacts both for humans and the environment. Therefore, pesticides should be used simultaneously according to the type, dose, target, manner, and time of application. Incorrect use of pesticides can lead to various health effects, both acute and chronic. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitude, and actions of farmers in the use of pesticides with health problem of farmers in the Cikandang Village, Cikajang District, Garut Regency. The study used cross sectional design. The samples involved in this research were 100 people who were pesticide sprayers in Cikandang Village, using accidental sampling method. Based on univariate results, 57% had poor knowledge, 82% good attitude, and 79% bad behavior. In addition, it was found that behavior (OR = 4,24) had the strongest relationship with health problem. These results indicated the need for counseling on pesticides and personal protective equipment (PPE) for pesticide sprayers to avoid health problem. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Pesticide, Health Problem
Read More
S-9361
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rice Anggrayni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dian Ayubi, Diah Wati
Abstrak: Pelajar sebagai konsumen harus memiliki perilaku keamanan pangan yang baik untuk mencegah kasus penyakit bawaan makanan di sekolah. Pengetahuan, sikap dan perilaku keamanan pangan pada pelajar dibutuhkan untuk mengembangkan intervensi yang efektif terhadap keamanan pangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik individu (jenis kelamin, umur, uang saku, kelas dan jurusan), pengetahuan, sikap dan perilaku keamanan pangan pada pelajar di SMAN 4 Depok tahun 2015. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampel sebanyak 218 pelajar dari kelas X dan XI.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar memiliki pengetahuan keamanan pangan kurang baik (72%), sikap negatif terhadap keamanan pangan (64,7%) dan perilaku keamanan pangan berisiko (71,1%). Berdasarkan analisis bivariat, hanya variabel sikap yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku keamanan pangan pelajar dengan nilai p-value = 0,004 dan nilai OR = 2,523 (CI 95% : 1,380-4,614).
 

 
Student as the consumer should have a good behavior to prevent foodborne disease at school. Good knowledge, attitude and behavior on food safety were essential for the development of effective educational interventions. The objective of the study was to determine the relationship between student characteristics (sex, age, pocket money, grade and major), knowledge, attitude and food safety behaviors among student of SMAN 4 Depok. This study used Cross sectional design. The sample consisted of 218 participants from tenth and eleventh grade students of SMAN 4 Depok in 2015.
 
The results show that 72% students have less knowledge on food safety, 64,7% students have negative attitudes on food safety and 71,1% students have risky food safety behaviors. Based on bivariate analysis, attitude has significant relationship towards students food safety behavior with p-values 0,004 and OR 2,523 (CI 95% : 1,380-4,614)
Read More
S-8834
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Pratama Tarigan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Indra Chahaya, Adi Darmawan
Abstrak:
Limbah elektronik (e-waste) merupakan salah satu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Provinsi Daerah Khusus Jakarta merupakan provinsi dengan data timbulan sampah tertinggi di Indonesia dengan timbulan tertinggi berada di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 844.252,43 ton per tahun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kegiatan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah B3 serta menganalisis tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik (e-waste) di wilayah Daerah Khusus Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain mix method. Analisis mengenai tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik di tingkat rumah tangga Provinsi DKI Jakarta didapatkan hasil bahwa tingkat kesadaran tertinggi masyarakat di wilayah DKI Jakarta berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara dengan persentase sebesar 82,95%, sedangkan tingkat kesadaran masyarakat terendah berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan persentase sebesar 76%. Berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah elektronik yang berlaku di wilayah Daerah Khusus Jakarta, pengelolaan limbah elektronik sudah cukup baik. Pemerintah mampu menginisiasi program tersebut dimana daerah lain belum ada yang mencanangkan program pengelolaan limbah elektronik tersebut. Perlu adanya upaya pengkategorian lebih lanjut terhadap limbah elektronik yang dikumpulkan agar pada saat proses pemisahan dapat terurai dengan lebih sistematis.

Electronic waste (e-waste) is one of the Hazardous and Toxic (B3) wastes that continues to increase in number every year. Jakarta Special Region Province is the province with the highest waste generation data in Indonesia with the highest generation being in the East Jakarta Administrative City of 844,252.43 tons per year. The general objective of this research is to analyze e-waste management activities based on aspects of hazardous waste management and analyze the level of public awareness in managing e-waste in the Special Region of Jakarta. This research uses a combination method with a mix method design. Analysis of the level of public awareness in managing electronic waste at the household level in DKI Jakarta Province found that the highest level of public awareness in the DKI Jakarta area was in the North Jakarta Administrative City area with a percentage of 82.95%, while the lowest level of public awareness was in the Central Jakarta Administrative City area with a percentage of 76%. Based on the management aspects of e-waste management that apply in the Special Region of Jakarta, e-waste management is already quite good. The government was able to initiate the program where no other region has launched the e-waste management program. Further categorization of collected e-waste is needed so that during the separation process it can be decomposed more systematically.
Read More
T-7101
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hibatul Wafi; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Zakianis, Metha Hartanti
Abstrak: Penelitian ini menggambarkan bagaimana pengetahuan sikap, dan perilaku pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta menerapkan protokol kesehatan, terlebih Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta merupakan garda terdepan dan menjaga untuk penyakit tidak masuk ke suatu wilayah atau negara, dan pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta merupakan salah satu kelompok yang beresiko. Penelitian ini adalah merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah - masalah kesehatan yang terjadi dimasyarakat atau komunitas tertentu (Sugiyono, 2017). Penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 diukur berdasarkan beberapa variabel pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta dengan cara pengumpulan data dilakukan dalam satu waktu. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 oleh pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta. Berdasarkan hasil univariat didapatkan dengan hasil Perilaku pegawai dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 memiliki hasil sebagai berikut, perilaku penerapan protokol kesehatan baik (56.2%) dan perilaku penerapan protokol kesehatan kurang baik (43.8%), pengetahuan pegawai dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 memiliki hasil sebagai berikut, pengetahuan penerapan protokol kesehatan tinggi (84.3%) dan pengetahuan penerapan protokol kesehatan rendah (15.7%). Dalam sikap pegawai mengenai penerapan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 memiliki hasil sebagai berikut, dan sikap mengenai penerapan protokol kesehatan positif (52.9%) dan sikap mengenai penerapan protokol kesehatan negatif (47.1%). Hasil penelitian menyarankan untuk Melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai terlkait dengan manfaat apabila kita menerapakan protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit COVID-19.
This study describes how the knowledge, attitudes, and behavior of the Soekarno Hatta Class I Port Health Office employees apply health protocols, especially the Soekarno Hatta Class I Port Health Office is the front guard and guard against diseases that do not enter a region or country, and Class I Port Health Office employees I Soekarno Hatta is one of the groups at risk. This research is a type of quantitative descriptive research that aims to describe or describe health problems that occur in a particular community or community (Sugiyono, 2017). The application of the health protocol to prevent the transmission of COVID-19 was measured based on several variables of the Soekarno Hatta Class I Port Health Office employees by collecting data at one time. This study aims to describe or describe the implementation of the COVID-19 health protocol by employees of the Soekarno Hatta Class I Port Health Office. Based on univariate results obtained with the results of employee behavior in implementing health protocols to prevent COVID-19 having the following results, behavior in implementing health protocols is good (56.2%) and behavior in implementing health protocols is not good (43.8%), employee knowledge in implementing health protocols for preventing COVID-19 has the following results, knowledge of applying health protocols is high (84.3%) and knowledge of implementing health protocols is less low (15.7%). In the attitude of employees regarding the application of health protocols to prevent COVID-19, the results were as follows, and attitudes regarding the implementation of health protocols were positive (52.9%) and attitudes regarding the implementation of health protocols were negative (47.1%). The results of the study suggest to carry out socialization to all employees related to the benefits if we apply health protocols to avoid COVID-19 disease
Read More
S-11035
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive